[EXOFFI FREELANCE] DREAM (Chapter 8)

DREAM - CHAPTER 8 (REVISI)

DREAM  –  CHAPTER 8

[Verwirrt – Bingung ]

Author: Azalea
Cast : Bae Suzy (Miss A), Byun Baekhyun (EXO), Kim Myungsoo (Infinite)
Genre : Romance, Sadness.
Rating : +17
Length : Chapter
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita DREAM. Jangan plagiat, ataupun me re-upload ff ini tanpa sepengetahuanku.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita Sebelumnya : CHAPTER 1 ( DREAM )  ->  CHAPTER 2 (REAL?)  ->  CHAPTER 3 (DEJA VOO)  ->  CHAPTER 4 (FATE) -> CHAPTER 5 (설레다 [ SEOLLEDA – BERDEBAR ])  – > CHAPTER 6 (LOCKVOGEL – PEMIKAT) -> CHAPTER 7 (SWEET MORNING)

 

 

“Ah, matta. Aku lupa bertanya berapa nomor apartemen Kai. Bodoh!” rutuk Suzy pada dirinya sendiri.

Tae oh-ya, imo mianhae. Tapi imo janji akan mengantarkanmu pulang pada ibumu, eoh.” Ucapnya pada Tae oh yang hanya bisa menatap Suzy polos.

Kajja, sekarang saatnya kita sarapan, karena imo harus segera berangkat kerja.” Tambahnya lagi sambil membawa Tae oh ke bagian dalam dari penthouse ini.

Kemudian Suzy duduk di kursi barnya yang awal dengan Tae oh berada di pangkuannya. Tae oh hanya bisa menatap Suzy yang sedang makan dengan penuh minat. Sesekali Suzy akan menyaupi Tae oh dengan coklat hangatnya.

Setelah selesai sarapan, Suzy membawa Tae oh ke kamar Baekhyun. Kemudian meletakkannya kembali ke atas tempat tidur Baekhyun yang masih berantakan. Baekhyun sempat bilang pada Suzy untuk tidak usah membereskan penthousenya, karena setiap harinya akan ada pelayan khusus yang membersihkan penthouse tersebut.

Karena Suzy tidak tega meninggalkan Tae oh sendirian tanpa pengawasan di saat dia sedang mandi, jadi dia memutuskan untuk membawa Tae oh mandi bersamanya. Dengan cekatan Suzy membuka baju yang digunakan Tae oh, kemudian membawanya ke dalam kamar mandi.

Setelah di kamar mandi, Suzy segera mengisi jacuzzi dengan air hangat dan sabun mandi Baekhyun yang beraroma mawar. Suzy meletakkan Tae oh di dalam jacuzzi yang dia isi setengahnya saja. Lalu Suzy membuka jubah mandinya untuk bergabung dengan Tae oh, karena sebenarnya Suzy tidak memakai pakaian apapun selain jubah mandi tersebut.

“Tae oh-ya..” panggil Suzy pada Tae oh yang sedang asyik bermain dengan busa dari sabun mandi.

“Kau tahu, kau adalah laki-laki pertama yang mandi dengan imo, atau mungkin kau yang kedua setelah ayah imo, karena Baekhyun samchon tidak pernah mandi bersama dengan imo.” Ucapnya pada Tae oh yang tidak ditanggapi apa-apa oleh Tae oh.

Tanpa sadar Suzy membayangkan dirinya dan Baekhyun mandi bersama, dan itu membuat pipinya merona malu. Bodoh! Bisa-bisanya dia membayangkan hal erotis itu di depan seorang bayi. Rutuk Suzy pada dirinya sendiri.

Setelah beberapa menit dia berendam sambil bermain dengan Tae oh, Suzy kemudian menyudahi acara mandinya itu. Terlebih dahulu Suzy mengenakan jubah mandinya, kemudian mengeringkan tubuh Tae oh yang basah dengan menggunakan handuk cadangan yang ada di lemari dekat wastafel di kamar mandi itu.

Lalu Suzy melangkahkan kakinya menuju kamar Baekhyun. Memakaikan kembali pakaian Tae oh di tempat tidur Baekhyun. Setelah Tae oh rapih, Suzy segera memakai pakaian yang diberikan Baekhyun padanya yang merupakan pakaian Nayeon, ibu Tae oh.

Saat ini Suzy hanya memakai sebuah kaos warna biru dongker berlengan panjang dan sebuah rok pendek ketat berwarna abu-abu kehitaman yang hanya menutupi setengah pahanya. Rambut coklat panjangnya dia ikat satu hingga menjuntai di punggungnya.

Setelah semuanya selesai, Suzy menghampiri Tae oh yang ada di tempat tidur yang sedang memperhatikan setiap pergerakan Suzy.

“Kajja Tae oh-ya, kita pulang.” Ucap Suzy penuh antusias sambil menggendong Tae oh.

Kemudian Suzy berjalan keluar dari kamar itu, melewati ruang keluarga, melewati ruang tamu, dan sekarang berakhir di depan lift. Menunggu lift yang akan membawanya untuk turun dari penthouse ini.

Suzy menekan tombol angka 1 sebagai lantai tujuannya. Lift tersebut bergerak cepat, tidak sampai 5 menit, Suzy sudah berada di lantai 1. Kemudian Suzy berjalan menuju meja petugas keamanan untuk bertanya berapa nomor apartemen Kai.

Tiga orang laki-laki berbadan tegap langsung membungkukkan badan kala Suzy berjalan ke arah mereka duduk untuk berjaga. Suzy pun sedikit membungkukkan badannya untuk menjawab salam mereka sambil tersenyum.

“Saya mau bertanya, berapa nomor apartemen dari Kim Kai?” tanya Suzy to the point saat dirinya sudah berada di depan ketiga laki-laki penjaga keamanan itu.

“Anda…?” tanya salah seorang dari ketiganya pada Suzy.

“Oh, saya Bae Suzy, temannya Byun Baekhyun. Saya ingin mengantarkan Tae oh pada ibunya.” jawab Suzy pada tim keamanan itu.

“Tunggu sebentar.” Jawab tim keamanan itu.

Sebenarnya Suzy ragu dengan kata teman yang dia ucapkan untuk menjelaskan hubungan seperti apa antara dirinya dengan Baekhyun, karena sudah jelas, mana mungkin ada seorang teman berkali-kali tidur dengan temannya yang lain kecuali jika di antara mereka memiliki sebuah hubungan.

Jika dipikirkan lagi, Suzy dan Baekhyun tidak terikat dalam sebuah hubungan apapun selain teman dan rekan kerja. Tapi Baekhyun sudah berkali-kali menyebut Suzy itu adalah wanitanya, miliknya, dan Suzy juga mengakui itu.

Semuanya begitu rumit. Dikatakan teman? bukan. Pasangan? juga bukan. Lantas status apa yang bisa menjelaskan situasi mereka saat ini? Selingkuhan? Suzy merasa sedang tidak selingkuh dari Myungsoo, malah sebaliknya, saat bersama Myungsoo, Suzy merasa sedang selingkuh.

Semuanya begitu memusingkan. Keluh Suzy dalam pikirannya saat memikirkan statusnya dengan Baekhyun.

“Kami sudah menghubungi Ny. Kim untuk menemui anda langsung di lobby.” Ucap seorang lain lagi dari tim keamanan itu yang membuat Suzy sadar dari lamunannya tentang Baekhyun.

“Ah, Nde. Terima kasih.” Ucap Suzy gugup.

Suzy memandang Tae oh sambil tersenyum, melupakan kegundahan hatinya tentang hubungannya dengan Baekhyun. Tidak lama kemudian sebuah panggilan pada Tae oh membuat Suzy mengalihkan perhatiannya.

Tae oh-ya…” panggil seorang wanita pada Tae oh yang ada di gendongan Suzy.

Seorang wanita masih muda seumuran dengan Suzy sedang berjalan menghampirinya. Rambut hitam panjang bergelombangnya dia biarkan terurai. Penampilannya seperti ibu-ibu rumah tangga biasanya. Sangat sederhana. Berbanding terbalik dengan mewahnya gedung apartemen yang dia tinggali saat ini.

Wajah lega langsung terpancar dari wanita yang sedang berjalan menghampiri Suzy itu. Suzy dapat memperkirakan jika wanita itu adalah Nayeon, ibu Tae oh. Tae oh yang melihat sang ibu sedang berjalan ke arahnya, langsung tersenyum senang.

Melihat Tae oh yang tersenyum, Suzy pun ikut tersenyum ke arah Nayeon. Suzy sedikit membungkukkan badannya ke arah Nayeon, dan Nayeon pun membalas membungkukkan badan. Saat pandangan mata mereka bertemu, secara otomatis keduanya tersenyum.

“Ah, maaf sudah merepotkan.” Ucap Nayeon pada Suzy saat mereka sudah berhadapan.

“Aku tidak merasa direpotkan. Lagi pula aku suka bayi.” Jawab Suzy sambil menyerahkan Tae oh kembali pada Nayeon.

“Dia tidak menyusahkanmu kan?” tanya Nayeon lagi.

“Tidak. Malah dia sangat baik.” jawab Suzy sambil mengusap kepala Tae oh sayang.

“Ah, kita lupa berkenalan. Aku Kim Nayeon, ibu Tae oh.” Ucap Nayeon sambil mengulurkan tangannya pada Suzy.

“Bae Suzy.” Balas Suzy sambil tersenyum.

“Baekhyun memang tidak salah memilih pasangan.” Ucap Nayeon saat dia memperhatikan Suzy.

Ne?” tanya Suzy bingung.

“Ah, tidak-tidak. Aku hanya ingin mengucapkan kau sangat beruntung dan dia juga sangat beruntung.” Jawab Nayeon sambil tersenyum nakal ke arah Suzy, dan Suzy hanya bisa merona malu saat tahu maksud dari ucapan Nayeon padanya itu.

“Kau bisa saja.” Balas Suzy. Kemudian mereka kembali terdiam, menyelami pikiran masing-masing.

“Aku tadi bertanya pada Kai berapa nomor apartemen kalian, tapi sebelum Kai menjawabnya dia sudah pergi. Lalu aku juga lupa bertanya pada Baekhyun, jadinya malah merepotkanmu untuk turun ke lobby. Maafkan aku.” tambah Suzy untuk memecahkan keheningan itu.

“Tidak masalah. Seharusnya kau tidak usah meminta maaf, tapi aku yang harus minta maaf karena Tae oh pasti sudah menyusahkanmu. Tae oh ini mirip samchonnya, suka pada wanita cantik.” Ucap Nayeon kembali menggoda Suzy.

“Ah, aku juga hampir lupa mengatakan sesuatu padamu. Terima kasih atas bajunya, kalau tidak ada baju darimu ini, mungkin aku sudah mengenakan baju Baekhyun yang besar. Bajunya pas di tubuhku. Sekali lagi aku sangat berterima kasih.” Ucap Suzy tulus.

“Aku senang bisa membantumu. Lagipula kekasih kayamu itu sudah membayarnya dengan harga yang lebih dari cukup. Baju itu belum pernah aku pakai karena aku keburu hamil Tae oh, dan kau tahu, setelah melahirkan tubuhku rasanya sangat susah untuk kembali ke bentuk semulanya, jadi baju itu hanya memenuh-menuhin ruangan di lemariku yang kosong. Tapi sekarang aku senang, karena akhirnya baju itu dapat berguna juga.” Jawab Nayeon sambil tersenyum menggoda Suzy yang mana malah membuat Suzy semakin merona malu.

“Terkadang aku juga berpikir, kapan tubuhku bisa seperti dulu lagi? Karena kau tahu, Baekhyun itu punya sekretaris yang super genit, jadi kau harus hati-hati, karena dia selalu menggoda Baekhyun ataupun Kai. Aku sampai heran, kenapa Baekhyun masih saja mempertahankannya untuk jadi sekretarisnya.” Keluh Nayeon tanpa sadar sudah bercerita panjang lebar pada Suzy.

“Kau ini ada-ada saja. Mungkin karena kerjanya bagus, jadi sayang jika Baekhyun harus melepaskannya.” Balas Suzy sedikit tidak yakin. Kemudian Suzy sedikit membayangkan jika Baekhyun benar-benar digoda oleh sekretarisnya itu. Hal itu membuat Suzy sedikit bergidik ngeri.

Suzy menggelengkan kepalanya agar bayang-bayang Baekhyun yang digoda hilang dari pikirannya. Seakan teringat sesuatu, Suzy pun melirik arlojinya, kemudian menatap Nayeon. “Karena kau sudah ada di sini, aku pamit dulu.” Ucap Suzy pada Nayeon saat mengetahui jam sudah menunjukkan saatnya dia masuk kantor.

“Kau mau ke mana? Tidak mampir ke rumahku dulu?” tanya Nayeon sedikit terkejut saat Suzy pamitan pergi.

“Lain kali saja. Sekarang aku harus berangkat bekerja.” Jawab Suzy penuh penyesalan.

“Baiklah. Jika lain kali ke sini lagi, kau harus mampir ke rumahku. Kalau tidak, jangan harap kau akan melihat wajah tampan Baekhyun pagi harinya.” Ancam Nayeon yang malah membuat Suzy semakin tersenyum padanya.

“Aku pergi. Sampai jumpa lagi Tae oh-ya.” Ucap Suzy sambil mengecup kedua pipi Tae oh, kemudian dia juga melakukan hal sama pada Nayeon.

Suzy kemudian berjalan menuju pintu keluar dari gedung apartemen ini sambil tersenyum bahagia. Dia tidak menyangka ternyata orang-orang terdekat Baekhyun dapat menerimanya dengan tangan terbuka. Dan itu sungguh membuat Suzy sangat bahagia.

“SEMOGA HARIMU MENYENANGKAN!!!” teriak Nayeon pada Suzy yang sudah berada di ambang pintu masuk.

Suzy yang mendengarnya hanya bisa melambaikan tangannya sambil tersenyum ke arah ibu dan anak itu. Kemudian Suzy, melangkahkan kakinya keluar dari gedung apartemen mewah ini. Sebuah taksi sudah menunggunya di depan pintu masuk.

Ya, Suzy memesan taksi tersebut di saat dia sedang menunggu Nayeon turun dari apartemennya. Lalu Suzy langsung masuk ke dalam taksi pesanannya itu. Begitu Suzy mengatakan ke mana tujuannya, taksi itu langsung melaju menuju tempat tujuan Suzy. Meninggalkan kawasan itu dengan perasaan bahagianya.

 

 

~ TBC ~

 

44 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] DREAM (Chapter 8)”

  1. aaa~ vertemu dengan ibunya tae oh.. aku kira kai disini jadi jomblo lagi ternyata sudah jadi seorang ayaah..
    lanjuttkan thor 😍😍😍😄

  2. Hai author..
    aq reader baru, mian baru koment disini.. seneng bisa nemu ff baekzy lagi.. ceritanya seru..
    ditunggu nextnya.. fighting”.. 🙂

  3. Seru thor wkwk. itu suzy ngidam ank ama baek(?) :3 serius thor bakal sampe berpuluh puluh chapternya? wah byk bgt dong ya. Fightingg biat chap selanjutnya^^

    1. iya serius…emang rencana awalnya juga segitu…
      alasan lain kenapa ceritanya ngga panjang, soalnya biar aku gampang ngeditnya…kan kalo cuma segini, sehari juga jadi, tp kalo sampe 7k word, kadang aku ngeditnya sampe semingguan…

    1. Maafkan aku jika setiap chap nya kependekan…karena itu di sengaja,, aku tidak ingin terlalu terburu kayak kemarin..dan bisa di pastikan cerita ini bakal berpuluh-puluh chapter

    2. klo kata aku yg kmrn ga terburu buru kok, malahan aku suka yg kyk gt kkk~ karya-karyamu baguss kok (y)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s