[EXOFFI FREELANCE] Marriage Without Love (Chapter 9)

PhotoGrid_1455894027691

Title : Marriage Without Love

Author : Jung Ki Ki

Genre : Romance, Comedy, Marriage – Life

Leght : Chapter

Rating : 15+

Cast :

  • Park Chan Yeol
  • Jung Eun Ji
  • Kim Myung Soo
  • Ahn Ha Ni

Disclaimer :

FF ini benar benar buatan saya, namun beberapa alur saya dapat dari beberapa Drama. Jika ada kesamaan yang lain pun, saya minta maaf namun saya tekankan bahwa FF ini murni buatan saya. Terima kasih.

Author’s Note :

WARNING!! Typo bertebaran dimana mana.

Inspiration :

  • Marriage Not Dating
  • Full House
  • The Girl Who Sees Smile

Summary :

Pernikahan tanpa cinta, dialami oleh Pasangan muda ini. Mereka menikah tanpa adanya perasaan cinta dan membuat mereka mengalami Kisah Pernikahan yang unik.

 

 

Chapter 9

 

Matahari pagi kembali menyinari dunia. Dan seperti biasa, semua orang akan terbangun dari tidur nyenyak mereka.

Namun gadis itu, karena terlalu lelah menunggu seseorang, ia terlambat untuk bangun. Saat ini? Jam menunjukkan pukul 8 Pagi.

Jung Eun Ji mulai terbangun dari tidurnya, ia mengerjapkan mata dan mulai beradaptasi. Namun, saat menyadari bahwa ia berada di kamar tidur-nya, ia cukup terkejut.

“Huh!! Bukankah semalam aku di ruang tengah?” Pikir Eun Ji. Lalu, ia berusaha mengingat tentang semalam. Ia tidur di sofa ruang tengah. Apa ia mengigau lalu berjalan sendiri ke kamar? “Sleep Walking?”

Ia kembali terkejut dengan tidak adanya Park Chan Yeol di kasur. Apa ia tidur di luar lagi? Kalau Ibu Mertua datang dan tahu Chan Yeol tidak tidur di kamar, bagaimana? Ahh! Yang benar saja jika ia harus mencari alasan lagi yang lain.

Detik kemudian, telinga-nya mendengar suara ribut diluar kamar. Ia menengok ke arah Jam Weker-nya. Jam 8. Ia benar benar telat bangun. Aigo..

Jung Eun Ji segera keluar dari kamar dan raut wajah-nya menunjukkan kebingungan saat seorang Park Chan Yeol terlihat sibuk di dapur, sendirian. Apa Ibu Mertua tidak datang?

“Oh.. kau sudah bangun?” Sahut Chan Yeol yang masih tak teralihkan dengan aktifitas-nya yang memasak sesuatu.

“Semalam, kau tidur dimana?” Tanya Eun Ji.

“Di kamar.”

“Benarkah?”

“Kenapa?” Tanya Chan Yeol.

“Tidak apa.” Ucap Eun Ji singkat. Apa perlu ia menanyakan perihal ia tidur di kamar? “Euh.. apa kau yang memindahkan aku ke kamar?” Tanya Eun Ji untuk sekedar memastikan.

“Apa? Memangnya, semalam kau tidur dimana?” timbal Chan Yeol.

“Jadi, kau … ” ucap Eun Ji terhenti, huh~ apa ia memang mengalami ‘Sleep Walking’? “Semalam, kau pulang jam berapa?” Tanya Eun Ji mengalihkan pembicaraan, dan ia berjalan menuju kursi-meja makan.

“Jam 2, tepatnya pagi hari.” Ucap Chan Yeol.

“Apa yang kau lakukan dengan Ha Ni sampai dini hari?” Tanya Eun Ji heran.

“Hanya bermain-main saja.” Ucap Chan Yeol.

“Hanya itu?”

“Kau mau minta yang lebih?”

“Apa? Euh.. tentu saja, tidak.” elak Eun Ji dan pria itu tertawa kecil mendengar jawaban gadis itu.

Singkat cerita, keduanya telah terhidangkan makanan-makanan untuk sarapan mereka. Dan kali ini, sang Chef Park Chan Yeol yang membuatkannya.

“Kau tidak makan?” Tanya Chan Yeop yang heran dengan Eun Ji yang tak kunjung melahap makanannya.

“Aku akan memakannya.” Ucap Eun Ji yang ternyata memfokuskan diri dengan acara televisi.

“‘Akan’? Yak! Susah-susah aku membuatkan Sarapan, tapi kau akan memakannya nanti?” Pekik Chan Yeol kesal.

“Ahh.. nanti juga akan kumakan. Tenang saja!” Ucap Eun Ji.

Chan Yeol yang merasa kesal, berusaha untuk mematikan televisi dengan meraih remot dari tangan Eun Ji. Dan berhasil, berhasil juga membuat Eun Ji kesal.

“Yak! Park Chan Yeol!!”

“Ada apa denganmu? Tiba tiba menyalakan televisi dan menonton acara gosip.” Gertak Chan Yeol.

“Memangnya kenapa? Hak-ku untuk melakukannya.” Timbal Eun Ji yang tak mau kalah.

“Hak? Kenapa jadi membawa hak?” Gerutu Chan Yeol. “Kalau begitu, hak-ku juga karena kau menggunakan televisi-ku, tidak menghargai makanan yang telah kubuat, dan hak telah membuat-ku kesal.”

“Ahh!! Ada apa denganmu?” Rutuk Eun Ji. “Aku hanya ingin tahu perkembangan scandal Ahn Ha Ni … ” ups!! Eun Ji, kau.. !! “Ahh~ bicara apa aku ini? Aigo~ ”

Chan Yeol menatap-nya, menatap tajam padanya. Akh,, apakah ia akan mendapat ‘semprotan’ amarah dari Chan Yeol karena mulai ingin tahu tentang Sahabat-nya itu.

“Ahh.. haha, kurasa makanan ini sudah menunggu-ku. Baiklah,, Ibu akan memakan-mu. Ini juga demi Bayi-kami.” Ucap Eun Ji lalu mulai memasukkan sesuap demi sesuap kedalam mulut-nya. “Woah!! Park Chan Yeol,, masakan-mu benar benar lezat! Kau bahkan bisa bersaing dengan Myung Soo. Woah!!”

Eun Ji terus mengoceh, tapi ocehannya ini ia buat agar dapat mengurangi rasa amarah Chan Yeol. Baiklah, pagi ini kau telah membuat kesalahan, nona Jung!

 

*** ***

 

Beralih pada Park Chan Yeol yang sedang dalam perjalanan menuju Klinik-nya menggunakan mobil pribadi-nya. Huh~ pikirannya sedikit terganggu karena Jung Eun Ji pagi ini. Apa gadis itu juga ingin tahu siapa pria, yang mendapat scandal dengan Ahn Ha Ni, itu?

 

Flashback On – Author’s POV

Kembali pada pertemuan Park Chan Yeol dengan Ahn Ha Ni semalam. Dan mereka, saat ini, berada di sebuah taman bermain dekat sekolah dasar mereka dulu. Dan suasana kali ini, benar benar mencanggungkan setelah pertemuan terakhir mereka beberapa hari yang lalu.

“Kau memang tidak punya rasa takut. Kau sendirian, seorang Artis, dan seorang gadis, aku sungguh masih tidak percaya bahwa kau Ahn Ha Ni berusia 25 tahun.” Ujar Chan Yeol memulai pembicaraan.

“Yeah~ aku memang Ahn Ha Ni, yang tidak cengeng seperti dulu. Aku berusaha untuk berdiri sendiri.” Timbal Ha Ni dengan bangga.

“Maafkan aku.. ” ucap Chan Yeol tiba tiba mengalihkan pembicaraan.

“Kenapa tiba tiba meminta maaf?”

“Tentang Scandal-mu kali ini, ada kaitannya dengan-ku. Dan tidak seperti biasa, Scandal-mu ini tak terselesaikan dalam jangka waktu yang singkat.”

“Tidak,, ini bukan salahmu.” Elak Ha Ni. “Jika hari itu, aku menuruti ucapan Manager-ku untuk tidak lagi menemui, semua ini takkan terjadi. Jadi, jangan salahkan dirimu!” Lanjutnya. “Seharusnya, aku yang minta maaf.”

“Untuk apa? Kau tidak melakukan kesalahan apapun.”

“Tentang hari itu, saat kau melihat-ku … ”

“Ha Ni,, aku benar benar mengutuk hari itu. Tolong, jangan– ”

“Tidak, aku harus menjelaskan sesuatu tentang kejadian itu. Tidak ada waktu seperti ini untuk bisa kujelaskan.” Potong Ha Ni. “Aku– ”

“Aku tahu, aku tahu. Jadi, jangan katakan apapun tentang kejadian itu!!”

“Chan Yeol.. ”

“Ha Ni, katamu kau ingin mengulangi hubungan kita seperti dulu, bukan? Aku akan melakukannya.” Ucap Chan Yeol. “Kita lupakan semua yang terjadi, saat saat kita memiliki hubungan cinta.”

“Chan Yeol,, aku sungguh menyesal!” Ujar Ha Ni lagi dan mulai meneteskan air mata.

Chan Yeol, pria itu sungguh tak tega melihat sang Sahabat menangis karenanya. Dan hal itu membuat hati kecil Chan Yeol tergerak untuk memberikan pelukan hangat. Ia memeluknya dan membiarkan Ha Ni menangis-membasahi mantel-nya.

 

Flashback OFF

 

Singkat cerita, Park Chan Yeol terlihat sedang mengobrol bersama Byun Baek Hyun saat ini. Di ruang kerja Chan Yeol, ia menceritakan tentang pertemuannya dengan Ahn Ha Ni semalam.

“Apa? Jadi, kau adalah ‘pria itu’? Kenapa kau tidak menceritakannya padaku?” Pekik Baek Hyun terkejut atas apa yang baru saja ia dengar.

“Ha Ni memang pernah menkonfirmasi bahwa ia telah memiliki seorang Kekasih, tapi ia takkan pernah mengatakan siapa Kekasih-nya itu.” Ucap Chan Yeol. “Tapi, scandal yang tak pernah terduga ini, akan membongkar identitas-ku sebagai seseorang yang pernah menjadi Kekasih-nya.” Lanjutnya.

“Yak~ Park Chan Yeol, kau benar benar pria sejati!!” Ujar Baek Hyun lalu memberikan tepuk tangan untuk Chan Yeol atas pujian yang ia berikan itu. “Tapi, apakah Eun Ji tahu tentang hal ini?”

“Haruskah ia mengetahui-nya?” Timbal Chan Yeol.

“Yak~ walaupun ia bukan Istri-mu sungguhan, tapi ia tetap harus tahu tentang hal sepele seperti ini. Kau ini!!”

“Aku juga memikirkannya. Tapi mengetahui ia juga mengikuti berita scandal Ha Ni, aku sedikit ragu.”

“Perlu kubantu?”

“Tidak perlu.” Ucap Chan Yeol dengan tekanan.

Ohh.. kasihan sekali sang Dr. Byun.

 

*** ***

 

Seorang Jung Eun Ji terlihat berdiri tak jauh dari rumah sang Ibu bertempat. Hari ini, ia memang menjadwalkan akan menemui Ibu dan Keluarga Park untuk meminta maaf perihal berita yabg mereka dapati kemarin.

Gadis itu terlihat sedikit ketakutan dan ragu. Tanpa Park Chan Yeol disisinya, apakah ia bisa melakukannya?

“Baiklah, Jung Eun Ji, kau pasti bisa!! FIGHTING!!” Dan setelah memberi semangat untuknya, ia kembali melangkahkan diri ke rumah Ibu-nya.

Setelah sampai di depan rumah sang Ibu, ia sedikit terkejut bahwa hari ini toko kue Ibu ditutup. Ada apa? Ini tidak biasa.

Detik kemudian, pintu rumah terbuka dan menampakkan seorang wanita patuh baya yang sedang membawa sebuah kantong plastik berisikan sampah-sampah.

“Ibu.. ” panggil Eun Ji lirih.

“Eun Ji,, apa yang kau lakukan kemari?” Pekik nyo. Jung. “Dan, apa kau sendirian?”

“Euh.. iya, hari ini Chan Yeol harus kembali bekerja. Jadi, aku kemari sendirian.” Jelas Eun Ji.

Singkat cerita, Eun Ji dipersilahkan masuk oleh sang Ibu. Mereka duduk di tamnn belakang rumah. Sembari menikmati minuman dingin berupa teh. Mereka bersama dan menikmati juga hawa yang sejuk di taman yang memiliki banyak pepohonan itu.

“Kenapa tidak ajak Min Ah kemari? Aku sudah lama tidak bertemu dengannya.” Ucap nyo. Jung sembari menatap pemandangan tamannya yang indah.

“Akhir akhir ini ia sibuk, jadi tidak bisa mengajak-nya. Dan lagi, aku juga sudah lama tidak melihatnya.” Timbal Eun Ji.

“Huh~ anak-anak jaman sekarang memang sibuk untuk masa depan mereka.” Gumam nyo. Jung. “Ah! Kenapa kau kemarj? Apa ada masalab?” Tanya-nya.

“Apa? Euh.. tidak, aku hanya ingin bertemu dengan Ibu, juga ingin menjelaskan apa yang dikatakan Chan Yeol kemarin.” Ujar Eun Ji.

“Ohh.. tentang itu.. ” gumam nyo. Jung yang kembali teringat ucapan sang Menantu kemarin.

“Ibu, aku sungguh minta maaf karena telah berbohong padamu. Kami hanya tidak ingin mengecewekan kalian, walau ini terlambat dan percuma saja, tapi kami sungguh menyesal dan saat itu kami diluar kendali untuk melakukannya. Sungguh~ ” ucap Eun Ji menyesal. “Ibu,, aku benar benar menyesal, dan tidak masalah jika Ibu mengutukku sekarang juga.” Lanjutnya.

“Eun Ji-ah.. kesalahan anak adalah kesalahan orang tua, jadi penyesalan-mu juga penyesalan Ibu yang tak bisa menjadi orang tua yang baik untukmu.” Ucap nyo. Jung. “Kalian bahkan harus menanggung-nya semua sendiri, dan kami orang tua diam dan tak tahu harus bagaimana saat kalian secara tiba tiba meminta untuk menikah. Ibu, lebih baik yang dikutuk daripada harus puteri-ku yang cantik, mendapat kutukan.”

“Ibu,, kenapa bicara seperti itu?” Ucap Eun Ji bergetar, matanya mulai berkaca atas ucapan sang Ibu. “Apa, semua kesalahan anak juga terhitung bagi kesalahan orang tua mereka? Ini tidak adil.. ”

“Kau akan berkata seperti ini, Eun Ji-ah.. Tapi,, saat kau menjadi orang tua nanti, kau akan merasakan apa yang kami rasakan.” Ucap nyo. Jung.

“Ibu.. ” Eun Ji, gadis itu segera memeluk Ibu-nya dan menangis disana. Ia memang gampang tersentuh jika sang Ibu sudah berkata tentang ‘orang tua’.

“Eun Ji,, maafkan Ibu, eo?” Tak kalah lagi, nyo. Jung juga menangis di pelukan sang anak.

“Tidak,, aku yang harus lebih menyesal.. ” timbal Eun Ji.

“Tidak, Eun Ji-ah,, tidak, Ibu ynng lebih, lebih menyesal.”

“Ibu,, jangan buat dosa-mu bertambah!! Aku yang lebih, lebih, lebih, lebih, lebih menyesal!!”

Yeah~ seperti itu saja terus.. huh~

 

*** ***

 

Kim Myung Soo, pria itu terlihat sendirian saat ini. Namun, walau ia sedang tidak dengan siapa-pun, ia memperlihatkan suasana yang bahagia saat ini.

Ia berada di ruang kerja-restoran miliknya, menatap 2 lembar kertas yang berupa tiket untuk acara lawakan di dekat restoran-nya berdiri. Ia mendapatkan pagi ini saat orang orang yang membuat acara membagikan tiket tiket gratis. Eum.. bisa dibilang, acara ini dilakukan untuk amal bagi anak yatim piatu.

“Apakah Eun Ji akan menerima ajakan-ku ini? Aku tak terlalu yakin.” batin Myung Soo.

Ia meraih ponsel-nya yang tergeletak di atas meja, lalu mencari kontak Jung Eun Ji di ponsel-nya. Namun, Myung Soo tak segera menekan tombol untuk menelfoj gadis itu. Ia sedikit ragu dan gugup.

Tidak,, ini kesempatan-mu Myung Soo untuk ‘berkencan’. Huh~ ia tahu, ini salah untuk menelfon Istri orang lain.

“Halo.. ” jawab seorang gadis disana. “Ada apa Myung Soo?” Iya,, ini Eun Ji.

“Eum.. Eun Ji-ah,, maukah kau menonton acara lawak denganku?”

“Apa?” Pekik Eun Ji.

“Pagi ini aku mendapatkan 2 tiket gratis untuk menonton acara lawak. Tempatnya tak jauh dari restoran-ku.” Ujar Myung Soo. “Bisakah kau meluangkan malam besok denganku?” Tawar Myung Soo lagi.

“Eum.. bagaimana ya?” Ucap Eun Ji yang menimbangkan tawaran Myung Soo. “Baiklah, kita bisa menonton bersama.”

“Ahh.. syukurlah. Kalau begitu, besok kau benar benar harus mengosongkan waktu untukku.”

“Aku tahu. Kalau begitu, sampai bertemu besok.” Ucap Eun Ji untuk mengakhiri telefon.

“Oh.. baiklah.”

Woah.. akhirnya Kim Myung Soo bisa ‘berkencan’ dengan gadis impiannya. Huh~ ia tak sabar untuk besok malam. Yeay!!

 

*** ***

 

Singkat cerita, malam telah tiba dan menunjukkan pukul 9 Malam. Biasanya, jam sekian seorang Park Chan Yeol dalam perjalanan ke apartemen-nya.

“Huh~ besok tanggal merah. Apa yang akan aku lakukan?” Gumam Chan Yeol sebelum ia memasukkan kode kunci apartemen-nya. 0211. “Aku pulang.. ” ucap Chan Yeol memasuki apartemen-nya dan saat telah menginjakkan apartmen milik-nya ia berpapasan dengan Jung Eun Ji yang ternyata baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang ia pakai untuk menutupi rambut-nya yang basah.

Suasana kembali sedikit canggung apalagi mengingat kejadian pagi tadi. Huh~ ini yang berapa kali-nya mereka mengalami suasana yang canggung seperti ini?

“Eo.. k-kau sudah pu-pulang?” Aduh! Kenapa jadi gagap begini?

“Kau baru mandi?” Tanya Chan Yeol.

“Apa?” Pekik Eun Ji. “Euh.. eo.. ” sudah!! Tolong, siapapun, hentikan kegagapan ini!

“Memang-nya sore tadi, apa yang kau lakukan?”

“Eum.. ke rumah orang tua-mu.”

“Apa?! Kenapa kau kesana?”

“Aku kan sudah bilang, aku akan pergi menemui Keluarga-mu.” Ucap Eun Ji.

“Tapi, kenapa tidak dengan-ku saja besok? Besok hari libur. Kau ini!”

“Eung.. benarkah?”

“Ahh!! Apa gunanya kalender di dunia ini?”

“Ahh.. akhir akhir ini aku tidak sempat melihat tanggal berapa dan hari apa. Pikiran-ku juga jadi kacau.”

“Lalu, apa yang kau lakukan disana? Dan, mereka tidak menyiksamu bukan?”

“Menyiksa? Memangnya aku hewan apa?” Gerutu Eun Ji. “Tidak, malah sebaliknya. Ayah dan Ibu memperlakukan dengan baik, padahal Auah baru pulang dari Kantor saat itu.” Jelas Eun Ji. “Aku kira, aku akan diolok-olokkan oleh Nenek. Tapi,, ”

“Tapi?? Kenapa dengan Nenek?”

“Ia juga memperlakukan-ku dengan baik. Ia juga mengatakan bahwa aku harus menjaga bayi ini dengan baik.”

“Benarkah?”

“Eo.. ahh! Aku rasa keluarga-mu itu memang tergolong sifat 4D.”

“Apa kau bilang?”

“Apa? Euh.. tidak ada.”

“Ahh.. ini pertama kalinya Nenek bersikap baik dengan orang terdekat-ku selain Ha Ni.”

Terdekat? Benarkah?

“Huh.. lain kali, jangan pergi kesana sendirian tanpa aku! Aku ragu kau bisa menghadapi keluarga-ku sendirian.”

“Eum.. baiklah.”

Hening. Tiba tiba hening! Baiklah, ini tidak bagus.

“Eun Ji-ah.. ” panggil Chan Yeol lirih, dan membuat Eun Ji mendongakkan kepala-nya untuk menatap Chan Yeol. Yeah~ memang sedari tadi, posisi mereka saling berhadapan namjn dengan jarak 3 langkah untuk saling mendekat. “Apa kau menggunakan sabun-ku?”

“Apa?”

“Bau badan-mu sama dengan sabun milikku.”

“Yak! Memangnya, bau sabun-mu hanya satu-satunya di dunia?”

“Aku dengar tadi pagi, kau menggerutu bahwa kau kehabisan sabun. Dan kau tidak sempat membelinya dan menggunakan sabunku.”

“Yak!! Ma-mana mungkin aku menggunakannya.” Elak Eun Ji yang jelas jelas berbohong. “Ta-tadi,, a-ku, perjalanan pulang, mampir ke toko dan beli sabun.” Jelas-nya kembali berbohong. “Yak!! Pergilah mandi! Aku tidak ingin tidur dengan seseorang berbau keringat seperti-mu.” Ujarnya lalu kembali berjalan memasuki kamar.

Chan Yeol terkekeh mendengar kebohongan yang terlontar dari mulut gadis itu. Ya tuhan~ sepertinya, gadis itu memang tidak pandai berbohong. Haha!!

 

*** ***

Keesokkan harinya, seorang Kim Myung Soo yang terlihat di ruang kerja-nya, terlihat begitu tak sabar untuk pergi bersama Jung Eun Ji malam ini. Ahh!! Haruskah Tuhan mempercepat waktu?

“Bos.. ” panggil seseorang. Eo.. dia Pelayan di restorannya.

“Ada apa?” sahut Myung Soo.

“Bunga bunga-nya sudah datang.” Ucap pria itu.

“Eo.. baiklah, aku akan segera keluar.” Ujar-nya.

Diluar, terlihat seorang Bang Min Ah tengah membantu merapikan bunga bunga pesanan Myung Soo. Yeah~ 2 minggu sekali memang Myung Soo akan mengganti bunga-nya, dan ia memesannya dari toko bunga Min Ah.

“Kau sudah datang.. ” ucap Myung Soo menghampiri Min Ah.

“Eo.. maaf, aku sedikit terlambat mengantarnya.” Ujar Min Ah.

“Tak masalah.”

Myung Soo hanya memandangi bunga bunga cantik itu, sembari memikirkan apa yang sedang dilakukan Eun Ji saat ini.

“Hey.. ini masih pagi, jangan melamun!” Ucap Min Ah membuyarkan lamunan Myung Soo.

“Huh.. tidak. Aku hanya terlalu senang, karena aku dan Eun Ji akan pergi bersama nanti malam.” Ujar Myung Soo.

“Yak!! Untuk apa kau melakukannya?”

“Kenapa? Apa itu salah?

“Jadi,, Kau masih belum bisa melupakan Eun Ji ternyata.” Timbal Min Ah.

“Apa?”

“Eun Ji sudah memiliki seorang Suami. Jadi, dia bukanlah seorang gadis berstatus sendiri. Kau tahu?”

“Tidak,, aku masih yakin bahwa pernikahan mereka itu palsu. Kau juga tahu sendiri, mereka tidak pernah berpacaran sebelumnya dan aneh jika tiba tiba memutuskan untuk menikah.” Ucap Myung Soo. “Jika, bukan karena Eun Ji ha- ” terhenti. Ahh! Hampir saja ia keceplosan lagi.

“Hamil? Aku tahu tentang itu.”

“Euh.. bagaimana bisa kau mengetahuinya?”

“Yak! Aku sudah lama mengenal Eun Ji, tentu aku juga mengetahui hal ini.” Ucap Min Ah.

“Ahh.. benar juga.” Gumam Myung Soo.

“Myung Soo-ah,, kita tidak akan pernah tahu takdir seseorang. Kita juga takkan pernah tahu, bagaimana masa depan seseorang nanti.”

Benar, memang benar apa yang dikatakan Min Ah. Tapi,, ia benar benar yakin.. AKH!!

“Aku pergi, ya? Ada beberapa bunga lagi yang harus kuantar.” Ujar Min Ah mengakhiri pembicaraan lalu pergi dengan Myung Soo yang masih diam.

 

*** ***

 

Seorang Park Chan Yeol benar benar terlihat bosan hari ini. Huh~ ia tidak punya pilihan selain berada di rumah seharian ini. Kalau ke rumah orang tua-nya?? Tidak ah! Malas. Menemui Ahn Ha Ni? Sepertinya, bukan waktu yang tepat sampai hari yang sebenarnya datang. Akh!! Bosan! Bosan!.

Tak lama kemudian, seorang Jung Eun Ji baru saja keluar dari kamar dengan pakaian yang bagus. Eung.. mau kemana gadis itu?

“Yak! Mau kemana kau?” Tanya Chan Yeol, yang sebelumnya berbaring diatas sofa, lalu bangkit dan duduk.

“Ah ya! Aku lupa!” pekik Eun Ji. “Hari ini, aku akan pergi ke toko bunga Min Ah. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya.”

“Dengan pakaian seperti itu?”

“Memang, apa salahnya jika pakaian-ku rapi hanya untuk bertemu dengan Sahabat-ku sendiri, huh?”

“Tidak salah memang.” pikir Chan Yeol. “Ya sudah, pergilah!”

“Dan lagi.. ”

“Apa??”

“Malam ini, aku pulang terlambat karena aku akan pergi bersama Myung Soo.”

“Apa?! Kau masih berhubungan dengan Myung Soo?”

“Kenapa? Tidak suka?”

“Yak~ bagaimana jika ada orang yang melihat-mu dengan pria lain, huh?”

“Apa maksudmu?”

“Maksudku, jika orang kenalan kita yang mengetahui bahwa kau telah menikah denganku, lalu melihat kalian. Kau pikir, apa yang akan mereka pikirkan dengan melihatmu bersama Myung Soo?”

“Memang, apa yang akan mereka pikirkan tentang kami? Kami ‘kan hanya teman, tidak lebih.”

“Apa kau tidak takut dengan cemoohan mereka? Kau ini bodoh atau apa sih?”

“Akh! Ada apa denganmu? Tiba tiba jadi sensitif begini?” Pikir Eun Ji heran. “Aku bahkan tidak melarangmu untuk menemui Ha Ni.”

“Itu karena kami– ”

“Sahabat?” Lanjut Eun Ji. “Lalu, apa bedanya Sahabat dengan hanya sekedari Teman? Sudahlah! Kalaupun kau merasa bosan, kau bisa meminta Sahabat-mu itu untuk datang kemari. Aish!” Dan detik kemudian, Eun Ji pergi untuk menemui Min Ah sekarang.

Chan Yeol hanya mendengus nafas kesal karena Istri-nya itu tak ingin mendengarkan ucapannya. Aish!

“Ahh! Tapi, aku melakukannya untuk apa?” gumam Chan Yeol bingung. Benar, ia melakukannya untuk pernikahan mereka atau karena kecemburuannya ini? Tunggu, cemburu? “Apa aku benar benar membuat hati ini untuknya?”

 

*** ***

 

“Benarkah? Dia seperti itu?” Pekik seorang Bang Min Ah setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Jung Eun Ji barusan.

“Dia seperti seseorang yang cemburu.” Ucap Eun Ji.

“Kurasa, kali ini, cinta-mu padanya bukan cinta bertepuk sebelah tangan lagi. Bukankah seperti itu?”

“Apa? Yak! Ka-kau ini bicara apa huh?”

“Dari yang aku teliti, sepertinya … ”

“Berhenti! Dan lanjutkan pekerjaan-mu. Kenapa kau membuang-buang waktu untuk meneliti?”

“Baiklah,, aku takkan melanjutkan kalimat-ku tadi.” Ucap Min Ah. “Tapi, kenapa kau menerima tawaran Myung Soo untuk pergi bersama.”

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Pagi tadi, aku mengantarkan bunga ke restorannya dan dia bercerita padaku.”

“Aku minta maaf.. ”

“Untuk apa?”

“Kau marah, karena aku yang diajak oleh Myung Soo.”

“Apa?”

“Min Ah-ah.. apa kau masih menyukai Myung Soo?”

“Yak! Aku yang akan menginterogasi dirimu, bukan sebaliknya. Kau ini!”

“Tapi, aku sungguh minta maaf. Aku tak bisa berbuat apapun.” Ucap Eun Ji menyesal. “Apalagi, saat aku menolak lamarannya. Aku sungguh merasa menyesal padanya. Huh~ ”

“Lamaran? Apa maksudmu?”

“Yeah.. beberapa hari sebelum aku menikah, dia melamar-ku. Huh~ aku benar benar jahat kalau kupikir-pikir.”

“Jadi, dia benar benar melamar-mu?”

“Eo.. kenapa?”

“Eum.. tidak apa.” Ucap Min Ah. Jadi, ia dibohongi oleh Myung Soo. Tapi, kenapa pria itu harus membohongi-nya?

 

*** ***

 

Ditempat lain, seorang Ahn Ha Ni baru saja turun dari panggung setelah melakukan perfoma-nya untuk mempromosikan lagu terbaru-nya. Huh~ ia benar benar terlihat lelah. Ditemani dengan beberapa asisten-nya, merka berjalan menuju ruang istirahat Ha Ni.

“Ha Ni-ah.. ” panggil seseorang yang tengah berlari menghampiri-nya.

“Oh.. oppa! Ada apa?” Sahut Ha Ni melihat sang Manager yang memanggilnya.

“Kami sudah mengkonfirmasi jadwal untuk diadakannya konferensi pers atas scandal-mu kali ini.” Ujar sang Manager.

“Apa? Benarkah?”

“Tentu.. dan jadwal-nya akan dilakukan Lusa Sore. Jadi, kau dan Park Chan Yeol harus datang tepat waktu.”

“Huh~ aku mengerti.” Ucap Ha Ni yang merasa lega dan senang. Akhirnya ia bisa meluruskan scandal ini. “Setelah ini, apa jadwalku?”

“Kenapa? Kau mau menemui Chan Yeol lagi?” Timbal Manager. “Ha Ni.. jangan buat masalah lagi!!”

“Hanya bertemu dan mengatakan kabar baik ini. Apa salah?”

“Ahn Ha Ni!! Aku mohon~ ”

“2 Jam. Oke?”

“Kau?!”

“1 Jam 50 Menit. Aku mohon!!”

“Ahn Ha Ni! Jangan jadi anak yang kerasa kepala.”

“Baiklah. 1 Jam 30 Menit. Sudah, aku tidak bisa menawar.”

Untuk sesaat, sang manager terdiam. Detik kemudian, ia menarik nafas-nya dalam dalam dan … “1 Jam 45 Menit, aku sungguh membenci-mu.”

“Ahh.. terima kasih, Oppa~ ” ucap Ha Ni senang. Yeay! Akhirnya ia bisa bertemu Chan Yeol.

 

*** ***

 

Park Chan Yeol’s POV

Ahh.. apa yang harus kulakukan? Beberapa jam lagi, Jung Eun Ji benar benar akan pergi dengan Kim Myung Soo. Yeah~ walau Eun Ji sudah keluar sedari tadi, tapi …

“Ya ampun! Ya ampun! Ya ampun! Aku benar benar sudah gila!!” Teriak-ku yang benar benar frustasi.

Aku tidak tahu, perasaan apa yang sedang menyelimuti hati-ku ini. Tapi, ini sungguh keterlaluan karena aku mengharapkan 2 makhluk itu batal untuk pergi ke acara, euh.. akh! apapun itu. Haruskah aku menghampiri mereka?

Lalu,, kalau kau menghampiri mereka, apa yang akan kau lakukan setelahnya?

Benar, apa yang akan ku lakukan setelah sampai disana dan bertemu mereka? Aku bingung. Euh.. apa aku pukul Myung Soo sampai ia sekarat?

Yak! Apa yang akan dipikirkan orang orang, termasuk Eun Ji sendiri? Pikirkan itu!!

Benar. Mungkin, bisa saja, Eun Ji membenci-ku lagi. Tidak! Takkan kubiarkan. Akh!! Apa yang harus kulakukan?

“Tapi,, sebenarnya, perasaan apa yang telah memprovokasikan aku ini?” Pikirku heran.

Tak lama kemudian, terdengar suara bel apartemen-ku berdering. Euh.. siapa yang datang? Ibu? Tanpa menunggu lama, aku segera menghampiri pintu utama dan membuka pintu.

“Hai.. Chan Yeol-ah!!” Sapa seseorang disana dengan senyuman yang benar benae merekah.

“Ahn Ha Ni? Apa yang kau lakukan disini? Bukankah, kau punya jadwal hari ini?” Pekik-ku sedikit terkejut dengan kedatangannya.

“Yeah.. kau benar, tapi aku sudah menyelesaikannya. Jadi, jangan khawatir.”

“Apa aku menyebut kata khawatir tadi?”

“Huh.. kau!” Dan aku hanya terkekeh melihat wajah-nya yang kesal. “Yak!! Kau takkan mempersilahkan tamu-mu ini untuk masuk?” Ahh.. benar. Aku hampir lupa.

“Baiklah. Masuklah~ ”

“Terima kasih.” Dan setelah itu, Ha Ni memasuki apartemen-ku.

 

Skip Time

2 cangkir teh hangat di atas meja makan-ku. Yeah~ sudah 10 menit gadis ini disini, tapi tujuan ia datang kemari belum tersampaikan. Ahn Ha Ni,, tolong jangan buang buang waktu!

“Ha Ni-ah.. sebenarnya, apa yang membawa-mu kemari?” Tanya-ku yang benar benad tidak tahan.

“Ah.. Benar!” Pekik-nya tiba tiba dan berhasil membuat-ku tersentak. Aish! Kau mau cari mati, huh?! “Jadi, Agensi-ku telah mengkonfirmasi untuk konferensi pers akan diadakan Lusa Sore besok.”

“Ahh.. benarkah? Syukurlah mereka bisa mengambil tindakan dengan cepat.” Gumam-ku merasa lega. “Apakah aku bisa mengajak Eun Ji juga?”

“Untuk apa?”

“Untuk semakin memperkuat keyakinan orang orang. Bahwa, seorang Suami setampan diriku takkan selingkuh dari Pasangan-nya.” Ujar-ku.

“Ohh.. begitu?”

“Bagaimana? Apa aku bisa mengajaknya?” Tanya-ku lagi.

“Aku tak yakin. Tapi, aku akan mencoba berbicara dengan CEO-ku.”

“Yeah~ rundingkan bersama mereka.”

 

Author’s POV

Beralih pada Jung Eun Ji bersama Kim Myung Soo yang akan bersiap-siap untuk melihat Pentas Lawak malam ini. Huh~ benar benar tidak sabar untuk keduanya.

“Huh~ kenapa acara-nya tidak segera dimulai? Aku sungguh tidak sabar untuk melihatnya.” Ucap Eun Ji.

“Benar.. ” sahut Myung Soo setuju.

“Yak~ kau benar benar beruntung mendapatkan tiket ini secara cuma-cuma. Aku sungguh tak percaya.”

“Benarkah? Eum.. mungkin keberuntungan datang menghampiri-ku.” Timbal Myung Soo.

Tak lama lagi, acara akan segera dimulai keduanya-pun bersiap-siap untuk memasuki gedung tersebut sampai seseorang yang ada di dekat pintu utama menarik perhatian mereka.

“Anda ingin Pop Corn?” Tawar seorang wanita itu.

“Ada rasa apa saja?” Tanya Myung Soo.

“Keju, kacang, dan cokelat.”

“Euh.. kacang?” pekik Eun Ji, dan Myung Soo menyadari akan hal itu.

“Ahh.. benar, kau alergi terhadap kacang, ‘kan?” Tanya Myung Soo.

“Eum.. benar.”

“Tapi, aku suka kacang.”

“Tak apa, aku bisa beli rasa cokelat saja.” Ucap Eun Ji. “Tolong, kacang dan cokelat-nya satu.”

“Baik.”

“Euh.. biar aku saja yang bayar.” Ucap Myung Soo yang menyadari bahwa Eun Ji yang akan membayar Pop Corn-nya.

“Sudahlah.. anggap saja, sebagai ganti-nya, kau masakan aku masakan yang wakyu itu. Oke?” Ucap Eun Ji.

“Huh.. baiklah.” Gadis ini memang pecinta makanan.

Setelah membeli Pop Corn mereka pun memasuki gedung lalu duduk manis disana.

 

*** ***

 

Tic.. tic.. tic.. waktu menunjukkan pukul 20:30 PM. Sungguh, mati rasa atas kecemburuan yang membara. Ia tak pernah merasakan perasaan sebesar ini sebelumnya. Tapi, bagaimana bisa? Park Chan Yeol~ tenangkan dirimu!

“Baiklah.. kita cari kesibukkan yang lain.” Gumam Chan Yeol dan mulai mencari kesibukkan.

Dia sudah sendiri saat ini, karena beberapa saat yang lalu Ahn Ha Ni telah meninggalkan apartemen-nya.

“Baiklah.. dimulai dari mana?” Pikir Chan Yeol yang telah bertransformasi menjadi Asisten Rumah Tangga. Tunggu, bersih bersih? Di jam malam seperti ini?

“Mungkin dari dapur.”

Ia pun mulai beraksi. Ia mulai membersihkan setiap sudut dapur dengan teliti. Tak ingin ada 1 titik debu saja tertinggal disana.

Kemudian, Chan Yeol beralih pada ruang tengah. Sama halnya dengan dapur, ia benar benar membersihkannya dengan teliti. Bahkan, sangking teliti-nya, ia berkali-kali bersin karena hal itu.

“Ahh.. gadis itu memang tidak pintar membersihkan. Aish!!”

Berikutnya, kamar tidur. Ia benar benar menghilangkan semua debu dan kotoran yang ada. Ia benar benar benci tidak ada kebersihan. Itulah mengapa ia menjadi Dokter.

“Euh.. kapan foto ini datang?” Pekik Chan Yeol menyadari foto pernikahan-nya dengan Eun Ji telah terpajang di dinding.

Cukup besar, sampai berhasil membuat Chan Yeol tersenyum tidak jelas. Haha..

“Ahh! Aku memang sudah gila! Ya Tuhan!!” Teriak Chan Yeol frustasi lagi.

Tak lama kemudian, ponsel-nya berdering, seseorang menghubungi-nya. Jung Eun Ji?

“Yak!! Apa kau masih lama dengan Kim Myung Soo, huh? Kau benar benar lupa jati dirimu, ya? Kau sudah berstatus sekarang. Kau ingat?!” Ya ampun~ Chan Yeol bernafaslah. Ada apa dengan emosi-mu itu?

“Halo.. Chan Yeol,, ini aku, Kim Myung Soo.”

Apa? Siapa?

“Tunggu, bukankah ini ponsel Eun Ji? Kenapa kau … ?”

“Eun Ji masuk rumah sakit. Sekarang, ia dirawat.”

“Apa?” Pekik Chan Yeol terkejut mendengar apa yang baru saja ia dengar. “Apa Eun Ji kecelakaan? Apa yang terjadi padanya? Ia terluka banyak?”

“Alergi terhadap kacang-nya kembali kambuh. Tapi, sekarang ia tak apa.”

“Alergi?” Gumam Chan Yeol. “Aku akan segera kesana. Tolong, temani Eun Ji untuk sementara waktu.” Ucap-nya lalu ia segera menutup sambungan telepon dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.

 

*** ***

 

Sesampainya di rumah sakit, Park Chan Yeol segera mencari keberadaan Jung Eun Ji. Dan saat melihat sosok Kim Myung Soo, Chan Yeol segera menghampiri pria itu.

“Dimana Eun Ji?” Tanya Chan Yeol to the point.

“Eo.. kau sudah datang. Euh.. dia ada di ranjang pojok kanan sana.” Ujar Myung Soo, dan tak ingin membuang banyak waktu Chan Yeol segera menghampiri Eun Ji dengan perasaaan khawatir.

“Eun Ji-ah!!”

“Eo.. Chan Yeol,, kau.. ”

“Bagaimana keadaan-mu saat ini? Dan, rasa sakit apa yang kau rasakan? Gatal-gatal atau demam?”

“Hanya demam. Aku tak apa. Kau tak perlu khawatir.”

“Yak! Bagaimana bisa kau seceroboh ini, huh?”

“Bagaimana bisa aku tahu? Makanan kami tertukar, dan aku tak menyadari-nya.” jelas Eun Ji.

“Itulah kenapa kau bodoh, Jung Bodoh?”

“Apa?!”

“Teman-teman.. ” panggil Myung Soo mencairkan suasana. “Aku akan pergi.”

“Apa? Kau pulang sekarang?” Pekik Eun Ji.

“Ya.. sebentar lagi juga, restoran akan tutup. Jadi, aku akan pergi untuk melihatnya juga.” Ujar Myung Soo.

“Baiklah.. pergilah.” Ucap Chan Yeol acuh tak acuh, dan hal itu berhasil membuat Eun Ji menyikut-nya. “Apa?”

“Diam kau!” gertak Eun Ji. “Baiklah. Dan terima kasih karena telah mengantarkan-ku.”

“Ya.. tak masalah. Kalau begitu, aku akan pergi.” Ujar-nya dan detik kemudian, ia melangkahkan kaki untuk pergi.

“Kalau begitu, kita juga harus pergi.” Ujar Chan Yeol.

“Apa? Tidak, aku suka disini.” Ucap Eun Ji menolak.

“Aku yang tidak suka disini. Tahu?!”

“Lalu, kenapa kau jadi Dokter jika kau tidak suka rumah sakit, huh?”

“Aku bukan Dokter Rumah Sakit, tapi Dokter Klinik. Lagipula, aku tidak suka bau disini. Bau obat-obatan di rumah sakit terlalj berat. Aku tidak tahan.”

“Ohh.. ayolah~ 5 menit lagi. Bagaimana?”

“Yak! Kau kira ini rumah-mu apa? Seenak-nya sendiri saja.”

“Aku ini jarang sakit, jadi takkan pernah merasakan nyaman-nya tempat setenang ini.”

“Jung Eun Ji.. ini bukan rumah, hotel, ataupun bukit.” Ucap Chan Yeol yang benar benar kesal. “Jadi, mari kita pulang sekarang!” Lanjut-nya dan menarik pelan tangan Eun Ji.

“Ahh.. kau ini!!” Dan dengan terpaksa, Eun Ji menuruti perkataan Chan Yeol.

 

*** ***

 

Kim Myung Soo yang dalam perjalanan pulang, kembali memikirkan Pasangan itu, Park Chan Yeol dan Jung Eun Ji. Huh~ mungkin, benar apa yang dikatakan oleh Bang Min Ah bahwa kita takkan pernah tahu bagaimana rencana Tuhan untuk kedepannya. Dan jika mereka memang Pasangan yang ditakdirkan untuk bersama, ia benar benar menjadi seorang yang jahat yang menginginkan seorang gadis yang amat ia cintai.

Kim Myung Soo.. yeah~ kau memang harus sadar mulai sekarang, bahwa mungkin Tuhan berkehendak lain jika ia memang tak dapat bersama Eun Ji.

 

*** ***

 

Kembali pada Park Chan Yeol dan Jung Eun Ji yang telah berada di mobil mereka. Detik berikutnya, Chan Yeol memasangkan salbet Eun Ji, dan hal itu berhasil membuat Eun Ji sedikit terkejut.

“Kau benar benar harus membuat dirimu nyaman di dalam mobil.” Ujar Chan Yeol yang kemudian memasang salbet untuknya sendiri.

Singkat cerita, mereka dalam perjalanan pulang saat ini. Namun selama di perjalanan, salah satu dari mereka tidak ada yang membuka suara. Hanya Chan Yeol yang fokus pada jalanan malam, dan Eun Ji yang fokus pada wajah Chan Yeol?

“Sedari tadi, kau terus menatapku. Apa ada yang ingin kau katakan?” Ucap Chan Yeol memecah keheningan.

“Tidak juga.” Ucap Eun Ji cuek, lalu mengalihkan pandangannya kearah lain. Sedangkan Chan Yeol, kembali terkekeh.

“Aku benar benar khawatir saat Myung Soo menghubungi-ku. Aku pikir, sesuatu terjadi padamu. Tapi, ternyata hanya alergi.” Ujar Chan Yeol.

“Yak! Kau kira alergi ini tidak membuat-ku sakit apa? Aku bahkan merasa seperti ada serangga serangga menggerogoti tubuh-ku. Ya ampun~ ” ujar Eun Ji.

“Tapi, kau juga memeriksakan keadaan bayi itu, bukan?” Tanya Chan Yeol.

“Eo.. tentu.” Ucap Eun Ji. “Karena aku hanya alergi yang menyebabkan tubuh-ku sedikit demam, itu tak masalah untuk kesehatan bayi ini.”

“Ah.. syukurlah.” Gumam Chan Yeol.

“Apa kau menunggu kelahiran bayi ini?” Tanya Eun Ji tiba tiba.

“Jika kupikir-pikir sampai saat ini, walau memang tak pernah mengharapkan hal ini terjadi, tapi aku menunggu. Menunggu tangisannya seorang bayi.” Ucap Chan Yeol.

Eun Ji diam. Sejujurnya, ia juga menunggu lahirnya bayi ini. Tapi, entah kenapa, rasa kegengsi-annya kembali muncul.

 

THE NEXT 5 MONTHS – Jung Eun Ji’s POV

Sudah 5 bulan lebih kami berada di 1 atap yang sama dan selama itupun kami bisa menjaga hubungan kontrak ini dengan baik. Pertama, kontrak untuk hubungan sebagai sepasang kekasih, dan kedua, kontrak untuk hubungan sebagai suami-istri. Aku menyadari bahwa hubungan kami tidak pernah serius.

Namun, entah kenapa, aku merasa seperti ada banyak hal yang berubah. Dari sikap Park Chan Yeol yang semakin memperhatikan-ku, aku bertanya kenapa ia seperti itu, ia tak menjawab. Kim Myung Soo, yang hanya beberapa kali saja aku bertemu dengannya, kali ini aku benar benar tidak tahu. Dan Ahn Ha Ni, yang benar benar melepaskan Chan Yeol dan kembali menjalani hubungan pertemanan dengan Chan Yeol.

Ahh.. 5 bulan yang lalu, Chan Yeol mengajakku ke konferensi pers atas scandal Ahn Ha Ni. Aku benar benar terkejut bahwa ternyata pria yang dirumorkan dengan Ha Ni adalah Chan Yeol. Dan alasan mengapa Chan Yeol mengajakku untuk menjadi ‘barang bukti’ bahwa ia telah memiliki seorang Istri dan takkan pernah berpaling dariku. Aku semakin terkejut.

Tapi, aku tak peduli. Semua juga takkan berubah bahwa 4 bulan lagi, kami benar benar akan mengakhiri pernikahan ini setelah Park Jun Ho, nama anak yang diberikan oleh keluarga kami, lahir ke dunia yang kejam ini.

 

To Be Continue … … …

22 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Marriage Without Love (Chapter 9)”

  1. waahhh seruuu bnaget nget ngeet, maaf aku sebagai readers, pembaca setia baru bisa komen sekarang. pokoknya bagus deh. ditunggu next chapter nya. jangan lama lama ya thor. dah baper duluan nih

  2. Selama ngejalanin 4 bulan itu mereka ga ngerasain apa apa emaang? Engga makin cinta gituu?? Engga nyadar sama perasaan yg ada? Eunji juga pasti makin cinta kan sama chanyeol. Kan emang dari awal nikah dia udah seneng sama chan tapi kehalang rasa benci aja kaan?
    Ah molla. Ditunggu kelanjutannya pokoknyaa hehehe. Dan ditunggu banget sweet momentnya merekaa hehehe

  3. Wuah…. udah makin gede aja tuh ntar perut Eun Ji… tp gmna dg perasaan Chanyeol ke Eun Ji??? Emang Chanyeol mau pisah sama Eun Ji?? Lanjut ya kakak.. makasih…

  4. Cieee park jun ho, belum lahir aja udahh dikasik nama, mereka itu saling cinta sebenernya tapi gengsi aja mereka buat ngakuin, seharusnya cy itu pastiin dong perasaan nya ke eun ji kan jadinya gak saling ngira gitu lo, ngira cy gak suka lahh sama eun ji atau eunji gak suka lahh sama cy, udahh buruan nyatain biar gak nyesel trus happily ever after

Tinggalkan Balasan ke yulipus Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s