[EXOFFI FREELANCE] You Are: CheosSarang (First Love)! [Chapter 1]

You Are CheosSarang (First Love)!

Title/judul fanfic: “You Are: CheosSarang (First Love)!” [Chapter 1]

 

Author: TACHAN

Length: Chaptered

Genre: Drama, Romance

Rating: PG-13

Main Cast:

  • Lee Hyunee [OC]
  • Park Chanyeol
  • Kim Jongin (Kai)
  • Jung Eunbi (Eunha)
  • Im Nayeon

Additional Cast:

  • Oh Sehun
  • Byun Baekhyun

Disclaimer: FAN FICTION INI MURNI HASIL PEMIKIRAN TACHAN SELAKU AUTHOR DAN MERUPAKAN CERITA FIKSI. JIKA ADA KESAMAAN DENGAN PENGALAMAN DUNIA NYATA, MOHON DIMAAFKAN. PARA CASTS MERUPAKAN MILIK TUHAN, KELUARGA, DAN AGENSI MEREKA MASING—MASING. DIMOHON DILARANG MEMPOSTING ULANG ATAUPUN MENJIPLAK CERITA INI TANPA IJIN DARI TACHAN.

Happy Reading~

 

“My daddy said that the first time you fall in love, it changes you forever and no matter how hard you try that feeling just never goes away,” – Nicholas Sparks

 

LEE HYUNEE P.O.V

Seoul, 20 Januari 2016

Udara di kota Seoul terasa dingin pagi ini. Meskipun aku memakai pakaian hangat yang tebal, tapi aku masih bisa merasakan udara dingin itu. Waktu terus berjalan. Aku harus bergegas menuju kampus. Aku berjalan membawa tas ku menuju gedung kampus yang berada di depan mataku.

Namaku Lee Hyunee. Kalian tentu saja bisa memanggilku Hyunee. Umurku 20 tahun. Ya, ini adalah semester kedua aku berkuliah di kota metropolitan ini, Seoul. Karena rumahku sangat jauh dari kampus, maka aku memutuskan untuk menyewa sebuah apartemen di daerah yang dekat dengan kampusku. Jadi, aku tak perlu khawatir untuk berangkat kuliah.

“Akhirnya kau datang juga, Hyunee,” sambut Eunha, sahabatku di kampus, saat aku tiba.

“Iya. Udara diluar sangatlah dingin,” kulepas mantel ku dan menyisakan sweater ditubuhku. “Oh, iya… hari ini adalah hari pertama kuliah pada semester 2, kan? Aku dengar hari ini kita boleh mengikuti beberapa klub-klub di universitas ini. Apakah itu benar?”

“Baru saja aku ingin memberitahumu haha… iya, itu benar. Apakah kau sudah berencana mengikuti suatu klub?”

“Entahlah… mungkin aku akan mengikuti klub fotografi,” jawabku. Aku memang suka mengambil beberapa gambar panorama, dll. “Bagaimana denganmu?”

“Tentu saja aku akan mengikuti klub dance,” aku tahu bahwa Eunha memang pandai dalam hal dance. “Dan kau tahu, Kai dan Sehun oppa juga ada di klub itu. Aku jadi tidak sabar untuk latihan dengan mereka. Melihat mereka secara dekat pasti keren sekali.”

“Kai? Sehun? Nugu ya?” tanyaku dengan polosnya.

Jinjja? Kamu tidak tahu mereka? Mereka sunbaenim yang terkenal di universitas ini. Selain karena mereka tampan, mereka juga jago menari, khususnya modern dance. Mereka berdua idola para yeoja disini.”

“Oh begitu…,”

“Kau ini… mungkin kau harus lebih sering melihat ‘sekeliling’-mu, Lee Hyunee,”

“Aishh… aku tidak terlalu tertarik dengan namja-namja disini,”

“Bukan ‘tidak’, tapi ‘belum’,”

 

——————————————————————————————————————————-

 

Selesai sudah kelas fisika yang penuh dengan rumus ini. Aku dan Eunha segera mengisi kertas form pendaftaran unik kegiatan mahasiswa.

“Yeah! Akhirnya selesai,” aku pun meletakan pena di tempat pensilku.

“Ayo segera mengumpulkannya,” ucap Eunha yang telah lebih dulu menyelesaikan mengisi kertas form itu. “Kau temani aku dulu, ya, ke ruangan klub dance untuk mengumpulkan kertasku,”

“Baiklah,” jawabku sekenannya.

Kami pun melangkah menuju ruangan klub dance yang letaknya tidak terlalu jauh. Beberapa saat kemudian, kami telah berdiri di depan ruangan yang kami tuju.

“Ini dia…,”

Eunha segera membuka pintu ruang klub itu.

“Permisi,” ujarnya.

“Ah, ya, silahkan masuk,” seseorang mempersilahkan kami masuk.

“Umm… Aku ingin mendaftarkan diri menjadi member klub ini, Kai sunbaenim,” Eunha memberikan  kertasnya kepada seorang namja berambut coklat.

‘Ah… Jadi ini yang bernama Kai,’ pikirku. Tubuhnya tegap, lumayan tinggi, dan kulitnya lebih gelap dari orang-orang Korea pada umumnya namun terlihat eksotis.

“Okay… Lalu, kau?” Kai sunbae menerima kertas milik Eunha lalu menoleh ke arahku.

“A… Aku? Aniyo sunbae. Aku hanya mengantarkan temanku saja,” jawabku sopan dan berusaha untuk tersenyum.

“Hmm… sayang sekali,” Kai sunbae hanya tersenyum sambil membaca kertas yang ia genggam.

“Kami permisi dulu, sunbaenim,” kami membungkuk memberi salam lalu, kami segera keluar.

Tepat di depan pintu ruangan itu, seorang namja tengah berdiri melihat kearah kami.

LEE HYUNEE P.O.V END

 

AUTHOR P.O.V

Seorang namja yang bernama Sehun hendak memasuki ruang klub dance, melihat dua orang yeoja yang baru saja keluar dari ruangan itu.

“An-Annyeonghaseyo,” sapa Eunha seraya membungkuk, diikuti Hyunee.

“Ah… Annyeong,” Sehun tersenyum dan segera masuk. Sehun mendapati Kai sedang membaca selembar kertas sambil tersenyum-senyum sendiri.

“Apakah dua orang yeoja tadi mendaftar klub ini?” tanya Sehun.

“Hanya salah satu diantara mereka,” jawab Kai. “Sangat disayangkan,” tuturnya pelan lalu ia kembali tersenyum sambil membayangkan sesuatu.

“Wae geurae?” Sehun terkekeh pelan sambil menyenggol lengan Kai.

“Ayo, kita latihan,”

AUTHOR P.O.V END

 

LEE HYUNEE P.O.V

“Permisi, sunbaenim,” aku membuka pintu ruang klub fotografi perlahan-lahan. Tampak dua orang yeoja dan tiga orang namja di dalam ruangan itu.

“Ah… silahkan masuk,” salah satu dari mereka mendekatiku. “Kau pasti mau mendaftar, kan? Oh, iya, perkenalkan namaku Baekhyun. Aku ketua klub ini,”

“Iya, Baekhyun sunbae. Namaku Hyunee,”

Annyeong, Hyunee… Selamat datang,” sapa yang lain. Mereka semua tersenyum.

 

——————————————————————————————————————————-

 

Sudah satu bulan aku menjadi anggota klub fotografi dan rasanya menyenangkan sekali! Para sunbaenim membimbingku dengan baik dan aku juga berkenalan dengan beberapa member yang seangkatan denganku. Selain itu, kami juga sudah akrab satu sama lainnya.

Yeoreobun, kita ditugaskan untuk membantu klub jurnalistik dalam majalah kampus,” ujar Baekhyun sunbae. “Kita yang akan mengambil beberapa foto untuk dimasukkan dalam majalah kampus,” Setelah itu, ia mulai membaca dan menerangkan masing-masing tugas. “Hyunee-ah, kau akan mengambil foto salah satu member klub musik yang akan diwawancarai oleh salah satu member klub jurnalistik. Kau akan pergi ke klub musik bersama  Nayeon sunbae. Ia sebagai wartawan klub jurnalistik,”

Ne…, sunbae,” jawabku sambil mencatat tugasku di note.

Aigoo… sudah kubilang, jangan panggil aku ‘sunbae’. Panggil aku ‘oppa’. Kau sudah kuanggap sebagai adikku sendiri, mengerti?” Baekhyun oppa terkekeh pelan.

“Hehe… mianhae, oppa,”

Setelah semuanya selesai, aku membereskan meja dan isi tasku. Aku pun menjepitkan poni ku dengan jepitan berbentuk pita.

“Baekhyun oppa, Seohyun eonnie, dan Nana… aku duluan, ya,” ucapku berpamitan dengan sisa anggota yang masih didalam ruang klub.

Ne… hati-hati, ya,” mereka pun melambaikan tangannya.

Aku hendak menemui WooHee sunbae di ruang klub jurnalistik. Saat aku berjalan sebentar, tiba-tiba…

“BRUKKK!!!”

Seseorang tak sengaja menyenggolku hingga terjatuh. Aku hanya bisa meringis menahan sakit.

Mianhae. Kau tak apa-apa?” orang itu mengulurkan tanggannya untuk membantuku berdiri.

Gwaenchana yo… Hanya jatuh dan aku tidak terluka,” ucapku berusaha tersenyum.

Saat aku melihatnya, entah kenapa aku bisa merasakan darahku berdesir. Aku tercekat. Ada apa denganku?

“Maafkan aku. Syukurlah kalau tidak apa-apa. Maaf, aku sedang terburu-buru. Annyeong,” ia tersenyum dan berlari menjauh.

Aku melihatnya semakin jauh. Rambutnya yang hitam, suaranya yang berat, dan badannya yang tinggi terus membayangi pikiranku. Aku mulai berjalan menuju ruang klub jurnalistik dan masih memikirkan namja itu. Siapa dia?

LEE HYUNEE P.O.V END

 

——————————————————————————————————————————-

 

AUTHOR P.O.V

“Aku ingin menemui Nayeon sunbae. Apakah dia ada disini?” Tanya Hyunee kepada salah satu anggota klub jurnalistik.

“Ah… tunggu sebentar, ya,” lalu orang itu memanggil Nayeon. Beberapa saat kemudian, WooHee menghampirinya.

“Ya, ada apa?” Tanya Nayeon.

“Umm… perkenalkan aku Lee Hyunee dari klub fotografi. Aku ditugaskan untuk mengambil foto saat Nayeon sunbae mewawancarai salah satu member klub musik,”

Nayeon memandang Hyunee dari atas sampai bawah. ‘Pasti dia juniorku,’ pikirnya.

“Besok kau datang saja ke klub musik jam 1 siang. Aku akan memulainya besok,” dia tersenyum singkat lalu berbalik.

“Ba… Baiklah,”

‘Kupikir dia orang yang ramah,’ pikir Hyunee sambil meninggalkan ruang klub.

Sebelum pulang, Hyunee teringat dengan Eunha yang sedang latihan dance. Ia pun memilih untuk menunggu di depan ruang klub dance agar bisa pulang bersama Eunha.

Ia pun duduk di kursi panjang yang terletak persis di depan ruang klub dance. 30 menit kemudian, seseorang keluar dari ruangan itu.

“Kau temannya Eunha, kan? Kau pasti sedang menunggunya ya?” Kai tersenyum lalu duduk disebelah Hyunee sambil memangku tasnya.

“Iya, sunbae. Aku menunggunya,” jawab Hyunee dengan canggung.

“Namaku Kim Kai. Jangan panggil aku ‘sunbae’. Itu terlalu formal untukku. Panggil aku ‘oppa’ saja,” jelasnya. “Lalu, siapa namamu?”

“Ah… Namaku Lee Hyunee,”

Kai hanya mengangguk dan tersenyum.

“Kau mengikuti klub apa?” Tanya Kai.

“Aku ikut klub fotografi, oppa,”

Jinjja? Kalau begitu pasti kau sangat pandai memfoto objek,”

Aniyo, oppa. Aku masih mempelajarinya,” ujarnya tersipu.

AUTHOR P.O.V END

 

LEE HYUNEE P.O.V

Tiba-tiba beberapa orang keluar dari ruangan, tak terkecuali Eunha. Tampaknya, mereka selesai latihan.

Aku pun berdiri dan memanggil Eunha.

“Eunha,”

“Ahh… Hyunee-ah,” Eunha segera menghampiriku.

“Kalian mau pulang? Mau aku antar?” Kai oppa menawari kami.

“Eh… Tidak perlu, oppa. Kami bisa pulang berdua, kok,” tolakku dengan halus.

“Baiklah,”

“Kami duluan, ya, oppa. Annyeong,”

“Ya… Kalian hati-hati, ya. Annyeong,”

Kami pun berjalan kaki menuju apartemen kami. Ya, apartemen kami berada di satu gedung yang sama.

“Saat Kai dan Sehun oppa menunjukkan dance skill nya, wah, daebak!” pekik Eunha girang. “Tampan sekali. Apalagi saat berkeringat. Dia terlihat cool!”

“Hmm…,” aku mengangguk-anggukkan kepalaku. “Kau tahu, aku mendapatkan tugas untuk mengambil beberapa foto salah satu member klub musik untuk majalah kampus. Ya, aku belum tahu, sih, siapa yang akan aku foto itu,”

Jinjja? Bagus, dong. Kesempatanmu untuk menunjukkan skill mu,” ia terkekeh pelan.

“Tapi… Aku akan ditugaskan bersama Nayeon sunbae, member klub jurnalistik yang akan mewawancarai orang itu. Dan dia tidak seperti yang kubayangkan,”

“Apa maksudmu?”

“Dia tidak terlihat ramah dan welcome kepadaku,” aku mendesah pelan. “Besok jam 1 siang kau mau menemaniku mengerjakan tugas ini, bukan?”

“Hmm… Kebetulan aku sedang tidak ada latihan. Jadi, aku akan menemanimu. Tenang saja,”

“Huwaaa… Gomawo, nae chingu yaaa…” aku memeluk erat sahabatku.

“Hey! Hey! Kau memelukku terlalu erat, Hyunee-ah!”

“Hehehe… Mianhae,”

“Oh, iya, aku mau membeli beberapa mie instan karena persediaanku telah habis. Bisakah kita ke minimarket terlebih dulu?”

“Tentu,” jawabku.

Kami pun menyebrang jalan lalu memasuki sebuah mini market di pinggir jalan itu. Kami segera menuju ke lorong yang terdapat berbagai macam mie instan.

Kulihat ada dua orang namja di sebelah lorong ini.

‘Ah, Baekhyun oppa!’ pikirku.

Saat aku hendak menyapanya, aku menoleh ke arah namja disebelahnya.

‘I… Itu…,’

Aku refleks menunduk dan menyembunyikan wajahku. Itu namja yang tadi menabrakku!

“Sst… ayolah kita pergi” aku berbisik pada Eunha. “Kumohon,”

“Kau ini kena…,”

“Sst…! Kumohon ayolah,”

“Okay, okay. Ayo, ke kasir,”

Setelah selesai transaksi pembayaran yang dilakukan Eunha, aku segera menariknya keluar dari mini market itu.

“Wae geurae? Gwaenchana yo?” Tanya Eunha.

“Apa kau lihat dua namja tadi?” tanyaku balik.

“Iya. Lalu?”

“Kau lihat, kan, salah satu namja yang paling tinggi” Eunha hanya mengangguk. “Tadi aku ditabrak olehnya di kampus,”

Mwo? Kau pasti kesal dan tidak ingin bertemu lagi dengannya, kan?”

Aniyo… Justru aku merasa gelisah dan ada sesuatu aneh dalam diriku,”

“Maksudmu?”

“Jantungku terasa berdetak lebih cepat dari biasanya jika melihatnya. Dan entah kenapa aku merasa malu,”

Eunha malah menertawakanku. Aku hanya diam dan bingung melihat tingkahnya.

“Eunha-ya! Apa ada yang salah denganku?” aku pun memajukan bibirku karena kesal.

It’s mean… You are falling in love with him. Aren’t you?” kali ini Eunha tersenyum. “Akhirnya kau merasakan jatuh cinta juga setelah 19 tahun ini,”

Mwoya?! Jatuh cinta?” pekikku kaget.

“Yap!”

Aku pun berusaha memikirkan kata-kata Eunha barusan. Aku memang belum pernah merasakan hal yang seperti ini. Tapi, apakah ini benar-benar yang dinamakan ‘jatuh cinta’? Hanya karena orang itu menabrakku. Aigoo… yang benar saja?

LEE HYUNEE P.O.V END

 

AUTHOR P.O.V

“Hey! Hey! Hyunee-ah!” Baekhyun memanggil-manggil Hyunee yang terburu-buru keluar dari mini market. “Chanyeol-ah, apakah kau melihat dua yeoja tadi?”

Chanyeol pun menoleh.

“Yang memakai jepit rambut berbentuk pita tadi salah satu juniorku di klub fotografi,” jelas Baekhyun.

Chanyeol hanya menggangguk-angguk. Dia kembali memperhatikan kaleng minuman yang dia genggam dan tersenyum-senyum memikirkan sesuatu.

AUTHOR P.O.V END

 

To Be Continued…

 

Annyeong~ ^_^ Jeoneun TACHAN imnida. Happy reading! Silahkan kasih kritik dan saran yang membangun yaaa… Kamsahamnida~

 

11 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] You Are: CheosSarang (First Love)! [Chapter 1]”

  1. whoooooow, daebak…
    cieeeee hyunee jatuh cinta, untung gak sakit yahh….
    chanyeoliii, kayaknya oppa satu ini juga suka deh sama hyunee
    ^^
    next thor

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s