[LUHAN BIRTHDAY PROJECT] CRUSH VER. 2 — IRISH`s Story

irish-crush

EXO Birthday Project

Luhan’s Story

   CRUSH verse 2 

  EXO`s (ex) Luhan & IOI`s Chungha 

   slight Red Velvet`s Seulgi & EXO`s Xiumin 

  psychology, romance, slight!suspense story rated by T served in vignette length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved

I only see you here. I only hear you.

██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

Previous Birthday Series:

〉〉 Lay’s Project – Dumb Dumb Ver. 1Ver. 2Ver. 3Ver. 4 | Wu Yifan’s Project – Like A Fool Ver. 1Ver. 2Ver. 3 | Chanyeol’s Project – Dream Candy Ver. 1Ver. 2Ver. 3 | D.O.’s Project – Sing For You Ver. 1Ver. 2Ver. 3 | Kai’s Project – For You Ver. 1Ver. 2Ver. 3 | Xiumin’s Project – One of These Nights Ver. 1Ver. 2Ver. 3 | Sehun’s Project – High Heels Ver. 1 – Ver. 2Ver. 3 | Luhan’s Project – Crush Ver. 1 〈〈

Crush Ver. 2

♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫ ♪ ♫

XI LUHAN VER.

Suara tangisan terdengar. Dari gadis yang sekarang duduk disebelahku. Aku bisa melihat bahwa ia sedang makan. Tapi keadaannya sungguh membuatku merasa geli. Bagaimana bisa ia memengang sepotong kimbap dengan tangan kanan sementara tangan kirinya sibuk mengusap air mata yang sedari tadi berjatuhan?

Luka membekas juga ada di lengannya, apa ia sering mendapatkan siksaan? Betapa menyedihkannya. Haruskah aku membantunya? Untuk mengakhiri hidupnya dan membuatnya tidak lagi mendapatkan penderitaan seperti sekarang ini?

Seolah sadar jika aku memperhatikannya, gadis di sebelahku cepat-cepat menghabiskan kimbap di tangannya. Ia kemudian melangkah ke tempat Chungha berada, membayar dengan beberapa lembar uang tanpa bicara apapun.

“Aku akan menemuimu nanti.” aku berucap pelan pada Chungha—karena ia terus menatapku tanpa berkedip, dengan ekspresi mengawasi.

“Jangan berbuat macam-macam.” ujarnya dengan nada mengancam.

Aku tahu Chungha tidak pernah bersungguh-sungguh dengan ancamannya.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

KIM CHUNGHA VER.

Tanganku tanpa sadar gemetar. Melihat bagaimana Luhan tadi keluar dengan memainkan pisau lipat di tangannya, aku tahu ia akan ‘bermain’ lagi malam ini. Istilah yang seringkali ia ucapkan tapi pada akhirnya akan berujung sebagai laporan stalker di kantor polisi.

Apa yang sebenarnya ia lakukan? Kenapa ia sering mengikuti gadis-gadis yang keluar dari minimarket tempatku bekerja?

Aku melirik jam di sudut ruangan yang menunjuk angka sebelas. Malam sudah cukup larut, dan hujan rintik di luar tak akan jadi alasan untuk beberapa orang memilih berdiam di minimarket daripada pulang dan bergelung dengan selimut hangat.

Mengabaikan kemungkinan bahwa boss akan memotong gajiku karena ia tahu aku menutup minimarket satu jam lebih awal, aku lebih penasaran pada apa yang Luhan lakukan.

Selama ini ia selalu berkeliaran dan terlihat sebagai seorang pengangguran di mataku. Lebih tepatnya, ia benar-benar terlihat seperti stalker. Dan melihat bagaimana ia sekarang bertingkah, aku yakin besok ia akan mendekam di kantor polisi lagi.

Aku membulatkan tekad dengan lekas mengenakan jaket tebalku dan mengunci minimarket hanya dengan mematikan lampunya. Aku bisa kembali nanti untuk menutup semua teralis besi yang menutupi kaca minimarket. Untuk sekarang, aku tak lagi bisa membendung rasa ingin tahuku tentang Luhan.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

XI LUHAN VER.

Seseorang mengikutiku.

Tentu saja aku tahu itu. Langkah amatirnya—saat mengekoriku—terdengar begitu jelas. Dari langkahnya, aku bisa tahu ia seorang wanita, pasti. Langkah ringan pendek itu sangatlah familiar.

Aku memelankan langkah, mengimbangi langkah pendek sosok yang mengikutiku, sementara gadis yang kuikuti sekarang menjauh. Entah karena ia sadar seseorang mengikuti, atau karena ia memang sudah dekat dengan tempat tujuannya.

Sialan. Siapapun itu, yang mengikutiku. Aku tak lagi bisa berkonsentrasi dengan apa yang sedang kulakukan. Aku hanya ingin melihatnya. Aku hanya mendengar langkahnya.

Kesal karena baru saja kehilangan sasaran di depan mata, aku akhirnya menghentikan langkah, berbalik untuk melihat siapa yang mengi—

“Chungha?”

Dia di sana. Berdiri kaku dengan tatapan terkejut. Ia tadinya sudah akan menyembunyikan diri di balik pilar besi saat aku memergokinya.

“Kenapa kau mengikutiku?” dengan penasaran aku melangkah mendekatinya, sementara ia tampak memutar pandangan, ia selalu melakukannya, melihat apakah ada orang disekitar kami padahal entah mengapa saat hanya ada kami berdua, momen yang tercipta sangat sempurna.

Tidak ada seorang pun di sekitar kami.

“Umm, aku… aku hanya—”

“Kenapa kau tidak mau bersabar menungguku?” potongku cepat.

Chungha pasti curiga padaku. Dan apa yang ia lakukan sekarang, mencoba mencari bukti kejahatanku? Saat ia sudah jadi satu-satunya gadis yang tak ingin kulukai?

“Kau mengikuti temanku.” ia akhirnya berucap.

“Temanmu?” ulangku sarkatis.

“Hmm,” Chungha mengangguk pelan, “Seulgi. Dia teman dekatku. Aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan. Aku mungkin juga selalu mengatakanmu stalker, tapi Seulgi—”

“Siapa yang sebenarnya kau khawatirkan?” lagi-lagi aku memotong ucapannya.

“Apa?” ia menatapku tak mengerti.

“Aku, atau temanmu itu. Biasanya kau diam saja saat aku mengikuti temanmu.”

Chungha menggigit bibir, jemarinya bergerak meremas ujung jaket yang ia kenakan. Melihat kediamannya, aku sadar, ia tidak mengkhawatirkan temannya.

“Kim Chungha.”

“Hmm?” ia mendongak menatapku.

“Kau tertarik padaku, bukan?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

KIM CHUNGHA VER.

Apa ketertarikan bisa terlihat dengan begitu jelas di mataku? Aku bahkan tidak mengucapkan apapun pada Luhan sampai ia bisa berucap begitu.

“T-Tidak!” sergahku cepat.

“Lalu apa?” tanyanya, “Apa lagi alasan yang membuatmu merelakan gajimu di potong karena menutup toko lebih awal?”

Aku terdiam. Benar juga. Karena Luhan orang yang paling sering datang ke minimarket, kami banyak bertukar cerita. Aku tahu ia benci melihat para gadis terlukai, ia benci melihat ekspresi sedih di wajah wanita. Dan Luhan tahu aku tidak ingin kehilangan sepeser won pun karena harus melakukan pelanggaran yang terekam CCTV minimarket, termasuk dengan meladeninya bicara sepanjang hari, atau mengikutinya seperti saat ini.

“Kukira kau bilang aku adalah pengangguran. Kenapa kau tertarik pada pengangguran?” tanya Luhan membuatku segera mengalihkan pandangan, berusaha tidak menciptakan kontak mata dengannya.

“Ayolah Kim Chungha, kalau kau tidak mengaku, aku akan memaksamu.”

“Memaksaku?” aku menatapnya tak mengerti.

Luhan menyunggingkan sebuah senyum kecil.

“Aku akan memaksamu tahu tentangku sebenarnya.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

XI LUHAN VER.

Di sinilah aku, dan Chungha. Berada di dalam sebuah ruangan dengan penerangan jingga redup yang terdapat di belakang rumah kecil yang kusinggahi selama ini.

“L-Luhan, tempat apa i—”

Ucapan Chungha terhenti saat aku menyalakan lampu. Sekarang, di hadapannya sudah termapmang sebuah pemandangan yang kuyakini akan membuatnya menjerit dalam hitungan detik.

“M-Mereka…” aku menatap Chungha, tubuhnya terhuyung ke belakang, limbung dan terjatuh dengan menyedihkan di lantai.

“K-Kau… Kau membunuh mereka?”

Aku tersenyum saat Chungha menyadari keadaan yang ada di hadapannya. Memang, ia pasti bisa menyimpulkan begitu karena ia melihat belasan gadis yang kuikuti saat keluar dari minimarket tempatnya bekerja, kusandarkan di tembok dengan tali menggantungkan kedua lengan mereka, dan plastik besar berwarna hitam yang menutupi kepala mereka.

“Tidak, Chungha sayang. Mereka belum mati. Um, setidaknya sebagian dari mereka masih hidup.” ujarku, menatap beberapa kantong plastik yang masih bergerak, menandakan kehidupan sosok yang terbungkus di baliknya.

“Lalu… kenapa?” aku lagi-lagi tersenyum, Chungha masih saja jadi gadis penuh rasa ingin tahu meskipun ia tengah ketakutan.

Aku duduk di sebelah Chungha, dengan santai menikmati ketakutannya.

“Aku mengurangi rasa sakit mereka. Mereka adalah wanita yang hidup dengan penderitaan, jadi, aku membawa mereka ke sini, untuk mengakhiri penderitaan mereka.”

Chungha berjengit menjauh dariku, membuatku menatapnya.

“Tadi… Seulgi. Apa kau juga akan—”

“Ya, kurasa, ia juga hidup dengan penderitaan, kau tidak lihat bagaimana ia tadi menangis? Aku sudah akan membawanya ke tempat ini, tapi kau malah mengikutiku.” aku menghentikan kalimatku sejenak, mengawasi ekspresi Chungha yang masih tampak sama.

“Bagaimana denganku? Bukankah kau dulu pernah bilang aku selalu terlihat sedih?” aku terdiam saat ia bertanya padaku.

Ya, memang. Chungha dulu memang selalu bersedih. Ia tak pernah menunjukkan senyum pada siapapun yang singgah di minimarket. Tapi itu dulu, saat aku belum melihat bagaimana ia bisa begitu kesal padaku.

“Kau sudah berubah, Chungha-ya.”

Ia mengerjap cepat, seolah sadar tentang apa yang sudah terjadi padanya selama ini.

“Aku sudah sering mengancammu saat kau memasang wajah sedih bukan? Bahwa aku bisa melakukan apapun padamu. Tapi kau tidak pernah terlihat sedih, setidaknya beberapa minggu terakhir.”

Chungha menggeleng kuat-kuat, mencari pegangan untuk bangkit dan kembali membuat jarak denganku.

“Kau membunuh mereka, Luhan.”

“Setidaknya aku bukan stalker.” aku berucap bangga.

Chungha menatapku nanar. “Kau tahu aku akan melaporkanmu ke polisi bukan?” ia berucap.

Sungguh, mengapa semua ancaman Chungha terdengar begitu menggelikan dalam pendengaranku?

“Sayang, kau pasti sudah melaporkanku ke polisi sejak tadi, karena ponselmu kau pegang erat. Kau juga bisa berteriak ketakutan, tapi kau malah terus bicara padaku. Kenapa? Karena kau tidak bisa membuang rasa tertarikmu walaupun sudah tahu seperti apa aku sebenarnya?”

Chungha menatap ponselnya, dan kembali memandangku. Sekon selanjutnya, dengan tidak terduga ia malah melemparkan ponselnya ke arahku, dan lantas berteriak kesal.

“Bodoh! Kau bodoh Xi Luhan!”

Aku tertawa pelan. Seperti inilah Chungha.

“Jadi, apa kau sekarang akan terus ada di sampingku?”

Chungha membuang muka.

“Aku tidak akan mau kalau kau belum membelikanku makan malam.”

Segera, aku tersenyum penuh kemenangan. Aku sudah tahu akan seperti ini. Aku tahu Chungha gadis seperti apa. Ia bisa membutakan dirinya akan apapun yang terjadi di depan mata. Ia juga bisa berbohong pada dirinya sendiri untuk percaya pada orang lain.

“Luhan,” tiba-tiba saja Chungha berucap lagi.

“Kenapa?” tanyaku saat Chungha memperhatikanku dengan ekspresi serius.

“Kau tidak akan membuatku jadi seperti mereka bukan?” jemari Chungha menunjuk dengan takut ke arah korban-korbanku.

“Mengingat kita saling menyukai, kurasa tidak.”

“Tapi Luhan…” lagi-lagi ia bertanya.

“Kenapa lagi?”

“Kau akan berhenti menculik gadis-gadis kan? Aku takut kalau setiap hari harus melihat mereka ada.”

Aku memasang sebuah senyum pada Chungha, meyakinkannya.

“Tergantung… apa kau mau membantuku membereskan mereka malam ini?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

EPILOGUE.

“Kau lagi, kau lagi.”

Seorang petugas polisi menatap pemuda yang duduk santai di depannya.

“Tidak bosan bermalam di penjara huh? Kenapa kau selalu mengikuti gadis-gadis dan membuat mereka takut?”

Dengan santai pemuda itu menumpukan siku di meja.

“Aku tidak mengikuti mereka. Aku hanya ingin bertanya tentang aksesoris yang mereka kenakan.”

Alis petugas polisi tersebut terangkat.

“Jangan banyak alasan.”

“Sungguh. Aku tidak tahu apapun soal aksesoris wanita. Dan kekasihku pasti akan suka kalau aku memberinya hadiah manis seperti itu tanpa harus bertanya padanya. Kita sama-sama lelaki, pasti kau juga tahu bagaimana sensitifnya wanita kan?”

Petugas polisi itu terlongo. Pasalnya, alasan pemuda ini adalah alasan paling tidak masuk akal yang pernah digunakan oleh orang-orang yang masuk ke kantornya dengan laporan sebagai stalker.

“Luhan-ah!” sebuah teriakan tiba-tiba saja mendominasi kantor polisi.

Pemuda pemilik nama tersebut mendongak, melemparkan senyum dan lambaian pada gadis yang sekarang berlari tergopoh-gopoh ke arahnya.

“O-Oh, Minseok-ssi.” gadis tersebut berucap.

“Chungha? Oh, astaga, jangan bilang pria ini adalah kekasihmu?” Minseok—petugas polisi tersebut—berucap.

“Y-ya, umm, apa dia membuat masalah?” tanya Chungha.

Secercah senyum kecil muncul di bibir Luhan saat mendengar Chungha bertanya soal masalah. Sementara Minseok sendiri tampak salah tingkah. Tentu ia tidak ingin kekasih dari teman Seulgi bermalam di penjara.

“Ugh, aku membiarkanmu kali ini, karena aku kenal Chungha dengan baik.” Minseok akhirnya berucap.

Ia lantas meraih ponselnya di meja, melirik jam sekilas sebelum ia menatap ke arah Chungha.

“Katakan pada kekasihmu supaya berhenti bertanya pada gadis-gadis tentang aksesoris.” ujar Minseok sebelum ia melangkah keluar dari mejanya.

“M-Minseok-ssi! Kau akan kemana? Aku belum berterima kasih karena sudah—”

“Aku harus menemui Seulgi, Chungha-ya. Kurasa dia mendapat masalah.”

FIN

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

Anggeplah ini sebagai warming up sebelum ceritanya getting complicated bagai hubungan kita dan bias. Sebenernya, ada yang salah sama Umin di sini, well, LOL, aku gak mau menjelaskannya sekarang karena jatah Umin masih ada nanti, bareng-bareng sama Baekhyun ya.

Aku agak-agak bangga sih karena kesannya Luhan-Chungha ini cinta buta sekali, crush, anggeplah aku maksain arti crush sebagai keadaan mereka di sini. Ngakak. CHUNGHA EDAN, udah tau Luhan saiko, masih aja mau digebet, mentang-mentang cakep.

Dan aku yakin di sini sudah ada clue yang cukup jelas akan berjalan kemana cerita ini nantinya.

YAP. Biarlah kujawab sendiri walaupun kalian gak menjawab. Cerita ini akan mundur. Remember when I said Kyungsoo’s never dead? Aku bener-bener buktiin loh. Kedepannya, Kyungsoo akan kembali eksis.

Karena cerita Luhan ini jadi lompatan alias warming up, jadi emang terkesan bener-bener gak jelas. Well, gak asik kalo aku bilang akhir dari cerita ini sebenernya. Biarlah, pemahaman kalian aja yang mengikuti.

Dan karena cerita ini pada akhirnya akan continued dengan series-series sebelumnya dan bahkan akan melibatkan series sebelumnya, semoga ada yang masih inget sama cerita ini nanti setelah Mei bertemu dengan September. Ppyong!

Catch Me On:

askfm facebook gmail instagram line soundcloud twitter wattpad wordpress

67 tanggapan untuk “[LUHAN BIRTHDAY PROJECT] CRUSH VER. 2 — IRISH`s Story”

  1. Sejauh ini, Xiumin masih manusia normal gak sakit jiwa.
    Terima kasih. Wakakakakaa.

    Jadi beneran mundur nih yah ceritanyah yah?
    Jadi itu gadis-gadis diberesinnya gimana?
    Dibunuh-bunuhin?
    Hoalaaahhh..
    Daebbak sekaleeeehhh..

    1. sebenernya karena luhan ini cerita apa sih.. aduh apa ya.. perantara! dia cerita perantara XD jadi gajelas, gajelas sekali XD aku bahagia menanti bagian chen chen XD

  2. Kan kan kan
    Luhan saiko
    Chungha aneh
    But,
    Xiumin itu jenis yang mana?._.
    Kenapa juga dia ngerasa Seulgi dapat masalah?
    Jadi ga sabar nunggu series selanjutnya
    Apalagi Kyungsoo bakal muncul lagi-_-

  3. Belum ada yang bunuh-bunuhan ye di sini 😀
    masih penasaran ama bang umin, aku belum dapet kejanggalan-kejanggalannya

  4. chungha pov
    biarpun luhan saiko, yg penting dia ganteng XD
    luhan pov
    biarpun chungha tau gue saiko, yg penting dia ngakuin gue ganteng :v

  5. Kaakk~~ ane kira bakal ada bunuh2an lagi. eh, mayatnya langsung yg dikasih ternyata /plak/
    Kok aku ngerasa ini sweet sih kak? 😀 wkwkwk
    Ya, kalo Luhan saiko, Cungha jg dongs :v
    Lucu sih, org saiko jatuh cinta /woinad ngomong apasih?/ wkkkk

    Ohiya, dokter saiko ksygnku(?) belom nongol kak? 😀 kkkk~
    Ini mah ane yg saiko jadinya.lol

    Ku menanti pembuktianmu kak 😀 wkwkwk

    1. Iya sweet. Sweet2nya manusia saiko kan gini. Sweet antimainstream. apelan sama sekumpulan mayat(?) wkwkwk
      YANG PALING NORMAL. SIP KAK 😉 WKWK

  6. Eh, salah ding! aq lupa habis ultah baek, msh ada ultah si tao ama suho,hahahaha

    Sepertinya aq kurang aqua jd typoo pagi2,wkwkwkwkwk

    Maafkan mas leader ama si adek panda, aq lupa kalian
    Karna chen terlalu memdominasi pikiranq *eeeaaaaa

  7. Aq Gabakal bilang si cungha gila suka ama luhan
    Karna sepertinya yg sebelum2nya ada yg lebih gila dr si cungha *plak

    Kalau luhan selalu membunuh org yg di stalkingnya trus yg ngelaporin luhan penguntit siapa? Korban yg gajadi dibunuh oleh luhan kh?

    Habis mei mesti nunggu panjang ke september baru kali ini greget ama bulan ultahnya chen yg jauh

    Eh tp berarti ini jg tinggal 2 seri lagi dong tamat,hhmmm
    Penasaran chen gimana nanti, saiko bermuka ngetroll,hahahahha

    1. XD ada yang lebih gila dari mereka semua, authornya XD wkwkwkwkwk
      NAH, AKHIRNYA! ADA YANG MENEMUKAN CLUE DI FF INI! kan pertanyaannya emang siapa yang ngelaporin Luhan XD coba tanya Chungha, siapa yang ngelaporin Luhan? XD wkwkwkwkwk

  8. MANA BISA NINGGALIN COWOK SAIKO KAYA LUHAN KAK???

    UMIIIN… Gapapalah ya? Baik bentar? Kan jahat mulu(?)
    Kak Irish… JANGANLAH BUAT DIRI INI TERSENYUM MELIHAT MOMENT LUHA… sini peluk peluk…. Ini udh abis apa msh Lanjut? Buat ceriita ini??? SEMANGAT KAK^^

    1. MANA BISA? AKU PUN GABISA NINGGALINNYA. BTW, KEMAREN AKU NEMU NAMA KELAINANNYA CHUNGHA TAPI GA SEMPET MASUK EPEP. DIA KAN ABNORMAL, MASA DEMEN SAMA SAIKO?
      LU-HA? LUHAN-CHUNGHA? XD WKWKWKWKWK INI MASIH LANJUT DONG XD

    2. WAAAAH MASAAA???? MASUKIN LAAAAH KAK.. BIAR DIA MAKIN ABNORMAL(?)

      HAHAHAHA… SAKING GAK NORMAL, MAKANYA DIA DEMEN SAIKO KAK.. TAPI DDIA NORMAL KOK, KARNA SAIKONYA LUHAAANNN…

      LU-HA, LUHAN CHUNHA? YAP… ITU SIH NAMA COUPLENYA MENURUT AKU…

      BTW AKU IKUT – IKUTAN KEPSLOK INII… KAK IRIIISHHH… Tiba – tiba kangen FF KaKA yg MIND(?)

      SEMANGAT KAK UNTUK MENURUSKAN EPEP INI…

  9. Wkwkwk mai bertemu september jauh ya emang bias kita ultahnya rada sengklek.
    And pasti inget lah kan ceritanya MEMBEKAS DIHATI , tau kan maksudnya ,embekas itu aoa gak mau ah jawab sendiri biar kak irish yg mengartikanmwkwkwk
    okedeh mgat kakkkk♥♥♥a

    1. Kkak irish kerennnnnnn, ini nih yang aku seka, all have been prepared by you . Woaaa kenapa jadi aku udah ngebet aja buat liat projectnya wkwk

  10. huwaaaaaaaa,,,otelah klo gitu,,,!!! setiap org pasti pny sisi gelap nya sendiri!! koment apa c,,,, wkwkwkw,,,,!! Luhan tu kaya penjemput maut berwajah malailat! ,,,,

  11. Ok kak rish…ok :” tlg dibuktikan :’v #nantangin (gampar aja kak) jd itu cewe mau dikakhirin penderitaanny knp malah d gantung gt sm luhan?.-. Bknny malah lbh menderita. Ini aku ngetik komen, mata tinggal 5 watt jd buru-buru kak wkwk. Trus seulgi msh idup kan y? Trus knp seulgj nangis? Bknny dia punya smile syndrome? Hadoooh. Semangat kak rish nulisny,ditunggu kyungsoonyaa ^^

  12. Kak, cepetan mei kak, gak sabar..😩 baru aja ngomen di ver.1 kak, eh dah ada ver.2 nya. Cepet ya kak.. 😂 (emang lo aja yg bacanya kelamaan shaeki!*) , kok finish kak, ver.3nya mana???., terserah kak irish dah, semoga di series berikutnya makin membuat readersnya mual tapi tetep nekat baca…(itu lho shaeki, lho aja yg mual gak jelas*)/ plakk *abaikan

    1. meinya udah nih XD abis ini lanjut lagi loh wkwkwkwkwkwkwkwkwk tapi serius aku kadang pas ngetik ngerasa mual juga XD

    2. Whuahaha, gak nyangka kak irish mual juga pas ngetik, ditahan ya kak demi memuaskan nafsu para readera untuk baca lanjutan seriesnya.. .😀
      Besok 2 mei lho kak, Taonya ntar diapain? Direbus, dicincang, atau dipanggang? 😂
      Keep writing kak, semangat nulis ff yang bikin mual tapi selalu ditunggu para readers.. 😊

    3. Jadi ceritanya tengah malam biar ff nya makin serasa dapet fellnya buat nulis thriller ya kak?? Gak nyangka, pantesan ‘itu’ nya dapet banget kesannya. .😀

Tinggalkan Balasan ke almiraoh Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s