[EXOFFI FREELANCE] Marriage Without Love (Chapter 12)

fanfiction-marriage-without-love.jpg

Title : Marriage Without Love

Author : Jung Ki Ki

Genre : Romance, Comedy, Marriage – Life

Leght : Chapter

Rating : 15+

Cast :

  • Park Chan Yeol
  • Jung Eun Ji
  • Kim Myung Soo
  • Ahn Ha Ni

Disclaimer :

 FF ini benar benar buatan saya, namun beberapa alur saya dapat dari beberapa Drama. Jika ada kesamaan yang lain pun, saya minta maaf namun saya tekankan bahwa FF ini murni buatan saya. Terima kasih.

Author’s Note :

 WARNING!! Typo bertebaran dimana mana.

Inspiration :

  • Marriage Not Dating
  • Full House
  • The Girl Who Sees Smile

Summary :

 Pernikahan tanpa cinta, dialami oleh Pasangan muda ini. Mereka menikah tanpa adanya perasaan cinta dan membuat mereka mengalami Kisah Pernikahan yang unik.

Chapter 12

 Waktu terus berlalu sampai malam kembali tiba. Namun, entah kenapa, malam ini semakin dingin rasanya. Dan semakin menyesakkan tubuh saat kedua matanya melihat pria itu ada dihadapannya. Pagi ini ia benar-benar sudah merasa senang takkan melihat-nya. Tapi, karena gadis itu … AHH! Ya Tuhan!!

“Kenapa ada Myung Soo?” Pekik Park Chan Yeol yang begitu terkejut dengan kedatangan Jung Eun Ji bersama Kim Myung Soo.

 Beberapa waktu yang lalu, 2 makhluk itu baru tiba di apartemen, entah darimana. Tapi, ia takkan menanyakan hal itu.

“Sesuatu terjadi.. ” ujar Eun Ji apa adanya. Haruskah ia menceritakan tentang di bandara tadi?

“Ini sudah malam, kenapa kau pulang bersama pria lain?” Baiklah,, Chan Yeol sengaja bertanya seperti itu. Ia tak ingin Eun Ji tahu bahwa ia mengetahui pasal kepergian Myung Soo ke Amerika hari ini.

 Eun Ji berjalan menghampiri Chan Yeol lalu menarik tangannya menuju kamar.

“Apa yang kau lakukan?” Pekik Chan Yeol lagi.

“Sudah diam, dan ikut saja.” Ujar Eun Ji membisik. “Dan, Myung Soo-ah, kau bisa mengambil minuman di lemari dingin sendiri. Ada sesuatu hal yang ingin ku-bicarakan dengan Chan Yeol.” Ujar Eun Ji sebelum memasuki kamar dengan Chan Yeol dan menutup-nya.

 Di kamar, sebuah suasana serius terasa diantara Chan Yeol, dengan melipat tangannya di dada, dan Eun Ji, yang hanya menundukkan kepala-nya.

 Detik kemudian, Chan Yeol menarik nafas-nya dan berkata. “Apa yang ingin kau katakan? Dan, ada apa dengan raut wajah-mu? Apa kau baru saja bertemu dengan Nenek-ku?”

“Bisakah aku memberimu 1 jawaban?”

“Apa?”

“Myung Soo,, sebenarnya hari ini ia akan pergi ke Amerika. Entah, aku juga tidak tahu apa alasannya. Namun, ia memutuskan untuk tidak pergi.”

“Lalu?”

“Euh.. sekarang, ia sedang kesulitan karena ia sudah menjual apartemen-nya dan tidak memiliki tempat tinggal saat ini.”

“Tunggu!” Ucap Chan Yeol menjeda penjelasan Eun Ji. “Jangan bilang, kau sedang iba padanya dan ingin ia tinggal disini.”

“Hanya sementara. Tak bisa?”

“Apa alasan-mu untuk melakukan hal itu?”

“Karena, dia adalah teman baik-ku.”

“Hanya itu?”

 Yeah~ benar. Dan Eun Ji hanya memanggut-manggut kan kepala-nya.

“KAU GILA, HUH?!” Teriak Chan Yeol tiba-tiba dan spontan membuat Eun Ji menutup kedua telinga-nya karena terkejut.

“Ya Tuhan.. kau yang gila. Berteriak sebegitu keras-nya. Aish!!”

“Aku tak peduli.”

“Jadi, bagaimana?”

“‘Bagaimana’, apanya?”

“Ya Tuhan~ apa kau memperbolehkan Myung Soo untuk tinggal disini?”

 Ini semakin membuat-nya kesal. Kenapa harus disini? Dan, apa masuk akal jika 2 orang pria yang sedang memperebutkan hati 1 gadis tinggal bersama? Ahh..

“Chan Yeol.. “

“Tidak!!”

“Kenapa?”

“Karena ini adalah apartemen-ku.”

Park Chan Yeol’s POV

 Seenaknya saja ia mengajak Myung Soo lalu meminta-ku untuk mengijinkannya membuat Myung Soo tinggal disini. Tidak,, tidak akan!!

Flashback On

 Kembali ke masa dimana seorang Kim Myung Soo yang akan pergi meninggalkan Korea hari ini. Dan aku mengetahui hal itu, maka aku sengaja meluangkan waktu untuk mnngucapkan ‘Selamat Tinggal’ padanya.

 Aku lihat ia tengah duduk sembari menunggu pengumuman landasnya pesawat menuju Amerika yang akan ia tumpangi. Aku-pun menghampiri-nya dan duduk berjarak 1 bangku darinya.

“Kurasa, kau benar benar yakin dengan keputusan-mu ini.” Ucap-ku sedikit angkuh. Ohh.. tidak, aku hanya sengaja melakukannya.

“Dan kau senang karena aku bukan Rival-mu.” Ujar-nya tersengar santai.

“Tapi, kenapa kau tidak ingin memberi tahu pada Eun Ji atas kepergian-mu ini? Eun Ji akan sedih jika ia menyadari salah satu temannya pergi tanpa memberitahukannya.”

“Alasan kenapa aku harus pergi karena Eun Ji. Jadi, bukan berarti kepergian ini harus ku-beritahu pada Eun Ji.” Benar, akan lebih baik jika gadis itu tidak mengetahui-nya.

 Hening untuk sesaat, dan tersisa waktu 5 menit lagi untuk Kim Myung Soo jauh dari kehidupan kami. Ini memang terdengar jahat, tapi aku hanya tak ingin orang yang aku cintai pergi meninggalkan aku, lagi. Cukup Ibu-ku saja.

“Pernikahan kontrak itu akan berakhir beberapa bulan lagi, bukan?” Sahut Myung Soo yang berhasil membuat-ku terkejut. Pernikahan kontrak? Bagaimana ia bisa mengetahui-nya?

“Pernikahan kontrak? Pernikahan kontrak apa? Aku tidak mengerti.. ” timbal-ku berpura-pura.

“Aku sudah mendengar semuanya, jadi jangan berpura-pura untuk menutupi. Benar-benar bodoh sekali.”

“Apa yang tadi kau katakan?!”

“Sudah aku pikirkan sejak tadi malam. Aku akan merebut Eun Ji darimu.”

 Sungguh,, tak bisa dipercaya dan tak ingin ku-percaya. Ia,, ia ingin merebut Eun Ji?

“Kau tak akan bisa melakukannya, Kim Myung Soo.” Ucap-ku mengelak atas argumennya. “Benar, aku akui bahwa aku dan Eun Ji, selama ini, menjalani hubungan pernikahan kontrak. Namun, sekarang kami saling mencintai, dan takkan ada kesempatan untukmu mengambil hati-nya. Jadi, menyerahlah!”

“Selama 7 tahun aku menunggu, aku tak menyerah walau pada saat itu aku berada di Amerika. Jadi, kenapa hanya untuk beberapa bulan, aku tak bisa melakukannya?”

“Karena kami akan menikah secara sah.” Baiklah,, aku harap ini akan skakmat dan buat ia diam membisu. Kim Myung Soo,, kau kalah!!

“Aku tak yakin hal itu akan terjadi, kau terlalu sering menyakiti-nya jadi ku-pikir Eun Ji akan berpikir berulang kali untuk menjalani hubungan serius denganmu.”

“Kenapa harus begitu? Aku bukanlah Park Chan Yeol yang kau pikirkan. Aku berjanji, takkan menyakiti-nya … “

“Kita takkan tahu apa yang akan terjadi nanti.” Potong-nya segera. Aish!! Pria ini, sungguh!

“Kau.. “

“Kim Myung Soo!! Dimana kau? Apa yang kau lakukan untuk ke Amerika? Kau sudah gila, HUH?!”  Tunggu, sepertinya aku kenal suara ini.

“Myung Soo!! Dimana kau?! Cepat keluar atau aku akan melahirkan sekarang!! Kau sungguh Teman yang jahat!!”  Apakah itu Jung Eun Ji? Apa yang ia lakukan disini?

“Eun Ji.. ” gumam Myung Soo lirih yang juga menyadari adanya Eun Ji di area bandara ini.

 Benar, dia Eun Ji. Tapi, ada apa dengan pakaiannya? Ia sedang hamil, tidak seharusnya dia berpakaian seperti itu. Ahh.. bahkan dia hanya menggunakan sandal rumahan.

“Aku harus pergi.. ” ujar-ku yang hendak pergi menghampiri Eun Ji. Sampai sebuah tangan menahan bahu-ku. Ia membalikkan badanku. “Apa yang kau lakukan?”

“Jangan buat dirimu menjadi Pahlawan yang tidak masuk diakal. Eun Ji akan bertanya apa alasan-mu kemari. Dan jika mengetahui-nya, ia akan merasa dikhianati lagi oleh-mu.” Ucap Myung Soo. “Aku memang menyuruh-mu untuk tutup mulut tentang kepergian-ku ini. Tapi, aku takkan membiarkan diriku dan Rival-ku dimaki olehnya.”

“Jadi, apa yang ingin kau katakan sebenarnya?”

“Biarkan aku yang menghampiri-nya.”

 Apa? Bagaimana bisa aku membiarkan dirinya menenangkan Eun Ji, sedangkan aku hanya melihat saja? Tidak! Takkan.

“Tidak,, kenapa aku harus membiarkan-mu untuk berada disamping Eun Ji saat ini?” Tolak-ku.

“Karena, ia sedang mencariku dan membutuhkan aku, SAAT INI.” Ujarnya dengan penekanan di 2 kata terakhir.

 Deg!! Benar, bahkan 100% yang dikatakan Myung Soo benar. Eun Ji datang kesini karena mencari Myung Soo, bukan aku. Ahh.. haruskah aku memberikan waktu untuk Myung Soo dan Eun Ji?

 Namun, detik kemudian, tanpa menunggu persetujuan-ku, Myung Soo dengan koper yang ia bawa pergi meninggalkan aku dan menghampiri Eun Ji yang sedang menangis saat ini.

 Aku, dengan jarak yang cukup jauh, hanya menatap keduanya dengan amat cemburu. Tentu saja, aku cemburu, membiarkan Myung Soo memberikan mantel-nya untuk Eun Ji saat ini. Ahh!! Sial..

Flashback Off – Author’s POV

 Jung Eun Ji keluar dari kamarnya lalu berjalan menghampiri Myung Soo yang sedang duduk di sofa ruang tengah.

“Myung Soo.. ” panggil Eun Ji lirih.

“Eo.. Eun Ji-ah,, bagaimana? Apakah Chan Yeol memperbolehkan aku tinggal?” Sahut Myung Soo.

 Dengan raut wajah menyesal, Eun Ji menggelengkan kepalanya, mengartikan bahwa sebuah penolakan ia yang ia dapat.

“Huh~ kurasa aku harus memesan kamar hotel.” Gumam Myung Soo.

“Maafkan aku.. “

 Myung Soo tersenyum lalu berkata, “Tak masalah. Aku tahu, bagi Chan Yeol, akan aneh jika 2 pria dengan 1 wanita berada di 1 atap yang sama. Apalagi 1 pasangan menikah ada disana.”

“Aku tidak mengerti,, Chan Yeol memang sensitif jika ada seseorang lain berada di apartemen-nya. Bahkan, untuk Ibu Ti- euh.. maksudku, untuk Ibu-nya ia masih tidak suka jika beliau datang ke apartemennya.”

“Ahh.. begitu? Baiklah,, aku mengerti.”

 Myung Soo bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju pintu utama apartemen tersebut, ditemani oleh Eun Ji juga. Namun, sesuatu berhasil menghentikan langkah keduanya. Park Chan Yeol, pria itu keluar dari kamar-nya.

“Tunggu.. ” ucap Chan Yeol dengan volume cukup besar.

 Myung Soo dan Eun Ji menatap heran pada Chan Yeol dan menunggu apa yang akan dilanjutkan oleh Chan Yeol.

“1 minggu, kau boleh tinggal disini.” Ucap Chan Yeol dan berhasil membuat Myung Soo dan Eun Ji tidak mengerti. Tunggu,, bisa diulang lagi?

“Chan Yeol-ah,, bisakah kau mengulangnya lagi?” timbal Eun Ji yang masih tak mengerti, tidak, ia takut jika salah dengar saja.

“Aku tidak mau.” Tolak Chan Yeol sinis.

“Kau memperbolehkan aku untuk tinggal, selama 1 minggu?” Ulang Myung Soo meralat ucapan Chan Yeol tadi.

 Chan Yeol menghela nafas dan meng-iya-kan ucapan Myung Soo.

“Benarkah? Benarkah itu Chan Yeol?”

“Aku tidak ingin mengulangnya lagi.. “

“Woah!!” Teriak Eun Ji yang terdengar begitu girang-nya. Sampai girangnya, ia mengajak Myung Soo untuk high five. Tidak hanya sekali, tapi terus berulang. Dan Myung Soo tersenyum menanggapi.

 Chan Yeol menyadari dan tentu saja cemburu-nya semakin membara saat melihatnya. Ia segera menghampiri keduanya dan menarik kedua tangan Eun Ji  bermaksud untuk ‘BERHENTI BER-HIGH FIVE DENGANNYA!”. Eun Ji sedikit tersentak dan membuat senyum-nya pudar. Sedangkan Myung Soo hanya diam.

 Detik kemudian, Chan Yeol menjadi penengah keduanya dan menghadapkan dirinya pada Eun Ji. Menatap tajam pada gadis itu.

“Kim Myung Soo,, kau tidak gratis untuk tinggal disini. Selama 1 minggu, kau harus menjadi Chef di apartemen-ku ini. BISA?!” Ujar Chan Yeol yang masih memunggungi Myung Soo.

“Apa?!” pekik Eun Ji. “Yak! Dia tamu, kenapa kau menjadikannya Pembantu disini?”

“Myung Soo,, apakah kau beranggapan yang sama dengan Eun Ji? Bahwa, aku menyuruhmu menjadi Pembantu disini?”

 Ia juga tidak mengerti. Tapi, sudahlah. “Tidak. Dan aku akan melakukannya. Aku akan menganggapnya sebagai balasan karena kau memperbolehkan aku tinggal disini.”

“Kau dengar?” Bisik Chan Yeol pada Eun Ji. Dan Eun Ji menatap kesal pada Chan Yeol. “Dan karena hanya ada 1 kamar disini, kau tidurlah di ruang tengah. Tak masalah, bukan?” Ujar Chan Yeol lagi.

“Ya.. tak masalah.” Ucap Myung Soo.

“Kau dengar lagi, Jung Eun Ji?!” Ucap Chan Yeol sedikit menekan dan membuat Eun Ji semakin kesal. Berikutnya, Eun Ji menghentakkan kaki dan pergi memasuki kamar. Bahkan, ia menutup pintu kamar se-keras mungkin.

 Setelah kepergian Eun Ji, Chan Yeol tak kunjung membalikkan badan. Walau, hanya untuk sekedar saja.

“1 minggu, aku akan lihat seberapa hebatnya dirimu mengambil hati Eun Ji.” Ujarnya lirih, takut-takut jika Eun Ji mendengar nanti. “Dan lebih dari itu, aku tetap akan melihat-mu.”

 Detik kemudian, Chan Yeol membalikkan badan dan menatap tajam pada Myung Soo. Sedangkan, yang ditatap tak menunjukkan ekspresi apapun. Namun ia berkata.

“100% itu akan berhasil. Park Chan Yeol,, I will be the winner.” Dan membalas tatapan tajam Chan Yeol.

 Baiklah, persaingan antara 2 pria memperebutkan 1 wanita akan dimulai. Cinta segitiga yang akan menjadi Perang Dunia ke-3. Sungguh menengangkan!!

*** ***

 Di keesokkan harinya, Kim Myung Soo terlihat sudah sibuk di area dapur apartemen milik Park Chan Yeol. Seperti apa yang dikatakan Chan Yeol dengan persetujuannya, ia akan menjadi Koki selama ia tinggal di apartemen tersebut.

 Park Chan Yeol, ia terlihat sedang mempersiapkan diri untuk berangkat kerja hari ini. Ia sedang memilah-milih beberapa jas yang ia miliki, dan dengan sedikit bantuan Jung Eun Ji.

“Jadi, jas mana yang harus ku-gunakan?” Tanya Chan Yeol yang terus menatap dirinya pada cermin besar yang memperlihatkan seluruh tubuh-nya.

“Fhh.. jas yang ke-3. Fhh,, menurutku itu bagus.” Ujar Eun Ji yang terdengar sedikit serak. Apakah ia sedang sakit?

 Chan Yeol berbalik badan dan berkacak pinggang. Detik kemudian, ia menyentuhkan telapak tangannya pada kening Eun Ji. Membandingkan keadaan kening Eun Ji dan dirinya.

“Yak! Apa yang kau lakukan?” Pekik Eun Ji.

“Jung Eun Ji, kau benar benar tidak dalam keadaan baik.” Ucap Chan Yeol dan menjauhkan tangannya dari kening Eun Ji.

“Aku tidak apa-apa.. sungguh!”

“Ct.. ct.. ct.. kurasa peran-ku sebagai Dokter harus aku terapkan disini.”

“Apa?”

 Disisi lain, Myung Soo terlihat sudah menyiapkan sarapan mereka di atas meja makan. Hanya menunggu sang tuan rumah duduk disana.

“Haruskah aku memanggil mereka?” Gumam Myung Soo lirih.

 Namun, tak lama kemudian, 2 orang itu keluar dari kamar-nya. Sebuah pertengkaran terlihat disana. Apa yang sedang mereka masalah-kan?

“Eo.. Myung Soo, semuanya sudah siap ya?” pekik Eun Ji dan buru-buru duduk di kursi-meja makan. “Fhh.. maaf jika kami membuat-mu menunggu lama.”

“Iya tak apa.” Ucap Myung Soo. “Tapi, Eun Ji-ah, apakah kau sakit? Kau terlihat pucat.”

“Apa? Aku.. fhh.. baik-baik saja. Jangan, fhh.. khawatir.” Ujar Eun Ji berjalan mendekati meja makan.

“Kau yakin?”

“Tentu saja.. ” sahut seorang Park Chan Yeol yang mewakili jawaban yang akan ia ucapkan oleh Eun Ji. Ia berjalan mendekati meja makan dan duduk di kursi samping kanan Eun Ji. “Aku Dokter dan Suami-nya, jadi aku tahu bedanya orang sakit atau tidak.”

 Baiklah, Chan Yeol berbohong karena ia tak ingin Myung Soo tahu bahwa Eun Ji sakit. Jika pria itu mengetahuinya, otomatis ia akan khawatir dan menunjukkan sikap kepeduliannya pada Eun Ji. Ia tak mau.

“Tapi.. “

“Ahh~ aku lapar. Fhh.. aku akan memakannya terlebih dahulu.” Potong Eun Ji dan detik kemudian ia mulai menyantapi makanan yang telah terhidangkan. Ia menikmati-nya dengan lahap. “Woah! Myung Soo selalu HEBAT!!” Ujar Eun Ji mengomentari masakan Myung Soo. Sebuah senyuman ia lemparkan pada Myung Soo dan sebaliknya dibalas oleh Myung Soo.

 Melihat hal itu, Chan Yeol merasa cemburu. Bahkan, ia mengeratkan tangannya pada sumpit yang ia pegang saat ini. Ahh~ apa ia menyesal menerima Myung Soo untuk tinggal disini?

 Singkat cerita, Park Chan Yeol telah pergi untuk bekerja. Dan tinggallah Jung Eun Ji bersama Kim Myung Soo di apartemen. Keduanya terlihat sedang mencuci piring bersama.

 Eun Ji yang mencuci piring-piring kotor, terlihat berkali-kali merasakan gatal pada hidung-nya dan membuat ia berusaha agar ingus-nya tidak keluar. Disisi lain, Myung Soo hanya melihat dengan tatapan kasihan.

“Kau yakin, kau baik-baik saja? Apa perlu kita ke rumah sakit?” Tanya Myung Soo lagi. Ia benar-benar khawatir pada Eun Ji saat ini.

“Fhh.. aku tak apa. Aku hanya pilek saja. Tidak perlu ke rumah sakit. Minum obat yang dimiliki Chan Yeol akan membuat-ku lebih baik.” Ujar Eun Ji menolak.

“Bagaimana bisa kau berbicara seperti itu? Dan itu bukan pilek saja, kau benar benar pucat.” Ucap Myung Soo sedikit meninggikan suara-nya.

 Sebuah kejutan terjadi saat telapak Myung Soo menyentuh kening Eun Ji tanpa permisi. Sontak membuat Eun Ji membeku di tempat. Ya Tuhan~ 2 pria hari ini telah menyentuh kening-nya. Apa yang harus ia lakukan?

“Eun Ji-ah.. kau benar benar demam. Bahkan, demam-mu cukup tinggi.” Pekik Myung Soo menyadari keadaan buruk Eun Ji saat ini.

“Myung Soo.. “

“Kita harus ke rumah sakit.”

“Myung Soo,, aku sungguh baik-baik saja. Percayalah!!”

“Aku tidak bisa percaya padamu. Pokoknya, kita harus ke rumah sakit.”

 Myung Soo menghentikan aktifitas Eun Ji. Ia mendorong tubuh Eun Ji menuju kamar. Ia membawa gadis itu untuk masuk ke kamar dan menyuruh-nya mengganti pakaian. “Aku akan menunggu.. “

“Myung Soo.. “

“Sudah, lakukan sa- “

“Aku bisa menghubungi Chan Yeol!!” Potong Eun Ji sedikit menggertak. “Kau lupa? Chan Yeol juga seorang Dokter. Tanpa rumah sakit yang besar, aku bisa meminta pada Chan Yeol. Karena, ia juga adalah Suami-ku.”

 Deg.. mendengar kalimat itu, cukup membuat-nya sakit. Benarkah bahwa pernikahan kontrak ini akan berubah menjadi pernikahan sah? Ahh! Sungguh menyakitkan saat memikirkan hal itu.

 Dengan perasaan menyesal, Myung Soo berkata. “Maafkan aku. Aku hanya terlalu khawatir padamu. Aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu juga bayi yang kau kandung. Hanya itu.. “

 Ahh.. ia juga merasa menyesal karena sempat membentak Myung Soo. Huh~ “Yeah~ tak apa. Aku mengerti. Aku juga minta maaf.” Ujar Eun Ji juga menyesal.

“Apa perlu aku menghubungi Chan Yeol?”

“Tidak perlu. Beberapa waktu yang lalu ia pergi ke klinik. Jika meminta-nya kembali, itu sedikit merepotkan.” Tolak Eun Ji. “Tak apa. Tadi, Chan Yeol telah telah memeriksa dan memberikan obat untukku. Jadi, aku hanya perlu istirahat saja.”

“Ahh.. begitu.” Timbal Myung Soo. “Baiklah, aku yang akan melanjutkan tugas-tugasmu. Kau ber-istirahat saja.”

“Apa? Fhh.. tidak perlu. Fhh.. kau tamu disini, Myung Soo.. “

“Aku adalah teman-mu. Jadi, tak apa.” Ujar Myung Soo dengan senyuman.

 Ahh.. sedikit keterlaluan jika Myung Soo yang mengerjakan tugas-tugasnya. Tapi, Myung Soo terus memaksa. Mau bagaimana lagi?

*** ***

 Waktu cepat berlalu dan jam makan siang-pun datang. Selain untuk makan, 2 pria itu juga terlihat mengobrol di ruang kerja milik Dokter Park. Chan Yeol dengan bekal-nya dan Baek Hyun dengan makanan yang ia pesan diluar.

 Sebuah tepuk tangan terdengar dari salah satu pria itu. Baek Hyun cukup terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar. Park Chan Yeol tinggal dengan seorang Kim Myung Soo? Gila!!

“Kenapa kau bertepuk tangan?” Pekik Chan Yeol heran.

“Aku sungguh merasa bahwa ini hebat saja. Kalian memutuskan untuk mengambil hati Eun Ji dengan tinggal dalam atap yang sama. Apa itu masuk akal?” Timbal Baek Hyun.

“Tentang bagian itu, Eun Ji yang meminta padaku agar memperbolehkan Myung Soo tinggal.” Ujar Chan Yeol sembari menikmati makanannya.

“Tapi, awalnya kau menolak. Lalu, kenapa menerima? Dasar!”

“Aku hanya ingin tahu, apa yang bisa ia lakukan dengan berada disisi Eun Ji untuk membuat Eun Ji menyukai-nya. Hanya itu.”

“Baiklah.. terserah saja. Aku memang takkan bisa merubah hati sahabat-ku yang satu ini.” Ujar Baek Hyun. “Huh~ aku merindukan Ahn Ha Ni.”

 Ahn Ha Ni? Benar,, sudah lama tidak melihay gadis cantik itu. Apa ynng sedang dilakukan Mantan Kekasih-nya itu, ya?

Ahn Ha Ni’s POV

 Ahh.. rasanya seperti di Surga. Aku baru saja pergi ke sebuah restoran dan makan banyak disana, sendiri. Yeah~ sekali-kali aku ingin makan sendiri tanpa ditemani Manager dan Asistent-ku. Bagaimana tidak? Makan ini, makan itu saja dilarang. Aku ingin kebebasan, karena kebetulan aku tidak memiliki aktifitas yang padat akhir-akhir ini.

 Web Drama? Aku menolaknya. Alasan? Aku tidak ingin berurusan ataupun bekerja-sama dengan yang namanya Kim Hee Chul. Asal kalian tahu, dia adalah salah satu Sunbae yang menyebalkan. Entah saat ia masih di agensi kami dulu ataupun di agensi yang beda. Huh~

 Tunggu,, kenapa aku merasa seseorang mengikuti-ku ya? Tidak. Aku menggunakan penyamaran yang cukup baik dan aku yakin takkan ada yang mengenalku. Tapi, sudah 5 menit berlalu. Aku sungguh tak yakin.

 Detik kemudian, aku menghentikan langkah-ku. Mencoba untuk berbalik dan melihat siapa orang yang ada dibelakang-ku. Aku membuka syal yang kugunakan dan sedikit mengangkat topi-ku untuk sekedar melihat siapa yang ada disana. Eum.. dia tinggi dan berperawakan seorang pria. Dia juga berpenampilan misterius. Ahh!! Aku semakin takut saja.

 Segera mungkin aku menepis pikiran-pikiran itu dan kembali berjalan, tidak ini seperti aku akan berlari dengan santai. Santai?? Ahh.. tidak.

 Ya ampun~ pria itu semakin mempercepat langkahnya. Apa yang harus kulakukan? Ahh!!

Author’s POV

 Ahn Ha Ni terjatuh dan membuat topi-nya terlepas dari kepalanya. Aduh! Kalau begini, penyamarannya akan ketahuan.

 Detik kemudian, pria yang sebelumnya mengikuti Ha Ni berjalan mendekatinya lalu menarik syal yang digunakan Ha Ni dan ia pakai-kan pada kepala Ha Ni.

“Senior Hee Chul!!” Pekik Ha Ni sedikit terkejut saat melihat seorang Kim Hee Chul ada didekatnya. “Kenapa kau … “

“Sebelumnya, berdirilah! Orang-orang melihat kita. Bisa saja mereka mencurigai kita.” Ujar Hee Chul.

 Tanpa ba-bi-bu, Ha Ni pun menuruti apa yang dikatakan Hee Chul. Ia bangkit dan, bersama dengan Hee Chul, mereka segera meninggalkan tempat tersebut. Tak lupa, Hee Chul mengambil topi milik Ha Ni yang terjatuh tadi.

 Beralih di tempat lain, saat ini Ha Ni dan Hee Chul berada di depan pintu apartemen Ahn Ha Ni, dengan masih berpakaian misterius yang lengkap.

“Terima kasih telah mengantarku pulang, Senior.” Ucap Ha Ni dengan nada sedikit tak mengenakan untuk didengar.

“Baiklah, sama-sama. Dan lain kali berterima kasihlah dengan nada yang mengenakkan.” Ucap Hee Chul.

“Yang terpenting aku tulus mengatakkannya.” Gumam Ha Ni lirih.

“Kalau begitu, aku tinggal.” Ucap Hee Chul yang kemudian membalikkan badan dan menekan tombol code password yang ada di pintu apertemen, tepatnya di depan apartemen Ha Ni.

 Tungguh,, kenapa Hee Chul menekan tombol code password itu? Apa maksudnya?

“Senior.. ” panggil lirih Ha Ni dan Hee Chul hanya berdehem untuk menyaut panggilan Ha Ni. “Apa yang anda lakukan? Seharusnya, anda pulang sekarang.”

 Hee Chul tertawa kecil lalu membalikkan badannya. Ia berkacak pinggang dan berkata. “Aku memang sedang pulang ke apartemen baru-ku. Semalam, aku datang kemari.”

“Apa?!” Pekik Ha Ni terkejut. Tunggu, apa ini hanya kebetulan saja? Bagaimana bisa?

“Kau tak percaya?” Timbal Hee Chul. “Apa kau bergumam dalam hati bahwa ini hanya kebetulan. Seperti itu?”

 Ha Ni tak menjawab, ia hanya diam saja.

“Kurasa, kau salah! Aku memang sengaja pindah ke gedung apartemen ini.”

“Maaf?”

“Sudah ya.. aku harus masuk sekarang. Badanku benar benar sudah lengket. Sampai bertemu lagi.. ” ujar Hee Chul lalu melambaikan tangan saat ia mengucapkam ‘Sampai bertemu lagi’.

 Ha Ni masih shock setengah mati. Ia berada di satu gedung yang sama dengan Senior menyebalkan itu? Bagaimana takdir membuat cerita konyol seperti ini? Ya ampun~

“‘Sampai bertemu lagi’ kau bilang? Huh!!”

*** ***

 Pukul 3 Sore dan Jung Eun Ji terlihat sedang berbaring diatas kasurnya. Demam-nya tak kunjung reda semenjak beberapa jam yang lalu. Padahal ia sudah minum obat. Memang, kau takkan langsung sembuh walau sudah minum obat dan beristirahat seharian. Tapi, ia hanya berbaring tanpa melakuka sesuatu. Ia merasa bosan.

“Jun Ho.. apa yang harus Ibu-mu ini lakukan? Ibu benar-benar merasa bosan.” Gumam Eun Ji mengeluh sembari mengelus perut-nya yang membesar itu.

 Beberapa jam lagi acara lawakan favorit-nya akan tayang di televisi. Jadi, apa yang harus ia lakukan sembari menunggu? Biasanya, jam segini ia akan pergi ke toko bunga Min Ah.

“Haruskah aku menghubungi Min Ah? Euh.. tidak, ia pasti sedang sibuk di toko.” Pikir Eun Ji. “Ha Ni? Tidak,, dia seorang selebriti.” Jadi?? “Lebih baik aku diluar saja.” Dan detik kemudian ia keluar dari kamarnya.

 Sepi, itulah yang terlihat setelah seorang Kim Myung Soo pamitan untuk pergi siang tadi. Eun Ji berjalan mendekati dapur, namun detik kemudian ia menangkap sesuatu yang menarik perhatiannya. Bubur?!

“Woah~ bubur!” Pekik Eun Ji terlihat senang.

 Bubur yang disiapkan untuk orang yang sedang sakit. Dan disana hanya diberi beberapa macam sayuran. Sudah lama ia tak merasakan bubur ini.

“Apakah Myung Soo yang membuatnya?” Pikir Eun Ji.

 Namun, ia tahu bubur itu sudah dingin dan ia-pun berinisiatif untuk menghangatkannya.

 Ia memindahkan bubur dari mangkuk ke panci putih. Setelah itu menaruhnya diatas kompor dan menyalakannya. Sembari menunggu ia mencoba mengecek ponsel-nya, takut jika ada panggilan tak terjawab atau pesan yang masuk.

 Benar saja, ada 12 panggilan tak terjawab dari ‘Park Batu’ dan 26 pesan masuk. Selain itu, ada 3 pesan masuk dari ‘Myung Soo’.

“Kurasa mereka sedang mengkhawatirkan aku.” Pikir Eun Ji dan mulai membaca pesan-pesan dari Chan Yeol satu-per-satu.

From : Park Batu

Apa yang sedang kau lakukan?

Kau sudah makan siang dan minum obat?

Jung Eun Ji, jangan sampai sesuatu hal yang buruk terjadi! Ini juga demi Jun Ho kita.

Jung Eun Ji, aku merindukan-mu..

Jung Eun Ji, aku mencintai-mu..

 Ya Tuhan~ apa-apaan dengan 2 pesan terakhir. Dasar Dokter Otak Mesum!

From : Myung Soo

Eun Ji-ah,, kau terlelap sebelum aku mengatakan bahwa aku membuatkan-mu Bubur. Jangan lupa dimakan dan minum obat.

Eun Ji-ah,, kau baik-baik saja di rumah, bukan?

Aku akan tiba di apartemen pukul 5 Sore, jadi akan telat membuatkan makan malam untuk kalian.

Eun Ji-ah,,

Eun Ji-ah..

 2 pesan terakhir yang menggantung. Apakah Myung Soo baik-baik saja?

 Detik kemudian, Eun Ji tersadar akan lamunannya juga dengan bubur-nya. Ia segera mematikan api kompor dan kembali memindahkan bubur ke mangkuk yang masih sama. Panas, Eun Ji membiarkannya untuk hangat. Dan serasa sudah cukup, Eun Ji pun mulai memasukkan sesuap-demi-sesuap kedalam mulutnya.

 Tak lama, terdengar pintu terbuka dan menampakkan seorang Park Chan Yeol yang barusaja pulang kerja.

“Chan Yeol.. kenapa kau pulanh cepat?” Pekik Eun Ji sedikit terkejut dan heran.

“Kenapa? Apa aku tidak boleh pulang cepat?” Timbal Chan Yeol.

“Bukan begitu, aku hanya merasa aneh saja. Kau selalu pulang tepat jam makan malam.”

 Chan Yeol menaruh tas kerja dan jas-nya diatas sofa kemudian berjalan menghampiri Eun Ji yang duduk di kursi-meja makan. Ia kembali menyentuhkan tangannya di kening Eun Ji dan membandingkan suhu tubuh-nya melalui kening-nya juga.

“Demam-mu tak kunjung turun.” Ujar Chan Yeol.

“Jadi, kau pulang cepat karena aku?!” pikir Eun Ji.

“Yeah~ begitulah.. “

 Detik kemudian, Eun Ji memukul pelan perut Chan Yeol kesal dan tentu membuat Chan Yeol terheran, ia juga sedikit merasa sakit.

“Yak!! Kenapa kau memukul-ku?”

“Kau meninggalkan tugas-mu sebagai Dokter karena aku. Bagaimana bisa begitu?”

“Kau marah?”

“Aku bukan marah,, tapi mewakili perasaan pasien yang kau tinggalkan.”

 Chan Yeol mencubit kedua pipi Eun Ji gemas dan berhasil membuat Eun Ji meringis kesakitan.

“Kau salah satu pasien-ku sejak pagi tadi. Dasar!!”

“Akh.. lepaskan aku.” Pinta Eun Ji.

“Chu.. “

“Chan Yeol!!” Pekik Eun Ji yang terkejut setelah mendapatkan ciuman mendadak dari Suami berstatus kontrak-nya itu di kening-nya.

“Kita sering melakukannya. Sebelum sesudah menikah, sebelum-sesudah saling mencintai, dan sebelum aku akan menikahi-mu secara sah.”

“Hey!! Jaga bicara-mu. Bagaimana jika ada orang lain mendengar?”

“Siapa? Ibu? Dia sedang sibuk dengan Chan Mi akhir-akhir ini.” Timbal Chan Yeol.

“Maksudku, Myung Soo.” Ralat Eun Ji.

“Myung Soo?” ucap ulang Chan Yeol. “Aku tidak melihatnya.”

“Ya.. siang tadi dia berpamitan untuk mengurus sesuatu disini.”

“Lalu, apa yang perlu kau takutkan jika Myung Soo memang tidak ada disini.”

“Tetap saja, aku takut.”

 Takut? Apa yang perlu ia takutkan? Ia yakin, Myung Soo takkan terkejut dengan apa yang dipikirkan Eun Ji jika mengetahui hal ini. Myung Soo sudah mengetahui semuanya. Jadi, tak ada alasan untuk tetap berpura-pura dari Myung Soo.

“Eun Ji-ah.. ada sesuatu hal yang ingin ku-katakan juga bicarakan denganmu.” Ujar Chan Yeol mulai serius.

“Apa itu?” Tanya Eun Ji.

“Eum.. sebenarnya,, Myung Soo sudah mengetahui apa yang kita sembunyikan selama ini. Pernikahan kontrak kita, dia sudah mengetahui-nya.” Ucap Chan Yeol. “Jadi, itulah alasan mengapa Myung Soo tidak pergi ke Amerika.”

 Tunggu.. ‘tidak pergi ke Amerika’? Jadi, Chan Yeol mengetahui hal itu?

“Chan Yeol,, kau … “

“Sebelumnya, maafkan aku. Aku juga mendapatkan kabar-nya secara mendadak. Aku minta maaf.”

 Baiklah, satu-per-satu masalah mulai terungkap. Dan semuanya menjadi kacau setelah Myung Soo mengetahui-nya. Apa yang harus ia lakukan, sekarang? Ini akan sedikit aneh dan canggung.

“Aku mengerti.. ” ucap Eun Ji. “Lalu, kenapa ia memutuskan untuk membatalkan penerbangannya? Apakah ia baik-baik saja dengan semua ini?”

“Aku tidak yakin.” Ucap Chan Yeol bohong. Baik, ia tak ingin Eun Ji mengetahui bagian ini.

 Eun Ji menghela nafas-nya. Kenapa hidup-nya semakin sulit begini? Huh~

 Detik kemudian, Chan Yeol kembali menyentuh kening Eun Ji dan betapa terkejut-nya bahwa demam Eun Ji sudah mulai menurun.

“Woah.. hebat!!”

“Kenapa?”

“Demam-mu langsung turun.”

“Apa? Benarkah?”

“Iya.. mana mungkin aku berbohong demi kesehatan gadis-ku.”

 Chan Yeol menjauhkan tangannya dan giliran Eun Ji menyentuhkan tangannya di kening. Benar! Dia tak terlalu demam lagi seperti sebelumnya.

“Huh! Kurasa, aku harus membuat pikiran-mu stres agar demam-mu turun.”

“Apa?!” Dan Chan Yeol hanya tertawa kecil melihat wajah kesal namun menggemaskan itu disana. Kemudian, mereka tertawa kecil bersama.

*** ***

 Sekarang waktu menunjukkan pukul 9 Malam dan baru saja, seorang Kim Myung Soo, kembali ke apartemen Park Chan Yeol. Saat ini juga, Chan Yeol sedang mengerjakan tugas-nya yang sempat tertunda di meja makan. Dan Jung Eun Ji? Ia sudah tertidur pulas.

“Kau melewatkan makan malam pertama-mu bersama kami.” Sahut Chan Yeol mengetahui datangnya Myung Soo.

“Maafkan aku,, aku tidak bisa pulang cepat karena harus mengurusi restoran-ku.” Jelas Myung Soo.

“Jadi, kau membatalkan penjualannya?”

“Begitulah.. “

 Hening untuk sesaat sampai Chan Yeol kembali bersuara.

“Aku memberitahu-kan tentang-mu yang mengetahui pernikahan kontrak kami pada Jung Eun Ji. Ia cukup terkejut mendengarnya.” Ujar Chan Yeol. “Tapi, tenang saja. Bagian tentang alasan kau pergi dan menetap, tidak aku beritahukan. Kau masih memiliki banyak nyawa lagi.”

“Kau memang licik, Park Chan Yeol.” Ucap Myung Soo. “Dari dulu, kau memang licik.”

“Bagaimana bisa kau berkata seperti itu? Aku hanya ingin menyelamatkan-mu. Apa itu salah?”

“Aku tak memerlukannya. Dan aku tak pernah mengharapkan semua perlindungan itu sejak awal.” Timbal Myung Soo sinis. “Kau sangat licik sampai aku ingin muntah.”

“Benarkah? Kalau begitu, apa yang kau inginkan agar aku bukan ‘Park Chan Yeol yang licik’ lagi?”

“Berikan Eun Ji langsung padaku.”

 Chan Yeol tersenyum remeh dan berkata bahwa ia takkan memberikan Eun Ji pada siapa-pun. “Termasuk kau.”

“Aku tahu kau akan menjawab-nya seperti itu.” Timbal Myung Soo. “Baiklah.. lakukan semuanya sampai akhir. Aku yakin, aku bisa merebut Eun Ji darimu.” Dan detik kemudian, Myung Soo kembali meninggalkan apartemen dengan kesal. Amat kesal.

 Sungguh.. sebenarnya, masih menjadi misterius mengapa hubungan antara Park Chan Yeol dan Kim Myung Soo begitu buruk. Entah, apa yang terjadi dimasa lampau. Tapi, sesuatu kenangan tersebut benar-benar berhasil membuat keduanya saling membenci. Satu sama lain selama 13 tahun lamanya.

*** ***

 Matahari kembali menerangi bumi dan ini adalah hari ke-2 Kim Myung Soo tinggal di apartemen Park Chan Yeol, Rival dalam hal percintaan-nya. Dan saat ini, 2 pria itu bersama Jung Eun Ji terlihat sedang sarapan bersama.

 Namun, entah kenapa, suasana ini benar-benar menyebalkan. Eun Ji merasa 2 orang terdekatnya itu sedang saling mogok bicara satu sama lain. Ia tahu bahwa keduanya memang tak akur, tapi entah kenapa untuk hari ini benar benar terasa aneh. Ia tak suka. Bahkan keduanya saling berebutan makanan, entah lauk-pauknua atas sup buatan Myung Soo juga dengannya.

“Eum.. bagaimana jika aku menceritakan sesuatu yang lucu?” Ujar Eun Ji memecahkan keheningan.

 Tak ada yang menanggapi, Chan Yeol dan Myung Soo diam membisu. Hanya sibuk dengan makanan mereka sendiri.

“Sungguh kalian tidak ingin mendengarnya? Ini benar-benar lucu.” Ucap Eun Ji yang berusaha agar, setidaknya, salah satu dari mereka mendengarnya.

“Eun Ji-ah.. ” panggil Chan Yeol lirih.

“Eo.. Chan Yeol. Ada apa?” Sahut Eun Ji senang. Apakah Chan Yeol ingin mendengar Comedy Story-nya?

“Bisakah kau tidak berisik? Kita sedang di meja makan. Hargai makanan-makanan ini.” ucap Chan Yeol serius. Bahkan, wajah seriua itu benar benar menakutkan untuk dilihat.

“Chan Yeol.. “

“Habiskan makanan-mu lalu temani aku ke lorong parkir mobil-ku.”

“Apa?” Pekik Eun Ji terkejut dengan yang dikatakan Chan Yeol barusan. Kenapa tiba-tiba meminta-nya melakukan hal tersebut?

“Lakukan saja! Dan segera habiskan makanan-mu!” Gertak Chan Yeol yang cukup keras itu, dan berhasil membuat Eun Ji tersentak.

“Hey!! Park Chan Yeol!” Sahut Myung Soo tiba-tiba. Bukan ‘tiba-tiba’ juga, namun ia benar-benar muak saat ini. “Jung Eun Ji seorang wanita, jadi hargai dia juga. Pantaskah kau membentaknya?”

“Kau berpikir seperti itu?”

“Euh.. Chan Yeol,, Myung Soo,, kumohon hentikan! Ini masih pagi.” Ucap Eun Ji mencoba meleraikan keduanya.

“Kau adalah Suami dari Jung Eun Ji, jadi tidak sepantaskan berkata kasar padanya. Apalagi, Eun Ji sedang hamil.” Ujar Myung Soo.

“Kalau begitu, kenapa kau tidak yang menjadi suami-nya saja?” Timbal Chan Yeol yang sedikit keterlaluan. Bagaimana bisa ia berkata seperti itu, pada Myung Soo?

“Chan Yeol.. hentikan!”

“Eun Ji-ah.. ” panggil Chan Yeol lirih, dan menahan amarah-nya. “Antara aku dan Myung Soo,, mana yang akan kau … pilih?”

 Deg.. apa-apaan ini? Kenapa jadi bertanya antara memilih? Apa itu masuk akal?

“Eun Ji-ah.. ” panggil lagi Myung Soo jug lirih. “Jawab, siapa yang akan kau pilih diantara kami. Kau harus menjawabnya sekarang.

 Ini sungguh diluar batas kemampuannya. Kenapa ia jadi harus memilih antara 2 pria tampan ini? Aduh.. apa yang harus ia lakukan?

“Aku … “

To Be Continue … …

Hi!! Readers, my lovely readers! **alay!* kembali dengan chap 12 yang menurut saya kurang panjang. Huh~ sebenarnya saya buru-buru buatnya dalam 1 malam. Dan karena rasa kantuk, enggak bisa buat banyak-banyak. Tolong maafkan saya ya..

Di chap 13 nanti **kasih spoiler buat MLR sekalian, bukan LMR (Love Me Right-EXO)* bakal ada narasi dari flashback antara Myung dan Chan. Sebenarnya, ide buat konflik 2 pria ini tiba-tiba aja muncul di kepala saya. Yeah~ untuk semakin memperkuat kisah cinta segitiga aja sih.

Oh ya.. sekalian promosi boleh ya?? Saya punya akun wattpad, id-nya @12kkpop. Punya 1 ff yang cast-nya full OC sih. Genre-nya kerajaan. Mungkin ada yang tertarik. Dan itu ff resmi yg saya publish lewat ‘diri saya sendiri’. Hehe..

Ya sudah.. mungkin pengucapan terima kasih lagi karena masih setia ikutin ff saya ini. Dan insyaallah minggu depan 2 chap saya publish. Insyaallah, doakan kalo saya punya waktu karena minggu depan udah mulai UAS saya.

oke deh.. tetep setia yaa ngikutin sampai lumutan, terus jamuran. Hehe.. peace~~

23 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Marriage Without Love (Chapter 12)”

  1. Sungguh aku suka saat ji bilang chan suaminya pada myung. Tapi aku gak suka tempramen chan pas cemburu.

    Ayolah myung. Setidaknya biarkan orang yang kau cintai bahagia bersama pria yang dicintainya.

  2. annyeongg min… maaf baru muncul sy new reader . next min… ceritanya seruu .. sblumnya ijin baca chap” sebelumnya yaaa
    Gumawo
    Hwaitingg ~~!

  3. ff Kiki Auhor makin lama makin seruuu
    myungsoo ama chanyeol jangan berantem,,, myungsoo ama min Ah ,
    hani pdkt nih sama heechul sunbae cieee
    nggak bsa ngomong lagi deh sumah.ff nya dipost jangan lama lama kiki author.and keep writhing yaaaa !!!!

  4. Pilih Chanyeol aja eunji~
    Dan chanyeol, jgn bentak” eunji. PMS ya…hihihi sensi banget sih. Kepo deh sama konflik masa lalunya chan sm myung. Ok di tunggu updatenya

  5. Uwwaaa,akhirnyaa stelah 1 minggu penuh,nunggu nii FFnya Jung KiKi,dpos juga..
    Ehm,ttep smangat yaa min nglanjutin chap 13nya…jangan lama”,sminggu itu trasa sbulan loo minn..wkwkaakk…
    O y ni,boleh request pemain gk min??
    Buatin FF yg castnya jung eunji ma chanyeol lg donk minn,ceritanya lebih kyk school life gitu min,trus castnya jg yg bnyak min…
    Hehe,maksaa…jeball min,..yaa…

    1. Woah!! Masa sih kayak sebulan?? Hehe.. makasih yaa masih setia.

      Request ff ya?? Boleh juga tuh, aku sebenarnya juga punya ide cerita. Cuman masih bingung cast-nya aja.

      Kita lihat nnt yaa.. soalnya aku juga punya project MWL season 2 dan ff-ku yg lain.

    2. ttep smangat smangat yaa min,buat ff-ff nyaa…
      Aq tunggu smua karya’mu..
      Tp min klau cast’nya OC sbenernya rada kurang stuju sii,kurang dpet feelnya soalnyaa…
      Smangat Jung Kiki,fighting!!!!…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s