You and I [ Chapter 6 ] – By Christy Wu

12714114_486526271539871_284556918_n

You and I

Original Story by Christy Wu

O R I G I N A L POSTER BY Rianna Lu

Main Cast:

Park Chanyeol (EXO) as Chanyeol Vandersmith | Oh Sehun (EXO) as Sehun Rouler | Kim Jongin (EXO) as Kai Ozera | Kim Shin Young (OC) as Anna Vandersmith | Krystal Jung f(x) as Krystal Gremory | Park Hyemi (OC) as Freya Alexander.

Genre : Fantasy, Romance, School-life | Rating : PG – 17 | Lenght : Chanptered

“ Aku mencintainya dengan murni, seperti terbit dan tenggelamnya matahari”

Desclaimer :

FF ini murni hasil pemikiran Christy dan hanya dipublish di EFI dan WP pribadi. tolong jangan memplagiati. bedakan antara menginspirasi dan plagiat terima kasih.

o0o

Sesuatu yang diawali kata saling seharusnya melibatkan dua belah pihak. Tidak hanya ada kata kau atau aku tapi yang ada adalah kita. Cinta adalah perasaan yang murni. Sebuah wujud keindahan yang tuhan berikan dapat menyentuh siapa saja. Tak pilih kasih seperti Dewi Persephone yang dapat meluluhkan hati dewa Hades si penguasa dunia bawah yang bringas. Lalu apa bedanya dengan Chanyeol yang jatuh pada pesona Freya. Chanyeol sadar kalau dia bukan lelaki yang bisa dikatakan baik, di usia yang masih remaja tak terhitung banyak gadis yang sudah ia nodai entah dengan suka rela atau paksaan. Namun apakah ia bisa sekali saja bersikap egois untuk memiliki gadis baik – baik seperti Freya. Gadisnya yang lembut dan rapuh, eloknya bak bunga mawar yang mengundang kumbang untuk merayu. Ia belai lembut wajah damai yang masih nyenyak tertidur dalam dekapan hangatnya. Rasanya sangat nyaman dan tenang saat mendengar dengkuran halus, nafasnya yang teratur dan debar jantungnya yang seirama dengan dentingan jam tiap secon bagai musik yang begitu indah bagi Chanyeol saat ini. Apakah ini yang sering orang bilang rumah sebenarnya. Ya Chanyeol kini sudah menemukan rumah yang nyaman untuk pelabuhan hatinya.

“ Ennghh “ lenguh Freya menggeliat dalam pelukan Chanyeol. Saat sinar matahari pagi menerobos tirai kamar yang di dominasi warna putih dan hitam. Chanyeol menarik bibirnya membentuk segaris senyum tipis kala obsidian Violet itu mengerjap pelan mengumpulkan kesadarannya.

“ Selamat pagi, Love “ sapa Chanyeol manis di pagi hari yang cerah dihari Kamis.

Freya mengerjapkan – ngerjapkan matanya lucu “ Selamat pagi juga Chanyeol “ sapanya balik sambil menguap kecil, matanya masih enggan untuk terbuka.

“ Apa tidurmu nyenyak ? “ Chanyeol membenahi rambut Freya yang berantakan dan menyelipkannya kebelakang telinga. Yang ditanya hanya mengangguk belum sepenuhnya terjaga.

“ Aku merasa ini tidurku yang paling nyenyak “ gumamnya.

“ Benarkah ? “  Chanyeol mendekatkan wajahnya hingga ujung hidung keduanya bersentuhan. “ Kalau begitu bagaimana kalau kita membolos saja hari ini. Toh membolos sehari tidak akan masalah kan Love ? “ ujar Chanyeol, dengan panggilan manis di akhir.

“ Kau bicara apa sih kalau aku sampai tidak masuk sekolah pasti Mrs. Adelia akan marah dan segera mengguyurku dengan air. Aku tidak mau kamarku basah dan nanti malam aku tidur tidak menggunakan kasur. Oh itu baru mimpi buruk dan lagi bagaimana kau bisa berada di asramah sepagi ini “ gumam Freya lagi dengan mata terpejam. Kekehan lolos dari bibir Chanyeol, tak habis fikir kalau ternyata Freya masih belum sadar kalau dia sekarang tidak berada di Asramah melainkan diistanah Emerald.  Istanah keluarga Vandersmith.

“ Kau berada di istanahku Tuan putri “ kemudia mata Freya terbuka sempurna, ia langsung terduduk dengan mata terbuka lebar. Mengamati tiap detail sudut ruangan yang terlihat asing baginya. Kepalanya mendadak merasa kaku, ia menoleh pada Chanyeol yang masih terlihat santai berbaring sambil memandang kearahnya dengan senyum tertahan. Sial kenapa saat baru bangun tidur – pun Chanyeol masih terlihat tampan. Umpat Freya dalam hati dengan pipi yang sudah bersemu merah.

“ Bagaimana aku bisa berada disini ? “ tanya Freya sungguh tak mengingat apapun yang terjadi hingga ia berakhir satu tempat tidur dengan Chanyeol. Seketika alarm peringatan berbunyi nyaring dikepalanya, ia segera mengecek pakaiannya dan bernafas lega saat menyadari ia masih memakai baju yang layak dan tidak dalam keadaan telanjang. Tapi siapa yang menggantikan seragamnya menjadi sweater longgar berwarna putih yang hanya menutupi sampai sebatas 15 cm diatas dengkul.

“ Aku menyuruh Maid untuk menggantikan bajumu semalam. Aku tidak tega membawamu pulang ke asramah karena kau terlihat tidak sehat. Jadi aku membawamu kesini dengan begitu aku bisa merawatmu “ jelas Chanyeol begitu saja menyadari kebingungan Freya. Ia sedikit merenggangkan badannya lalu ikut duduk dengan senyum yang masih bertahan di bibir tipis yang kerap melumat bibir Freya manja. Ia belai surai kecoklatan Freya tanpa jemu lalu mendaratkan sebuah kecupan lembut di kening gadisnya sebagai awal pagi mereka.

“ Ini pagi terindah yang kualami “  sebelah tangan Chanyeol menggenggam lembut jemari Freya yang sudah melingkar sebuah cincin bertahtakan batu safir hijau tanpa gadis itu tahu.

o0o

Semilir angin bersekutu menghempaskan diri bebas sampai di tepian bibir pantai. Membuat rambut dan kemeja putih Kai berterbangan seperti efek film – film yang membuat pemeran utamanya terlihat lebih karismatik dari pemain lain. Kulit coklatnya yang eksotik berkilau terkena matahari pagi yang baru saja terbit dari ufuk timur.  Dari tengah laut terlihat seorang gadis berkulit tak kalah eksotik – nya melambaikan tangan dan memberikan kecupan jauh nan manja sambil mengedipkan sebelah mata. Kai terpanah kala netranya menangkap siluet gadis manis berwajah Ariana Grande. Ia berlari ke bibir pantai dan sedikit terkejut saat air mengenai wajahnya. Namun keterkejutan itu tak berlangsung lama saat melihat si gadis telah berada dihadapannya dengan senyum manis di wajah. Mendadak Kai juga ikut tersenyum seperti orang bodoh sebelum wajah manis itu berubah menjadi bringas dan mendorongnya dengan keras.

DUG

“ Aaauu “ erang Kai yang terbentur pinggiran nakas lantaran ditendang dengan tidak berkeprimanusiaan oleh Suho yang sudah cukup kesal hampir 30 menit tak kunjung berhasil membangunkan Kai. Suho ingat – ingat kesalahan apa yang ia buat selama Irene mengandung Kai dulu, tak habis fikir mempunyai anak aneh bin ajaib seperti pemuda berkulit sawo matang yang masih mengaduh di bawah kasur memegangi keningnya yang pasti bengkak.

“ Yakk tidak usah manja. Cepatlah mandi dan berangkat ke sekolah “ teriak Suho masih dengan nada kesal memberi komando pada Kai yang meringis sambil merangkak ke tempat tidur lagi.

“ Papa kenapa kau sangat kejam, membangunkanku dengan cara bar – bar seperti ini. Lihat keningku bengkak oh astaga kenapa bajuku basah begini “  tunjuk Kai pada keningnya yang terlihat memar kemerahan sambil memeriksa bajunya yang sudah basah kuyup, bukannya merasa bersalah menyebabkan kening anaknya bengkak Suho malah melemparkan bantal tepat ke wajah Kai hampir membuat pemuda berkulit eksotik itu terjungkal lagi kebelakang.

“ Itu semua karena ulahmu sendiri yang tidak lekas bangun dan malah tersenyum tidak jelas saat Papa bangunkan. Papa tidak bisa membayangkan susahnya para Maid selama ini membangunkanmu “ ujar Suho dengan mata melotot yang lucu, sungguh bibirnya yang penuh dan tipis itu begitu lucu saat memarahi anak semata wayangnya. Dari bajunya yang masih mengenakan setelan formal terlihat kalau ia baru saja sampai dirumah setelah beberapa bulan di tugaskan dewan kementrian di luar negeri bersama sang istri.

“ Papa menghancurkan mimpi indahku bertemu dengan Ariana Grande “ Sungut Kai tak mau kalah berseteru dengan Papa – nya. Dengan geram Suho melemparkan sebuah bantal lagi kearah Kai namun belum sempat mengenai target bantal itu tiba – tiba terhenti diudara.

“ Kau akan benar – benar terlambat sayang jika meneruskan berdebat dengan Papa – mu “ tampak Irene melipat kedua tangannya didepan dada, sama seperti Suho ia masih menggunakan setelan formal berwarna merah yang dikombinasikan dengan warna hitam. Rambutnya yang berwarna jagung terlihat cerah menambah kesan awet muda pada parasnya.

“ Mama “ rengek Kai berteleportasi mendekat pada Irene lalu memeluknya erat. Sedangkan Irene menjentiknya jarinya lagi untuk mengembalikan aliran waktu hingga bantal yang Suho lempar kembali jatuh. Irene adalah pengendali waktu sedangkan Suho adalah pengendali air. Mereka menikah dan di karuniai Kai yang memiliki kemampuan teleportasi.

“ Aku rindu Mama “ Kai mengecup pipi Irene sayang sebelum mendapat pukulan dengan bantal sekali lagi dari Suho yang sudah berkacak pinggang disebelahnya.

“ Cepat mandi dan jangan manja dengan Mama – mu. Seharusnya kau malu karena sudah besar masih saja manja Ck “ decak Suho yang sebenarnya hanya cemburu pada Kai yang seenaknya mencium Irene.

“ Bilang saja Papa cemburu karena aku mencium Mama seperti ini “ kemudian Kai menciumi kedua pipi Irene bertubi – tubi secara bergantian, berniat menggoda Suho. Benar saja pengendali air itu geram dan hampir melemparkan gumpalan air yang keluar begitu saja dari tangannya jika Irene tidak segera merentangkan tangan mengintrupsi keduanya untuk berhenti.

“ Sudah Kai berhenti menggoda Papa – mu. Kau akan benar – benar terlambat sekolah jika meneruskan berdebat “

“ Iya – iya, kalau begitu aku mandi dulu, tapi sebelum itu . . . “

CUP

Kai mencium pipi Irene sekali lagi, lalu menjulurkan lidahnya kearah Suho sebelum berteleportasi kekamar mandi. Meninggalkan Suho yang masih kesal dan Irene yang hanya menggelengkan kepala.

Irene mendekat kearah Suho yang kemudian menatapnya dengan kening yang berkerut samar.

“ Apa “ ketus Suho dengan mata mendelik lucu, membuat Irene tak tahan menyembunyikan senyumnya. Kemudian Irene sedikit berjinjit dan memberikan kecupan lembur dibibir Suho.

“ Jangan cemburu pada anakmu sendiri “ tutur Irene dengan manis sebelum meninggalkan Suho yang wajahnya sudah memerah mendapatkan kejutan dari istrinya.

“ Ah haruskah aku bertengkar dengan Kai terus agar mendapatkan kecupan manis ini lagi “ kekehnya kemudian, lalu menyusul Irene yang sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan.

o0o

In Emerald Castle

Freya sudah mengenakan baju seragam rapi saat menuruni tangga menuju balkon untuk sarapan seperti perintah Chanyeol. Tak habis fikir ia bisa menemukan seragam yang ukurannya begitu pas ia kenakan dalam walking closet kamar Chanyeol yang tersusun rapi. Bukan hanya baju seragam namun beberapa potong gaun dan baju santai rumahan tersusun dengan rapi bersebelahan dengan baju – baju mahal milik Chanyeol. Pipinya mendadak merona saat Chanyeol berkata semua disiapkan untuk dirinya. Suara berat itu begitu mudah membuat kedua pipi ini bersemu walau hanya kalimat sederhana yang terucap. Sedangkan Chanyeol sendiri masih dengan aktifitas membersihkan dirinya karena harus bergantian memakai kamar mandi dengan Freya. Kehadirannya yang baru saja menuruni tangga disambut hangat oleh Maid yang senantiasa menunduk hormat. Freya canggung, tidak biasa mendapatkan perlakuan terlampau istimewa khas bangsawan seperti ini.

“ Tuan putri silahkan duduk “ ujar salah satu Maid perempuan yang tadi membimbingnya sampai ke tempat yang dikatakan Chanyeol. Di tuangnya segelas susu untuk Freya.

“ Tuan putri ingin sarapan lebih dulu atau menunggu pangeran Chanyeol ? “ tanya Maid yang tadinya menuangkan segelas susu masih dengan menundukkan kepalanya sama seperti tujuh orang Maid lainnya yang mengelilingi Freya di sisi meja makan yang memanjang.

“ Aku akan menunggu Chanyeol saja “ ujar Freya dan dibalas anggukan dari Maid. Freya meminum susu yang dihadapannya dengan tidak nyaman, ia membuang pandangannya keluar balkon. Bukit – bukit mencakar naik deretan pegunungan. Panorama hutan yang terlihat samar oleh kabut. Freya berdiri dari duduknya dan berjalan ke pinggir balkon yang terdapat pembatas kaca bening sebatas perut orang dewasa. Taman yang di tumbuhi berbagai bunga mawar aneka warna menyebar di berbagai sudut. Gradasi warna yang cantik membuat bibir mungil itu tak kuasa untuk menahan punjiannya.

“ Wow sangat indah “ guman Freya, lalu netra violet itu menemukan objek yang mirip seperti papan target yang diletakkan berjejer di tanah yang masih lapang di hadapannya.

“ Kenapa ada papan target yang ditengah taman ? “ tunjuk Freya kedepan menanyakan pada Maid yang sejak tadi setia menemaninya.

“ Karena aku biasa latihan memanah disini “ belum sempat Maid itu menjelaskan , Chanyeol yang baru saja sampai menjawab pertanyaannya. Kemeja putih pas badan membalut sempurna tubuh tegapnya, menampakkan lengkuk dada bidang dan lengannya yang berotot tanpa dilapisi Blazer St. Vladimir.

“ Dimana Anna ? “ tanya Chanyeol.

“ Tuan putri Anna sudah berangkat ke sekolah sendiri diantar supir setengah jam yang lalu setelah masuk kekamar pangeran tadi pagi “ papar seorang Maid yang rambutnya sedikit ditumbuhi uban. Sepertinya Maid senior yang sudah mengabdi lama pada keluarga Vandersmith. Chanyeol hanya mengangguk – angguk faham. Sebenarnya Anna tadi berniat membangunkan Chanyeol untuk berangkat sekolah lebih awal demi semangkuk bubur langganan dipinggir jalan favorid Anna. Namun karena melihat Chanyeol sedang tidur nyenyak dengan Freya, Anna mundur perlahan dan memilih berangkat sekolah sendiri. Tak mau mengganggu kakaknya yang sedang kasmaran.

Chanyeol mendekat dan dengan sigap salah satu Maid mengambil Blazer dan tas yang Chanyeol bawa “ tempat ini fungsinya bukan hanya sebagai tempat sarapan dipagi hari atau tempat menikmati teh saat sore. Kadang aku selalu latihan memanah disini “ jelas Chanyeol berdiri disebelah Freya.

“ Kalau kau sering memanah disini, kenapa aku tidak melihat busur dan panah ? “ bingung Freya menatap sekitar yang hanya terdapat beberapa guci dan bunga hias.

Chanyeol terkekeh “ Untuk apa kita menggunakan busur dan panah biasa yang kerap di pakai manusia lain, jika kita bisa membuat yang lebih hebat dari itu “

Kening Freya berkerut “ Maksudnya ? “

Chanyeol kembali tersenyum tak ada niat untuk menjawab, namun ia segera mengambil posisi memanah. Tangan kirinya terulur kedepan seketika  muncul sebuah busur dengan api yang menjilat – jilat mengelilinginya. Freya berjengkit kaget sambil menutup mulutnya sendiri, merasa ngeri saat api berwarna kemerahan itu berkobar dari tangan Chanyeol. Dari tangan kanan Chanyeol muncul sebuah anak panah yang juga terbuat dari api. Freya tak sanggup berkedip dengan posisi seperti itu menambah ketampanan Chanyeol menjadi berkali lipat. Bukankah harusnya Freya fokus pada cara memanah yang Chanyeol tunjukkan. Anak panah itu meluncur begitu saja pada papan target menyebabkan ledakan yang menghanguskan papan target tanpa sisa, dan dalam sekejap berubah menjadi butiran debu yang terbang terbawa angin.

“ Hebat “ kagum Freya.

“ Ini mudah, kau juga bisa melakukannya Love

“ Itu mustahil, bakatku tidak cukup kuat untuk melenyapkan sebuah benda. Membuat busur dan anak panah seperti yang kau tunjukkan saja aku tidak bisa “

“ Tidak bisa atau belum pernah mencoba, hhmm ? “

Freya menggaruk belakang lehernya yang tak gatal sambil meringis “ Sebenarnya belum pernah, bukankah aku pernah bercerita kalau aku sangat lemah dalam pelajaran bela diri dan pengendalian kekuatan “

“ Kau bukannya lemah Love, kau hanya belum bisa dan orang yang mengajarimu tidak tahu bagaimana cara mengajar yang benar “ jeda sejenak, Chanyeol berdiri dibelakang dengan sedikit membungkuk saat meletakkan dagu tegasnya di pundak Freya yang sempit. Memaksa Freya menghirup aroma Vanila Chanyeol bersatu dengan aroma Strawbery  miliknya. Bibir pink itu terbuka dan lidahnya dengan cepat membasahinya saat Chanyeol menatapnya intens dari samping. Membuatnya gugup karena mereka tidak sedang berdua namun ada banyak Maid yang melihat.

“ Dan aku bisa mengajarimu lebih baik dari mereka “ sebelah tangan Chanyeol menuntun Freya melakukan gerakan yang sama seperti yang ia lakukan beberapa saat yang lalu. Dengan lembut Chanyeol mengatur sikap tubuh Freya.

“ Pejamkan matamu dan rasakan hembusan angin, dengarkan gesekan dedaunan dan suara percikan air. Buka semua indramu untuk ikut merasakan kekuatan yang alam berikan “ bisik Chanyeol di daun telinga Freya, tak tahu efeknya begitu dahsyat bagi sang gadis. Seluruh tubuh Freya berpendar lembut, menambah keindahan dalam sudut pandang Chanyeol menikmati rupanya yang dipenuhi dengan cahaya batin.

“ Rasakan kekuatan itu mengalir disetiap aliran darahmu, fokus dan bayangkan benda yang ingin kau keluarkan “ bisik Chanyeol dengan suara rendahnya memberikan arahan.

“ Jika kau sudah mendapatkan gambarannya, kunci . . . dan wujudkan “ sebuah kecupan dipipi Freya bersamaan dengan keluarnya sebuah busur panah yang cantik dengan hiasan bunga – bunga kecil berwarna putih pada pegangan busur.

“ Lihatkan kau bisa “ bangga Chanyeol mengusap rambut kecoklatan gadisnya. Freya sendiri masih tidak percaya bisa melakukannya, karena selama ini Kai saja sampai menyerah mengajarinya mendalami bakat. Sepertinya yang dikatakan Chanyeol benar, ia hanya tidak menemukan orang yang tepat untuk mengajari. Dan beruntungnya Chanyeol kekasihnya sendiri sepertinya mentor yang tepat untuk mengajarinya lebih lanjut setelah ini.

“ Sekarang lakukan hal yang sama untuk memunculkan sebuah anak panah “ intrupsi Chanyeol, Freya menarik nafasnya dalam berkonsetrasi dan berhasil memunculkan satu anak panah dari tangan kirinya.

“ Sekarang bidik papan target yang ada dihadapanmu “ titah Chanyeol.

“ A- aku tidak mungkin bisa mengenainya “ Freya menggigit bibirnya gusar, tangannya menggenggam erat busur ditangan merasa tak mampu.

“ Kau meragukan bakatmu sendiri Love , suatu bakat tidak akan bisa berkembang jika pemiliknya selalu berfikiran pesimis pada dirinya sendiri “ tutur Chanyeol yang masih setia berdiri dibelakang tubuh Freya. Tangannya meremas lembut bahu gadisnya “ Aku percaya pada kemampuanmu, Love “ kembali Chanyeol memberikan bisikan semangat dengan caranya yang manis.

Freya dengan akhirnya mengangkat busurnya kedepan, berusaha yakin pada kemampuannya seperti yang dikatakan Chanyeol. Netra violetnya menyipit guna memfokuskan target. Tangannya gemetar karena tidak terbiasa tentang semua hal yang berbau bela diri dan senjata. Freya hanyalah gadis manis yang lebih baik menghindari sebuah peperangan dan memilih berdiplomasi dari pada harus saling mengacungkan senjata.

Anak panahnya meluncur dengan kecepatan cahaya hampir tak terlihat saat panah hampir mengenai papan target, anak panah itu berubah menjadi kelopak – kelopak bunga yang berhamburan lalu menghancurkan papan target berbahan logam itu menjadi kepingan – kepingan kecil.

“ Wow amazing “ puji Chanyeol sambil bertepuk tangan dengan wajah puas yang tak terlihat jelas. Sedangkan Freya sekali lagi merasa tidak percaya akan kemampuannya sendiri.

“ Aku tidak sedang bermimpi kan ? “ monolognya sendiri tidak percaya.

“ Apa ku bilang, kau hanya perlu percaya dengan kemampuanmu sendiri “ kembali Chanyeol mengusap rambut kecokelatan Freya yang tergerai, yang dibals senyuman simpul Freya yang sudah melenyapkan busur dari tangannya.

“ Sepertinya paman melewatkan sesuatu yang istimewa “ seseorang datang dengan membawa sebuah tongkat untuk membantunya berjalan. Bajunya rapi, tubuhnya beraroma kayu manis dengan senyum yang bersahabat. Dibelakangnya ada seorang gadis bermata Grey. Cantik tapi matanya tak memancarkan kehidupan, hanya ada sepi dan dingin ibarat menyelami hutan di badai salju. Entah hanya perasaan Freya tapi gadis itu seakan memandangnya dengan tajam seperti menyimpan dendam yang sudah menggunung. Freya mulai gelisah, mengingat apakah ia pernah punya masalah dengan si gadis Grey. Namun nihil ini pertama kalinya mereka bertemu.

“ Paman Arthur, kenapa tidak memberi kabar jika akan kemari ? “ sambut Chanyeol kini sudah memeluk orang yang ia panggil paman Arthur. Freya masih diam di tempatnya bingung harus bersikap seperti apa dan hanya menundukkan wajah saat netra Violetnya tak sengaja bertatapan dengan si gadis bermata Grey.

“ Paman hanya ingin mampir karena merindukan Anna, dimana adikmu ? “

“ Paman kurang beruntung. Dia sudah berangkat beberapa menit yang lalu “ Chanyeol menjelaskan, kemudian Chanyeol melirik pada gadis yang sejak tadi diam dengan sorot mata dingin mendominasi netra Grey – nya yang tertutupi kabut.

“ Hai Lennesia, lama tidak bertemu “

“ Ya ku rasa kau saja yang terlalu sibuk dengan duniamu “ balasnya singkat. Chanyeol terkekeh tak terlalu ambil pusing dengan sepupunya. Toh dia hanya basa – basi.

Pandangan paman Arthur terhenti pada Freya yang dengan kikuk memberikan segaris senyum simpul manis. “ Wah kau tidak mau mengenalkan seseorang pada paman, Chanyeol ? “

Chanyeol mengikuti pandangan paman Arthur, gadisnya terlihat kikuk merasa disinggung dalam obrolan. Chanyeol segera mendekat dan menggenggam jemari lentik Freya lembut. Menariknya sampai dihadapan lelaki yang berstatus paman Chanyeol atau adik dari ayah Chanyeol.

“ Perkenalkan paman namanya Freya Alexander “ Freya mengulurkan tangannya yang disambut hangat oleh Arthur.

“ Perkenalkan aku adalah Arthur Demikas, paman dari Chanyeol “ sapanya hangat, kemudian ia terdiam saat berjabat tangan lalu membalikkan punggung tangan Freya saat netranya tak sengaja melihat batu safir hijau yang melingkar manis di jari.

jewel

“ Bukankah ini cincin peninggalan ibumu Chanyeol ? “ paman Arthur menoleh ke Chanyeol yang menampakkan wajah tenang seakan sudah memprediksi pertanyaan itu akan terlontar. Freya yang tak sadar akan keberadaan cincin itu di jari manisnya ikut kaget, lantaran tak tahu.

“ Ya paman benar, sepertinya aku lupa memperkenalkannya dengan benar tadi. Namanya Freya dan dia adalah Ratuku “

o0o

St. Vladimir bukanlah sekolah biasa, beberapa jelas tahu kalau sekolah yang sudah berdiri sejak 12 garis keturunan itu berisikan orang – orang abnormal dengan kekuatan masing – masing. Tak sampai disitu saja namun keindahan bangunannya juga patut mendapatkan apresiasi lebih. Namun siapa yang mau memberi penghargaan jika keberadaan sekolah ini saja di rahasiakan dari dunia. Seperti masuk dunia Fantasy dalam Fairy Tale saat melihat pohon – pohon yang berbunga tak kenal musim, atau bunga tulip  yang bisa bernyanyi dan bergoyang mengikuti arah angin. Matahari pagi terasa hangat, membujuk Krystal untuk singgah di taman menikmati pagi. Apalah daya paginya ini terasa sepi tak ada Freya yang biasa berkicau berisik. Makan paginya tak kalah membosankan karena dia sungguh tak punya teman dekat selain Freya di asramah. Selain itu ia juga harus bisa menghindari Kai pagi ini, kenapa ?karena pemuda itu pasti akan merecokinya dengan berbagai pertanyaan melihatnya hanya berjalan sendiri kesana – kemari seperti anak hilang. Ia juga tidak mau mendengar omelan Kai di pagi hari saat tahu Freya di bawa ke Istanah keluarga Vandersmith. Krystal gemas ingin menjewer telinga Chanyeol lain waktu mungkin karena sudah seenaknya sendiri menculik sahabatnya dan memberitahukannya lewat telfon kemarin malam.

kawachi
jalan setapak St. Vladimir

Menggerutu pun sekarang percuma, ia berjalan sendiri di bawah bunga – bunga berwarna pink – keunguan yang melengkung membentuk sebuah terowongan. Di beberapa sisi terdapat tempat duduk kayu yang biasanya untuk orang singgah namun tujuan Krystal bukan disana. Sesekali ia berpapasan dengan murid St. Vladimir lainnya namun tak ada satu – pun yang menyapa, Krystal bukan tipikal orang yang bisa ramah pada semua orang dan wajahnya yang selalu dingin terlihat sangat tidak bersahabat. Walau wajah Krystal tergolong cantik, tak ada yang berani terang – terangan mendekatinya. Alasan pertama karena Kai yang begitu protektif jadi semua orang mengira mereka sepasang kekasih, alasan kedua karena Krystal terlalu dingin dan tidak pernah tersenyum, dan yang ketiga Krystal hemat kosa kata jika berbicara dengan orang asing walaupun ia terkenal dengan suaranya yang seperti malaikat jika dikelas seni. Kembali lagi semua harus menelan kekecewaan saat berinteraksi dengan anak Kris Gremory dan Jesica Gremory ini.

gh
taman aprodite

Krystal sudah bisa melihat kupu – kupu berterbangan mengelilinginya saat ia tiba di Taman Aprodite, begitu semua orang menyebutnya karena seluruh taman di tanami mawar beraneka warna. Sedangkan semua orang tahu kalau bunga mawar selalu di kaitkan dengan simbol cinta sang dewi Yunani. Belum jauh ia melangkah Krystal di suguhkan pemandangan yang lebih indah dari yang ditawarkan alam lewat ukiran sempurna wujud makhluk tuhan yang sedang memejamkan matanya di bawah sebuah pohon yang dipenuhi bunga sulur berwarna putih. Sehun berbaring di atas rumput hijau, wajahnya yang putih bersinar di timpa mentari pagi, bibirnya terlihat tipis dan berwarna kemerahan seperti Chery baginya. Krystal hendak berbalik untuk pergi tak mau menganggu tidur si pemuda yang kerap ia temui tidur disembarang tempat.

jgf
pohon tempat Sehun tertidur

“ Kenapa pergi, bukankah kau baru sampai “ langkah Krystal terhenti lalu membalikkan badannya menghadap Sehun yang sudah duduk bersandar di Pohon sambil menepuk tempat kosong di sebelahnya menyuruh Krystal untuk duduk disampingnya.

“ Aku hanya tidak mau mengganggu tidurmu “ ujar Krystal setelah duduk di samping Sehun sambil membenarkan roknya agar tak terlalu mengekspos paha. Sehun yang peka segera melepas Blazernya untuk menutupi paha Krystal.

“ Kau tidak pernah mengangguku Krys “ Sehun berujar tak memperdulikan keterkejutan Krystal akan sikapnya. Netra sebiru samudra itu kembali menenggelamkan Krystal dalam pesonanya, semakin menariknya kedalam menyelami letupan – letupan perasaan lewat tatapan.

“ Lalu bagaimana kau bisa tahu kalau aku datang, bukankah itu berarti aku sudah mengganggumu “ Krystal menjilat bibir lalu mengalihkan pandangannya dari Sehun. Kemana pun asal jangan menatap netra birunya.

Sehun tersenyum lagi seolah senyumnya adalah sesuatu yang murah untuk di umbar mengingat ia tak pernah menampakkan ekspresi berlebih di depan umum selama ini. Bukankah mereka sama. “ Aroma mawar yang keluar dari tubuhmu lebih harum dan manis, mengalahkan ribuan mawar yang di tanam di taman ini “

BLUS

Pipi Krystal merona, dengan cepat Krystal menangkup pipinya sendiri. Menutup warna merah jambu yang menggemaskan di mata Sehun. “ Kau punya Hobi menggombal ya ? “ decak Krystal.

“ Aku berkata jujur “

“ Selain itu kenapa kau sepertinya punya hobi tidur disembarang tempat , apa kau tidak takut akan ada yang menyerangmu mendadak. Kau kan bangsawan kedua tersohor setelah Vandersmith “

Sehun tersenyum lagi namun kali ini pandangannya menerawang menatap langit. Krystal memandangnya dari samping, menikmati siluet wajahnya yang tekena bias matahari pagi. Ukirannya begitu sempurna, dengan detail hidung yang mancung  dan bibir tipisnya.Ah kenapa kembali lagi ke bibir. Krystal mengalihkan tatapannya lagi, mendadak serba salah, bingung di bagian mana ia harus menatap Sehun.

“ Untuk apa aku merasa takut diserang karena alam adalah ibuku dan bumi tempatku berpijak adalah ayahku. Mereka akan senantiasa melindungiku dari bahaya “ Sehun menggenggam jemari Krystal yang melingkar cicin pemberian darinya. Jemarinya yang dingin mengusap lembut pipi Krystal yang masih merona “ Dan kau adalah hadiah yang diberikan alam untuk melengkapi keindahannya “ lanjutnya.

Krystal terpaku saat netra mereka saling bertubrukan, berbagai bayangan silih berganti memasuki alam bawah sadarnya. Melihat kilatan – kilatan kenangan milik orang lain seharusnya tak begitu Krystal suka namun bakatnya yang unik ini tak bisa ia kendalikan dengan mudah. Bayang – bayang Sehun kecil yang penuh gelak tawa bermain di tengah hutan dengan wajah polos. Membuat bibir Krystal tanpa sadar melengkung, membentuk garis kurva yang sangat cantik merasakan letupan emosi lewat kenangan yang ia lihat dalam diri Sehun. Hingga tiba pada kenangan Sehun yang berada dalam kegelapan hutan mencekam yang menenggelamkan tubuh mungilnya dalam ketakutan akan sesuatu yang Krystal tidak tahu. Tawa itu lenyap yang ada hanya ketakutan dan tangis putus asa.

Sapuan dingin di bibirnya membawa Krystal kembali “ Jangan melihatnya “ bisik Sehun tepat dibibir Krystal, enggan menjauh. Netra Krystal mengerjap, jantungnya berdetak tak karuan saat sadar bibir Sehun masih menempel di permukaan bibirnya. Begitu dingin dan manis, tangannya yang masih di genggam Sehun terkepal namun si pemuda albino malah memberikan remasan pelan dan usapan lembut.

“ Maaf “ parasnya mendadak sayu, merasa bersalah sudah melihat kenangan terdalam Sehun tanpa izin. Sehun mengambil sedikit jarak lalu mendongakkan wajah Krystal yang menunduk dengan mengangkat sedikit dagu runcing Krystal menghadapnya. Membiarkan Krystal mengamati parasnya lebih jelas. Rambutnya yang hitam legam tersisir rapi, netra berwarna biru yang berkilau, hidung yang mancung serta bibir semerah Chery yang memikat. Dia terlalu sempurna.

“ Tak ada yang perlu di maafkan “

“ Bagaimana kau bisa tahu aku melihat masa lalumu ? “ tanya Krystal masih dengan memandang netra biru Sehun.

“ Bakatku yang lain Mind reader, sepertimu yang mempunyai bakat lebih dari satu. Aku juga “

“ Seseorang dalam masa lalumu. Dia . . .”

“ Ssstt “ Sehun menempelkan telunjuknya di permukaan bibir Krystal. Kembali membuat gadis itu terpaku saat bibirnya tak henti memberikan senyum manis.

“ Jangan bilang pada siapapun “ pintanya menggenggam kedua tangan Krystal. “ Kumohon “ lanjutnya lagi.

“ Kenapa ? “

“ Saatnya belum tepat, cukup kau saja “

“ Kenapa harus aku ? “ tanya Krystal bingung, bibir tipisnya mengecup kedua tangan Krystal lembut sebelum mempertemukan kening mereka lalu menangkup kedua pipi Krystal.

“ Kau tahu jawabannya Krys, karena aku juga punya perasaan yang sama sepertimu “ sebaris kalimat itu sudah cukup membuat pipi Krystal merona.

o0o

Anna merenggangkan tubuhnya sambil mengambil nafas dalam – dalam saat ia sampai di atap St. Vladimir untuk melihat matahari pagi. Ia tidak terbiasa datang sepagi ini, kelas masih sepi, dirinya yang datang pertama kali. Apa boleh buat Anna tidak mau merusak momen romantis kakaknya dan Freya yang sedang tidur nyenyak di atas ranjang sambil berpelukan. Bahkan sangking senangnya Anna sempat mengabadikan beberapa jepretan di di ponsel. Namun matahari pagi yang bersinar dengan indah ditambah panorama pegunungan yang berkabut didepan mata tak mampu mengubah ekspresi cemberut yang sejak tadi terlukis di wajah dolfie – nya.

“ Aku lapar “ gumamnya lucu sambil mengusap perutnya yang keroncongan perlu asupan makan. Acara membeli bubur langganan di pinggir jalan yang sudah ia siapkan sirna karena penjual langganannya sedang pulang kekampung halaman. Dengan kecewa ia mengubur keinginannya memakan semangkuk bubur ayam di pagi hari.

Tak lama pintu atap terbuka dan keluar pemuda berkulit eksotik dengan senyum manis yang menatapnya dengan kaget. Sebuah tatapan seperti saat kau melihat hantu di pagi hari yang duduk di pinggiran atap sekolah.

“ Kau membuatku kaget Anna “ gerutu Kai sambil mengelus dadanya sebelum berjalan mendekati Anna yang duduk pada kursi memanjang.

“ Apa wajahku terlihat seperti hantu sampai membuatmu begitu takut “ balas Anna sambil menyelipkan rambut panjangnya di belakang telinga. Kai terkekeh bukan itu yang di maksud. Tapi ia kaget karena tak mengira bisa bertemu dengan Anna lagi di tempat favoridnya.

“ Sungguh bukan itu maksudku Ann, aku hanya tidak mengira kita bisa bertemu lagi disini. Tempat favoridku “ Kai tersenyum lagi menambah ketampanan dalam parasnya. Lalu ia mengeluarkan sebuah kotak makan berwarna biru dari tas ranselnya.

“ Kau membawa apa ? “ Anna penasaran, bagaimana bisa anak seusianya masih mau membawa bekal di jaman seperti sekarang. Kai mengangkat kotak bekalnya yang berukuran tanggung.

“ Bekal “ Kai menjawab singkat sambil membuka penutup tempat makan, menampakkan deretan sandwich tuna yang berjejer rapi dan terlihat lezat. Anna meneguk salivasnya sendiri saat mengendus aroma yang begitu sedap.

“ Mamaku baru saja pulang dari bertugas dan dia membuatkanku sandwich. Seharusnya aku memakannya dirumah tapi gara – gara aku tadi bangun terlambat. Mama membawakannya sebagai bekal. Apa kau mau mencobanya ? “ Kai mengacungkan sepotong sandwick didepan mulut Anna. Gadis bersurai hitam itu membelalak kaget namun ia menggigit ujung sandwich yang Kai sodorkan padanya.

“ Bagaimana enak ? “ Kai menggigit ujung sandwich yang berbentuk segitiga di sisi sebelahnya. Anna mengacungkan kedua jempolnya kedepan dengan sambil mengunyah.

“ Ini enak, aku sudah sangat lama tidak makan masakan buatan ibuku sendiri sepertimu “ Anna tersenyum, mendadak Kai merasa tidak enak karena tanpa sengaja ia membuat Anna menjadi rindu pada sosok orang tuanya yang sudah tiada.

“ Kalau begitu makanlah yang banyak, Mama membuatkan lebih untuk ku bagi dengan Krystal dan Freya sebenarnya. Tapi karena mereka menghilang dan sulit ditemukan tidak masalah jika kau yang menghabiskannya “ Kai menyuapkan sandwich lagi pada Anna yang kemudian diambil alih oleh tangan mungil itu sendiri agar Kai bisa memakan sandwichnya juga.

“ Ah terima kasih “ ujar Anna, melupakan fakta kalau salah satu orang yang Kai cari masih berada di istanahnya. “ ini benar – benar enak “

“ Makanlah yang banyak, jangan sungkan pasti Mama senang bekal buatannya dimakan oleh tuan putri cantik sepertimu “ mata Anna mendadak memicing lalu mencubit lengan Kai begitu saja.

“ Isshh hentikan, aku merasa di bedakan saat semua orang memanggilku dengan embel – embel itu”

Kai meringis lalu mengusap rambut hitamnya sendiri dengan cengiran yang menampakkan deretan gigi putihnya “ Kau tidak bisa melakukan apa – apa jika memang itu kenyataannya Anna “ jelas Kai memberikan sebotol air mineral pada Anna yang ia ambil dari dalam tasnya.

“ Tapi aku berharap kau tidak memandangku dengan cara yang sama seperti mereka “

“ Lalu harus dengan seperti apa ? “ tanya Kai retorik, mengamati Anna yang berhenti menggigit sandwich. Gadis itu terdiam sambil mengigit bibirnya sendiri bingung.

Kai kembali terkekeh menatap wajah Anna yang sudah bersemu merah di timpa cahaya matahari pagi. “ Lupakan, cepat habiskan makanmu sebelum jam pelajaran dimulai “ tangan Kai bergerak mengusap surai hitam Anna yang tergerai, membuat pergerakan gadis itu terhenti lagi. “ Jika kau sempat mungkin kau bisa mampir kerumahku. Mama – ku pasti akan sangat senang memasak untukmu “ lanjutnya.

“ Apakah boleh ? “ Anna antusias. Mata bulatnya berkilau cantik penuh minat.

“ Boleh, jika kakakmu mengijinkan “

“ Itu hal yang mudah, aku akan meminta bantuan Freya agar mendapatkan ijin “ mengambil potongan sandwich lainnya didalam kotak makan, Anna mengedipkan sebelah matanya pada Kai. Ah ya pemuda itu lupa kalau Freya sahabatnya sudah masuk menjadi bagian dalam keluarga Vandersmith juga sekarang. Sesuatu mulai mengganjal dalam fikirannya mengenai  Freya dan Krystal yang tak juga tampak batang hidungnya, membuat sindrom Sister komplexnya bangkit perlahan dan sedikit mengabaikan Anna yang masih lahap memakan bekal. Dimana perginya Freya dan Krystal hingga ia tidak bisa menemukan mereka dimanapun ?.

o0o

Just Sharing ^_^

Hai semua, lama sekali ya tak update hahaha. maaf kan Christy. sebenarnya ff ini sudah selesai dari minggu lalu tapi karena ada event ultahnya si cabe baekhyun sama si panda tao semua author di larang mempublish ff pribadi karena takut tenggelam dalam FF event yang bejibun jumblahnya.

menurut Christy episode ini tuh paket komplite. Freya – Chanyeol ada, Sehun – Krystal ada,Kai – Anna ada, Suho – Irene ada hahaha Christy kangen sekali sama couple keluarga Ozera ini. kalian kangen keluarga yang mana ??? dan kalian menemukan banyak foto bertebaran diatas. Christy hanya ingin mengajak kalian berimajinasi tentang St. Vladimir dalam gambaran Christy seperti apa.

Tinggalkan komentar kalian beserta alamat e- mail

tujuannya jika sewaktu – waktu Christy lagi pengen nge proteck ff ini kalian akan mendapat kiriman pw dari Christy sebelum FF publish. dan jika kalian sudah menulis komentar dan alamat email tapi Christy belum mengirim ke kalian sampai FF publish. kalian bisa mention Christy di Twitter : @nuna_angelina

silahkan main – main kerumah Christy [ Masterlist]

salam sayang Christy Wu

XOXO

114 tanggapan untuk “You and I [ Chapter 6 ] – By Christy Wu”

  1. Jadi bingung deh pilih pasangan chanyeol-freya/sehun-krysn, keren2 siii pembawaan karakternya , masing2 karakter pada dapet fell nya pas dibaca. Ka , penasaran deh anna vandersmith ngebayangin nya secantik apa, cantik +lucunya bikin penasaran. O ya ka… pengen bgt ini bisa happy ending. Moga aja kedepannya bisa makin seru ya ka good luck !! Fantasy nya keren deh kaka
    oya ka, aku mau pw buat yg beside you ya ka
    email nya ini arldisanisasmita@gmail.com

  2. Keren FF nya.. Aq ud suka sama FF kamu christy 😉 aq baru baca yg last generation sih hahahah #baper mode on.. Slalu suka sih samq yg berbau fiksi2 gtu apa lg ada kai,sehun & chanyeol jd tmbh baper deh .. Minta pw beside u ya email aq theresia.theno@gmail.com.. Tq & fighting!!! 😉

  3. Kereeen banget kak, aku baca ff dari chapter awal dan ternyata aku jatuh cinta banget sama ff ini. Ini bener bener fav banget lah. Kak cristy bikin aku makin love deh sama chanyeol

  4. iya chap ini complet, kgen kluarga ozera pa lg tingkah mrka pas awal2 td aigoo…. Ehem ada yg sdang apa yg di liat krystal di ms llu sehun, falling in love nih *kaianna
    chap slnjutx di pw ya, sy mnta lwat twitt aja ya kak pliss…

  5. Always~ Sweet Sestal,,, moment Sehun dan Krystal yg pling kusuka 😆😆 #SeStalShipper

    Authornim Password Beside You,,yah (uum_khairurrahmi@yahoo.com)

  6. kata” diawal tuh jlebb bngt loh..
    kita! bukan kau atau aku! aduhhh yoyo bikin baper.. nasib single ya gini ini..ehhh
    aku suka sma hub krystal sehun ..lucu gemesin unik bikin baper gtu..ahhhh
    pengeeennnnnn

    abaikan

    next ajah..

    vmanayang94@gmail.com

  7. bayangin wajahnya hana pas masuk kamarnya ceye trus liat mereka berdua lagi pelukan pasti lucu deh ahaha
    uhh ceye sweet banget sih nyebut love udh gtu ngenalin freya sebagai ratunya

  8. huahh kak christy emang paling bisa bikin readers nya senyam senyum, udah gitu adegan ketiga couple nya ini lumayan banyak jadi tambah gregetzzz sama kelanjutannya. oke kak ini alamat email ku jangan lupa pw beside you nya dikirim yeh kak.. faninurhafifah@gmail.com

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s