[EXOFFI FREELANCE] HATER X FAN (Chapter 1)

cover.jpg

Tittle : HATERxFAN
Author : OHitsL
Main Cast : Krystal Jung | Kim Jongin
(Kai) | Park Chanyeol | Bae Irene
Genre : Drama, Sad, Romance, AU
Rating : T
Length : Chaptered

Sorry for typo. Happy reading!

Apa yang akan kau lakukan jika kau
memiliki idola yang begitu kau
kagumi? Mungkin apapun akan kau
lakukan bukan? Membela saat ada yang menghinanya atau saat dia salah, mendukung karirnya, membeli berbagai macam aksesoris yang menyangkut dirinya, atau.. menjadi seorang Fansite?

#Chapter1

~

Ribuan titik air nampak tengah mengguyur kota Seoul malam itu. Gemuruh petir terdengar saling bersautan. Membuat suasana dalam ruangan tuan Jung terasa semakin mencekam.

Raut wajah gusar tercetak begitu jelas di wajah pria paruh baya yang kini tengah terduduk di sofa ruangannya—pertanda ia sedang menahan amarah.
Tak jauh dari tempatnya, seorang gadis berpakaian casual berbalut coat selutut yang juga tengah terduduk nampak menundukkan kepalanya. Pakaiannya terlihat sedikit basah, surai gelapnya yang tergerai tak beraturan—menjelaskan ia telah menerobos hujan malam itu.

“Dari mana saja kau, Krystal?” Suara tuan Jung akhirnya memecah keheningan.

“A-Aku.. T-tentu saja aku dari kantor.” Krystal takut-takut menatap ayahnya. “A-ayah sudah pulang? B-bukankah seharusnya ayah masih di Jepang?” Ia tersenyum memaksakan.

“Jangan mengalihkan pembicaraan! Kemana kau seharian ini Krystal Jung?!” Suara tuan itu terdengar lebih keras.

Oh!—Ayahnya pasti sudah tau jika ia tengah berbohong. Krystal kembali menundukkan kepalanya.

“Aku.. pergi ke Busan—lalu ke Gimpo Airport.” Suara gadis itu terdengar hampir seperti bisikan di telinga tuan Jung.

“Untuk mengejar idolamu lagi? Bahkan kau berbohong pada ayah? Apa dia yang merawat dan memfasilitasi hidupmu?!” Pria paruh baya itu tak dapat menahan emosinya lebih lama lagi.

Krystal semakin menunduk, mengeratkan jemarinya pada coat yang ia kenakan.
Ayahnya bukanlah seorang yang pemarah, tetapi untuk hal yang satu ini entah mengapa ia—sangat sensitif.

Tuan Jung menghela nafas pasrah, ia menatap lesu ke arah putrinya. Oh—lihatlah penampilan putrinya itu sekarang. Tuan Jung memejamkan matanya sejenak lalu kembali menatap putrinya serius.

“Fansite? Krystal Jung—berhentilah.” Suara itu terdengar begitu tenang, namun siapapun dapat menangkap nada perintah didalamnya.

Dengan satu gerakan Krystal menatap ayahnya bingung. “Ayah, kita pernah membicarakan ini—dan kau setuju.”

Tatapan tuan Jung melembut.
“Tidak jika itu menghambat masa depanmu. Sayang, kau sudah besar dan kau putriku satu-satunya. Cepat atau lambat kau akan menggantikanku. Berhenti dari kegiatan konyolmu dan kembali pelajari bisnis dengan benar.” Jelasnya selembut mungkin.

“Ayah, tapi—aku masih terlalu muda untuk mengurusi hal semacam itu.” Wajah gadis itu berubah memelas.

“kalau begitu ayah sudah cukup tua untuk mengurusi semua ini sendirian.”

“Ayolah Ayaaah.. Aku masih ingin bersenang-senang. Aku bisa melakukan itu nanti.”

“Nanti? Apa jika ayah sudah mati?”

“Ayah!!” Krystal begitu terkejut dengan penuturan ayahnya.

Tuan Jung justru hanya tertawa menanggapinya. Krystal mengernyitkan pandangannya, ia tau jika ayahnya hanya bergurau tapi—itu berlebihan. Dan—hey, apakah ayahnya sudah tidak marah? Baiklah, ini kesempatan emas!

“Aku tidak ingin berhenti.” Tegas gadis itu.

“Benarkah? Kalau begitu segera kemasi barangmu. Ayah akan dengan senang hati mengantarmu ke Amerika.”

Dor!

Amerika? Sial! Kau kalah telak dalam hal ini nona Jung.

Tuan jung tersenyum menang lalu ia bangkit dari tempatnya. Refleks gadis itu ikut bangkit dan mengikuti langkah ayahnya.

“Ayaaaaahh..” Rengek gadis itu.

Tak ada jawaban.

“Ayaaaa—”

Sebelum krystal selesai bicara, pria paruh baya itu berbalik menatap putrinya lalu tersenyum sambil mengelus puncak kepala Krystal lembut.

“Jika kau berhenti, semua akan baik-baik saja. Sekarang kembalilah ke kamarmu, ayah masih banyak pekerjaan.”

Krystal hanya menghela nafas lalu segera beranjak dari ruangan itu.

~

Langit Jeju rupanya tak seburuk di Seoul. Cahaya rembulan dan gemerlap bintang terlihat menghiasi langit malam kala itu.
Dibawah langit malam dan pemandangan indah pulau Jeju saat itu, nampaknya tengah diadakan sebuah syuting wawancara eksklusif.

Host : “Ya, semua orang mengenalmu sebagai idol muda tampan yang sangat berbakat dan sukses. Tapi tidak banyak yang mengetahui tentang kehidupan pribadimu. Jadi bisakah kita mengetahui lebih dalam tentang Kim Kai? Tentang keluargamu misalnya?”

Kai : “Tentang keluargaku?—ah sebenarnya aku tidak ingin menceritakan ini. Tapi berhubung hari ini adalah hari spesial, aku akan sedikit bercerita tentang masalalu ku” Ia tertawa beberapa saat lalu melanjutkan kata-katanya.

Kai : “Aku adalah anak tunggal. Ayahku memiliki perusahaan di bidang otomotif, tetapi beliau meninggal karena sebuah kecelakaan saat aku berumur 15 tahun—tepatnya tahun 2010. Saat itu aku sudah menjadi seorang trainee, dan saat itu juga aku berfikir untuk berhenti. Tapi justru ibuku melarang dan terus mengatakan bahwa aku harus berhasil. Ia berkata ingin melihatku berada di atas panggung dan muncul di tv, jadi saat itu aku giat berlatih. Karna saat itu perusahaan ayahku bangkrut, Ibuku jadi benar-benar bekerja keras untukku. Ia bahkan terlalu bekerja keras, sampai aku tidak tahu jika ia sedang menutupi sakitnya. Dan—itu—”

Kai terdiam beberapa saat.

“Aku—kehilangan ibuku beberapa hari sebelum hari debutku tiba.” Ia terdiam beberapa saat lalu tertawa hambar mengingat kejadian pahit masa lalunya.

Host : “Ah, maaf. Ini pasti sulit untuk kau ceritakan.”

Kai : “Tidak masalah. Justru inilah poin terpenting dalam hidupku. Setelah ibuku pergi aku menjadi seorang yang hidup sederhana dan mandiri. Saat aku melakukan debutku dengan sukses—kupikir ini semua berkat ibu. Dia adalah malaikat yang dikirim tuhan untukku.” Kai mengakhiri kalimatnya sambil tersenyum ke arah kamera.

Host : “Sekarang kita tau, selain tampan dan berbakat—Kai adalah seorang yang mandiri dan sangat manis.”

Kai hanya melempar tawa pada Host wanita itu.

Host : “Banyak yang memintaku untuk mengajukan pertanyaan ini, Seperti apa tipe idealmu?”

Kai : “Tipe ideal?” Ia sedikit menerawang. Terbesit bayangan seseorang di pikirannya. Ia tersenyum samar. “Perempuan yang memiliki rambut panjang, pandai memasak dan—dia harus terlihat manis saat tersenyum.”

Host : “Wah, cukup menarik. Dan yang terakhir, berhubung hari ini adalah hari perayaan debutmu yang ke-2, tolong sampaikan sesuatu untuk fansmu yang sedang menyaksikan acara ini.”

Kai : “Aku akan memberikan apa yang telah aku dapatkan. Karna kalian telah memberikan banyak cinta dan dukungan, aku juga akan memberikan kalian banyak cinta dan penghargaan. Terima kasih.”

Acara syuting pun selesai.
Setelah selesai dengan semua urusan, kai segera pergi meninggalkan tempat itu menuju ke Hotel tempatnya menginap.

~

Rasa lelah benar-benar menghinggapi tubuh namja itu saat ia sudah memasuki kamar hotelnya. Kai segera merebahkan tubuhnya di atas kasur. Matanya baru saja terpejam saat dering ponselnya mengacaukan keinginannya untuk segera tidur.

Manager Hyung

Setelah menggeser tombol hijau, Kai kembali memejamkan matanya.

‘Ada apa Hyung?’

‘Syutingmu sudah selesai?’

‘Hmm’

‘Pemotretan?’

‘Hmm’

‘Apa semua berjalan baik?’

‘Hmm’

‘Ya! Jawab yang benar.’

‘Aku lelah hyung. Katakan sesuatu yang berguna.’

‘Ya! Sopanlah sedikit! Cepat cek e-mailmu. Aku sudah mengirim file yang kau minta waktu itu.’

Setelah mendengar kalimat terakhir yang managernya ucapkan, secara otomatis Kai membuka matanya.

‘Baiklah, ku tutup.’

‘Kim Jongin! Aku belum sel—’ Kai memutuskan panggilan itu secara sepihak.

Ia beranjak dari kasur. Setelah mengambil laptopnya, ia menuju balkon kamar itu.

Semilir angin yang menerpa wajah tampan itu memperlihatkan guratan serius saat manik coklat miliknya bergerak ke kanan dan ke kiri membaca tulisaan yang tertera di hadapannya.

“Jung Jaewon.. 48 tahun.. Eh?” Sebelah alisnya terangkat.

“Dia memiliki seorang putri?”

TING!

Lagi-lagi bunyi ponsel memecah konsentrasinya. Namun kali ini hanya sebuah pesan masuk.

Semoga tidurmu nyenyak, Mr.Kim^^
Selamat malam

From : Jstal

Kai tidak mengenal siapa pemilik ID itu. Tapi percayalah, pesan darinya selalu muncul tiap ia akan pergi tidur.

“Apakah sangat mudah mendapatkan ID baru? Bahkan kita tidak saling mengenal. Dan— sepertinya kau tidak bosan mengirimiku pesan setiap malam.” Kai tersenyum samar.

~

Kicauan burung terdengar mengalun indah pagi itu. Sepertinya cuaca hari ini akan cerah.

Tuan Jung dan Krystal sudah menempati kursi diruang makan. Berbanding terbalik dengan sang ayah yang sudah rapi dengan setelan jas hitam, Krystal justru masih berbalut piyama tidurnya. Itu bukanlah hal tabu bagi penghuni disana.

“Hari ini sekertaris Lu akan melakukan survei ke beberapa tempat.” Ucap tuan Jung tiba-tiba.

“Lalu?” Krystal menatap ayahnya bingung.

“Pergilah ke kantor hari ini dan ikut bersama sekertaris Lu.”

Gadis itu tak bersuara, ia hanya mengernyit malas sambil terus mengunyah makanannya.

Tuan Jung hanya mengulum tawa memperhatikan putrinya. Oh—kini Krystal telah tumbuh menjadi gadis yang begitu cantik. Meskipun umur dan fisiknya yang akan menginjak usia 20 tahun, namun baginya—krystal tetaplah bayi kecilnya yang manja.

‘Sayang sekali ibumu tak ada disini’ batinnya. Lalu ia teringat akan suatu hal.

“Sayang, kau masih menjalani terapimu?”

Krystal refleks menatap ayahnya. Ia hanya menggeleng pelan.

“Kalau begitu aku akan kembali mengatur jadwal pertemuanmu dengan dokter Sena.”

“Ayah, kau tahu aku sudah sembuh.”

“Malam ini ayah akan kembali ke Jepang.” Tuan Jung tak ingin menghiraukan apa yang putrinya katakan. Ia lalu bangkit dari kursinya.

“Ayaaaah..” Rengek gadis itu.

“Ayah ada rapat penting. Temui ayah di kantor.” lalu tuan Jung beranjak pergi.

~

“Kau serius dengan rencanamu hah? Jangan lakukan hal bodoh. Maksudku—Kim Kai—ah!! Aku benar-benar menyesal telah mengirim file itu padamu!” Manager Shim mengerang frustasi.

Sedangkan Kai, ia yang masih pada posisinya didepan meja rias—berlagak seolah telinganya tuli untuk menghiraukan rengekan pria disampingnya. Ia tetap sibuk dengan ponselnya.

“Dengarkan aku.” Ucap manager Shim sedikit tenang. “Jika terjadi sesuatu yang buruk—aku tidak ingin terlibat dan jangan libatkan aku. Aku yakin kau cukup pintar untuk memikirkan hal ini. Bukan hanya orang itu, kau juga akan terluka.”

Kai menatap manager Shim beberapa saat, lalu tangannya terulur menempelkan ponsel di telinganya pertanda ia menghubungi seseorang.

‘Siapkan semuanya.’

‘. . .’

‘Ya, tentu saja aku yang akan melakukannya. Kita selesaikan sebelum ia pergi.’ Kai lalu memutuskan panggilan itu.

Manager Shim menatap Kai frustasi. Sedangkan yang di tatap hanya menyunggingkan sebelah bibirnya. Ia lalu menepuk bahu managernya pelan.

“Manager, kau tahu aku sudah memikirkan hal ini sejak lama. Kau tidak perlu khawatir, aku sudah siap—jika ini adalah akhir bagiku.” Lalu ia beranjak meninggalkan ruangan itu.

~

Cahaya langit perlahan mulai menghilang, semakin redup dan berubah gelap. Lampu-lampu jalanan dan gedung-gedung pencakar langit nampak semakin menambah gemerlapnya suasana malam di Seoul.

“Apa perjalanan bisnis kali ini begitu menyenangkan?” Suara Luhan memecah keheningan dalam mobil yang ia kendarai. Krystal yang sedari tadi terpejam membuka matanya dan menatap tajam ke arah Luhan.

“Sekertaris Lu, apa kau sakit? Kita mendatangi begitu banyak tempat dan kau bertanya tentang rasa senang?” Krystal mengernyit. Dan itu malah membuat Luhan tertawa begitu nyaring.

Well, entah sejak kapan Krystal menyadari ia jadi begitu dekat dengan sekertaris dari perusahaan ayahnya tersebut. Sekertaris muda berusia 25tahun yang ayahnya percayakan beberapa tahun ini untuk mengajari Krystal tentang bisnis, tetapi yang terjadi adalah Krystal memanfaatkan Luhan sebagai alasannya berkeliaran melakukan kegiatan fansitenya.

“Ini baru permulaan, apa kau baru saja mengatakan jika ini melelahkan?”

“Ini bahkan jauh lebih melelahkan dibanding menjalani fansite.” Krystal melipat kedua tangannya di depan dada.

“Kau harus mempelajari bisnis dengan baik. Fansite yang kau jalani bahkan tidak menghasilkan uang.” Luhan mencemooh. Krystal menatap Luhan lalu memutar bola matanya malas.

“Apa aku harus seperti fansite lain? Menjadikan hasil jepretannya menjadi photobook, membuat berbagai aksesoris lalu menjualnya?”

“Itu sedikit lebih baik.”

Krystal menghela nafasnya malas.

“Mr.Lu, aku melakukan ini untuk kesenanganku sendiri. Aku hanya perlu pergi ke tempat-tempat menyenangkan, mengambil gambar, lalu mengunggahnya ke akun SNSku. Itu sudah cukup.” Ia tersenyum cerah ke arah namja di sampingnya.

“Ya, ya. Aku hanya tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi orang-orang saat tahu jika putri dari pengusaha ternama Jung Jaewon adalah seorang fansite master. itu terdengar lucu ya?”

Krystal hanya mempoutkan bibirnya tak terima.

Ya, bukankah hal lucu? Ayahnya adalah seorang pengusaha ternama di Asia dalam bidang fashion. Lalu, Krystal justru tak melakukan hal berguna apapun untuk perusahaan ataupun ayahnya. Ia hanya bermain dan bersenang-senang dengan kegiatan konyolnya—fansite.

Luhan memarkirkan mobilnya di depan sebuah bangunan besar—gedung penyimpanan abu. Tempat itu terlihat sepi. Hanya beberapa mobil yang terparkir disana.

Krystal keluar dari mobil itu tanpa diikuti Luhan.

Ia berjalan memasuki bangunan itu dengan sebuket bunga lily putih di tangannya. Ia berniat untuk mengunjungi abu milik ibunya.

Namun saat ia mamasuki salah satu ruangan, tepat di depan lemari keemasan tempat abu milik ibunya disimpan, seseorang tengah berdiri disana. Pria dengan balutan serba hitam dengan topi dan masker hitam yang menutupi sebagian wajahnya.

Pria itu menyadari kedatangan Krystal lewat pantulan kaca di hadapannya. Ia lalu menurunkan topi yang ia kenakan untuk menutupi wajahnya.

Krystal terus melangkah mendekat tanpa mencurigai apapun.

“Permisi.” Suara Krystal menggema di ruangan itu.

Menyadari bahwa yang dituju oleh krystal adalah lemari kaca di hadapannya, pria itu menggeser sedikit tubuhnya kesamping.

Krystal menaruh bunga yang ia bawa kedalam lemari kaca itu. Ia terdiam beberapa saat sambil terus memandangi foto seorang wanita yang terpajang didalamnya.

Sharene Lee
12.12.1976 – 08.04.2010

tertulis di bingkai foto itu. Krystal tersenyum.

“Ibumu?” Namun suara pria di sampingnya tiba-tiba terdengar menggema di telinga Krystal. Ia mengalihkan tatapannya ke arah pria itu—yang tengah menatap lemari kaca disamping milik ibunya.

“Hmm.” krystal hanya menganggukkan kepalanya. Kepalanya terus berfikir. Entah mengapa ia merasa familiar dengan suara dan juga parfum yang dikenakan pria itu.

“Dia cantik.” Setelah mengatakan itu, pria tadi menatap Krystal beberapa detik lalu berbalik untuk pergi.

Mata itu..

“Tunggu!” Seruan Krystal yang menggema, menghentikan langkah pria itu.

“Kau—”

“Aku mengunjungi seseorang. Tapi foto ibumu menarik perhatianku. Maaf aku sudah lancang.” Setelah mengucapkan kalimatnya pria itupun melangkah semakin menjauh.

DEG

Rasanya krystal mengenal siapa pemilik suara itu. Ia hampir saja berlari untuk mengejar pria itu jika saja ponselnya tak berdering.

Sekertaris Lu

Tck!

‘Ada apa?’

‘Presdir sudah dalam perjalanan untuk menjemput anda di kantor, kita harus segera pergi’

‘Baiklah, tunggu sebentar. Bahkan aku baru saja sampai’

‘Masalahnya adalah aku mengatakan kita sudah ada di kantor. Dan presdir sudah hampir sampai.’ Suara Luhan terdengar sedikit panik.

Tapi justru hal itu malah membuat tawa krystal pecah.

‘Mengapa kau begitu panik Mr.Lu? Tempat ini juga tak jauh dari kantor, kau tenang saja. Tunggu sebentar lagi, aku akan segera kesana’ Krystal lalu memutuskan panggilan.

Ia kembali menatap foto wanita itu sambil tersenyum. Wajah dalam foto itu nampak bukan seperti wajah orang korea biasanya.

“Ibu.. Sudah berapa lama ibu pergi? Apakah ini sudah 6 tahun? Aku merindukanmu.” Krystal bermonolog.

Ia tersenyum samar sambil terus memandangi foto dalam lemari kaca itu.

Walupun hanya menatap lewat foto itu, rasanya hati Krystal kembali membaik. Ia merasa setiap kali menatap foto sang ibu rasanya seperti mengisi energi dalam dirinya.

“Ibu.. Hari ini ayah menyuruhku mengikuti perjalanan bisnis yang membosankan bersama sekertaris Lu. Dan karna itu juga aku tidak bisa menonton Kai di acara musik siang tadi.” Wajah Krystal berubah menjadi lesu.

Tapi.. Kai?

Krystal tiba-tiba teringat kejadian beberapa saat lalu. Ia lalu melihat sebuah foto pada lemari kaca di samping milik ibunya. Seorang pria.

“Kim Jong Suk? Rasanya aku pernah mendengar nama ini..” Krystal nampak berfikir. Namun bunyi ponsel membuyarkan pikirannya.

Sekertaris Lu

“Mengapa ia begitu tak sabaran?” Krystal menggeser tombol merah pada layar ponselnya.

Ia kembali melihat foto itu.

Kim Jong Suk

19.01.1968 – 08.04.2010

“Delapan April 2010?” Itu juga hari kematian ibunya.

Ponsel Krystal kembali berdering. Kali ini ia mencoba tak menghiraukan panggilan itu.

“Mengapa sama? Apa ini hanya kebetulan?” Krystal memiringkan kepalanya.

Lagi-lagi ponselnya berdering.

Sekertaris Lu

Tck!

Krystal segera menggeser tombol hijau dengan sedikit kesal.

‘Ada ap—’ belum sempat Krystal menyelesaikan kalimatnya, Luhan terlebih dahulu memotongnya.

‘Nona!—Presdir!—’ Suaranya tercekat.

‘Kenapa?’

‘Presdir—’ Suara Luhan semakin tercekat.

‘Hey, ada apa? Jangan membuatku takut.’ Entah mengapa jantung Krystal kini menjadi bedegub tak karuan.

‘Presdir—kecelakan.’

DEG

Kecelakaan? Apa sekertaris itu sedang membohonginya?

‘Ja-jangan menipuku’ Suara dan tangan Krystal nampak gemetar.

‘Aku serius nona’

Tanpa berfikir panjang lagi Krystal segera berlari meninggalkan tempat itu.

~

Setelah mengendarai mobil dengan kecepatan diatas batas, Luhan memarkirkan mobilnya asal. Krystal segera keluar dari sana. Ia begitu terkejut dengan keadaan jalanan itu sekarang. Lampu-lampu mobil polisi dan juga ambulance terlihat jelas disana. Krystal melangkah perlahan menghampiri kekerumunan orang-orang.

Sesuatu yang ia kenal mengalihkan perhatiannya. Sebuah mobil Audi Rs5 yang biasa terparkir di depan rumahnya, kini keadaan mobil itu buruk. Sangat buruk.

Langkah Krystal semakin terasa berat. Sekuat tenaga ia menyeret kaki-kaki itu untuk mendekat kesana. Ia berharap tak melihat sesuatu yang akan membuat jantungnya berhenti berdetak.

Langkah Krystal terhenti. Dadanya terasa sakit. Apakah oksigen di sekitarnya telah hilang? Mengapa ia sulit bernafas? Matanya terasa memanas. Ia tidak salah. Seseorang yang tengah dibawa memasuki sebuah ambulance dengan tubuh yang bersimbah darah itu—Ayahnya.

Bulir-bulir air mata itu mulai berjatuhan.

Ini seperti sebuah peluru yang melejit tepat melubangi hatinya. Perlahan Krystal kembali menyeret kaki-kaki itu untuk mendekat. Namun sesuatu kembali menarik perhatiannya. Beberapa orang medis kembali membawa seseorang dari mobil yang berbeda. Dan—tidak berlu berfikir lama untuk Krystal menyadari siapa orang itu.

“K-Kim.. K-k-kai?”

-TBC-

Halo readers! Sebelumnya maaf untuk keterlambatan Chapter 1 ini, dikarnakan ada beberapa kendala di minggu-minggu sebelumnya.

Dan, TERIMA KASIH BANYAK buat yang sudah dan mau membaca ff anehku ini. Juga untuk yang sudah memberi komentar di Teaser, itu penyemangat banget *peluk* semoga tetap memberi semangat dengan menyempatkan komentar.

Sekali lagi TERIMA KASIH! Sampai ketemu di Chapter selanjutnya! *bow*

Bonus pict 🙂 seseorang yang bakal muncul di chapter 2!

44 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] HATER X FAN (Chapter 1)”

  1. Entah kenapa aku curiga kai deh penyebab kecelakaan itu. Apalagi waktu kai bilang dia siap kalo ini akhir dari dirinya. Dan untuk apa juga kai cari informasi tentang ayahnya krystal. Dan ayahnya kai sama ibunya krystal meninggal ditanggal, bulan, dan tahun yg sama. Apa ayah kai dan ibu krystal punya hubungan? Wah… Seru kak. Bikin penasaran banget. Ditunggu next chapter kakak/ lanjut baca aja deh 🙂

    1. Waaahh, kamu hebat ya udah mikir kemana-mana 😀
      Makasih udah mampir, ditunggu yaa next chapternya ^^

  2. Itu orangtua mereka dulunya berhubungan atau gimana thor? Kok kaya bales dendam gitu ya si kai nya?
    Lanjut thor, seruuu ><

    1. Hayoo, kira2 kenapa yaa? Hihi
      Terimakasih sudah baca dan koment, tunggu jawabannya di chapter2 depan yaaa 😉

    1. Hihi sedih yaa? Aku juga nulisnya gakuaatt :’3
      Siapa sih authornya? Duh mungkin dia laper jadinya sedih 😀 haha #apaini
      Thanks dear udah nyempetin koment 😉

  3. Kim jong suk? Aku malah salah fokus mikir itu lee jong suk (*lalu digampar.. 😂)
    Keren thor, ngena banget bahasanya..👍
    Jangan” bapaknya si kristal yg dulu buat bapaknya kai bangkrut dan meninggal? Itu kai ceritanya balas dendam sama bapaknya kristal???😱
    Next thor, hwaiting!!!😄

    1. Lee Jongsuk😀 wkwk
      Lihat saja apa yang sebenarnya terjadi di chapter2 depan ^^

      Oke, ditunngu ya dear.
      Terimakasih komentarnya:)

  4. kalo si ibunyab krystal meninggalnya barengan sama bapaknya jongin, berarti…..

    si jongin ngecelakain bapaknya krystal? balas dendam?
    tapi dianya juga ikut luka…

    next thor, seruu

    1. Berarti.. Apa hayoo? 😀
      Kenapa bisa begitu ya? Ditunggu jawabannya^^
      Terimakasih komentarnya 😉

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s