[EXOFFI FREELANCE] Promise From You (Chapter 3)

Promise From you poster 2.jpg

Promise From You

A FanFiction made by Riku. And also, the length is Chaptered. EXO’s Kai as the lead male and Red Velvet’s Seulgi as the lead female, supported by EXO members, Red Velvet members, Twice members, and last, NCT U member as an additional cast. Romance, Life, School-Life as the genre, so i will take you to my imagination world. And because of that, this is ratedPG-16.

DISCLAIMER!

Inspired by IRISH noona, i create this fanfiction, pure from my brain. With the BASIC from many stories, dramas, and fanfictions i made this fanfiction. If you find a similarity storyline, it was just a few, the storyline in my brain is same. But the whole story of my own.Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. I just BORROW the name.

EXO, Red Velvet, Twice and NCT U Members belong to their real-life.

■♤♡♢♧■♤♡♢♧■♤♡♢♧■

“Aku ingin melihat sisi lain dari dirimu…”


In Seulgi Side

Selesai sudah hidupku disini, hancur sudah. Aku berada di ruang dance sekarang, duduk di tengah-tengah ruangan dan melihat bayangan diriku di cermin yang ada di hadapanku. Kepalaku kosong sekarang, tak ada ide sama sekali untuk membuat konsep apa yang akan aku tunjukkan di event nanti. Irene masih menari di sebelahku, aku memintanya untuk membantuku membuat konsep yang bagus untuk danceku nanti, tapi yang ada aku hanya duduk tanpa harapan.

“Irene~ah, aku yang mengajakmu ke sini untuk membantuku. Tapi kenapa kau malah asik sendiri, eoh?” Irene menghentikan aktivitasnya dan menatapku.

“Aku juga sedang memikirkan ide yang bagus untuk konsepmu nanti. Lagipula, kau tiba2 memberitahuku bahwa kau akan mengikuti event itu tanpa berbicara terlebih dahulu.” Ucapnya sambil berjalan ke arahku.

“Heung, bagaimana ini? Aku harus memberikan konsep yang bagus jika ingin mengalahkannya…” Aku memijit pelan kepalaku.

“Mengalahkannya? Nuguji?” Irene menghentikan langkahnya dan duduk di sebelahku lalu mengikat rambutnya.

“Kai, dia menantangku dan dengan bodohnya aku menerima tantangannya itu.” Irene terkejut ketika mendengar ucapanku, aku bisa melihat itu dari matanya.

“Kau bercanda kan, Kang Seulgi? Kau menerima tantangan Kai si ‘Dancing Machine’? Itu tidak mungkin, kau tahu kau berhadapan dengan siapa kan?” Aku mendesah pelan sungguh, perkataan Irene tidak membantu sama sekali.

“Aku juga baru menyadarinya sekarang, saat itu aku terbawa emosi dan menerima tantangan namja itu tanpa berpikir dahulu.” Aku memanyunkan bibirku. “Aku berharap bisa menemukan keajaiban.”

“Aigoo, kau memang ceroboh. Itu hal yang mustahil jika ingin mengalahkan Kai. Kau tahu kan jika dia itu adalah namja populer di sekolah ini, tentu saja penggemarnya akan mendukungnya sepenuh hati.” Aku mendesah mendengar ucapan Irene tersebut.

“Ditambah lagi Kai selalu memiliki ide dan konsep yang menarik untuk dance yang ia bawakan, aku dengar-dengar Kai sedang membuat konsep dance yang baru, aku tidak tahu genre apa yang akan ia bawakan. Aku hanya tahu tarian yang akan dia bawakan nanti bernama ‘Deep Breath’.” Aku merebahkan tubuhku frustasi setelah Irene menyelesaikan perkataannya.

“Aku ingin mata saja, Irene~ah.” Ucapku pelan. Hayalanku hadir dan memberikan hayalan buruk jika Kai berhasil menang dan melakukan permintaan-permintaan anehnya. Aku bisa membayangkannya tertawa jahat dan menyuruhku untuk membawakan tasnya dari mobil hingga ke kelas, membelikannya makanan setiap hari, dan masih banyak hal buruknya yang akan terjadi

“Hei, ini masih terlalu dini untuk menyerah. ‘Jangan menyerah sebelum berperang’ benar bukan?” Ucap Irene bersemangat sambil menepuk-nepuk jidatku. “Bukankah Sehun jago dance? Kenapa kau tidak meminta bantuannya saja?” Lanjutnya.

“Aku tidak mau merepotkan dia, dia punya banyak tugas yang harus di kerjakan.” Aku menutup mataku, berusaha mencari pencerahan.

“Kau kan belum mencobanya, siapa tahu dia akan membantumu? Dan lagi pula sepertinya Sehun tidak terlalu sibuk akhir-akhir ini, kemarin aku melihatnya disini bersama Taeyong dan Mark.” Aku berpikir untuk beberapa saat, berlatih bersama Sehun? Ah tidak-tidak…

“Meskipun itu benar, aku tidak berani berbicara langsung padanya.” Aku bisa mendengar Irene mendengus sebal tadi, dan mengataiku.

“Bagaimana jika aku yang berbicara dengan Sehun? Siapa tahu aku bisa membujuknya untuk membantumu?” Aku memblak-blakan mataku dan segera terbangun dari posisiku.

“Eh? Kenapa? Bukankah kau tidak terlalu dekat dengannya?” Irene tersenyum dan tertawa ketika mendengarku.

“Ah, aku menjadi dekat dengannya beberapa hari ini. Dan sempat mengobrol bersama.” Aku tersenyum masam mendengar perkataannya, ternyata temanku ini sedang dekat dengan sepupuku, pantas saja Sehun selalu menyuruhku untu membukakan pintu malam-malam.

“Jadi kau alasannya kenapa Sehun selalu pulang terlambat akhir-akhir ini ya? Kau seharusnya memberitahuku jika ada sesuatu.” Irene hanya tersenyum dan memperlihatkan deretan giginya padaku.

“Baiklah, tapi rencanamu kali ini harus berhasil, Bae Joohyun. Aku hanya punya 5 hari sebelum event itu berlangsung, Irene~ah.” Ucapku sambil memelas dan memegang tangannya penuh harap.

“Baik, kau bisa percaya padaku, Kang Seulgi! Nanti aku akan berbicara padanya. Dan bagaimana jika kita menari saja sampai jam istirahat kedua ini habis. Hitung-hitung untuk melenturkan badan saja. Bagaimana?” Aku mengangguk mendengar tawaran Irene.

“Bukan ide yang buruk. Kajja~”

Aku berdiri dan mulai menari bersama Irene. Menghabiskan waktu sore hari ini bersamanya dengan menari penuh semangat di iringi lagu yang bertempo cepat. Berharap Irene dan rencananya berhasil dengan sempurna.

■♤♡♢♧■♤♡♢♧■♤♡♢♧■

In Author Side

CKREK!

Kai memasukki ruang dance dengan muka yang cukup masam, sambil menengteng tas sekolahnya. Ia pun menutup pintu itu dengan pelan, dan segera memutarkan badannya. Kai mengernyit ketika dia melihat Seulgi sedang duduk di pojok ruang dance, tak menyadari kehadirannya. Ia pun tersenyum penuh keheranan melihatnya dan menyenderkan tubuhnya di tembok.

‘Aigoo, lihatlah muka masamnya itu. Bukankah Sehun bilang kalo dia itu jago dalam hal menari? Apakah memikirkan konsep sesusah itu? Ckckck, lihatlah cara dia cemberut, kkk. Yeoja ini memang….’ batin Kai sambil terkekeh melihat Seulgi yang berbicara pada dirinya sendiri.

“Sedang latihan untuk event nanti, Kang Seulgi?” Ucap Kai yang sukses membuat Seulgi terkejut akan kehadirannya.

“Ap-apa yang kau lakukan disini!?” Ucap Seulgi terbata-bata.

“Ini adalah ruangan untuk semua anggota club dance, tentu saja aku berhak masuk kesini. Terlebih lagi aku mempunyai kunci ruangan ini, karena itu aku selalu masuk kesini kapanpun.” Kai melipat kedua tangannya.

“Lalu kenapa kau bisa ada di sini? Tepatnya di pojok sana sendirian?” Kai menaikkan alis matanya seolah  bertanya apa yang gadis itu sebenarnya lakukan disini.

“Yak, ini semua kan salahmu!” Seulgi berteriak tepat setelah Kai menyelesaikan kalimatnya.

“Salahku katamu?” Tanya Kai tanpa berdosa.

“Apa kau tidak mengerti atau hanya berpura? Karena kau menantangku, aku harus memikirkan konsep yang bagus untuk mengalahkanmu.” Kai tertawa mendengar penuturan Seulgi kemudian berjalan ke arahnya dengan pelan

“Woah, jadi kau benar-benar ingin mengalahkanku ternyata?”

“Diamlah, aku sedang tidak dalam mood yang bagus untuk berbicara denganmu, Kai” Seulgi berucap dengan nada dingin tanpa melihat Kai sekalipun. “Bagaimana jika aku tidak mau?” Balas Kai sengit.

Seulgi mendengus sebal dan berdiri serta mengambil tasnya. Tetapi Kai sudah berhenti di hadapan Seulgi dengan posisi masih melipat kedua tangannya. “Mwo?” Seulgi berkata ketus yang malah membuat Kai tersenyum.

“Ya, jika kau memang tidak mau kau bisa bilang pada saat itu juga. Kenapa kau harus bersikap sok dan menerima tantanganku? Jika kau menolak, kau tidak akan kesusahan seperti ini, penakut.” Ejek Kai.

Seulgi mengepalkan kedua tangannya, berusaha untuk meredam emosi nya. Ia pun berdiri dan memandang Kai dengan tatapan yang penuh kemarahan.

“Woah, namja ini benar-benar. Apa benar dia itu namja populer di sekolah ini? Bagaimana bisa para siswi disini tertipu oleh ketampanannya saja? Ternyata sikap nya ini memang menyebalkan! Aku tidak habis pikir dengan penggemar-penggemarnya.” Batin Seulgi dalama hatinya, ia masih memandangi Kai dengan serius, tetapi Kai hanya membalas tatapan Seulgi dengan senyum ‘merendahkannya’.

“Berhentilah memanggilku penakut.” Ucap Seulgi yang membuat Kai keheranan. “Kenapa aku harus berhenti mengucapkannya?” Balas Kai tak kalah dari Seulgi.

“Karena aku memang bukan orang yang penakut, Kim Kai.” Kai tertawa mendengar ucapannya dan mendekatkan wajahnya kepada Seulgi.

“Apa buktinya jika kau memang bukan P.E.N.A.K.U.T?” Kai memberikan penekanan pada kata ‘penakut’, Seulgi menutup matanya dan menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya pelan-pelan, lalu kembali menatap Kai dengan serius.

“Berhenti memanggilku penakut, kau ingin bukti? Aku akan memberikannya. Aku akan mengalahkanmu di event nanti, meskipun itu kedengarannya mustahil. Aku akan benar-benar mengalahkanmu dan membeberkan sikapmu yang menyebalkan ke depan publik. Lihat saja nanti, aku tidak main-main dengan ucapanku. Aku akan mengalahkanmu, KIM KAI.” Seulgi meninggalkan Kai yang berdiri mematung setelah mendengar ucapannya. Kai berkedip-kedip tak percaya apa yang ia dengar tadi, ia pun berbalik dan melihat Seulgi yang berjalan ke pintu keluar.

“Yak, Kang Seulgi! Setelah kau berbicara seperti itu kau meninggalkanku saja!?”

BRAK!

Seulgi tak menggubris perkataan Kai dan membanting pintu ruang dance setelah ia keluar dari sana. Kai tertawa melihat tingkah Seulgi dan meniup rambut yang ada di dahinya.

“Woah… yeoja ini benar-benar keras kepala. Baiklah, aku akan menunggumu di sana. Buatlah konsep yang menarik dan bisa mengalahkanku. Aku ingin buktikan apakah ucapan Sehun tentangmu itu benar atau tidak.” Kai memandangi pintu ruang dance dan tersenyum.

■♤♡♢♧■♤♡♢♧■♤♡♢♧■

In Sehun Side

“Aku pulang dulu, Hyung. Sampai bertemu besok. Annyeong”

Aku melambaikan tanganku dan segera pergi menuju ke arah mobilku yang terparkir di halaman depan sekolah. Aku berjalan pelan dan memasangkan sepasang headset di telingaku dan mulai menyalakan lagu dari handphoneku. Aku berjalan melewati koridor dan melihat beberapa siswa yang mencoba menyapaku, aku pun membalas mereka dengan senyuman dan melanjutkan langkahku menuju mobilku.

“Eh, apa yang ia lakukan disana?” Aku bergumam dan menghentikan langkahku ketika melihat orang yang tak asing bagiku sedang berdiri di samping mobilku dan melambai ke arah ku. Dan dengan reflek aku melepaskan headsetku dan melambai ke arahnya juga.

“Annyeong, Irene-ssi. Apa yang kau lakukan di sebelah mobilku?” Aku berjalan ke arahnya dengan terkikik.

“Ah, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.” Ucapnya dan merubah ekspresinya menjadi serius.

“Apa yang ingin kau bicarakan? Apakah masalah serius?” Aku berucap dan sudah berdiri di depannya.

“Ini tentang… Seulgi…” Irene berbicara sangat pelan, hampir tak terdengar olehku. Tapi aku mendengar bahwa dia menyebut nama Seulgi, apakah sesuatu terjadi padanya? Kenapa Irene mengubah raut mukanya seperti itu?

“Apa yang terjadi pada Seulgi? Dimana dia sekarang?” Aku berkata penuh kekhawatiran, aku ditugaskan oleh ibuku untuk menjaga Seulgi tapi Seulgi selalu menolak. Alhasil, aku hanya menjaganya dari jauh, dan jika sesuatu terjadi padanya maka aku yang akan kena batunya. Aih.., sepupu yang merepotkan.

“Sehun-ssi, apa kau tahu tentang event club dance yang akan di selenggarakan 5 hari lagi?” Aku pun mengangguk sebagai jawabannya.

“Seulgi mengikuti event itu, Sehun-ssi.” Aku mengernyitkan dahiku, Seulgi mengikuti event club dance? Lalu apa masalahnya? Memang aku merasa heran karena Seulgi sangat jarang, bahkan tidak pernah mengikuti event-event seperti ini.

“Lalu apa yang di permasalahkan? Seulgi sangat menyukai dance, jadi apa yang kau khawatirkan?” Irene mendesah pelan setelah aku berbicara. Apa yang sebenarnya terjadi?

“Seulgi… Seulgi sama sekali tidak mempunyai konsep untuk event itu.” Aku terdiam sesaat, tapi tak lama kemudian aku tersenyum bahkan tertawa.

“Jadi hanya itu yang di permasalahkan? Hanya itu? Aku kira ini masalah yang serius.” Aku bisa melihat ekspresi kesal yang diberikan oleh Irene, aku pun mencoba untuk menahan tawaku.

“Baik, baik. Aku mendengarkan. Apa yang kau ingin beritahu padaku sebenarnya?” Aku memasukkan kedua tanganku ke saku celanaku.

“Tidak usah! Kau sama menyebalkan seperti Kai!” Ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya dan mengalihkan pandangannya. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya, yeoja ini sama menyusahkannya seperti Seulgi sendiri. “Itu Seulgi! Biar dia saja yang menjelaskannya padamu! Ucapnya tiba-tiba.

Aku segera menolehkan kepalaku untuk melihat apa yang Irene lihat, aku melihat Seulgi sedang berjalan tergesa-gesa kemari, dengan wajah yang ditekuk. Apa dia benar-benar tidak bisa memikirkan konsep apapun?

“Sehun oppa! Bisakah kita pulang langsung? Aku ingin pulang sekarang!” Ucapnya masih dengan muka yang di tekuk.

“Apa yang terjadi? Kau ada masalah?” Aku mengecek setiap titik mukanya, tapi dia menggeleng dan menatapku seolah berkata ‘Aku baik-baik saja’.

“Aku hanya ingin pulang, oppa.” Seulgi berbicara dengan wajah memelas. Aku pun melirik Irene yang memberikan tatapan yang sama. “Sebaiknya kau bawa dia pulang, Sehun-ssi. Aku pamit dulu. Annyeong.” Irene meninggalkan kami berdua.

“Baiklah, ceritakan padaku di mobil, Kang Seulgi.” Dia hanya mengangguk sebagai balasannya. Kami pun masuk ke dalam mobilku dan pulang menuju rumahku, dengan keadaan yang canggung.

■♤♡♢♧■♤♡♢♧■♤♡♢♧■

In Seulgi Side

Aku melihat keluar jendela mobil Sehun yang sedang melaju, ia
masih diam dan kudapati dia sedang melirik ke arahku. Aku masih tidak bisa berkata apa-apa, kepalaku di penuhi oleh konsep untuk event nanti. Jujur saja, baru kali ini aku bertingkah seperti orang lain, seperti bukan diriki. Aku bukanlah orang yang tertarik untuk berhubungan dengan sesuatu yang aku suka. Maksudku, jika aku memang tidak suka, aku akan mengacuhkannya.

Tetapi baru kali ini aku mau berurusan dengan suatu masalah yang berhubungan dengan seorang namja, hanya beberapa ucapan yang di ucapkan oleh Kai itu membuatku kacau tak menentu, merasakan sebuah perasaan aneh yang tak
pernah ku rasakan sebelumnya seperti ketidak nyamanan.

Ah, lupakan saja Kang Seulgi. Semua permasalahan ini hanya akan membuat otak dan fisikmu menjadi tidak sehat. Kali ini kau hanya harus menceritakan apa yang terjadi dan berdoa agar Sehun mau membantumu.

“Ada apa sebenarnya? Kau tiba-tiba ingin pulang denganku dan ingin sampai ke rumah dengan cepat.” Tanyanya yang menghapuskan keheningan yang terjadi sejak kami pulang tadi.

“Aku sebenarnya mengikuti event yang di adakan club dance.” Kataku
dengan pelan. “Aku tahu itu.” Balasnya cepat.

“Tetapi, aku tak mempunyai konsep apapun untuk ditunjukkan.” Lanjutku. “Aku juga tahu yang satu itu.” Balasnya lagi.

“Tolong bantu aku, oppa…” Ucapku memelas, tak ada reaksi darinya hanya tatapan heran dan bingung.

“Maksudku, bantu aku membuat konsep yang bagus untuk event nanti. Aku ingin menunjukkan sesuatu yang baru di club.” Kataku penuh keyakinan. Tapi, dia masih memandangiku dengan tatapan herannya.

Jika tahu begini, aku tidak usah meminta bantuan Irene tadi. Ya tuhan, kenapa kau harus melakukan ini padaku?

“Bukankah kau penari yang handal sejak dulu? Bahkan kau yang selalu membantuku jika aku akan berlomba. Kenapa kau mendadak tak bisa memikirkan konsep apapun?”. Katanya masih dengan tatapannya yang penuh keheranan.

Bagaimana ini Irene? Sudah kubilang Sehun tidak bisa membantuku, kenapa kau yakin sekali sih??

“Sehun oppa, aku mohon. Kali ini aku benar-benar tak mempunyai ide apapun.” Kataku langsung menolehkan kepalaku menatapnya, dia membalas tatapan juga. Tapi untuk sesaat dia terlihat sedang berpikir tapi tak lama kemudian ia tersenyum dan menatapku.

“Katakan padaku, apa yang tiba-tiba membuat seorang Kang Seulgi ingin mengikuti sesuatu yang seperti ini, setahuku Kang Seulgi bukan orang yang seperti ini.”

Oh Sehun kenapa kau malah bertanya dan tidak memberikan jawaban saja, aku sungguh pusing mendengar pertanyaan-pertanyaanmu itu. Aku berfikir sejenak mencari kalimat yang tepat untuk menyampaikan apa yang
sebenarnya hal yang terus menggangguku. Tetapi apakah aku
benar-benar harus memberitahunya? Apakah aku harus memberi tahu alasan yang sebenarnya?

Karena sesungguhnya yang membuatku seperti ini adalah sahabatnya sendiri, aku fikir ini adalah jalan terakhir jika ingin tak membuang waktuku lagi.

“Sebenarnya alasanku mengikuti event ini karena…”Kataku dengan berat.

“Karena Kai, bukan?”. Potongnya cepat dan ku rasa ia sudah mengetahui apa yang ada di benakku sekarang.

“Eh, bagaimana kau bisa tahu, oppa?”

“Tak usah bertanya, lanjutkan saja ceritamu.”

“Baiklah, aku begini karena namja tak tahu diri dan menyebalkan itu.” Kataku pasrah.

“Apa yang kalian berdua lakukan?” Sehun oppa menoleh ke arahku seolah meminta penjelasan.

“Kai menantangku dan aku menerimanya tanpa berpikir terlebih dahulu.” Kataku dengan enggan untuk mengatakan lebih jauh lagi.

“Maksudmu, ia menantangmu untuk mengalahkannya di event nanti, begitu?”

Yap, kurang lebih seperti itu, bahkan dia sangat yakin kalau dia akan mengalahkanku dan menjatuhkan harga diriku..

Aku mengangguk pasti dan Sehun tersenyum lebar “Kenapa kau harus menerima tantangannya? Ada apa ini sebenarnya? Kau bukanlah seorang yeoja yang ingin terlibat dengan orang lain yang tidak memiliki keuntungan untukmu”

Woah, kau benar-benar menyebalkan Oh Sehun, sama saja seperti Kai pertanyaan-pertanyaanmu… bisakah kau berhenti bertanya? Karena aku tak tahu.

“Jangan bertanya terus, oppa. Sekarang kau mau membantuku atau tidak, eoh?” Aku sudah tidak memiliki bantuan atau pilihan lagi, ini adalah pilihan terakhir untuk membalas namja itu. Tapi entahlah, untuk pertama kalinya aku mau berurusan dengan masalah yang melibtkan seorang namja.

Ini semua karena namja bernama, Kim Kai itu, dia sudah meracuni kepalaku ini. Mungkin ini terdengar berlebihan dan omong kosong tetapi ini ternyata terjadi padaku, ucapannya masih berputar di kepalaku. Ahh, bagaimana ini…

“Hei, ada apa dengan Kang Seulgi yang dulu? Kenapa otakmu menjadi kosong seperti ini” Ejek Sehun sambil masih menatap jalanan di depan.

“Oppa, aku memohon padamu, kali ini saja. Tolong bantu aku, aku mohon…” Ucapku dengan wajah yang benar-benar memelas. “Jangan kau mencoba untuk beraegyo untuk merayuku.” Balasnya, aku pun tersenyum dan mulai apa yang ia bilang tadi. Kenapa tidak terfikirkan olehku?

“Ya ya ya? Aku mohon, Sehun oppa.Aku tidak mau diganggu terus menerus oleh sahabatmu itu. Aku akan mentraktirmu, aku akan membelikan bubble tea kesukaanmu, aku akan membelikanmu hanwoo setiap pulang sekolah.” Aku mulai
beraegyo di hadapannya, aku menyebutkan setiap makanan kesukaan Sehun. Mobil kami menepi di depan kedai ramen, tak lama kemudian Sehun oppa tertawa dan melihatku.

“Aigoo, apa yang sebenarnya Kai perbuat padamu?” Ia menggelengkan kepalanya.

“Baiklah, aku akan membantumu. Tapi sebaiknya kita mengisi perutmu itu, kau berjanji untuk mentraktirku kan? Ayo kita turun.” Aku terperanga melihat sikapnya yang menjadi seenaknya. Woah, dia benar-benar menyebalkan.

“Ayo Seulgi, aku sudah sangat lapar sekarang.” Katanya lagi. Aku menghela nafasku berat dan memberikan senyumku yang paling terpaksa, dan sepertinya dia senang-senang saja.

Kami pun turun dan masuk ke kedai ramen yang berada di sebelah kami, Sehun memperlihatkan senyum tanpa dosanya sekarang. Aku benar-benar ingin memukulnya sekarang, tetapi dia sudah terlanjur memesan ramennya.

“Baiklah, sambil menunggu pesananku datang, kita bicarakan konsep yang bagus untukmu.” Ucapnya setelah mendudukkan dirinya di kursi yang berhadapan denganku.

“Baiklah, aku mendengarkan idemu, oppa.” Aku menaruh tanganku di meja, Sehun oppa mengeluarkan handphonenya.

“Dengar Seulgi, jika kau ingin mengalahkan Kai, kau harus mempunyai konsep yang benar-benar bagus. Kai bukanlah orang yang akan memilih konsep asal-asalan. Lihat ini, saat kami latihan menari bersama.” Sehun oppa menunjukkan sebuah video yang memperlihatkan dia dengan Kai sedang menari. Aku semakin kehilangan saat melihat video itu.

“Oppa, apa kau sedang membuat semangatku turun?” Ucapku sambil menatapnya, tapi ia hanya menatapku heran.

“Aku hanya mengucapkan apa yang harus kau tahu, jika kau ingin benar-benar mengalahkan Kai, kau harus memutar otakmu itu 180 derajat. Kai bukanlah lawan yang bisa kau anggap remeh. Dia…”

“Yaya, aku tahu dia itu siapa dan seberapa hebat dia. Bisakah kau ke intinya saja?” Potongku cepat, dia terlalu banyak memujinya.

“Ey, kau menyebalkan sekali! Kau mau mengalahkannya atau tidak!?” Tanyanya, aku hanya memberikan tatapan kosongku padanya.

“Dengar Seulgi, jika kau ingin mengalahkan Kai, jadilah seperti Kai. Jika kau seperti dia, kira-kira konsep apa yang akan ia tunjukkan, dengan begiti kau bisa mengalahkannya.” Aku mengacuhkan perkataan Sehun, sungguh dia tidak membantu sama sekali.

Ramen kami sudah datang dan kami memakannya, sesekali pikiranku terbang entah kemana. Kira-kira apa yang sedang dilakukan namja itu ya? Apakah berlatih dengan serius? Aish, Kang Seulgi! Jangan pikirkan dia!

■♤♡♢♧■♤♡♢♧■♤♡♢♧■

In Sehun Side

“Ada apa malam-malam begini kau ingin menemuiku?”

“Aku hanya meminta penjelasan. Kai, apa yang kau lakukan pada sepupuku?” Tanyaku to the point.

“Jadi kau pergi tengah malam hanya untuk menanyakan ini? Kau ini…”

“Aku hanya ingin mendengarnya langsung darimu.” Potongku cepat. Kai hanya ber-oh ria. Kai lalu menghela nafas dalam-dalam.

“Aku hanya berbicara sedikit dan dengan sedikit pancingan. Akhirnya ia mau dibujuk olehku untuk mengikuti event itu.” Jelasnya.

“Kenapa kau melakukannya? Bukankah kau bilang kau tidak tertarik sama sekali pada sepupuku? Kau bahkan menganggapnya sebagai rivalmu.” Tanyaku kepadanya, aneh memang. Kai bilang bahwa dia sama sekali tak ingin berinteraksi dengan Seulgi.

“Apa kau lupa? Kau yang menantangku untuk membuatnya bisa menjadi bukan Kang Seulgi. Kau lupa eoh?” Ucapnya. Aku mengernyitkan dahiku, aku yang menantang Kai? Kapan? Tunggu… apakah…

“Jadi bagaimana, kau tertarik untuk ikut event ini?”

“Kau tahu aku akan selalu ada dalam acara apapun yang menyangkut dance.” Kai berucap dengan meminum ice coffee nya.

“Seperti yang sudah diduga, kau akan menerimanya. Ckck, apakah kau tidak bisa memberikan kemenangan pada yang lain?” Kai hanya menggeleng dan mengalihkan tatapannya.

“Apa kau tidak ikut?”

“Sepertinya kali ini tidak akan, aku harus mengawasi Seulgi. Ibuku menyuruhku untuk menjaga.” Kai hanya menggeleng dan tersenyum.

“Ada apa, Kai? Apa aku salah?”

“Ibumu sepertinya benar-benar menghukummu. Apa kau benar-benar tahan bersama Seulgi? Aku saja yang duduk sebangku dengannya merasa gila.” Aku tidak bisa untuk tidak tertawa.

“Entahlah, Kai. Sepertinya aku sama sepertimu, tapi Seulgi itu berbeda.”

“Maksudmu?”

“Seulgi punya aura yang membawa keceriaan saat masih kecil dulu, tapi saat ia pulang dari Jepang. Ia berubah menjadi misterius seperti ini. Aku tidak tahu apa yang terjadi disana, tapi aku berharap aku mengetahuinya.” Kai hanya mengangguk-ngangguk.

“Kenapa kau ingin mengetahuinya, Sehun?” Aku pun tersenyum.

“Karena aku ingin menghapus memori kelam itu dan melihat Seulgi seperti dulu saat tinggal bersamaku.” Kai hanya memandangku jijik. “Kau korban drama, Oh Sehun.”

“Cih, apa katamu saja lah. Tapi sayangnya aku tidak bisa berbuat itu. Seulgi terlalu menutup dirinya.” Ucapku sambil menghembuskan nafas.

“Kai.” Panggilku, dan Kai reflek melihatku.

“Aku menantangmu.”

“Untuk apa?”

“Jika kau bisa membuat Seulgi menjadi seperti dulu lagi, aku akan mengabulkan 2 permintaan. Apapun itu, akan kulakukan.” Kai memandangku dengan tersenyum.

“Aku tidak mau. Kenapa harus aku? Kau tahu bahwa ia rivalku kenapa kau membuatku ingin berbicara dengannya.”

“Justru karena itu, Seulgi tidak pernah mengabaikan kata-kata dirimu. Jadi, apakah kau mau?” Tanyaku kembali.

Kai terdiam untuk sejenak, memutar kedua bola matanya, menghentakkan kakinya, melipat kedua tangannya, mempertimbangkan tawaranku. Dan hentakkan kakinya terhenti, kemudian ia melihatku.

“Akan ku pikirkan, Oh Sehun.”

Aku mengadahkan kepalaku dan melihat Kai. Dia hanya tersenyum untuk membalas tatapanku itu. Senyuman yang tak aku mengerti maksud di baliknya.

“Kau benar-benar melakukannya?”

“Awalnya aku tidak mau, tapi setelah di fikir-fikir ada untungnya juga bagiku. Jadi aku akan memenuhi permintaanmu, tapi ini hanya berlaku selama 1 bulan.” Dia berkata dengan lantang.

“Kau memang aneh. Lalu apa yang harus kulakukan, Kai?”

“Tak usah bertanya. Biarkan rencaku mengalir seperti air, aku akan membuat Seulgi jatih cinta padaku dalam 1 bulan. Dan ingat janjimu itu, Oh Sehun.”

“Iya iya. Tapi jika itu benar-benar berhasil.” Balasku cepat.

■♤♡♢♧■♤♡♢♧■♤♡♢♧■

Kai dan Sehun masih berbincang-bincang, tepatnya membicarakan Seulgi, sepupu Sehun. Kai hanya menjawab pertanya Sehun dengan seadanya jika ia bertanya tentang apa rencana Kai. Sehun pun pulang karena kesal dan karena hari memang sudah larut malam. Sehun memasukki mobilnya dan segera meninggakan kediaman Kai. Kai menatap kepergian Sehun dan terkekeh.

“Sejujurnya, aku juga ingin melihat sisi Seulgi yang lain. Ada sesuatu yang membuatku tertarik padanya tapi entah apa itu, itulah kenapa aku menerima tantanganmu itu, Oh Sehun. Aku juga ingin melihat sisi Seulgi yang kau ceritakan itu.”

To be continued…

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Promise From You (Chapter 3)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s