[Chaptered] Heart Attack (9th Chap) | by L.Kyo

3. heart-attack

Title: Heart Attack | Author: L.Kyo♪ [ @ireneagatha ] | Artwoker: Keyunge Art | Cast: Jung Hyerim (APink), Byun Baekhyun (EXO), Do Kyungsoo (EXO) | Genre: Drama, Romance, Comedy | Rating: PG-17 | Lenght: Chaptered | Disclamer: This story is mine. Don’t plagiarize or copy without my permission.

 

[ http://agathairene.wordpress.com/ ]

 

Prev:: [1st Chap] [2nd Chap] [3rd Chap]  [4th Chap] [5th Chap] [6th Chap] [7th Chap]  [8th Chap]

—oOo—

 

H A P P Y R E A D I N G

 

Hyerim memasuki Kedai yang terbilang cukup ramai. Cukup mengejutkan memang jika Kyungsoo menyukai hal-hal berbau sederhana. Makan dipinggir jalan salah satu contohnya. Jika orang-orang tak tahu Kyungsoo adalah anak kolongmerat, mereka akan mengiran jika Kyungsoo adalah orang menengah ke bawah. Mengira banyak penolakan Kyungsoo untuk makan diluar. Bahkan Hyerim pernah mendengar, Kyungsoo tak akan pernah punya uang untuk sekedar membeli cemilan.

 

Hyerim rasanya ingin mengumpat, tapi sepertinya Kyungsoo tak mempermasalahkan hal itu. Ia seseorang yang tak peduli jika orang-orang mengatakan hal tak benar padanya. Pintu kedai berdenting saat Hyerim membuka pintu. Tempat rekomendasi Kyungsoo ramai, bahkan sejujurnya Hyerim tak nyaman. Ia memakai high hells yang benar-benar bukan style nya sama sekali. Gadis melengok, mencari sosok yang menjadi teman kencan. Teman kencan? Hyerim sudah berani mengakui itu.

 

Dan ketemu. Lelaki itu sedang memainkan ponsel diujung sana. Bahkan Kyungsoo tak sadar jika Hyerim sudah datang sedari tadi. Sebelum Hyerim melangkah mendekat, seseorang sudah menariknya keluar dari pintu. Dan tentu saja Hyerim hampar saja terhuyung dengan heels nya. “Le … lepas”. Hyerim berusaha mengumpat namun seseorang itu sudah memutar tubuhnya dan Hyerim terdiam sejenak.

 

Bola matanya membulat. Menatap seseorang dari bawah sampai keujung topi. “Apa yang kau lakukan!?” Dan satu pukulan tas dari Hyerim mendarat bebas dipipinya. Lelaki itu membuka topinya dan mengaduh. “Sialan. Berhenti memukulku!” Itu Baekhyun. Baekhyun mengelus pipinya yang memerah. Bahkan Hyerim merasa aneh dengan pakaian serba hitam Baekhyun.

 

“Apa yang kau lakukan disini? Kau menguntitku? Ada apa dengan topi dan maskermu ini? Kau serba hitam! Kau ingin kubunuh? Kau tidak puas membuatku naik darah!” Hyerim tak hentinya mengumpat, bahkan permohonan Baekhyun untuk tenang pun tak dihiraukan. Mereka kemudian terdiam beberapa detik. Bahkan entah kenapa dari secercah bahasa tubuh Baekhyun terdapat sesuatu yang disembunyikan. Lelaki itu banyak tak banyak tingkah seperti dulu.

 

“Ada apa? Katakan! Apa kau masih ingin membahas kejadian sore tadi? Baiklah, aku minta maaf jika aku sudah membuatmu marah. Tapi …” Hyerim menghentikan sejenak, bahkan saat Hyerim bicarapun, Baekhyun hanya menatap arah lain. “Kau aneh Baek. Ada apa? Jangan sampai aku mengatakan kau sedang kesurupan! Kau banyak diam akhir-akhir ini!” Baiklah, kali ini Hyerim harus melunakkan hatinya.

 

Mungkin Baekhyun sedang dalam mood tidak baik. Dan kenyataannya memang seperti itu. “Aku kalah! Aku hanya ingin mengatakan itu”. Baekhyun menatap Hyerim intens. Bahkan Hyerim tak terbiasa dengan nada tenang milik Baekhyun. Artinya perjanjian taruhan konyol mereka berakhir? “A … Apa?” Dan Hyerim harus memastikan hal itu. Bahkan gadis itu tak tahu kenapa ada rasa tak rela jika melepas perjanjian gila mereka.

 

Hyerim seharusnya senang. Bebas dari olokan dan serba cerewetnya dari Baekhyun. Tak ada lagi sosok yang menghinanya badak maupun gadis berdada rata. “Bagus jika perjanjian konyol itu selesai. Aku juga tidak akan meminta apapun denganmu atas kemenanganku. Lagipula …” Hyerim terdiam saat Baekhyun meremat bahunya. “Aku akan mengatakan satu hal. Tapi berjanjilah padaku Hyerim-ah!”

 

Oke, ini membuat Hyerim semakin tak karuan memikirkannya. “Baek, kau aneh akhir-akhir ini”. Tentu saja gadis itu curiga. Namun lelaki itu menggelengkan kepalanya dan memberikan isyarat Hyerim untuk diam sejenak. “Jangan tertawa ataupun jangan mencoba tak mengenalku saat aku mengatakan ini. Aku mencoba mengatakan serius sekarang. Kau bisa mendengarkanku tanpa protes, kan?” Kali ini Baekhyun mengatakan tanpa adanya candaan.

 

Dan Hyerim mengangguk bodoh. Ia seakan tak bisa mengatakan hal-hal untuk menetralkan suasana yang menurutnya sangat tegang. “Baiklah. Katakan! Aku akan diam”. Mereka lama terdiam, hanya terdengar suara helaan Baekhyun yang menurut Hyerim ada suatu hal yang disembunyikan. “Aku akan mencoba tak menutupi semua hal. Maafkan aku. Maafkan aku karena selama ini aku sudah mengatakan hal kasar padamu. Jadi, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk menebusnya. Dan mungkin ini konyol, tapi aku tidak tahu kenapa itu bisa muncul tiba-tiba. Kau tahu kan aku sangat membencimu awalnya?”

 

Penjelasan panjang lebar Baekhyun seolah belum diserap Hyerim. Ia masih belum mengerti maksud, tujuan dan arti kata-kata Baekhyun baru. Permintaan maaf? Suatu hal konyol? Ia tak pintar berspekulasi. “Tidak lama. Tidak lama aku merasa aneh Hyerim-ah. Dan itu membuatku uring-uringan”. Baekhyun menggaruh tengkuk lehernya yang Hyerim yakini tak gatal.

 

“Kau coba katakan intinya Baek. Kau membuat Kyungsoo menungguku lama”. Baiklah, bagi Hyerim ini mungkin hanyalah hal biasa. Tapi bagi Baekhyun, disaat ia ingin berkata jujur, ada dimana ia harus menerima semua kata-kata itu. “Sejujurnya aku tidak suka kau mengatakan itu didepanku. Tapi apa boleh buat, kau sangat menyukainya. Dan memang kesalahanku kenapa aku menyukaimu. Itu saja. Aku tidak tahu kenapa. Yang jelas aku menyukaimu. Sangat.”

 

Ayolah, Hyerim ingin berhenti nafas sejenak. Sejak kapan Baekhyun menyukainya? Bahkan tak ada tanda-tanda untuk … Hyerim menghentikan semua teori suka menyukai Baekhyun padanya. Ia teringat saat-saat dimana Baekhyun sering mengatakan untuk membatalkan perjanjian konyol mereka. Apakah ini suatu prediksi cadangannya kala itu? Itu benar. Hyerim mendongak dan menatap Baekhyun dihadapannya.

 

Dan konyol saja, Baekhyun menyentuh pipi Hyerim lembut dan mengelusnya. “Jangan menjauhiku. Anggap saja aku mengatakan ini karena aku gila. Anggap saja aku adalah Baekhyun yang selalu kau benci, sosok yang menggangapmu remeh. Tidak masalah! Aku pergi. Cepatlah masuk, Kyungsoo sudah menunggumu lama.” Kontak yang diberikan Baekhyun sontak membuat Hyerim membeku.

 

Hyerim menyentuh pipinya, merasakan kulit dingin Baekhyun menyentuh pipinya. Beberapa kemudian Hyerim menampar pipinya pelan. “A … ada apa denganku ini? Benar-benar bukan diriku!” Sungguh, Hyerim ingin menertawakan dirinya sendiri. “Ta … tapi”. Hyerim berbalik, matanya menelusuri disetiap sudut luar kedai. Lelaki itu sudah hilang menjauh. Dan asal kalian tahu, detik ini jantung Hyerim berdetak diatas normal. Rasanya sesak dan tak karuan. Bahkan ia tak ada niatan untuk masuk sekarang.

 

Ia terlalu shock untuk hari ini. Bagaimana ia memasang ekspresi saat dihadapan Kyungsoo. Ayolah, ini adalah moment yang ia tunggu. Tapi perasaannya semakin tak karuan saat Baekhyun mengatakan hal teraneh dalam hidupnya. Hal yang membuat dirinya berhasil membeku. Ia tak tahu apa yang ia lakukan besok. Menganggap pernyataannya itu hanyalah angin lalu.

 

Tak akan semudah itu. Pasti akan ada rasa canggung diantara mereka. Baiklah, selama berbulan-bulan ini semua orang tahu jika ada Hyerim dan Baekhyun dalam satu tempat, pastikan seseorang untuk menutup telinganya. Dan besok? Semua orang akan berpikir tidak-tidak tentang mereka. “Apa yang aku lakukan besok? Ada apa denganku ini?” Hyerim memukul kepalanya pelan. Tidak! Ia harus menatap kedepan.

 

Mungkin saja Baekhyun sedang demam, tapi seberapa Hyerim menepisnya. Gadis itu tak akan lupa akan ekspresi pernyataan Baekhyun padanya. Lelaki itu terdengar serius. Ini bukan karena Hyerim menyukainya juga, kan? Ayolah, ia sekarang akan kencan. “Tidak Jung Hyerim, tidak! Kau sudah berjalan sejauh ini. Jangan harapkan laki-laki lain jika ada seseorang yang sudah dekat denganmu kali ini. Aku tidak boleh serakah. Tidak! Tidak! Tidak!” Hyerim menggelengkan kepalanya frustasi. Ia harus sadar diri.

 

Hyerim berbalik, bermaksud masuk didalam kedai. Namun Kyungsoo sudah berada dibelakangnya. “Apa yang kau lakukan?” Sontak suara Kyungsoo membuat Hyerim setengah mati menahan teriakan. “Astaga! Kyungsoo-ya! Kau membuatku jantungku berhenti!” Hyerim menekun lututnya, merasakan jantungnya yang sudah berdetak hebat justru semakin hyper. Rasanya ia ingin berteriak saking kagetnya. Tapi Kyungsoo tak mendengarkan apapun, kan?

 

“Kyung … Kyungsoo-ya. Sejak kapan kau ada diluar? A … apakah kau mendengarkan sesuatu?” Tentu saja Hyerim takut setengah mati. Bagaimana jika percakapan antara dia dan Baekhyun terdengar jelas diindera pendengaran Kyungsoo. Itu sudah bagaikan bom nuklir jatuh diatas kepalanya. “Apa kau sedang menemui seseorang tadi? Karena kau tak kunjung datang, aku berniat menghirup udara segar sebentar”. Kyungsoo tersenyum menatap Hyerim dengan wajah lucunya.

 

Sejujurnya lelaki itu berbohong. Ia tahu semuanya, ia tahu percakapan mereka. Tapi konyol jika ia bertanya perihal Baekhyun kepada Hyerim. Tak ada niatan untuk menyebut Baekhyun dihadapan Hyerim. “A … aku tidak menemui siapapun. A … aku baru saja sampai. Aku baru saja akan masuk. Ayo masuk!” Hyerim melewati Kyungsoo namun lelaki itu menarik lengan Hyerim untuk menghentikan langkahnya. “A … Ada apa? Kau tidak ingin masuk?” Hyerim mencoba menariknya namun lelaki itu terdiam, kemudian Kyungsoo menatapnya beberapa detik.

 

“Aku menyukaimu. Itu maksudku untuk mengajakmu keluar malam ini. Aku ingin kau menjadi kekasihku Jung!” Persetan dengan semua ini. Kaki Hyerim lemas sudah. Ayolah, ini bukan hari keramat untuknya bukan? Seorang Byun Baekhyun yang super konyol dan menyebalkan dan seorang lagi Do Kyungsoo, sosok yang tenang dan sudah menjadi lelaki idamannya. Ada apa dengan hari ini?

 

Jung Hyerim tak cantik, seorang yang tomboy, ceroboh dan hari ini mendapatkan dua pernyatan cinta. Ayolah, dia bukan seorang primadona. “A … Apa!!?” Nada Hyerim meninggi. Teriakan Hyerim membuat orang-orang lalu lalang masuk keluar dalam kedai itu memperhatikannya. “A … Aku?” Hyerim mencoba menarik lengannya namun Kyungsoo semakin mengerat lengannya. “Aku serius!” Kyungsoo terkikik, menatap wajah Hyerim geli.

 

Bahkan tangan Kyungsoo sekarang mengelus lembut pundak tangannya. Ini bukanlah mimpi, tangan hangat Kyungsoo benar-benar sudah meresap dipori-pori kulitnya. “Ya atau tidak?” Dan kini Kyungsoo menanyakan suatu hal yang luar biasa. Ya atau tidak. Anehnya Hyerim seakan membisu. Bisa saja ia mengatakan Ya dengan nada lantang. Tapi apa daya? Hari ini terlalu cepat ia meresapi semua kejadian hari ini.

 

Dan Hyerim terdiam, menatap kosong jalanan yang bahkan tak ada secercah jawaban untuk ia lontarkan. “Jika kau diam, aku anggap kau mengatakan ya”. Dan Kyungsoo menautkan jari-jarinya ke sela jari Hyerim. Dan tentu saja, pernyataan Kyungsoo membuatnya tak percaya karena statusnya sekarang bukan Hyerim seorang gadis single, melainkan sudah 100% ia adalah milik Kyungsoo.

 

“Kau bercanda?” Dan reflek Hyerim melepas tautan jari Kyungsoo, bahkan lelaki itu menaikkan alisnya penuh tanya. “Jadi kau menolakku? Ba … baiklah”. Dan lihat saja, senyum Kyungsoo memudar. Oh God, sepertinya Hyerim salah bicara. Ia tak boleh seperti ini. Gadis itu memutar otaknya, memandang tangan Kyungsoo yang bahkan tak berniat menggegamnya lagi. Ia tak ingin kehilangan kehangatan itu. Hyerim menarik tangan Kyungsoo dan kembali menautkan jarinya malu. “Si … siapa yang menolakmu? Ayo masuk! Aku lapar”.

 

Terlalu malu jika Kyungsoo lama memandangnya. Hyerim menarik tangan Kyungsoo masuk kedalam. Hanya tawaan Kyungsoo memasuki ke indera pendengarannya. “Baiklah. Ayo!” Dan lelaki itu membalas rematan tangannya. Sebelum masuk, Hyerim menoleh kebelakang. Bahkan matanya tek henti mencari seseorang. Ia harap Baekhyun tak melihatnya. Hyerim tak menyukai Baekhyun, kan? Seharusnya ia tak mengkhawatirkan hal itu. Masa bodoh. Hyerim menatap Kyungsoo dan berjalan ke meja yang sudah dipesan Kyungsoo sebelumnya.

 

Bahkan Hyerim tak tahu. Baekhyun menutup matanya dengan topi. Memandang jauh dibalik pohon sana. Bahkan tak ada lagi senyum diwajahnya. Ia melihat tangannya yang sudah pucat karena hawan dingin dengan pandangan kosong. Bahkan ia tak tahu harus menyerah atau tidak. Ia tahu ia terlambat. Ia terlalu mengedepankan egonya bahkan sama sekali tak membuatnya puas.

 

Percuma. Percuma dengan semua usahanya. Bahkan Hyerim tak melihatnya sama sekali. Dan itu membuat hati Baekhyun menciut. Lelaki itu merapatkan jaketnya, memandang mereka sekilas saat mereka sudah asyik menikmati makan malam. Bahkan Baekhyun tak ada lagi niat untuk mengganggu kehangatan mereka hari ini. Ia harus sadar, sudah jelas Hyerim akan menyukai sosok lelaki hangat dan bukan penganggu sepertinya. Ia harus tahu itu.

 

Langkah Baekhyun menjauh, meninggalkan hari buruk ini dengan kekalahan. Bahkan jika ia bisa, ia bisa merebut hati Hyerim suatu saat. Ya, jika ia punya kesempatan membuat Hyerim jatuh hati padanya. Bisa saja. Ia akan mencobanya. Merubah semua sifatnya dan membuat Hyerim berpaling padanya.

 

***

“Lupakan Baekhyun. Dan tatap masa depan bersama Kyungsoo”. Hyerim tak henti bergumam semenjak turun dalam bis. Bahkan ia sama sekali tak berani bertemu dengan Baekhyun. ‘Bagaimana jika aku bertemu dengannya? Apa kau harus menyapanya? Tidak! Tidak! Lalu apa kau harus diam? Tidak! Tidak! Baekhyun memintaku untuk tak menjauhinya’. Bahkan pertanyaan itu selalu sama menghantui pikirannya.

 

Bahkan ia sama sekali tak melepas jari-jarinya dimulutnya. Gundah yang sangat bahkan ia sama sekali tak menikmati hubungan baru bersama Kyungsoo. Tak ada. Daripada Kyungsoo ia lebih tak percaya dengan pernyataan Baekhyun semalam. Berkali-kali ia meyakinkan bahwa mungkin saja Baekhyun balas dendam padanya tapi dengan muka datar dan serius milik Baekhyun, apa Hyerim bisa mengungkapkan itu adalah sebuah sandiwara?

 

Hyerim menarik rambutnya, berharap pikiran konyolnya segera berhenti. Ia sampai digerbang Universitas dan segera menuju kekelas pagi ini. Bahkan ia sama sekali tak membawa laptop maupun sumber reverensi. Terlalu malas untuk membawa itu semua. Niatnya hanya duduk dan menatap slide dengan pandangan tabu. Bahkan ia tak yakin bisa membuka matanya selama 3 jam kedepan.

 

Tapi ada yang aneh sekarang. Bahkan orang disekelilingnya menatapnya tanpa berkedip. Hyerim sedang tak melakukan kesalahan, bukan? Gadis itu memutar tubuhnya bahkan segerombolan disana membisikan sesuatu dan menatapnya intens. Hyerim mengecek style nya hari ini. Tak ada yang salah. Bahkan ia mencium bau badannya yang masih wangi. “Apa yang kalian lihat?” Hyerim sewot saat melewati dua orang junior yang masih membisikannya sambil berlalu.

 

“Apa yang sedang kalian lihat?” Tentu saja kejutan dari Hyerim membuat sekumpulan junior itu menggelinjang kaget. Bahkan seseorang yang sedang membawa tablet segera menyembunyikannya dibalik tubuhnya. “Hye … Hyerim sunbae. Kau mengangetkan kami”. Seseorang lain berbisik bahkan membuat Hyerim semakin curiga. Setiap orang melihatnya, mereka akan kembali memandang diponselnya, bahkan Hyerim tahu pasti ada sesuatu tentang dirinya dan sebuah artikel kampus, mungkin?

 

“Boleh aku pinjam tabletmu? Sepertinya aku ingin mencari tugas dadakan”. Hyerim menghampiri bahkan junior itu segera memasukkan tabletnya dalam ransel. “Bateraiku habis sunbae”. Dan bukan Hyerim jika ia tak mudah menyerah. Disisi lain segerombolan junior berharap Hyerim tak akan pernah tahu akan hal yang mereka sembunyikan. Jika tahu, pupuslah sudah harapan mereka. “Berikan! Aku hanya meminjamnya sebentar!”

 

Dan satu tarikan kasar Hyerim membuat sang junior tak bisa berkutik. Bahkan Hyerim kembali memandang kesekeliling, mereka justru memandang aneh. “Apa aku masuk didalam artikel? Kenapa kalian memandangku seperti melihat kriminal, hah?” Dan satu hentakan Hyerim membuat mereka menundukkan kepala. “Apa beratnya aku melihatnya.” Dan Hyerim menemukan sebuah video. “Video? Apa ini tentangku?”

 

Dan tatapan sinis Hyerim membuat mereka susah menelan saliva. Siapa yang berani berhadapan dengan Hyerim. Salah satu senior terjudes yang mereka tahu. Salah satu berani mendongak dan menengadahkan tangannya ragu untuk mengembalikan tabletnya. “I … itu tugas video roleplay bahasa inggris kami sunbae. A … aku ada kelas pagi ini. Bisakah sunbae mengembalikan tabletku?”

 

“Tidak. Aku akan melihat tugas bahasa inggris kalian dulu”. Play! Bahkan mereka tak sempat menarik jari Hyerim dari tombol play. Dan apa yang dilihat Hyerim. “Bukankah ini pentas kemarin?” Bahkan pertanyaan Hyerim membuat mereka diam seribu bahasa. ‘Eh? Baekhyun? Chanyeol?’ Hyerim melihat 2 orang yang tak lain Baekhyun dan Chanyeol sedang mempersiapkan penampilannya. “Ahh, aku tidak melihat mereka. Aku sedang diluar”,

 

Bahkan lagi-lagi ucapan Hyerim sama sekali tak direspon. “Sunbae, kami ada kelas. Jadi …” Sepertinya mereka terlambat, bahkan mereka merutuk diri sendiri saat melihat wajah Hyerim mengeruh. Mereka bisa melihat wajah cantik Hyerim seakan pucat saat mendengarkan suara Baekhyun lantang didalam tablet nya.

 

“Dan sebagai rasa terimakasihku dan dukungan kalian semua. Aku sedikit mempunyai keberanian untuk melakukan suatu yang tak pernah aku lakukan sebelumnya. Ini kekanakan memang. Sangat. Tapi aku hanya tidak tahu harus mengatakannya bagaimana. Jadi aku ingin mengungkap semua keluh kesahku dalam lagu ini. Dan aku harap, seseorang yang berada didalam sini mendengarkanku. Mendengarkan semua isi hatiku. Kau … Jung … Hyerim. Aku harap kau mendengarnya.”

 

Hyerim hampir saja menjatuhkan tablet nya jika tak segera ditangkap oleh juniornya. “Sunbae, sudah kukatakan kami ada kelas. Kami tahu kau adalah orang spesial bagi Baekhyun sunbae, tapi tolong jangan seenaknya dengan kami”. Dan satu kalimat protes meluncur dari mereka dan berlalu. Bahkan ia bisa mendengar bisikan kebencian dari mereka. Dan Hyerim semakin yakin jika semalam adalah Baekhyun nyata. Ia mengatakan yang sebenarnya, mengatakan tanpa basa basi yang membuatnya pusing kepayang.

 

Dadanya berdegup kencang diatas normal. Bahkan seseorang yang sebenarnya membuatnya muncul benih cinta itu juga merasakan hal yang sama. Bisakah ia mengatakan bahwa Baekhyun terlambat? Tidak! Hyerim yang selalu mengatakan bahwa ia sangat menyukai Kyungsoo. Itu tak akan terlambat jika Baekhyun mengatakan dengan jujur padanya. Tapi, sekarang dirinya adalah milik Kyungsoo. Tidak seharusnya dia berlaku serakah, bukan?

 

Hyerim menelan salivanya dan menghirup udara pagi ini dengan sangat cemas. “Tidak Jung Hyerim. Kau adalah milik Kyungsoo. Benar yang dikatakan Baekhyun. Jangan menghindarinya. Pastikan memperlakukannya seperti biasa”. Mustahil! Hyerim meremat rambutnya frustasi. “TETAP SAJA AKU TIDAK BISA!”

 

***

 

Dua bulan berlalu, bahkan jujur saja. Jarang sekali Baekhyun gabung didalam kelasnya. Apa mungkin Baekhyun mengambil mata kuliah berbeda, mengambil jadwal berbeda hanya menghindari Hyerim. Bahkan Hyerim sebal, sangat sebal. Bukankah Baekhyun sendiri yang mengatakan bahwa Baekhyun ingin menganggapnya biasa saat bertemu?

 

Baiklah, mungkin memang benar Baekhyun terlihat biasa dan sama menyebalkan saat bertemu di dikoridor. Tapi tetap saja tak leluansa seperti dulu. Bahkan hubungan nya bersama Kyungsoo selama dua bulan ini seakan tak berkesan. Ia ingin merutuk dirinya sendiri, ia terlalu serakah mencintai seseorang. Baiklah, saatnya melupakan tentang Baekhyun. Sore ini, Hyerim memainkan kaki jenjangnya disisi kolam renang.

 

Suara teriakan, musik hip hop dan cahaya sinar matahari membuat Hyerim sama sekali tak menyunggingkan senyumnya. Bahkan beberapa balon warna warni mengapung diatas kolam dan beberapa cemilan manis tak membuat Hyerim tergoda. Hari ini adalah acara ulang tahun teman sejurusannya. Bukan tempat mewah dengan dresscode ala barat. Cukup pesta kolam renang dan acara barbeque yang sangat meriah.

 

Pandangan Hyerim kosong. Bahkan beberapa temannya sengaja melempar balon air padanya. Tapi hanya balasan ‘jangan lakukan itu’ dengan nada tak berselera. “Kau tak berenang?” Sentuhan tangan menyentuh puncak kepala Hyerim membuat gadis itu mendongak. Senyuman tampan milik Kyungsoo membuat Hyerim menekuk lututnya, menarik kakinya dari air. “Eoh? Kyungsoo-ya? Kau sudah kembali?”

 

Bahkan dengan celana pendek dan telanjang dada milik Kyungsoo sama sekali tak membuat dada Hyerim berbunga-bunga. Ia terlalu malas sekarang. “Iya. Aku melihatmu dari kejauhan sana, kau hanya melamun. Kau tidak bermain dengan teman-temanmu? Baiklah, ayo kita berenang!” Satu tarikan Kyungsoo sama sekali membuat Hyerim tak beranjak. “Tidak! Aku disini saja. Aku tidak ingin! Pergilah. Aku akan menunggumu disini”. Hyerim mendorong Kyungsoo menjauh.

 

Satu cubitan gemas Kyungsoo membuat Hyerim mengaduh. “Baiklah. Kau tunggu disini. Kau ini, acara semenyenangkan ini kau lewatkan begitu saja”. Beberapa detik kemudian Kyungsoo melompat, tubuhnya hilang termakan air kolam. Satu helaan nafas panjang Hyerim membuatnya tak sedikitpun tenang. Dalam seminggu tak melihat Baekhyun saja sudah membuat nya sesak. Baekhyun lagi Baekhyun lagi. Ia sudah menganggapnya seperti seorang playgirl sekarang. Tapi sungguh, ia tak ada niat berselingkuh.

 

Hyerim membuka matanya lebar. “Berselingkuh? Ayolah Jung Hyerim!” Dan satu pukulan kembali mendarat dikepalanya. Terkadang pikirannya terlalu liar jika terus-terusan memikirkan Baekhyun Kyungsoo secara bergantian. Disela-sela rasa malasnya yang memuncak, matanya berhenti sejenak. Bahkan Hyerim reflek merapikan rambut kuncir atasnya. Pandangan mereka tertuju pada Baekhyun yang berjalan dengan rambut basahnya.

 

Ayolah, Hyerim bahkan tak bisa mengedipkankan matanya dan ia benar-benar merutuk dirinya sendiri. Efek tak bertemu dengan Baekhyun selama seminggu membuatnya pusing bukan main. Ia terlihat seperti gadis haus akan perhatian pria jika ia terus gatal seperti ini. Beberapa detik kemudian pandangan mereka berlalu, bahkan Hyerim ingin tersenyum. Tapi persetan dengan itu semua. Menatap dua detik saja Baekhyun tidak. Lelaki itu justru berteriak memanggil temannya, siapa lagi jika bukan Chanyeol dan Jongdae.

 

“Aku akan memukulmu, Baek! Sombong sekali”. Hyerim menendang air didalam dan membuat suara cipratan air yang cukup keras. “Masa bodoh! Lebih baik aku mendinginkan kepalaku. Persetan dengan semua ini!” Hyerim sebal. Bahkan setelah kejadian itu Baekhun terlihat banyak cuek padanya. Ia benci suasana ini. Walaupun bisikan ejekan dari junior masih menjadi makanan keseharian bagi Hyerim. Ia sudah tak peduli.

 

Hyerim membelah kolam dan mencoba berenang ditengah kolam. Ia mencari Kyungsoo, namun lelaki itu sama sekali tak menampakkan batang hidung. “Dimana Kyungsoo?” Kaki Hyerim terus diayunkan sampai dibagian yang tak banyak orang. Ia mengapung beberapa menit dan menenggelamkan kepalanya didalam air beberapa detik. Namun tubuhnya semakin berat dan kedua kakinya terasa nyeri dan sakit luar biasa.

 

‘K … kram? Sialan!’ Hyerim membuka matanya dan segera mengambil napas mencari oksigen. Dan ia berusaha menganyunkan kakinya namun sakit luar biasa membuatnya tak bisa mengapungkan tubuhnya lama. ‘Aku tenggelam. Aku tak akan mati karena kekonyolan ini, bukan?’ Dan sialnya, Hyerim berada ditengah kolam dan tak banyak orang berseliweran disekitarnya. Ia harus meminta bantuan sebelum ia mati karena kemasukan banyak air. “To … tolong!” Bahkan ia tak sempat berteriak.

 

Tubuhnya sudah tenggelam tertutup air. Yang ia lakukan adalah menahan nafas dan berdoa, berharap dengan sisa tenaga dan tangannya menggapai keatas meminta pertolongan, seseorang akan menyelamatkannya. ‘Kyungsoo-ya, dimana kau? Tolong aku!’

 

-TO BE CONTINUE-

 

Hi~ Yaampun aku kangen kalian. Udah 2 minggu ya HA update >< Ihik~ Aku terlalu malas ngetik, padahal aku banyak waktu sih. Tapi apa daya kamar tidur lebih endak daripada nangkring didepan PC astagaaah >< aku kudu pieeeh? kkkkkkk~ sedih juga chap 8 banyak sidernya yah >< mungkin ini garagara akuh.. jangan lupa kasih koment nya. jangan siders, ntar gak aku cium atuh atu . pokok komen, atau bias kalian kusunatin. waaaks. maybe chap 11 atau 12 udah END inii FF ^^

71 tanggapan untuk “[Chaptered] Heart Attack (9th Chap) | by L.Kyo”

  1. apa yang nolongin hyerim nanti malah baekhyun? Ayolah ini membingungkan perasaan aku sebagai reader. Kyungsoo mendengar percakapan baekhyun sama hyerim. Apa kyungsoo rela terluka. Tapi aku yakin. Saat hyerim mengaku menyukai baekhyun, kyungsoo dengan tangan terbuka melepas hyerim dari genggamannya.

    Kak kyo, aku juga rela kalo hyerim memilih baekhyun. Biar kyungsoo buat aku aja. *pletak/ditimpuksendok sama kyungsoo. Enak aja.
    Hehehe. Ngayaal.

  2. Akh akhirnya kyungsoo sama eunji..jadian..tapi seriusan aku gak lega sama sekali..kasian baekhyun tapi kalo eunji pilih baekhyun..kyungsoo lebih kasihan lagi..ya ampun ini membingungkan..

    Waktu pool party itu kayaknya L.kyo terlalu berkhayal ya kkk.. kyungsoo tanpa baju?? Yang bener aja kkk..sumpah aku langsung jerit jerit..padahal itu cuma cerita..pliss jangan rusak kepolosan kyungsoo kkkk..coba kalo itu kenyataan kkkk

  3. YAAMPUN THOR MAAPKAN READER MU INU YG BARU BACA
    MAAPKAN SAYAH :”V
    MAAPIN YAK JAN BUNUH SAYA
    BTW ITU SI HYERIM JAN SAMPE MATI KONYOL :V
    PUNTEN MAU BACA NEXTNYA NDORO :V

  4. Mimin,tau gk btapa galonnya aq nunggu FFmu ini??
    Sampe kbawa mimpi loo thor,bneran…
    Tidakkh kau kasian pada readersmu ini??
    Pagi,siang,sore,malem,aq bolak balik buka FPmu min..
    Aq sungguh pnasaran min lnjutan kisah baekji min..
    Ayoo lah min,buru” dpos min..
    Yang smangat dong ngtiknya,ntar tk award dehh min..
    Jeballl….

  5. Thor,kpan lagi nih updatenya yg chap 10…
    Jgan lama” thor,masa tiap hari nengok ni FF tp yg muncul”..
    Pnasaran lnjutnya thor…

    1. Kkkkkk~ lagi males ngadep depan pc. Ntah kenapaaa :” tapi bakal kukanjuut entah dekat ini ato apa. Soalnya aku kerja juga . Moohon pengertiannya azura :”D

    2. Humm,,
      di PHP ni critanya thorr…
      Soalnya aq suka bnget ma FF bkinan dua admin disini L.Kyo ma jung ki ki..
      FFnya lbih kyk novel,critanya gk ngasal…
      Cepet” yaa thor terbitnyaa

    3. Bukan di PHp in sih. Kalo di php mah ud di berhentiin aja ff nya. Chap 10 nya msih 1000word. Kurang 2000word btw. Bsk aku libur maybe byk waktu luang ketik

  6. saat sama kyungsoo Hye rim selalu jadi orang lain, ga menjadi dirinya sendiri. kalu sama baekhyun hyerim lebih apa.adanya. padahal kalu dia merubah dirinya itu bukan cinta tapi obsesi. hyerim jadi diri sendiri aja, lebih baik sama baekhyun ya 😀

  7. Telat bgt aku bacanya 😩😩
    Entah kenapa aku kesel bnget sm sikap hyerim cuek tp dia sndiri butuh baekhyun trs gegabh lg pake langsng bilng iya sm kyungso seharsnya dy minta waktu kek atau apa gt jngn langsung setuju gt aj 😱

  8. Astagaaaaaaaa, kenapa end chapnya pas kaya gitu sih kaaaakkkkkk x,x penasaran kak penasaraaann, dari kemaren2 baru sempet baca sekarang. Nah loh kan hyerim asal nerima kyungsoo sih, kena batunya sekarang. Yahh bentar lagi end nih kak? :s semangat terus kak, kami tetep mendungkung!! Fighting!! ^^

  9. AKHIRNYA DATANG JUGA FF FAVORITKU INIIIII. Kak l.kyo jangan jahat2 dong membiarkan kita menunggu lama2 begini:(:( wkwkwk… jadi baekhyun kenapa sakit hati amat ya… Hyerim dibilang jahat tp gak jahat, tapi kyungsoo diblg salah jg gak salah, dan baekhyun diblg telat tapi dia yg duluan. Pokoknya jgn biarkan rasa penasaran kita ini kependem lama2 ya unni! Smangaaat lanjutinnyaaa

  10. duhh bekhyun keaian banget kamuuu 😖
    Hyerim sama Kyungsoo aku juga setuju sih, asal kyungsoo nya baik dan nggak ada maksud apapun sama pacaran Hyerim..
    aakk tapi aku maunya Hyerim sama Bekyun 😭
    Miss mereka banget aduhhh 😘
    ngaretnya uhh bikin emeshh nih 😁😄

  11. Kyaaaa…. ff yang ku tunggu tunggu…. ha,kok lama sih kak??? Nggak papalah,yang pnting udah kebayar ama ceritanya yang seru…..yey,penasaran. Lanjut ya kak,kalo bisa agak cepet..(kekeke maksa)…

    1. kyaaaa~ senangnyaa ff ku ditungggu. 2 minggu yah? entah wktu cepat brlalu dan lupa klo blom nyicil ff >< mau nya netep jumat tpi minggu kmrin ada event sehun bday dripda tenggelam q undur sih.. ihhiiikkk.

  12. Waah cerita nya seru ^^
    hyerim galau ditaksir baekhyun kyungsoo :v
    maka nya buat saya ajah satu kkkk~

    lanjuuuttt
    fighting author ^^

  13. huaaaa kasiann baek….
    udahh sm.akkuh ajaahh…
    hehehehehhehe
    ohhh jung….
    ternyata km cintanya sm baek…
    harus baek yg nolongiiinn….
    hehheheh
    keep writing

  14. Kakak authorrrr!!! Aku merindukan HA:(:( akhirnya terbalas sudaaah:D tinggal 2/3 chap lg dong kak? Yah:( happy endingkan thor?:D
    Astaga, hyerim bejo bgt ditembak kekasih2 aku wkakakak:D
    Baek kasihan sama aing aja sini wkwkwk hahaha Apalah2 qkqk
    Makin seru thor, perasaan aja ato emg makin panjang ya thor? Aaaa, kerenlaah thor pokoknya! Keep writing! Fighting thor!!!
    Ditunggu next chapnya!!! Jangan sampek 2minggu ya thor hihi^^
    Maaf ya thor ribut bgt sampek2 mention di twitter segala hehe:’)

    1. komenammu pnjang.. kkkk~ q jrg buka twiter skrg mah.. >< maapkeun. q bru buka sore ini sih. . kkkkk~ kau sering skali menghantui q d twitter. temenan di fb yuk biar sering kontak.

    2. Maafkeun ya thor kalo kepanjangan hehe.. Abisan kalo udah suka sama satu ff bakal ngeriew panjang wkwkw
      Maafkan sekali lagi thor menganggu ditwttr wkwkwk abisan ff author seru bebarengan sama bikin kepo sih hahaahahaha
      Yuuuk, acc author apa? Ntar aku add deh hehe

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s