[TAO BIRTHDAY PROJECT] BIRTHDAY MEMORY – ECCEDENVY

image

EXO Birthday Project

Vy‘s Storyline

Starring

Huang Zi Tao

In Family – Drama with Lenght Oneshot and Rating General

image

BIRTHDAY MEMORY

Tao tidak pernah sesedih ini sebelumnya. Terakhir kali ia menangis hanya ketika dia terkena tongkatnya sendiri saat latihan Martial Art. Itu juga ketika umurnya sekitar enam tahun. Dan itu tepatnya tujuh belas tahun yang lalu. Umurnya menginjak dua puluh tiga, dan ia menangis di umurnya itu. Sebenarnya ini hanya hal sederhana yang dilakukan kedua orang tuanya untuk merayakan ulang tahunnya. Satu kata yang tepat adalah dia terharu.

“Akhirnya pemotretannya selesai!!!” Tao berucap kegirangan. Tubuh lelahnya minta diistirahatkan. Dengan duduk di sofa sambil menunggu managernya saja sudah membuatnya mengambang di alam kesadarannya. Akhir akhir ini memang ia cukup banyak beraktifitas. Pekerjaannya menyita waktu dan juga tenaga. Ia berada di daratan pulau yang sama dengan yang dipijak orang tuanya, tapi ia hanya bisa setidaknya bertemu keluarganya dua kali dalam sebulan. Ini gila! Pikirnya.

“Tao, kau bisa pulang ke rumah. Besok pagi pagi sekali kau kujemput. Kita masih ada latihan sebelum concert!” Managernya datang dan membuat wajah Tao yang kusut makin berantakan.

“Ge! Yang benar saja!” Tao memekik heboh. Ia berteriak sembari menutup katanya. Besok ulang tahunnya dan ia masih saja tidak di berikan libur. Keterlaluan!

“Kita tidak bisa mengubah schedule mu yang padat begitu saja. Lagipula kan kau sudah setuju dengan schedule mu tadi pagi. Ini masih belum dua puluh empat jam kau setuju dan sudah marah marah.” Managernya yang balik marah. Tapi sepertinya Tao terlalu lelah untuk mendengarnya. Ia hanya menggumam tidak jelas. Di ujung batas kesadaran.

“Tao, aku akan mengantarmu! Cepat bangun!” Tao bangun malas malasan. Kepalanya kosong dan matanya berat. Kantung mata yang sudah ada di sana merambat makin besar dan hitam.

“Ge, biarkan aku libur…” Tao meracau. Ia sepertinya mengantuk sekali. Managernya hanya menggeleng sembari menggeret Tao ke dalam mobil. Perjuangan melawan badai dan hujan akhirnya selesai di tempuh untuk menggeret Tao masuk ke dalam kereta kencananya. Lelaki yang lebih tua memposisikan di ri di belakang kemudi dan mulai menjalankan kendaraan dengan roda empat itu. Perlu sekitar 45 menit perjalanan untuk sampai. Dan begitu sampai, lelaki itu bertemu dengan ibu Tao. Ia membungkuk sopan sebelum berkata akan membawa Tao masuk rumah.

“Biarkan saja! Biar saya yang bangunkan!” Wanita itu menahan manager anaknya untuk menggeret lagi tubuh Tao.

“Zitao, bangunlah! Kau sudah di rumah.” Wanita itu menepuk pelan lengan Tao. Ia juga mengusap ngusap leher dan telinga Tao. Tak berapa lama pergerakan muncul dan mata panda itu membuka. Yang pertama kali Tao tangkap hanya wajah ibunya yang tersenyum. Tao bangkit dari posisi bersandarnya dan menggosok matanya agar dapat melihat lebih jelas.

“Ma..” Tao memeluk ibunya.

“Kau kenapa?” Tanya ibunya bingung.

“Kangen.” Tao berucap pendek.

“Kita masuk dulu, oh yah, terima kasih sudah mengantar Zitao.” Wanita berumur itu membungkuk sedikit dan membawa Tao masuk ke rumah.

“Ma, sekarang jam berapa?” Tao bertanya setengah merengek.

“Jam satu pagi. Kenapa?”

“Tidak.” Tao berusaha mengusir kantuknya. Ia ingin menghabiskan waktunya dulu dengan ibunya. Sebelum matahari terbit dan pekerjaan melahap semua wakru bersama keluarganya.

“Sudah makan?” Tao menggelng pelan. Ia tadi hanya mekan biskuit di sela sela jadwalnya.

“Makanlah dulu!” Ibuny menarik Tao menuju ruang makan. Tao mengikuti ibunya. Ia masih setengah mengantuk saat hidungnya mencium aroma sedap. Tao yakin kalau ia masih ada kesadaran untuk sekedar memperhatikan sekitarnya dengan benar. Tapi ia rasa ia terlalu mrngantuk sampai sampai ia melihat sebuah kue tart bundar dengan dua buah lilin menyala di atasnya.

“Ma, ini apa?” Tanya Tao.

“Kita makan bersama untuk merayakan ulang tahunmu! Baba menunggu dari tadi loh.” Ibunya menarik Tao dan mendudukkannya.

“Mama dan Baba menunggu Tao dari tadi?” Tanyanya kesal.

“Iya, kan kita mau merayakan ulang tahunmu!”

“Harusnya mama dan baba tidur saja! Tidak usah menunggu Tao!” Tao merenggut.

“Yah, tapi mama sudah membuat mie kuah beijing untukmu.”

“Mama…” Tao jadi sedih. Bahkan orang tuanya punya banyak waktu untuk menyiapkan kejutan untuknya. Tapi ia untuk meluangkan waktu bertemu saja sulit.

“Makan. Habis itu kita bernyanyi dan potong kue.” Ujar ayahnya. Tao menatap mangkuk mienya. Ia tidak pernah ingat bagaimana ulang tahunnya di tahun tahun sebelumnya. Tidak ada yang berkesan di matanya. Ia pikir tahun ini akan sama. Tapi ibunya dengan kerja keras mampu mengubah haluan tentang pemikiran ulang tahunnya. Tao berlari memeluk ibu dan ayahnya sekaligus.

“Maafin Tao ya ma, ba! Tao jarang pulang ke rumah buat nemuin mama sama baba.” Orang tuanya mengangguk mengerti.

“Sudahlah! Mengapa kau menangis?” Ibunya menyeka air mata anaknya.

“Mama juga menangis! Tao nanti nanti akan sering pulang.” Mungkin ulang tahunnya yang kali ini berkesan karena ia tau betapa berharganya waktu bersama keluarga.

END

Bacodhannya Vy :

Halo halo. Vy mandeuk dan ini sudah di usahakan. Vy lagi melankolis gara gara mingdep mau UN!! Vy juga kebanyakan denger lagu sedih! Makanya vy pengen meluapkan rasa(?) Vy kedalam cerita aneh yang di sebuh tao birthday project ini. Udah ya. Nanti vy bakal balik mungkin cuma buat baek birthday abis itu vy hilang dari peradaban dulu selama sebulan. Vy baru balik pas ulath suho nanti. Oke~ Salam EXO L~

Satu komentar pada “[TAO BIRTHDAY PROJECT] BIRTHDAY MEMORY – ECCEDENVY”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s