[EXOFFI FREELANCE] Feather Away (Chapter 2)

image

FEATHER AWAY [ CHAPTER 2 ]

Title : Feather away
Author : Rhifaery
Main Cast : Kim Jongin, Oh Sehun, Krystal Jung
Genre : Romance
Length : Chapter
Rating : PG-16
Disclaimer : Jalan cerita murni dari hasil imajinasi kami. Apabila ada kesamaan nama tokoh ataupun alur, itu ketidaksengajaan semata.

“Kau tidak masuk kelas hari ini?” Tanya D.O begitu dia menemukan Kai masih berbaring dalam base camp.
“Malas!” Jawabnya singkat.
“Waeyo, kau anak baru tidak seharusnya kau bolos pada pelajaran perdanamu.”
“Hey kkamjong!” Pintu tiba-tiba terbuka keras dan masuklah Baekhyun disusul dengan Chanyeol di belakangnya. “Kenapa kau tidak masuk, semua gadis menanyaimu padaku. Apa mereka pikir aku resepsionis pribadimu?”
“Memang apa yang salah dari itu Hyung, itu posisi yang tepat untukmu.”
Baekhyun menatapnya tak percaya. Tidak biasanya Kai berkata tidak sopan seperti ini. “Hey, kau kenapa. Tidak biasanya kau seperti ini. Apa kau sedang ditolak gadis?”
“Aniyo bukan begitu…” Perkataan Kai terdengar menggantung. Haruskah dia bertanya pada Hyung-nya saja perihal Krystal. Dia rasa Hyung-nya ini lebih banyak tahu dari pada dirinya. “Hyung, apa kau mengenal Krystal Jung. Dia jurusan seni peran?”
Keempat hyungnya berpandangan, “Kau bertemu dengannya?”
“Aku pertama melihatnya di ruang tari. Kita sudah saling mengenal dan mengobrol cukup banyak kemarin. Hanya saja kemarin aku melihat seorang pria menjemputnya, apa dia benar sudah memiliki kekasih?” Pertanyaanan Kai terdengar ragu. Dia menatap semua hyung-nya berharap mendapatkan jawaban yang benar-benar ia inginkan.
“Kim Jong In, nampaknya nasibmu tak jauh berbeda dengan Chanyeol.”
“Dengar Kai, aku bisa memberimu gratis. Jika perasaanmu belum seberapa dalam, lupakan gadis itu dan cari gadis lain yang lebih cantik darinya. Namun jika perasaanmu terlanjur dalam, tampaknya kau harus bersiap-siap meninggalkan kampus ini dan mendirikan kampus lain yang lebih besar.” Ujar Chanyeol panjang lebar.
“Apa maksudmu Hyung?”
“Gadis itu, Krystal adalah kekasih Oh Sehun salah satu pewaris tunggal Royal Cooperation. Tidak ada yang berani mendekatinya. Tidak juga kau, tidak juga aku. Kecuali jika seseorang memang ingin mencari masalah dengan Sehun.”
“Tapi bukannya Oh Sehun sudah memiliki tunangan?”
“Ya, tentu saja sudah. Seluruh dunia pastinya sudah mengetahui jika Sehun sudah bertunangan dengan Irene. Tapi tahukah kau, kadang seorang lelaki memang tak bisa hidup dengan satu wanita saja.”
Kai masih belum paham. Suho lah yang akhirnya angkat bicara. “Pada publik Sehun bisa saja mengaku dia milik Irene. Tapi disini kita tahu selain milik Irene, dia juga memiliki Krystal.”
“Jadi maksudmu Krystal sama seperti wanita simpanan?”
“Binggo, kau cerdas Kkamjong.”
“Lalu apa hubungannya dengan Chanyeol Hyung?” Kai menatap Chanyeol namun dirinya malah memalingkan muka.
“Biar aku yang ceritakan.” Baekhyunlah yang akhirnya angkat bicara. “Sama sepertimu dia juga pernah beberapa kali mengobrol dengannya. Dan apa kau tahu, malamnya, Chanyeol langsung dihadang gerombolan orang tak di kenal yang memukulinya hingga babak belur.”
“Padahal itu hanya sekedar obrolan saling sapa. Akhh… sudalah Kim Jongin. Gadis itu benar-benar tak boleh disentuh selain Sehun.” Ungkap Chanyeol final.
Tiba-tiba saja Kai merasakan seluruh tubuhnya terasa lemas. Benarkah apa yang dikatakan para Hyung-hyungnya? Setahunya nama Sehun bukan nama yang asing lagi baginya. Hampir seisi Seoul mengenal pria bermarga “Oh” itu. Berita pertunangannya yang diadakan di kapal pesiar mewah telah mencuri perhatian publik. Kai juga mengenal Irene. Wanita bernama asli Bae Joo Hyeon itu adalah teman sekelasnya sebelum dia pindah ke Inggris untuk melanjutkan studynya. Selain itu Irene juga termasuk golongan keluarga berada. Bersama Sehun, mereka berdua adalah pasangan serasi. Pasangan yang paling di elu-eluhkan di kota ini. Namun sungguh ironis dibalik hubungan itu ada cerita cinta segitiga yang tersembunyi. Dan dia sangat membencinya mengetahui Krystal ada di dalamnya.
“Hey Kai!” Kai mendengar seorang gadis menyapanya. Belum genap sehari pertemuan mereka tapi Kai sudah tahu suara itu. Suara Krystal. “Seperti dugaanku, pasti memilih berdiam di tempat ini dari pada masuk kelas.”
Kai tak menanggapi apa yang Krystal katakan. Matanya terus saja menatap Krystal. “Akan ada kompetisi dance di Seoul, kau akan ikut?” Tanyanya lagi.
“Apa kau juga ikut?”
“Aniyo, aku hanya akan merekomendasikanmu untuk ikut.” Jawab Krystal. Tidak mungkin dia ikut, Sehun pasti akan melarangnya.
“Mau menari bersamaku lagi?” Kai mengalihkan pembicaraan. Tanpa pikir panjang Krystal pun segera mengiyakan. “Tentu.”
Krystal lantas berdiri sejajar dengan Kai. Sebuah lagu terputar melalui I-Phone. Jika kemarin Kai yang harus mengikuti gerakan Krystal, kini Krystal lah yang harus mengikuti gerakan Kai. Ternyata gerakan Kai sendiri cukup attraktif, jauh melebihi kecepatan tempo lagu dan membuat Krystal sedikit kewalahan mengikutinya. Memang sengaja Kai menciptakan gerakan yang sedemikian agar Krystal sedikit kesulitan.
“Cukup Kai, aku lelah. Gerakanmu terlalu cepat untuk kuikuti.” Krystal akhirnya menyerah.
“Shireo, kau lelah?”
Krystal menggangguk. “Kau ada minum?”
Kai segera beranjak mendekati Krystal. Dia tidak memberikannya minum melainkan menatap Krytal intens seolah-olah mencari kepastian dari sorot matanya.
“Ka-ka-kau kenapa?” Krystal tergagap. Matanya seketika melotot begitu menyadari bibirnya telah menyatu dengan bibir Kai. Krystal memberontak namun cengkraman tangan Kai begitu kuat sampai akhirnya ditentangnya kaki Kai kuat-kuat membuatnya tersungkur di lantai.
“Brengsek…Plakk!!! Respek tangan Krystal menampar Kai keras. Dipandanginya Kai dengan geram dengan ekspresi tak percaya atas apa yang dia lakukan barusan.
Perlahan air matanya turun membasahi pipi dan wajahnya sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan ruangan itu.
***
Kai sama sekali tak berpikir. Gadis itu menangis? Dia telah melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Krystal menangis. Jika memang Krystal sesuai dengan pikirannya, harusnya dia tak menangis apalagi menamparnya begitu keras. Tamparannya tadi begitu keras dan mungkin akan menimbulkan bekas merah di wajahnya.
Sengaja malam ini Kai menunggu di jalanan atas apa yang akan di dapatkannya nanti. Jika Chanyeol yang hanya sekedar sapa mendapatkan pukulan bertubi-tubi, mungkin Kai harus bersiap kehilangan nyawanya mengingat apa yang dilakukannya tadi begitu keterlaluan.
Namun hingga larut malam, tak ada tanda-tanda pasukan pembantai itu akan datang. Tidak ada pertanda nyawanya akan melayang hanya ada jalanan sepi yang sesekali dilewati oleh orang mabuk. Sampai Kai sendiri merasa lelah hingga dia memutuskan untuk pulang.
***
Di tempat lain, Krystal juga tidak memutuskan untuk langsung pulang. Kakinya menginginkan berjalan-jalan sebentar hingga berhenti di sebuah bangku taman. Krystal terpaku sendiri. Tak jauh dari tempat itu terdapat sebuah sekolah tempat dimana kisah cinta Sehun dan Krystal bermula.
Dia masih mengingatnya bagaimana mereka bertemu. Memang awal pertemuan yang menyebalkan karena belum apa-apa Sehun sudah membuat masalah.
“Bad dance!” Begitulah komentarnya ketika melihat Krystal selesai menampilkan pertunjukan tarinya. Ucapan Sehun begitu jelas hampir semua murid di sekolah itu mendengarnya.
“Apa katamu?” Tanyanya tak terima.
“Dance-mu sangat buruk. Jelek, menjijikkan, aku bahkan tak percaya kenapa kau menampilkan tarian itu di pentas seni ini.”
“Hey, Oh Sehun… setidaknya buktikan dulu kau bisa menari baru bisa menghujat tarianku jelek.” Ucapnya yang waktu itu mulai emosi.
“Kenapa aku harus lakukan, benar-benar tidak ada kerjaan.”
“Waeyo, kau takut?”
“Contohkan aku tarian erotismu dulu, baru aku akan menari!” Sehun sepertinya tak mau kalah. Dia menatap Krystal tajam menunggu reaksi dari gadis itu. “Bagaimana Jung-Soo-Jung, apa sekarang kau yang merasa takut?” Sehun membaca tagname di seragamnya. Tatapanya begitu menantang.
Sementara disekelilingnya berjajar para pendukung Sehun termasuk mendukungnya untuk menari erotis. Tak ada jalan lain, tangan Krystal mengepal lalu diarahkannya kepalan itu langsung ke wajah Sehun hingga hidungnya berdarah.

Krystal masih mengingat kejadian enam tahun itu dengan jelas. Karena kejadian itu juga, dia mendapat skors 6 hari karena bertindak kurang ajar pada anak pemilik yayasan.
Dibalik semua sikap menyebalkan Sehun, Krystal mengetahui bahwa Sehun tidaklah seburuk yang dia pikir. Sehun pernah menolongnya sewaktu kakinya cedera. Waktu itu memang tidak ada orang sama sekali. Terpaksa Sehun sendiri yang menggendong Krystal menuju rumah sakit. Sehun memarahinya, seharusnya dirinya lebih hati-hati dalam menari.
Setelah kejadian itu perhatian Sehun kepadanya menjadi lebih. Sehun lebih peduli padanya, lebih sering mengunjungi kelasnya sampai akhirnya Sehun mengunggapkan perasaannya melalui cara yang romantis. Diam-diam Sehun telah berkerja sama dengan seluruh murid untuk melakukan flash mop. Berawal dari gerbang sekolah, melewati banyak kelas hingga akhirnya berhenti di ruang kelas Krystal.
“Krystal Jung, aku sudah berlatih menari selama seminggu, aku pikir itu mudah, namun tak ada hal mudah jika berurusan dengan perasaan. Would you be my girl?”
Krystal yang waktu itu merasa tak percaya, langsung memeluk Sehun erat. Ia menangis bahagia. Hari itu 23 November, adalah hari yang paling membahagiakan untuknya. Dia pun bertekat selamanya akan mengingat tanggal itu dan mengabadikannya pada setiap pasword yang dia miliki.
“Kau milikku sekarang, tidak akan kubiarkan seseorang menyentuhmu bahkan seujung rambutmu.” Kata Sehun suatu ketika.
“Kau terlalu posesif, bagaimana aku bisa mendapat teman jika sikapmu saja seperti ini?”
“Kau kan bisa menganggapku teman?”
“Mana mungkin, kau kekasihku.”
“Aku memang kekasihmu, tapi tahukah kau selain itu aku juga teman kelasmu, teman sekolahmu dan juga akan menjadi teman hidupmu selamanya.”
“Mwo teman hidup?”
“Hey, kenapa kau masih saja bertanya, apa kau tidak ingin menikah denganku dan jadi teman hidup?”
Semua yang dikatakan Sehun membuatnya tersenyum namun juga menangis. Apa mungkin Sehun melupakan semuanya? Lalu masih berlakukah tawaran itu jika harus mempertaruhkan nama besar keluarga?
Sehun… dimanakah dia? Dimanakah saat dia membutuhkannya sebagai teman bukan kekasihnya? Perlakuan yang diterimanya dari orang itu tidak akan ia maafkan seumur hidupnya. Ia mungkin tidak akan mempercayai seorang teman lagi seumur hidupnya selama ia masih bersama Sehun.
“Chagi-yah, aku mencarimu kemana-mana sedang apa kau di sini?” Seperti sebuah filling, Sehun tiba-tiba datang dan dia pun menghambur dalam pelukannya.
“Apa yang terjadi?”
“Peluk aku Sehun. Aku benar-benar takut….” Rintihnya.
Sehun membeku di tempat.Ia sadar sesuatu sudah terjadi pada gadisnya. Entah seseorang yang mengganggunya atau justru ibunya lah sendiri yang dengan sengaja menyakitinya. Yang jelas sesuatu yang terkait dengan dirinya telah membuat gadis itu tertekan.
“Peluk aku Sehun, kumohon….”
“Selalu, apapun yang kau inginkan chagi.” Dan Sehun kembali merapatkan pelukannya berusaha membuat gadis itu senyaman mungkin.
***

7 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Feather Away (Chapter 2)”

    1. Iya kasihan bgt krystal. Dia itu kayak wanita simpanannya Sehun, dia pengen lepas tapi sehun nggak mau ngelepasin. Tunggu cerita selanjutnya yah? makasih udah komen 🙂

  1. eaeaea…so sweet.. bener deh ini aku dkung sestal..lah si kai main nyosor aja..hahaha..
    oalahhh..tapi kenyataannya kaistal..
    yawess rapopo..
    next..next..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s