[TAO BIRTHDAY PROJECT] DESTINY VER. 2 — IRISH’s Story

irish-destiny

EXO Birthday Project

Tao’s Story

   DESTINY verse 2 

  EXO`s (ex) Tao & Lovelyz`s Mijoo 

   slight appearance EXO`s Kai  

  crime, mystery, psychology story rated by R served in ficlet length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved


You’re my destiny. The gravity that pulls me.


██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

Previous Birthday Series:

〉〉 Lay’s Project – Dumb Dumb Ver. 1Ver. 2Ver. 3Ver. 4 | Wu Yifan’s Project – Like A Fool Ver. 1Ver. 2Ver. 3 | Chanyeol’s Project – Dream Candy Ver. 1Ver. 2Ver. 3 | D.O.’s Project – Sing For You Ver. 1Ver. 2Ver. 3 | Kai’s Project – For You Ver. 1Ver. 2Ver. 3 | Xiumin’s Project – One of These Nights Ver. 1Ver. 2Ver. 3 | Sehun’s Project – High Heels Ver. 1 – Ver. 2Ver. 3 | Luhan’s Project – Crush Ver. 1  – Ver. 2  | Tao’s Project – Destiny Ver. 1  〈〈

Destiny Ver. 2

♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫

LEE MIJOO VER.

Tubuh Sana sekarang sudah terlihat lebih baik. Setidaknya, sudah tidak ada noda darah di sekitar tubuhnya. Aku sudah membersihkannya. Sana seharusnya berterima kasih padaku karena aku sudah menghilangkan jejak pembunuhan yang ada di tubuhnya bukan?

Aku terpaksa menghabiskan satu botol cairan antiseptik untuk heels yang kukenakan. Aku tidak mau bau menyengat darah tercium saat aku pergi nanti. Sayang, jarang-jarang Jongin mau membelikan barang mahal untukku.

Tubuh Sana sudah bersih. Kuku jarinya juga sudah kubersihkan—karena tadi ia sempat mencakarku menggunakan kukunya, walaupun tidak membuatku terluka, polisi bodoh di luar sana sangat suka memeriksa tubuh orang yang sudah tidak bernyawa. Heran sekali apa mereka tidak punya cara menyelidik yang lebih baik dan efisien.

Aku akhirnya selesai dengan tubuh Sana, tentu aku sudah membersihkan ponselnya, juga benda-benda yang sempat disentuhnya tadi, kerja bagus, Mijoo. Kau melakukannya dengan sangat bersih hari ini.

“Seseorang pasti menemukanmu, cepat atau lambat. Jadi, tunggu saja sampai mereka menemukanmu, Sana-ssi.” aku mengucapkan sebuah selamat tinggal, sebelum akhirnya aku melangkah pergi dengan tenang.

Koridor masih sepi, dan aku hanya perlu menghindari beberapa orang saja. Tidak perlu menutupi rambut dengan topi, atau menutupi wajah dengan masker, hanya akan mengundang kecurigaan orang-orang. Konyol sekali.

Cukup mudah menghindari mereka, aku hanya perlu tersenyum ramah, dan terkadang sedikit memberi sapaan ‘sunbae, annyeong haseo’ dan mereka akan berpikir aku salah satu mahasiswa dari universitas mereka.

Toh, ingatan manusia bisa dimanipulasi. Jika mereka merasa curiga pada seseorang, mereka bisa mengingat ciri-ciri seorang tersebut dengan lebih baik daripada saat mereka tidak mencurigai seseorang.

Itu yang pernah Kyungsoo katakan padaku.

Itu juga alasan yang membuat tidak ada seorang pun di rumah sakit menaruh rasa curiga pada Kyungsoo. Ia pandai bersikap tenang dan ramah, meskipun di tangannya ia memegang pisau berlumur darah, ia bisa menyapa siapa saja dengan ramah, ia hanya perlu menyembunyikan tangannya dengan cara yang tidak kentara.

Hal yang sama aku lakukan sekarang, setelah memberi sapaan-sapaan ramah dan memamerkan ketenangan, aku bisa dengan mudah keluar dari universitas. Tanpa ada seorang pun tahu.

Bukankah menipu orang-orang itu sangat mudah?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

HUANG ZITAO VER.

Berapa lama bajingan itu sudah mempekerjakannya? Bagaimana bisa seorang—yang sudah membunuh—bisa bertingkah begitu tenang? Seolah orang-orang yang melewatinya tidak akan menaruh curiga, ia bisa bersikap sebagai salah satu mahasiswa universitas ini.

Tanpa sadar aku tergelak. Bagaimana pun, akting gadis ini jauh lebih baik dari bajingan itu—yang selalu terlihat seperti kriminal di mataku.

Kubiarkan gadis itu meninggalkan universitas dengan tenang. Aku bahkan tidak harus repot-repot mencarinya karena ia pasti berada di tempat bajingan itu.

Sebuah pesan singkat kukirimkan pada bajingan bernama Kim Jongin itu. Aku tahu, mereka sudah membunuh Sana, dengan cara yang keji. Dan aku adalah saksinya. Karena aku yang merekam pembunuhan itu dengan ponselku.

Cukuplah sekarang aku berdiam. Aku bisa memanfaatkan gadis itu untuk bekerja sama, melenyapkan Kim Jongin, tentu saja, sebelum aku melenyapkannya juga, atau minimal, menjebloskannya ke penjara dengan bukti yang kumiliki.

Malamnya, aku sudah menunggu kedatangan Jongin, ia pasti akan muntab jika tahu aku memiliki bukti tentang tindakannya.

Ia memang datang, tapi entah mengapa aku sama sekali tidak melihat kemarahan di wajahnya. Apa bajingan ini lagi-lagi menyembunyikan emosinya? Apa mungkin, ia tahu jika aku mengawasinya?

Sialan.

Kim Jongin, hal busuk apa lagi yang kau rencanakan kali ini?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

LEE MIJOO VER.

“Kudengar kau meninggalkan jejak hari ini.”

Aku tersentak saat Jongin membahas tentang tugasku siang ini—menghabisi Sana—saat aku baru saja menelan suapan pertama makan malamku.

“Aku sudah membersihkan semuanya.” ujarku, menunjukkan ponselku padanya, aku sudah merekam keadaan terakhir Sana di sana.

Ia sejenak meletakkan sendoknya, dengan santai masih mengunyah sementara tatapannya tertuju pada video berisikan keadaan tubuh Sana yang sudah tidak bernyawa.

Tak lama, ia mengangguk-angguk pelan, dan menyodorkan ponselku kembali.

“Itu artinya seseorang iseng sudah memberiku pesan ancaman.” ujarnya, menghembuskan nafas panjang sebelum jemarinya meraih sesuatu dari dalam kantong jaket gelap yang ia kenakan.

“Dia adalah tugasmu besok.” ujar Jongin, meletakkan sebuah foto di samping piringku.

“Namanya Huang Zitao. Dia mahasiswa yang bermasalah dengan Sana.” ujar Jongin tenang, sementara aktivitasku sejenak terhenti.

“Apa kau ingin aku membunuhnya juga?” tanyaku, membayangkan kemana arah kecurigaan polisi jika sosok bernama Huang Zitao ini mati juga.

“Jangan membunuhnya. Celakai saja dia. Kau tahu dia ada di fakultas yang sama denganku bukan? Fakultas kami ada di lantai tiga. Kau hanya perlu menyenggolnya secara tidak sengaja, dan biarkan ia terjatuh dari lantai tiga.”

Aku menatap Jongin sejenak, bagiku, membunuh seseorang secara terang-terangan jauh lebih mudah daripada harus secara ‘tidak sengaja’ membuatnya terbunuh. Akan ada banyak saksi, akan ada banyak kemungkinan untuk gagal.

Kenapa ia memilih cara beresiko seperti ini?

“Kau bisa melakukannya bukan?”

“Y-Ya.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

HUANG ZITAO VER.

Tidak berhasil dengan usaha untuk mengetahui apa yang bajingan itu rencanakan, aku malah harus terjebak dengan seorang psiko lainnya yang bertopeng guru. Sialan.

Memang, aku dibayar mahal olehnya untuk mengikuti Sana kemana pun, sehingga aku bisa melaporkan semua yang Sana lakukan padanya. Aku memang harus merelakan harga diriku untuk dicap sebagai seorang stalker, tapi bayaran yang ia berikan juga tidaklah murah.

Ia bisa membayar hingga ratusan ribu won dalam satu hari jika aku berhasil mengikuti Sana selama satu hari penuh. Dan jika Sana pergi ke luar kota, ia bisa membayarku hingga nominal jutaan won.

“Kau bilang, seseorang membunuh Sana?”

Aku terkejut mendengar nada bicaranya. Sungguh tidak wajar bagi seseorang yang selalu menyebut dirinya sebagai seorang yang jatuh cinta pada Sana untuk bereaksi begitu tenang.

Sudah kukatakan ia juga seorang psiko bukan?

Sebuah tawa kasar lolos dari bibirnya.

“Siapa yang melakukannya? Bajingan yang kau sebut bernama Kim Jongin itu?” tanyanya segera kujawab dengan anggukan.

Ia lantas mengangguk-angguk.

“Tapi bukan bajingan itu yang membunuhnya. Ia memerintahkan seorang gadis untuk membunuh Sana. Aku bahkan punya rekaman kejadiannya di ponselku.” ujarku, menyodorkan ponsel padanya.

Ia menatap benda tersebut tanpa ekspresi.

“Aku akan kirimkan uang ekstra untukmu membeli ponsel, dan beberapa juta yang sudah kujanjikan kemarin. Pulanglah, aku mungkin harus menyiapkan pemakaman untuk Sana.”

Aku terdiam.

“Baiklah.”

“Oh,” ia menunjukku dengan jari telunjuknya. “sebaiknya kau ambil cuti dari universitas. Kau adalah orang yang ada di list paling mencurigakan jika saja polisi mencari tersangka, semua orang menyatakan kau adalah stalker Sana bukan?” ujarnya tenang.

Tanpa sadar, rahangku terkatup. Sialan. Memangnya jika bukan karena uangnya, aku rela menjadi seorang stalker yang berulang kali dilaporkan ke polisi?

“Aku akan mengambil cuti besok.”

FIN

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

EH GAK ADA THRILLER-NYA YA, TROLOLOLOLOL. PRAISE THE LORD DONG. Awalnya ini versi dua penuh adegan berdarah elit juga loh. Tapi aku baik, jadi nanti di versi 3 baru deh penuh sama adegan-adegan berdarah. TROLOLOL.

Itu kode loh, nanti bunuh-bunuhannya gak sekali doang, biar greget, saling bunuh-bunuhan berantai. Mungkin rate nya gak R tapi M, karena… ya begitu. Genrenya thriller pure thriller :v LOL. Aku lagi semangat banget buat bikin thriller.

Nanti ulang tahun Boncabay Internasional surprise aja ya gausah dikasih spoiler :v

EHEM EHEM, itu seseorang astral muncul lagi di akhir :v

Ready to thrill your soul up, guys?

P.s: MAAF YA, aku rasa aku pernah bilang kalau aku mau hiatus pas anak-anak UNAS, apa daya, ulang tahun TAO dan CABE ini kok pas UNAS, kan aku galau… miane…

 

Catch Me On:

askfm facebook gmail instagram line soundcloud twitter wattpad wordpress

26 tanggapan untuk “[TAO BIRTHDAY PROJECT] DESTINY VER. 2 — IRISH’s Story”

  1. Tuh kan kak
    Ini gara-gara ada yang ga kubaca atau emang aku lupa ya??
    Kulupa Junmyeon itu muncul di mana jadi apa kaya gimana
    Ya gitu pokoknya AAAA 😥

  2. huwaaaaaa aku telat sekali sepertinya comment disini kkkkkkkkkkkkk jadi intinya, tao itu udah rekam bukti2 pembunuhan sana ya? trus si -entah siapa itu- nyuruh tao cuti karna dia tau tao bakalan jadi inceran selanjutnya? hmmmmm leh uga yaaaa wkwkwkwkwk aroma-aroma(?)nya, kayanya bakalan ada bunuh-bunuhan di next chapternya? hahaha aku lanjut baca duluuuuu~~ eh iya btw, kenapa mijoo sama jongin cocok disiniiiiiiiiiiii ><

  3. Org sp coba yg mau curiga sm mijoo kl ada tao yg muka preman gt buat dicurigain? Kasian tao, mukany hrs muka bejad gt :’v si jongin ngapain coba main senggol2an sm tao, kan panda cina termsk hewan yg dilindungi –” parah. Aku btw msh nungguin kyungsoo nongol lg lho kak wkwkwkwk. Ditunggu yaa, semangat nulisnyaa ^^

    1. XD buakakakak bener sekalleeeehhh, Tao sih muka preman, jadi stalker pula, cucok kan buat dijadiin tersangka kalo semisal Sana mati XD wkwkwkwkwkwk
      SIALAN AKU NGAKAK SAMA ‘PANDA CINA HEWAN YANG DILINDUNGI’ ITU XD XD nongol kok Kyungsoonya XD

  4. Next verse 3 kak,..😁
    Gak sabar liat Tao dibunuh dengan elit /*plak/digampar. 😂
    Eh, ini ceritanya flashback ya kak? Bukannya dulu si Jongin dah koid ya di versi” sebelumnya???😕
    Serah kak irish dah, next secepatnya ya kak😊😊😄

  5. Itu org misterius di akhir si Dr.do kh?
    Karna si tao nyebut dia juga sama2 psiko macam jongin jd langsung deh tersangka utama itu org misterius si Dr.do yg dipikirin, hahahahah
    Dia mau diam2 memantao lee mijoo dan nolongin mijoo

    Waduh gimana nanti tao jd target

    Dan Ini tao dibikin biar catatan kriminalnya, Dr.do jongin dan mijoo bertambah lg
    Hahahahhah

  6. OMG…. DEMI APAAA???? SALING BUNUH BUNUHAN??? EMG SI CINA HUANG INI.BIKIN BAPEER T_T… KZL juga lho aku….(?)

    BTW… SI MINION CABE AKU PENASARAN AMA DIA… KUTUNGGU KAK^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s