[EXOFFI FREELANCE] DREAM – CHAPTER 9 [ LÜGE – KEBOHONGAN ]

DREAM - CHAPTER 8 (REVISI)

DREAM – CHAPTER 9

[ LÜGE – KEBOHONGAN ]

Author: Azalea
Cast : Bae Suzy (Miss A), Byun Baekhyun (EXO), Kim Myungsoo (Infinite)
Genre : Romance, Sadness.
Rating : +17
Length : Chapter
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita DREAM. Jangan plagiat, ataupun me re-upload ff ini tanpa sepengetahuanku.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita Sebelumnya : CHAPTER 1 ( DREAM ) -> CHAPTER 2 (REAL?) -> CHAPTER 3 (DEJA VOO) -> CHAPTER 4 (FATE) -> CHAPTER 5 (설레다 [ SEOLLEDA – BERDEBAR ]) – > CHAPTER 6 (LOCKVOGEL – PEMIKAT) -> CHAPTER 7 (SWEET MORNING) -> CHAPTER 8 (VERWIRRT)

 

 

Senyuman itu tidak pernah lepas dari wajah Suzy sejak dia keluar dari gedung apartemen Baekhyun sampai dia turun dari taksi yang membawanya ke tempat dia bekerja. Bukannya Suzy tidak bisa mengendarai mobil, tapi Suzy masih trauma atas kecelakaan yang menimpa dirinya sekitar sebulan setengah yang lalu itu.

Suzy menyapa beberapa karyawan yang berpapasan dengannya. Suzy memang dikenal mempunyai perangai yang ramah, sehingga semua orang selalu menyapanya tatkala mereka berpapasan dengan Suzy.

Tapi senyuman di wajahnya langsung hilang saat dia melihat sesosok tubuh dari orang yang begitu dikenalnya. Rasa bersalah tiba-tiba menyelubungi hatinya. Langkah Suzy langsung terhenti saat melihat Myungsoo sedang berdiri di dekat meja resepsionis di lobby gedung perusahaannya.

Suzy dapat melihat Myungsoo sedang berbicang-bincang dengan asyiknya sampai dia tidak sadar jika Suzy sudah berada di dalam gedung yang sama. Suzy hanya bisa memandangi Myungsoo dari kejauhan.

Myungsoo memang sangat tampan dan baik hati. Pikir Suzy saat mengamati Myungsoo. Tapi sayang wajah tampan itu tidak bisa mengisi hatinya, karena sudah ada orang lain yang tiba-tiba masuk ke dalam hati Suzy dan menempati semua ruang di hatinya, menyebabkan tidak adanya ruang kosong di hati Suzy.

Suzy tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Selama ini dia selalu berusaha mencintai tunangannya itu, tapi sekarang Suzy sadar bahwa selama ini sikap yang dia tunjukkan pada tunangannya itu hanya kepura-puraan semata.

Semuanya begitu kosong, tidak bermakna sama sekali. Suzy ingin membatalkan pertunangannya itu, tapi orang tua Suzy sudah terlalu banyak menanggung hutang balas budi pada keluarga Myungsoo. Jadi mau tidak mau Suzy pun menyetujui pertunangannya ini demi membalas kebaikan keluarga Myungsoo, walaupun itu membuatnya membohongi dirinya sendiri.

Mungkin selama ini Suzy bisa bertahan dengan kebohongannya itu, tapi setelah Baekhyun masuk ke dalam kehidupannya, Suzy merasa tidak sanggup lagi untuk melanjutkan kebohongan ini. Dia tidak ingin terus membohongi Myungsoo dengan memberikannya sebuah harapan palsu tapi Suzy tidak punya banyak pilihan.

Menyadari ada yang sedang memperhatikannya, Myungsoo pun membalikkan badan untuk menghadap ke arah pintu masuk. Senyuman langsung tercetak jelas di wajahnya saat dia menemukan Suzy sudah berdiri di pintu masuk sedang memperhatikannya.

Myungsoo pun berjalan menghampiri Suzy yang tidak bergerak sama sekali. Myungsoo melihat ada yang aneh dari Suzy karena tidak memberikan respon apapun padanya. Ditepuknya pundak Suzy yang menyebabkan tersadarnya Suzy dari lamunannya selama ini.

Suzy begitu terkejut saat melihat Myungsoo sudah ada di depannya. Wajah Myungsoo tidak pernah berhenti tersenyum padanya, membuat Suzy pun membalas senyuman Myungsoo.

“Apa yang sedang kau lamunkan hingga tidak sadar aku sudah ada di depanmu?” tanya Myungsoo dibuat pura-pura kesal sambil memincingkan matanya pada Suzy.

Mendengar itu, Suzy malah melebarkan senyumannya. Myungsoo tidak pernah berubah. Selalu tidak suka jika keberadaannya diabaikan. Pikir Suzy.

“Dirimu.” Jawab Suzy jujur.

Memang sebenarnya Suzy sedang memikirkan Myungsoo, tapi memikirkan tentang kebohongannya selama ini pada Myungsoo, bukan tentang kebaikannya. Kembali, rasa bersalah semakin menyelubungi hatinya.

“Ck,, kau pandai sekali membuat hatiku melambung tinggi.” Ucap Myungsoo sambil tersenyum bahagia pada Suzy.

Kemudian Myungsoo memeluk Suzy sayang. Mau tidak mau Suzy pun membalas pelukkan itu. Tapi Suzy tidak merasakan perasaan berdebar saat Myungsoo memeluknya. Tidak seperti Baekhyun. Walaupun Baekhyun tidak memeluknya, tapi jantungnya selalu berdebar dengan cepatnya jika mereka sedang bersama.

“Aku tadi pagi menjemputmu ke rumah, tapi kata eommonim kau tidak ada. Makanya aku langsung saja ke kantormu. Kau menginap di mana semalaman ini?” tanya Myungsoo sambil berbisik di telinga Suzy.

Mendengar pertanyaan dari Myungsoo itu membuat tubuh Suzy menjadi kaku seketika. Tidak tahu harus menjawab apa. Suzy tidak mungkin menjawab jika semalam itu dia tidur di tempat seorang pria, karena itu akan menyakiti Myungsoo.

Tapi Suzy tidak bisa berbohong, walaupun sebenarnya sikapnya selama ini penuh kebohongan. Apa Suzy harus menambah daftar kebohongannya pada Myungsoo? Sepertinya memang harus. Pikir Suzy.

“Kenapa kau tidak menjawabnya?” tanya Myungsoo heran saat Suzy tidak menjawab pertanyaannya sama sekali.

“Hmm…aku…semalam menginap di rumah teman lama.” Ujar Suzy bohong setelah berpikir cukup lama.

Tapi memang benarkan, dirinya dan Baekhyun tidak memiliki sebuah hubungan apapun. Makanya Suzy menyebut Baekhyun sebagai teman, walaupun sebenarnya kata teman tidak pas untuk menjelaskan hubungannya dengan Baekhyun saat ini.

“Teman?” tanya Myungsoo lagi sambil melepaskan pelukan mereka untuk menatap Suzy langsung.

“Hm..seorang teman.” Jawab Suzy mantap untuk meyakinkan Myungsoo.

“Teman yang mana? Jinri? Tapi tadi pagi saat aku menghubunginya, kau tidak ada di sana. Apa kau punya teman lain selain Jinri?” tanyanya begitu penasaran.

Sebenarnya Suzy kurang menyukai jika seseorang terus bertanya atas apa yang sudah atau sedang dia lakukan saat ini. Sebisa mungkin dia menahan kejengkelannya pada Myungsoo yang terus bertanya.

“Kau mungkin tidak kenal. Dia teman SMP-ku, tapi dia pindah ke Amerika dan baru kembali kemarin. Lalu dia menghubungiku, akhirnya kami memutuskan untuk bertemu. Aku dan dia mabuk, kemudian dia membawaku ke tempat tinggalnya, dan aku akhirnya bermalam di sana.” Jelas Suzy pada Myungsoo.

“Benarkah? Kenapa tidak menghubungi kedua orang tuamu jika kau menginap di luar? Mereka saat ini sangat mengkhawatirkanmu.” Ucap Myungsoo.

“Aku lupa menghubungi mereka. Aku terlalu bahagia saat dia menghubungiku. Bahkan aku belum sempat masuk ke dalam rumahku karena aku langsung menemui temanku itu.” Ucap Suzy kembali berusaha meyakinkan Myungsoo.

Myungsoo terus menatap Suzy dalam, mencoba mencari kebohongan dari pancaran mata Suzy. Seseorang pernah berkata, jika kau ingin tahu seseorang sedang berbohong padamu tidaknya, maka lihatlah matanya. Karena mata tidak pernah bisa berbohong. Dan itu yang sedang Myungsoo lakukan saat ini.

Suzy sebisa mungkin menetralkan perasaannya agar kebohongan yang sudah dia perbuat itu tidak ketahuan Myungsoo. Jantung Suzy semakin berdetak cepat saat Myungsoo tidak mengucapkan sepatah katapun, tapi hanya memperhatikannya.

Sampai Myungsoo membuang nafas dalam tanda menyerah. Tanpa sadar Suzy juga melakukan hal yang sama seperti Myungsoo. Rasa lega menghampiri Suzy, karena Myungsoo percaya pada perkataannya itu.

“Baiklah aku mengerti. Lain kali kau harus menghubungi orang tuamu atau aku jika kau mau menginap di luar. Arrachi?” ucap Myungsoo menyerah.

“Hm..mianhae sudah membuat kalian khawatir padaku.” balas Suzy penuh penyesalan.

“Baiklah, aku maafkan. Tapi aku merasa ada yang berbeda dari dirimu…” ujar Myungsoo sambil memperhatikan Suzy lagi dengan seksama.

“A-apa-nya yang ber-beda?” ucap Suzy gugup saat Myungsoo kembali memperhatikannya dengan seksama.

“Hm…” Myungsoo terus memperhatikan Suzy, mencari-cari apa yang terlihat berbeda dari tunangannya itu.

“Bajumu?” jawab Myungsoo sedikit tidak yakin.

Ne?” tanya Suzy bingung.

“Aku merasa hari ini kau sangat…panas.” jawab Myungsoo sambil mendekatkan bibirnya pada telinga Suzy untuk berbisik di telinga Suzy.

Suzy langsung merona saat Myungsoo berkata seperti itu padanya. Secara refleks Suzy menarik ujung roknya agar bisa sedikit menutupi pahanya yang memang sudah terbuka setengahnya itu, tapi hal itu percuma saja karena tidak berpengaruh sedikitpun walau Suzy sudah menariknya dengan sekuat tenaga.

“Aku menyukainya.” Tambah Myungsoo lagi yang mana malah membuat wajah Suzy semakin merah saja.

“Aku yakin, siapa pun yang melihatmu seperti ini , akan langsung jatuh cinta padamu. Sama sepertiku, yang kembali jatuh cinta padamu.” Ucap Myungsoo lagi disertai desahan di akhir kalimatnya. Suzy tahu arti desahan yang keluar dari mulut Myungsoo itu.

Suzy masih tidak menanggapi ucapan apapun dari Myungsoo. Dirinya terlalu malu, hal itu dikarenakan pakaian yang dia kenakan saat ini hingga dapat membangkitkan singa di dalam diri Myungsoo.

Tanpa sadar Suzy berpikir, bagaimana tanggapan Baekhyun jika dirinya memakai pakaian yang seperti ini di hadapannya? Apakah tanggapannya akan sama seperti Myungsoo? Atau berbeda?

Memikirkan Baekhyun yang akan melihatnya dengan pakaian seperti ini membuat jantung Suzy berdetak lebih kencangnya dan rona merah semakin jelas tercetak pada wajahnya. Tapi bukankah Baekhyun sudah melihat semuanya? Lantas apalagi yang membuat Suzy merasa lebih malu lagi jika dia memakai pakaian seperti ini di depannya? Bodoh. Rutuknya dalam hati.

“Kau melamun lagi.” Ucap Myungsoo menyadarkan Suzy dari lamunannya lagi.

“Ah..tidak. Aku tidak sedang melamun.” Ucap Suzy kembali berbohong.

“Kau tidak berangkat bekerja?” tanya Suzy untuk mengalihkan perhatian Myungsoo padanya.

“AH, aku hampir lupa. Melihatmu seperti ini membuatku melupakan kewajibanku yang lain. Aku harus berhati-hati padamu.” Ucap Myungsoo saat menyadari waktu sudah menunjukkan saatnya masuk kantor.

“Aku berangkat kerja dulu. Sampai jumpa nanti saat makan siang.” Tambah Myungsoo berpamitan pada Suzy.

Kemudian Myungsoo mendekatkan wajahnya untuk mencium pipi Suzy. Mendapat perlakuan itu, Suzy hanya bisa diam saja. Membiarkan Myungsoo menciumnya di saat Myungsoo bisa melakukannya.

“Aku tidak sabar menunggu malam pengantin kita.” Bisik Myungsoo setelah mencium kedua pipi Suzy. Kemudian Myungsoo berjalan meninggalkan Suzy yang belum sempat menjawab semua perkataannya itu.

Deg.

Malam pengantin? Myungsoo? Apakah aku benar-benar akan menikah dengannya di saat aku sudah melakukannya dengan Baekhyun? Baekhyun? Bagaimana dengan dia? Apakah aku akan rela melepaskannya? Atau tetap bersama dengannya secara diam-diam? Lalu bagaimana dengan Myungsoo? Pikir Suzy begitu kalut saat mendengar Myungsoo membicarakan masalah pernikahan dengannya.

Kemudian Suzy membalikkan badannya untuk menatap punggung Myungsoo yang sudah berjalan menjauh dari tempatnya berdiri. Perasaan bersalah yang begitu sesak Suzy rasakan di dadanya hingga tidak terasa setetes air mata jatuh di pipinya. Menikah? Apakah dia tetap akan menikah dengan Myungsoo? Perasaan tidak rela terbesit di hati Suzy yang bimbang saat memikirkan semua itu.

~ tbc ~

40 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] DREAM – CHAPTER 9 [ LÜGE – KEBOHONGAN ]”

  1. Sumpah nyesek kalo jdi myungsoo pas tau tunangan yg dicintainya malah mencintai lelaki lain huhuhu~
    Mungkin kalo baekhyun yg liat, dia akan marah karna suzy terlalu seksi ditempat umum wkwkwk

  2. Cepet atau lambat pasti myung tau tuhhh.myungnya udah cinta banget sama suzy.tp suzynya cuma cintanya sama baekhyun.makin penasaran nih

  3. Huaa aku baru komen lagi setelah terakhir komen di chapter 7. Miaaaannnnnn :”

    Aku merasa jahat sama myungsoo. Aku kaya ga peduli sama myungsoo karena alu lebih milih baek-suzy. Dari awal cerita ini udah punya baek-suzy. Semoga suzy cepet cepet jujur deeh sama myungsoo. Biar ga makin banyak bebannyaa. Kan gaenal juga kalo boong muluuu ._.
    Ditunggu kelanjutannya yaah author azalea~
    화이팅!

  4. maaf kak baru sempet baca sama komen

    kasiyan suzy nya bingung
    hahaha mending mikih baekhyun aja

    hahaha

    lanjut kak,, fighting

  5. AAAARGGGGGH JD IKUTAN FRUSTASIIIIIIIIII-______- PAARRAAAAHHH SUZYYYYYYY. Mending jujur ajaaaa drpd makin ribetttt. Ditunggu chap selanjutnya kaaa, fightinggg

  6. Ah makin seru ceritanya…..
    Jadi makin penasaran sma ke lanjutan ya apa nanti suzy tetap sma myungsoo atau sma baekhyun yea?????

  7. Makin seruuuu
    Suzy nya jujur sama myungsoo ih kasian myungsoo, dan semoga ayah Suzy setuju kalau suzy sama Baekhyun.
    Nextnya di tunggu banget nih, fighting ^^

  8. Lebih baik Suzy jujur aja ke Baekhyun biar Myungsoo nya gg sakit hati, ga tau kenapa, tapi aku lebih suka kalo Suzy sama Baekhyun 😆
    Next thor
    Fighting 😊

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s