[EXOFFI FREELANCE] Married By Accident (Chapter 1)

yee[1]

Married By Accident 1/?.

 

Author : Anemone (Haerra).

Main cast : Oh Sehun (EXO) || Kim Hani (OC/You).

Other cast : Temukan sendiri dalam cerita.

Genre : Marriage || Family || Romance || Comedy.

Leght : Chapter.

Ranting : PG-15.

Ost.Song : Lucky (EXO).

 

DON’T BASH, DON’T PLAGIAT, DON’T BE SIDERES, SIDERES KICK. JANGAN LUPA KOMENTAR!

 

Hai,  Aku bawa FF abal-abalku entah ini ceritanya gimana, FF ini murni pemikiran aku, mungkin judulnya pasaran tapi ceritanya berbeda dari FF yang mempunyai judul yang sama. Nama cast cuma meminjam, sepenuhnya cast milik Tuhan, keluarga, dan management. Masih banyak typo berterbangan, maaf kalau ada salah penulisan kata.

 

Summary : Pertemuan yang tidak terduga yang berujung pernikahan.

 

Kim Hani, Yeoja yang sedikit tomboy ini harus bersabar menghadapi bos sekaligus suaminya yang sifatnya berubah-ubah.

 

Oh Sehun, Namja dingin sekaligus kekanak- kanakan, Dia tidak punya pilihan lain selain menikah dengan Kim Hani untuk menyakinkan sahabat, orang yang di cintainya sekaligus menyelamatkan perusahaannya.

 

 Ini pernah di post di blog pribadi, silahkan jika ingin mampir.  https://heahunie3107.wordpress.com/

 

 

ANEMONE STORYLINE.

 

Married By Accident 1/?.

 

Author pov

 

 

Cuaca hari ini cukup cerah, tidak terlalu panas juga tidak mendung, hal ini sangat mendukung untuk sebuah pesta pernikahan dengan tema garden party.

 

Di sebuah taman yang di sulap sedemikian rupa dengan dominan warna putih dan pink serta hiasan bunga mawar nampak begitu indah. Suara tepuk tangan para tamu bergemuruh saat dua sejoli melakukan ritual penyatuan setelah pengucapan janji suci.

 

Seorang yeoja manis hanya tersenyum tipis, terpancar aura ketidak sukaan juga kebahagian. Berulang kali ia mengehela nafas panjang, berusaha menahan sesuatu yang hampir keluar dari mata indahnya, tersenyum manis dan semua akan kelihatan baik-baik saja.

 

“Cukhae Onnie!” seru Hani sambil memeluk Hera sang kakak dengan erat.

 

“Jangan menangis eoh, berapa umurmu hmm? Kau bukan anak kecil lagi bahkan kau sudah lulus kuliah.” ucap Hera dengan tampang yang di buat-buat kesal karena adiknya menangis.

 

“Eonni!” rengek Hani sambil mengembungkan pipinya.

 

“Saranghae. Walaupun Eonni sudah menikah, Eonni tetap Eonnimu yang akan selalu menjaga uri-Hani yang pesek ini.” ucap Hera.

 

“Yak. Eonni!” ucap Hani sambil memajukan bibir bawahnya.

 

“Eoh-uri Hani ngambek.” ucap seorang namja yang tiba-tiba datang dan mengelus puncak kepala Hani.

 

“Oppa!” rengek Hani.

 

“Hahaha…. ” tawa Hera dan juga Kyungsoo.

 

Hani hanya bisa mendengus, air mata turun di pipi putihnya, terseyum melihat rona kebahagian dari sang kakak.

 

“Jaga Eonniku baik-baik Oppa! Awas kalau Oppa membuat Eonni menangis, maka aku akan menendang pantat Oppa!” ancam Hani sambil ancang-ancang akan menendang pantat Kyungsoo.

 

“Astaga kau sungguh mengerikan Hani-ya, hahaha…. ” ucap Kyungsoo sambil tertawa.

 

***

 

 

Hani pov.

 

Sungguh aku bahagia sekaligus merana. Bahagia karena Eonniku akhirnya menemukan seseorang yang akan menjaganya dan menyayanginya, tapi aku juga merana karena aku selama ini menyimpan perasaan kepada kakak iparku sendiri. Perasaan yang sudah aku simpan jauh sebelum Eonniku mengenal Kyungsoo Oppa.

 

Aku pandangi Eonniku yang dari tadi selalu tersenyum, senyum bahagia tapi apa aku juga bahagia? Aku tersenyum tipis, memainkan air merah dalam gelas yang aku pegang. Nasibku buruk sekali. Kyungsoo Oppa adalah subnaeku di universitas, tampan, pintar, ramah dan baik. Siapa yang tidak tertarik, semua yeoja pasti akan menyukainya dan aku termasuk yang beruntung bisa selalu dekat dengannya.

 

Tapi semuanya berubah saat aku mengenalkan Kyungsoo Oppa pada Hera Eonni, saat itu aku langsung tau kalau Eonniku itu jatuh cinta, Ia selalu menanyakan tentang Kyungsoo Oppa. Dan suatu hari aku seperti tersambar petir di siang bolong, saat mengetahui kalau Kyungsoo Oppa dan Hera Eonni resmi berpacaran.

 

Harusnya aku sadar diri, Aku tidak ada apa-apanya di bandingkan Hera Eonni, bahkan saat kedua orang tuaku bercerai mereka hanya mau membawa Hera Eonni yang akan mereka urus karena menurut mereka Ayah dan Ibuku, Hera Eonni itu penurut, baik, cantik, sopan tidak seperti aku yang urakan, tapi Hera Eonni memilih untuk tinggal bersamaku, pindah ke Seoul saat kedua orang tua kami resmi berpisah.

 

Sosok kakak yang merangkap menjadi Ibu juga Ayah untukku, mengantarku ke sekolah saat itu aku masih Junior High School, Eonni selalu membuat bekal untukku, membatu mengerjakan PR, datang ke sekolah menemui kepala sekolah meminta maaf atas kenakalan yang aku perbuat . Rasanya pengorbanan ini belum seberapa, Aku ingin egois tapi aku juga tidak bisa seegois itu, Eonniku berharga untukku, apapaun akan aku lakukan untuk membuatnya bahagia, lagi pula rasaku hanya cinta sepihak, miris.

 

***

 

 

Next day….

 

@ JeJu island.

 

Seorang namja dengan celana jeans hitam dan T-Shrit putih dengan kemeja biru kotak-kotak baru saja turun dari mobil sport merahnya. Kaca mata hitam bertenger manis di hidung mancungnya. Rambutnya yang sedikit acak-acakan tidak sedikitpun mengurangi ketampanannya. Justru menambah kesan tesan tersendiri. Kulit putihnya bersinar saat sinar matahari mengenai kulit putih bersih itu.

 

“Aku di Jeju. Kenapa Hyung?” ucapnya sambil membuka bagasi mobil. Sedangkan ponsel putih itu di apit antara bahu kiri dan telinganya.

 

“Kenapa tidak mengajakku Hunie!” seru seseorang disebrang telephone dengan nada lantang.

 

“Aishhhh. Yak! Kau bisa membuatku tuli Hyung.” ucapnya sambil menjauhkan benda putih itu dari telinganya.

 

“Hehe. Maaf Hunie. Kelepasan. Jadi kau tidak ikut party nanti malam?” tanya Baekhyun.

 

“Tidak.” jawabnya acuh sambil mengambil beberapa peralatannya dan mengendong tali sebuah tas ransel di bahu kanannya.

 

“Ah. Tidak asyik. Seorang Oh Sehun menolak sebuah party. Yang benar saja.” seru Baekhyun.

 

“Sudah ceramahnya? Aku tutup.” ucap Sehun lalu memutuskan sambungan. Tidak peduli orang yang berada disana mengumpat kesal padanya.

 

“Oke. Nikmati waktumu yang indah ini Oh Sehun.” ucapnya sambil membenarkan letak kaca matanya.

 

 

***

 

 

“Aishh, benar-benar menyebalkan, kenapa aku harus ikut hanymoon mereka? Sudah tau, Aku bakal jadi obat nyamuk.” ucap Hani sambil melirik dua sejoli yang sedang asyik bermesraan.

 

“Kalau tidak di paksa Eonni, Aku malas ikut.” gerutu Hani.

 

“Enakan juga tidur, aishhh. Bagaimana  cara memasangnya?” ucap Hani, Ia bingung karena ini pertama kalinya ia memancing.

 

“Begini caranya.” ucap seorang namja tampan sambil memasangkan umpan ke pemancingan Hani.

 

Namja itu datang karena melihat Hani yang kebingungan sambil menatap terus pancingannya, jadi ia berinisiatif membantu Hani.

 

“Lempar seperti ini. Terus tinggal tunggu ikan memakan umpannya dan tarik.” ucap namja tampan itu lagi dan menyerahkan pancingan ke Hani sambil tersenyum tipis.

 

Hani hanya bisa melonggo, Namja didepannya benar-benar tampan, kulit putih susu yang bersih, mata tajamnya dan hidung mancungnya.

 

“Nona!” ucap namja itu menyadarkan Hani.

 

Hani tersadar dari lamunannya dan langsung mengambil pancingan yang di sodorkan padanya dan membuang muka, sungguh mukanya memerah sekarang.

 

“Setidaknya anda ucapkan terimakasih.” ucap namja itu.

 

 

***

 

 

Hani pov.

 

“Setidaknya anda ucapkan terimakasih.” ucap namja itu.

 

Aku hanya cuek pura-pura tidak mendengarnya, lagi pula suasana hatiku sedang buruk.

 

“Ngomong-ngomong siapa namamu?” tanya namja itu lagi.

 

Aku menoleh ke arahnya, dia ini cerewet sekali si. Namja itu tersenyum manis, Aku akui senyumnya itu membuatnya semakin tampan.

 

Aishhhh. Apa yang aku pikirkan. Tiba-tiba seperti ada lampu yang menyala di atas kepalaku, semoga saja membuat namja itu berhenti berbicara. Aku mengambil note di tas selempangku yang memang selaluku bawa, menuliskan sesuatu disana lalu memberikan padanya.

 

“Kim Hani.” ucapnya membaca noteku.

 

Dia menerimanya dengan dahi berkerut, untuk menyakinkannya akupun memberi bahasa isyarat dengan gerakan tangan seperti tunawicara. Dia hanya mengangguk dan menatapku prihatin.

 

“Mianhae aku tidak tau. Aku Oh Sehun.” ucapnya.

 

Aku hanya menganggukkan kepalaku. Hahaha. Dasar pria bodoh. Aku berhasil. Aku tertawa dalam hati, baguslah namja itu diam.

 

“Aishhhh. Benar-benar menyebalkan.” ucapku dalam hati sambil melirik namja disampingku.

 

Bagaimana bisa tidak ada satupun ikan yang memakan umpan di pancinganku? Sedangkan namja itu entah sudah berapa ikan yang ia dapat. Benar-benar menyebalkan. Aku lirik ember kecil yang berada tak jauh dariku, kosong!

 

Kemudian aku lirik ember milik namja itu yang berada disebelah kiriku. Aishhhh….

 

“Hahaha…. ” tiba-tiba namja itu tertawa sambil menunjuk emberku dan juga embernya.

 

Eh apa maksudnya?

 

“Sepertinya ikan-ikan di sini pada tidur.” ucapnya.

 

Dia bilang apa, ikan-ikannya pada tidur? Hei dia meledek ku apa bagaimana? Kalau ikan-ikannya pada tidur lalu mereka mengingau dan memakan umpanya begitu. Aishhh, Dia benar-benar. Sontak aku berdiri dan pergi dari tempat ini, berjalan dengan menghentakan kaki, tidak aku perdulikan lagi pancingan sialan itu. Bukannya ketenangan yang aku dapat malah sebaliknya. Dari kejauhan aku masih mendengar namja bermarga Oh itu tertawa, memang apa yang lucu? Entahlah aku tidak mengingat namanya, tidak penting!

 

 

***

 

 

2 Hari kemudian….

 

Author pov

 

Kring … Kring … Kring…. !

 

Ini sudah ketiga kalinya benda berbentuk gitar kecil itu berbunyi tapi seseorang yang berada di dekatnya tidak merasa terusik sama sekali.

 

“Astaga. Yak! Pemalas bangun! Ini sudah jam berapa eoh?!” ucap Hera sambil menyiramkan air putih di gelas yang memang sengaja ia bawa.

 

“Yak! Eonni!” protes Hani karena mimpi indahnya baru saja di ganggu dan di hadiahi siraman air.

 

“Jangan banyak protes, Kau tau sekarang sudah jam 07.30, jam 07.-” belum sempat Hera menyesaikan kalimatnya, Hani sudah lebih dulu memotongnya dengan berteriak histeris.

 

“Apa! Yak aku terlambat huwaaaa…. !” ucap Hani dan langsung berlari ke kamar mandi. Hera yang melihat kelakukan adiknya hanya bisa mengelengkan kepalanya.

 

“Kapan kau berubah?” gumam Hera lalu meninggalkan kamar Hani .

 

 

***

 

 

“Hani sudah bangun?” tanya Kyungsoo saat melihat istrinya turun dari tangga, berjalan ke meja makan dan mengambil tempat duduk di sampingnya.

 

“Hemmm…. ” gumam Hera sambil mengangguk.

 

“Kau sungguh menyiramnya dengan air chagi? Wahhhh, debaek!” ucap Kyungsoo sambil pertepuk tangan.

 

“Sekali-sekali memberi gadis pemalas itu pelajaran, lagi pula ia sudah bukan lagi remaja 17th.” ucap Hera sambil mengoleskan selai pada rotinya.

 

Brakkkkk!

 

“Appo. Yakk… Tangga kau ini benar-benar tidak punya mata eoh!” amuk Hani saat ia tersungkur menuruni tangga.

 

Kyungsoo dan Hera hanya mengelengkan kepalanya lalu tertawa melihat kejadian itu.

 

“Yak! Oppa jangan hanya tertawa, cepat aku sudah terlambat!” ucap Hani sambil berlari ke pintu utama.

 

“Gadis itu, Dia pikir aku supirnya apa?” ucap Kyungsoo.

 

Hera hanya tertawa melihat suaminya yang dibuat kesal oleh adiknya.

 

 

***

 

 

Hani pov.

 

“Pesek hwaiting!” ucap Kyungsoo Oppa saat sudah sampai mengantarku di perusahaan tempatku akan interview.

 

Aku miliriknya sinis, malas berdebat dan aku langsung keluar turun dari mobilnya dan berlari sekuat yang aku bisa, semoga belum mulai dan aku belum terlambat.

 

“Yak. Pesek setidaknya ucapkan terimakasih!” teriak Kyungsoo Oppa dan aku masih bisa mendengarnya.

 

Astaga kenapa banyak sekali yang mengatakan kalimat, ‘setidaknya ucapkan terimasih’ padaku dan seketika bayangan saat aku memancing di pulau Jeju berkelebat di kepalaku. Astaga apa yang aku pikirkan, Hani fokus!

 

“Hwaiting!” ucapku menyemangati diri sendiri sambil mengepalkan tangan ke depan wajah.

 

#

 

“Hani Hwaiting!” ucap Yuri temanku yang juga ikut interview di perusahaan ini saat giliranku masuk.

 

Tarik nafas dalam-dalam keluar pelan-pelan. “Ayo Hani kau pasti bisa!” ucapku dalam hati.

 

Saat aku masuk hanya tinggal dua orang yang akan di interview, berarti tiga denganku, dan tiga orang sebagai penilai yang duduk didepan kusri sana. Didepan mereka meja dan kursi untuk peserta interview, juga berkas-berkas tentang paserta yang mereka bolak-balikan untuk di baca.

 

Satu orang wanita cantik berambut pendek, usianya sekitar 30an, Namja berisi mungkin umurnya sudah memasuki kepala empat serta namja yang menunduk yang mengunakan kaca mata, Aku tidak bisa melihat wajahnya karena ia menunduk dan wajahnya tertutupi poni yang memang sedikit menutupi dahinya, tapi aku kira ia seumuran dengan Kyungsoo Oppa.

 

“Mereka peserta terakhirkan?” tanya namja berkaca mata itu.

 

“Ya, mereka peserta terakhir.” jawab wanita cantik itu.

 

Deg!

 

Tiba-tiba jantungku berdetak kencang, “Berkas itu, itu milikku.” ucapku dalam hati sambil was- was.

 

 

***

 

 

Sehun pov.

 

Benar-benar membosankan, aishhh … Ingin rasanya aku lari dari sini, kalau bukan hal ini benar-benar penting. Bagaimana bisa tidak ada satupun peserta interview yang cocok untuk aku jadikan sekertaris.

 

“Mereka peserta terakhirkan?” tanyaku.

 

“Ya, mereka peserta terakhir.” jawab Direktur Min.

 

Akupun membolak-balikkan kertas didepanku, tapi sekita mataku membulat saat melihat foto berukuran 4X6, Aku langsung mendongkakan kepalaku. Dapatku lihat 3 perserta sudah duduk di depan kusri yang di sediakan, didepan kami masing- masing. Dan entah kenapa aku tersenyum saat gadis itu duduk didepanku sambil menunduk. Gadis yang aku temui di pulau Jeju. Ini menarik. Aku tegakan posisi dudukku.

 

Kini gilirannya untuk memperkenalkan diri, Aku ingin lihat gadis tunawiracara ini untuk menyakinkan aku, Direktur Min juga Direktur Park, dengan cara apa ia menyakinkan kami, apa menulis di note yang pernah ia lakukan, atau menari-narikan tanganya?

 

“Annyeonghaseyeo Kim Hani imnidha.” ucapnya sambil berdiri dan membungkuk 90°, tapi ia masih menunduk.

 

Sontak aku menatapnya intens, Aku benar-benar kaget, bagaimana bisa? Bagaimana bisa ia berbicara? Bukankah dia? Aku berdiri dari dudukku .

 

“Kau!?” ucapku dengan suara yang aku naikan 1 oktaf sambil menunjuknya dengan jari telunjukku tepat didepan wajahnya.

 

Dia mendongkak dan, “Kau!?” ucapnya.

 

“Gadis ini menipuku.” ucapku dalam hati.

 

 

Tbc….

 

 

Maaf kalau hasilnya jelek. Karena ini baru part awal jadi belum ada konfliknya. Aku juga baru belajar jadi kalau ada salah penulisan EYD, maaf ya. Ini adalah FF karya pertamaku jadi maklumi kalau aburadul banget. FF lama 2014 yang aku share di catatan FB. Gomawo.

 

 

 

28 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Married By Accident (Chapter 1)”

  1. Hohohohoho lagi bner bner kehabisan stock ff baekhyun yg genre kyk giniiii dan ff ini pun muncul yeay walopun castnya sehunie tpi ini seru bgtt.. ditunggu nextnya authornim 😄

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s