[EXOFFI FREELANCE] The Answer is You (Chapter 7 #A)

the answer is you

The Answer is You [ Chapter 7 #A ]

Poster by : NJXAEM@EKF

https://jjhsteleportation.wordpress.com

Story be :  ByunPelvis

Cast                 : Kim Hyemi (oc) , Byun baekhyun, Oh Sehun.

Other cast        : Kim Minji (oc)  , Pak Haerin (oc)  , Park Chanyeol and member EXO lainya.

Genre              : Sadness , Romance , Angst, Family .

Rating             : +13

Leght  :  Chapter

Disclaimer : ff ini murni buatan saya. Terinspirasi dari kehidupan nyata dan juga drama.^^  point’nya aku gak niru cerita author yang kemungkinan ada kesamaan alur,tokoh, atau tempat . Jika ada maafkanlah .

Anyeong Aeri-ya!!! ^^

Author kencur kembali nih. Baru bangun bobo’ 😛 .

Ada yang nunggukah ff abal abalku ini?

Saya yakin ada kok he he.

Ok beribu maaf bagi yang nunggu karena saya terlalu lama pos’nya. Maklum saya ini manusia sibuk dengan tugas sekolah .

Jadi baru sempat hari ini deh…

Ok kalo gitu udahan ya nyapanya.

Kalo sudah baca jangan lupa tinggalkan jejak ne Aeri-ya,

Semua author butuh dihargai kan? #plakkk

Ok dehhh…

Happy reading!!^^

***

 

“maafkan aku karena membuatmu sangat khawatir”

 

Preview

“Aku akan menyingkirkan siapapun yang menghalangiku Sehun-ah!-hiks.. ”

Gadis itu meremas amplop yang berisi sejumlah uang , matanya memancarkan amarah yang sangat besar. Hidupnya sangatlah kesepian, rasanya ia hanya memiliki Sehun yang dicintainya didunia ini. Yeoja itu tidak bisa hidup tanpa Sehun disampingnya.

“Termasuk menyingkirkan orang yang kau cintai saat ini!”

 

Chapter 7

*

Baekhyun berulangkali mengetuk pintu kamar Hyemi, tapi tak ada respon apapun dari dalam sana. Otaknya berinisiatif untuk membuka knopi pintu itu tapi  rasanya ragu , bagaimanapun juga mereka sama sama dewasa dan ia fikir tidak sopan jika meyelonong masuk tanpa mendapat izin dari sang pemilik kamar.

Tapi mau bagaimana lagi, namja itu sudah tak sabar menunggu Hyemi membuka pintu, dengan keyakinannya ia memutar knop yang sangat kebetulan tak dikunci itu.

“Hyemi-ya”

Lagi , tak ada respon. Ia mengerutkan keningnya saat melihat kamar Hyemi kosong. Matanya  beralih menatap jam dipergelangan tangannya. Ini sudah pukul 10 malam jadi tidak mungin jika Hyemi keluar kan?

Tanpa disadari kakinya melangkah membawa tubuhnya mengitari kamar luas itu.

Tak jauh berbeda dari 10 tahun yang lalu, gadis kecilnya ini sangat menyukai hal hal yang klasik. Tapi ada yang berbeda, Baekhyun tak mengerti mengapa nuansa kamar Hyemi penuh dengan warna gelap. Contohnya abu abu, padahal setau dirinya dulu hyemi sangat menyukai berbagai warna cerah.

Matanya masih menatap sekitar kamar itu sampai menemukan sesuatu yang paling menonjol diatas meja.

Foto keluarga Hyemi yang dulu.

Baekhyun mengambilnya. Mata onyxnya mengamati satu persatu wajah didalam foto itu. Yang menjadi pusatnya adalah Hyemi, senyum yang sangat dirindukannya.

“Benarkah ini kau yang sekarang Kim Hyemi?”

Baekhyun masih terdiam mengamati bingkai itu sampai tiba tiba merasakan angin menerpa kulitnya. Ia menoleh dan pandangannya tepat terarah pada pintu balkon kamar Hyemi yang terbuka lebar. Angin itu menerbangkan tirai putih yang bergantung disana.

Namja itu meletakan benda yang berada ditangannya ketempat semula, dengan cepat kakinya melangkah menuju pintu balkon itu.

Semakin dekat, ia dapat melihat sosok yeoja yang sedang duduk melamun sembari memeluk kedua kakinya .

Baekhyun menghembuskan nafasnya, ia melirik tempat tidur Hyemi yang masih rapi. Lalu diambilnya sesuatu dari sana.

.

.

Hyemi masih memejamkan matanya merasakan hembusan angin malam yang dingin.

Tapi baginya ini adalah angin dingin yang sangat menyejukan.

Hanya malam yang selalu menjadi temannya, malam adalah waktu yang pas untuk menenangkan fikiran dari berbagai masalah hidupnya.

Hyemi tiba tiba membuka matanya saat merasakan sesuatu menutupi tubuhnya. Itu sebuah selimut dan sekarang tepat disampingnya Baekhyun sedang ikut duduk menatap langit yang sama. Hyemi merapatkan benda yang membungkus tubuhnya itu.

“kau? Kenapa  seenaknya masuk kamarku?”

“Kim Hyemi, harus berapa kali aku mengetuk pintu kamarmu huh?”

Hyemi menyatukan alisnya, rasanya ia tak mendengar suara ketukan pintu sedari tadi. oh apa dirinya yang terlalu larut dalam kenikmatan suasana sampai menghiraukan yang lain? Entahlah.

“Apa yang kau lakukan malam malam begini? Kau tau angin musim ini sedang sangat dingin? Kau bisa sakit” ucap Baekhyun khawatir bak seorang ayah pada anaknya.

Hyemi mengalihkan pandangannya kedepan , tersaji pemandangan kota Seoul dengan lampu berbagai warna dibewah sana.

“Baguslah jika aku sakit”

“Apa?”

“Aku sakitpun tak akan ada yang peduli. Bakhan jika aku mati….. tak ada yang menangisiku”
“Hyemi-ya kenapa kau berbicara seperti itu ?”

Hyemi diam, Baekhyun tau betul apa yang Hyemi fikirkan . Ia tau pasti sangat berat bagi Hyemi untuk menanggung luka hati sendirian. Disaat semua anak seusia Hyemi mendapatkan kasih sayang dan kehangatan keluarga, tapi mengapa justru Hyemi mengalami hal yang sebaliknya? Apa Baekhyun bisa mengatakan jika ini tak adil?

Kenapa Tuhan harus memberikan Hyemi hidup yang seperti ini?

Sangat menyakitkan…

“Hyemi lihat aku!”

Hyemi tak mendengarkan Baekhyun . Gadis itu tak mau menatap mata Baekhyun , ia takut tak dapat menahan air matanya.

Ia benar benar tak siap menerima kenyataan suatu saat nanti jika saja Baekhyun tak lagi bersikap seperti sekarang. Ia takut yang sudah sudah terjadi, saat appa-nya berubah tak peduli lagi padanya.

Dalam hatinya yang terselimuti es itu, ada perasaan hangat saat bersama Baekhyun, ya sama seperti dulu.

“Kim Hyemi”

Baekhyun menangkup kedua pipi Hyemi , memaksa yeoja itu untuk menatap maniknya.

“Jangan pernah bicara seolah kau hanya sendiri didunia ini. Jangan pernah berkata tak ada yang peduli padamu Hyemi-ya”

“…………”

“Kumohon menagislah! Menangislah jika kau tak bisa menahannya. Jangan menahan sakit hatimu sendirian Hyemi-ya”

Hyemi menggeleng, ia ingin mengatakan jika dirinya baik baik saja. Tapi kenapa bibirnya kaku? Bahkan untuk mengucapkan satu kata sangat sulit untukknya.

Baekhyun merasakan tenggorokannya tercekat, mengapa justru ia yang ingin menangis? Kenapa sangat sesak melihat Hyemi bersikap berpura pura tegar seperti itu?

Pada akhirnya Baekhyun merengkuh tubuh mungil Hyemi kedalam dekapannya. Jika bisa ia ingin memeluk Hyemi sepanjang malam, sampai gadis itu merasa benar benar terobati.

“katakan Hyemi-ya! Katakan semuanya padaku!”

“Aku merindukan eomma oppa, hiks…  sangat merindukannya”

Mendengar isakan kecil Hyemi membuat Baekhyun semakin mengeratkan pelukannya. Ia tau jika sampai saat ini gadis kecilnya belum sepenuhnya mengiklaskan kepergian eomma yang sangat disayanginya.

“Kenapa appa tak pernah memperdulikan eomma? Bahkan saat eomma sudah tak ada didunia ini. Wae?”

Hyemi membalas pelukan Baekhyun, ia benar benar menyewa bahu Baekhyun malam ini. Ia tak peduli sikap tegarnya luntur , toh Baekhyun memaksanya untuk mengeluarkan semua beban hatinya.

“ Hyemi, mungkin ada beberapa alasan yang membuat beliau seperti itu. Aku tau , jauh dilubuk hatinya  pasti merasakan kehilangan sama sepertimu. Kadang seorang  pria pandai menyimpan perasaannya”

“Tidak. Appa tidak pernah merasa kehilangan. Ia hanya memikirkan Park Shinhye dan juga Kim Minji” ucap Hyemi.

Baekhyun melepas pelukan itu , jari kokohnya menghapus air mata yang mengalir dipipi Hyemi. Setidaknya ia lega karena Hyemi sudah menyampaikan emosinya, Hyemi sudah tak  berpura pura tegar didepannya lagi.

“Aku tak tau bagaimana masalah keluargamu yang sebenarnya Hyemi. Keundae , tak ada orang tua yang ingin menyakiti hati putrinya. Apa kau pernah menanyakan awal permasalahan keluargamu? Apa kau pernah bertanya kenapa Minji bisa hadir ditengah keluargamu heum?”

Hyemi menggeleng pelan , ia memang hanya diam selama ini. Gadis itu rasa dirinya cukup bodoh karena tak pernah tau masalah keluarganya yang sesungguhnya.

“Dibalik penderitaan pasti ada kebahagiaan Hyemi-ya. Sekarang kau merasakan kepahitan pasti nanti kau akan mendapatkan kebahagiaan. Geokjongma”

“Didupku menyedihkan. Aku rasa aku tak akan merasakan hidup bahagia sampai mati”

Baekhyun menghela nafasnya, ia tidak mengerti dengan pemikiran Hyemi. Hati gadis itu sudah terlanjur membeku karena masa lalu.  Sangat sulit untuk mrncairkannya.

“ Ada aku disisihmu Hyemi-ya. Kau tak perlu takut sendirian”

“Kau… tidak akan pergi lagi kan Baekhyun oppa?”

“Hemm aku tak akan meninggalkanmu lagi. Aku akan selalu disampingmu.. Tak ada yang bisa merubahnya”

Hyemi tak tau harus percaya atau tidak, mengingat Baekhyun pernah mengingkari janji membuatnya ragu . Tapi ia berusaha  menunjukan senyumnya, hanya senyum kecil . Baekhyun juga tersenyum , namja itu mendekatkan wajahnya untuk mencium hangat kening gadis kecilnya.

“Aku menyayangimu Hyemi-ya”

**

.

.

Seluruh siswa mengumpulkan kertas ulangan terakhir pada seonsaengnim.

Kringggg….

Pelajaran selesai, bel berdering sangat keras menandakan murid untuk bersiap siap meninggalkan sekolah.

“Baiklah  Haksaengdeul, selamat menikmati liburan musim panas. Ingat, kerjakan tugas kalian dengan baik selama libur ! arraseo?”

“NDE!!! BAIK SAEM” ucap murid bersamaan.

Seonsaengnim memberi salam sebelum meninggalkan kelas. Para murid berteriak senang menyambut liburan musim panas, tapi tidak dengan Seulrin yang justru membenci itu. Ia sangat tidak menyukai menjalani hari tanpa kegiatan seperti sekolah. Menurutnya hanya membuat waktu berjalan lama .

Waktu yang seharusnya digunakan untuk bersenang senang dengan keluarga, waktu yang digunakan untuk berkumpul bersama hanya menjadi sebuah bunga tidur untuknya.

Yeoja itu tak mau pusing memikirkan apa yang akan dilakukan selama libur , ia  mengemasi barangnya dan bersiap keluar kelas.

Melihat itu pemuda bermarga Oh  buru buru mengejar. Namja itu tak pernah menyerah untuk mengganggu ketenangan Hyemi, termasuk sekarang ini. Ia membuntuti Hyemi yang sedang berjalan cepat.

“Ya!! Bagaimana tugas seni kita?”

Sehun bertanya cukup keras, bahkan sampai Hyemi menghentikan laju kakinya. Ia begitu risih mendegar langkah  Sehun dibelakangnya.

“Aku bertanya padamu tapi kau mengabaikanku terus. Dasar yeoja aneh, dia pura pura tuli” umpat namja itu cukup lirih, tapi pendengaran Hyemi yang masih sangat sehat dapat menangkapnya. Ia membalikan tubuhnya untuk menatap Sehun dengan pandangan sebal.

“Apa kau bicara padaku Sehun-ssi?”

“ckk tentu saja aku bicara padamu. Kau fikir dengan siapa lagi”

“Dengar ya! Pertama aku ini punya nama,  kedua aku sedang tak ingin memikirkan tugas itu, ketiga akusedang ada urusan. Jadi kau menyingkirlah!”

“woahh daebak. Kau bebricara panjang padaku eoh?”

Hyemi memutar malas kedua bola matanya, yeoja itu tanpa peduli kembali melanjutkan langkah tertundanya. Masa bodoh dengan Oh Sehun yang terus mengoceh.

Tak mau menyerah Sehun kembali mengikuti, kali ini namja itu menyamakan langkahnya dengan Hyemi.

“Kim Hyemi bagaimana nasib nilaiku nanti? kau sangat pemalas!”

“Aku akan mengirimu pesan jadi diamlah!”

Mendengaar kata kata ketus dari mulut Hyemi membuat Sehun memanyunkan bibirnya , namja itu tak pernah sekalipun mendapatkan perlakuan manis dari seorang Kim Hyemi. Padahal semakin berjalannya waktu ia berharap dapat berteman normal dengan Hyemi, tidak saling dingin seperti ini.

Sehun bersenandung sepanjang jalan, sesekali diliriknya wajah Hyemi yang selalu terlihat datar. Jika ia tak fokus pasti kakinya akan tersandung . baru saja ia berniat membuka mulutnya tapi …

“OPPA!! SEHUN OPPA!”

“KYAAA OPPA!”

Sehun terkejut saat mendengar suara teriakan , namja itu membulatkan matanya karena melihat segerombolan gadis cantik berlari kearahnya.

‘gawat, mereka menagih janji’ ucap Sehun dalam hatinya. Ia baru ingat jika mempunyai janji untuk interview pada para yeoja itu. Ya, ia berjanji akan menceritakan tentang dirinya sebagai jaminan agar Hyemi tidak diganggu.

Karena terlalu panik namja itu menarik tangan Hyemi untuk lari.

Dengan langkah lebar yang terseok Hyemi sangat kualahan mengikuti. Yeoja itu hampir saja menjatuhkan buku yang dipegangganya.

Tak ada kesempatan untuknya protes karena Sehun terus membawanya lari entah kemana. Dibelakang masih terlihat yeoja atau bisa dibilang penggemar Sehun masih mengejar.

“Y-yakk pria gila! Lepaskan aku!”

Sehun tak menghiraukan ucapan Hyemi , ia terus menarik tangan gadis itu sampai berhenti dihalte bus dekat universitas. Keduanya sama sama mengatur nafas yang tersenggal senggal karena terlalu lelah.

.

.

Jauh disana , tepatnya dibalik gerbang Univarsitas berdiri seseorang yang dari tadi mengamati keduannya, ia mengepalkan kedua tangannya saat melihat namja yang sedang berlari menarik tangan yeoja adalah Oh Sehun. Rasa marahnya tiba tiba muncul,

“ jadi yeoja itu?”

Senyum miring terukir dibibirnya. Dengan sekali lihat ia akan terus mengingat wajah yeoja yang telah merebut Sehun darinya.

“aku harus menyingkirkanmu?”

Ia menurunkan topinya dan segara pergi dari tempat itu. Ia cukup puas karena pengintainnya hari ini membuahkan hasil.

.

.

Lagi lagi Sehun menarik tangan Hyemi untuk memasuki bus yang baru saja berhenti dihadapannya. Namja itu menghela nafas lega karena akhirnya lepas dari kejaran fans’nya. Jika tidak ia pasti akan habis ditarik sana sini.

Pukk

“Yakkkk!”

Hyemi memukul kepala Sehun dengan buku paketnya, membuat namja itu berteriak kesakitan.

“Micheoso? Apa yang kau lakukan ?”

Ucap Hyemi dengan nada marah, ia kesal karena Sehun seenaknya membawanya lari.

“stt jangan berisik. Ini didalam bus, kau ini kasar sekali”

Sehun menatap orang orang yang meliriknya heran, ia tersenyum dan menggenggam tangan Hyemi. Namja itu tak mau dikira yang aneh aneh.

“Bodoh! Aku ada janji dengan seseorang!” kata Hyemi sembari berusaha melepas tangan Sehun.

“ne?  y-ya Kim Hyemi  kau seharusnya berterimakasih padaku”

“Mwo?”

Sehun berdecak, namja itu mendudukan pantatnya dibangku kosong, membiarkan Hyemi yang masih tetap berdiri .

“hei jika aku tak menarikmu kau akan habis oleh yeoja bar bar itu!?” ucap Sehun .

“Kau yang dikejar lalu kenapa aku yang dihabisi”

“ckk tentu saja mereka akan cemburu melihatmu bersamaku. Namja tampan sepertiku memiliki fans yang ganas, kau mau dihabisi oleh mereka?”

Hyemi melongo mendengar alasan Sehun. Rasanya gadis itu ingin memukul Sehun lagi dengan buku paket miliknya.

“Pabboya, kau justru akan membuat mereka mengira yang tidak tidak”

“mengira apa? ahh ….. mengira kita pacaran?”

Hyemi tak menjawab , yeoja itu mengalihkan wajahnya kedepan. Rasanya sangat malas terus berdebat dengan Sehun. Kepalanya mendadak jadi pusing,

Sedangkan Sehun tersenyum entah apa artinya, namja itu  menyenderkan punggungya dibangku bus.

‘kenapa kita tak pacaran saja, Kim Hyemi?’ Ucap Sehun dalam hatinya.

Lama melihat Hyemi berdiri membuat Sehun risih, padahal disampingnya tersedia bangku kosong. Dengan sigap ia menarik tangan gadis itu membuatnya terduduk.

“y-“

“Kau seperti orang bodoh terus berdiri nona”

Hyemi hendak protes tapi Sehun sudah bicara, namja itu masih saja menggenggam tangan gadis itu. Bahkan Sehun sudah memejamkan matanya, tak peduli pada Hyemi yang terus berusaha melepaskan tangannya.

“namjai ini! mau mati rupanya!”

Sehun hanya memejamkan matanya, dalam hatinya ia tertawa Senang karena membuat Hyemi mengeluarkan kekesalannya.

‘kenapa kau tak peka Kim Hyemi?’

Ucap Sehun dalam hatinya , sebenarnya lewat sikapnya Sehun sudah mendeskripsikan jika ia menyukai Hyemi. Ia terus mengganggu dan membuat Hyemi marah hanya karena ingin selalu disamping gadis itu. lebih tepatnya mencari perhatian,

Dan tentang tugas kelompok? Tentu saja ini akalnya. Ia rela memohon pada seonsaengnim untuk memasangkannya dengan Hyemi.

**

.

.

 

Jauh ditempat lain Baekhyun barusaja menyelesaikan jam kuliahnya , sekarang ia sedang disebuah studio musik dengan Chanyeol dan Kim Jong Dae.

Ia hanya duduk disofa pojok ruangan menunggu Chanyeol yang sedang latihan drum. Baekhyun barusaja menerima pesan dari Hyemi jika yeoja itu sudah pulang.

Rencananya untuk menjemput Hyemi dan mengajaknya jalan jalan jadi batal. Berulangkali ia mengerang frustasi, jika Hyemi sudah dirumah ia tak berani mengganggunya. Gadis kecilnya itu butuh istirahat.

“ada apa denganmu Baekhyun-ah? Kau terlihat badmood.”

Jongdae datang melemparinya cola. Tanpa mau menjawab ia membuka dan meneguk minuman soda itu dalam sekali teguk..

“cerita saja!”

“hahh kenapa sangat sulit untuk bersamanya sehari saja?” ucap Baekhyun membuat Jongdae bingung.

“hah? Siapa?”

“gadis kecilku.”

Jongdae mengangguk , rasa penasaran menghampirinya.

“Seperti apa sebenarnya Kim Hyemi itu?”

“Dia… segalanya. Aku tak bisa mengatakan alasan mengapa aku sangat mencintainya .  Entah dia mempunyai perasaan yang sama atau tidak? Huhh aku takut”

Ya Baekhyun berkata jujur, selama ini memang tak pernah ada wanita lain yang menghuni hatinya. Perasaannya masih sama seperti dulu, hanya Hyemi. Tapi ia tak tau bagaimana hati Hyemi sekarang, seiring berjalannya waktu hati seseorang bisa berubah bukan? Apalagi selama ini ia tak berada disamping Hyemi.

Bisa saja Hyemi menyukai namja lain. Dan memikirkannya sungguh membuat Baekhyun frustasi.

“Aigo aigo… Byun Baekhyun apa ini benar dirimu?”

“Yaa memang siapa lagi?”

“Anhi, ternyata kau bisa serius juga”

Baekhyun terkekeh mendengar apa yang Jong Dae ucapkan. Keduanya melanjutkan mengobrol sampai…

Brakkk

Kedua namja itu kaget saat tiba tiba Chanyeol keluar dengan membanting pintu, ekspresi Chanyeol benar benar menakutkan saat ini.

“Yaa Park Chanyeol kau mengagetkan kami saja” ucap Jongdae kesal sembari mengelus dadanya.

Namja tinggi itu engan cepat meraih tasnya didekat Baekhyun dan pergi tanpa sepetah kata.

“Ada apa dengannya?” tanya Baekhyun bingung. Ini pertama kalinya ia melihat seorang Park Chanyeol yang sangat murah senyum menunjukan amarah.

“Entahlah. Tadi ia masih biasa saja”

.

.

Chanyeol mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Wajahnya memerah karena menahan amarah.

Hatinya sedang dalam mood yang sangat buruk, dan ini karena Appa-nya.

Dengan sangat tiba tiba ia mendapatkan telfon dari orang tuanya yang baru saja pulang dari luar negri. Kedua orang tuanya memutuskan untuk menjodohkannya dengan gadis yang bahkan tak dikenalinya sama sekali.  Tantu saja Chanyeol  menolaknya mentah mentah, namja itu sangat membenci diatur oleh orang tua yang bahkan tak pernah memperhatikannya dan juga yeodongsaengnya.

.

.

Namja itu menghentikan laju mobilnya tepat di halaman Jungwon Hight School. Ia turun dari mobil untuk mencari Chaerin .

Lama tak menemukan sosok adiknya ia berniat mengambil ponsel miliknya dan akan melakukan panggilan . Tapi sayang,  ia lupa jika ponselnya pecah karena dilempar.

“Argg sial”

Chanyeol menendang asal kaleng yang ada didepan kakinya.

Namja itu berbalik untuk masuk kedalam mobil tapi tiba tiba seseorang menarik bajunya.

“Apa kau yang melempar kaleng ini?” todong orang itu menatap Chanyeol emosi.

“Ne?”

“mengaku saja! kau yang melemparnya kan?”

“i-iya . Tapi aku menendangnya bukan melempar!”

Ucap Chanyeol tanpa dosa, namja itu hendak mambuka pintu mobil tapi dihalangi lagi. Tangannya digenggam , membuatnya merasakan sesuatu yang aneh untuk pertama kalinya saat menatap mata pemilik tangan itu.

“ini mengenai kepalaku”

“Mwo? tapi kau terlihat baik baik saja , kenapa repot?”

“Apa? astaga namja ini tak tau minta maaf!”

“aku tidak sengaja “ ucap Chanyeol tanpa dosa.

“Ya! Tapi kau –“

“baiklah maafkan aku , aku sungguh tidak sengaja nona eee… K-im Min-ji-ssi”

Ucap Chanyeol pada akhirnya sembari membaca name tag gadis dihadapannya. Namja itu melepaskan tanganya yang digenggam dan dengan cepat masuk kedalam mobilnya. Ia sedang malas berurusan dengan seseorang.

Sedangkan minji disana masih terdiam sampai mobil silver itu semakin jauh.

“hah…. tidak sopan sekali”

Ucap gadis itu, ia berharap tak bertemu lagi namja yang menurutnya tak sopan itu.

TBC….

Holla holla readers..

Gimana nih? Membosankan? Absurd?

Hah pasti banyak kekurangannya nih.

.

Tapi semoga readers tetap betah membacanya ^^

Aku belum munculin tentang Hyemi dimasa lalu.

Belum ingin aja. Aku mau bikin Baekhyun,Sehun,dan Hyemi  side dulu di chapter 7 ini.

.

Tentang Chapter ini sengaja aku bagi 2, soalnya pas aku cek ternyata ampe 5068 word . Banyak banget kan?

Takutnya bikin bosen . ^^

Maaf karena telat pos. Belakangan ini sibuk tugas sekolah, apa lagi mau kenaikan kelas 12. Mesti banyak belajarnya .(malah curhat) #abaikan.

Ok Aeri-ya!!!

See you next chapter..

Yang masih mau nanya bisa chat aku di Byunelvis06@gmail.com.

Ah lupa lupa..

Mungkin entah chapter berapa aku protect … so jangan lupa tinggalkan jejak ne. jangan bosen^^

Paii….

 

35 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The Answer is You (Chapter 7 #A)”

  1. huaaa aku baru baca lanjutannya lagi setelah vakum /apalah ini readers vakum/ terakhir ninggalin jejak di chapt 5. Miaaannnnnn ^^

    baek-hyemi abang ade aja yaaa. Sehun-hyemi pacaran aja. Gemay sama sehun-hyemi. Gemay sama sehun yg makin kesini makin caper. Tenang hun, lama lama hyemi akan luluh kok! #teamhunmi hahah

    semangat author yg mau naik kelas 12. Aku pernah merasakan bagimana tugas menumpuk pas mau naik kelas hihi. Hwaiting!

  2. Demi apa thor aku suka nya Sehun-Hyemi coupleㅠㅠㅠㅠ tapi sayang Hyemi nya jutek bgt sama Sehun:3 ya salah Sehun juga sih hobi gangguin Hyemi demi caper :v
    Ditunggu chapter 7B nya😊

  3. Lebih banyakin lagi dong thoorr momennya baekmi… Fighting..

    Btw aku pendatang baru lho thoorr… Senang bisaa ff kamu…

  4. heem..
    seruu
    mungkinkah akhirnya chanyeol ada rasa sama minji??
    .hahahah /nebak aja/

    lanjut ya thoor,,
    semangat buat nulis dan belajarnya

  5. hwa akhirnya di update juga mian chinggu baru coment di chap ini aku tertarik banget sm cerita km dr part 1 aku harap aku bisa dpt pw story ini ya haha fighting!! buat ngerjaiin tugas nya ^^

    1. gomawo^^
      chapter selanjutnya akan aku kirim besok sabtu.
      tentang di pos’nya ini tergantung admin di EIF,,
      saya hanya Freelance disini,,, ^^

      baca terus karyaku ya…
      🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s