CODE NAME LIV: SPIN-OFF [3] — IRISH’s Story

irish-code-name-liv-spin-off

   CODE NAME LIV  

  EXO`s Baekhyun as B/B-54 & Sehun as O’Child

   with OC`s Liv (known as LIV/54 viral’s code

  slight!crime, family, sci-fi story rated by T served in chapterred length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved


Sometimes the most real things in the world are the things we can’t see.”—The Polar Express, 2004, said by Liv.


Reading list:

〉〉 Chapter 1: Black Area and O’Child – Chapter 2: Not A Crime, Just Loneliness – Chapter 3: Depend On Me – SPIN-OFF [1]: Memories From The Past – SPIN-OFF [2]: Mosaic 〈〈

Spin Off [3]: When God’s Not Real

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

.

.

.

Apa yang akan terjadi saat manusia lupa pada Penciptanya? Apa yang akan terjadi saat tak ada seorang pun yang ingat pada keberadaan-Nya?

Akhir dari dunia bukan? Lagipula, apa orang-orang sudah kehilangan hatinya hingga tak lagi percaya keberadaan Tuhan?

.

.

.

 

In Author`s Eyes…

Bagaimana anak itu bisa bertahan?

Sudah belasan, tidak, puluhan kali, orang-orang menanyakan pertanyaan yang sama. Bagaimana bisa seorang anak kecil masih bisa bertahan hidup setelah mendapatkan tembakan berulang kali?

Jawabannya hanya satu.

Apa kalian bisa menebaknya?

Bukan, bukan keajaiban jawabannya.

Tapi keinginan untuk hidup.

Anak tersebut, Oh Sehun, memiliki keinginan untuk hidup.

Meski dengan menahan sakit yang menyiksa tubuhnya dan membuat hidup menyerah padanya, merayu sang pemilik nyawa untuk menyerah saja pada malaikat pencabut nyawa dan beristirahat dengan tenang di alam yang berbeda, Sehun masih ingin hidup.

Yah, walaupun ia tidak juga terbangun dengan keadaan yang bisa dikategorikan sebagai keadaan baik-baik saja. Tapi setidaknya, ia masih ingin hidup. Itulah mengapa, Tuhan masih memberinya kesempatan untuk hidup dan meledek semua cemooh yang mengucapkan argumen tidak masuk akal tentang caranya bertahan.

Sampai sekarang pun—setelah Sehun bertahan selama bertahun-tahun akibat koma nya selama beberapa lama—Sehun masih menahan sakit. Orang-orang tidak tahu itu bukan?

Bahkan Sullivan yang ditugaskan untuk dua saudara itu pun tidak tahu.

Sullivan hanya tahu jika Sehun adalah seorang anak ceria yang tumbuh menjadi jenius teknologi karena latihan. Sehun memang selalu tersenyum pada siapa saja, meski ia tidak mengingat atau mengenal mereka.

Sehun ingin berbuat baik, supaya ia bisa bertahan hidup di tempat asing ini.

Sebenarnya, Sehun masih merasa sakit.

Organ tubuhnya hancur di dalam, tapi ia memaksanya untuk bekerja. Mungkin, lain kali Tuhan tidak akan berbaik hati lagi pada Sehun untuk memberinya kesempatan hidup.

Tapi mau bagaimana lagi, Sehun masih ingin hidup.

Dan untuk mendapatkan kehidupan, ada harga yang harus dibayarnya.

Berpura-pura adalah cara yang paling mudah dan tidak membutuhkan biaya apapun. Cukup menyiapkan mental dan memasang senyum paling tulus yang dimiliki, Sehun sudah bisa mengelabui pandang orang-orang.

Saat dokter menyentuh bekas luka di tubuhnya, Sehun bisa berkata jika luka-luka itu tidak sakit lagi. Tapi apa mereka tahu bagaimana rasa yang sebenarnya Sehun derita?

Sakit. Semua luka yang menyisa di tubuhnya masih terasa begitu sakit. Seringkali, membuat Sehun terbangun di tengah malam dan harus menenggak satu sampai dua pil penghilang rasa sakit.

Dia mungkin bisa memasang senyum saat harus mendapatkan suntikan-suntikan di tubuhnya—yang katanya bisa mempercepat pulihnya organ dalam pemuda itu—dan sekali lagi, Sehun harus menambah rasa bersalah karena sudah menyiksa tubuhnya sendiri.

Ia bilang jarum-jarum itu tidak menyakitinya, padahal, Sehun selalu menghitung detik berlalu saat suntikan-suntikan itu ia dapatkan, guna membuang waktu dan mengalihkan pikiran agar tidak terfokus pada rasa sakit yang menyambut.

Jika ada yang bilang, tidak masuk akal ia masih bisa hidup normal setelah semua luka-luka itu ia dapatkan, maka orang tersebut adalah orang paling tidak berperasaan di dunia ini.

Separuh tubuh Sehun sudah tidak lagi utuh, jika saja ada yang ingin tahu.

Jantungnya sebagian sudah berbagi fungsi dengan katup logam buatan. Ginjalnya sekarang sendirian karena salah satunya rusak parah. Syaraf pergerakannya juga hampir lumpuh jika saja dokter tidak berbaik hati memasangkan pin di pusat syaraf tungkainya.

Jika pin tersebut menghilang, sudah dipastikan Sehun hanya akan bisa duduk pasrah di satu tempat, tubuhnya akan lumpuh sebagian.

Jangan kira Sehun jadi seorang yang dengan ajaibnya bisa baik-baik saja setelah trauma masa kecil yang ia dapatkan. Ia mungkin tidak ingat apapun, tapi tubuhnya masih ingat semua rasa sakit itu.

Sekarang, apa cara Sehun bertahan hidup masih terlihat tidak masuk akal?

Kalau caranya bertahan hidup dianggap tidak masuk akal, apa takdir dan kesempatan yang Tuhan berikan juga dianggap tidak masuk akal?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Iming-iming Pizza agaknya hal yang begitu tidak masuk akal untuk jadi penyemangat seorang Byun Baekhyun untuk memenangkan taruhannya dengan Sullivan. Terbukti, bagaimana Pizza tersebut masih utuh karena pemiliknya disibukkan dengan sistem-sistem yang tengah berusaha ia buat.

Mungkin juga, Baekhyun sudah tidak tertarik pada Pizza keju, Sullivan kini tersenyum tanpa sadar, beberapa penawaran Pizza lain berputar di kepalanya, ingin menggoda Baekhyun dengan iming-iming hadiah lain.

“Ah, sudah berapa hari berlalu dan kau masih belum bisa menyelesaikannya?” Sullivan bergumam.

Baekhyun sudah tahu Sullivan ada di ruangannya, ia tentu tahu. Tapi Baekhyun memang mengabaikannya. Kenapa? Tentu saja karena ia masih begitu serius dengan sistem yang sibuk ia utak-atik. Pizza keju saja ia abaikan, apalagi Sullivan?

“Kau mau menyerah?” pertanyaan Sullivan kali ini berhasil merebut perhatian Baekhyun, dengan serius Baekhyun menatap gadis yang sekarang memamerkan senyum kecil ke arahnya tersebut.

“Jangan bercanda.” sungutnya kesal, “Dan jangan tersenyum seperti itu.” sambung Baekhyun, membuat Sullivan segera mengulum senyum.

Sepertinya, Baekhyun sekarang tidak akan mempan dengan iming-iming Pizza lagi.

“Ah, harusnya aku beri batasan waktu saja untuk taruhan ini.” gumam Sullivan, tampak bicara pada diri sendiri padahal nyatanya ia bicara pada Baekhyun.

“Sullivan!” sergah Baekhyun dengan nada kesal, sempat-sempatnya gadis ini berusaha memecahkan konsentrasi Baekhyun.

Sullivan terkekeh geli. Ia lantas membanting tubuh ke sofa kecil yang ada di belakang Baekhyun.

“Ah, aku harus menikmati waktu istirahatku. Bangunkan aku kalau kau sudah menyerah, oke?”

Baekhyun memutar bola mata. Mana mungkin ia akan menyerah?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

KLIK!

Sebuah window terbuka di monitor Sehun, membuat pemiliknya sejenak terdiam sebelum ia sadar window apa yang baru saja muncul dengan seenaknya di monitornya.

“Sialan.” Sehun mengumpat pelan, ia lantas menutup window tersebut dan dengan berusaha sealami mungkin melirik ke arah kamera pengawas yang berputar di sudut ruangan.

Beruntungnya, kamera tersebut tidak sedang menyorot ke arahnya.

Sehun melirik tab yang muncul di bagian bawah monitor.

— WIPE OFF SYSTEM INSTALLED SUCCESFULLY

Tanpa bisa berbohong, jantung Sehun sekarang melompat kesana kemari. Adrenalinnya terpacu karena ketakutan yang sarat. Bagaimana jika seseorang tahu ia berhasil membuat wipe-off system?

Sehun menarik dan menghembuskan nafas dengan intens, hati-hati, di liriknya kamera pengawas tiap kali ia akan membuka window program tersebut sebelum akhirnya ia bisa mengakses seluruh kamera pengawas di gedung tempatnya terkurung sekarang.

Berhasil menginstal sebuah wipe-off system, Sehun bisa dengan mudah mencuri rekaman kegiatannya tiga puluh menit lalu dan memutarnya seolah hal tersebut yang sedang ia lakukan sekarang.

Tidak akan ada yang curiga karena ada ribuan kamera pengawas di gedung ini. Setahu mereka, Sehun hanya akan berkegiatan tidak mencolok.

Sekarang, Sehun bisa dengan mudah menginstal sistem lainnya di personal komputer miliknya.

“Europol.” kata itu meluncur dari bibir Sehun kala ia berhasil mengetahui tempatnya terkurung.

Ia mungkin masih terlalu muda untuk tahu apa tujuannya berada di tempat ini, tapi Sehun tahu, ia tidak boleh mempercayai siapapun.

Ia bahkan tidak boleh mempercayai sistem yang sudah ia instal pada personal komputernya.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Sullivan! Sullivan! Bangun!”

Sullivan membuka mata kala Baekhyun memanggilnya dengan suara cukup nyaring. Sepasang lengan kecil juga sekarang mengguncang tubuhnya dengan antusias.

Meski kesadaran Sullivan belum penuh, ia tahu, Baekhyun pasti sudah berhasil.

“Kau berhasil?” tanya Sullivan menggumam, lengannya sibuk mengusap wajah, mengusir kantuk yang nyatanya benar-benar singgah karena ia sempat tertidur.

“Ya, aku berhasil! Lihat! Sebuah sistem tanpa batasan berhasil terinstal di personal komputerku!” Baekhyun hampir memekik.

Sementara Sullivan melompat turun dari sofa, netranya menatap tak percaya window yang sekarang terbuka di hadapannya. Sebuah senyum terukir di wajah Sullivan.

“Kau berhasil…” gumamnya tanpa sadar.

“Kau benar-benar berhasil, Baekhyun.”

Baekhyun tersenyum bangga. Sekarang, rasa laparnya akibat sudah menolak kehadiran dua kotak Pizza segera muncul. Diraihnya kotak Pizza di dekat monitor sementara Sullivan masih sibuk mengutak-atik command yang berhasil Baekhyun ciptakan.

“Ah, aku sangat lapar…” Baekhyun menggumam di tengah-tengah lahapnya ia makan.

Sullivan melempar pandang sekilas sebelum ia kembali tersenyum.

“Bagus, selesaikan makanmu, dan aku akan beritahu apa taruhan terakhir kita.” ujar Sullivan membuat rasa lapar yang tadi sempat menyerang Baekhyun serta-merta menghilang.

“Kenapa tidak memberitahuku sekarang?” tanyanya.

Sullivan mengacak-acak rambut Baekhyun dengan gemas sebelum ia berucap.

“Karena kau sudah tidak makan seharian, Baekhyun.”

                           ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Apa luka ini masih terasa sakit?”

Sehun memejamkan mata saat sakit menusuk lagi-lagi menyiksa tubuhnya. Sebuah suntikan antibiotik diberikan dokter paruh baya padanya.

“Tidak, Dokter Howard, terima kasih.” Sehun berucap saat rasa sakit tersebut bisa diatasinya tanpa harus mengeluh.

Sang dokter, Foster Howard, lantas tertawa pelan.

“Kau sangat mirip dengan putriku, dia tidak pernah mengeluhkan rasa sakit.” ujar Foster.

“Benarkah? Dia pasti seorang yang sangat kuat.” komentar Sehun, ia tahu kalau Foster tengah berusaha mengalihkan perhatiannya, karena sekarang, sebuah sayatan akan Sehun dapatkan guna mendapatkan suntikan organ lainnya.

“Ya, Sullivan memang sangat kuat. Sampai aku sebagai Ayahnya tak lagi bisa menilainya sebagai putriku. Ia sudah tumbuh besar. Semua karena Tuhan sudah menakdirkannya jadi seorang yang berbeda denganku.”

Sehun terdiam sejenak.

“Tidak, kurasa ia berubah karena teknologi yang sudah berkembang pesat dan—ugh.” Sehun menghentikan ucapannya saat sebuah logam berbentuk tabung di masukkan dari luka sayat di tepi perutnya.

“Apa sangat sakit?” Foster bertanya lembut.

“Ya.” kata itu akhirnya lolos dari bibir Sehun.

Sungguh, ia tak pernah merasa sesakit ini sebelumnya.

Foster terdiam sejenak, ia lantas menatap dua orang bertubuh tegap yang mengapit pintu.

“Aku akan memberikan suntikan bakterial. Bersedia untuk ada di dalam sini tanpa perlindungan?” tanya Foster segera membuat dua orang tersebut saling melempar isyarat lewat mata dan melangkah keluar ruangan.

Sekarang, mereka berdiri memunggungi pintu.

“Suntikan bakterial? Apa itu?” tanya Sehun tidak mengerti, memperhatikan bagaimana dua orang itu bereaksi saja sudah membuatnya curiga.

“Aku hanya berbohong. Mereka terus mengikutimu seperti body guard, kau tidak bosan?” tanya Foster santai.

“Omong-omong, ini adalah terapi terakhirmu, minggu depan, akan ada dokter baru yang menggantikanku.” ujar Foster kemudian.

“Kenapa?” Sehun sejenak kehilangan rasa sakit yang dideritanya karena keterkejutan.

Ia memang tidak mempercayai siapapun. Tapi dokter paruh baya ini adalah satu-satunya orang yang bicara lebih dari satu kalimat padanya. Foster Howard adalah seorang yang membuat Sehun tidak merasa kesepian.

Foster akhirnya menatap dalam diam.

“Cepat atau lambat, kau akan dapatkan ingatanmu, nak. Dan ketahuilah, di tempat ini, kau tidak boleh mempercayai siapa pun.”

Sehun memandang dengan alis berkerut.

“Apa maksudmu?”

God’s not real.” Foster berucap.

Sehun tertawa pelan, “Apa kau sudah tidak punya hati untuk mempercayai Tuhan?” tanya Sehun membuat Foster memandang.

“Apa maksudmu?”

“Jika kau katakan Tuhan tak lagi ada, kau hanya akan jadi satu dari mereka yang tidak memiliki perasaan..” tutur Sehun.

Foster tersenyum.

“Sekarang kau tahu kan?”

Kali ini Sehun yang memandang dengan tatapan tak mengerti.

“Apa yang sebenernya kau coba katakan, Dokter Howard?”

“Jawaban bagimu, saat kau sudah mendapatkan ingatan lamamu kembali, nak. When God’s not real.”

Masih dengan tidak mengerti, Sehun menggumam.

When God’s not real… Ah!” Sehun tersenyum kecil.

“Ya, aku akan mengingatnya.”

“Bagus, jaga baik-baik jawabannya, dan jangan percayai siapa pun, bahkan jika mereka katakan aku yang memerintahkan mereka. Bahkan jika Sullivan yang datang padamu dengan namaku. Mengerti?”

Sehun tersenyum.

“Terima kasih, Dokter Howard.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Baekhyun terlongo kala Sullivan mengulurkan sebuah USB padanya. Berisikan command dasar pembentukan sebuah viral.

“Apa-apaan ini?” tanya Baekhyun.

Sullivan tersenyum kecil.

“Tantangan terakhirku padamu, Baekhyun.”

Baekhyun masih menatap tidak mengerti.

“Aku tahu, ini tantangan terakhirmu. Tapi ada apa dengan semua command sederhana ini?” tanyanya.

“Sederhana? Bagimu ini kode sederhana?” tanya Sullivan.

Baekhyun mendengus. Sekali lagi dipandanginya command di layar monitor.

“Ya, Sullivan. Command ini sangat sederhana.”

Sullivan tertawa pelan.

“Baiklah, bagiku, membuat command seperti itu sangatlah sulit. Jadi, little master, bisakah kau dengarkan apa taruhan terakhirnya?” Sullivan berucap.

Menyerah pada kekecewaan akibat command simpel yang diterimanya, Baekhyun akhirnya menatap Sullivan tanpa minat.

“Apa itu?” tanyanya tak lagi antusias.

“Kau harus bisa mengubah command sederhana itu menjadi sebuah viral tanpa batas.”

“Apa?” alis Baekhyun terangkat, cukup terkejut mendengar ucapan Sullivan sekarang.

“Kenapa? Sulit? Kau sudah berhasil membuat suara digital, itu taruhan pertamaku. Kau juga berhasil mengunduh semua informasi di dunia ke dalam sebuah sistem. Kau juga berhasil menciptakan sensor hormon yang kau gunakan padaku.”

“Hmm, kau juga sudah berhasil membuat viral-mu berkeliaran di sistem online dunia. Dan terakhir, kau berhasil membuat sebuah command tanpa batas. Sekarang, kau hanya perlu membuat sebuah viral kecil yang memiliki semua misi yang sudah kau selesaikan, Baekhyun.”

Baekhyun terdiam.

“Sebuah viral, yang bisa bicara dengan suara digital, yang bisa memiliki semua informasi dalam sistemnya, yang bisa memiliki sensor hormon seperti manusia, dan… tidak terbatas?” tanya Baekhyun ragu-ragu.

“Kau bisa melakukannya kan?” tanya Sullivan.

Baekhyun menatap sejenak. Sekon selanjutnya, ia menggeleng cukup keras.

“Tidak, Sullivan. Kau tahu itu tidak masuk akal. Tidak ada viral yang bisa—”

“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, Baekhyun.”

Baekhyun bungkam. Fakta itu mengusiknya. Ketidak sanggupan sungguh mengganggunya. Ia ingin menolak tantangan Sullivan tapi ia enggan, malu pada harga diri sekaligus malu pada pujian yang sudah Sullivan berikan padanya.

“Dan… imbalannya?” Baekhyun akhirnya berucap.

Sullivan tersenyum.

“Dengan sebuah viral yang memiliki kemampuan seperti itu, kau pikir apa yang tidak bisa kau ketahui di dunia ini?” tanya Sullivan.

“Adikku.” Baekhyun tersadar, “aku bisa menemukan orang-orang yang membunuh keluargaku bukan?”

Sullivan mengangguk.

“Perlu kau ketahui, Baekhyun. Jika kau berhasil menciptakan viral ini, semua orang mungkin akan memperebutkannya. Viral ini mungkin tidak akan jadi sempurna, tapi di dunia ini, ada sebuah sistem unlimited yang sudah diciptakan. Dan saat viralmu sudah menemukan sistem tersebut, semua rahasia yang tersimpan di sistem biner dunia ini, akan ada di dalam genggaman tanganmu.”

Baekhyun kini terlongo. Membayangkan berhasil membuat viral saja ia belum bisa, apalagi membayangkan rahasia yang tersimpan dalam sistem online akan diketahuinya dengan mudah.

“Tapi, Sullivan…”

“Ingat, jangan percaya pada siapapun. Bahkan padaku.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Sehun tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Ucapan Foster Howard membayanginya. Bermunculan dalam benak meski ia enggan mengingatnya.

Kenapa Foster bisa bicara seolah ia mengenal Sehun dengan baik?

Lagi-lagi Sehun terjaga malam ini. Bukan karena rasa sakit menusuk yang biasanya selalu datang di tengah malam, tapi karena ucapan Foster kembali terngiang dalam pendengaran.

“Aku harus bicara dengannya.” Sehun memutuskan.

Dipandanginya kamera pengawas di sudut ruangan, sebelum ia akhirnya melangkah diam-diam mendekati komputer saat kamera tersebut memutar ke sudut lain.

KLIK!

Sebuah command Sehun perintahkan pada sistem kamera gedung, dan dengan mudah, gambar yang pasti sekarang terpasang di kamera pengawas ruangannya adalah keadaan setengah jam lalu.

Sehun lantas dengan hati-hati mengetikkan command lain, berusaha tidak menciptakan bunyi berisik apapun yang mungkin akan terekam penyadap suara yang kemungkinan ada di dalam ruangannya.

Celah kecil terbuka di pintu ruangan tempatnya berada. Ya, ia baru saja menggerakkan pintu tersebut menggunakan keyboardnya.

Sehun lantas menyelipkan diri dari celah tersebut, berhati-hati melewati tiap kamera pengawas tanpa menciptakan suara.

Tidak ada pengawasan ketat yang harus ia lewati kecuali kamera.

Dan semuanya terasa janggal.

Gedung ini tidak seharusnya terlihat sepi.

Berjingkat-jingkat, Sehun melalui jalur yang sangat ia kenali saat ia akan mendapatkan check-up dari Dokter Howard. Langkah Sehun terhenti saat melihat keramaian di koridor akhir menuju ruangan Foster.

Sungguh, ia bersumpah ada lebih dari sepuluh body guard di sekitar ruangan tersebut. Dari pintu kaca tembus pandangnya, Sehun bisa melihat tubuh Dokter Howard masih dibalut jas putih kebanggaannya, ia tengah bicara dengan gadis jangkung berambut sewarna jagung.

Dari wajah dan gesture yang dua orang itu tampakkan, Sehun cukup yakin gadis itu adalah putri semata wayang Foster. Wajah mereka mirip. Rambut jagung mereka juga serupa, hanya saja rambut Foster sudah banyak berubah menjadi putih.

Tapi melihat bagaimana Foster sekarang menepuk-nepuk kedua lengan gadis tersebut, Sehun yakin, gadis itu adalah Sullivan, putri dari Dokter Howard.

Sehun tidak bisa mencuri dengar apa yang mereka tengah bicarakan. Yang jelas, Foster terlihat sangat kecewa, sementara raut gadis—yang Sehun yakini sebagai Sullivan—tampak menahan amarah.

“No!” sebuah teriakan berhasil menembus pintu kaca tersebut saat sang gadis berteriak lantang.

Sehun sempat berjengit karena terkejut. Ia kira, pintu itu kedap suara.

Sekon selanjutnya berlalu begitu cepat bagi Sehun, melihat bagaimana Foster berbalik hendak meninggalkan sang gadis, sementara sang gadis menatap sekitarnya sejenak sebelum senapan keluar dari saku rompi gelap yang ia kenakan dan—

DOR!

Nyaring tembakan berhasil menembus pintu tersebut. Sekaligus berhasil membuat Sehun membeku di tempat.

Tubuh Foster ambruk, menyusul, likuid merah kental yang segera mewarnai lantai.

“D-Dokter…”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

.

.

.

Sullivan Howard
Sullivan Howard

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

WEEEELLLLKKKAAAMMM TO THE CYYYBBBEEERRR WWOOORRLLLDD~~~

Salam ketjup peyuk dariku yang sudah menciptakan dunia cyber tidak masuk akal semacem ini. Dan goodbye buat spin-off karena dia cukup sampai di sini. Well, ada yang bisa menangkap apa tujuanku membuat spin-off ini?

EHEM. EHEM. Efek batuk dulu, abis makan satu cup eskrim oreo ini demi semangat mengedit Liv lagi.

Ah, aku sudah rindu Liv dan celotehan dia yang cerewet. Aku rindu usaha pelarian mereka. Aku rindu misteri yang sempat tertinggal di chapter 3. Aku rindu pertanyaan kalian yang gak ngerti sama cerita abnormal ini. /kemudian dikemplang/

TROLOLOL.

Truthfully, Liv ini termasuk karya paling astral. Dikata punya konsep yang jelas, nyatanya dia gajelas. Dikata konsepnya gajelas, buktinya semuanya nanti pada akhirnya akan jadi jelas. Tergantung seserius apa kalian pas bacanya sih sebenernya.

Bahasanya yang berat (YA BERAT RISH, KARENA BAHASANYA ASTRAL DAN GAMASUK AKAL) dan bejibun misteri (BUKAN MISTERI RISH, TAPI CERITA ASTRAL) lah yang bikin cerita ini greget. LOLOLOL. /KEMUDIAN DITENDANG/

Tapi serius, pas ngetik cerita ini aja aku mengumpat sendiri kok. Masa kalian gak mengumpat kzl pas bacanya dan gapaham?

Well, sekian celotehan penuh cintaku kali ini. Tenggorokan udah gatel karena sedari tadi cuma makan eksrim doang gak minum air putih. Perut aku udah keroncongan dan otak aku butuh oksigen.

BTW, kukasih visualisasiku tentang Sullivan itu macem apa. Awewe antik muka jutek berbahaya :v LOLOLOL.

See-you di chapter 4, kawan!

Catch Me On:

askfm facebook gmail instagram line soundcloud twitter wattpad wordpress

61 tanggapan untuk “CODE NAME LIV: SPIN-OFF [3] — IRISH’s Story”

  1. Kaaakkkk
    Jadi di chap ini awal mula cerita si baek nyiptain liv???
    Sehun udah pinter wehh sama kek abang nya :3
    Sayangnya dia amnesia kah??
    Hunnn oh sehunn kesian dirimuuu
    Sakit mulu hunn gws lahh /apasih:3

  2. Apa yg didebatin bpk & anak itu? Apa dktr Howard srh Sullivan bwt bunuh dy /ky Prof. Dumbledore srh prof. Snape bunuh dy?/ soal’ny trakhir ngobatin Sehun tu dktr Howard blng bkl da dktr laen yg ngrawat Sehun, /as if pamitan/. or dktr Howard srh Sullivan bwt do something harmful ke slh 1 dr 2 brothers hun-baek, mk-ny Sullivan smp sgitu furious’ny?? Sehun ky Tony Stark, di badan’ny bnyk hi-tech alat bantu hdp. 2 sodara itu totally isolated dr dunia luar ya, kshn bgt.. hdp terkungkung gt, childhood mrk direnggut paksa. Sehun-i dr kcl udah ga dianggep ma bpk tiri’ny, tbh mungi’ny di tembakin penjahat, koma 2thn, survive dgn bnyk treatment menyakitkan 😥 noona pengen bw Sehun kabur, rawat & manjain smp kembali sehat

  3. ohho.. sebentar kok kayanya aku belum baca bagian ini yah?
    ah jangannjangan kelewataan.. huwaaaa maapkan daku kakak irish. saya khilaf sungguh.
    sebelum yg ini aku udh baca juga belum yah? kok aku lupa. belum kayanya.
    huwAa sungguh maapkan daku.

  4. Wah keren FF nya, kak IRISH.
    Setelah ini kita akan berimajinasi lagi kan ya.
    Di tunggu next chapternya cpet ya kak.

  5. Wih, spin-off-nya sampai di sini?
    Berarti cerita saat sekarangnya bakal lanjut ya 😀
    Aku pun berterima kasih banget sama kak Irish yang ngebuat spin-off-nya
    Tujuannya tersampaikan banget, aku ngerti dan jadi paham gimana-gimananya wkwk
    Yay yay yay intinya mah mau muji kak Irish yang bikin fantasy oke bikin sci-fi kaya gini juga oke banget
    Mau dikata astral sekalipun, endingnya bakal jelas ini kan haha XD
    Bahasanya yang berat pun bikin ketagihan:3
    Btw itu visualisasi Sullivan Howard-nya ketjeh ya. Si mba satu itu ternyata punya tampang jutek, udah gitu rambutnya pirang:’)
    Haha kutunggu kak kelanjutannya ^^

    1. heeh bakal lanjut yang astral kemarin sekarang XD wkwkwkwkwkwkwkwk
      ini astral sekali padahal, masih untung ya ada yang mau baca ini cerita XD wkwkwk

  6. Wiiiwwwowoiio makin rumit and bkin mumet tntng ingatan msa kecil mereka…. ini udah melebihi astral kak.. smpai aku bahkan gk bisa nbak apa yg akan otak kamu dan tangan kamu tulis selanjutnya…yh meskipun emang biasa gk ktebak sihhh…..
    Anyway semangat terus yah kak Irish

    1. XD buakkakakakak emang mumet seperti idup aku yang astral ini masa XD wkwkkwkwk biasanya emang ga ketebak ya? XD aku bangga dong XD wkwkwkwk thanks yaa

  7. keknya ini melebihi astral deh wkwk
    gilee langsung ditembak aja bapaknya, bnr-bnr ga ada yang bisa dipercaya ya
    tapi rish apa baekhyun sudah mengetahui adiknya sekrang?? itu lah pertanyaanku
    sehun udah inget belum? dan itu juga pertanyaanku
    semoga dichap selanjutnya terjawab
    semangat ya irish hwaiting ^^

  8. Omaygat kenapa sullivan nembak bapak nya ?? Why why ??

    Jadi itu asal mula baekhyun mau bikin viral yaaa.. waahh taruhan …

    cerita sehun disini sedih banget sumpah T_T uuhhh .. Tapi nanti nya sehun sembuh total gak kak ??

    fighting kak irish lanjut chap 4 nyaaaa ^^

  9. Kak irishhh setelah semua otak ini terkuras akhirnya si spin off ini selesaii
    btw aku gak bisa komen bayak oengen pipissss
    duhduh udah Ya udah di ujunggg

    1. nahlooo, nambah dah tu, otak aja udah capek dipermainkan oleh kisah haru nan menjelimet tante cabe ama dedek sehun, ini mau nambah jiwa raga lagi adudug

    2. Selain kakak buat mereka bernasib miris , akak juga biay aku merasa miris dan memeras otak serta hati bacanya hehe, berasa dapet soal matematika wlwl
      Ngacodehaku

    3. Iyaa kak irish kan emang paling seneng bikin idupnya si akik2 ganteng ama cabe nutella jadi miris bak bawang yang pas di iris bikin mata perih wkwk

  10. Daebak aq pnasaran irish untuk chap 4 ditunggu ya irish postnya

    Walaupun astral tapi aq suka ff ini karna ada ciri khasnya tersendiri irish

    Ganbatte

  11. Eh, jd gimana ini
    Apa si sullivan udh ga sepaham ama bapanya lagi ato gimana atau ini perintah untuk menghilangkan saksi mata yg telah tau keberadaan dua saudara *malah kepikiran gini

    Ini mah emang ga ada yg boleh dipercaya baekhyun ama sehun selain diri mereka sendiri

    Ga kerasa spin offnya udh selesai

    Entah apa tujuan sullivan ini nyuruh baekhyun bikin liv, apakah untuk interpol atau dirinya nyelamatin baekhyun tapi bingung juga ama sulivan yg ngedor si bapanya
    Ato itu bukan si sulivan yg ngedor

    1. ENAKNYA gimana ini XD wkwkwkwkwk maunya gimana XD alasan Sullivan apa kira-kira ya XD wkwkwkwkkwkwk aku demen banget membuat orang bertanya-tanya gini XD

    2. Gimana gimana gimana *pakai nada lagu salah alamat*hahahha

      Enaknya sih berada dipelukan baekhyun ama sehun,lol

  12. Duh kak rish, akhirnyaaaa hhhhh ini yg paling aku tunggu2 dr semua karya kak rish :” nunggu sampe dio lbh tinggi dr chan skrg (lebay) jd itu sullivan minta dbikinin viral tanpa batas bkn buat dia kan? Ngapain dia mati2an yakinin baek buat bikin viral itu kl misalny bkn dia yg pake? Tauny ntar sullivan tbtb kyk d film tron, dia msk komputer malah dia yg jd viral selama ini :’v sehun itu badan jg isiny udh amburadul amaseyu bahlelwey begitu kok y tahan gt y.-. G kebayang tiap hr sakitny kyk apa. Kita aja kl lebam dipencet udh tereak, dia yg organ dlmny udh somplak setengahny dipencet2 sm dr. Howard jg bs woles aja gt y.-. Sakti 👍👍👍 ditunggu kak rish, semangat yaa nulisnyaaa ^^

    1. XD apa sekarang dio udah lebih tinggi dari Chan? wkwkwkw aku rasa belum yak XD huahahahaha
      ENGGAK LAAHH XD JANGAN BAYANGIN sullivan masuk ke komputer, aku ga tega XD wkwkwkwkw
      sebenernya rasa sakit itu relatif, tergantung gimana pemilik luka itu ngehadepinnya XD wkwkwkwkkw

  13. kaak iriishh ~ waha~ ini baek anak pinter anak rajin, kalo sehun tahan banting sama kepo-able trus pinter juga. ini yoon gapaham apa jawaban sehun?
    ini liv debat sama bapaknya minta adek kek bekyun trus bapaknya pengennya sehun?? aah~ sayangnya spinoff berakhir disini. lah terus kelanjutan idupnya sullivan otokek?

  14. Iriiiiiiiiisssssh!!!!!!!
    Dikata lu ini abstrak, astral, gak jelas, berat, gak masuk akal, and bla bla bla
    Tapi bagikuuuuu ini cerita yang super kereeeeeennnn!!!!!
    I love it more than sehun’s lips/digampar/
    Ya ampuuuuun ak agak kaget baca akhiran pas dokter foster ditembak sama liv sampe gak yakinnya ak baca dua kali dan ternyata ak gak salah baca si liv beneran nembak bapaknya. . .
    Dan sehun ngeliat itu semuaaaaaaaaa. . . Gak tau bakal gimana ya???
    Wohohoho can’t wait for the next part!!!!!
    Keep writing!!!!!

    1. pada dasarnya cerita ini emang gajelas sama sekali loh XD aku heran masih ada aja yang mau baca cerita gajelas semacem ini, aku aja pengen gampar diri saking gajelasnya XD wkwkwkwkwkwkwkwkwk
      BUAKAKAKAKKA AKU NGAKAK karena adegan tembak-tembakan ini clue paling nyata XD wkwkwkwkwkwk thanks yaa udah mau nunggu cerita astral ini XD

Tinggalkan Balasan ke Hunark Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s