[EXOFFI FREELANCE] The Answer is You (Chapter 6)

image73.png

The Answer is You ( Chapter 6)

Poster by : NJXAEM@EKF

https://jjhsteleportation.wordpress.com

Story be :  ByunPelvis

Cast         : Kim Hyemi (oc)

Byun Baekhyun

Oh Sehun.

Other cast    : Kim Minji (oc)  , Pak Chaerin (oc)  , Park Chanyeol and member EXO lainya.

Genre         : Sad , Romance, Angst , Friendship.

Rating : +13

Leght  :  Chapter

“Aku bukan lagi gadis kecil yang kau kenal dulu. Maaf  karena aku  berubah”

***

Author Pov.

Seperti biasa , sang bulan berganti posisi dengan matahari. Embun yang setetes demi setetes membasahi jendela membuat pemandangan diluar sana tak begitu jelas.

Bunyi alarm untuk kesekian kalinya terdengar , dan seseorang disana masih tak terusik. Ia baru bangun saat pelayan membuka tirai jendela. Sinar mentari menyilaukan mata terpejamnya, dengan sangat terpaksa kelopak mata indah itu terbuka.

Dengan malas membuka layar ponselnya. Sial, pagi ini kesekian kalinya seorang Kim Hyemi bangun terlalu siang, dengan cepat ia bersiap siap untuk ke Sekolah.

Ia sangat terburu buru sehingga tak memeperdulikan penampilannya yang belum rapi .

Gadis itu  terus saja mengumpat pada setiap hal yang ia lakukannya. Bahkan panggilan bibi Jeon pun tidak diengarkannya .

Hyemi tidak peduli pada eomma-tirinya yang terus menyuruhnya untuk sarapan pagi. Saat melewati ruang tamu ia dikejutkan dengan kehadiran Baekhyun yang sudah berdiri didepannya. Namja itu tersenyum menyapa Minji tapi gadis itu hanya memasang tampang dingin handalannya.

Ia mengalihkan pandangannya dan pergi dari hadapan Baekhyun, tapi tangannya digenggam erat.

“Chakaman Hyemi-ya”

“ckk Wae?”

“ee…aku-“

“haiss aku sudah telat. Lepaskan” ucap Hyemi berusaha melepas tangan baekhyun dari lengannya.

“aku akan mengantarmu”

“sudahlah, aku bisa pergi sendiri”

Hyemi menghempaskan tangan Baekhyun, sungguh ia tidak berniat seperti itu, tapi entah kenapa saat melihat Baekhyun moodnya jadi jelek. Entahlah, yang jelas ia merasa sangat kesal .

“Hyemi”

Hyemi berhenti dan membalik tubuhnya, kali ini Hyemi berhenti karena Minji yang memanggilnya. Hyemi memandang Minji seolah bertanya ada apa?

“Baekhyun oppa disini sejak sangat pagi dan itu hanya untuk menunggumu” Ucap Minji memberitau.

“lalu aku harus apa? aku tidak menyuruhnya”

“Hyemi-ya setidaknya kau menghargai Baekhyun oppa”

“wae? apa kau tidak cemburu jika aku bersamanya? Aku memberi kesempatan padamu Minji-ssi. Gunakan dengan baik!”

“apa maksudmu?”

“kau bodoh atau bepura-pura?”

“Hyemi ka-“

“Geumanhae” ucap Baekhyun menghentikan pembicaraan kedua bersaudara itu. Namja itu menatap bergantian Hyemi dan Minji. Kenapa kedatangannya kerumah itu justru membuat masalah? Niatnya hanya ingin menjemput Hyemi untuk mengantar ke Sekolah, juga karena ada sesuatu yang ingin Baekhyun katakan. Tapi melihat mood Hyemi yang sepertinya sedang buruk sepertinya Baekhyun akan menundanya.

Namja itu berpamitan pada Minji lalu menarik lengan Hyemi meninggalkan ruang tamu .

Rencananya utuk mengajak pula Minji ia urunkan karena sepertinya berdua saja dengan Hyemi adalah yang terbaik. Ia tau Hyemi pasti tidak akan mau jika satu mobil dengan saudara tirinya.

Baekhyun sedikit kualahan karena Hyemi terus berusaha melepas genggamannya, tapi namja itu tetap bersikukuh untuk membawa Hyemi kedalam mobilnya.

“Lepaskan! Biarkan aku pergi sendiri!”  ucap Hyemi berusaha lari dari Baekhyun, tapi namja itu dengan cepat mebuka pintu mobil dan memasukan Hyemi kebangku depan.

Setelah menutup pintu ia juga masuk di bangku kemudi. Hyemi  berusaha membuka pintu mobil yang sudah dikuncinya. Namja itu terkekeh dan memasang save belt pada tubuh Hyemi, membuat Hyemi menghentikan aksinya dan beralih menatap Baekhyun dengan kesal.

“Kau tidak bisa lari dariku pororo” ucap Baekhyun dengan smirk menawannya.

Hyemi menatap kesal Baekhyun dan menyenderkan tubuhnya dipunggung kursi, yah dengan sangat terpaksa ia harus terjebak di mobil namja pemaksa seperti Baekhyun .

Baekhyun tersenyum puas karena pada akhirnya Hyemi diam. Gadis disampingnya menutup rapat bibirnya selama perjalanan .

“Hyemi-ya kau kesal padaku ya?”

“anhi”

“kau tidak pandai berbohong Pororo”

“….”

Baekhyun menghela nafasnya karena diacuhkan Hyemi , ia berusaha mencari obrolan yang pas disuasana yang canggung ini.

“ apa karena kemarin malam?”

Hyemi menoleh kerena pertanyaan Baekhyun, ia menangkap maksud Baekhyun tentang ‘kemarin malam’.

“anhiyeo. Kenapa harus marah karena itu?”

“emmm apa kau-…….   cemburu?”

Kata kata Baekhyun membuat Hyemi melebarkan matanya, apa apaan namja disampingnya ini membuat kesimpulan konyol seperti itu?

“Seolma (tidak mungkin) “

Baekhyun memang niat menggoda Hyemi. Ia lagi lagi mengingat masa kecilnya saat Hyemi  marah marah tidak jelas jika ia dekat dengan teman yeojanya. Dulu bagi Hyemi , Baekhyun hanya miliknya dan tak ada yeoja yang boleh mendekati Baekhyun.

Baekhyun ingin tertawa jika mengingatnya, benar benar kenangan yang manis baginya.

“Bukankah kau akan sangat kesal jika aku bersama yeoja lain? Mengaku saja heumm?” tuduh Baekhyun dengan senyum mengoodanya.

“tskkk..  jangan terlalu percaya diri”

“ah tidak mau mengaku rupanya hemm? Oh yakk! tadi itu apa huh? Kau menyuruh Minji apa? mendekatiku?” tanya Baekhyun dengan nada kesal. Ia mengingat saat tadi Hyemi menyuruh Minji untuk berangkat bersamanya.

“dia terlihat mengharap. Aku kasihan padanya”

“mwo?  Mengharap apa?“

“……….”

Hyemi diam, tatapannya beralih kedepan. Ia tidak ingin membahas saudara yang tidak pernah dianggapnya itu, ia muak mendengar nama Minji .

“kau mengacuhkanku lagi pororo. hahh… Kau bukan Hyemi-ku yang manja seperti dulu” ucap Baekhyun yang tanpa sadar membuat Hyemi tertegun. Apa dia kelewat acuh pada Baekhyun yang bahkan bukan orang asing dalam hidupnya.

“geurae. Aku bukan Hyemi yang dulu”

“hei aku hanya bercanda. Jangan tersinggung eoh . Kau tetaplah Pororo-ku arra?”

“hemm”

“aku belum melihat senyummu Hyemi-ya.”

“sudahlah fokus saja!”

“eii ayolah Pororo. Tersenyumlah jika kau tidak kesal padaku”

Hyemi berdecak dan menoleh kembali pada Baekhyun, ditariknya senyum manis yang pasti mampu memikat siapa saja jika melihatnya. Tapi sayangnya senyum itu hanya bertahan dua detik dan Baekhyun belum puas.

“yakk apa itu? apa itu namanya senyum?”

“haishh  sudahlah.”

Baekhyun terkekeh namja itu hendak mengacak rambut Hyemi tapi tak jadi. Namja itu malah merapikan tataan rambut Hyemi .

“hei apa kau tak menyisir rambutmu dengan benar pororo?”

“aku terburu-buru”

“Kau pasti kesiangan. Jangan pulang terlalu larut”

Baekhyun tak mendapat respon, ia teringat saat Hyemi bersama namja di sebuah kafe tadi malam. Dalam hatinya tersimpan rasa penasaran, tapi ia tak mau salah faham. Mungkin saja namja itu hanya teman Hyemi.

**

Chaerin sedang bercanda dengan Kai saat di korodor sekolah. Langkah keduanya sangat kompak, tawa keduanya menggelegar disepanjang jalan. Sungguh siapapun akan iri dengan kemasraan dan keserasian pasangan itu.

Mereka termasuk best couple di Jungwon Hight School. Bahkan saat Valentin tahun lalu, Kai melakukan aksi memukau yang mampu membuat siapa saja luluh.

Keduanya masih saling tertawa sampai melihat seseorang yang dikenalinya  baru saja turun dari mobil lamborghini mewah berwana hitam.

“Hyemi?”

Matanya membulat sempurna karena penglihatannya memang tidak salah, ia cukup syok saat melihat orang itu benar benar Kim Hyemi sahabatnya.

“ya ya ya! Chagi lihatlah! I-itu Hyemi?” heboh Caerin sembari menggoyang goyangkan lengan namjachingunya.

“majjayeo. Woaa jinjja daebak!”

Lamborghini itu melaju meninggalkan halaman sekolah. Dengan langkah lebar Chaerin mendekati Hyemi .

“Hyemi-yaaa!!! Nugu eoh? Nuguya?”

“Mworago?” tanya Hyemi.

“ckk tadi itu siapa? Yang mengantarmu itu”

“Bukan siapa siapa”

“Aihh gotjimal. Apa dia namja eoh?”

Hyemi tak menghiraukan pertanyaan Chaerin , ia berjalan menuju kelas dengan Caerin yang terus berusaha bertanya. Kai memutar malas kedua bola matanya karena diacuhkan oleh Chaerin.

Sampai Hyemi sudah mendudukan pantatnya di bangku Chaerin masih saja melontarkan pertanyaan, membuat kepalanya menjadi pusing .

“ya aku yakin tadi itu namja. Wuaahhh Kim Hyemi sudah menemukan pangerannya” ucap Chaerin sedikit berteriak.

“ jangan berisik . ”

“ eiii… tidak usah malu, tipe yeoja sepertimu lebih sering sembunyi sembunyi. Aku tau”

“Park Chaerin diamlah.” Ucap Hyemi dengan dinginnya, tapi hal itu justru membuat Chaerin semakin melebarkan senyumnya. Tak henti hentinya yeoja itu membuat Hyemi jengkel.

“wah siapa namja beruntung itu?”

“shhh geuman!” Hyemi hendak berdiri tapi Chaerin sudah lebih dulu lari ketempat duduknya disamping Kai.

Hyemi menghembuskan nafasnya menghadapi yeoja aktif macam Park Chaerin. Kemudian yeoja itu beralih membuka buku paketnya.

Sementara seseorang didepan Hyemi sedang terdiam setelah mendengar percakapan kedua yeoja dibelakangnya.

Ya, Sehun saat ini sedang bertanya pada dirinya sendiri apakah benar yang dikatakan Chaerin jika Hyemi sudah memiliki – namjachingu?

Sehun fikir tidak mungkin yeoja super jutek dan dingin seperti Hyemi dengan mudah memiliki namjachingu. Bahkan temanpun Sehun tak yakin.

Ia fikir otaknya tidak beres karena tertarik pada Hyemi.

Sehun menggelengkan kepalanya , ia rasa perasaan itu bukan rasa tertarik karena  suka. Ia hanya senang membuat Hyemi merasa kesal dan marah marah. Menurutnya itu hiburan tersendiri untuknya.

“pabbo. Kenapa aku repot repot memikirkan gadis itu? ckk Oh Sehun , kau perlu menyegarkan otakmu!”

Namja itu menolehkan kepalanya kebelakang untuk menatap Hyemi yang sedang serius membaca. Lagi lagi ia menggelengkan kepalanya.

**

Pelajaran barusaja ditutup , Hyemi ingin sekali berteriak tapi ia rasa akan sangat aneh karena dirinya yeoja. Bagaimana tidak kesal saat gurunya tiba tiba memberi sebuah tugas untuk meneliti tempat bersejarah . Dan parahnya , Guru sejarahnya itu menyuruhnya untuk berkelompok dengan Oh Sehun lagi . Seperti pembentukan kelompok sebelumnya agar tidak terjadi perpecahan.

“ya! Tempat apa yang kita kunjungi?”

“aku belum ingin membahasnya Sehun-ssi”

“mwo? Yakk tapi- hei”

Hyemi bangkit dari duduknya dan keluar kelas diikuti dengan Chaerin. Hari ini ia akan bersama Chaerin karena sahabatnya itu sedang tidak pulang bersama namjachingunya. Kai sedang latihan dance dan itu tidak bisa diganggu gugat.

Sehun mengekor kedua yeoja itu sampai parkiran. Chaerin yang merasa ada seseorang dibelakangnya ,emolehkan kepalanya.

“eoh Sehun-ah?”

“Chaerin-ah , aku boleh menumpang? Boleh ya?”

“ne?”

“ah itu…, motorku sedang dibengkel”

“oo kasihan sekali. Baiklah , tapi aku mau ke kafe milik oppa-ku dulu. gwemchana?”

“baiklah, kurasa bukan ide yang buruk” ucap Sehun sembari tersenyum.

Hyemi menyenggol lengan Chaerin , ia memasang tatapan seolah bertanya ‘kenapa kau memperbolehkannya?’ . Chaerin justru mengedipkan sebelah matanya pada Hyemi, membuat gadis itu melongo.

Ketiga orang itu memasuki mobil ,  Chaerin yang menyetir dan Hyemi duduk disampingnya. Sedangkan Sehun duduk di jok belakang,

Chaerin menghidupkan musik agar tidak canggung , ia memasukan cd yang berisi lagu pop. Musik mulai berputar dan Hyemi menikmatinya karena ini lagu kesukaanya.

“”like rain like”“ ucap Hyemi dan Sehun bersamaan . Chaerin menahan tawanya mendengar kekompakan kedua temannya itu.

Hyemi melirik Sehun dingin lewat kaca, begitupun sebaliknya.

“wuahh kompaknya. “ ucap Chaerin . Sehun tidak menghiraukan dan mengalihkan pandangannya pada jendela.

“sehun-ah. Apa kau tidak memiliki yeojachingu?”tanya Chaerin .

“na? Eopso. Aku tidak memiliki yeojachingu”

“jinjja? Aigo aku tidak percaya”

“aku tidak bohong. Eoh apa kau mau mendaftar?”

“mwo? Ceoltae andwe . kau mau melihat Kai bunuh diri huh?”

“ha ha majja.”

“bagaimana tipe yeoja  yang kau sukai Sehun-ah”

“aku lebih suka yeoja yang pendiam. Menurutku sangat menarik mengencani yeoja yang mempunyai sifat dingin dan cuek”

Sehun mengatakan itu sembari melirik Hyemi lewat kaca , sedangkan yang dilakukan Chaerin saat ini jutru tertawa. Sudah sangat jelas siapa sosok yeoja yang mendekati kriteria Oh Sehun.

Hanya Caerin dan Sehun yang mengobrol, sementara Hyemi hanya diam mendengarkan. Jika disuruh memilih Hyemi lebih baik naik Bus saja dari pada berada satu mobil dengan namja menyebalkan macam Oh Sehun. Ia mengeraskan volume dvd didepannya.

Chaerin masih tertawa saat melihat dua orang  saling tatap dengan pandangan sama sama dingin.

Chaerin berencana akan mengenalkan Sehun pada Chanyeol nanti karena siapa tau oppa-nya itu bisa membantunya untuk membuat Hyemi dan Sehun baikan atau bahkan jika bisa sampai menjalin hubungan- … walaupun kemungkinan itu hanya 0,1 % tapi ia ingin mencobanya.

Chaerin hanya ingin sahabatnya bisa memiliki cerita baru dan berharap dengan kehadiran namja mampu membuat Hyemi tak kesepian….

**

Hyemi sedang fokus pada bukunya saat tiba tiba pintu kamarnya diketuk. Saat ia hendak bangkit pintunya membuka dan memunculkan sosok pria paruh baya yang berstatus ayahnya.

Hyemi terduduk kembali dan kembali memusatkan pandangannya pada buku seolah tidak ada apapun.

“Hyemi-ya”

“mwo? Aku sedang belajar jangan ganggu aku”

“ada yang ingin appa bicarakan”

“Marhebwa!”

“Malam ini kita akan malam bersama  keluarga Byun,  appa merayakan kerjasama perusahaan “

“aku sedang dalam mood buruk”

Yeoja itu masih saja fokus pada bukunya, ia tau jika dirinya tidak sopan. Tapi rasanya sangat enggan untuk beralih memandang Appanya.

“ Hyemi-ya, setidaknya kau terlihat dihadapan mereka nak. Dan eomma- “

“Dia bukan eomma-ku.  Perempuan itu tidak akan pernah menjadi bagian dari hidupku .Sampai kapanpun!”

“Hyemi! Apakah Appa harus bersikap keras agar kau bisa lebih sopan? ”

Hyemi menutup kasar bukunya dan beralih menatap Appa’nya. Ia sungguh muak karena Appa-nya selalu membela Park Shinhye-Eomma tirinya.

“Terserah. Kau harusnya memang memberiku pelajaran . Aku memang anak kurang ajar.”

“Hyemi Jebal ! Berhenti bersikap seperti ini”

Hyemi menghiraukan ucapan Appanya , ia mematikan lampu kamar dan berjalan menuju ranjangnya.

“Baersiaplah! kami menunggumu diruang makan. !” ucap Tuan Kim.  Setelahnya namja paruh baya itu  keluar dari kamar putrinya.

**

Makan malam di keluarga Kim Tan diwarnai dengan canda tawa. Berulang kali Byun Seunghwa melontarkan candaan . Baekhyun sesekali menimpali pembicaraan, sedangkan dua wanita paruh baya disamping mereka hanya tersenyum mendengarkan.

Baekhyun mengalihkan pandangannya pada Hyemi yang sedang menyantap makanannya. Gadis itu bahkan tidak menunjukan senyum berarti sejak tadi, hanya saat Ibu-nya bertanya barulah Hyemi menunjukan senyum tipisnya- ya hanya senyum tipis seperti dipaksakan.

Saat pertama bertemu Hyemi Ibu Baekhyun sangat senang dan memeluknya , begitupun dengan Tuan Byun.

Baekhyun tersenyum dalam diam , ia justru menompang dagunya dengan tangannya untuk memandang intens kegiatan menyantap Hyemi.  Hyemi yang sadar  sedang diperhatikan memandang aneh Baekhyun.

Baekhyun melabarkan senyumnya sampai memperlihatkan gigi rapinya sedangkan hyemi menggeleng kecil.

“Baekhyun-ah. Bagaimana kuliahmu?”

“eoh nde?”

Baekhyun tersadar saat Tuan Kim melontarkan pertanyaan padanya.

“sangat baik paman”

“jeongmal? wah kalau begitu aku akan mendaftarkan Hyemi dan Minji di Seoul Universitas tahun depan”

“jeongmalyeo?  Kalau begitu kami akan satu universitas?“ tanya Baekhyun sembari melirik Hyemi, ia menunggu reaksi gadis itu . Tapi apa yang ia lihat? Hyemi justru malah tetap fokus pada kegiatan makannya.

“Jinjja? Baekhyun Oppa, apa jurusan yang kau ambil?” gadis disebrangnya bertanya, Kim Minji akhirnya membuka suara setelah beberapa saat lalu terasa terasingkan.

“Aku mengambil Bisnis, seperti apa yang apa perintahkan”

“wahh , aku juga sempat tertarik.” Ucap suara lain yang ikut andil dari percakapan itu.

“benarkah?”

Minji menangguk, sedangkan dibalik sikap diam Hyemi sebenarnya gadis itu sedang memasang telinganya rapat saat Minji mulai bicara.

Ia tersenyum miris saat mendengar apa yang dikatakan Minji,  terdengar seperti lelucon baginya. Bagaimana bisa gadis seperti Minji tertarik dalam dunia bisnis, bahkan ia mengambil jurusan seni di sekolahnya saat ini.

“dan kau Hyemi? Bagaimana denganmu?” tanya Tuan Byun pada Hyemi. Semuanya mengalihkan pandangannya pada gadis itu, menunggu jawaban yang keluar dari mulut mungil Hyemi.

“aku..  lebih meilih kedokteran. ” jawab Hyemi.

“Kedokteran? Apa kau ingin menjadi dokter seperti mendiang eommamu?” kali ini nyonya.Byun yang bertanya . Hyemi hanya menanggapinya dengan senyum kecil.

“wahh, kau memang sangat mirip eomma-mu  nak. Aku mendukungmu”

“nde. Khamsahamnida eommoni”

Nyonya Byun tersenyum dan menggenggam tangan Hyemi. Sedangkan seseorang disana sedang menunduk diam. Wanita paruh baya yang sekarang berstatus sebagai istri Tuan Kim itu hanya dapat terdiam sejak tadi, ia sungguh merasa sangat asing disana. Selain karena tidak terlalu dekat dengan keluarga Byun, Park Shinhye– juga seorang yang tidak pandai bersosialisasi.

Tak jauh berbeda , putrinya Kim Minji juga terdiam . Ia merasa jika eomma Baekhyun hanya sedikit menanggapinya sedangkan saat Hyemi yang berbicara pasti dengan gencarnya menimpali.

Melihat keadaan itu Tuan Kim berusaha mengalihkan topik.

“Byun Seunghwa dengan pekerjaanmu?”

“Sangat baik  . Aku tidak sendiri, Baekhyun juga membantuku!” ucap Tuan.Byun bangga sembari menepuk bahu Baekhyun .

“jeongmal? wahh putramu sangat  hebat dan jenius, aku yakin kau akan mendapatkan hidup yang sukses setelah ini nak”

“Terima kasih paman.  Aku akan sukses untuk meneruskan perusahaan Appa , juga agar keluargaku bahagia nantinya.”

“Bagus nak. Wah kau sempurna sekali, betapa beruntungnya wanita yang akan bersamamu kelak”  Puji Tuan.Kim pada Baekhyun.

“ne, aku sudah menemukan seperti apa calon istriku itu. Dia cukup dekat denganku “

Ucapan Baekhyun membuat Hyemi tersedak saat menyeruput kuah sup, gadis itu menghabiskan segelas air untuk meredakannya.

“Gwemchana Hyemi-ya?” ucap Shinhye-eomma tiri  Hyemi khawatir. Wanita itu hendak mengambilkan tisu tapi Hyemi lebih dulu mengambilnya.

“Gwemchana.”

“Pelan – pelan saja Hyemi-ya”

Hyemi memandang Baekhyun dengan ekor matanya, gadis itu dapat melihat Baekhyun tersenyum tidak jelas kepadanya.

**

Keluarga Byun masih mengobrol diruang tamu, tapi disana tidak ada Hyemi yang ikut bergabung. Baekhyun merasa bosan, jujur saja sebenarnya ia sangat ingin mengajak Hyemi keluar untuk sekedar jalan jalan. Sepertinya akan mengasyikan mencari udara segar di tempat favoritnya- sungai Han .

Saat kedua orang tuanya pamit pulang Baekhyun menolak karena masih ingin disana.

“Paman, ee.. bolehkah aku menemui Hyemi dikamarnya?”

Ucap Baekhyun sedikit ragu, mendengar itu Tuan.Kim tersenyum  mengerti.

“arraseo . Bukankah kau sudah biasa  dulu heumm?”

“ah ye paman. Letaknya masih sama kan?”

“Anhiyeo. Hyemi memakai kamar mendiang Eomma-nya”

Baekhyun mengangguk mendengar penuturan Tuan.Kim , namja itu segera membawa langkahnya kelantai dua. Tapi saat sudah diatas ia berhenti,

“ah pabboya. Kenapa aku tak bertanya dimana letak kamarnya?”

Namja itu merutuki dirinya sendiri, tiba tiba saja pintu sebuah kamar terbuka, memunculkan sosok Minji . Baekhyun mendekat dan langsung berdiri didepan Minji, membuat yeoja itu terkejut.

“eoh Baekhyun oppa?”

“ha ha apa kau terkejut heumm?”

“ah sedikit. Ada apa?”

“aku sedang mencari kamar Hyemi, bisa kau tunjukan padaku?”

Minji terdiam, ia melihat Baekhyun masih saja tersenyum. Sungguh, namja ini membuatnya salah tingkah.

“eumm kamarnya ada diujung sana”

Ucap minji sembari menunjuk arah sebuah pintu , Baekhyun mengangguk dan  mengacak rambut Minji pelan.

“gomawo Minji-ya”

Gadis itu masih terkesan dengan apa yang barusaja  Baekhyun lakukan, saat namja itu berlalu Minji tersenyum. Jantungnya berdebar sangat kencang saat merasakan sentuhan Baekhyun.

Tapi setelahnya yeoja itu menghela nafasnya berat,

“kau beruntung Kim Minji.”

**

Sehun melangkahkan kakinya dikoridor rumah sakit, namja itu mengenakan hodie untuk menutupi kepalanya agar tak ada yang mengenalinya. Ya karena rumah sakit ini masih milik keluarganya dan ia tidak mau seseorang tau dia ada di tempat itu.

Setelah sampai didepan pintu 201 ia berhenti, entahlah rasanya sangat berat untuk masuk ruangan itu . Sehun menghembuskan nafasnya sebelum membuka pintu itu.

Pintu terbuka, menampakan sosok yeoja yang sedang terbaring lemas disana. Sehun mendekat dan menarik kursi untuk didudukinya.

Merasakan seseorang berada didekatnya seseorang yang terbaring diranjang rumahsakit itu membuka matanya pelan. Betapa senangnya ia dapat melihat Sehun disampingnya saat ini.

“Sehun-ah! “

“kau mau cepat mati ya?” gertak Sehun langsung, ia bukannya khawatir atau apa. Namja itu hanya tak ingin gadis didepannya ini mati dengan sia sia karenannya.

“anhiyeo nan geunyang-“

“Hidupmu sungguh menyedihkan noona, kenapa kau menarikku kedalam masalahmu? Kita bukan lagi orang yang saling kenal” ucap Sehun dengan lantang, bahkan sampai urat lehernya terlihat jelas.

“ma-maafkan aku.”

“kau tau kan aku tak akan pernah memaafkanmu. Sampai kapanpun!”.

Sehun berdiri , namja itu merogoh saku jaketnya dan memberikan sebuah amplop coklat yang lumayan tebal. Yeoja itu menatapnya dan mematung setelah tau sesuatu yang berada didalamnya.

“pergi dari negara ini setelah kau pulih!”

“ andwe . Tidak Sehun-ah. Aku tak mau kehilanganmu lagi, kuhohon jangan lakukan ini!”

“kenapa kau tak minum semua obat tidur itu? sekarang aku berfikir akan lebih baik jika kau tak pernah ada dihadapanku lagi! ” ucapan Sehun sungguh membuat hati gadis itu semakin tergores . ia meremas selimut dan menahan air matanya.

“aku tau kau masih peduli padaku Sehun-ah. Kenapa kau datang huh? Wae?”

Sehun tertawa mendengar ucapan yeoja itu , namja itu mendekat dan menarik dagu gadis masa lalunya itu kasar.

“jangan percaya diri!. Aku kemari untuk mengusirmu, dan dengar ya! Aku mencintai gadis lain saat ini. Dia seribu kali lipat lebih baik daripada kau …. Yeounju noona! Jadi jangan lagi menggangguku!”

Setelah mengatakannya Sehun menjauh ,

“dan jangan membuat pengakuan palsu jika aku adalah namja-mu. Aku tidak pernah sudi berhubungan dengan yeoja penghibur sepertimu!”

Yeonju terdiam dengan air matanya yang perlahan mengalir, gadis itu memandang punggung Sehun yang menghilang bersama tertutupnya pintu kamar rawatnya.

Tangisnya pecah saat itu juga, ia bahkan melempar gelas yang berada dinakas dekat ranjang. Nafasnya memburu karena marah,

“aku akan menyingkirkan siapapun yang menghalangiku Sehun-ah!-hiks..”

Gadis itu meremas amplop itu, matanya memancarkan amarah. Hidupnya sangatlah kesepian, rasanya ia hanya memiliki Sehun yang dicintainya didunia ini. Yeoja itu tidak bisa hidup tanpa Sehun disampingnya.

“Apapun akan kulakukan. Termasuk menyingkirkan orang yang kau cintai saat ini!”

Yeonju memejamkan matanya untuk meredakan amarahnya. Ia semakin benci saat membayangkan  Sehun bersama gadis lain.

‘sehun hanya boleh bersamaku’

TBC………………….

Aduh aduhhhh….

Tambah kacau….

Readers gimana nih? ☹ aku gak ada good idea bikin alur di Chapter ini..

maaf ya kalau GaJe .

dichapter berikutnya mungkin konflik akan dimulai,,

Mengapa Appa Hyemi mempunyai anak dari wanita lain?

Mau tau? ikutin terus cerita ini ^^

 

13 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The Answer is You (Chapter 6)”

  1. Minji sok”an tertarik bisnis :v gak natural :v
    Hyemi dong pengen jd dokter kan keren(y) Fighting Hyemi-ya!!!

  2. kok aku kayanya udah baca yah nih chapter. ys udah deh ngk apa baca lagi soalnya lagi kangen sama lanjutannya ini gimana hihihi 😉

  3. akuuu senenggg bangett pas makan malemmm ituuu hahahahah ;D EMAKNYAA BAEKKK LEBIH MILIHHHH SOSIALISASI AMAA HYEMIIII,,,, HAHAHAH KASIANNN AMATTT SI PAR SHIN HYEE AMAAA MINJIKKK,,, EHHHH LO PIKIRRRR BISAAAA NGAMBILL HATI NYA NYONYA BYUNNN SAMA KELUARGANYAAAA,,,,,,, MAMPUSSS LOO,,, LAGIAN LO JUGAAA KAN GA BSA SOSIALISASIII HAHAHAHAH 😉 🙂
    WKWKWKWK BAEKHYUNNN,,,, CEPETAN LMAR HYEMII,,,,, 😉 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s