[EXOFFI FREELANCE] The One Person Is You (Chapter 13)

hasil1

 

Tittle                          : The One Person Is You (Chapter 13)

Author                       : Dancinglee_710117

Main Cast                 :

  • Park Chanyeol (EXO)
  • Lee Hyojin (OC)
  • Kang Rae Mi (OC)

Other Cast                :

  • Jung Yong Hwa (C.N.BLUE)
  • Bang Yongguk (B.A.P)
  • Choi Jun Hong / Zelo (B.A.P)
  • Kim Himchan (B.A.P)
  • Oh Sehun (EXO)
  • Kim Jong In / Kai (EXO)
  • And other you can find in the story

Genre                         : Romance, Friendship, Comedy (a little bit), and other

Rating                        : T

Length                       : Chapter

 

~Happy Reading~

*Hyojin POV*

 

“Jong… Jong…”

 

“Iya ini aku Jong In.” Katanya santai.

 

Kenapa pria ini bisa ada di kampusku?!, dia tidak mengikutiku kan?!.

 

“Heh bodoh!, mau sampai kapan menganga seperti itu. Ya ampun… wanita macam apa kau ini?”

 

Benar. Dia Kim Jong In, pria penggerutu yang menyebalkan.

 

“Ck, sialan!” umpatku sambil berdiri.

 

Dia melotot, “APA?!, yak! berani sekali kau mengumpat padaku!. Wah gadis ini benar-benar!” Jong In memukul kepalaku, cukup keras untuk menyadarkanku bahwa pria ini lebih menyebalkan dari sebelumnya. SIALAN!.

 

“YAK!, bagaimana bisa seorang pria memukul wanita?!. Mau mati ya?!”

 

Tanpa segan aku memiting lehernya. Ia berteriak lalu menjambak rambutku dengan salah satu tangannya. Sakit!, aku tak tinggal diam, dengan sigap aku menendang kakinya hingga kami terjatuh. Bahkan sampai banyak orang yang memperhatikan pun kami masih sibuk berkelahi satu sama lain.

 

“Tak mau melepaskan eoh?!, lepaskan!”

 

“Kau juga huh?!… arrrgghh sakit bodoh!”

 

“Si brengsek sialan!”

 

“APA?!, KAU BENAR MAU MATI YA?!”

 

“Hei hentikan!. Apa kalian tidak malu di lihat orang banyak?!”

 

Kami berhenti saat mendengar suara Sehun. Aku menatap Jong In begitu pula sebaliknya. Keadaannya cukup parah karena perkelahian kami, sepertinya rambutku lebih berantakan dari miliknya. Kemudian kami, secara bersamaan, melihat sekeliling dimana semua orang memandang dengan ekspresi beragam. Ada yang menahan tawa sampai terbahak di ujung koridor, ada juga yang menatap sinis pada Jong In dan membahas soal dirinya yang di anggap tidak ‘gentle’ karena berkelahi dengan wanita. Ck!, beraninya mereka menghina uri Jong In!.

 

“Yak! lihat apa?!. Pergi sana!” suruhku pada mereka, “Cepat pergi!” dan mereka mau menurut setelah perintah kedua.

 

Kudengar Sehun tertawa. Bahagia sekali ya tuan Oh?!.

 

“HAHAHAHAHA… kau mau berkaca?, wajahmu seperti hantu perawan tua… HAHAHAHAHA!”

 

Sialan, Kim Jong In malah ikut tertawa. Mereka ini temanku bukan sih?!.

 

Sehun beranjak mengambil bandana pink di sebelah Jong In, lantas ia pakaikan pada pria berkulit kecoklatan itu.

 

“Nah, sekarang kau juga terlihat seperti hantu perempuan tua dari tahun 70-an.”

 

“Pfffttt… BWHAHAHAHAHA…”

 

Aku tak dapat menahan tawaku, Jong In terlihat seperti Ajhumma pemilik kedai kare langganan kami. Jangan-jangan mereka ada hubungan darah?, mengingat Ajhumma itu senang sekali menggoda Jong In saat kami mampir ke kedai sepulang sekolah. Aku bisa mengingat wajah merah Jong In saat itu yang malu karena menjadi bahan ledekkanku bersama dengan Sehun.

 

“Berhenti tertawa gadis tengik!” seru Jong In sambil melepas bandana itu. sayangnya aku tak bisa, aku tertawa terpingkal sampai tubuhku jatuh ke lantai. Sehun ikut terkekeh saat Jong In mendengus kesal sambil memalingkan muka. Aku terus saja tertawa.

 

Sayangnya tawa itu berubah menjadi tangisan.

 

Aku tidak bisa mengontrol emosiku, aku sangat merindukan mereka, sahabat terbaikku. Berapa lama aku tak bertemu dengan mereka?, bahkan menyapa Sehun yang satu kampus denganku juga tidak. Aku terlalu sibuk dengan masalahku, sampai aku tak sadar bahwa aku merindukan mereka… sangat merindukan kedua pria bodoh ini.

 

*Author POV*

 

Menyadari isak tangis Hyojin, Sehun terdiam, sedangkan Jong In tak sanggup melihat wajah sang sahabat. Koridor yang tadinya sepi menjadi sesak dengan suara tangisan Hyojin. Gadis itu menangis dengan mata tertutup, ia bahkan tak sanggup melihat reaksi kedua temannya. Sampai ia merasakan pelukan hangat, ia baru mau membuka mata dan sedikit meredakan isakkannya.

 

Aigooo… sejak kapan Lee Hyojin menjadi cengeng seperti ini?”

 

Jong In mengelus puncak kepala Hyojin, berusaha menenagkan gadis itu.

 

“Jong In-ah… aku merindukanmu…”

 

Sehun tak mau ketinnggalan, ia ikut memeluk Hyojin dari belakang dan meletakkan dagunya pada bahu kiri Hyojin.

 

“Padaku tidak eoh?”

 

“Yak!, jangan bicara dekat leherku! Itu geli!” sentak Hyojin dengan lemah. “Aku juga merindukanmu Oh Sehun bodoh!”

 

“Yak!, jaga bicaramu nona Lee!” Jong In memperingatkan omongan kasar Hyojin tanpa melepas pelukkannya.

 

“Maaf… aku rindu kalian semua…”

 

Sehun terkekeh, “Hanya aku dan Jong In, kata ‘semua’ seolah kau punya teman banyak saja!” ledeknya yang membuat Hyojin mengigit lengan Sehun. Tidak begitu keras tapi mampu membuat pria itu meringis kesakitan.

 

“Mau sampai kapan kita berpelukan?, aku sudah punya kekasih, aku takut dia salah paham padaku.”

 

“KIM JONG IN!”

 

Jong In tertawa, “Iya maaf. Tapi aku jujur…”

 

“Kau berniat menyindir Hyojin yang tidak punya pacar?”

 

“Oh Sehun!, kau juga tidak punya kekasih!. Jangan jadikan aku umpan!”

 

“hahahaha…”

 

***

 

“Kang Rae Mi!”

 

Rae Mi menoleh ketika mendengar suara Yonghwa memanggilnya. Pria itu berlari kecil menghampiri Rae Mi yang baru saja keluar dari kelas.

 

“Ada apa Yonghwa-ssi?”

 

Butuh waktu beberapa menit untuk Rae Mi menunggu jawaban dari Yonghwa yang masih sibuk mengatur nafasnya.

 

“Bisakah aku minta bantuanmu?”

 

“Eoh?, bantuan apa?”

 

Yonghwa terdiam sejenak, ia menggosok belakang lehernya seolah tak yakin dengan permintaannya pada Rae Mi.

 

“Euh… itu… apa kau tidak keberatan ikut kencan buta?”

 

“Eh apa?”

 

Yongguk berdehem sekali kemudian menjawab, “Aku sebenarnya ada kencan buta besok, tapi mendadak ada urusan penting… apa kau tidak masalah menggantikanku?”

 

“Eh, tapi aku kan wanita, mana mungkin wanita pergi berkencan dengan wanita?”

 

“Hehehe… bisa saja kalau lesbian kan?”

 

Rae Mi tak merespon gurauan Yonghwa, gadis itu membalas dengan ekpresi datar namun mata bulatnya berkedip polos seperti biasanya. Yonghwa menghela nafas karena candaannya tak di tangkap oleh Rae Mi.

 

“Ini double date kok!, aku sudah menghubungi temanku. Dia bilang aku boleh tak ikut asal mencari pengganti, dan karena aku masih baru disini teman yang aku kenal baik hanya kau. Kau mau bantu kan?”

 

“Bagaimana ya, apa tak Yonghwa-ssi tidak ada orang lain yang bisa menggantikan?, aku belum pernah ikut kencan buta sebelumnya.”

 

“Bukan masalah!” Yonghwa menepuk tangannya keras, “Ini kesempatan emas, kau kan juga baru pindah di Seoul, kau harus cari teman sebanyak mungkin kan?”

 

Rae Mi merasa tak yakin, tapi dia juga tak enak menolak permintaan Yonghwa apalagi dari ekspresi wajah pria itu terlihat sangat butuh pertolongan.

 

“Apa benar tidak masalah?, teman Yonghwa-ssi tidak keberatan aku mengantikanmu?”

 

Yonghwa mengangguk yakin. “Orang yang akan datang menyenangkan kok, kau tidak akan bosan atau merasa di intimidasi. Ada pria yang lucu, pria yang iseng dan konyol, juga gadis pemarah yang ceria. Mereka punya karakter yang beragam, kau akan suka -ah benar… kau kan pacaran dengan Chanyeol, bagaimana ini?” teringat bahwa status Rae Mi yang berpacaran, Yonghwa jadi bingung sendiri. Dia sudah harus pergi tapi masih belum menemukan orang yang bisa menggantikannya dalam acara kencan buta.

 

“Tak apa, aku juga sudah putus dengan Chanyeol.”

 

“Huh?!, benarkah?!”

 

Rae Mi mengangguk sekali sembari mengulas senyuman polosnya. Yonghwa masih tak begitu percaya dan ingin bertanya lebih lanjut tapi ponselnya bordering membuat dia harus bergegas.

 

“Oke, pokoknya kau datang ke Bonjour Café jam delapan call?”

 

“E-eoh… call.”

 

Setelah itu Yonghwa pergi sambil mengecek ponselnya. Ia bahkan pergi tanpa mengucapkan salam pada Rae Mi maupun dosen yang tak sengaja berpapasan dengannya.

 

“Sepertinya dia sangat sibuk di akhir pekan.” Gumam Rae Mi seraya memandang arah kepergian Yonghwa.

 

***

 

Musim dingin hendak berlangsung di kota Seoul, maka tak heran banyak orang yang memakai pakaian hangat karena suhu udara yang rendah. Sayangnya Chanyeol lupa akan hal itu. Dia meninggalkan jaketnya di mobil, sehingga sekarang harus rela kedinginan di depan gerbang kampus menunggu kedatangan Hyojin.

 

“Brrr… kenapa lama sekali?” ujarnya sambil menggosok kedua tangan untuk menghangatkan diri. Chanyeol menyesal karena meninggalkan jaketnya, apalagi ponsel dan dompet dia tinggalkan di dalam jaket. Ia terlalu malas untuk ke parkiran yang jaraknya cukup jauh dari posisinya sekarang, jadi ia hanya berharap agar Hyojin cepat datang.

 

“Ah sial!, kenapa malah turun hujan?!”

 

Chanyeol buru-buru mencari tempat berteduh. Beruntung kedai makanan dekat kampus masih buka jadi ia bisa berteduh disana sambil menunggu kedatangan Hyojin.

 

“Haish!, kenapa kau masih menunggunya?!. Kau kan bisa pulang dan menghubunginya nanti?”

 

Suara dua orang pria yang ikut berteduh dengan Chanyeol cukup keras untuk di dengar. Hampir saja ia mengira perkataan pria tersebut di tujukan untuknya, nyatanya tidak.

 

“Taeyong-ah!, ayo kita pulang saja!. Udara semakin dingin apalagi hujan turun, kenapa kau masih ingin menunggunya?”

 

Teman dari pria bernama Taeyong itu terus menggerutu, membuat Chanyeol yang mendengar ikut sebal karenanya.

 

“Diamlah!”

 

“Serius, kau sampai rela seperti ini… karena menyukainya kan?”

 

“Apa maksudmu?”

 

Teman Taeyong tersenyum jahil, “Kau pasti menyukainya!. Kalau tidak, kenapa kau mau saja menunggu gadis itu? padahal jelas-jelas kalian dulu saling bermusuhan!” katanya sambil menyenggol lengan Taeyong.

 

“Jangan macam-macam!”

 

Teman Taeyong terdiam, bahkan Taeyong sendiri. Kedua orang itu menoleh pada Chanyeol yang sudah berteriak pada mereka. Dengan tangan bersedekap serta memasang wajah masam, ia mendekat pada Taeyong dan temannya.

 

“Aku menunggunya bukan karena aku menyukainya!, yang benar saja aku ada perasaan pada gadis urakan itu!. Aku hanya ingin bicara dan memberikan sesuatu, itu saja!. Jadi jangan bicara sembarangan mengerti?!”

 

“Taeyong-ah! Doyoung-ah!”

 

Setelah mendapat sentakan dari Chanyeol, kedua pria itu beralih pada gadis yang sudah berdiri di depan kedai serta membawa dua payung, satu dia pakai dan satunya dia genggam di tangan kiri.

 

“Eoh, sudah datang!”

 

Taeyong datang menghampiri gadis itu kemudian merebut payung di tangan kirinya lalu dia lempar kepada Doyoung yang masih berteduh di kedai. Dengan sigap Doyoung menangkap payung itu seraya menatap bingung pada Taeyong.

 

“Aku akan pulang dengan Wendy, sampai jumpa!”

 

Tanpa menunggu persetujuan Doyoung, Taeyong berlari bersama gadis bernama Wendy yang terus protes pada pria di sampingnya. Doyoung terdiam, lantas menoleh pada pria yang baru dia temui dimana pria tersebut tiba-tiba marah padanya tanpa sebab. Pria itu kini sedang berdiri mematung dengan mata membulat dan tatapan kosong. Tak mau terkena amarah pria tak di kenal lagi, Doyoung segera membuka payungnya dan beranjak pergi.

 

“Argh! Yang benar saja!”

 

Chanyeol mangacak rambutnya kesal. Namun bagaimana pun juga ia tetap berteduh di depan kedai. Menunggu kedatangan Hyojin.

 

***

 

“Sial!, bagaimana bisa turun hujan?”

 

“Kau mau aku menjelaskannya secara ilmiah?”

 

Hyojin memberikan tatapan malas pada ucapan Jong In seraya menggeleng sekali. Jong In tersenyum konyol dan kembali menatap hujan yang turun cukup deras.

 

“Aku lupa bawa payung.” Ujar Sehun memecah keheningan.

 

“Memang kau pernah ingat hal yang berguna?” Hyojin meledek.

 

“Beruntung aku memakai jaket tebal hari ini.” Jong In melihat tanggal di ponselnya, “Padahal aku mau bertemu Hyoyeon noona.”

 

Sehun memukul Jong In yang berada di sebelah Hyojin, “Iya paham yang sudah pacaran!” kemudian mereka tertawa.

 

“Sepertinya ada sesuatu yang aku lupakan…” Hyojin mencoba mengingat-ingat, “Apa ya?”

 

“Masih muda ingatan sudah lemah, makanya kalau aku bilang perbanyak makan sayur kau harus menurut!” Jong In menjewer telinga Hyojin yang langsung di tepis oleh gadis itu, “Memang kau ibuku?!”

 

“Dari dulu kan sudah seperti itu. Jong In berperan sebagai Ibu dan aku sebagai ayah, aigooo uri-Hyojin…” Sehun tertawa bersama Jong In setelah melihat wajah cemberut Hyojin, “Eoh!, sudah jam sepuluh rupanya!”

 

“Wah sudah malam juga ya?”

 

“Besok ada pertandingan baseball, kau harus nonton bersamaku oke?”

 

“Iya aku tahu, jangan merajuk seperti kekasihku!”

 

“Sial!, aku bukan kekasihmu!. Sadarlah Kim Jong In!”

 

“Aku mengerti Oh Sehun!”

 

Hyojin tak ikut larut dengan obrolan santai kedua temannya. Ada hal lain yang mengusik pikirannya dan membuatnya tak fokus. Menyadari diamnya si cerewet Lee Hyojin, Sehun segera menyenggol bahunya. Sekedar memastikan kalau arwah gadis itu masih berada di tempatnya.

 

“Ada apa?” tanya Jong In sedikit khawatir.

 

“Bukan apa-apa.” Kata Hyojin, “Eeehh, Jong In! Sehun!”

 

Keduanya menoleh pada Hyojin.

 

“Jika aku punya janji dengan kalian, tapi aku lupa dan kalian sudah menunggu selama tiga jam, apa kalian akan tetap menunggu?”

 

“Gila ya?!, kalau itu aku pasti sudah pergi tanpa memberitahumu, seenaknya saja lupa pada janji yang sudah dibuat!. Aku juga benci menunggu, kau tahu sendiri kan?”

 

Itu jawaban Jong In.

 

“Kalau aku pasti sudah mengirim pesan setelah satu jam menunggumu lalu pulang, atau paling tidak aku akan membeli barang kesukaanmu dan memamerkannya melalui pesan singkat.”

 

Dan itu jawaban Sehun.

 

“Yah, benar… apalagi sekarang hujan. Tidak mungkin dia menunggu selama itu.” Hyojin meyakinkan diri sendiri.

 

“Ada apa?, kau melupakan janji dengan seseorang ya?”

 

“Kasihan sekali orang itu, kenapa harus membuat janji dengan gadis pikun sih?”

 

Hyojin mengacak rambutnya asal, dia tidak bisa mengabaikan pikiran bodohnya bahwa orang itu masih menunggu di tengah hujan deras. Ia segera melepas jaketnya.

 

“Kalian langsung pulang saja, nanti aku kabari kalau sudah selesai!”

 

Hyojin berlari menerobos hujan, hanya mengandalkan jaket sebagai pelindung. Ia tak mengacuhkan sepatu barunya yang basah karena air dan lumpur.

 

“Awas saja jika ini hanya pikiran bodohku, tamat kau Park Chanyeol!”

 

***

 

Langkah Hyojin terhenti. Ia turunkan jaketnya setelah melihat di depan gerbang kampus tak ada seorang pun yang menunggunya seperti apa yang ia bayangkan. Gadis itu berdecak sebal sembari menyampirkan jaket yang basah di bahu.

 

“Lihat!, dia pasti sudah pulang!. Kenapa aku harus mengikuti kata hati yang bodoh?, arrrgghh!”

 

Tak mau di anggap gila karena berteriak tak jelas sambil membiarkan diri kehujanan, Hyojin berinisiatif untuk mencari tempat berteduh. Namun sebelum kakinya terangkat, sebuah tepukan di bahu mampu membuatnya tersentak sampai terjatuh.

 

“Eoh! Park Chanyeol?”

 

Entah karena efek air hujan yang menghalangi pandangannya atau memang benar seorang Park Chanyeol berdiri di hadapannya sekarang. Hyojin mengusap air di muka lantas memicingkan mata untuk sekedar memastikan apa yang di lihatnya bukanlah halusinasi semata.

 

“Ke-kenapa… k-kau baru da-tang?”

 

Hyojin mengernyitkan alis. Perasaannya tak enak mendengar perkataan Chanyeol yang tergagap. Apalagi saat mendapati Chanyeol tak membawa payung, tubuhnya basah oleh air hujan seperti dirinya. Hyojin juga bisa melihat kalau Chanyeol tengah menggigil kedinginan.

 

“Park Chanyeol?” tanya Hyojin memastikan sekali lagi.

 

“K-kau pi-kir sia… pa?”

 

Hyojin berdiri sambil mengusap bagian belakang tubuhnya, ia lupa kalau sedang hujan dan ia seharusnya tak menghawatirkan celana yang kotor tapi pria di depannya.

 

“Kau menungguku? Selama tiga jam?” lagi-lagi Hyojin bertanya.

 

Tapi Chanyeol terdiam. Hyojin khawatir kalau pria itu sakit atau sedang berada di alam bawah sadarnya hingga bersedia menunggu kedatangan Hyojin selama tiga jam.

 

“Benar… kenapa aku mau saja menunggumu?” Hyojin sedikit bernafas lega karena bicara Chanyeol tak tergagap seperti sebelumnya. “Kenapa… aku…”

 

Tapi tubuh Chanyeol yang ambruk dan menimpanya membuat Hyojin kalang kabut.

 

“Yak! Park Chanyeol!. Chanyeol-ah!”

 

Hyojin berusaha menyadarkan Chanyeol dengan menggoyangkan tubuh pria itu sambil terus menyerukan namanya walau sia-sia saja. Ia juga harus menopang tubuh Chanyeol agar mereka berdua tak jatuh. Butuh usaha yang keras sampai Hyojin berhasil memindahkan Chanyeol ke punggungnya.

 

“Sial!, berat sekali pria ini!” gerutunya saat mencoba menggendong Chanyeol, “Park Chanyeol bertahanlah!”

 

Akhirnya setelah beberapa menit berlalu Hyojin berhasil membuat Chanyeol berada di gendongannya. Dengan susah payah gadis itu berjalan seraya mencari apotek atau mungkin taksi yang bisa mengantar mereka ke rumah sakit.

 

*Hyojin POV*

 

Suhu tubuhnya panas sekali!. Lagipula kenapa dia harus menunggu disana sampai tiga jam? Dia bodoh atau apa sih?!. Sudahlah Lee Hyojin, tak perlu banyak mengeluh dan memikirkan hal lain sebelum menemukan tempat yang layak untuk memberinya pertolongan pertama. Sialnya lagi kenapa tidak ada taksi yang lewat?!.

 

Akhirnya mataku menangkap keberadaan apotek setelah berjalan sekitar satu kilometer dari gerbang kampus. Wah!, aku tidak menyangka bisa mengedong seorang pria di punggung seperti pejantan tangguh hehehe… setelah ini Park Chanyeol harus membayar untuk biaya tulangku yang remuk!.

 

“Permisi! Bisa tolong berikan kompres dan pakaian kering?!” seruku ketika berhasil memasuki apotek. Beruntung tak banyak pelanggan, hanya ada sepasang lansia yang tengah membeli obat sehingga petugas apotek bisa menolongku menurunkan Chanyeol lantas menidurkannya di kursi tunggu. Pasangan lansia tersebut juga membantu dengan memberikan jaket mereka serta mengambilkan handuk kering. Aku berterima kasih sambil melepas sweater Chanyeol yang basah kuyup.

 

“Apa yang terjadi dengannya?” tanya petugas apotek sambil mencari kompres dan obat di etalasenya.

 

“Dia pingsan, saya tidak yakin sebabnya… tapi mungkin karena dia kehujanan selama tiga jam.”

 

“Apa?”

 

Aku tak mengacuhkan keheranan petugas itu, aku sibuk melepas kancing kemeja Chanyeol. Persetan dengan anggapan orang lain bahwa aku gadis mesum, yang jelas aku sedang melakukan pertolongan pertama untuk pria yang pingsan karena demam!.

 

“Sebaiknya kau pakaikan ini untuknya.” Nenek yang sedari tadi membantu memberiku kaos lengan pendek, “Ini milik cucuku, kau bisa mengenakannya. Bajumu juga basah kuyup.”

 

Aku menerimanya, tapi bukan untukku melainkan aku pakaikan pada Chanyeol. Setelah itu aku pasangkan jaket pinjaman kakek tadi padanya.

 

“Nak, nanti kau juga sakit.”

 

Beliau orang yang baik, tapi kurasa aku tidak akan mudah sakit, dan lagi, Chanyeol lebih membutuhkannya. Petugas memberiku kompres, dia menyuruhku memasangnya di dahi Chanyeol sementara ia mencoba menyadarkan pria itu agar meminum obat pereda demam. Tapi Chanyeol tak kunjung sadar, membuatku semakin khawatir dengan keadaannya.

 

“Chanyeol-ah!, bangunlah!. Setidaknya sadar untuk minum obat!”

 

Aku frustasi karena Chanyeol masih belum sadar. Setidaknya dia harus bangun sebentar untuk meminum obat lalu-

 

“Hyo-jin…”

 

Mataku membelalak dan segera berlutu disampingnya, “Iya, ini aku Lee Hyojin!” petugas apotek menyuapkan obat pada Chanyeol lantas memberinya segelas air putih. Aku bisa melihat tangan Chanyeol yang lemas berusaha menggenggam gelas tersebut serta meminumnya. Setelah habis, petugas membawa gelas itu pergi dan meminta Chanyeol untuk berbaring.

 

“Maaf karena disini tidak ada tempat tidur yang nyaman.” Kata petugas itu setelah kembali sambil membawa bantal lalu di taruh di bawah kepala Chanyeol.

 

Aku membungkuk hormat padanya, “Terima kasih atas pertolongan anda.” Lalu aku beralih pada pasangan lansia yang turut membantuku. “Terima kasih!” kataku pada mereka sambil berkali-kali membungkuk.

 

Aigooo tak masalah!. Aku terkejut sekali saat kau datang sambil menggendong pria yang lebih besar darimu. Kau benar-benar gadis yang kuat!” ucap nenek itu memujiku.

 

“Kau benar-benar gadis yang baik, rela berkorban dan juga tangguh. Dia pasti sangat senang mempunyai kekasih seperti dirimu.”

 

Aku tertegun mendengar penuturan kakek tersebut, dengan terpaksa aku tersenyum mengiyakan perkataannya. Setidaknya anggap itu sopan santun, bukannya kesempatan untuk mengakui Chanyeol sebagai kekasihku. Andai saja anda tahu kalau pria ini sudah menyukai gadis lain, pasti anda tidak akan berkata demikian.

 

“Dia hanya demam, suhu tubuhnya sudah tak begitu tinggi. Sekarang dia butuh istirahat. Karena tempatnya tidur sempit, kau harus jaga dia agar tak terjatuh.” Petugas tersebut menjelaskan.

 

“Baik.”

 

“Sebaiknya kau lepas celananya juga, aku ada celana tak terpakai di gudang. Sementara aku mengambilnya, tolong kau lepas sepatunya juga.”

 

Mataku kembali terbelalak. Barusan dia bilang apa? Lepas celana?!.

 

“Kalau begitu kami permisi juga. Baju dan jaketnya tak usah di kembalikan, untukmu saja.”

 

Pasangan lansia itu beranjak pergi. Tidak bisakah kakek membantuku untuk melepas celananya? AKU INI WANITA!.

 

“Ta-tapi bajunya…”

 

Nenek menepuk bahuku pelan, “Aigooo tak usah sungkan!. Kami harus segera pergi, hujannya sudah reda…” aku menoleh, ternyata hujan memang sudah reda. “Sampai jumpa, nak. Semoga bisa bertemu gadis hebat seperti dirimu lagi.”

 

“Ba-baik… tapi!-”

 

Belum selesai aku berbicara mereka sudah pergi menaiki taksi.

 

Tunggu!, taksi?!. Kenapa tadi aku cari-cari tidak ada?!. Dan kenapa hujannya baru berhenti sekarang huh?!.

 

“Kau belum melepas celananya?”

 

Aku terhenyak saat petugas sudah kembali sambil membawa celana olahraga hitam serta sepasang kaos kaki.

 

“Ah iya, aku lupa kalau kau wanita.” Aku tersenyum kikuk mendengarnya, apa daritadi dia anggap aku ini pria?!. “Kalau begitu kau hadap ke arah lain sampai aku selesai menggantikkannya.” Aku menuruti kata pria itu karena tak mau mataku ternodai dengan melihat hal yang tak pantas untuk di lihat. Yah, walau aku sudah melihat bagian atas tubuh Chanyeol bukan berarti aku tidak tahu tata karma sehingga lancang membuka celana pria kan?.

 

“Apa perlu aku panggilkan taksi?, kalian harus pulang dan beristirahat. Terutama dirimu, lihat pakaian basah itu!”

 

Aku mengangguk pelan meski tahu pak petugas tak akan bisa melihatnya. “Terima kasih sekali lagi. Saya akan menelpon-”

 

Lagi-lagi aku baru sadar bahwa sejak menghampiri Chanyeol di depan gerbang kampus sampai berada disini, ponselku ikut basah karena hujan. Dan kau tau apalagi yang lebih mengejutkan? Ponselku tidak tahan air!.

 

“Aissh!” gerutuku saat mendapati ponsel sialan itu mati total.

 

“Ponselmu mati?. Wah, sepertinya hari ini kau bernasib sial ya?”

 

Aku mengangguk pelan pada pak petugas yang sudah selesai melakukan tugasnya.

 

“Biar aku panggilkan taksi untukmu. Kau punya uang?”

 

Mendengar pertanyaan tersebut aku segera mengecek dompet, “Iya, cukup untuk kami pulang.” Ujarku setelah menghitung jumlah uang yang tersisa sebanyak dua kali. Berjaga-jaga siapa tau aku salah hitung, bisa gawat jika supir taksinya melempar kami keluar karena uang yang kurang.

 

“Oke, sekarang kau bereskan pakaian kekasihmu dan bawa ini pulang…” ia memberiku kantong untuk baju basah milik Chanyeol serta obat penurun demam, “…pastikan besok pagi dia meminumnya. Tidak usah membayar, aku paham kau tak akan sanggup, anggap aku bersedekah padamu.”

 

Ya ampun, dia begitu perhatian pada kami tapi kata-katanya dingin dan menyakitkan. Karena yakin aku tak bisa membayar obat (kalau uangku terkikis aku tak bisa bayar ongkos taksi) maka aku menerima sedekah pak petugas apotek ini. Aku tidak boleh marah meski kata-katanya begitu, toh dia sudah banyak menolongku.

 

“Terima kasih banyak, benar-benar terima kasih.” Aku membungkuk berkali-kali padanya, kemudian beralih pada Chanyeol yang keadaannya sudah lebih baik.

 

“Ya, sama-sama, oh iya aku mau keluar sebentar. Tolong jada apotek, kalau ada pelanggan katakan untuk menunggu, tapi sepertinya sudah tidak ada pelanggan datang selarut ini. Tolong ya?”

 

Aku mengangguk menyanggupi, menjaga apotek bukan perkara sulit kok!. Setelah itu pak petugas keluar apotek tanpa seragam apotekernya. Entah kemana tujuannya, itu bukan urusanku.

 

Aku menatap Chanyeol, kemudian berjongkok untuk melihatnya dari dekat. Alisnya berkerut, sepertinya dia kesakitan. Maafkan aku Park Chanyeol!, seharusnya aku tak lupa dan membuatmu menunggu seperti itu. Jika keluargamu tau kau sakit karena calon tunanganmu, mereka pasti marah sekali ya?. Ah!, bicara apa aku ini. Park Chanyeol sudah bukan calon tunanganku lagi, perjodohan kami di batalkan oleh pria tua menyebalkan itu dan dengan seenaknya membuat keluarga Park dirundung masalah. Sekarang, aku malah membuatnya sakit.

 

Ragu-ragu, aku mengusap kepala Chanyeol. Setidaknya dia tidak akan sadar dengan kelakuanku saat ini kan?. Aku tidak tahu bagaimana dan kapan dia bertemu Rae Mi, tapi bagaimana dan kapan aku bisa jatuh hati padanya?.

 

“Hyojin?”

 

Tanganku kaku seketika saat Chanyeol membuka mata. Dia menatapku terus, membuatku gugup dan tidak tau harus melakukan apa. Jantungku berdegub kencang melihat matanya berkedip dengan perlahan sambil terus memandangku.

 

“Kenapa aku menunggumu?”

 

“A-apa?”

 

Sial! Kenapa bicaraku jadi gagap begini?!.

 

“Memastikan…”

 

“Me-memastikan ap-”

 

Belum sempat bicara lebih lanjut Chanyeol sudah membungkamku…

.

.

.

.

MEMBUNGKAMKU DENGAN BIBIRNYA!, dengan kata lain dia menciumku!. Pria ini pasti sudah gila!, lebih gilanya lagi aku tak sanggup melakukan apapun dan malah menutup mata!.

 

 

~TBC~

 

 

La la la la la la la la la la~ Happiness! *nyanyi ala red velvet*

Ho ho ho ChanJin moment (Official couple name is CHANJIN!!!) sudah diperbanyaaaaaak! *lap keringat*tebar confetti* fiuh… author ikut deg deg ser waktu bagian akhir chapter 13 ini, gak nyangka bisa bikin adegan kissing juga padahal di pikiran saya, saya gak bisa bikin adegan romantis kaya begitu. Yah, seenggaknya Hyojin menang banyak lah ya kekekeke *dihajar Hyojin*

Maaf ya karena kali ini rada molor lagi update-nya dikarenakan author sedang sakit dan sibuk sama berkas pendaftaran kuliah huhuhu semoga pembaca sekalian mengerti dan masih setia nunggu fanfict ini…

Dan maaf juga karena kemarin belum mencantumkan nama / username pembaca yang sudah menyumbang ide dan di tuang di fanfict, ini dia pembaca yang idenya saya pakai di chapter kemarin : (Oh Sherly – Chanyeol tahu sisi rapuh Hyojin)

Untuk chapter ini saya juga pakai cover baru semoga semakin menarik dan berminat buat membaca fanfict nya. Selain itu supaya kalian gak bosen nunggu update-an ff TOPIY, saya juga bakal ngirim ff baru lain yang -semoga- ga kalah seru dari ff ini dan semoga para pembaca suka. Oke segitu dulu dari saya…

RCL Juseyoooo~~~

35 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The One Person Is You (Chapter 13)”

  1. Asssaaaa~~ akhirnya ada adegan ini *plak wkwkwk
    Sadar kek sadar kalo kalian itu udah saling suka. Ayo chanyeol nyatain perasaan muuuu~~ 😀

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      hehehehe emang jatuh cinta itu susah ya wkwkwkwk, btw chapter 14 udah keluar, udah baca belum? hehehe selamat menikmati ff nya yaaa

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      ahahahahaha adegan yadong uhuhuhu *mulai berfikiran yadong* aduh authornya ga mahir soal itu, masih polos soalnya *plak*dihajar Hyojin* btw chap 14 udah ada silahkan dibacaaaa

  2. Akhirrnya udah update lagi yeaay chanjin moment! Hyojin baik bgt mau gendong chanyeol, kayanya chan nyium hyojin pgn mastiin deh dia suka atau engga sm hyojin, semoga aja suka. Tp sebenrnya msh belum puas walopun chan udh nungguin 3 jam smpe sakit tp aku mau liat dia lbh berusaha lbh susah lg buat dapetin hyojin nantinya wkwkwk oya seneng bgt sm 3 serangkai hyojin sehun jongin yg udh baikan! Persahabatan mereka bnr2 lucu! Semangat thor buat next chapternya

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      adegannya di inspirasi dari drama reply 1997 loh, pas adegan Seo In guk sama eunji ciuman kekekeke~ btw chap 14 udah ada, silahkan dibacaaaaa

  3. Wooaah!! Gk nyangka ide aku bakal dipake thor,setelah aku tau klo author pake saran aku,aku langsung histeris seketikaa *lebay/lupakan/* makasih yaa thor udh mau ikutin saran aku.^^

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      hehehe sama-sama, author malah berterima kasih udah dikasih ide supaya ceritanya semakin menarik dan bila di lanjut. terus kasih ide yang menarik yaaaaaa

  4. hah.. ya ampun kasian amat chanyeol nungguin hyojin ampe 3 jam,, emng dsar hyojin pikun.. tapi cie chanyeol udah mulai suka ya sama hyojin.. next chapternya di tunggu yaaa..

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      iya nih Hyojin tega banget sama yeolli *Hyojin : adanya dia yg tega udah nge-PHP in gua* kekekeke tunggu next chapter yaaa eh chap 14 udah ada loh silahkan dibacaaaaa

  5. yehhhhhhh akhirnya jogin sehun sm hyojin berbaik semula akhirny mrk brtmn kembali,,, chanyeol perhatian bngt sm hyojin snggup tnggu selama 3 jam,chanyeol udh lp yh sm rae mie hahaha i hope aku mau chan sm hyojin bersatu. unni jgn lama2 yh sentiasa tnggu ff unni

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      tiga sahabat konyol yg keren kembali yeth ehehe, iya nih AADC alias Ada Apa Dengan Chanyeol wkwkwkwkwkwk… iya diusahakan cepet nih tunggu chapter selanjutnya yaaaaa

  6. Waah akhirnya chanyeol mulai menyukai hyojin.. Semoga mereka kembali bertunangan yaa. Lanjut thor.. Penasaran!! ><" .

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      iya gak ya? kekekeke amiiiin *eh yg ngaminin itu Hyojin loh wekekekeke* Hyojin : apaan sih thor! *blush* tunggu chapter selanjutnya yaaaa

  7. ommo ommo
    kayaknya yeoliii mau mastiin deh, dia suka atau enggak sama hyojin
    akhirnya, mereka saling care juga! ahay

    next

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      ehehehe kata”nya chanyeol terinspirasi dari drama reply 1997 waktu seo in guk kissing sama jung eunji nih ehehehehe
      tunggu next chapter yaaaa

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      iya, persahabatan paling keren yang pernah author tulis di ff kekekeke… oke tunggu chapter selanjutnya yaaaa

  8. akhirnya 3 sahabat tergila + terkonyol sedunia bersama lagi 😀 senang banget lah pokoknya. yg bikin terkejut + dag dig dug serr *apalah -_-* itu akhirnya apa?! chanyeol sadar nggak tuh atas perlakuannya ama hyojin
    makin penasaran nih ama kelanjutannya!! author TOPIY yg baik sedunia XD jangan lama2 ya lanjutin ceritanya ^^ hehehe… *maksa dikit :v XD

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      hehe iya, author sendiri kangen nulis kegiatan ttg mereka ber3. sadar nggak yah? ehehehehe… ahohohoho dipanggil baik nih kekekeke oke bakal di lanjutin dengan semangat kok, tunggu next chapter yaaaaa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s