[EXOFFI FREELANCE] FORBIDDEN LOVE (Chapter 6)

forbidden love10.png

Tittle

FORBIDDEN LOVE (Chapter 6)

Genre

Dark-romence, psychology, angst, sad.

Cast

Oh sehun ( of EXO-K )

Xi Luhan ( of EXO-M )

Oh jin hye ( OC )

Other.

Length

Chaptered

Rating

PG-17 ( Fanfic ini memuat unsur mature didalamnya )

Author

JiYeol Park

Disclaimer

Fanfic murni dari imajinasi author. Bila ada kesamaan alur itu hanya salah satu dari kekurangan author sebagai manusia, dan mohon untuk tidak menjiplak hasil imajinasi author. Jadilah kreatif!

.

.

“….Cinta hanyalah sebuah kata bagiku….”

^^

 

Sehun sedikit meringis dan memalingkan wajahnya kearah lain saat menyaksikan secara langsung seorang dokter dan suster memasang kembali selang infus kepergelangan tangan kiri jin hye. Beberapa saat yang lalu jin hye hilang kesadaran dan tanpa sadar mencabut selang infus ditangannya sendiri, saat ini gadis itu masih pingsan. Andai saat ini jin hye tidak pingsan mungkin ia sudah memekik kesakitan saat dokter memasukkan jarum infus yang tajam secara paksa kedalam urat nadinya, membayangkannya saja sudah membuat sehun meringis tertahan tanpa sadar.

 

 

Setelah dokter dan suster itu keluar dari ruangan jin hye sehun segera kembali mengerjakan beberapa berkas yang harus ia periksa dan tandatangani. Sepertinya untuk beberapa hari kedepan sehun akan menjadikan ruang inap jin hye sebagai tempat kerja dadakannya. Sehun dapat mendengar jin hye yang masih tenggelam dalam mimpinya mengigaukan sebuah nama bukan hanya sekali namun terlalu sering sehingga membuat rasa penasaran sehun mencuat, walau sehun sudah menajamkan pendengarannya ia tetap saja tidak bisa mendengar dengan jelas nama yang tengah diigaukan oleh jin hye. Sepertinya gadis itu tidak menginginkan sehun mengetahui tentang dirinya terlalu dalam. Ia seakan akan tidak mengijinkan sehun untuk mendengar sebuah nama yang selalu mengisi hatinya selama ini.

 

~

 

 

 

Ji ae meminum kembali bubble tea yang baru ia pesan. Ia sudah mulai bosan menunggu ditempat itu terlalu lama, sosok yang ia tunggu tunggu sejak setengah jam yang lalu belum juga menunjukkan tanda kedatangannya. Sebenarnya ji ae sungguh tidak suka dibuat menunggu terlebih kalau ternyata hal yang ia tunggu itu tidak penting, sebut saja ji ae tidak sabaran. Tapi itu memang benar. Sambil menunggu orang itu ji ae membuka kembali riwayat hidup seorang gadis yang kini tengah berada dalam kungkungan sahabatnya sendiri, Oh jin hye.

 

 

Tidak ada yang terlalu menarik perhatian ji ae tentang riwayat hidup jin hye itu, biasa saja menurutnya. Jin hye termasuk pengacara yang beberapa tahun ini selalu bersinar didunia hukum, ia menangani beberapa kasus yang terbilang sulit bagi para seniornya didunia hukum jadi wajar saja jin hye menjadi semacam bintang baru dalam dunia tersebut. Tapi ji ae masih bingung kenapa orang orang tidak menyadari jin hye yang menghilang secara tiba tiba, menurutnya sehun terlalu mulus menyusun rencana sampai sampai membuat orang tidak menyadari hilangnya jin hye.

 

 

“Sudah lama menungguku?” ji ae menaruh kembali riwayat hidup tersebut keatas meja, menatap lawan bicaranya yang baru datang itu dengan tatapan datar namun sarat akan kerinduan. Mereka sudah lama tidak bertemu. Lawan bicara ji ae itu merentangkan kedua tangannya, menunggu pelukan dari ji ae.

 

 

“Aku tidak mau memelukmu, Xi luhan. Kita sudah bukan anak anak lagi.” Ucap ji ae, membuat lawan bicaranya tersebut menekuk wajahnya.

 

 

“Baiklah aku tahu sekarang kau sudah dewasa bahkan kau sudah bertunangan tanpa mengabariku. Berniat menyalip kakakmu ini, hmm?” tanya luhan dengan nada sebal yang dibuat buat, ji ae hanya membalasnya dengan sebuah kekehan geli karna kakak angkatnya itu tidak pernah berubah walaupun sekarang umurnya terus bertambah.

 

 

“Kalau kau tidak mau ku salip lagi, cepatlah nikahi kekasihmu itu. Siapa ya namanya? Ahh….aku selalu lupa mananya.” Gumam ji ae sembari meminum kembali bubble tea nya.

 

 

“Jin hye, namanya Oh jin hye.” Tutur luhan dengan suara yang rendah dan penuh kesenduaan dalam ucapannya. Ji ae hampir saja menyemburkan minuman yang sedang ia minum saat mendengar sebuah nama yang sangat ia kenal disebutkan oleh kakaknya itu. Tangan kanannya ia gunakan untuk menggapai berkas riwayat hidup diatas meja yang masih terbuka lalu dengan gerakan cepat memasukkannya dengan sembarang kedalam tas yang berada disampingnya, membuat luhan melemparkan pandangan bingung pada gerak gerik ji ae yang menurutnya aneh dan mencurigakan. Ji ae merutuki dirinya sendiri menyadari kesalahan yang baru saja ia buat, pasti setelah ini luhan akan bertanya macam macam padanya.

 

 

“Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?” tanya luhan sambil menatap lurus kearah ji ae.

 

 

“tidak.” Jawab ji ae berusaha setenang mungkin. luhan akhirnya menyandarkan punggungnya disandaran kursi yang ia duduki, ia sungguh lelah hari ini karna pekerjaan barunya.

 

 

“Bagaimana kantor barumu? Kuharap appa tidak terlalu menyusahkanmu. Kau tahu? Dia sangat menantikan kepulanganmu ini, sepertinya dia sungguh terobsesi menjadikanmu the next super busy CEO seperti dirinya.” Ucap ji ae.

 

 

“Hmm begitulah…” desah luhan pelan, terlihat sangat lelah.

 

 

“Hei ada apa dengan nada bicaramu itu, kau terlihat kacau dari biasanya.” Tegur ji ae.

 

 

“Aku memang sedang sangat kacau saat ini. Oh ya, bukankah kau pengacara? Kau pasti cerdik dalam menyelidiki sebuah kasus walaupun kau bukan polisi. Mau kah kau membantu kakakmu ini?” tanya luhan sembari kembali menegakkan tubuhnya dan menatap ji ae dengan mata berbinar, ia baru saja mendapatkan ide cemerlang ini beberapa detik lalu. Merasa ada sesuatu yang tidak beres, tubuh ji ae mengeluarkan keringat dingin tanpa bisa ia kontrol.

 

 

“Membantu apa?” ji ae membuka suaranya dengan tenang.

 

 

“Mau kah kau membantuku menemukan jin hye?” tanya luhan.

 

~

 

Ji ae memacu mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit tempat jin hye dirawat. Setelah pertemuannya dengan luhan beberapa saat yang lalu ia sungguh bingung harus melakukan apa, luhan adalah kakaknya dan orang tua luhan sudah merawatnya sejak kecil hingga sekarang tapi disisi lain ada sehun sahabatnya yang selalu berada disisinya saat semua orang bahkan tidak mau memandangnya. Ia harus memikirkan cara lain biar bagaimanapun. Lalu ia harus apa sekarang, kecuali….

 

 

Setelah sampai ditempat parkir bawah tanah rumah sakit elit itu, ji ae segera keluar dari mobilnya dan berjalan dengan langkah cepat memasuki gedung rumah sakit. Sejak tadi ia terus saja melirik jam dilengan kirinya, setengah jam lagi jam istirahat makan siang dan itu berarti sebentar lagi sehun akan datang mengontrol jin hye. Ia harus cepat. Saat berada tepat didepan kamar inap VIP tersebut ji ae sedikit mengintip untuk memastikan bahwa tidak ada orang lain diruangan itu. mungkin hari ini memang hari keberuntungan ji ae karna jin hye hanya sendirian ditempat itu, saat ji ae masuk jin hye tidak menyadari kehadiran gadis itu.

 

 

“Jin hye-ssi.” Panggil ji ae pelan. Jin hye yang saat itu tengah berdiri melamun didekat jendela langsung menoleh kearah ji ae.

 

 

“Kau harus ikut denganku sekarang, jin hye-ssi.” Lanjut ji ae yang membuat jin hye menatapnya bingung.

 

 

“tapi sehun…” ucapan jin hye langsung dipotong oleh ji ae yang terlihat tidak sabaran saat ini.

 

 

“Bukankah kau ingin pergi jauh dari sehun? Aku datang kesini untuk mewujudkan impianmu itu.” ji ae memberikan jaket hitam yang sejak tadi ia tenteng ditangan kirinya pada jin hye.

 

 

“Kita harus cepat, sebentar lagi sehun akan datang.” Lanjut      ji ae.

 

~

 

 

 

Kau tidak perlu sebuah alasan hanya untuk sebuah pembalasan dendam, karena alasan hanya akan membuatmu berpikir dua kali untuk melakukannya. Dulu jauh sebelum semua hal rumit ini terjadi sehun adalah orang yang selalu berlaku spontan tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya, tapi sebuah dendam beralasan membuatnya menjadi seorang yang sangat jeli dalam memikirkan segala hal. Termasuk usahanya untuk menghancurkan hidup seorang Oh jin hye, dia bahkan sudah memikirkan rencana balas dendamnya ini sejak sang ibu meninggal tepat dihadapannya. Seorang bocah belia harus dibebani sebuah dendam mendalam bahkan sebelum ia tahu apa itu arti dendam yang sebenarnya. Dia juga telah memikirkan apa akibat dari perbuatannya ini, tapi sehun belum mempersiapkan dirinya untuk menghadapi sebuah situasi dimana hanya hatinya yang bekerja dan bukanlah dendam ataupun otak cerdasnya.

 

 

Sehun bukanlah orang yang pandai membohongi dirinya sendiri. Dia tidak dapat menutupi kegelisahannya saat jin hye mengatakan bahwa ia akan meninggalkan sehun suatu saat nanti. Sehun belum siap kehilangan sesuatu yang sudah ia cap sebagai miliknya itu. ia takut jin hye meninggalkannya, entah itu karna perasaan janggal yang sering muncul dihatinya ataupun hanya karna keegoisannya terhadap diri jin hye.

 

 

Saat baru saja memasuki kamar rumah sakit bernuansa putih itu kening sehun langsung bertaut curiga. Ruangan itu kosong. Ia berjalan dengan langkah besar kearah kamar mandi, sehun langsung mendobrak pintu itu namun yang ia dapati hanya udara kosong. Jin hye tidak berada disana. Ia langsung merajut langkah keluar dari kamar rumah sakit itu dan dengan langkah cepat berlari menuju taman rumah sakit, bisa saja jin hye ada disana. Namun sekali lagi ia harus menerima kenyataan bahwa jin hye juga tidak ada ditempat itu, ia sudah berkeliling beberapa kali ditaman luas itu namun nihil. Jin hye tetap tidak ada disana. Ia kembali berlari menuju kamar inap jin hye berharap gadis itu sudah kembali kekamarnya.

 

 

Bolehkah sehun merasa takut sekarang?, jin hye juga belum kembali kekamarnya. Mata sehun menangkap beberapa kejanggalan dalam ruangan itu, beberapa tetes darah yang ia yakini adalah darah jin hye meninggalkan bekas dilantai keramik putih itu. kecurigaan sehun semakin menjadi saat menyadari selang infus yang biasa bertengger dilengan kiri jin hye kini terlihat berantakan seperti habis dicabut paksa. Dengan gerakkan cepat sehun mengambil smartphone yang ada disaku kanan celananya, berusaha menelepon jongin.

 

 

“Bantu aku mencari jin hye.” Sehun langsung membuka suaranya beberapa saat setelah telepon itu tersambung.

 

 

“Apa yang terjadi?” jongin bertanya bingung,

 

 

“Jin hye kabur tanpa sepengetahuanku.” Entah apakah jongin juga merasakan nada bicara sehun yang kini terdengar gelisah. Sekarang sehun sangat takut jin hye akan benar benar meninggalkannya.

 

~

 

 

Mobil yang dikendarai ji ae berhenti disebuah rumah besar yang terlihat sepi. Itu adalah rumah pribadi milik ji ae yang baru selesai dua tahun yang lalu. Dia tidak memberitahukan tentang rumahnya itu pada siapapun termasuk kakaknya sekalipun, ji ae hanya merasa belum waktunya ia memberitahukan tentang rumah ini pada siapapun karna ayah dan ibunya pasti akan melarangnya pindah dari rumah mereka. Rumah itu berada cukup jauh dari kawasan kota yang ramai dan dipenuhi dengan pemandangan hijau disekelilingnya, butuh waktu hampir dua jam untuk sampai kerumah itu.

 

 

“Kau masuklah duluan dan ketuk saja pintunya salah satu pembantu pasti akan membukakannya untukmu, katakan saja kau datang bersamaku. Aku akan menyusul sebentar lagi.” Jelas ji ae sembari menutup mobilnya. Tanpa memiliki firasat buruk apapun jin hye masuk kedalam rumah besar bernuansa eropa itu sedangkan ji ae masih berdiri didekat mobilnya seperti menunggu sesuatu, sesekali ia mengecek ponselnya dengan gelisah.

 

 

Dua buah mobil masuk kepekarangan rumah itu dan berhenti tepat didepan mobil ji ae. Beberapa orang pria berjas hitam turun dari mobil lalu menghampiri ji ae yang masih berdiri didekat mobilnya. Salah seorang dari pria berjas itu berjalan semakin mendekat kearah ji ae.

 

 

“Nona muda memanggil kami kesini untuk apa?” tanya pria itu, para pria itu adalah para pengawal dari ayah ji ae.

 

 

“Kalian ingin uang?” tanya ji ae. Pria itu mengangguk, ji ae mengambil cek didalam tasnya lalu memberikan kertas berharga itu pada pria dihadapannya. Pria itu membulatkan matanya terkejut lalu mengalihkan pandangan tidak percayanya pada ji ae.

 

 

“Nona muda, apa nona serius?! Ini terlalu banyak.” Ucap pria itu. ji ae tersenyum, kali ini terkesan dingin dan mengerikan. Pria itu tahu pasti bahwa sang nona muda sekarang sedang serius dengan perkataannya.

 

 

“Kalian hanya perlu menjaga seorang gadis didalam sana dengan baik. jangan biarkan dia keluar dari rumah barang sebentar saja, bila dia mencoba kabur kalian harus mengabariku secepatnya. Bukankah itu mudah? Dan ingat rahasiakan ini dari siapapun termasuk appa dan luhan. Kalau kalian kekurangan sesuatu katakan saja padaku.” Jelas ji ae panjang lebar pada pria didepannya. Ji ae menoleh sebentar karah pintu rumahnya, disana ia mendapati jin hye yang berdiri mematung sambil memandang penuh tanya kearahnya. Jin hye pasti mendengar percakapannya barusan.

 

 

“Bawa dia kembali masuk kedalam, kalau dia memberontak paksa saja dia.” Ucap ji ae. Para pria itu menurut, mereka menghampiri jin hye lalu membujuk jin hye untuk kembali masuk kedalam namun jin hye menolak dan malah menghampiri ji ae yang saat itu hendak kembali masuk kemobilnya.

 

 

“Apa yang kau lakukan? Apa maksud semua ini?!” tuntut jin hye.

 

 

 

“Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan sejak pertama kali bertemu denganmu.” Jawab ji ae sedikit ambigu.

 

 

“Apa maksudmu?” ulang jin hye.

 

 

“Aku hanya berusaha menjauhkanmu dari kakakku dan sehun. Kau tahu? Kau sudah merebut sehun dariku karna itulah aku melakukan hal ini.” jelas ji ae.

 

 

-TBC-

Ini penting jadi harap dibaca dengan seksama!

Karna kemarin sempat ada yang komplain soal fanfic JiYeol yang mirip sama fanfic lain jadi JiYeol bakal jelasin semuanya disini.

JiYeol gak pernah sekalipun memplagiat fanfic lain, sebagai buktinya, kalau JiYeol memang memplagiat fanfic lain maka JiYeol gak bakal berani nulis disclaimer diatas dan note ini. Kalaupun beberapa dari kalian ada yang merasa fanfic ini mirip dengan fanfic fanfic lain dan mengklaim bahwa JiYeol telah menjiplak atau apapun itu biar JiYeol tanya, apakah kemiripannya se-signifikan itu? gak kan?.

Asal kalian tahu, fanfic ini JiYeol hadiahkan buat sahabat baik JiYeol jadi gak mungkin JiYeol ngasih sahabat JiYeol itu dengan karya hasil jiplakan atau plagiat bukan? Semua itu sangat mustahil dan memalukan kalau JiYeol benar benar melakukannya. Kalau ada beberapa dari bagian fanfic ini yang mirip mungkin itu hanya kesalahan JiYeol, bukankah pikiran manusia itu sesekali pernah sama dengan manusia yang lainnya? JiYeol gak pernah nemuin fanfic lain dengan alur begini maka dari itu JiYeol berani nulis fanfic ini. Mungkin aja diluar sana ada fanfic beralur hampir sama seperti fanfic JiYeol ini dan JiYeol gak tahu soal itu kan?. Dan karna JiYeol ini masih baru banget didunia per-fanfican jadi wajar kan kalo JiYeol belum punya banyak pengalaman dan khayalan JiYeol belum sehebat author author diluaran sana yang mampu membuat karya karya beda dari yang lain, maka dari itu mungkin JiYeol hanya mampu membuat fanfic dengan alur se-mainstream ini sehingga ada fanfic yang HAMPIR mirip dengan fanfic JiYeol ini. Untuk semua itu JiYeol minta maaf sebesar besarnya lain kali JiYeol bakal lebih giat lagi ngebikin fanfic dengan cerita yang tidak mainstream, sekali lagi JiYeol minta maaf kalo ada dari kalian yang kecewa dengan JiYeol.

Sekarang satu pertanyaan penting dari JiYeol, penting banget. Fanfic ini mau dilanjut atau enggak? Kalau masih ada dari kalian yang merasa JiYeol telah memplagiat karya orang lain kalian bisa tulis dikolom komentar dan meminta agar JiYeol segera menghentikan fanfic ini berlanjut, JiYeol bakal hapus fanfic ini sesegera mungkin. JiYeol gak marah sama sekali JiYeol hanya merasa telah mengecewakan para reader JiYeol dan JiYeol sama sekali gak suka membuat seseorang kecewa, JiYeol lebih baik menghapus fanfic ini daripada ada reader JiYeol yang kecewa nantinya. Sekian untuk perhatiannya, JiYeol minta maaf karna mungkin ada kata kata JiYeol yang salah dan terimakasih sudah membaca fanfic JiYeol hingga sejauh ini. Ngebayangin untuk men-share fanfic ini aja udah kaya mimpi yang jadi kenyataan buat JiYeol, apalagi ada banyak yang mau baca+komen+like itu udah kaya mimpi yang jadi nyata(lagi) buat JiYeol, gak pernah bayangin JiYeol bakal ngebuat fanfic dengan banyak chapter kayak gini karna biasanya semua fanfic JiYeol itu failed:v. Oke deh daripada cape terus membaca curhatan JiYeol ini mending udahan aja, see you next time^^~

 

 

 

 

 

 

22 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] FORBIDDEN LOVE (Chapter 6)”

  1. Merenut sehun apa ji ae menyukai sehun lalu bagai mana dengan jongin, ku pikir dia akan membantu luhan tapi sepertinya tidak. Semangat ya untuk lanjutan kedepannya . Thank you

  2. Fanfic nya harus lanjut jiyeol, kudu ampe END. Ga udah terlalu di dengerin comment negatif kayak gitu. Pasti lah ada pemikiran yg hampir sama, tapi pastinya ga bakalan persis sama kan. Be smart reader ya chinguuuu

  3. Ji ea malah jdi jahat ya????lepas dri sehun skrg jiae yg sma gilanya…moga2 luhan bisa cepet2 nemuin jinhye….jinhye gak tau apa2 kok

  4. kayanya makin seru nihh, ohh si luhan itu kakaknya ji ae? kalo luhan kakaknya ji ae berarti luhan kenal sehun dong? dan jin hyr bisa ketemu sama luhan? antara gak ikhlas kalo luhan akhirnya nnti sama jin hye, tapi kayanya sehun mulai suka yaa sama jin hye? kalo emg sehun mulai suka, hilangin dong niatan buat balas dendam k jin hye, kasian dia gak tau apa-apa tapi di jadiin bahan buat balas dendam

  5. Ah greget benrran si ji ae jahat banget sih pengen gua bejek bejek kenapa dia kayak gitu malah nambah bebannya jin hye fighting thor sasa wkwkwk

  6. ohh ternyata ji ae itu licik dan pnya niat buruk…oh astaaga
    pantes rada curiga kok sampe nyuruh orng suruhan buat jaga jinhye…duh sehun jongin cepet selametin akuuu…ehhh selametin jinhye
    next..next..

  7. Lanjut dong…..
    ini bagus bgt lho ceritanya,, Please jgn sampe gk dilanjutin ya
    Sehun kasian,, moga dia cpet mnemukan jin hye…
    Please jgn nistain sehun ya jiyeol 🙂

  8. Omona… sehun apa apaan?
    Dan ji ae, what do you mean? What do you thing? Apa maksudnyaaa dia gimana sih.

    Andwae.. jangan berhenti jangan di hapus. Tetep lanjut next chap eonn.

  9. Aku pikir ji ae baik, tp ternyata ada udah dibalik bakwan o.O
    apa yg bakal dia lakuin ke jin hye ??

    Aku jd bingung siapa yg baik disini ? Luhan ??
    Lanjuuutt
    fighting author ^^

  10. segala sesuatu pasti ada yg sama tp bkn berarti sama persiskan,,,,ga perlu d urusin yg nganggep plagiat,,,ini seru ko,,jd yg smangat ya Jiyeol,,, d tunggu lanjutanya!

  11. lanjuuuutttt Jiyeol ></
    klo ad yg blang mirip mgkin aj emg ada, tp kemiripan itu kn g disengaja ya?
    wajar lah mirip, cerita hidup kn ya gtu" aj, org kisah nyata hdup kita yg sutradaranya adl Tuhan aj psti bnyak yg mngalami aplgi manusia yg bkin, iya kan?
    jd jgn cma krn 1 org blang crta qm mirip ama ff diluaran sana qm jd pesimis Ji 🙂
    lanjuuuuttttt… jdi Ji Ae sbnernya ska ama Sehun? trus nasibnya Jongin gmna dnk? kasian Jongin 😂
    trus Sehun bkal gila g krna JinHye mghilang? kasian Sehun 😂
    jdi JinHye bkal disembunyiin dr Luhan jg? kasian Luhan 😂
    aq tnggu next chapnya yaa Jiyeol ah, fighting!!! :*

  12. Yee luhan udah balik. Eh tapi ji ae itu niat ngebantu apa jahat sih?
    Dilanjut dong jiyeol-ssi. Pembaca setianya kak jiyeol pasti nungguin kok. Next chapternya ya kak. Ditunggu buanget ^^ Fighting

  13. Oh jdi ji ae suka ma sehun..dan luhan kakaknya ji ae wah mulai berat ya
    kok aq bukannya seneng ji ae bawa jihye ya,malah jdi kesel ya

  14. Jadi Ji Ae suka sama Sehun? bukannya Ji Ae tunangannya Jong In???
    Aduhhh konfliknya makin jadi nih
    Lu Han – Jin Hye – Sehun cinta segitiga kah???

    Kasihan Jin Hye bebas dari Sehun tapi di sekap sama Ji Ae, semoga Lu Han cepat tau kalo adiknya itu tahu semua tengang Jin Hye

    Chap ini menarik sekali kak, dan penuliaannya lebih baik dari chap kemarin, feelnya juga dapet 😀

    Menurut aku selama aku baca banyak ff, ff mu ini ga sama sama yang lain deh thor, benar kata author mungkin ada beberapa kalimat yang sama tapi selebihnya ga ko, aku ga pernah baca ff dengan cerita seperti ini kecuali ff milikmu thor.
    Jadi sayang kalo diberhentikan, lanjut aja ya thor ^^

    Next chapnya ditunggu
    Keep writing thor ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s