Rumor [Ficlet Series]

kairin2

Rumor by. morschek96

Angst, School life, Romance, Bully || PG-17!!

Kim Kai & Kang Jeorin (OC)

Other Casts.

WARNING! Cerita mengandung content bully dan unsur sarcasm.

Storyline are belong to morschek96, don’t be plagiator!

PREVIOUS : [1.Shame]

[2. Ain’t That Bad]

[3.Rumor] <= OPENED

[4. Night Changed]

***

“if you fall, just step harder.“

Langkah kaki Jeorin terhenti di langkahan ketiga setelah meninggalkan halte bus menuju sekolahnya. Wajah kaku Jeorin kini lebih terlihat berwarna dari biasanya, ia menengadah ke bangunan megah Sekang High School, bibirnya tersungging samar, mengingat lelaki itu.

Entah mengapa Jeorin menyukai bagaimana lelaki itu mengucapkan kata ‘kita’ disela-sela perbincangan mereka, bagaimana cara lelaki itu menutup telinganya ketika segerombolan kelompok menyumpahinya dengan kata-kata kasar, dan bagaimana lelaki itu menariknya keluar dari permasalahan klasik di sekolah.

Baru kali ini Jeorin merasa bahwa sekolah tidaklah seburuk itu, hari-harinya tak lagi ia habiskan seorang diri di dalam kelas ketika jam istirahat. Kim Myungsoo, siswa pertukaran pelajar itu banyak membawa perubahan pada kesehariannya seperti beberapa hari yang lalu.

“Jangan ingin berteman denganku hanya karena kau kasihan padaku, aku sudah cukup dikasihani.” Ucap Jeorin disela tangis dengan membersihkan baju olahraganya yang telah terendam adonan tepung.

Myungsoo tetap memaksakan Jeorin untuk meminjami jersey basket miliknya. “Let me help you.”

Namun sebagian besar hari- harinya masih sama, semua pasang mata tertuju padanya dengan pandangan mencemoh ketika ia memasuki pintu gerbang sekolah. Jeorin tak ingin ambil pusing di pagi hari ini, ia tetap berjalan kedepan dengan wajah datar tanpa ekspresi.

Tiba di kelas Jeorin menaruh tasnya dan duduk di pojok ruangan, tempat dimana ia biasa duduk dan tempat yang memang ‘seharusnya’ ia harus duduk, yakni di pojok belakang ruangan sebelah jendela. Ia mengeluarkan ponsel dan tak sengaja mendapatkan sebuah notifikasi pada akun SNSnya, ini grup SNS sekolah.

‘Apakah mereka berdua pacaran?’

‘Apakah Kim Myungsoo menderita penyakit mata? Bagaimana ia bisa dengan… kalian-tahu-siapa.’

‘Andwaee.. Myungsoo oppa😥 dasar gadis tidak tahu diri Kang Jeorin.!!!’

Dan masih banyak lagi tulisan yang mengomentari sebuah foto bergambarkan Jeorin dan Myungsoo yang sedang makan bersama di kantin.

Apa-apaan ini? Jeorin merasa ini semua tidak benar, ia tidaklah benar-benar menjalin hubungan dengan Myungsoo. Sebenarnya Jeorin tidaklah terlalu merasa masalah dengan hal-hal semacam ini karena ia terlalu— terbiasa dengan segala macam bentuk bullyan dan diskriminasi. Tapi bagaimana dengan lelaki itu? Bagaimana dengan Myungsoo?

Jeorin takut, takut jika lelaki itu terganggu dengan hal yang mengatasnamakan dirinya seperti ini. Bagaimana jika Myungsoo berpikir bahwa ia telah menguntungkan Jeorin atau apapun itu. Jeorin tidak siap— ia tidak siap jikalau Myungsoo akan terganggu dan meninggalkannya.

Penasaran dengan siapa orang yang menyebarkan gambar tadi, Jeorin menyecrol keatas.

[HzzTao]

Tao, pikiran Jeorin langsung menuju pada iblis yang sebenarnya. Seperti yang sering terjadi sebelum-sebelumnya, Tao akan diperintahkan oleh Kai untuk menyebarkan rumor ini.

.

***

Pelajaran Bahasa Inggris Mr. Lee tak sedikitpun masuk ke otak Jeorin. Ia mengetuk-ketukkan penanya ke atas buku sembari pikirannya menerawang keluar jendela. Rintik hujan yang turun pagi ini terlihat di percikan air yang menempel di kaca jendela, dengan napas Jeorin yang mengembun dan menempel di kaca tersebut. Entah mengapa dengan suasana yang seperti ini malah membuatnya merasa hangat.

Ada banyak pertanyaan yang bersemayam di kepala Jeorin, dan hanya ada satu jawaban yang ia tahu— yakni pergi dari sekolah ini. Setiap hari layaknya masalah selalu datang padanya tanpa adanya satu solusipun. Adakah orang idiot yang tetap bertahan dengan situasi dan kondisi seperti ini jikalau bukan dirinya sendiri.

“Tugas esay akan dikumpulkan minggu depan, jadi kerjakan dengan baik.”

“Ne saem.” Ucap semua siswa berbarengan.

Dengan berakhirnya pelajaran Mr. Lee, pertanda jam istirahat telah tiba. Jeorin tetap bergeming ditempatnya meskipun ia tahu bahwa pelajaran telah usai. Mengamati keluar jendela dengan pandangan kosong.

Tepat setelah memfokuskan pengelihatannya Jeorin menyadari bahwa ia melihat Kai dan kedua minionnya yakni Sehun dan Tao sedang berbincang dibawah pohon oak taman belakang sekolah.

“Apakah gadis itu tidak tahu malu? Kurasa Myungsoo hanya kasihan padanya.”

“Lihatlah foto ini, dasar gadis jalang..!”

Ia hendak bangkit dari kursinya hingga mendengar ocehan beberapa siswa mengenai dirinya dan Myungsoo. Jeorin menghembuskan napasnya kasar lalu melenggang pergi dengan langkah lebar-lebar.

Tak ada jalan lain, Jeorin harus menghadapi si akar masalah semua ini. Tiba di taman belakang sekolah, Jeorin terpaku di depan sebuah air mancur. Titik-titik hujan yang tak terlalu deras mengenai kepala dan bajunya menjadi background tersendiri, entah mengapa setiap detik kali ini terasa sangat lama.

Haruskah ia— berbicara dengan Kai?

Kedua tangan Jeorin terkepal kuat, satu hembusan napas dan ia telah kembali melangkah menuju tempat Kai dan teman-temannya berada.

Sebuah kekehan terdengar ketika jarak Jeorin dan mereka hanya terpaut dua meter, Kai sontak berdiri dari tempat ia duduk dengan smirk menjengkelkan yang selalu ia tampilkan ketika berhadapan dengan Jeorin.

“Oh.. oh.. inikah yang disebut dengan kekasih baru Kim Myungsoo?”

“Tidak perlu berbelit-belit Kai—,” Jeorin menjawab cepat. “Aku yakin kau pelakunya.” Raut wajah Jeorin mengeras, menekan kedua bibir atas dan bawahnya kuat.

Sehun dan Tao terdiam ditempat, tak menyangka Jeorin akan berkata seperti ini. Wajah terkejut Kai pun dengan cepat ia ganti dengan senyum menjengkelkan seperti biasanya. Kai berjalan mendekat, hingga kini hanya berjarak 30 centi dengan Jeorin.

“Dengan pelatihanku selama kurang lebih dua tahun ini, kurasa kau akan cepat mengetahui siapa pelakunya.” Kai menatap Jeorin langsung pada manic mata gadis itu.

“Mengapa? — Mengapa kau selalu menggangguku?” akhirnya kalimat yang selama ini ingin Jeorin utarakan pun terucap.

Raut wajah Kai berubah serius, tatapan matanya menajam, sebuah senyum dan decihan kecil mengawali kalimatnya, “Karena kau lemah, kau tidak pernah melawan, dan kau memang pantas untuk dibully.”

Rintik hujan semakin deras dan langit pun lebih gelap namun tak mematahkan pertahanan mereka untuk beranjak.

Mata Jeorin memanas dan genggaman tangannya melemah, satu isakan keluar setelah air mata jatuh mengenai wajahnya. “Bagaimana bisa Kai? Dulu aku selalu melawan namun kau malah menambah masalah yang ada menjadi lebih besar.”

Kai memalingkan pandangan dari Jeorin, ia tak ingin melihatnya seperti ini.

Sontak mereka semua terdiam, terjadi jeda beberapa saat hingga Kai kembali membuka suara, “Apakah menurutmu kali ini aku sudah melewati batas?” ucapnya masih dengan menatap kearah lain.

Jeorin menatapnya nanar, ingin sekali menyumpah serapah dengan kata-kata kotor tepat didepan wajah seorang Kim Kai. Namun bibirnya membisu, menahan suara isaknya agar tidak terlalu keras terdengar.

“Kurasa tak masalah bagiku,” sebuah suara terdengar dari arah belakang Jeorin, “Aku dan Jeorin memang memiliki hubungan.”

“Myungsoo—“ ucapan Jeorin tercekat. Sejak kapan lelaki ini berada disini.

“Terima kasih telah membantu kami mengumumkan hal bahagia ini.” Myungsoo merangkul Jeorin dari arah samping dan menuntunnya untuk pergi dari tempat tersebut.

Sebuah suara guntur menggelegar tepat setelah Myungsoo dan Jeorin berbelok ditikungan jalan. Kini hujan lebih deras mengguyur kota Seoul namun seolah terpaku ditempat, Kai sama sekali tak beranjak.

Sehun dan Tao telah berada di sebuah gazebo mini yang terdapat di taman belakang, mereka mengamati Kai yang masih berdiri ditengah hujan dari kejauhan.

This is pain.

It will give you the worst memory ever.

.

-END-

Annyeong chinguya~ Kai-Rin series ketiga udah terbit nih.

Di series yang kali ini, ada yg bisa nebak gak sih perasaan Kai yg sebenarnya itu seperti apa? Hehe kirim tanggapan kalian di kolom komentar bawah yaa..

Makasih bgt yang udah setia nungguin FF ini update dan yg meluangkan waktunya untuk baca FF ini, apalagi yg kasih kritik saran atau tanggapan (saya makasihnya double double deh)

dan untuk yg minta update cepet, maaf sekali gak bisa. saya udah netapin dr awal buat update setiap minggu aja.

dan untuk yg minta ceritanya dipanjangin, juga gak bisa. kenapa?  karena lenghtnya disini itu FICLET. di judulnya kan udah dicantumin, .jadi mohon pengertiannya ok? ^^

Kunjungi juga blog pribadi author : https://morschek96.wordpress.com

-morschek96

18 tanggapan untuk “Rumor [Ficlet Series]”

  1. Thor.. Maaf baru komen soalnya baru tau cara komennya pas baca di blog author -_-. Lanjutin ff nya ya thor!! Meskipun banyak siders, tetep lanjutin! Keep writing! Jangan berhenti berkarya di masa muda! Oke lupakan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s