[EXOFFI FREELANCE] Long Distance Relationship

Long Distance Relationship (LDR)

-teallcyP.2016-

Long Distance Relationship (LDR) // Park Chanyeol [EXO], Shin Yeorin [OC] // Romance, Teen // General // Ficlet

Ide murni dari penulis, jika ada sama kata, cerita atau yang lainnya itu hanya sebuah kebetulan.

No plagiarism!

 

previous : Warm Hug – Our Day

 

[Selamat Membaca]

“Distance means so little,

when someone means; so much.”

Saat ini Chanyeol sedang berada di kampus, tepatnya di perpustakaan. Di depannya terdapat banyak tumpukan buku-buku tebal. Bisa dilihat dia sedang dalam kondisi tidak enak, buku yang semenjak tadi dia baca ternyata hanya dia bolak-balik lembarannya sama sekali tidak dibaca. Dia masih sibuk dengan fikirannya yang melayang-layang tak tentu arah. Sebenarnya dia tidak tau kenapa bisa seperti ini.

Dan tiba-tiba handphonenya berbunyi. Disana tercantum Noona -kakak perempuan- dengan cepat dia mengangkatnya.

“Chanyeol-ah” ucap kakaknya diseberang.

“Iya noona, ada apa? Tumben sekali kau menelfon.” dengan cepat Chanyeol membalas dan mendengarkan apa saja yang dikatakan Noona-nya.

“Baiklah kalau begitu, hati-hati noona.” Setelah dia menutup telfonnya. Raut wajahnya berubah. Dan dengan cepat mengembalikan semua buku-buku yang telah dia ambil sedari tadi.

Dia dengan cepat berjalan kembali ke apartemennya, pikirannya sudah semakin kesana kemari sampai-sampai dia tidak menghiraukan handphonenya yang berbunyi sedari tadi.

Yang memenuhi otaknya saat ini adalah bagaimana keadaan keluarganya di Korea. Dan bertepatan saat itu, Yeorin yang sejak tadi menunggu Chanyeol mengangkat telfonnya pun segera bergegas menuju apartemen Chanyeol. Ini tidak baik-baik saja pikirnya. Dia tahu benar bahwa jika Chanyeol tidak mengangkat telfonnya pasti ada sesuatu yang terjadi pada Chanyeol.

Sesampainya dia disana dengan cepat dia menekan password apartemen Chanyeol lalu masuk.

“Chanyeol-ah!” teriaknya dan seraya menelusuri seisi apartemen tersebut.

“Chan–” ucapnya berhenti saat mendapatkan Chanyeol berjalan keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap dan rapih.

“Ada apa Yeorin-ah?” Chanyeol membuka suara pelan tapi dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Yeorin pun menatapnya dengan lembut sambil mencoba menggenggam tangan Chanyeol.

“Seharusnya aku yang bertanya denganmu, kau kenapa Chanyeol-ah?” Dia tahu pasti bahwa Chanyeol sedang dalam keadaan tidak baik. Yeorin bisa merasakan itu, merasakan apa yang Chanyeol rasakan.

“Aku tidak kenapa-kenapa, sayang. Aku baik-baik saja.” Chanyeol berusaha meyakinkan dan mencoba mengelus pipi Yeorin perlahan. Setelah mengatakan seperti itu diapun berlalu menuju ruang tamu.

Yeorin diam sesaat dan membuka suaranya.

“Aku tahu kau sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja Chanyeol-ah.”

“Aku benar baik-baik saja. Sini duduklah di sampingku.” pinta Chanyeol yang telah mendudukan dirinya di sofa terlebih dahulu.

Yeorin pun mengikutinya dan dengan cepat mengambil handphone Chanyeol yang berada di atas meja. Dengan jemari lentiknya dia menyalakan handphone itu dengan pola-pola. Dan memperlihatkannya kepada Chanyeol.

“Ini adalah bukti kau tidak dalam keadaan baik.” ucapnya dengan sedikit menekankan kata baik. Chanyeol memperhatikan tampilan ponsel tersebut.

Ah dia baru ingat, bahwa pada saat kepalanya terisi oleh fikiran yang melayang-layang tentang keluarganya di korea Yeorin menelfonnya berkali-kali tapi tetap saja dia tidak mengangkatnya. Dan juga ingat bahwa Yeorin sangat mengetahui dirinya. Yeorin benar-benar gadis yang sangat peka terhadap dirinya. Dia bahkan tahu apa saja yang Chanyeol sembunyikan dari dirinya, seperti seorang mata-mata. Tapi menurut Chanyeol itu adalah bukti bahwa Yeorin sangat sayang dan cinta kepadanya.

Dan juga Yeorin tahu apabila Chanyeol tidak mengangkat telfonnya, maka Chanyeol sedang berada dalam keadaan yang sulit dan membutuhan seseorang untuk becerita.

Yeorin masih diam, menunggu Chanyeol membuka suara. Mereka saling menatap satu sama lain lama dalam diam, sampai akhirnya Chanyeol memalingkan wajah. “Noona menelfonku tadi.”

“Apa yang dikatakannya? Tidak terjadi apa-apa kan Chanyeol-ah?” Yeorin berkata dengan lembut sambil kembali menggenggam tangan Chanyeol.

“Appa jatuh sakit, dan harus dirawat intensif di rumah sakit. Aku..” Chanyeol dengan pelan. Dia berbicara layaknya anak kecil yang baru saja belajar berbicara.

Yeorin yang melihat Chanyeol dengan keadaan seperti ini pun cepat memeluk Chanyeol, mengelus punggung laki-laki itu dengan lembut.

“Appa akan baik-baik saja, Chanyeol-ah. Kau tidak perlu khawatir, mereka pasti baik-baik saja. Selalu berdoalah untuk mereka.” Yeorin perlahan mencoba meyakinkan Chanyeol dengan ucapannya.

“Aku harap begitu, tapi aku harus pergi kembali ke Korea besok.” seraya membalas pelukan Yeorin.

“hmm, tidak masalah. Besok aku akan mengantarmu.”

“Ada sesuatu hal lagi Yeorin-ah”

Yeorin mencoba perlahan melepas pelukannya dan menatap Chanyeol tepat di matanya, mencari-cari apa sesuatu yang ingin Chanyeol ucapkan.

“Kenapa? Apa sesuatu hal mengganjal lagi di hatimu?”

“Aku akan lama berada di Korea, aku akan mengurus perusahaan Appa disana selama Appa di rumah sakit. Aku takut meninggalkanmu terlalu lama.”

Yeorin terdiam di tempatnya, mencoba menerka perkataan Chanyeol barusan. Dan Chanyeol tampak bingung dengan wajah Yeorin.

“Yeorin-ah?” Dia kembali berucap dengan pelan.

“Aku akan baik-baik saja disini Chanyeol-ah, kau tidak perlu takut meninggalkanku. Aku akan hidup dengan baik sampai kau kembali kesini. Aku akan menunggumu. Jarak tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa cintaku padamu, Chanyeol-ah.” ucapnya.

“Aku percaya padamu, kamu bisa melakukan semuanya. Aku mencintaimu, Park Chanyeol.” ucap Yeorin dengan tersenyum dan merangkup kedua pipi Chanyeol lembut.

“Aku juga mencintaimu, Yeorin-ah.”

“Terima kasih untuk semangatmu, kepercayaanmu dan cintamu selama ini.” tutur Chanyeol lagi. Dan menautkan jari mereka.

“Kembali kasih, kekasihku yang tampan. Jangan lupa untuk menjaga calon mertuaku dengan baik ya?” Yeorin berkata dengan nada yang dibuat-buat seperti ancaman. Tapi menurut Chanyeol itu sangat menggemaskan.

“Baik, nyonya muda.” balas Chanyeol dan menyentil hidung mancung milik Yeorin. Merekapun terkekeh bersama.

“Sekarang ayo kita persiapkan barang-barang yang akan kau bawa besok.” Yeorin beseru dengan semangat.

Chanyeol yang melihatnya tidak dapat menyembunyikan raut bahagianya. Sungguh Yeorin adalah gadis yang memang benar-benar dia butuhkan selama ini. Gadis yang dapat memberikan segala sesuatu yang kau butuhkan. Bagaikan pasokan oksigen. Chanyeol membutuhkannya, Sangat. Ya memang terdengar berlebihan tetapi menurut Chanyeol itu benar adanya.

 

-End-

 

duh pertama-tama maaf banget kalau ini rada aneh gimana dan banyak typo. Maaf juga pendeknya kebangetan:”. Aku bener-bener gatau ini termasuk bagus atau gimana. Maafin ya. Secara keseluruhan aku minta maaf pokoknya.

Dan buat uda yang mau baca dan komentar terima kasih banyaak udah geluangin waktunya. Selamat berjumpa di selanjutnya..

 

Sincerely, teallcyP.

7 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Long Distance Relationship”

  1. gua kira udah ldran ternyata belom :”v but bagus-bagus aja kok jalan ceritanya.. susah lho neng dapet cewe setia kek gua ehh salah yeorin maksudnnya :”v okehh bebhh good ff lah makin sering berkarya yowww salam tukangg imajinasi!! :”v

  2. Wah, yeorin pengertian bgett..
    /Chanyeol jgan kau duakan yeorin klau kau sdah d korea nanti#plukk d timpuk chanyeol*oopss..^^v

    Kkkk..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s