[EXOFFI FREELANCE] Dream (Chapter 7 : Sweet Morning)

DREAM - CHAPTER 5 (1)

DREAM – CHAPTER 7

[SWEET MORNING]

 
Author: Azalea
Cast : Bae Suzy (Miss A), Byun Baekhyun (EXO), Kim Myungsoo (Infinite)
Genre : Romance, Sadness.
Rating : +17
Length : Chapter
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita DREAM. Jangan plagiat, ataupun me re-upload ff ini tanpa sepengetahuanku.

 

Cerita Sebelumnya : CHAPTER 1 ( DREAM ) -> CHAPTER 2 (REAL?) -> CHAPTER 3 (DEJA VOO) -> CHAPTER 4 (FATE) -> CHAPTER 5 (설레다 [ SEOLLEDA – BERDEBAR ]) – > CHAPTER 6 (LOCKVOGEL – PEMIKAT)

 

Bau wangi dari roti yang dipanggang memenuhi penthouse tersebut, membuat salah satu penghuninya yang sedang tidur di kamar utama langsung terbangun dari mimpi indahnya. Dengan mata tertutup, dia meraba-raba tempat tidur di samping kirinya itu seperti sedang mencari-cari sesuatu.

Seakan mendapat jawaban dari apa yang dicarinya, dengan malas dia membuka matanya untuk memastikan jawaban itu. Keningnya mengkerut saat melihat tempat tidur itu sudah kosong. Tidak ada orang yang sedang dicarinya itu.

Dengan malas, dia bangkit dari tidurnya. Kemudian berjalan gontai menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Setelah membasuh wajahnya, dia segera mengambil sebuah jubah mandi untuk menutupi tubuhnya.

Untuk saat ini, dirinya merasa lebih segar walaupun belum mandi. Tapi setidaknya dia tidak terlihat sangat kusut karena habis bangun tidur dan kegiatannya hampir semalaman itu. Dengan perasaan penasaran, dia keluar dari kamar tersebut untuk menuju ke arah sumber wangi dari roti yang sedang dipanggang tersebut.

Dengan melintasi ruang keluarga yang besar, dia akhirnya sampai di bagian dapur dari penthouse ini. Wajahnya menampilkan sebuah senyuman tatkala melihat seseorang yang dicarinya sedang berkutat dengan masakan yang ada di depannya.

Merasa ada yang memperhatikan kegiatannya, Baekhyun, orang yang ditatap Suzy dari tadi, segera mengalihkan pandangannya untuk menatap Suzy balik. Saat tatapan mata mereka bertemu, sebuah senyuman bahagia tercetak jelas di wajahnya.

Ya, saat ini Baekhyun sedang memasak sebuah roti panggang untuk sarapan mereka. Suzy yang melihat Baekhyun sedang memasak sarapan untuknya itu, merasa sangat bahagia. Tidak pernah terpikirkan olehnya, jika Baekhyun bisa memasak seperti sekarang ini.

Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Suzy kemudian berjalan menuju meja bar yang menghadap langsung ke arah tempat memasak. Lalu Suzy duduk di salah satu kursi yang ada di sana untuk kembali mengamati setiap pergerakan Baekhyun yang menurutnya saat ini dia sangat keren.

Sebelah tangan Suzy dijadikan tumpuan olehnya untuk lebih dalam mengamati kegiatan Baekhyun tersebut. Setelah merasa cukup untuk saling bertatapan, Baekhyun pun kembali melanjutkan kegiatan memasaknya, masih dengan diamati lekat oleh Suzy.

Saat ini Baekhyun hanya mengenakan sebuah kaos abu-abu dengan sebuah celana pendek, dan sebuah apron masak warna merah dengan motif polakdot untuk menutupi kaosnya agar tidak terkena kotoran.

Setelah menyelesaikan masakannya, Baekhyun pun mematikan kompor, lalu melepaskan apron masak itu dari tubuhnya. Kemudian menaruh roti panggang buatannya itu di atas piring. Beberapa potong bacon panggang juga disajikan bersamaan dengan roti tersebut.

Lalu Baekhyun berjalan ke arah Suzy dengan membawa sepiring roti panggang dan beberapa potong bacon panggang dan juga segelas coklat panas. Kemudian meletakkannya di meja bar tepat di depan Suzy.

Sebuah senyuman tidak pernah lepas dari bibir keduanya. Baekhyun pun berjalan menghampiri Suzy dan berdiri di tengah-tengah kaki Suzy yang sedang duduk di kursi bar tersebut, membuat Suzy mengangkangi tubuh Baekhyun. Tinggi kursi bar tersebut membuat wajah mereka berdua sejajar.

Baekhyun merangkulkan tangannya pada pinggang Suzy, membuatnya tidak memiliki jarak sama sekali. Sedangkan Suzy sendiri, melingkarkan tangannya pada leher Baekhyun. Seakan tahu kejadian selanjutnya, Suzy pun segera menutup matanya tatkala wajah Baekhyun hanya berjarak beberapa senti lagi dari wajahnya.

Ciuman selamat pagi Baekhyun berikan pada Suzy, yang awalnya lembut berubah menjadi menggebu-gebu. Tapi kegiatan mereka itu harus terhenti saat Baekhyun mendengar suara seseorang yang sedang menggerutu dengan suara yang begitu keras. Baekhyun pun melepaskan rangkulan tangannya pada pinggang Suzy begitu melihat siapa yang datang ke penthousenya itu.

Omoo…” ucapnya kaget saat melihat pemandangan Baekhyun dan Suzy di depan meja bar.

“Tae oh-ya, kau tidak boleh melihatnya!” ucapnya lagi sambil menutupi mata dari bayi yang sedang di gendongnya.

“Kau sudah datang?” tanya Baekhyun begitu santai pada orang yang sudah memergokinya sedang melakukan hal-hal yang tidak senonoh dengan Suzy.

Sedangkan Suzy sendiri segera menghadapkan wajahnya ke arah lain agar wajah malunya tidak terlihat oleh seseorang yang sedang memergokinya dengan Baekhyun itu. Sungguh dirinya sekarang ini sangat malu pada Kai, tangan kanan Baekhyun.

“Kau membawanya?” tanya Baekhyun lagi sambil berjalan ke arah Kai dengan santainya, mengabaikan tatapan terkejut dan heran dari sahabatnya itu.

Annyeong Theo-ya…” sapa Baekhyun sambil tersenyum ramah pada bayi yang ada digendongan sahabatnya itu.

Tae oh atau Theo hanya bisa tersenyum manis sebagai jawaban atas sapaan Baekhyun padanya. Maklum saja, Tae oh belum bisa berbicara karena umurnya baru 7 bulan. Tae oh merupakan anak Kai, dan Baekhyun sangat menyukai Tae oh. Apalagi dengan pipi chubinya itu.

“BA-gai-mana bisa…? Ka-lian…?” tanya Kai sambil terbata-bata saat menyadari situasi sekarang ini. Pandangannya bergantian pada Baekhyun kemudian ke Suzy, begitu lah seterusnya. “NEO…!!” ucapnya menggantung tidak percaya pada Baekhyun, dan hal itu membuat Suzy semakin bertambah malu saja.

Wae?” tanya Baekhyun tidak kalah jengkel pada sahabatnya itu.

Jjinja…” lanjut Kai masih tidak melanjutkan perkataannya itu. “Jadi kau menyuruhku membawa baju Nayeon untuknya?” tanya lagi pada Baekhyun sambil menunjuk Suzy.

Eoh, Suzy tidak membawa baju ganti, dan tidak memungkinkan dia berangkat kerja ke kantor dengan menggunakan pakaianku. Jadi aku bermaksud membeli salah satu baju Nayeon. Lagi pula, jam segini belum ada butik yang buka. Sekarang kau mengerti?” jelas Baekhyun membuat Kai hanya bisa membulatkan matanya.

Sie verrückt.” Umpat Kai pada Baekhyun dan hanya dibalas dengan sebuah seringaian khas Baekhyun sebagai jawaban atas umpatan Kai padanya.

Hast du nicht schon weiß, ja ich bin schon verrückt. (Bukankah kau sudah tahu, Ya, aku memang sudah gila)” Jawab Baekhyun santai, kemudian mengambil tas kertas yang berisi pakaian Nayeon, istri Kai.

“Sampaikan ucapan terima kasihku padanya.” Lanjut Baekhyun lagi sambil berjalan ke arah Suzy yang hanya duduk diam di kursi bar, tidak berani menatap Kai.

“Aku harap ini pas di badanmu.” Ucap Baekhyun sambil menyerahkan tas kertas itu pada Suzy, dan Suzy segera saja menerimanya tanpa banyak bicara. Tanpa Suzy duga, Baekhyun mengecup cepat pelipisnya sebelum kembali berjalan melewatinya.

Kai yang melihat hal itu, hanya bisa kembali menampakan wajah terkejutnya seperti orang bodoh. Baekhyun memang tidak pernah main-main dengan ucapannya. Ketika dia mengucapkan bahwa Suzy adalah wanitanya, dan itu memang benar, bahwa Suzy sudah menjadi wanitanya, melupakan statusnya dengan pria lain.

Kai benar-benar melupakan sifat Baekhyun yang satu ini. Bodoh. Rutuk Kai pada dirinya sendiri. Kemudian ruangan itu menjadi hening kala Baekhyun tidak ada di sana. Suzy bingung mau berbicara apa pada Kai, karena dia sama sekali tidak mengenal Kai.

Ditambah lagi, semalam dia ketahuan oleh Kai sedang makan malam dengan Myungsoo dan paginya dia ketahuan sedang berbuat yang tidak-tidak dengan Baekhyun di penthousenya Baekhyun. Bukankah itu sudah menjelaskan betapa dia sangat murahannya, dilain waktu bersama laki-laki lain, dan di waktu yang berbeda juga sedang bersama laki-laki yang berbeda.

Sama seperti Suzy, Kai juga bingung mau berbicara apa. Rasanya sangat canggung. Untuk mengalihkan rasa canggung itu, Kai malah bermain-main dengan Tae oh yang ada di gendongannya, sampai akhirnya Suzy mengeluarkan suaranya untuk memecahkan keheningan itu.

“Kau sudah sarapan? Kalau belum, kita bisa sarapan bersama.” ucap Suzy gugup sambil memberanikan diri menatap Kai yang berdiri tidak terlalu jauh dari tempat duduknya itu.

“Hm, tidak. Terima kasih. Aku yakin Baekhyun tidak akan suka jika aku makan satu meja denganmu. Dia itu sangat overprotektif.” Tolak Kai sambil sedikit bergidik ngeri membayangkan Baekhyun akan marah jika dia mendekati Suzy.

Mendengar penjelasan Kai itu, membuat Suzy hanya bisa tersenyum malu ke arah Kai. Kemudian mereka terdiam lagi selama beberapa saat.

“Berapa umurnya?” tanya Suzy lagi pada Kai.

“Tae oh?” tanya Kai sambil menunjuk ke arah anaknya yang sedang digendongnya seperti kangguru itu. Suzy hanya menganggukan kepalanya untuk menjawab Kai, dan Kai pun mengerti apa yang dimaksud oleh Suzy itu.

“Ah, Tae oh baru 7 bulan jalan.” Jawabnya sambil sedikit mengacak kepala Tae oh yang masih sedikit botak karena rambutnya yang belum tumbuh banyak.

Kyeopta.” Ucap Suzy sambil memperhatikan Tae oh dari kejauhan. Kai yang mendengar ucapan Suzy itu hanya bisa tersenyum menanggapinya.

“Bolehkah aku menggendongnya?” tanya Suzy lagi begitu antusias.

“Tentu.” Jawab Kai.

Kemudian Suzy melangkahkan kakinya menuju tempat berdirinya Kai. Lalu begitu Suzy ada di hadapan Kai, Kai menyerahkan Tae oh pada gendongan Suzy. Wajah Suzy tidak pernah berhenti tersenyum senang saat Tae oh ada di gendongannya.

Cantik. Pantas saja Baekhyun mau jadi simpanan wanita di hadapannnya ini, karena siapapun yang melihat senyumannya itu pasti akan langsung jatuh cinta padanya. Pikir Kai sambil mengamati Suzy yang sedang menggendong Tae oh.

Ternyata setelah mereka bercengkrama sedikit, pikiran negatif tentang lawan bicaranya masing-masing itu hilang entah ke mana. Walaupun Suzy baru mengenal Kai, tapi dirinya seperti sudah berteman lama dengannya. Begitu juga dengan Kai, dia merasa sangat nyaman saat berada di dekat Suzy. Tapi nyaman di sini dapat diartikan nyaman sebagai sahabat. Bukan yang lain.

“Ehm…” dehem Baekhyun mengalihkan perhatian Kai dan Suzy untuk menatapnya. Melihat Suzy yang sedang tersenyum bahagia ke arahnya, membuat Baekhyun yang tadinya terbakar api cemburu mau tidak mau membalas senyuman wanita yang sudah membuatnya gila itu.

Igeo…” ucap Baekhyun sambil menyerahkan sebuah cek kepada Kai begitu dia berdiri di antara Suzy dan Kai. Kemudian, dengan posesif, dia merangkulkan tangannya pada pinggang Suzy, membuat tubuh Suzy menempel pada tubuhnya lagi.

Sebenarnya hal ini Baekhyun lakukan untuk mempertegas Suzy sebagai miliknya di hadapan Kai. Dan secara tidak langsung memperingatkan Kai agar menjauh dari Suzy. Kai yang mengerti apa maksud dari perlakuan Baekhyun pada Suzy itu hanya bisa memutarkan mata jengah.

“Apa ini?” tanya Kai mengambil kertas cek yang disodorkan Baekhyun padanya itu. “Mwo??” ucapnya begitu terkejut melihat nominal angka yang ada di kertas itu sambil membulatkan matanya terkejut.

“Itu untuk membayar pakaian Nayeon.” Jawab Baekhyun ringan.

“Kau ingin membuat Nayeon membeli pakaian sebutik?” tanya Kai masih terkejut.

“Aku tidak menyuruhnya membeli pakaian sebanyak itu. Tapi kalau dia mau menggunakan uang itu untuk membeli pakaian sebutik, aku tidak merasa keberatan sedikit pun.” Jawab Baekhyun yang kembali membuat Kai semakin membulatkan matanya.

Sie wirklich verrückt (Kau benar-benar gila). Kau tahu sendiri, baju Nayeon itu tidak semahal ini.” Jawab Kai sedikit kesal dengan jawaban Baekhyun itu.

“Aku tahu. Aku hanya ingin berterima kasih padanya.” Jawab Baekhyun lagi.

“Tapi tidak dengan sebanyak ini!” balas Kai kesal.

“Aku tidak peduli. Pokoknya kau harus memberikan itu pada Nayeon. Sampai jumpa lima belas menit lagi di basement.” Ucap Baekhyun sambil meninggalkan ruangan itu.

Kai hanya bisa melongo tidak percaya pada sahabatnya itu. Selalu saja seenaknya. Baekhyun mengabaikan tatapan kesal dari Kai dan tetap melangkahkan kakinya menuju kamarnya berada untuk siap-siap pergi ke kantor.

Neo!!” ucap Kai begitu emosi saat menyadari perintah dari Baekhyun padanya.

Aiisshh, jinjjaa…aku bisa gila.” Umpatnya pada orang yang sudah tidak ada di ruangan itu. “Ayo Tae oh-ya, kita harus segera pulang karena appa harus berangkat kerja.” Ajaknya pada Tae oh yang ada di gendongan Suzy.

Dengan sedikit paksaan, Tae oh diambil dari gendongan Suzy dan itu membuatnya menangis. Suzy sebenarnya sedikit tidak rela saat Tae oh di ajak paksa Kai untuk pulang, dan Suzy tidak bisa berbuat apa-apa.

“Biar aku saja yang mengantarkan Tae oh pulang. Kau tinggal di gedung ini juga kan?” tawar Suzy saat Tae oh tidak berhenti menangis juga.

“Apa itu tidak merepotkanmu?” tanya Kai tidak yakin, tapi Tae oh terus meronta ingin kembali ke gendongan Suzy.

“Aku tidak keberatan sama sekali. Berapa nomor apartemenmu?” jawab Suzy.

Kemudian Kai, terlihat berpikir sebentar, apa dia akan menyerahkan Tae oh pada Suzy atau memaksanya pulang.

“Lagi pula aku harus bertemu langsung dengan istrimu karena sudah berbaik hati memberikan bajunya padaku.” Bujuk Suzy lagi pada Kai.

“Baiklah. Aku titip Tae oh padamu.” Ucapnya menyerah sambil menyerahkan Tae oh lagi pada Suzy.

Wajah Suzy langsung berubah senang lagi. Begitu juga dengan Tae oh yang berhenti menangis. Kemudian Tae oh sedikit memain-mainkan ujung rambut Suzy.

“Tae oh-ya, appa pulang dulu, ne? Kamu jangan menyusahkan imo, arrachi?” tanyanya pada Tae oh yang masih belum mengerti apa-apa.

“Aku pulang.” Ucapnya pada Suzy. “Tae oh pintar sekali memilih imo yang cantik dari pada ayahnya sendiri.” Gerutu Kai yang masih kedengaran oleh Suzy. Kemudian Suzy tersenyum ke arah Tae oh, dan Tae oh pun membalas senyuman Suzy.

“Jangan khawatir, akan aku pastikan Tae oh pulang dengan selamat.” Teriak Suzy begitu Kai sudah sedikit menjauh.

“Tae oh-ya, kamu sudah makan?” tanya Suzy pada Tae oh yang hanya ditanggapi dengan senyuman polos dari Tae oh.

“Ah, matta. Aku lupa tanya berapa nomor apartemennya! Bodoh!” gerutu Suzy saat ingat Kai belum menjawab pertanyaannya tentang nomor apartemennya.

“Sepertinya aku harus bertanya pada Baekhyun.” Ujarnya lagi, kemudian menatap Tae oh. “Benarkan Tae oh-ya?” tanya pada Tae oh dan Tae oh hanya menatap Suzy polos.

“Mari kita cari Baekhyun samchon.” Ujar Suzy lagi pada Tae oh, mencoba mengajak Tae oh berbicara.

Kemudian Suzy berjalan menuju kamar Baekhyun berada untuk mencari keberadaan Baekhyun. Dan begitu dia memasuki kamar tersebut, terlihat Baekhyun sedang berusaha mengkancingkan kancing kemejanya di depan sebuah cermin besar.

Tanpa sengaja pandangan mata mereka bertemu, dan Baekhyun sedikit mengkerutkan keningnya saat mendapati Tae oh masih di gendongan Suzy. Baekhyun terus menatap Suzy heran dari arah cermin besar itu.

Dengan perlahan, Suzy melangkahkan kakinya untuk memasuki kamar tersebut dengan pandangan mata mereka yang tidak lepas walaupun dengan perantara cermin. Suzy meletakkan Tae oh di tempat tidur Baekhyun.

Setiap gerakan Suzy itu tidak pernah lepas dari tatapan mata Baekhyun lewat cermin. Setelah meletakkan Tae oh, Suzy pun berjalan menghampiri Baekhyun yang hanya berdiri menatapnya. Setelah mereka tidak memiliki jarak lagi, Suzy memutar pundak Baekhyun agar menghadapnya langsung.

Dengan cekatan Suzy, mengkancingkan kancing kemeja Baekhyun yang belum sempat Baekhyun kancingkan. Kemeja putih itu melekat sempurna pada tubuh Baekhyun. Setelah mengkancingkan semua kancing kemeja Baekhyun, Suzy mengambil salah satu dasi Baekhyun yang berada di lemari pakaian Baekhyun.

Dasi yang dipilih Suzy berwarna abu-abu dengan motif garis-garis berwarna ungu. Kemudian Suzy menyimpulkan ikatan dasi Baekhyun. Baekhyun yang mendapatkan perlakuan manis dari wanitanya ini hanya bisa tersenyum bahagia. Sungguh, dia sangat bahagia.

Jja…” ucap Suzy saat dirinya sudah selesai membantu Baekhyun memakaikan jasnya yang berwarna biru dongker itu. Kemudian dia sedikit merapihkan ikatan dasinya, lalu mengusap lembut tubuh bagian atas Baekhyun untuk merapihkannya lagi.

Sie sind sehr hübsch (Kau sangat cantik)” ucap Baekhyun sambil menatap Suzy dalam.

“Hm?” tanya Suzy seakan tidak yakin dengan pendengarannya itu.

Ich fiel wirklich in dich verliebt (Aku benar-benar jatuh cinta padamu).” Ucap Baekhyun lagi.

Mendengar pengungkapan Baekhyun padanya membuat Suzy tersenyum malu. Entah kenapa dia bisa mengerti apa yang diucapkan Baekhyun padanya itu. Padahal sebelumnya, Suzy tidak pernah belajar bahasa negara lain, selain Inggris dan Jepang.

Tapi ketika Baekhyun berbicara dalam bahasa Jerman, Suzy dapat memahaminya. Suzy tidak tahu harus menjawab apa semua perkataan Baekhyun padanya itu, membuatnya hanya diam sambil sedikit meremas ujung jas Baekhyun saat Baekhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Suzy.

Selama beberapa saat mereka hanya berciuman mesra, melupakan keberadaan Tae oh yang juga berada di kamar tersebut sedang memperhatikan adegan dewasa yang disuguhkan oleh samchon dan imonya itu. Mereka terlalu hanyut pada hasrat masing-masing. Sampai Baekhyun dengan terpaksa melepaskan tautan mereka, kemudian menyatukan kening mereka.

Deru nafas memburu saling bersahutan dari kedunya. Tanpa terasa tangan Suzy sudah melingkar sempurna di leher Baekhyun, dan tangan Baekhyun pun sudah melingkar di tubuh Suzy. Mereka benar-benar tidak memiliki jarak sedikitpun.

Sein mine forever (jadilah milikku selamanya)” ucap Baekhyun dengan suara seraknya sambil memejamkan matanya.

Ich habe Ihre werden (Aku sudah menjadi milikmu)” jawab Suzy pada Baekhyun.

Setelah mengucapkan itu Suzy langsung membuka matanya karena terkejut dengan perkataannya sendiri. Begitu matanya terbuka, Suzy langsung di hadapkan pada tatapan mata tajam dari orang yang sedang memeluknya itu. Tapi tatapan mata tajam itu selalu tersenyum di saat bersamanya.

Kemudian Baekhyun mendekatkan lagi wajahnya tapi tidak sampai menutup mata, karena dia ingin melihat lebih dalam lagi pada wanita yang sudah membuatnya gila ini. Begitu tinggal beberapa senti lagi untuk menyatukan bibir mereka, sebuah tangisan dari Tae oh menggema di kamar itu.

Hal itu membuat Baekhyun mengurungkan niatnya, dan membuang nafas dalam untuk menenangkan dirinya yang sedikit kesal karena kegiatannya terganggu oleh suara tangisan seorang bayi.

Hal berbeda justru ditunjukkan Suzy, begitu dia mendengar Tae oh menangis, dengan sekuat tenaga dia melepaskan pelukan Baekhyun dan segera menghampiri Tae oh.

Suzy langsung menggendong Tae oh saat dia sudah berada di dekat tempat tidur. Suzy menepuk-nepuk punggung Tae oh untuk menenangkan Tae oh. Sedangkan Baekhyun hanya mendengus jengkel.

Arraseo, arraseo. Maafkan samchon dan imo yang sudah mengabaikanmu, eoh?” ucap Baekhyun ikut menghampiri Suzy dan Tae oh yang berada di dekat tempat tidur.

“Aku pergi dulu. Kau bisa pergi bekerja dengan menggunakan salah satu mobilku atau memesan taksi.” Ucap Baekhyun berpamitan sambil mengecup kening Suzy dan Tae oh lembut secara bergantian.

“Kau sudah mau berangkat bekerja?” tanya Suzy sambil mengikuti Baekhyun yang berjalan meninggalkan kamar tidurnya itu.

“Hm…pagi ini aku ada meeting penting dengan salah satu kolegaku dari Cina.” Jawab Baekhyun.

“Kau tidak sarapan dulu?” tanya Suzy lagi masih mengikuti Baekhyun.

“Tidak. Aku tidak terbiasa untuk sarapan. Lagi pula, jadwal meeting kali ini bersamaan dengan sarapan pagi bersama. Jadi mungkin aku akan sarapan di luar.” Jawab Baekhyun saat mereka sudah di ruang tamu.

Kemudian Baekhyun membalikkan tubuhnya untuk menghadap Suzy saat orang yang sedang diajak bicaranya itu tidak menanggapi ucapannya. Begitu Baekhyun membalikkan badan, wajah Baekhyun langsung tersenyum saat melihat raut wajah kecewa yang Suzy tunjukkan padanya.

Kemudian Baekhyun, mendaratkan sebuah kecupan lembut pada bibir Suzy yang sedang cemberut padanya itu, dan Baekhyun juga sedikit menggigit gemas bibir yang sudah menjadi candunya itu. Perlakuan tiba-tiba Baekhyun ini membuat Suzy membulatkan matanya karena terkejut.

“Jangan cemberutkan bibirmu itu, atau aku akan membuatnya bengkak saat itu juga.” Ancam Baekhyun pada Suzy saat dia sudah melepaskan tautan bibir mereka.

Hal itu membuat wajah Suzy merona malu. Dia tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh seorang pria pun, termasuk Myungsoo, tunangannya sendiri. Tapi hal berbeda selalu Baekhyun lakukan padanya, membuatnya merasa dicintai, dihormati, dipuja, dijaili secara bersamaan.

Ich ging , werde ich Sie heute Abend sehen , lieber. (aku berangkat, sampai bertemu lagi nanti malam, sayang).” Ucap Baekhyun sebelum menutup pintu utama dari penthouse ini.

Sepeninggal Baekhyun, Suzy hanya bisa memandang kosong pada daun pintu utama yang tertutup itu. Tapi wajahnya terus tersenyum. Suzy tidak pernah mendapatkan suasana pagi yang seperti ini.

Suasana yang begitu romantis, berdebar, jengkel, malu, dan yang paling utama adalah berbunga-bunga dan itu karena satu orang saja, yaitu Byun Baekhyun. Pria yang sudah berani-beraninya mencuri hati Suzy dari seorang Myungsoo. Tapi Suzy juga sangat menyukainya, walaupun ia tahu, semua ini adalah salah.

 

~ tbc ~

 

Aku harap kalian yg masih di bawah umur, sebelum membaca ff ku ini memperhatikan rating yg aku buat. Tidak memaksakan diri untuk membacanya, karena itu akan bahaya bagi kalian. Ff ini penuh dengan adegan dewasa yg walaupun aku menuliskannya secara tersirat, tapi aku harap kalian tidak membacanya jika kalian belum dewasa.

Maafkan aku jika aku tidak bisa membuat ff yg tidak bergenre dewasa. Mungkin dikarenakan aku bukan anak kecil lagi, walaupun sebenarnya aku bisa saja membuat ff yg tidak penuh dengan adegan dewasa.

Sekali lagi, aku peringatkan kalian yg masih di bawah umur untuk meninggalkan ff ku yg berjudul “DREAM” ini sekarang juga!

Terima kasih.

See you :*

Regards,

Azalea

 

43 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Dream (Chapter 7 : Sweet Morning)”

  1. Yaampun udah lama gak mampir ke blog ini, eh trnyata dreamnya udah dilanjut jdi ketinggalan deh huhuhu~
    Dicahpter ini sukses bikin senyum2 sendiri baca moment baekzy ^^
    Makin kesini makin gak tega sama myungsoo oppa huaaaaaa
    Tpi baekzy makin so sweet aja, jdi pengen mereka bersama kkkk~
    Nextttt~

  2. Akhirnya setelah sekian lama gak mampir ke blog ini, trnyata dreamnya udah dilanjut huhu ketinggalan dehh
    Yaampun kok mereka makin mesra aja sihh, jdi gak tega sama myungsoo oppa huaaaaaa 😥
    Tpi moment2 baekzynya sumpah bikin senyum2 sendiri kkkkkk~
    Nextttttt 😀

  3. Hahaha… untunglah aq sdh di atas umur bkn dibwah umur lg. 😀
    Btw itu nasibnya Tae oh gmn? Bukannya Suzy belum tau no apartment Kai??

  4. Baru nemu ff ini dannn lgsg baca sampe chap ini wkekeke. Intinya ff ini seruuu parahh, alurnya rumit ditebak klo kata aku… soalnya yg chap 1-3 itu kyk antara mimpi dan nyata dijadiin 1 gt, seru dan susah ditebak kelanjutannya kyk gmn. SOOO LANJUT NEXT CHAP YAA. SEMANGAATTTT

  5. Hem, aku pikir suzy bakal jaga jarak sama baekhyun.
    Mereka cinta banget, sampe lumpa ada bayi oranng
    Baekhyun mau maunya jadi cowok simpenan, baru tau, biasa nya kan cewe simpenan hahha

  6. Akhirnya di post jugaaaaa! Makin seru ajaaa makin gemesin aja makin rumit aja ya. Jd ngebayangin kai udh punya anak *salah fokus* ditunggu kelanjutannya uniiee!

  7. Yeeeee ada tae oh nongol di chap inii. Dan jadi anaknya kai hihihi. Suka banget laahhh~

    Terusan itu suzy belom jadi nanya nomer apartementnya kai kaan? Lah terus nasib taeoh gimana doong?

  8. Daebak. Makin kesini makin keren. Tapi aku tetep ngerasa ada yg slh. Ini nmanya perselingkuhan. Adug kasian myungso nya. Kim myungso ama aku aja deh kalau gitu.
    Hehehe

  9. Hahaha,, pagi2 aku udh senyum2 iri ngebaca cerita mereka berdua,, pengennya punya pacar kyk baekhyun 😂😂😂
    Tapi gmn sm taeoh Suzy lupa lg nanya sm baekhyun Karena terlalu ask sm kegiatan mereka sendiri 😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s