[EXOFFI FREELANCE] They Are My Oppa (Chapter 3)

ff_tamo

 

THEY ARE MY OPPA (Chapter 3)

Author : DOta

Length : Chapter

Gener : family, romance, drama, school life

Rating : PG 15

Cast : Member EXO and OC, other u can find by ur self

The OC and story are belong to me. Please don’t do copy and paste without my permission

Warning! Typos everywhere..

Sorry for typo’s ^^

 

^Happy Reading^

 

 

Cuplikan chapter 2

 

Suho, kai, dan da young sudah berada di dalam mobil yang dibawa oleh kai. Suho menyetir, kai di samping suho dan da young di kursi belakang.

“sampai..” kata suho, dan mobilnya pun berhenti tepat di depan rumah mereka.

Tidak ada yang menyahut ataupun sorak-sorak karena sudah sampai di rumah, hening.

Kai dan da young tertidur pulas.

 

Chapter 3

 

“hoam… hyung, apa kita sudah sampai?” tanya kai yang terpaksa bagun dari mimpi indahnya karna menyadari mobil yang di tumpanginya berhenti.

“hn, sepertinya kau lelah, ayo kita masuk, kau butuh istirahat” jawab suho sambil melepaskan beltnya.

“apa da young sudah masuk?” tanya kai yang menyadari tidak ada suara da young

“dia masih tertidur” jawab suho sambil melihat ke arah da young

“haruskah kita membangunkannya?” kata kai sambil melihat ke ara da young yang masih tertidur pulas “atau kita bopong saja kedalam?” lanjut kai

“hoam,, siapa yang akan di bopong?” tanya da young sambil menguap

“kau!, sudahlah, lagi pula siapa juga yang ingin membopong bebek gemuk sepertimu” kata kai yang meledek da young.

Da young yang tadinya belum sepenuhnya bangun menjadi benar benar segar dan membulatkan matanya kala mendengar perkataan kai “mwo?!, BEBEK GEMUK?!, hya! Kau itu seperti cacing hitam yang sangat PECICILAN!”

“BEBEK GEMUK, yang selalu makan :P” kata kai lebih meledek da young, spontan da young langsung memukul kepala kai.

“rasakan itu” pekik da young sambil meninggalkan mobil dan langsung menuju pintu rumahnya.

“bukannya kau akan memberikan kejutan selamat datang?” tanya suho yang melihat kai masih duduk merintih kesakitan di dalam mobil

“ah, benar, argh” ucap kai sambil meninggalkan mobil dan di susul oleh suho

“hya, bebek gila, berhenti kau” ucap jongin sambil sedikit berlari ke arah da young.

 

Amarah da young sudah di ubun-ubun, ia memberhentikan langkahnya dan beralih menatap jongin “MWO?!, tadi gemuk sekarang gila?? Apa aku sedang tidak salah dengar, huh” kata da young yang semakin naik darah “apa mau ini lagi” lanjut da young sambil menunjukkan kepalan tangan kanan nya

“m-maksud ku bukan itu youngi-ah” ucap kai sedikit merayu da young. Gak tau karena takut pada kekuatan da young atau takut acara kejutannya akan rusak karena perdebatannya dengan da young.

“lalu apa!?” tanya da young menaikkan suaranya “mau me-ngatai aku apa lagi, huh?!” lanjutnya

Suho yang melihat pertengkaran itu semakin panjang langsung menengahinya “sudah sudah, kita masuk saja dulu, kalau kau sudah masuk, nanti kamu tahu kenapa jongin seperti ini” kata suho menengahi perdebatan itu “ ayo kita masuk” lanjut suho dengan nada mengajak yang sangat ramah.

“kajja young-ah” ucap kai dengan nada selembut mungkin.

“awas saja kalau ku mengatai aku lagi, nih” pekik da young sambil menunjukkan kepalan tangannya ‘lagi’.

“aku kalah young-ah” sahut kai masih dengan nada selembut mungkin. Da young yang mendengar ucapan kai langsung menurut masuk ke dalam rumah itu.

 

Dan…….

“Tara…..” kejutan pun dimulai….keterkejutan juga terharu tidak bisa disembunyikan dari raut wajah da young.  pesta penyambutan kembalinya ingatan da young disambut dengan hangat dan meriah di rumah itu, semua member ada di sana, bi shim dan….

 

Da Young POV

Dan jongin membawa seseorang yang bisa dibilang membuat para wanita berdecak iri padanya. sangat cantik, dan chanyeol juga membawa seseorang yang tingginya hampir sama dengan ku, yup mereka sedang dalam masa pedekate, kalau jongin sudah resmi pacaran dengan krystal unnie… ‘aku kira orang se-jail jongin tidak memiliki pacar, ternyata….’

 

Author POV

Da young yang sangat terharu hanya bisa tersenyum kagum dengan semua yang sudah di persiapkan

Ada berbagai macam makanan korea dan juga ada beberapa masakan indonesia tertata rapih di meja makan yang sangat besar itu.

“wah… Daebak, terimakasih oppa,, ini sangat… menakjubkan” kata da young tanpa melihat ke oppa-nya dan melihat ke arah meja makan “apa ini bukan mimpi?” lirih da young, tetapi masih bisa terdengar.

“tentu saja tidak” ucap sehun puas

“pasti butuh waktu yang sangat lama untuk kalian melakukan hal ini kan?”

“itu juga tidak”

“lalu…..”

“ini semua dimasak oleh bi shim dan-“ perkataan kyungsoo terpotong oleh chen,

“di bantu oleh yoja yoja cantik ini” sambil memamerkan senyumannya

“wah,,, eonnie juga pintar memasak ya..” ucap da young yang merasa kagum dengan unnie di depannya “ cantik, pula” lanjutnya.

“terimakasih, tetapi kami tidak membantu terlalu banyak kok” jawab krystal dengan senyuman bak bidadarinya, lalu mendapatkan anggukan setuju oleh joy.

 

 

Semuanya bersenang senang menghabiskan waktu sampai larut malam, dari permainan truth or dare sampai menebak teka-teki sudah dilakukan oleh mereka, minuman soda juga sudah bisa dihitung dengan jari dan hanya tersisa piring kotor di meja yang belum dirapihkan, karna da young ingin merapihkannya sendiri, ia tidak ingin merepotkan bi shim sampain larut malam.

Kai mengantar krystal pulang, begitu juga dengan chanyeol, dia mengantar joy pulang dengan mobilnya.

Yang lainnya masih ,menikmati film yang ia tonton, film itu berjudul Pure Love yang di bintangi oleh Soo Hyun dan Kyung Soo, tetapi xiumin, lay, dan chen sudah terlelap di sofa sementara sehun berada di bawahnya, ia baru saja tertidur, padahal ini scane serunya.. tersisa da young, kyungsoo dan baekhyun. Da young yang terlalu terbawa emosi meneteskan air mata ketika filmnya ending, kyungsoo yang mendengar isakan kecil da young langsung mengambilkan tisu di sampingnya,

dan baekhyun langsung pergi berencana mengambil beberapa selimut untuk semua yang sudah terbawa ke alam mimpi.

“sudahlah, dia tidak benar benar mati, young-ah” kata baekhyun sambil menepuk nepuk punggung da young

“hiks… huuuuaaaa,,,, wae, kenapa dia harus mati, bukankah pemain utama harusnya bersatu, harusnya bum-sil bersatu dengan soo-ok…” isak da young.

Kyungsoo yang mendengarnya langsung menatap ke arah da young yang sedang mengoceh sambil menangis.

“haruskah?” tanya kyungsoo yang sama sekali tidak meneteskan air mata, mungkin karna sudah lelah menangis saat syuting><

“sudahlah, ini yang dinamakan sad ending” sahut baekhyun “kalau begitu aku pergi mengambil selimut dulu untuk mereka, ok..” lanjutnya

Da young tetap menangis kecil sambil menutup wajahnya, takut membangunkan oppa-oppa nya “kenapa bukan happy ending?” baekhyun yang mendengar hal itu langsung memberikan isyarat pada kyungsoo, tanda agar kyungsoo menjawab pertanyaan da young, dan baekhyun pergi untuk mengambil beberapa selimut.

Kyungsoo merasa sedikit canggung, karena da youg masih menangis, ia tidak tau harus apa..

“apa acting-ku terlalu buruk, hingga kamu tidak menyukainya dan menangis?” tanya kyungsoo sambil menatap kosong ke arah TV

“bukan itu oppa, acting mu keren sekali, itu sangat bagus, hanya saja aku tidak menyukai sad ending” jawab da young melihat ke arah kyungsoo sambil menghapus air mata yang sudah mebasahi pipinya.

“tetapi kau menangis” sahut kyungsoo sambil menatap ke arah mata da young, mata mereka-pun bertemu dan saling menatap dalam diam, hening….

Kyungsoo langsung memeluk da young “kau tidak boleh mengangis, ok?” da young membulatkan matanya dan tubuhnya kaku seketika ketika kyungsoo memeluknya, “hmm?” kyungsoo kembali bertanya

“ah,, yee oppa” jawab da young sambil melepaskan pelukan itu.

“itu sangat keren, actingmu, oppa” kata da young sambil mengacungkan dua ibu jarinya, kyungsoo hanya tersenyum mendengar ucapan da young, menurut kyungsoo itu bukan hanya sekedar pujian, tetapi juga pernyataan.

“kalau begitu sekarang kamu karus tidur, ini hampir tengah malam” kata kyungsoo sambil tersenyum dan berdiri lalu mengulurkan tangannya. Da young sedikit kaget saat kyungsoo mengulurkan tangannya

“aku tidak akan tidur di kamar mu, aku ingin membangunkan mu, pasti sangat pegal duduk berjam-jam” jelas kyungsoo dan da young langsung menurut.

‘akh, apa yang berada di pikiranku ini(?)’ gumam da young dalam hati.

“apa mereka tidak apa-apa tidur di luar begini?” tanya da young sambil melihat ke arah oppa-oppanya yang sudah terlelap.

Tiba tiba baekhyun datang dengan beberapa selimut tebal di tangannya “mereka akan baik baik saja” sahut baekhyun sambil menunjukkan beberapa selimut di tangannya, kyungsoo dengan sigap membantu baekhyun.

“aku juga ikut bantu” kata da young sambil mengambil selimut dari kyungsoo. Kyungsoo terlihat tidak masalah dengan yang da young lakukan.

 

“hya,, film itu sangat seru, kanapa kau se-enaknya tidur, huh” lirih da young melihat ke arah sehun yang masih setia menutup matanya dengan rapat, lalu menyelimutinya Baekhyun hanya tertawa melihat tingkah da young, kyungsoo hanya tersenyum dan sedikit merasa aneh akan hal yang baru saja terjadi di depan matanya.tepatnya perasaanya saat ini. Aneh.

Sesudah semuanya beres da young berencana merapihkan meja makan, baekhyun merapihkan ruang tamu yang tidak kalah berantakkan-nya dengan ruang makan, kyungsoo berniat mencuci piring.

“aku akan membersihkan meja makan” sahut da young

“kalau begitu aku akan membereskan ruang tamu” sahut baekhyun

“aku akan mencuci piring” sahut kyungsoo langsung pergi ke arah tujuannya. Da young dan baekhyun-pun langsung bergegas ke tempat tujuannya masing-masing.

Da young memisahkan sampah dengan piring kotor, piring kotor ia antarkan ke kyungsoo dan sampah ia kumpulkan di kantong plastik besar berwarna hitam, baekhyun-pun melakukan hal yang sama.

Sehun terbangun ketika mendengar decak-kan samar da young yang melihat sampah kotor di ruang TV tadi.

“kenapa kau belum tidur?” tanya sehun yang baru saja membuka matanya dan langsung berdiri

“kau sudah bangun..” ucap da young cuek.

“aku akan bantu” sehun langsung mengambil kantong plastik besar yang hampir terisi penuh di tangan da young.

Da young menjawab sambil menguap “filmnya sangat bagus, kenapa kau malah tertidur, huh”,

“hya,, aku juga menonton filmnya” sahut sehun sambil memunguti sampah yang berada di sekitarnya

“tunggu, tunggu, ‘kau’, hya.. sejak kapan kamu memanggil-ku dengan sebutan itu?!”

“aku akan mamanggil mu itu, kalau ‘KAU’ melakukan kesalahan” sahut da young

“memangnya apa salahku?” tanya sehun yang bingung.

“kau tertidur” ucap da young mengabaikan tatapan mata sehun.

“yang lain juga tertidur, kenapa aku saja yang di salahkan” sahut sehun.

Da young hanya menatap tajam ke arah sehun, mata mereka bertemu, sehun sedikit kaget dan akhirnya memilih mengalah, ia jarang sekali mengalah, tetapi ia sering sekali mengalah dengan da young. Aneh.

“kalau begitu.. apa yang harus kulakukan agar kamu mau memanggilku ‘oppa’ lagi?” tanya sehun dengan suara seramah dan selembut mungkin.

“hmm… sesudah membereskan ruangan ini bantu aku memindahkan mereka ke kamarnya” jawab da young sambil menatap oppa oppanya yang sudah tertidur pulas.

“call” sehun tidak tahu yang sedang berada di kepalanya saat ini, tiba tiba saja dia mau menyetujui permintaan da young, padahal belum tentu ia bisa memindahkan hyung-hyung nya.

“ok” sahut da young puas.

 

Kyungsoo sudah selesai menyuci piring dan bergegas ke ruang makan yang tidak jauh darinya, untuk meminum air dan melihat da young, tetapi da young tidak ada di sana dan ia berencana mencari dayoung.

“young-“ perkataan kyungsoo terhenti saat melihat adegan yang sangat membuat ia terkejut, sangat terkejut sampai gelas yang berada di tangannya terlepas.

 

5 menit sebelum gelas yang di pegang kyungsoo pecah

“sekarang kita akan mengangkat suho oppa dulu, baru xiumin oppa dan selanjutnya” jelas da young sambil menatap ke arah sehun, sehun hanya manganggukkan kepalannya dan tersenyum

“hana, dul, ses” suara sehun sedikit menyadarkan suho yang sagat terlelap

“hya, pelankan suaramu” kata da young yang mengecilkan suaranya

“oke..” jawab sehun yang juga memperkecil suaranya

“lebih kecil”

“oke” mengikuti instruksi da young.

Tidak butuh lama untuk memindahkan suho menuju kamarnya, karna kamar suho tidak jauh dari sana.

Tiba tiba da young kaget dan melompat ke arah sehun,

karna da young yang terlalu tiba tiba melompat ke arahnya membuatnya tidak bisa seimbang menahan tubuh da young, sehun langsung terjatuh dan di susul oleh da young yang juga ikut tertarik ke arhnya.

Sehun berada di bawah dan da young berada di atas sehun, lebih tepatnya meniban sehun.

Merekapun saling tatap menatap, bingung dengan apa yang terjadi

“t-tadi ada k-kecoa” jelas da young sedikit gugup karena berada sangat dekat dengan sehun

“m-maaf aku menjatuhkan mu” ucap sehun yang sedikit gugup dan terkejut.

“a-aku yang salah” lirih da young tak kalah gugup dan terkejutnya

Sehun yang mulai merasakan ada yang aneh dengan perasaannya langsung membetulkan posisinya, ceroboh, itu yang sehun lakukan ketika sedang merasakan hal ‘aneh’, ia bangun tanpa bilang atau mendorong tubuh da young yang berada tepat di depannya. Dengan tidak sengaja sehun mempertipis jarak antara dia dengan da young, hampir saja ia menempelkan bibirnya ke bibir da young, dengan sigap da young bangun, dan..

 

‘Prang’

Suara benda yang jatuh terdengar oleh mereka

“oppa” pekik da young

“hyung” sahut sehun

“ada apa dengan posisi kalian?” tanya kyungsoo yang menahan keterkejutan dan amarahnya.

“tadi-“ sahut sehun dan da young bersamaan

“aku-“ bersamaan lagi

“sudahlah, kalian harus istirahat karena besok kita semua harus bangun lebih awal” kata kyungsoo selembut mungkin dan menampilkan senyum terpaksanya

‘oppa, kau memang penyelamat hidupku, jantungku hampir saja lolos dari persinggahannya’ gumam da young dalam hati.

“k-kalau begitu aku ke kamar, oppa.. oppa juga harus istirahat” sahut da young ke arah kyungsoo dengan perasaan yang sedikit gugup karna takut ada kesalah pahaman yang membuat dirinya canggung.

“aku tidur hyung” pekik sehun sambil bergegas ke kamarnya. Kyungsoo hanya menjawab dengan senyuman palsunya.

Kyungsoo langsung membereskan pecahan gelas yang berada dekat dengannya. Karna ia tidak fokus dengan pecahan beling itu, jarinya tergores oleh pecahan beling yang ia pegang.

“akh..” rintih kyungsoo dengan suara pelan

.

.

.

Ke esokan harinya sehun, da young dan kyungsoo sedikit canggung karna kejadian tadi malam, mereka berusaha untuk tidak saling canggung. Baekhyun yang sebenarnya mengetahui apa yang terjadi hanya diam dan mencoba memecahkan keheningan.

“morning…” sapa baekhyun

“morning oppa, mau sarapan apa?” sahut da young

“hm.. aku ingin apa saja yang dibuat oleh mu” jawab baekhyun sambil tersenyum

“hyung, sudah bangun?” kata sehun yang baru menyadari kehadiran baekhyun.

Sementara kyungsoo hanya terdiam menatap kosong luka yang ada di tangannya

“seperti yang kau lihat” jawab baekhyun

“kyungsoo-ya.. kenapa kau diam saja?” tanya baekhyun basa basi “jari mu… luka?” lanjutnya.

“luka?!, oppa terluka? Apa karna pecahan gelas itu??” tanya da young khawatir “akh, aku ini memang bodoh, kenapa bukan aku saja yang membereskannya”
lanjut da young

“harusnya aku hyung” sahut sehun yang merasa tidak enak dengan kyungsoo yang melihat kejadian tidak terduga itu.

“ah.. ini tidak apa apa, hanya terkena goresan kecil saja, tidak usah khawatir..” jawab kyungsoo menyinggungkan sedikit senyumnya. ‘ini tidak sakit, tapi sesuatu yang lain’ gumamnya dalam hati.

Baekhyun mengerti dengan situasi ini, jadi dia berusaha untuk mengembalikannya ke situasi semula “kalau begitu, mari kita makan sarapan buatan uri young-i”

“aku akan memanggil yang lainnya” kata sehun langsung bangun dari kursi yang didudukinya

“aku saja, oppa makan saja” sahut da young cepat dan bergegas untuk memanggil oppa-oppanya

 

@kamar xiumin dan sehun

Tok, tokk, tokk

Da young mengetuk pintu kamar itu “oppa… oppa, waktunya sarapan” teriak da young, karna tidak ada respon dari dalam, da young langsung membuka pintu kamar itu “oppa..” pekik da young.

“ah.. young-ah.. wae?” tanya suho yang baru saja keluar dari kamar mandi.

“a-aku kira oppa belum bangun, makannya aku datang kesini, mari kita sarapan” tanpa ia sadari pipnya sudah bersemu merah “Xiumin oppa mana?” tanyanya berusaha menghilangkan rasa malunya.

“ahh,, mungkin dia sedang berolahraga, nanti biar aku saja yang ke ruang olahraga”

“ah… ok”

 

@kamar lay dan chen

Tok..tokk..tokk

Lagi-lagi da young mengetuk pintu kamar yang berada tidak jauh dari kamar sebelumnya.

“oppa… mari sarapan” teriak da young sambil terus mengetuk pintu kamar itu

“aku akan keluar sebentar lagi young-ah” teriak chen dengan suara emasnya

“ok, apa lay oppa sudah bangun?” tanya da young tetap berada di luar kamar, takut kejadian yang di kamar sebelumnya terulang lagi, yaitu suho yang keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk saja

“sudah, dia sedang di kamar mandi”

“huh,, hampir saja” sahut da young pelan

“apa kau masih disana young-ah?” tanya chen yang sedang merapihkan tempat tidurnya

“nae..”

“tidak perlu mengunggu young-ah, aku akan kebawah sebentar lagi” teriak chen

“baiklah” jawab da young dan segera ke kamar berikutnya

 

@kamar chanyeol, kyungsoo dan baekhyun (kamar ini lebih besar dibanding kamar lainnya, karena isinya untuk 3 orang)

Baru saja da young ingin mengetuk kamar itu, dia langsung meng-urungkan nniatnya, karna hanya chanyeol yang berada di kamar itu. Ia memutuskan langsung masuk kamar itu

“oppa, saatnya sarapan” ucap da young sambil membuka pintu kamar.

“oppa masih tertidur?” tanya da young yang melihat seluruh tubuh chanyeol tertutupi selimut kecuali rambutnya.

“oppa??” tanya da young yang mulai heran karna chanyeol tidak menjawab.

“aku akan tidur beberapa menit lagi, young-ah” jawab chanyeol

“kenapa suara oppa seperti itu?? Apa oppa sakit?” tanya da young khawatir “oppa??” karna da young tidak sabaran, ia segera menarik selimut yang menutupi chanyeol, dan benar saja, chanyeol demam

“oppa sakit, kita harus ke rumah sakit”

“tidak perlu young-ah… aku hanya perlu istirahat saja”

“tidak op-“

“hanya demam”

“baiklah, aku akan membuatkan bubur, kamu harus cepat sembuh, ok”

“tidak perlu youngi-ah” chanyeol melihat ke arah da young “baiklah..” ia menyetujuinya kala melihat da young menampakkan mata tajamnya, tanda tidk setuju. Lalu da young meniggalkan kamar itu dengan sedikit senyumannya.

 

 

Semua sudah berada di meja makan, kecuali chanyeol dan da young. Da young meminta izin untuk sarapan bersama chanyeol, karna ia perlu mengurus chanyeol yang sedang demam.

Suasana meja makan tidak seprti sebelumnya, entah kenapa tidak seseru saat da young makan bersama dengan mereka.

“ini tidak asik” pekik sehun memecahkan keheningan

“benar” sahut kai yang baru saja selesai memakan kue beras buatan da young

“apa karena tidak ada perempuan di meja makan ini?” tanya lay yang berusaha memberi candaan

“makan saja!!” sahut suho sambil menyumpal mulut lay dengan kue beras

“apa aku harus membawa krystal kerumah ini?” tanya jongin yang juga sebuah candaan

“apa kau gila?!” pekik xiumin yang juga menyumpal mulut kai dengan kue beras miliknya.

Semuanya tertawa terbahak bahak melihat kejadian yang baru saja tersaji tepat di depannya. Semua kembali semula, hanya saja masih ada yang mengganjal di hati sehun dan kyungsoo. Masih merasa aneh dengan perasaan nya sendiri.

 

@kamarChanyeol

“siapa yang meng-izinkan oppa sakit huh?!” ketus da young sambil menyuapkan se-sendok bubur ke mulut chanyeol

“joesong haeyo” jawab chanyeol sesudah menelan bubur yang masuk di mulutnya

“aku tidak me-maafkan mu!” ucap da young sedikit menyiptkan matanya “oppa harus sembuh, baru aku bisa mempertimbangkan untuk me-maafkan oppa” lanjutnya.

“aku akan sembuh” jawab chanyeol bersemangat walaupun tidak se-semangat biasanya.

Da young spontan memukul pelan bagian dada chanyeol

“ahh.. aku masih sakit young-ah”

“ah,, mian oppa”-“aku kelepasan, hehe”

“ohh iya, bukannya sebentar lagi kamu akan pulang ke indonesia?” tanya chanyeol yang sebenarnya ia sedikit khawatir kalau nanti dongsaeng-nya ini akan melupakannya

“ah,, ye” jawabnya lemas

“wae? Kenapa wajahmu muram?”-“ bukankah ini memang yang kamu merindukan tempat kelahiranmu?” tanya chanyeol.

“oh iya, apa joy eonnie tau oppa sedang sakit?” tanya da young mencoba mengganti topik pembicaraan chanyeol.

“aku tidak ingin membuat orang orang khawatir karena aku demam, ini hanya demam young-ah, lagi pula memang aku siapanya joy…” ucap chanyeol dengan nada seriusnya.

“bukannya oppa sedang dekat dengannya, kemarin oppa membawanya kan?” tanya da young.

“krystal yang memintanya datang, dia tidak ingin sendiri, katanya” jelas chanyeol.

“kamu mengabaikan pertanyaanku young-ah” ucap chanyeol yang menyadari da young mengalihkan pembicaraan.

“pertanyaan?”

“aku ulang, kenapa wajahmu terlihat muram?”

“muram? Tidak, aku senang.. hanya saja…”

“apa ada masalah?”

“ani”

“lalu..”

“hanya saja .. aku tidak akan punya oppa se-ganteng oppa lagi, hehe” canda da young, mereka-pun tertawa bersama. Melupakan sejenak masalah itu.

.

.

.

Kyunggi or DOta, its me^^

Aku kelepasan ngebales komen pake nama reader aku(kyunggi) maafkan keteledoran aku readers..

 

How?? Akhirnya chapter 3 sudah selesai /prok prok prok/

Author seneng banget ngeliat komentar komentar kalian, pujian semua…

itu semua memberikan semangat author dalam menuangkan imajinasi author^^

Well… masih kerasa senengnya sampai sekarang..

Makasih ya yang sudah mengasih komen dan meluangkan waktu kalian untuk membaca fiction yang absurd ini..

 

Baguskah or semakin absurd..

Maafkan author yang tidak pandai berbahasa korea, jadi gini deh…

Makasih yang masih mau membaca fiction ini, lope lope di angkasa deh buat reders yang keceh nan keren, apalagi yang mau komen /ngedip ngedip/

Komen dan sarannya ditunggu yaa chinggu^^…

 

Find me on:

My Gmail: anggitasamantha@gmail.com

My IG: anggita_ms

Duh kok jadi promot gini yah, hehehee… maklum, temen-temen di sana baru sedikit-_-

 

TBC

10 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] They Are My Oppa (Chapter 3)”

  1. sweeeet apalagi pas da youngnya bangunin trus kasi sarapan ke chanyeol.

    coba aja itu w pasti w bikinin sarapan yang spesial hahaha 😘
    and lebih romantis pas da young ama yeolinya
    daebakk fighting for author.

  2. Seruuu
    aduh adegan sehun dayoung bener” lucu tp sweettt …
    Kyungsoo kyak nya patah hati .. Poor dyo ..
    Dayoung mau pulang ke indo ??
    Yaahh mau udahan donk ini ff …

    Yasudah deh lanjuuuttt
    fighting

    1. thanks^^
      hehehe, kasian yahh….
      hmm, udahan gak yahh…. hehehe

      tunggu aja yaa, mungkin minggu depan next nya^^

  3. Next kak..
    Pnasaran klanjutanya nihh

    Uhh., prasaan cpet bgt da young udah mau plang ke Indonesia aja.. 😦
    Maaf kak bru coment d chap skarang..
    Coz tdinya gtw cranya sih..hehe maaf ya kakk.. ^^v

    1. penasaran yahh, oke… tunggu aja kelanjutannya yahh^^
      untuk masalah komen, aku gak maafin /huahahahha senyum evil/
      JK, bercanda kok chinggu, hehehe
      mana mungkin aku gak maafin reader jujur nan baik kayak kamu^^
      berarti kelanjutanya di kasih komen terus dong, kan udah tau caranya hehe /kedip kedip/

      ok, thanks yah udah nyempetin baca dan komen ff-ku yang masih amatiran^^

    1. thanks^^
      jadi senyum senyum sendiri, hehehe
      makasih sudah membaca dan memberi komen, chinggu^^
      kelanjutannya tunggu aja yaa…
      mungkin minggu depan, hehe^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s