[EXOFFI FREELANCE] Marriage Without Love (Chapter 11)

fanfiction-marriage-without-love

Title : Marriage Without Love

Author : Jung Ki Ki

Genre : Romance, Comedy, Marriage – Life

Leght : Chapter

Rating : 15+

Cast :

  • Park Chan Yeol
  • Jung Eun Ji
  • Kim Myung Soo
  • Ahn Ha Ni

Disclaimer :

  FF ini benar benar buatan saya, namun beberapa alur saya dapat dari beberapa Drama. Jika ada kesamaan yang lain pun, saya minta maaf namun saya tekankan bahwa FF ini murni buatan saya. Terima kasih.

Author’s Note :

  WARNING!! Typo bertebaran dimana mana.

Inspiration :

  • Marriage Not Dating
  • Full House
  • The Girl Who Sees Smile

Summary :

  Pernikahan tanpa cinta, dialami oleh Pasangan muda ini. Mereka menikah tanpa adanya perasaan cinta dan membuat mereka mengalami Kisah Pernikahan yang unik.

 

Chapter 11

 

Waktu menunjukkan pukul 9 malam, dan seorang Park Chan Yeol terlihat sedang menikmati makan malam-nya sendiri. Yeah~ sendiri karena sebelumnya Jung Eun Ji sudah makan malam dengan Ahn Ha Ni tadi.

Tak lama kemudian, Eun Ji terlihat keluar dari kamar mandi setelah membasuh mukanya. Chan Yeol hanya mengikuti langkah kaki itu sembari masih menikmati makanan-nya.

“Sudah lebih baik?” Tanya Chan Yeol pada Eun Ji yang sudah duduk dihadapannya, menemani ia makan.

“Eo.. ” jawab Eun Ji singkat.

“Apakah cerita tadi, kau dengar dari Ha Ni?”

“Apa?”

“Katakan saja, tak apa.”

Berpikir sejenak, namun tak lama sampai gadis itu menjawan ‘Iya’.

“Huh~ padahal, aku sudah meminta-nya untuk tutup mulut. Dasar memang Ha Ni!”

“Kau takkan memarahi-nya, bukan?”

“Takkan.. aku yakin dia mengatakannya juga demi kita.”

Eun Ji hanya mengangguk untuk sekedari merespon ucapan Chan Yeol.

“Jika ada sesuatu yang ingin kau tanyakan,, tanyakan saja jika aku mampu untuk menjawab-nya.” Ucap Chan Yeol lagi.

Kembali berpikir, apa ada yang ingin ia tanyakan? Eum..

“Apakah password code apartemen-mu adalah tanggal meninggalnya Ibu-mu? 12 Februari.”

“Ya.. ”

“Di tanggal yang sama, aku juga melakukan tes untuk menjadi pelawak beberapa bulan yang lalu.” Ucap Eun Ji. “Apakah alasan kau tidak datang karena Ibu-mu juga?”

“Ya.. ”

Baiklah,, ia sudah memecahkan sebuah misteri yang selalu mengganggu pikirannya. Terima kasih.

“Lalu, apa yang terjadi setelahnya? Tentang Ibu tiri-mu juga.”

“2 Bulan setelah kematian Ibu-ku, Ayah-ku memutuskan menikah demi Chan Mi. Awalnya, aku tidak setuju dengan rencana Ayah-ku itu. Tapi, mau bagaimana lagi? Ini juga demi kami semua karena Nenek tak bisa merawat Chan Mi saat itu.” Jelas Chan Yeol. “Namun, yang mengejutkan adalah bahwa Calon Ibu Tiri-ku adalah Adik Ibu-ku yang juga baru ditinggalkan oleh Suami-nya. Dia memang seperti Ibu, dia bertanggung jawab juga demi sang Kakak.” Lanjutnya.

“Ohh.. sungguh masih tak bisa kupercayai.”

“Apakah ada lagi?”

“Apa?”

“Pertanyaan, kau harus bertanya agar kau tetap mencintai-ku.”

“Ya ampun~ memangnya, perasaan-ku tergantung dengan pertanyaan-pertanyaan tentang-mu. Yang benar saja!!” Ucap Eun Ji dengan sedikit terkekeh.

Ia tersenyum, juga tertawa. Ini-lah mengapa ia mencintai sosok gadis eye smile ini.

 

*** ***

 

Seorang Kim Myung Soo terlihat sedang berada di ruang kerja-nya. Ini masih cukup pagi, tapi dengan rajinnya ia datang lebih awal dari biasanya. Sebenarnya, ada alasan lain ia datang 1 jam lebih awal. Keputusan yang sudah bulat membuat ia akan kembali ke Amerika, menjual restoran-nya dan melupakan seseorang yang sebelumnya amat ia cintai. Huh~ kasihan sekali.

Sekarang, ia sedang memasang sebuah iklan untuk menjual gedung restoran-nya lewat media online. Beberapa foto telah ia upload dan tinggal menunggu hasil-nya nanti.

Tak lama kemudian, layar ponsel-nya menunjukkan sebuah pesan masuk. Dari Park Chan Yeol.

 

From : Park Chan Yeol

Bisakah kita bertemu hari ini? Ada sesuatu hal yang ingin kukatakan padamu.

 

Apa? Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba seorang Chan Yeol ingin mengajak-nya bertemu? Haruskah, ia menerima ajakannya?

 

To : Park Chan Yeol

Baiklah,, jam makan siang luangkan waktu-mu ke restoran-ku. Bisa?

 

From : Park Chan Yeol

Tidak masalah.

 

Ia benar benar ingin tahu, apa yang ingin disampaikan Chan Yeol padanya. Sesuatu yang sangat penting kah?

 

*** ***

 

“Apa? Apa aku tidak salah dengar?” Pekik seorang Byun Baek Hyun setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan Park Chan Yeol barusan. Saat ini, mereka ada di kedai kopi dekat klinik.

“Lalu, mau bagaimana lagi? Tidak mungkin kami tetap menjalani pernikahan kontrak ini.” Timbal Chan Yeol.

“Tapi, haruskah kau mengatakan tentang kontrak ini pada keluarga kalian? Kau sudah gila, huh?!”

“Ya.. aku memang sudah gila.” Ucap Chan Yeol sebelum menyesap kopi-nya.

“Ya Tuhan~ aku tidak berniat memiliki teman yang gila karena seorang gadis.” Gumam Baek Hyun yang merasa frustasi atas niatan Chan Yeol.

“Kau belum merasakan saja adanya cinta sejati.”

“Tapi, bagaimana bisa kau memiliki perasaan pada gadis itu? Aku sungguh tidak menyangka saat mendengar kau mulai memiliki rasa pada Eun Ji.”

“Memang, apa salahnya jika aku tiba-tiba menyukai Eun Ji? Dia adalah gadis yang unik.”

“Oho~ gadis yang unik, kau bilang?”

“Bukankah sebelumnya kau cukup tertarik saat pertama kali bertemu dengannya?”

“Apa? Kapan aku seperti itu?” Pikir Baek Hyun yang pura-pura tak ingat.

“Oho~ ‘kapan aku seperti itu’?? Kau mau cari mati, huh?!” Timbal Chan Yeol balik, dan Baek Hyun hanya mengalihkan pandangannya ke arah lain saat menyadari tatapan mematikan dari Chan Yeol.

 

*** ***

 

Disisi lain, seorang Ahn Ha Ni terlihat sedang duduk sembari membaca sebuah naskah drama. Eum.. apakah ia akan debut sebagai Aktris?

Ms. Temper and Mr. Innocent, itulah judul dari naskah web drama yang tengah ia pegang. Ha Ni benar benar serius untuk membaca.

“Sekarang web drama sedang populer, dan banyak para Idol yang sukses menjadi Aktris walau hanya dalam web drama saja.”

“Huh~ ” hela Ha Ni.

“Ada apa? Kau tidak menyukai-nya?”

Detik kemudian, Ha Ni melempar naskah web drama ke meja begitu saja. Lalu, ia melipat tangannya di depan dada. Dengan wajah serius dan sedikit dingin, ia menarik nafas-nya dan berkata.

“Aku menyukai-nya.” Ucap Ha Ni. “Maksud-ku, karakter ini benar benar kusukai. Walaupun wanita ini begitu sensitif dan mudah marah, aku yakin 100% bisa memainkan karakter ini.”

Sebuah senyuman merekah di wajah CEO Ha Ni dan berkata, “Kau benar benar pintar dalam berkomentar. Yeah~ karakter wanita ini memang cocok untuk-mu. Jadi, kau harus menerima-nya. Bagaimana?”

“Tapi, sebelum itu, aku ingin tahu siapa lawan main-ku. Baru, aku akan menerima tawaran web drama ini.”

“Ya.. lawan main-mu juga sudah dikonfirmasi untuk memainkan drama ini. Kau tak perlu khawatir.”

“Ya.. jadi, katakan, siapa yang menjadi Mr. Innocent-nya?”

“Kebetulan, besok, dia akan datang kemari.”

“Datang kemari? Untuk apa?”

“Ia ingin menyapa kita disini. Dia adalah mantan trainer di agensi kita ini.”

“Apa? Euh.. siapa?”

“Kau akan mengetahui-nya segera.”

Ahn Ha Ni jadi semakin penasaran. Ya ampun~ kenapa CEO-nya ini tak ingin menyebutkan nama pria itu? Apa susahnya?

 

*** ***

 

Singkat cerita, jam makan siang telah berdenting dan seorang Park Chan Yeol dalam perjalanan menuju restoran milik Kim Myung Soo. Seperti yang sudah mereka buat perjanjian sebelum-nya, Chan Yeol ingin mengatakan sesuatu pada Myung Soo.

Sesampai-nya ditempat parkiran, Chan Yeol mematikan mesin mobil dan keluar, berjalan memasuki restoran.

“Permisi, apakah Kim Myung Soo ada di ruangannya?” Tanya Chan Yeol pada salah satu karyawan restoran.

“Ahh.. ya, dia ada disana.” Jawab sang pelayan.

“Kalau begitu, terima kasih.” Ucap Chan Yeol sebelum pergi menuju ruangan kerja Myung Soo.

Sudah ada didepan mata, hanya tinggal Chan Yeol ‘mengkonfirmasi’ dirinya bahwa ia sudah datang.

“Knock.. knock.. ” suara ketukan pintu terdengar lalu disusul oleh sebuah sahutan dari dalam ruangan. Dan detik kemudian, Chan Yeol memasuki ruangan tersebut.

“Oh.. kau sudah datang rupanya.”

“Ya.. dan aku ingin langsung pada inti-nya untuk berbicara denganmu.”

“Kenapa harus terburu-buru? Kita juga sudah lama tidak bertemu, setidaknya 5 bulan.”

“Aku mencintai Jung Eun Ji.” Ucap Chan Yeol yang benar benar to the point. Ia juga tak ingin berlama-lama untuk berada di ruangan yang sama dengan seseorang yang juga menyukai Jung Eun Ji.

“Apa yang barusan kau bilang? “Aku tidak salah mendengarnya, bukan?” pekik Myung Soo yang sedikit tersentak dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Chan Yeol. Tidak, ia salah mendengarnya bukan?

“Kau tidak salah, karena aku yakin telinga-mu dalam keadaan yang baik.”

“Kau.. ”

“Aku memang pernah mengatakan bahwa tidak akan pernah menyukai gadis seperti Eun Ji. Seperti yang kau katakan, Eun Ji adalah gadis yang unik sampai berhasil memikat hatimu. Dan, aku setuju.”

“Park Chan Yeol,, kau bahkan begitu yakin untuk menjaga hati-mu dari Eun Ji. Tapi, kenapa kau biarkan … ?”

“‘Cinta memang selalu datang begitu saja’, seperti itulah istilah yang cocok untuk situasi ini.” Potong Chan Yeol. “Kami memang menikah karena bayi yang dikandung oleh Eun Ji, tapi semakin waktu berjalan, aku bisa mencintai Eun Ji bukan karena pernikahan kontrak atau bayi itu. Tapi, memang karena hati ini memang memilih Eun Ji.”

Kim Myung Soo, memang tak bisa berkutik. Ia bahkan tak sanggup untuk sekedar mengucap 1 kata saja. Park Chan Yeol, pria itu memang tak pernah bercanda dalam hal apapun. Setidaknya, ia mengetahui hal itu tentang sosok Chan Yeol.

“Lepaskan dia dari hati-mu.” Ucap Chan Yeol lagi, sedikit tegas.

“Kenapa? Apa hak-mu menyuruhku untuk melepaskan Eun Ji?” Baiklah, Myung Soo memang memiliki rencana untuk melupakan dan melepas perasaan suka-nya terhadap Eun Ji. Tapi, ia ingin tahu, se-jantan apa seorang Chan Yeol demi Eun Ji.

“Karena.. dia adalah Istri-ku dan seseorang yang akan memegang tangan-ku selamanya.” Timbal Chan Yeol dengan yakin. Benar benar yakin.

Baiklah, memang tak ada kemungkinan lagi untuknya mendapatkan Jung Eun Ji. Benar, gadis itu telah ber-suami dan takkan berpaling darinya. Karena ia tahu, cinta Eun Ji pada Chan Yeol begitu besar, sedari dulu.

“Tenang saja.. ” ucap Myung Soo menggantung. “Harapan-mu untuk ‘membuang’-ku jauh akan terkabul. Aku akan kembali ke Amerika dan takkan pernah kembali.”

“Kemana? Ke Amerika?”

“Bahkan, jika kau berada di Amerika, aku takkan membiarkan diriku menampakkan diri dihadapanmu. Tenang saja.”

“Huh!! Aku memang begitu jahat sampai membuat-mu harus pergi sejauh itu.”

“Jika kau sudah selesai bicara, pergilah!” ucap Myung Soo yabg saat ini tidak memiliki perasaan yang baik lagi karena Chan Yeol.

“Kau tidak suruh-pun, aku akan melangkahkan kaki-ku.” Timbal Chan Yeol sinis dan detik kemudian pergi meninggalkan Myung Soo.

Baiklah, kepergian Chan Yeol berhasil membuat Myung Soo naik darah. Ahh!! Kenapa malah jadi seperti ini?!

 

The Other Place

  Seorang Jung Eun Ji terlihat sedang berada di toko bunga milik Sahabat-nya, Bang Min Ah. Dan sekarang, ia masih terlihat sedih semenjak tadi malam. Huh~

Eun Ji terlihat kebingungan memilih salah satu dari 3 bunga yang berbeda jenis juga warna, dan ia berencana untuk memberikan bunga tersebut pada Ibu Kandung Chan Yeol.

“Ahh!!” Gumam Eun Ji frustasu dan berikutnya menjatuhkan kepala-nya di atas meja. Ia menghadap kanan, dimana 3 bunga itu tersusun dengan rapi-nya. “Ahh!! Aku sungguh tidak tahu.. ”

“Eun Ji-ah.. ” pamggil seseorang, yang ternyata Min Ah. “Ada apa denganmu? Aneh sekali.. kau mem-frustasikan bunga-bunga cantik ini.”

“Bagaimana tidak? Aku tidak mengetahui bahwa Park Chan Yeol memiliki seorang Ibu yang lain. Maksud-ku, Ibu kandung-nya yang telah meninggal.”

“Apa?! Jadi, rumor itu benar?” Pekik Min Ah terkejut sekaligus tak percaya dengan sebuah ‘temuan’ yang baru saja ter-kon-fir-ma-si.

“Apa maksud-mu? Rumor apa?” Timbal Eun Ji heran, yang sudah mengangkap kepala-nya lagi.

“Beberapa hari setelah perayaaan pelepasan kakak kelas, 7 tahun yang lalu, Chan Yeol pindah sekolah ke luar negri. Kurasa, rumor ia pindah sekolah karena Ibu-nya benar.”

“Kau dengar dari siapa?”

“Aku tak yakin, tapi cukup ramai diperbincangkan mengetahui Chan Yeol yang baru saja datang lalu pergi lagi.” Ucap Min Ah. “Tunggu, apa kau tidak mendengar rumor itu?”

“Euh.. kau tahu, aku tidak terlalu peduli lagi sesuatu hal yang berurusan dengan Chan Yeol saat itu.” Ucap Eun Ji dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“Benar.. benar.. ” gumam Min Ah sembari mengangguk-anggukkan kepala-nya pelan.

Jung Eun Ji, ia memang berkata tak peduli hal apapun tentang Chan Yeol saat itu, setelah merasa di-khianati oleh Chan Yeol 7 tahun yang lalu. Namun, bukan berarti semua itu benar secara 100%.

 

Flashback On

“Hey.. bukankah baru beberapa bulan Chan Yeol datang? Tapi, kenapa ia harus pergi lagi?”

“Apakah ini karena Eun Ji? Dia tidak datang ke acara perpisahan kelas 3 kemarin.”

“Tapi, kudengar, Ibu-nya telah meninggal beberapa hari yang lalu.”

“Benarkah?”

“Kurasa, ia memang anak ingusan yang sok dingin.”

Eun Ji terus menyiapkan kuping-nya saat beberapa anak sedang membincangkan soal kepindahan Chan Yeol. Ya Tuhan~ dibanding bergosip, lebih baik mereka mendengar lawakannya saja.

Detik kemudian, Eun Ji bangkit dari duduk-nya dan memutuskan untuk belajar beberapa lawakan di atap gedung sekolah. Ini akan menyenangkan. Ia terus menaiki anak tangga yang lumayan banyak sampai akhirnya ia telah berada di tempat tujuan. Namun, sesuatu berhasil membuat-nya bertanya-tanya. Park Chan Yeol.. apa yang kau lakukan disini?

Tak lama kemudian, pria itu bangkit dari duduk-nya dan berbalik untuk melangkahkan pergi sampai ia mengurungkan niatannya saat melihat Eun Ji telah berdiri tak jauh dari tempatnya.

“Jung Eun Ji.. ”

“Kau seharusnya mempersiapkan diri untuk pergi. Bukannya malah merenung disini.” Ujar Eun Ji sedikit dingin.

Rasa bersalah kembali muncul, ia benar benar menciut jika harus berhadapan dengan Eun Ji.

“Apa kau akan senang, jika aku pergi dari sini?” Tanya Chan Yeol yang tak kunjung bergerak dari tempatnya ia berdiri saat ini.

Gadis itu tersenyum remeh. Tunggu,, haruskah ia senang karena takkan lagi melihat wajah pengkhianat itu?

“Jika aku harus senang, aku akan menjawab bahwa aku senang karena takkan lagi melihat batang hidung-mu.” Ujar Eun Ji jujur.

“Yeah~ kau harus senang.” Gumam Chan Yeol.

Suasana diam untuk sesaat, sampai Chan Yeol kembali bersuara dengan sebuah kalimat penyesalan.

“Aku sungguh menyesal atas kejadian beberapa hari yang lalu. Aku tidak pernah mengharapkan hal itu terjadi– ”

“Aku juga,, aku tak pernah mengharapkan hal itu terjadi padaku.” Potong Eun Ji. “Bagiku, melawak adalah segalanya untukku dan aku benar benar benci jika seseorang menghancurkan apa yang aku sukai. Jadi, kemungkinan, rasa penyesalan-mu itu takkan pernah aku terima.”

Ia tahu,, ia tahu hal ini akan terjadi. Tapi, apa yang harus ia perbuat jika memang sudah seperti ini? Seseorang memang tak ada yang ingin disakiti. Tidak ada.

“Baiklah,, aku tak mempermasalahkan jika kau tak mau menerima permintaan maaf-ku ini. Tapi, aku benar benar minta maaf.” Ucap Chan Yeol sembari membungkukkan badannya 90°.

Ya Tuhan~ kenapa hati ink mudah untuk luluh?? Tidak,, tidak untuk kali ini. Jung Eun Ji, kau harus tegas. Kau memang seorang wanita, tapi bukan berarti kau adalah seorang yang harus mengalah.

“Pergilah,, aku ingin sendirian.” Ucap Eun Ji tanpa melihat Chan Yeol yang masih membungkuk.

Detik kemudian, Chan Yeol kembali menegakkan tubuh-nya lalu menarik nafas-nya dalam-dalam sebelum melangkahkan kaki-nya. Namun, tepat saat akan melewati sosok Jung Eun Ji, sebuah bisikkan terdengar tepat di telinga Eun Ji.

“Tapi, jika aku boleh jujur tentang tampilan-mu di hari itu. Kau begitu cantik.” Dan bisikkan Chan Yeol berhasil membuat Eun Ji membeku di tempatnya.

Eun Ji yang pada saat itu tengah membawa sebuah buku catatan lawaknya, mengeretkan pegangannya karena rasa gugup yang ia rasakan. Tidak!! Jung Eun Ji, jangan buat dirimu lupa akan rasa benci yang ada pada Chan Yeol itu. Jangan!

 

Flashback Off

 

  Saat ini, kita kembali ke waktu masa sekarang dan memperlihatkan seorang Jung Eun Ji yang berada di gedung dimana abu manusia yang telah meninggal ditaruh. Dan gadis itu tengah berdiri didepan sebuah laci seorang wanita bernota-bene sebagai seorang Ibu yang telah melahirkan Park Chan Yeol dan Park Chan Mi ke dunia.

Ia menaruh sebuket bunga berukuran kecil di dalam laci Ibu kandung Chan Yeol, setelahnya ia memberikan salam untuk Mendiang Nyo. Park.

“Halo, Ibu mertua.. maaf baru bisa menemui anda sekarang. Namaku Jung Eun Ji, Istri Chan Yeol yang belum resmi. Aku rasa kau tahu maksud-ku.” Ujar Eun Ji dengan ramah-nya. “Aku tidak tahu harus berkata apa dan bagaimana untuk memulai-nya, tapi aku minta maaf atas apa yang kau ketahui disana. Aku sungguh penjahat tengil yang membenci putera-mu karena keegoisan-ku. Aku memang pantas untuk dikutuk.” Ujar Eun Ji lagi sembari menatap foto individu Mendiang Nyo. Park disana.

Huh~ Jung Eun Ji kau memang pantas untuk dikutuk karena pernah membenci Park Chan Yeol. Kau tak pantas diampuni oleh Mendiang Ibu Mertua-mu ini.

“Eo.. ” pekik Eun Ji lirih. “Yeah~ kali ini mirip. Anda dan Chan Yeol memiliki mata, hidung, dan bibir yang sama.” Lanjut-nya dengan sebuah senyuman.

Ia menyentuh perut-nya yang mhlai membesar. Ia mengusap-nya pelan sembari berkata, “Park Jun Ho, kuharap kau juga memiliki bagian yang mirip dengan Beliau.”

 

Jung Eun Ji’s POV

  Malam telah tiba dan sekarang aku dalam perjalanan kembali ke apartemen dengan taksi. Rasanya lega setelah ‘mengunjungi’ Mendiang Ibu Mertua. Beliau begitu sangat cantik, sama halnya dengan Park Chan Mi. Huh~

Tak lama kemudian, ponsel-ku berdering dari seorang pria yang saat ini tengah membuat-ku bahagia. Aku pun segera menerima panggilan tersebut.

“Hal– ” sahut-ku yang terhenti saat tiba tiba suara berat itu terdengar.

“Eun Ji-ah.. ada dimana kau? Kau baik-baik saja kan?”

“Omo~ omo~ Park Chan Yeol,, sebegitu khawatir-nya kah kau padakh?”

“Yak! Jangan bercanda! Katakan, dimana kau sekarang?”

“Aku baru saja menemui Ibu Kandung-mu.”

“Apa? Untuk apa kau kesana?”

“Hanya ingin saja.. kenapa? Tidak boleh?”

“Bukan,, bukan seperti itu maksudku.”

“Tenanglah,, aku benar benar dalam keadaan yang baik. Jika, kau tidak percaya, tanyalah pada Jun Ho.” Ucap-ku yang lalu mendekatkan ponsel-ku pada perut-ku. Ya ampun~ aku sudah gila melakukan hal seperti ini. Tak lama dan kembali mendekatkan ponsel-ku ke telinga. “Kau dengar?”

“Baiklah,, aku percaya demi Jun Ho, anak kita.” Haha.. aku hanya bisa tersenyum geli.

“Kapan kau pulang?”

“Beberapa waktu yang lalu.”

“Sudah makan malam?”

“Belum,, aku lihat kau tidak masak untuk makan malam hari ini.”

“Oh.. kalau begitu, buatlah ramyun yang ada di lemari dan tolong juga siapkan air panas untukku.”

“Untuk apa?”

“Untuk mandi.”

“Eo.. kau belum mandi?”

“Ya.. setelah dari toko bunga Min Ah, aku tak menyempatkan diri untuk pulang. Karena itu juga, aku tidak membuatkan makan malam.”

“Ahh.. baiklah, tak masalah. Kalau begitu, kita bisa mandi bersama.” Apa? Euh.. dia menggoda-ku lagi! Aish!!

“Yak!! Bisakah sehari saja tidak menggoda-ku? Aish!! Menyebalkan.”

“Eiy.. hal biasa jika seorang Suami menggoda Istri-nya. Apalagi, menggoda pada hal … ”

“Hentikan!! Atau, aku akan mengubur-mu hidup-hidup!” Gertakku yang berhasil membuat si supir taksi melihat kearah-ku. Ahh!! Aku tidak peduli. Salahkan saja pada Chan Yeol yang mesum ini.

“Kenapa? Hey~ seharusnya, kau buat dirimu nyaman jika aku menggoda-mu demi kelanggengan hubungan kita ini.”

“Tidak.. aku lebih baik tidak ingin bersama-mu jika setiap harinya harus mendengar kata-kata menjijikkan itu.”

“Ohh.. ayolah~ Jung Eun Ji,, kau– ” aku segera memutuskan sambungan telepon dan mematikan ponsel. Ahh~ aku tahu cara ini takkam berhasil, karena pastinya ia akan melanjutkannya setelah aku pulang ke rumah. Aish!! Dasar PARK MESUM!!!

 

*** ***

 

Di keesokkan hari-nya, atau lebih tepat di jam sarapan, Jung Eun Ji dan Park Chan Yeol kembali terlihat menyantap makanan mereka masing-masing.

Ponsel yang berada di samping tangan kiri-nya memunculkan sebuah pesan di-layarnya. Sebuah pesan dari Ibu-nya.

Tapi, Eun Ji tahu apa isi dari pesan se-pagi itu. Sudah beberapa hari ia mendapatkannya. Ya ampun~ yang benar saja.

“Ada pesan masuk, kau tidak membukanya?” Tanya Chan Yeol yang heran melihat Eun Ji yang tak kunjung menyentuh ponsel-nya.

“Aku tahu dari siapa dan apa isi pesan itu. Jadi, percuma.” Ujar Eun Ji yang terus melanjutkan makannya.

“Memang dari siapa?” Gumam Chan Yeol dan kemudian meraih ponsel Eun Ji dan membuka pesan dari Ibu Mertua-nya itu.

 

From : Ibu Tercinta-ku

Eun Ji-ah,, kali ini kau harus pergi ke tempat senam itu. Hari ini akhir pekan, aku yakin Chan Yeol bisa menyempatkan waktu-nya untukmu. Ini demi Jun Ho, jadi datanglah, eo?

 

“Senam? Senam apa?” Timbal Chan Yeol tak mengerti.

“Senam untuk kehamilan.” Ucap Eun Ji.

“Benar, usia kandungan-mu sudah memasuki usia 5 bulan lebih. Lalu, kenapa kau tidak kesana saja? ”

“Aku tak ingin datang ke tempat itu.. ” ucap Eun Ji yang mulai merengek untuk tak ingin datang ke tempat yang akan penuh dengan Ibu Hamil.

“Tapi, ini untuk kelancaran melahirkan-mu nanti. Kau ini!”

“Ahh~ aku tahu, aku tahu. Tapi, tetap saja, datang kesana benar benar membuat-ku ingin mati.”

Detik kemudian, Chan Yeol meraih tangan Eun Ji dan menggenggam-nya dengan sebuah keyakinan dalam hatinya. Sebuah keyakinan bahwa ia akan membuat Eun Ji mau datang ke tempat tersebut.

“Ada aku,, kenapa rasanya ingin mati? Ini untuk dirimu juga Jun Ho. Kau tidak ingin saat melahirkan tiba-tiba terjadi sesuatu yang buruk, bukan?” Ujar Chan Yeol mencoba membujuk Istri-nya itu.

Oh.. ya ampun~ ia harus menolak, harus!!

“Aku tidak ingin menerima alasan apapun.. ” ujar Chan Yeol sembari menekan beberapa kali pada layar ponsel milik Eun Ji. Apa yang ia lakukan?

“Hey.. apa yang kau lakukan pada ponsel-ku? Chan Yeol,, jangan buat aku marah se-pagi ini.. ”

“Selesai.. ” gumam Chan Yeol dan kemudian menunjukkan apa yang baru saja ia lakukan pada ponsel Eun Ji pada sang pemilik.

 

To : Ibu Tercinta

Baiklah, Bu.. aku akan pergi ke tempat senam hamil, bersama Chan Yeol juga. Tenang saja, aku akan bekerja keras …

 

” ‘ … demi cucu-mu ini. FIGHTING!!’.” Gumam Eun Ji melanjutkan kalimat terakhir dari pesan yang a-kan-di-ki-rim-o-leh-PARK-CHAN-YEOL.

“Park Chan Yeol!! Apa yang kau lakukan?! Kau ingin mati, huh?!!” Teriak Eun Ji yang sudah diambang amarah saat ini.

“Kita akan mati bersama, tenang saja.” Timbal Chan Yeol tak takut.

“Apa kau bilang?!” Pekik Eun Ji dan kemudian mencoba untuk merampas ponsel-nya dari tangan Chan Yeol sebelum pria itu berhasil untuk menjauh dari gadis itu.

“Kau akan pergi bersama-ku, mengerti?”

“Tidak.. tidak akan!!” Pekik Eun Ji dan kemudian mencoba untuk mengambil ponsel-nya. Setidaknya, ia ingin membatalkan pengiriman pesan tersebut. Ia tahu, Chan Yeol belum menekan ‘Send’ yang tertera di layar ponsel-nya itu.

Chan Yeol terus menghindar dan berjalan hampir mengelilingi dapur, ruang makan, dan ruang tamu yang menjadi satu itu.

“Ayolah Eun Ji-ah~ apa sulit-nya bergerak-gerak? Kau tidak ingin Jun Ho terlahir dalam keadaan baik?”

“Ibu mana yang tak menginginkan hal itu?”

“Maka dari itu, kita pergi bersama kesana. Dan setelahnya, aku akan mengajak-mu untuk keluar.”

Langkah gadis itu terhenti, dan mengetahui Sang Pengejar, tak lagi mengincar-nya, ia juga terhenti. Eum.. sepertinya, gadis bermarga Jung itu mempertimbangkan ajakannya itu. Namun, detik kemudian …

“Tidak,, aku tetap tidak mau!” Dan setelahnya Eun Ji menghampiri Chan Yeol dan hal itu berhasil membuat mereka terjatuh. Bukan lantai, tapi sopa. Untunglah~

Posisi itu kembali terjadi, hanya saja si wanita yang berada di atas si pria dengan kedua tangan pria itu memegang kedua bahu sang wanita. Hanya untuk menompang agar perus yang mulai membesar itu tidak mendempet dan menekan nantinya. Ponsel? Ponsel wanita itu terlepas dari genggaman sang lawan jenis.

“Kau baik baik saja?” Tanya Chan Yeol khawatir.

“Tidak!! Aku tidak dalam keadaan yang baik.” Ucap kesal Eun Ji.

“Kenapa? Apakah sesuatu terjadi pada perut-mu?”

“Kau ini!! Kau yang membuat semua kekesalan-ku!” Ucap Eun Ji lagi.

Tangannya yang bebas lalu menga mengambil ponsel-nya yang ada samping kepala Chan Yeol. Ia meraihnya lalu menyalakan layar ponsel-nya. Ia melihat disana bahwa pesan balasan untuk Ibu-nya telah berhasil dikirim. Ahh!! Apa ia benar benar akan datang ke tempat itu?

“Ahh~ pesannya terkirim! PESANNYA TERKIRIM, PARK GILA!!” Teriak Eun Ji mengutuk Suami-nya. “Apa yang harus aku lakukan?”

Chan Yeol sungguh tak mengerti mengapa gadis ini tidak mau datang. Bukankah mudah hanya menggerakkan tubuh untuk merelaksasikan agar saat persalinan nanti lancar? Ya ampun~

Detik kemudian, salah satu tangan Chan Yeol bergerak untuk menarik kedua kaki Eun Ji dan hal itu berhasil membuat Eun Ji terkejut.

“Chan Yeol.. ”

Saat ini, posisi keduanya duduk dengan saling berhadapan. Seakan Eun Ji dipojokkan oleh Chan Yeol. Dan kedua wajah itu benar benar dekat, mungkin hanya tersisa beberapa senti untuk Chan Yeol mendekati wajah cantik itu.

“Jika kau mau datang untuk senam hari ini, bersama-ku. Aku berjanji akan menikahi-mu secara sah.” Ujar Chan Yeol cukup serius.

Tunggu.. menikahi-nya secara sah? Euh.. ia tak salah tangkap, bukan?

“Kau sedang bercanda? Atau, sebaliknya?”

Bukan sebuah jawaban secara lisan yang ia dapatkan, melainkan sebuah jawaban secara ‘manis’ yang ia dapatkan di bibir berwarna merah itu. Ya ampun~ ini kembali membuat sebuah debaran yang ia dapat disana. Apa lagi?? Apa lagi yang harus ia lakukan?? Ia terima? Atau, ia tolak?

Detik demi detik berlalu, pada akhirnya Eun Ji menerima kecupan Chan Yeol. Lumatan demi lumatan mereka berikan dan terima. Woah~ ini adalah sebuah ‘makanan penutup’ yang mengenyangkan.

Mereka terus saling mencium sampai detik kemudian sebuah ciuman itu berubah menjadi ciuman yang ganas. Ohh~ ayolah, ini kembali terjadi?

Sebuah nada dering terdengar, menandakan ada panggilan masuk di ponsel Eun Ji dan hal itu berhasil membuat mereka menghentikan aktifitas mereka.

“Ibu menelpon.. ” ujar Eun Ji, sedikit gugup.

“Eo.. jawablah.” ucap Chan Yeol mempersilahkan.

Chan Yeol sedikit memberikan jarak untuk Eun Ji dan Eun Ji-pun segera menerima panggilan itu.

“Halo, Bu.. ”

“Eun Ji-ah,, apakah kau benar benar akan datang?”

“Iya.. dan aku akan pergi bersama Chan Yeol.”

“Oh.. syukurlah. Seharusnya kau melakukannya dari awal Ibu menawarkan-nya padamu.”

“Iya,, Bu. Aku minta maaf. Aku akan berusaha untuk Jun Ho.”

“Baguslah.. Ya sudah~ maafkan Ibu karena telah mengganggu-mu.”

“Tak apa. Tak masalah.. ” dam detik kemudian sambungan telepon terputus.

Ahh~ suasana ini selalu terjadi setelah mereka berciuman. Selalu!! Seharusnya, mereka tidak membiasakan suasana seperti ini terus terjadi.

“Kenapa seperti ini lagi?” Tanya Eun Ji tiba tiba.

“Seperti apa, maksudmu?” Timbal Chan Yeol.

“Suasana canggung dan diam setelah kita berciuman.” Jelas Eun Ji.

“Benarkah?”

“Kau tidak menyadari-nya? Dasar Park-bo!!”

“Apa?!”

“Park pabo.. jadi, Park-bo!!”

“Kau menambahkan-nya lagi?!”

“Menambahkan apa?”

“Dokter Otak Mesum, Park Batu, Park Gila, dan sekarang? Park-bo?! Kau benar benar!!”

“Kenapa? Sebutan seperti itu menjelaskan watak seseorang. Kau memang berotak mesum, keras kepala, dan sebagainya. Dan, kau tahu? Aku adalah ahli-nya dalam memberikan sebutan pada orang-orang.”

“Kau ini.. kurasa aku harus segera memberikan-mu sebutan agar kau tidak besar kepala nantinya.”

“Aku sudah memiliki banyak sebutan, jadi jangan tambahkan lagi.”

“Kenapa? Kau tidak akan mati jika aku memberikan-mu sebutan lagi, bukan JUNG-PAB (Pabo)?!”

“Jung–pab?” Pekik Eun Ji tak percaya.

“Jung-pab, Pelawak Keripik, Si Pemabuk Gila, dan … ”

“Hentikan!! Atau, aku takkan mengijinkan-mu untuk menikahi-ku secara sah.”

“Apa? Kau bilang apa barusan?”

Ia tak peduli, dan detik kemudian Jung Eun Ji meninggalkan Chan Yeol sendiri memasuki kamar. Namun, sebelum itu ia berkata bahwa Chan Yeol harus membersihkan meja makan. Dan,, blam!!

  Ia sungguh tak percaya. Takkan mengijinkannya untuk menikah secara sah? Huh~ ancaman yang lucu.

“Aku benar benar akan membuat-mu menyesal mengatakan hal itu, Jung Eun Ji!!” Gumam Chan Yeol. Huh! Memang lucu pasangan satu ini.

 

*** ***

 

Disisi lain, Kim Myung Soo terlihat sedang merapikan beberapa pakaian unyuk dimasukkan ke-dalam koper. Pria itu benar benar akan pergi ke Amerika. Ia yakin! Besok adalah hari ia pergi meninggalkan Korea.

Saat sedang sibuk dengan aktifitas-nya, tak lama terdengar suara dering memanggil. Bang Min Ah menghubungi-nya.

“Halo,, Min Ah-ah.. ” ucap Myung Soo menjawab panggilan tersebut.

“Myung Soo,, ada sesuatu hal yang ingin ku-katakan dan aku yakin penjelasan ini akan membuat-mu tetap tinggal disini.”

“Min Ah.. sudah aku katakan, tidak ada alasan untuk aku disini. Aku akan melupakan semua-nya. Jadi, tolong hargai pilihan-ku ini.”

“Tidak.. aku yakin,, kau masih punya kesempatan untuk merebut hati Eun Ji. Ini tentang pernikahan-nya.”

“Apa lagi? Ada apa dengan pernikahan mereka?”

Disana, terdengar helaan nafas seorang Min Ah sebelum gadis itu kembali bersuara. “Sebenarnya, Eun Ji menjalani pernikahan kontrak dengan Chan Yeol. Selama ini, mereka berbohong demi bayi yang dikandung Eun Ji.”

Pernikahan kontrak? Jadi, pernikahan seperti itu masih berlaku di jaman yang semakin modern ini? Tapi, kenapa hal ini berlaku juga untuk Eun Ji dan Chan Yeol?

“Min Ah.. ini konyol! Kenapa kau membuat alasan tidak masuk akal ini? Jangan gila!”

“Aku mengatakan apa yang memang ada, dan Eun Ji-lah yang mengatakannya padaku juga.” Sungguh,, ini hal konyol yang pernah ia dengar. Tunggu,, ia memang tahu alasan mengapa Eun Ji dan Chan Yeol menikah secara mendadak. Tapi, bukan berarti juga harus menjalani pernikahan di atas kertas.

“Hanya itu?”

“Apa?”

“Itu takkan menjadi alasan-ku tetap tinggal disini. Aku akan menutup telepon-nya.”

“Tunggu.. ” pekik Min Ah yang berhasil menghentikan Myung Soo untuk memutuskan sambungan telepon. “Kau bisa mengambil hati Eun Ji dalam waktu 3 bulan lagi. Kontrak mereka akan habis setelah Eun Ji melahirkan. Itu adalah kesempatan-mu.”

“Kenapa kau mengatakan semua ini padaku?”

“Karena.. karena aku yakin, kau adalah pria yang takkan menyakiti Eun Ji.” Ujar Min Ah sedikit menggantung. “Chan Yeol, dia memang pria yang dicintai Eun Ji. Tapi, kau juga tahu, Eun Ji sering tersakiti oleh Chan Yeol. Dan aku, sebagai Sahabat Eun Ji, tak ingin melihat Sahabat-ku kembali tersakiti.”

Lagi, ia harus memikirkan tentang Jung Eun Ji lagi. Kenapa? Ia sudah berjanji akan menghentikan perasaan ini. Tapi, kenapa, lagi dan lagi, ia memikirkan perasaan Eun Ji lagi? Yeah~ ia tak ingin Eun Ji tersakiti.

“Myung Soo.. kau harus memikirkan tentang Eun Ji karena Chan Yeol juga sudah menyatakan perasaannya pada Eun Ji. Dan aku yakin, Chan Yeol juga akan menikahi Eun Ji secara sah.”

“APA?!”

 

*** ***

 

Hari sudah malam dan saat ini terlihat Jung Eun Ji bersama Park Chan Yeol tengah berjalan-jalan di daerah Myeong-dong, setelah melakukan senam kehamilan di daerah tersebut. Seperti janji awalnya, Chan Yeol mengajak Eun Ji untuk jalan-jalan sebentar.

“Bagaimana? Menyenangkan bukan melakukan senam tadi?” Tanya Chan Yeol pada Eun Ji.

Dengan raut wajah kesal-nya, Eun Ji berkata bahwa tidak ada kata menyenangkan selama ia senam tadi. “Biasa saja.. ”

“Kau ini! Melakukan hal seperti itu tidaklah sulit. Kenapa kau terus menggerutu?”

“Yeah.. memang tidak sulit. Tapi, aku tetap saja tidak suka.”

Chan Yeol tersenyum menanggapi ucapan Eun Ji dan kemudian ia merangkul bahu Eun Ji sembari terus berjalan beriringan, bersama.

“Kenapa kau begitu lucu sekali? Apa sulit-nya untuk mengatakan hal yang mudah di dunia ini. Semua yang sudah kau lakukan tadi adalah demi Park Jun Ho.”

“Aku tahu, aku cukup lucu untuk memikirkan kenapa aku tidak suka dan tidak ingin melakukan senam hamil itu.” Ujar Eun Ji. “Tapi, 1 alasan cukup membuat-ku mengerti atas kondisi ini.”

“Alasan apa itu?” Tanya Chan Yeol.

“Alasan bahwa aku hanya seorang Istri dan Ibu dalam sebuah Pernikahan Kontrak. Awalnya, kita memang tak pernah mengharapkan kehadiran Jun Ho. Dan aku merasa bersalah sekarang.”

“Kenapa begitu? Ini semua sudah terjadi. Kita memang takkan tahu bagaimana Tuhan akan membuat jalan cerita seperti apa untuk kita.”

“Ahh.. tetap saja, aku merasa bersalah karena mengandung Jun Ho di pernikahan kontrak ini.”

Langkah pria itu berhenti, begitu juga sang pasangan hidup-nya. Park Chan Yeol menghadapkan diri Jung Eun Ji padanya. Menatap dengan tatapan penuh yakin pada kedua mata cantik itu, dan ia berkata.

“Aku sudah berjanji akan menikahi-nu secara sah dan aku janji … ” detik kemudian Chan Yeol menyentuh perut besar Eun Ji dan melanjutkan ucapannya. ” … akan menjaga kalian seumur hidup-ku.”

Eun Ji benar benar merasa terharu saat ini. Semakin hari ia merasakan Chan Yeol benar benar tulus padanya. Ia tak tahu harus bagaimana, tapi ia ingin …

“Akh!!” Teriak Eun Ji tiba-tiba dan berhasil membuat orang orang di sekitar, termasuk Chan Yeol, terkejut dengan teriakan Eun Ji.

“Ada apa? Kenapa kau berteriak?” Tanya Chan Yeol khawatir.

“Aku benar benar merasa gila dengan ucapan manis-mu akhir-akhir ini. Sampai-sampai, aku ingin Ice Cream.”

“Apa?!”

Kemudian, Eun Ji menunjuk sebuah Kedai yang menjual berbagai macam Ice Cream. Ia menunjukkannya agar Chan Yeol juga tahu.

“Aku ingin rasa Vanila, dan Jun Ho Coklat.”

“Apa?!”

Sungguh, tak bisa dipercaya. Ia kira sesuatu yang buruk terjadi. Eun Ji.. Eun Ji..

“Huh~ kau membuat-ku takut saja.” Ucap Chan Yeol dan ditanggapi Eun Ji dengan dengan tawaan kecil. “Untung saja ini di tempat umum.”

“Memang-nya kenapa kalau di tempat umum?”

“Jika bukan di tempat umum,, aku akan mencium-mu lebih dari yang pagi ini.”

“Huh~ sebelum-nya, kau juga mencium-ku di tempat umum. Di hari kau menyatakan cinta padaku.”

“Ahh~ kau mengirimku sinyal lagi ternyata.”

O.o sepertinya Chan Yeol mulai menggoda-nya lagi. Tidak, ia harus pergi sekarang. Dan detik kemudian, Eun Ji pergi meninggalkan Chan Yeol menuju Kedai Ice Cream. Sedangkan Chan Yeol, ia-pun segera mengejar Eun Ji sembari memanggil nama-nya.

 

*** ***

 

Di keesokkan hari-nya, tepatnya di waktu menunjukkan pukul 9 Pagi, Jung Eun Ji yang sudah ditinggalkan Park Chan Yeol untuk pergi bekerja terlihat sendirian di ruang tengah. Ia sedang bertelponan dengan Ahn Ha Ni. Sedangkan, disisi lain, Ahn Ha Ni sedang berbaring di atas kasur-nya yang empuk.

“Jadi, apa jawaban-mu untuk web drama pertama-mu? Yes or no?” Tanya seorang Eun Ji setelag mendengar cerita Ha Ni yang mendapatkan tawaran untuk bermain dalam web drama

“Aku tidak tahu. Ini membuat-ku kesal. Di satu sisi, aku ingin memainkan karakter di web drama itu. Tapi, disisi lain lagi, aku tidak ingin bermain dengannya sebagai lawan main-ku.” Ujar Ha Ni disana.

“Memang, siapa yang akan menjadi lawan main-mu?”

“Dia Kim Hee Chul. Dulu, ia adalah senior-ku saat masih menjadi trainer di perusahaan kami.”

“Siapa?! Kim Hee Chul yang sedang naik daun itu?” Pekik Eun Ji. “Ya Ampun~ Ha Ni-ah,, kau harus menerima-nya. Kau beruntung bisa bermain drama dengan pria se-tampan Hee Chul.”

“Hey~ jangan berkata seperti itu. Bagaimana jika Chan Yeol mendengar-nya? Ia bisa sakit hati nanti.” Ujar Ha Ni mengingatkan Chan Yeol pada gadis yang sedang hamil muda itu. “Namun, sepertinya itu takkan pernah terjadi, Eun Ji-ah.. ”

“Apa? Kenapa memangnya?”

“Hubungan-ku dengan Senior Hee Chul cukup buruk dulu. Dan aku tidak yakin bisa menjalin chemistry dengannya.”

“Euh.. kenapa begitu? Memangnya, apa yang membuat hubungan kalian buruk?” Belum sempat terjawab pertanyaan-nya, tiba tiba sebuah panggilan lain masuk ke ponsel-nya. Dari sang Sahabat, Bang Min Ah. “Ahh.. Ha Ni-ah,, maafkan aku. Teman-ku mengubungi.”

“Ahh.. benarkah? Huh~ padahal aku masih ingin mengobrol denganmu.”

“Lain waktu, aku yang akan menghubungi.” Ujar Eun Ji dan beberapa waktu kemudian sambungan telepon-nya dengan Ha Ni putus. Detik kemudian, ia pun menjawab telepon dari Min Ah. “Halo,, Min Ah~ ”

“Eun Ji-ah,, aku tahu ini terlambat, tapi kau harus pergi.” Pergi? Pergi kemana? Apa yang ia katakan saat ini?

“Min Ah.. apa yang sedang kau bicarakan? Aku sungguh tidak mengerti.”

“Myung Soo.. Myung Soo memutuskan untuk kembali ke Amerika.”

“Apa?! Apa yang kau katakan barusan? Kau,, kau tidak sedang bercanda, bukan?”

“Aku tidak sedang bercanda. Bahkan, ini benar benar mendadak sekali.”

 

Jung Eun Ji’s POV

  Sungguh,, sungguh tak bisa kupercaya. Kim Myung Soo kembali ke Amerika tanpa berpamitan padaku. Ada apa dengannya? Apa ia memang sudah melupakan aku sebagai Teman-nya? Myung Soo,, jika kau memiliki masalah denganku. Katakan, jangan seperti ini.

Saat ini, aku dalam perjalanan ke bandara Incheon. Ini akan membutuhkan waktu yang lama, tidak, sekarang waktu menunjukkan pukul 09:45 AM dan 30 menit lagi pesawat menuju Amerika akan lepas landas. Apakah waktu akan membuat-ku bertemu dengan Myung Soo untuk terakhir kali-nya?

“Ahh.. bahkan, ia tak mengangkat telepon-ku.” Gumam-ku kesal yang sedang mencoba untuk menghubungi Myung Soo.

Tak lama kemudian, taksi yang kutumpangi berhenti di depan bandara. Aku segera membayar biaya perjalanan dan setelahnya buru-buru untuk pergi. Kalian tahu, penampilan-ku benar benar buruk saat ini. Aku tidak sempat untuk berganti pakaian dan hanya menggunakan jaket berkain tipis. Jun Ho,, maafkan Ibu.

Setelah berada dibawah atap, aku segera mengedarkan pandangan-ku untuk mencari Myung Soo. Tuhan, 5 menit lagi pesawat-nya akan lepas landas. Apakah ini akan berhasil?

“Myung Soo!!” Teriak-ku yang seperti orang gila saat ini. Orang orang menatap aneh padaku. Aku tak peduli. “Kim Myung Soo!! Dimana kau? Apa yang kau lakukan untuk ke Amerika? Kau sudah gila, HUH?!” Ya Tuhan~ aku harap Jun Ho dalam keadaan yang baik disana.

Aku terus berlari untuk mencari Myung Soo. Oh, tidak! 2 menit lagi. Apa yang harus ku-lakukan? Kenapa dia begitu kejam?

“Dia memang berniat untuk kembali ke Amerika, tapi lusa bukan hari ini. Aku sungguh tidak tahu. Ia benar benar mendadak.” Min Ah mengatakan hal itu padaku sebelum ia memutuskan sambungan telepon tadi. Ya ampun~ aku sungguh tak tahu harus bagaimana sekarang.

“Myung Soo!! Dimana kau?! Cepat keluar atau aku akan melahirkan sekarang!! Kau sungguh Teman yang jahat!!” Ahh.. aku mulai menangis. Aku,, aku … HU-A!!

 

Author’s POV

  Detik kemudian, Eun Ji duduk dan memeluk lutut-nya. Menangis dengan menyembunyikan wajah-nya disana. Myung Soo, pesawat yang ia tumpangi, telah lepas landas. Sungguh!! Teman yang jahat!!

“Eun Ji-ah.. ” panggil seseorang. Tunggu, sepertinya Eun Ji kenal suara ini.

“Myung Soo.. ” pekik Eun Ji bersamaan dengan mengangkat kepala-nya. Benar,, Myung Soo! Ia pun bangkit dan segera menghapus air mata-nya.

“Tunggu, kenapa kau masih disini? Bukankah seharusnya … ” Ya ampun! Myung Soo memeluk Eun Ji? Benarkah itu? Sungguh mengejutkan untuk Eun Ji. “Myung Soo.. ”

“Maafkan aku,, aku memang teman yang jahat. Pergi tanpa memberi tahu.”

“Bukan memberi-tahu lagi, tapi kau memang berniat untuk pergi secara mendadak. Min Ah mengatakan kepergian-mu ini.”

“Yeah.. maafkan aku.” Ujar Myung Soo menyesal.

Detik berikutnya, Eun Ji melepas pelukan tersebut dan sedikit menjauh dari Myung Soo. Eung.. kenapa tiba-tiab jadi gugup seperti ini? Ahh!!

“Kenapa kau seperti ini? Kenapa kau begitu dingin dan seakan tak lagi mempedulikan aku selama 5 bulan ini? Kau tahu, aku benar benar frustasi. Aku jadi merasa bersalah”

“Benar.. kau harus menyesal atas perasaan-ku ini, Eun Ji-ah.. “

“Kau ini memang jahat. Teman-mu sedang hamil dan akan segera melahirkan, seharusnya kau menunggu lebih lama lagi untuk melihat tampannya anak-ku ini. Dasar!!”

“Ini bahkan semakin menyakitkan, Eun Ji-ah.. Kau,, kau yang lebih jahat. Jangan buat aku semakin ingin … “

“Tapi, kenapa kau kembali lagi? Apakah sesuatu tertinggal? Atau, kau merubah pikiranmu?”

Sungguh, malangnya seorang Kim Myung Soo yang bisa jatuh cinta pada gadis bodoh ini. Bodoh karena tidak mengerti juga tentang perasaan cinta ini pada dirinya. Huh~

“Eun Ji-ah.. ada ‘sesuatu yang tertinggal’ disini dan ‘sesuatu yang tertinggal’ itu menjadi alasan-ku untuk berubah pikiran.”

Ia heran, apa yang sedang dibicarakan pria ini? Ia sungguh semakin bodoh saja.

Detik kemudian, Myung Soo melepaskan mantel-nya dan ia pasangkan untuk Eun Ji. Dan kemudian, ia kembali bersuara.

“Eun Ji-ah,, bisakah ‘sesuatu yang tertinggal’ itu aku ambil?”

Tunggu, kenapa bagian ini membuat-nya memikirkan hal yang lebih bermakna? Suatu hal yang berupa subjek hidup. Tidak,, pasti ia salah mengartikan. Tidak,, tidak!

Namun, tanpa mereka sadari, seorang pria tinggi sedari tadi telah melihat mereka. Jarak-nya tak jauh namun ia tak terlihat karena mencoba untuk bersembunyi dari mereka. Ia sungguh merasa sakit hati saat ini. Ia merasa bahwa Kim Myung Soo telah maju 2 langkah sekaligus untuk merebut hati Eun Ji.

Park Chan Yeol,, kau tidak boleh goyah dan menyerah untuk kisah cinta sejati-mu ini. Kau sudah terlanjur untuk, bahkan, menelan lagi ludah-mu. Kau sudah terlalu cinta pada Eun Ji. Jangan dirimu nanti menyesal karena Myung Soo yang lebih berhasil darimu. JANGAN!!

 

To Be Continue … … …

 

TARA!! Chap 11 sudah datang.. dan mulai chap ini, cinta segitiga-nya akan saya perkuat. Jadi, siapa nih yang jadu Team Chan?!! Team Myung?!!

Dan di chap sebelumnya, ada yang komen pgn si Ha Ni dijadiin pasangan ama Baek Hyun atau Myung Soo. Tapi maaf, saya gk bisa memenuhi. Menurut saya juga gk masuk akal aja klo Ha Ni tiba-tiba dipasangin diantara 2 pria itu, walau ama Baek Hyun mereka saling kenal.

Kim Hee Chul?! Bingung nih buat jadiin jodoh-nya Ha Ni, jadi kasih Hee Chul aja. Tapi, buat dia jadi manly. Hehe..

Oke.. tetep ikutin ff saya yaa.. dan terima kasih.

25 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Marriage Without Love (Chapter 11)”

  1. Aku tertarik sama nih cinta segi empat. Chan, ji, myung, min.
    Tapi ayolah, hati chan udah teguh, jangan membuatnya terkoyak. *mian kak kiki. Jangan ada myungsoo diantara chan-ji. Jika masih, aku yang akan terluka. *plak/ganyambung.
    Hadeeh mereka yang ngejalani, aku yang dilema.

  2. Lah minah itu kenapa? Kok ngasih tau myungsoo sih? Masih suka sama myungsoo yak, tapi bikin alasan yang kaya gini? Ga ngerti sama jalan pikirannya minaaaah-_-
    Semangat chanyeoooolllll

  3. Min Ah wae geure?? 😣😣 kalo temen harusnya ga gitu lah, kn udah tau kalo Eunji nya suka ma Chan, tu namanya bukan kasian ma Eunji tp kasian ma Myungsoo 😣😣
    Btw, ada Hee oppa 😍😍😍😍

  4. Next Kiki Author.
    Ff nya keren bangetttt bikin baper tau.
    Chan fighting !!!
    myungsoo sama min ah aja jangan sama eunji.(maksa) :v wkwk.
    Ditunggu ff selanjutnya, Keep writing !!!

  5. #TEAMCHAN!!!
    Yuhu team chan huhuhu team chan huhuhu next chap cepetan ya thorr keren ff nya, eunji beruntung bgt di rebutin 2 cowok tampan kalo blh saran hani sm baekhyun aja min ah sm myung soo hehehe
    KEEP FIGHTING AUTHOR 😉

  6. Huwaaa~ kirain myungsoo udah terbang ke amerika terus chanyeol sma eunji, eh ternyata. greget deh sama myungsoo, pengen dikarungin terus dilarung di sungai amazon biar dimangsa piranha dan tinggallah chanji yang hidup bahagia sejahtera aman sentosa selamanya.
    Hahahaha, ampuni komentar gaje-ku ini ya thor (y) ditunggu chapter berikutnya, fighting!

    1. Ya allah.. jahat bgt. Kasihan myungsoo entar. Haha
      Aku juga kesel, kenapa myung balik lagi sih?? **ehh

      Makasih krna udh komen juga yaa

    2. Jung author,kpan nii di pos chap 12 nyaa??
      Uda sminggu loo??
      Readers mu ini uda dgn sabar nunggu,dn ksabaranya uda mmuncakk…
      Jeball nee…

  7. Akhirnyaaa,stelah lama mnunggu terbit juga chap 11..
    Tteplah chanji couple,eunji jgan dkasi siapa” loo min
    Maap min,kmaren” mksaa bnget aq’nya buat mimin nerbitn chap 11..
    Chap 12,ttep smangat yaa min..
    Ehmm,jangan lama” postnya yaa min..

  8. yak….. !!!!!! maaf thor aku gak terima jka eunji sma myungsoo.
    Cy tetap pertahankan cinta mu eoh.. fighting….

  9. Gue netral aja dehh gak pro ke team chan atau myung, biarin eunji aja yg milih jalan hidupnya ntar dia sama siapa, takutnya habis ini cy goyah lagi padahal udah yakin banget itu dia kalo cinta sejatinya itu eunji, yg semangat ya bang cy cewe emang gitu gajelas susah dimengerti jadi tabah dan sabarkan saja lah dirimu

  10. Eunji sama chanyeol aja haha
    Lebih suka baca momen eunji sama chanyeol hihi
    Semangat terus thor 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s