[EXOFFI FREELANCE] Feather away (Chapter 4)

1. feather away

Title                      : Feather away

Author                  : Rhifaery             http://rhifaeryworld.wordpress.com/

Main Cast            : Kim Jongin, Oh Sehun,  Krystal Jung

Genre                   :  Romance

Length                  : Chapter

Rating                  : PG-16

Disclaimer : Jalan cerita murni dari hasil imajinasi. Apabila ada kesamaan nama tokoh ataupun alur, itu ketidaksengajaan semata.

Seminggu sejak kejadian itu, keadaan Krystal berangsur-angsur pulih. Dia sudah kembali ke Seoul begitupun juga dengan Kai yang turut bersamanya. Pria itu, entah apa yang dia pikirkan tentangnya. Sikapnya benar-benar membuatnya nyaman. Kai sengaja menyewa apartemen yang bersebelahan langsung dengannya. Setiap hari dia selalu menyempatkan diri untuk mengunjunginya, sekedar menemuinya atau menyempatkan membuat lelucon-lelucon lucu. Yang jelas itu semua dilakukannya untuk memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja.

Dan Sehun, Krystal hampir melupakan pria brengsek itu. Pria yang selalu memberikan tekanan bertubi-tubi hingga membuatnya tidak berdaya. Sehun menghilang tanpa memberikan kabar apapun kepadanya. Dari kabar yang dia tahu Sehun telah melakukan perjalanan bisnis dengan ditemani Irene tunangannya.

“Jadi, kau mau kembali ke kampus?” Tanya Kai ditengah banyaknya orang yang berlalu lalang di loby kampus. Seperti biasa, kebersamaannya Krystal telah membuatnya mendapat banyak perhatian. Khususnya kaum hawa.

“Nde, aku sudah cukup baik sekarang. Lagi pula aku sudah ketinggalan banyak pelajaran.”

Kai tampaknya agak keberatan dengan keputusan Krystal. Tentu saja dia belum sepenuhnya baik. Wajahnya masih terlihat pucat dan juga dia pun sering mengeluh pusing.

“Tenanglah kkamjong, aku tidak akan melakukan hal-hal aneh atau mengkawatirkanmu lagi.” Krystal berkata lagi namun perkataannya kali ini membuat ekspresi Kai sedikit uring-uringan.

“Sudah kubilang, jangan memanggilku begitu.Aku belum sehitam orang Afrika sehingga kau bisa memanggilku begitu.”

“Bukankah teman-temanmu memanggilmu begitu, jadi aku hanya menirukannya?”

“Untukmu aku lebih suka dipanggil, Kang Minhyuk!” Sahutnya spontan disertai sedikit aeygo yang sukses membuat Krystal bergidik ngeri.

“Hey apa-apaan kau ini, kau lebih pantas ku panggil Lee Kwangsoo.”

“Hyaakk… kau pikir aku pelawak?”

“Kau kan memang suka membuatku tertawa….” Krystal menyenggol bahunya.

Kai sedikit tak percaya dengan ucapannya barusan.Untuk membuatmu tertawa bukalah kesukaan namun keharusan.Lantas dia pun memajukan badannya agar lebih dekat ke Krystal. Gadis itu sedikit terlonjak. Dipikirnya Kai akan melakukan hal yang sama waktu itu. Ternyata dugaannya pun salah, Kai mendekat kearahnya untuk membisikkan sesuatu di telinganya yang seketika membuat darahnya berdesir.

“Untukmu aku lebih suka dipanggil Kaistal….”

Seketika wajah Krystal memerah. Dia tak berani menatap Kai begitupun juga Kai yang memilih untuk segera menjahuinya. “Baiklah kita bertemu di kantin jam makan siang…!!!” Sambunya sebelum akhirnya dia pergi menuju kelasnya sendiri.

-0-

Jam 11 siang, Krystal lekas-lekas menuju ke kantin untuk menepati janjinya. Kai belum terlihat batang hidungnya disini sehingga mendorongnya untuk mencari tempat duduk sebelum Kai tiba.Tepat disamping jendela, tak jauh dari pintu masuk Krystal segea menyandarkan badannya pada kursi. Menunggu Kai.

“Hey lihat bukankah itu Krystal Jung?”

Samar-samar Krystal mendengar orang berkasak-kusuk tentang dirinya. Tiga orang wanita yang duduk di meja tak jauh dengan dirinya yang dimana satu diantaranya, Krystal kenal sebagai teman sekelasnya.

“Benar sedang apa dia disini?”

“Kudengar dia sudah tidak bersama Oh Sehun tapi sekarang dia berusaha mendekati Kim Jongin!”

“Maksudmu Kai yang dancer profesional itu? Aishh benar-benar gadis murahan.” Salah satu gadis mendecak sambil melirik ke arah Krystal.

“Ya begitulah, dia memang pandai menarik pria-pria tampan dan populer. Aku menyesal satu kelas dengannya.”

“Kau menyesal karena dia menolak berbagi rahasianya padamu bukan?” Salah seorang gadis lagi berkata dan langsung disambut senyuman dari gadis-gadis lain.

Krystal memutuskan untuk tidak peduli dengan semua yang dikatakan gadis itu namun tidak seharusnya juga dia berada di tempat ini mendengar obrolan-obrolan yang memojokkan dirinya. Harusnya Kai menyuruhnya menunggu di sanggar tari saja.

Baru saja Krystal berniat melangkah pergi, tiba-tiba sebuah tangan terulur memakaikan  headseat di telinganya. Krystal sedikit terkejut dan menyadari bahwa Kai sekarang telah duduk di hadapannya dan tersenyum.

“Dengar dan rasakan….” Intruksi Kai kepadanya. Sebuah lagu yang ia rasa sedikit aneh tiba-tiba mengalun begitu saja di telinganya.

“Suara siapa ini?”

“D.O Hyung, aku sengaja merekamnya saat dia sedang mandi.” Jelasnya. Krystal tersenyum dan menatapnya sekilas. Dia tahu Kai sebenarnya ingin menyelamatkannya dari hinaan wanita-wanita menjengkelkan itu. Untuk itu, Krystal benar-benar berterima kasih padanya.

“Bagus kok.” Komentarnya singkat.

“Bagaimana kau berminat menjadi fans-nya, aku bisa membawamu kepadanya sekarang.”

“Kau ini apa-apaan, aku bilang bagus bukan berarti aku langsung fanatik dengan orangnya.” Sahutnya. Kai langsung terdiam seperti anak kecil yang sedang memikirkan sesuatu.

“Kalau begitu, kau mau ikut denganku?”

“Kemana?”

“Akan kuperkenalkan kau kepada D.O Hyung…!” Kai lekas-lekas menarik tangannya dan menuntunnya keluar dari kantin itu. Karena ajakan yang tidak jelas itu, Krystal tiba-tiba menarik tangannya

“Maksudmu kau mau mengenalkanku pada idola yang di elu-elukan gadis-gadis kampus?” Tukasnya cepat. Sekalipun jarang berada di kampus, tapi dia tahu bahwa orang-orang itu termasuk D.O adalah salah satu orang yang paling populer di kampus.

“Nde, dan jangan khawatir karena sebentar lagi, Kim Jongin yang tampan ini juga bergabung dengan mereka.” Kai berkata sambil berlagak membenarkan kerah bajunya.

“Aishhh… menjijikkan. Aku tidak mau?”

“Wae?”

“Kau tahu kan gadis-gadis di sini seperti apa. Jika kau mengajakku kesana mereka akan langsung membunuhku.” Katanya sakartif.

“Kau ini berlebihan sekali, kau bilang Appamu petinju, jika salah satu dari mereka menyakitimu, kau tinggal telepon saja dia.”

“Appaku tidak mau memukul wanita, bodoh. Dia hanya memukul orang-orang yang meyakiti anak-anaknya.” Krystal tertawa kecil, bercanda. Tentu saja jika itu benar Sehun pasti sudah tidak ada sekarang. Mengingat sudah beberapa kali dia membuatnya menangis. Namun dia tidak ingin membahas Sehun sekarang. Hal itu tidaklah penting.

“Baiklah,tidak apa-apa jika satu atau dua pukulannya mendarat di wajahku…- Sambungnya sambil menarik tasnya agar Krystal mau menuruti kemauannya.

“Hey Jongin, lepaskan aku!”

-0-

Di dalam basecamp, Baekhyun sedang malas-malasan di Shofa. Mulutnya tak bisa berhenti menyuarakan lagu-lagu aneh yang tentunya dapat memekakan telinga. Ketiga temannya, Chanyeol, Suho dan D.O yang berada di ruangan itu juga terlihat tidak peduli atas apa yang dia lakukan. Bukan karena apa, karena mereka sendiri juga sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Suho sedang membenarkan tape recorder yang ada di ruangan, Chanyeol membereskan isi tasnya, sementara D.O masih berkutat dengan ponselnya.

“Hyung aku lapar, apa tidak ada makanan disini?” Baekhyun mengelu. Setelah bernyanyi tentulah dia memerlukan asupan gizi yang cukup untuk kembali melanjutkan aktifitasnya.

“Kau bisa makan meja yang ada di depanmu.” Jawab Suho acuh.

“Hyaakk Hyung. Kau pikir aku rayap?” Ujarnya kesal. Lantas Baekhyun melirik Park Chanyeol yang terlihat selesai dengan pekerjaannya. Dia memberikan sejumlah uang dan berkata, “Park Chanyeol tolong pergilah ke supermarket terdekat dan belikan aku beberapa makanan.”

“Kenapa harus aku, kenapa bukan kau saja?”

“Jika aku yang keluar, para gadis akan mengikutiku terus. Kau kan tahu aku idaman wanita?”

“Apalagi aku, jika aku yang keluar para gadis akan menyerbuku. Aku kan lebih tampan darimu…?”

Baekhyun memutar bola mata jengah. Dia tentu tahu bahwa itu adalah alasan Chanyeol untuk menolaknya. Tatapannya kini beralih ke D.O, pria bertubuh mungil yang tampak melakukan hal yang tidak penting dengan ponselnya, “Hey, kau anggota termuda kan, lagi pula tingkat ketenaranmu di mata gadis pun tergolong rendah. Belikan aku makanan, nanti kembaliannya untukmu….”

“Aku tidak lapar, lagi pula aku juga tidak tertarik dengan uang kembalianmu yang cukup buat membeli permen!” Jawabnya sadis.

Suho dan Chanyeol kompak tertawa. Perlu diketahui, D.O ini terlihat cool di luar tapi dia juga bisa berkata sadis hanya pada Baekhyun.

“Baiklah, aku yang akan membelinya sendiri. Jika kalian nanti memintah, kalian makan saja shofa yang ada di depan kalian!” Baekhyun beranjak berdiri lantas berjalan ke arah pintu.

Dia membuka pintu dan tampaknya sosok bersamaan juga berniat membukanya juga. Seketika matanya terpaku melihat siapa yang ada di depannya sekarang. Respek, diapun menutup kembali pintu itu dengan keras dan kembali ke Shofa. “Aigoo… kita benar-benar mati sekarang hyung!”Ujarnya namun sepertinya tak ada salah satu dari mereka yang menggubrisnya.

Braakk! Pintu basecamp terbuka. Disusul suara Kai dan juga seseorang yang dibelakangnya,“Hyung, kenapa menutup kembali pintunya…??”

Ketiganya kontan terkejut. Bukan karena teguran darinya melainkan apa yang di bawah oleh pria itu.

“Kau membawa seorang gadis?” Tanya Suho disusul oleh kegagetan Chanyeol yang langsung bangun dari shofanya begitu melihat Krystal.

“Ani, aku hanya ingin memperkenalkan Krystal pada D.O Hyung.” Jawab Kai santai.

“Nege?” D.O kontan membulatkan matanya terkejut.

“Aku memperdengarkan suaramu yang menyanyi di kamar mandi padanya dan katanya suaramu sangat bagus. Jadi ku bawa saja dia kesini agar kalian bisa berkenalan langsung.”

Semuanya terlihat menahan senyum. Kecuali D.O yang merasa tidak terima dipermalukan di depan seorang gadis, “Awas kau!” Ujarnya lantas mengejar Kai yang sudah berlari entah kemana.

Untuk saat ini, sepertinya Krystal harus berkenalan dengan ketiga temannya yang ada di hadapannya. “Aneyonghaseo oppa, aku Krystal Jung dari fakultas seni peran.” Katanya membungkuk,

“Aku Suho, ini Baekhyun, ini Chanyeol dan yang tadi tentu saja D.O, kau sudah mengenal kita bukan?”

“Nde, sedikit. Aku hanya belum mengenal dia, siapa tadi namanya….- Krystal menunjuk ke arah Baekhyun yang seketika membuatnya emosi.

“Kyaaa… kenapa aku? Aku ini terkenal di kalangan yeoja kau tahu!!!”

“Ya mungkin karena wajahnya yang sedikit cantik, jadi aku kesulitan membedakannya dengan wanita.” Sambung Krystal kemudian.

Baekhyun langsung memasang aeygo yang sukses membuat semua ingin muntah. Kecuali Krystal yang sedikit terhibur dengan tingkah konyolnya.

“Hyung aku ingin pergi dulu, kau bilang tadi kau sangat lapar bukan?” Ucap Chanyeol tiba-tiba.

“Hyaakk… Kau bilang tadi tidak ingin membelikanku makanan, kau ini?”

“Aku hanya merasa lapar untuk saat ini.” Chanyeol beralasan. Sebenarnya itu hanyalah alasan yang dipakainya untuk menjauhi Krystal. Dia benar-benar tidak menyangkah Kai membawa gadis itu di basecamp mereka. Andai saja tidak ada member lain disini mungkin Chanyeol akan member satu atau dua tonjokan ke wajahnya.

“Aniyo, jangan kawatir. Aku sudah membawakan beberapa makanan untuk kalian. Ini makanlah?” Krystal menyodorkan bungkusan plastik kepada Baekhyun.

“Jinjayo, apa ini?”

“Jjajangmyeon. Kai bilang kalian sangat menyukainya. Dia menyuruhku membeli sebelum bertemu kalian, kalau tidak kalian pasti menendangku.”

“Wahhh… kkamjong, alasanmu ini sangat tepat sekali. Kenapa tidak kita pasang saja di papan pintu “Gadis dilarang masuk tanpa makanan” dengan begitu aku tidak perlu makan kursi. Benar kan Hyung?”

“Kau terlalu banyak omong Byunbaek. Kenapa tidak kau makan saja?”

Sebenarnya tanpa Suho menyuruhnya begitupun Baekhyun memang sudah tak sabar memakannya. Dia memang sangat lapar dari tadi. Semua pun memakan jjajangmyeon dengan lahap namun agak berbeda dengan Chanyeol yang hanya mengaduk-aduk jjajangmyeon itu dengan sumpit tanpa memakannya.

Sampai semuanya habis, tinggallah milik Chanyeol sendiri yang masih tersisa banyak. Semua tahu bahwa Chanyeol tidak benabenar tak nafsu makan. Hanya merasa tidak enak saja memakan apa yang diberikan oleh gadis itu.

“Aku rasa aku harus kembali ke kelas, ada tugas kelompok yang harus kukerjakan bersama Kang Seulgi. Dia pasti sedang mengomeliku tidak jelas nanti.” Sambungnya beberapa saat. Dia beranjak meninggalkan ruangan itu dengan cepat, namun begitu dia membuka pintu, beberapa gadis telah berkerumun dan memaksa masuk ke dalam. Bukan hanya itu mereka juga berteriak-teriak ingin masuk ke dalam hanya karena mereka tahu bahwa seorang wanita –Krystal- juga masuk ke dalam.

“Aisshhh… apa-apaan ini, Hyung, kau harusnya menertibkan mereka sesekali….” Protesnya kepada Suho.

“Kenapa menyalahkanku, harusnya kau yang lebih lama berada disini sesekali…” Katanya menyunggingkan senyum. Sebenarnya dia sudah memperdiksi, kehadiran Krystal di basecamp pastinya akan membuat gaduh semua wanita di kampus.

“Chanyeol Hyung, ayo kita main game!” Kai tiba-tiba berteriak, Chanyeol langsung menoleh ke arahnya. Benar-benar tak berminat sama sekali. Bukan karena permainan game selalu dimenangkan oleh Kai tapi karena ada seseorang yang benar-benar malas untuk ditemuinya.

“Kenapa? Kau takut? Aku bisa mengalah sedikit padamu nanti.” Sambungnya.

“Tidak kkamjong-ah…- Chanyeol tiba-tiba berbalik arah ketika mendengar kata-kata Kai yang sedikit menghina, “Kita bermain dan kau tak perlu mengalah padaku.”

Kai tersenyum samar. Memang itulah yang dia inginkan. Apaapun yang terjadi Chanyeol harus tetap disini dan bisa berdamai dengan gadis yang di bawahnya. Suho lalu mengeluarkan laptop dan memasang dua stik game untuk persiapannya. Begitu permainan dalam proses loading, Baekhyun memecah keheningan.

“Sepertinya permainan ini tidak akan seru tanpa adanya bahan taruhan. Bagaimana jika yang kalah nanti harus menuruti perintah yang menang. Kalian setuju?”

“Yup. Aku tidak takut!” Tukas Chanyeol.

“Baiklah, aku juga tidak takut, Krys kau harus mendukungku yah?” Perhatian Kai beralih ke Krystal. Krystal mengangguk dan saat itu pula suara riuh memenuhi tempat ini. Kecuali Chanyeol yang memasang ekspresi datar.

“Byun baek, kau harus mendukungku. Kau mengerti!” Tukasnya langsung ke Baekhyun.

Baekhyun kemudian berseru, “Aku baru saja menawarkan diri untuk mendukung Si Kkamjong.”

“Hyaakkk… kau ini teman siapa sih? Baekhyun dan Suho Hyung kau harus mendukungku, biarkan D.O dan Krystal yang mendukung Jongin. Adil kan?” Semuanya menahan senyum. Ini adalah pertama kalinya Chanyeol bersifat layaknya anak-anak di hadapan mereka.

“Baiklah, teriakkan yel-yelnya!” Sambungnya begitu permainan akan segera dimulai.

“Kenapa pakai yel-yel segala?”

“Supaya bisa menyemangatiku.”

Baik Baekhyun ataupun Suho sama-sama menghela nafas berat. Mereka berpikir sekilas sampai sebuah ye-yel terlintas di otak mereka. “Baiklah… PARK CANYEOL YO YO… KAU HARUS MENANG YO YO… MELAWAN KKAMJONG YO YO YO…!!!”

Chanyeol tersenyuam puas lalu melirikkan ungkapan sinis kepada Kai. Dia pun tak ingin kalah juga, “Kenapa kalian diam saja, cepat buatkan aku yel-yel juga.”

D.O menyenggol lengan Krystal pertanda bahwa dia tak bisa berbuat apa-apa untuk Jongin. Namun dengan sekilas Krystal akhirnya membalas yel-yel mereka. “JONGIN… LA LA LA  YANG TAMPAN… LA LA LA KAU HARUS… LA LA LA MENANG!!!!

“PARK CHANYEOLL TAMPAN… YO YO PENDUKUNGNYA LEBIH TAMPAN YO YO…!!!”

“GOOOAALLLL….!!!!” Suara itu terdengar dari Kai. Sebuah skor satu akhirnya ia dapat bahkan sebelum dua menit permainan berlangsung. Para pendukungnya pun bersorak bergembira, meninggalkan kekecewaan dari kubu Chanyeol

“Lihat, aku kehilangan gol dari yel-yel bodohmu itu…!”Chanyeol berdecak kesal menyalahkan Baekhyun dan juga Suho.

“Kenapa menyalahkanku, ketahuilah, aku ini terpaksa mendukungmu.” Ucap Baekhyun tak kalah sengit.

Pertandinganpun masih berlanjut. Meski skors sekarang di pimpin oleh Kai, dengan cepat Chanyeol bisa mensejajarkan skor menjadi 1-1. Tentu saja itu membuat pertandingan semakin sengit. Baik dua kubu sama-sama saling menyorakkan yel-yel masing-masing. Sampai akhirnya Chanyeol berhasil menguasai pertandingan babak pertama dengan skors 3-1.

“Jangan senang dulu Hyung, aku memang sedang mengalah padamu.”  Ujar Jongin memberikan evil smirknya.

“Benarkah, aku pikir itu hanya alasan untuk mengakui kekalahanmu bukan?”

Dibabak kedua, baik Chanyeol ataupun Kai sama-sama memegang stik dengan serius. Jika kemenangan kali ini milik Chanyeol, maka untuk pertama kalinya Chanyeol akan berhasil menyandang predikat “The Most Dedicate Soccer Player Game” menggantikan posisi Kai. Namun seperti yang diketahui kebanyakan orang, mengalahkan Kai tidaklah mudah. Satu gol baru saja ia cetak sebagai kemenangan tim soccernya. Disusul gol ke-3, ke-4, ke-5 dan seterusnya hingga kemenangan mutlak menjadi milik orang bernama asli Kim Jongin.

-0-

“Aku minta sepuluh permintaan.”

“Jinjayo, kau pikir aku dewa yang bisa memberi permintaan sebanyak itu? Just one request.” Tukas Chanyeol pada Kai.

“Tujuh Hyung, aku minta tujuh!”

“Satu permintaan.”

“Baiklah, tiga permintaan. Penyihir saja memberi tiga permintaan.”

“Baiklah, hanya tiga.” Chanyeol akhirnya menyetujuinya. Hal itu membuat Kai tersenyum lebar dan mulai mengajukan permintaannya.

“Permintaan pertama tolong bersihkan sampah sampah ini, aku benar-benar alergi terhadap sesuatu yang kotor.”

“Hyaaakkk… permintaan apa itu, berikan sebuah tantangan yang sedikit serius kkamjong!” Baekhyun menyelah.

Chanyeol  menjitak kepalanya. Berharap hal itu mengentikan Baekhyun untuk protes.“Hey byunbaek, diamlah. Ini semua terserah Jongin, dia yang berhak memerintahku sekarang!”

“Permintaan kedua,tolong pijat kakiku, aku capek sekali hyung.” Ungkap Kai langsung yang tak ayal membuat Chanyeol langsung berteriak.

“Hyaaakkk… kau pikir kau raja, mengapa menyuruhku mengerjakan hal-hal yang semacam ini?”

“Seperti katamu, aku berhak memerintahmu bukan?”

“Hahaha sekalian suruh dia memijat kakiku juga, sepertinya aku teserang rhematik!” Sambung Baekhyun. Dia menyilanhkan kakinya tepat diatas meja agar Chanyeol bisa memijatnya dan tindakannya itu dituru oleh Suho.

“Dan kakiku juga sepertinya kesemutan, tolong suruh dia pijat juga.”

Detik itu juga Krystal tak bisa menahan tawanya. Tawanya meledak melihat Chanyeol yang menjadi korban pembullyan semua hyung-hyungnya. Dan itu semua diakibatkan oleh satu orang bernama Kim Jongin.

“Permintaan terakhir….-

“Tunggu Kai…!” Potong Krystal seketika, “Bolehkah permintaan itu untukku?”

“Apa?” Kai kebingungan. Padahal dia ingin menggunakan permintaan terakhir untuk hal-hal yang lebih seru. Berhubung Krystal yang memintahnya, dia pun tak bisa menolaknya. “Baiklah, untukmu saja.”

“Kau memintahku apa?” Chanyeol sedikit kesal. Tidak seharusnya Jongin menyuruh gadis ini untuk ikut campur.

“Aku minta agar kau memaafkanku….” Kata Krystal pada akhirnya. Dengan ragu dia pun memberanikan diri untuk menatap Chanyeol.

“Maaf karena berpura-pura tidak ada yang terjadi. Waktu itu, begitu aku tahu tentang keadaanmu, ingin rasanya aku berlari menemuimu. Tapi kau tahu kan, Seh…- maksudku orang itu dia akan membuat sesuatu yang buruk bertambah buruk. Dan maafkan aku yang baru bisa mengungkapkannya sekarang.”

Seasana di tempat itu mendadak bisu. Sebisa mungkin Krystal menahan air matanya agar tidak tumpah. Dia tidak mau semuanya mengira dia menangis karena Sehun. Tapi sungguh, dia ingin menangis karena menyadari kesalahannya dulu. D.O menepuk pundaknya sekilas seolah-olah mendukung apa yang dilakukan Krystal. Begitu juga Kai yang menatapnya sembari menganggukkan kepala.

“Chanyeol Oppa, kau memaafkanku bukan?”  Katanya lagi. Krystal bahkan memberanikan diri memanggil Chanyeol dengan panggilan akrab yang dia gunakan dulu.

Chanyeol masih terpaku dan agak sedikit bingung atas apa yang dilakukannya sekarang. Samar-samar Chanyeol pun menyunggingkan senyum dan beranjak mendekat ke arah Krystal. “Gwanchena Aku sudah melupakan kejadian itu?”

“Harusnya aku yang memintah maaf, aku langsung meninggalkanmu sejak kejadian itu. Kini aku tahu, kau sangat tertekan bukan?” Krystal tak menjawab, tapi tentunya semua orang di tempat itu sudah tahu apa jawabannya.

“Harusnya kau bawa saja Oh Seh… eh maksudku orang itu ke hadapanku saja, aku akan menghajarnya dengan jurus kungfu pandaku.!” Bakhyun tiba-tiba angkat bicara. Mengubah kebisuan diantara mereka menjadi canda tawa.

“Kau olahraga saja tak pernah, bagaimana kau bisa kungfu?” Ujar Suho.

“Tentu saja dia bisa kungfu Hyung, Kungfu monyet hahaha…”

Semuanya tertawa menaggapi guyonan dari Kai. Jika tadi Chanyeol yang menjadi bahan pembullyan, kina ganti Baekhyun lah yang menjadi korbannya.

“Krys, bisakah aku juga meminta satu permintaan darimu?” Ucap Chanyeol samar karena dia memang tidak ingin sebagian orang disini mendengarnya.

“Nde oppa, silahkan saja.”

“Aku minta suatu hari nanti, kau memilih salah satu dari kita untuk mengganti posisi orang itu?” Chanyeol mengedipkan mata lalu kembali mendekati Jongin di shofa. Tentu saja Krystal tahu apa maksudnya. Namun dia tidak bisa memberikan jawabannya sekarang. Hanya senyuman yang bisa ia jadikan atas pertanyaan Chanyeol.

-0-

“Mereka semua benar-benar orang yang asyik yah?”

Kai mengangguk menanggapi Krystal di sampingnya. Benar-benar hari yang melelahkan. Biasanya Kai tidak akan betah lama-lama dalam basecamp itu. Kehadiran Krystal tadi benar-benar merubah segalanya. Walaupun kesalahpahaman antara Chanyeol dan Krystal telah terselesaikan bukan berarti dirinya telah diterima dengan tangan terbuka. Tadi sebelum dia pergi, Suho Hyung sempat memanggilnya dan mengajaknya bicara.

“Kau benar-benar serius dengan gadis itu?” Tanya Suho perlahan. Walaupun terkejut, Kai akhirnya menganggukkan kepala dengan mantap.

“Kau tahu kan, apa resikonya?”  Suho mendenguskan napas berat.

“Hyung, dia bukan lagi milik Sehun. Sehun telah meninggalkannya dan sekarang giliranku untuk menjaganya.”

“Sehun meninggalkannya bukan berarti dia telah melepasnya….” Ucapan Suho sedikit meninggi. Ekspresi khawatir tergambar jelas di wajahnya. Khawatir hal-hal buruk yang terjadi pada Chanyeol terjadi juga padanya. “Aku hanya sedikit kawatir denganmu Kim Jongin.” Sambungnya kemudian.

“Aku tahu hyung…- Kai berkata dengan senyum yang dipaksakan, “Sudalah jangan kawatirkan aku, aku baik-baik saja!”

Begitu banyak ke kawatiran yang mereka miliki untuk dirinya. Namun bukan dirinya yang seharusnya di khawatirkan. Gadis itu, Krystal Jung, yang sekarang berjalan beriringan bersamanya. Gadis itulah yang dalam posisi mengkhawatirkan sekarang. Kai menatapnya untuk yang kesekian kali. Jika dia miliknya, tentu dia tidak akan sekhawatir ini.

“Wae?”Krystal tiba-tiba bertanya.

“Waeyo?”

“Kenapa kau memandangiku seperti itu?”

Karena kau sangat cantik. Kai hampir ingin menjawabnya seperrti itu namun baginya ini terlalu cepat.  Dia baru menawarkan pertemanan tapi terlalu cepat jika dia mengharapkan hal-hal yang lebih.

Plakkk!!!

“Hyaakk… Kim Jongin, kenapa memukul keningku!!!” Krystal berteriak kesakitan sambil memegangi keningnya.

“Ada nyamuk di keningmu!”

“Kau kan bisa mengusirnnya dengan lembut!”

“Tidak bisa, semua yang menyakitimu harus dibunuh kau tau!”

Kai berkata seperti tidak terjadi apa-apa. Bagi Krystal itu sangat menyudutkannya. Mengingatkannya pada sosok bajingan yang selama ini berusaha dia lupakan.

“Kai….” Ujar Krystal sedikit aneh. Dengan cepat tangannya menyambar tangan Kai dan menggenggamnya erat. Kai mungkin tidaklah tahu bahwa ada mobil di belakang mereka yang sedari tadi terus memantau mereka. Tentu saja mereka adalah orang-orang yang dibayar Sehun untuk mengawasinya. Krystal sudah mengenal Sehun lama. Sehun mungkin meninggalkannya namun tidak semudah itu Sehun melepasnya. Dengan semua yang dimiliki, Sehun berusaha untuk menjaga apa yang dia anggap miliknya agar tidak jatuh ke orang lain.

“Ada apa?”

“Tolong jangan lepaskan dan tetaplah disampingku.” Nada bicaranya bergetar. Kai mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Dia melihat-lihat sekitar tidak ada apa-apa. Namun saat dia mencoba melihat ke belakang Krystal mencegahnya, “Tidakkk… tolong jangan lihat ke belakang.”

“Dalam hitungan ketiga, kau harus lari bersamaku. Kau mengerti?”

Kai mengangguk. “Satu… dua… tigaa Lari Kai!!!”

Sesegera mungkin Krystal menarik tangan Kai dan membawanya pergi. Dugaannya benar, rupanya mobil itu memang ditujukan untuk mengintainya. Syukurlah Kai dapat mengetahui situasi dengan cepat. Dia tidak menolak ataupun banyak tanya ketika Krystal membawanya lari.

Lewat sebuah gang-gang kecil, orang yang ada di dalam mobil itu keluar dan mulai mengejarnya. “KRYSTAL-SSI JANGAN LARI!!!” Teriak salah seorang dari mereka. Krystal tidak peduli. Genggaman tangannya pada Kai semakin erat. Tidak ada niatan untuk melepaskan sama sekali. Nafas berat mulai terdengar dari hidungnya. Tenaganya mulai habis.

“Kau lelah?” Tanya Kai kepadanya. Krystal menggeleng. Tidak. Dia tidak boleh lelah. Tanpa dirinya, Kai akan menerima nasib yang sama seperti Chanyeol.

“Baiklah tidak usah lari, kita mencari tempat persembunyian saja….” Kini giliran Kai yang menggandeng Krystal. Dipilihnya sebuah semak-semak sebagai tempat persembunyiannya. Semak itu sedikit rimbun dan kegelapan malam tidak akan dengan mudah membantu orang-orang itu menemukannya.

“Kau lelah?” Kai bertanya lagi perihal keadaannya. Krystal memang sedikit kelelahan. Nafasnya naik turun, dan untuk berkata pun dia sedikit kesulitan.

“Baiklah, akan kubelikan kau minuman!”

“Jangan. Kau bisa tertangkap mereka, kumohon tetaplah bersamaku Kai….”

“Apa kau mengkawatirkanku?” Tanyanya.

“Apa?” Krystal tak percaya dengan pertanyaan Kai. Ini pertanyaan yang tidak begitu penting, mengapa harus diutarakan di situasi sulit seperti ini.

Namun untuk Kai pertanyaan itu sangatlah penting. “Apa kau mengkhawatirkanku?” Tanyanya lagi.

“Nde, aku mengkawatirkanmu. Kau tahu!” Ungkap Krystal dengan sedikit marah. Kai tersenyum samar. Mengetahui bahwa gadis itu mengkawatirkannya benar-benar membuatnya bahagia. Setidaknya itu membuktikan bahwa dia peduli padanya.

“Gomawo sudah mengkawatirkanku. Namun sehausnya kau tak perlu bertindak sejauh ini untuk melidungiku. Aku bisa melindungi diriku sendiri dan dirimu, aku juga akan berusaha semampuku untuk melindungimu juga.”

“Kai tolong diamlah, ini tak semudah yang kau pikir. Sesuatu yang buruk bisa saja terjadi padamu. Kau hanya belum mengenalnya.” Bantah Krystal. Terlihat sekali bahwa Kai menyepelehkan masalah ini.

“Aku sudah mengenalnya Krys. Hanya kau saja yang belum punya keberanian untuk melawannya bukan?” Tukas Kai yang disambut dengan tatapan percaya dari matanya.

“Percayalah, dia tidak akan melakukan apa-apa untuk menyakitiku apalagi menyakitimu. Dia hanya membutuhkan tempat untuk melampiaskan semuanya saja karena sebenarnya orang yang mencintaimu itu haruslah menyiapkan diri untuk menjagamu.”

Krystal sedikit terenyuh atas pertanyaan Kai barusan. Benarkah seperti itu? Entah mengapa semuanya begitu indah jika Kai yang mengatakannya. Benarkah apa yang dia lakukan sekarang ini juga termasuk perbuatan untuk menjaganya. Krystal masih belum bisa berpikir terlalu jauh.

Sampai akhirnya ketika situasi dipikirnya sudah aman, Kai verdiri dari tempat bersembunyiannya begitupun juga dengan Krystal, “Kajja kita pulang!”

Krystal mengangguk. Kai menggandeng tangannya dan menuntunnya untuk perjalanan pulang. Setibanya di apartemen masing-masing Kai mengantarnya hingga ke pintu. “Masuklah dahulu.”

“Gomawo untuk hari ini.” Ucapnya dan bergegas masuk kedalam. Di balik pintu, Krystal menyunggingkan senyum lebar. Dia benar-benar bahagia hari ini. Sambil bersenandung, dia berjalan memasuki ruangan sampai dia tidak sadar bahwa seseorang telah memperhatikannya dari tadi. Seseorang yang tentunya sudah mengenal Krystal lama hingga dia mengerti kata sandi untuk kamar apartemennya.

Oh Sehun.

“Jung Soo Jung, lama tidak bertemu….”

-0-

 

 

 

 

 

 

 

 

7 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Feather away (Chapter 4)”

    1. hahaha maaf sebelumnya telat update. Tapi tadi udah aku kirim kok terusannya. tunggu di update sama adminya aja yah…
      gomawo udah komen 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s