[EXOFFI FREELANCE] Promise From You (Chapter 1)

pro

Promise From You

A FanFiction made by Riku. And also, the length is Chaptered. EXO’s Kai as the lead male and Red Velvet’s Seulgi as the lead female, supported by EXO members, Red Velvet members, Twice members, and last, NCT U member as an additional cast. Romance, Life, School-Life as the genre, so i will take you to my imagination world. And because of that, this is rated PG-16.

DISCLAIMER!

Inspired by IRISH noona, i create this fanfiction, pure from my brain. With the BASIC from many stories, dramas, and fanfictions i made this fanfiction. If you find a similarity storyline, it was just a few, the storyline in my brain is same. But the whole story of my own.Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. I just BORROW the name.

EXO, Red Velvet, Twice and NCT U Members belong to their real-life.

■♤♡♢♧■♤♡♢♧■♤♡♢♧■

The First Time we meet…”

 

Musim semi, salah satu musim yang sangat ditunggu banyak orang. Musim dimana bunga mulai datang kembali , mulai bermekaran setelah di tutupi oleh salju yang dingin. Bukan hanya orang-orang saja yang menanti kehadiran musim semi kali ini, burung-burung pun sepertinya ikut menanti kehadiran musim ini. Mereka terbang dan berbunyi dengan keras sejak matahari muncul sebagai pertanda dimulainya hari ini. Banyak alasan yang membuat orang-orang menyukai musim semi, tapi alasan utama warga Seoul menyukai musim semi adalah mekarnya bunga-bunga. Jika di Jepang punya bunga Sakura , maka Seoul mempunyai Cherry Blossom.

 

“Aku pergi dulu!!!”

 

Pagi yang tenang di Seoul terbuyarkan dengan teriakan seorang remaja yang pergi menuju sekolahnya. Ditemani dengan Skateboard dan roti isi yang berada dimulutnya, dia bergegas menuju sekolahnya dengan terburu-buru. Telat, mungkin itu kata yang pantas untuk mendeskripsikan keadaannya.

 

In Kai Side

 

Ini buruk, aku lupa mengganti baterai jam alarmku. Sekarang aku harus menelan pahit bahwa aku terancam terlambat untuk datang ke sekolah. Ayolah, jika aku terlambat lagi maka ini akan menjadi masalah besar. Aku tahu, semua pelajar pasti  pernah datang terlambat tapi untukku ini adalah mimpi buruk.

 

Aku tahu, aku tahu. Ini adalah awal dari semesterku yang baru, dan mungkin juga untuk siswa yang lain. Terlalu lama libur membuat jadwal tidurku menjadi tidak teratur, siang tidur dan malam terbangun, libur kenaikan kelas memang sangat aneh. Kenaikan kelas? Ya, di semester ini aku adalah siswa kelas 3 dan ini tahun ketiga aku berada di sekolah yang sangat luar biasa hebat dan mengerikan ini. Meskipun ini hari pertama aku tetap tidak boleh terlambat, aku sudah punya cukup banyak catatan buruk mengenai kelakuanku selama 2 tahun dan aku bertekad untuk menghapus itu semua.

 

“Hah hah hah, masih terbuka berarti aku belum terlambat.” Ucapku sambil terengah-engah.

 

Aku sekarang berada di depan gerbang sekolahku, Anyang Art High School. Sekolah ternama yang dimana banyak artis K-Pop menjadi alumni di sekolah ini. Sebut saja Rain, Wonder Girls Yoobin, KARA Park Gyuri dan B2ST Junhyung. Memang banyak pelajar yang ingin bersekolah di sini, tapi menjadi siswa disini tidak terlalu menarik. Banyak siswa pintar tapi itu pun masih bisa di hitung dengan jari, lalu ada siswa yang memang mempunyai uang dan menghamburkan uangnya untuk masuk ke sekolah ini. Apakah itu ada manfaatnya? Masuk ke sekolah yang ketat akan nilai akademis dan mereka membohongi diri mereka sendiri dan memalsukan nilai mereka sehingga bisa masuk kesini? Meskipun keluargaku termasuk orang kaya, aku tidak suka menghabiskan uang mereka, aku lebih suka melakukan apa yang kuanggap benar. Dan contohnya seperti ini, pergi ke sekolah menggunakan Skateboard.

 

“Kau bodoh Kim Jongin! Ini hari pertama, jadi pasti akan ada masa penyusuaian lingkungan sekolah. Lalu untuk apa aku datang terburu-buru??” Aku merutuki diriku sendiri karena kebodohanku yang lupa jika hari pertama ajaran baru pasti akan ada orientasi sekolah, dan sekolah akan membuka gerbang seharian.

 

“KKAMJONG!!!”

 

Aku menoleh untuk mencari orang yang memanggilku. Aku tersenyum saat melihat kedua sahabatku berjalan ke arahku, orang yang memanggilku itu adalah Byun Baekhyun dan sahabatku yang satu lagi Oh Sehun mengekor di belakangnya. Mereka rivalku dalam peringkat 1 di kelas ataupun sekolah, kami selalu berlomba untuk mendapat rangking 1. Selama 3 tahun, aku selalu berada di peringkat ke 2 dan 3. Maka tahun ini aku akan mengalahkan mereka.

 

“Baekhyun~ah, Sehun~ah!” Ucapku sambil melambaikan tanganku kearah mereka, rindu karena lama tidak bertemu setelah libur panjang.

 

“Woah, kenapa kau berkeringat seperti itu? Ini masih pukul 06:47. Apa kau dimarahi ibumu lagi? Kau pasti menonton film yadong lagi ya??” Ucap Sehun setelah berhigh-five denganku. Aku memasang muka datar, bocah tengik ini.

 

“Ya, aku sudah berhenti menonton film-film seperti itu sejak kelas 1, kenapa kau masih membahasnya juga hah??” Ucapku.

 

“Bisa saja itu terjadi, tidak ada yang tidak mungkin. Hahaha.” Ucapnya sambil tertawa di ikuti oleh Baekhyun yang tersenyum.

 

“Lalu apa yang membuat seorang Kim Jongin berkeringat di pagi hari dan anehnya di haaaarrriiii peeerrttaaamaaa ssseeekkollaahhhhh???” Ucap Baekhyun dengan menekan beberapa perkataan terakhirnya.

 

“Kalian memang menyebalkan, aku tidak melakukan yang aneh-aneh. Aku hanya telat mengganti jam ku sehingga aku datang terlambat. Puas??” Ucapku memberi penjelasan dengan lengkap.

 

“Hahaha, baiklah. Kami percaya padamu. Ayo kita ke dalam, kita lihat wajah anak-anak baru, semoga saja ada yang dapat menarik perhatianku.” Ajaknya yang mendapat antusias dari Sehun. Aku hanya terkekeh mendengarnya.

 

Saat kami melewati koridor sekolah, banyak siswi yang ‘sepertinya’ terkagum dengan kami, terlihat dari ekspresi mereka yang aneh sambil menunjuk-menunjuk kami. Sungguh, ini sangat mengganggu. Maksudku, ini baru hari pertama.

 

Saat di kelas lah yang menjadi menarik, beberapa siswa yang pernah sekelas denganku di kelas 1 dan 2 kini berada disini, seperti Wendy dan Irene dua sahabat yang sangat akrab dengan semua orang termasuk kami kini sekelas denganku, lalu ada Sana dan Momo, murid pindahan dari Jepang yang satu club dance denganku dan Sehun. Lalu ada Yeri si murid yang sangat misterius, maksud misterius disini adalah dia sangat muda tetapi seangkatan denganku, kata guru-guru sih dia pintar sekali.

 

“Kai~ah, kau yang pilih tempat duduk kali ini.” Ujar Baekhyun sambil menepuk pundakku.

 

“Kenapa aku? Tidak biasanya…” Balasku sambil memicingkan mataku.

 

“Kau ingin mengalahkan kami kan? Jadi kau bisa memilih tempat dimana kau akan di kalahkan lagi.” Ucapnya mengejekku.

 

“Ya, Byun Baekhyun. Aku benar-benar akan melakukannya. Awas saja. Aku memilih meja di pojok kiri dekat jendela, kedua dari belakang tepat di belakang Irene dan Wendy.”

 

“Okey, aku dan Baek akan duduk di belakangmu.” Celetuk Sehun.

 

Okay, aku duduk sendiri… Tunggu! Apa!?

 

“Kau dengan Baekhyun. Lalu kau ingin aku duduk sendiri, begitu?” Ucapku

 

“Kau sudah memilih tempat, kenapa kau ingin menentukan siapa yang duduk dengan siapa?” Ucapnya yang kemudian pergi ke tempat duduknya.

 

Aku menampar wajahku, merasa terbodohi oleh kedua sahabatku. Sedangkan yang membodohi ku itu tengah duduk dengan manis di pojok sana. Aku menatap mereka kesal yang dibalas dengan gelak tawa dari mereka berdua, tapi mereka segera berhenti tertawa dan menatapku dengan serius.

 

“Ada apa dengan muka bodoh kalian??” Ucapku sambil terkekeh geli. Tapi mereka tetap saja diam, aku yang penasaran melihat kebelakang dan terkejut bukan main.

 

“S-Song Jihyo seongsangnim???” Ucapku gelagapan.

 

“Cepat duduk di tempatmu, Tuan Kim”

 

“Ahhh, ne, ne. Aku akan duduk.” Ucapku sambil terbirit-birit menuju tempat dudukku. Sehun dan Baekhyun terlihat menahan tawanya ketika melihatku.

 

“Hari ini adalah hari pertama kalian masuk sekolah, apakah liburan kalian menyenangkan?” Tanya Jihyo seongsangnim.

 

“NE!!!!!!” Balas para murid.

 

Kuberi tahu, itu adalah kebohongan para pelajar, tidak ada yang menyenangkan ketika waktu liburan habis.

 

“Karena ini hari yang baru maka kalian juga memiliki teman baru, sekarang kalian akan mendapat teman baru.” Lanjut Jihyo seongsangnim.

 

Beberapa murid mulai riuh, beberapa siswa ada yang terlihat antusias. Para yeoja berharap siswa baru itu adalah lelaki dan tentu saja para namja mengharapkan siswa baru itu seorang perempuan.

 

“Hentikan obrolan kalian, mari kita dengar dan lihat saja dari orangnya. Silahkan masuk.” Ucap seongsangnim.

 

Pintu kelas pun tergeser dan muncullah seorang yeoja berambut panjang di balik pintu itu masuk ke kelas kami menggunakan seragam. Semua terdiam, para siswa terbengong karena siswi lah yang menjadi murid baru di kelas ini.

 

“Silahkan perkenalkan dirimu.” Ucap Jihyo seongsangnim memecah suasana

 

“Annyeonghaseyo, namaku Kang Seulgi. Senang bertemu dengan kalian semua.” Ucap murid bernama Seulgi itu yang dilanjutkan dengan membungkukkan badannya.

 

Seisi kelas terdiam.

 

■♤♡♢♧■♤♡♢♧■♤♡♢♧■

 

In Author Side

 

Seisi kelas terbius oleh suara Seulgi, bahkan para namja tidak berkedip melihat wajah Seulgi. Lalu ada beberapa lagi yang mengusap-usap mata mereka seolah tak percaya dengan kecantikkan Seulgi, beberapa yeoja juga ada yang terkagum dengan Seulgi. Sungguh, kedatangannya membuat seluruh kelas terkejut dan terpana kecuali Kim Jongin. Meskipun Kai ikut menatap Seulgi, tetapi tatapan yang ia berikan berbeda dengan para siswa lainnya.

 

“Tolong, perkenalkan dirimu lebih banyak, Seulgi~ssi.” Ucap Jihyo seongsangnim.

 

“Ah, ne. Namaku Kang Seulgi, orang-orang biasa memanggilku dengan nama Seulgi. Aku pindahan dari Hannyoung High School, aku suka menari, menyanyi dan juga bermain gitar.” Jelas Seulgi yang disambut teriakan oleh para siswa.

 

“Baiklah, kau boleh duduk dimana saja. Tapi kulihat tempat duduk untuk yeoja sudah penuh. Jadi tidak apa-apa kan jika kau duduk dengan namja?” Ucap Jihyo seongsangnim.

 

“Ne, tidak apa-apa, seongsangnim.” Balas Seulgi.

 

Setelah itu Seulgi bergerak dan melihat-lihat bangku kosong yang ada, beberapa namja berteriak-teriak supaya bisa duduk di sebelah Seulgi. Tapi itu malah membuat Seulgi risih. Setelah beberapa lama Seulgi akhirnya mendapat tempat duduknya.

 

“Tidak apa-apa kan jika aku duduk disini?” Tanya Seulgi.

 

Yang ditanya hanya melihat Seulgi dan mengangguk sebagai tanda bahwa ia setuju. Seulgi tersenyum dan duduk di sebelahnya.

 

“Namaku Seulgi, senang bertemu denganmu.”

 

“Namaku Kim Jongin, kau bisa memanggilku Kai.” Ucap Kai membalas perkenala Seulgi dengan ekspresi seadanya.

 

Tanpa mereka berdua sadari, di belakang mereka berdua, Sehun dan Baekhyun tengah terkaget karena tidak percaya bahwa Seulgi akan memilih duduk bersama Kai. Diantara banyak siswa, dia memilih Kai.

 

■♤♡♢♧■♤♡♢♧■♤♡♢♧■

 

“Pelajaran kali ini sudah selesai, kalian boleh beristirahat.” Ucap seongsangnim kemudian pergi meninggalkan kelas.

 

Semua siswa mendesah panjang, merasa terselamatkan karena mereka sudah merasa bosan, seperti Wendy dan Irene. Mereka berdua sangat menunggu jam istirahat dan tak disangka juga Seulgi yang berstatus murid baru ternyata berteman akrab dengan mereka. Mereka berbincang-bincang sebelum pergi meninggalkan kelas, Seulgi hanya tertawa dan tersenyum menanggapi mereka berdua. Dan beginilah kehidupan para pelajar, tetapi ini sangat berbeda jika melihat 2 namja di belakang Seulgi, mereka tengah asik membicarakan tentang atom dari pelajaran kimia yang baru diajarkan, dan berbeda dari mereka berdua, namja di sebelah Seulgi hanya memandang keluar jendela.

 

Irene merasa lapar kemudian mengajak Seulgi dan Wendy untuk pergi ke kantin, Seulgi yang senang bertemu dengan teman lamanya pun mengiyakan ajakannya dan pergi kekantin. Di meja kantin mereka mengobrol tentang ini itu, kebanyakan tentang sekolah lama Seulgi.

 

“Seulgi~ah, apa kau tahu kau duduk dengan siapa tadi?” Tanya Irene kepada Seulgi,

 

“Eh? Maksudmu Kai?” Balas Seulgi

 

“Lalu, apa kau juga tahu siapa yang duduk di belakangmu?” Tanya Wendy mendadak sambil meminum orange juice nya.

 

“Baekhyun dan Sehun kan?” Tanya Seulgi kembali.

 

“Eh?  Bagaimana kau bisa tahu? Kau kan baru pindah kesini.” Jawab Wendy antusias.

 

“Hmm, begini. Aku dan Sehun adalah sepupu. Sedangkan Baekhyun, aku berteman dengannya sejak kecil.”

 

“Woah, daebak. Kau berteman sejak kecil dengan siswa terpintar ke-1 di sekolah ini, lalu Sehun… siswa terpintar ke-2 dan tertampan di sekolah ini adalah sepupumu, dan terakhir kau duduk dengan Kim Jongin alias Kai yang menjadi siswa terpintar ke 3 di sini, ketua club dance, dan anggota club renang terbaik di sekolah ini. Aku jadi iri padamuuuuuu….” Ucap Wendy sambil menutup matanya, sudah menghayal kemana-mana. Seulgi hanya terkekeh melihat teman barunya.

 

“Jadi, apa kau tidak tertarik dengan Kai?” Ucap Irene yang membuat Seulgi membulatkan matanya.

 

“Tidak, aku datang kesini hanya karena ingin fokus belajar dan juga ibuku yang memindahkan ku kesini. Ibuku bilang dia akan pergi untuk beberapa bulan jadi dia menitipkanku ke bibi Oh, yang tak lain adalah orang tua Sehun. Terdengar dramatis bukan??” Jelas Seulgi panjang lebar sambil tertawa.

 

“Orang tuamu sepertinya terlalu banyak menontom K-Drama…” jawab Wendy dengan polos.

 

Dan mereka bertiga tertawa, lalu menghabiskan makanan mereka sebelum kembali ke kelas.

 

■♤♡♢♧■♤♡♢♧■♤♡♢♧■

 

In Seulgi Side

 

Dua minggu sudah terlewati, aku sudah menyesuaikan dengan lingkunganku yang baru ini. Mendapat teman dan juga club yang sangat bagus untuk menyalurkan hobiku, menari. Yang membuatku senang adalah bertemu dengan Irene dan Wendy, aku berteman cukup lama dengan Irene lalu ditambah lagi dengan Wendy yang menjadi moodmaker di antara kami. Berbicara tentang club, aku masuk club dance bersama dengan Irene yang telah masuk duluan kedalam club sedangkan Wendy masuk ke club Vokal . Di club dance ini, dibagi menjadi beberapa tim seperti tim Stars, Legend, Number 1, dll, dan setiap tim dibagi lagi menjadi 2 yeoja namja. Irene bilang tujuan dibentuknya tim-tim ini supaya bukan hanya orang terpilih saja yang ikut lomba tetapi satu tim dan semua tim saling berlomba untuk menjadi tim yang bisa di lombakan. Aku masuk ke tim ‘Number 1’ bersama Irene, selama aku masuk ke club dance banyak yang memuji kemampuan danceku. Jujur saja, aku sangat senang tetapi kadang mereka terlalu berlebihan, mereka sampai membandingkanku dengan Kai, ketua dance club ini, dan leader dari tim ‘All-Star’. Dan sepertinya membuat Kai kesal.

 

Titik dimana semua semakin rumit itu terjadi hari ini, aku tidak pernah menyangka bahwa ini semua akan terjadi.

 

“Seulgi~ah, bagaimana jika nilai Kimiaku buruk??” Ujar Wendy dengan wajah memelas.

 

“Berpikir positif saja, Wendy…” Balasku.

 

Meskipun ini adalah sekolah Art, tetapi pelajaran akademis itu tetap ada, itu supaya para siswa tidak hanya unggul dalam satu bidang. Sekolah ini menginginkan para siswanya aga unggul dalam semua bidang. Dan saat ini, adalah pembagian hasil ulangan Kimia minggu lalu. Jujur saja, aku tidak yakin saat mengerjakannya, karena materi Kimia saat di sekolahku dulu cukup tertinggal sehingga aku tidak tahu dan mengosongkan beberapa soal.

 

“Sehun~ah, kau yakin dapat berapa?”

 

“Aku tidak yakin saat mengerjakannya, jadi aku pikir nilaiku hanya 90. Bagaimana denganmu, Baek?”

 

Dibelakangku Sehun dan Baekhyun tengah berbisik-bisik yang entah mereka sengaja atau tidak untuk membesarkan volumenya. Aku tidak bisa untuk tidak mengupingnya.

 

“Aku juga tidak yakin, mungkin hanya sekitar 94. Aku tidak akan pernah bisa lebih besar dari Kai dalam pelajaran kimia. Dia selalu mendapat nilai 100, kau tahu saat dia mengajarkan kita tentang atom dan reaksi kimia 1 minggu yang lalu sebelum ujian? Dia seperti professor.”  Ucap Baekhyun.

 

Ah, ternyata Kai yang duduk di sebelahku ini adalah orang yang sangat menyukai pelajaran kimia rupanya. Pantas saja dia selalu tidur saat pelajaran kimia. Mungkin karena dia tahu akan selalu dapat nilai baik dalam pelajaran kimia.

 

“Byun Baekhyun dan Oh Sehun, nilai kalian sama, 96. Sepertinya tidak mungkin jika kalian bekerja sama, bukan?” Ucap Park Eun Bin seongsangnim, yang disambut senyuman dari Baekhyun dan Sehun.

 

“Ah, Kim Kai!” Panggil Eun Bin seongsangnim.

 

Yang dipanggil hanya menatapnya dengan tatapan malas, sepertinya dia sudah tahu akan mendapat nilai berapa.

 

“Sepertinya kau terlalu banyak tidur dan bermain game ya? Nilaimu turun bahkan dibawah Sehun & Baekhyun, yang selalu kau kalahkan dalam pelajaran kimia, nilaimu 90. Dan untukmu, Kang Seulgi. Selamat, kau mendapat nilai tertinggi di kelas, 98, di ulangan pertamamu. Coba kau isi saja soal yang kosong untuk kedepannya.” Ucap Eun Bin seongsangnim yang kemudian berjalan menuju tempat duduknya.

 

Aku masih membulatkan mataku tidak percaya, mengejutkan tentunya jika kau tahu nilaimu lebih tinggi dari pada siswa terpintar di sekolah dan siswa terpintar dalam pelajaran kimia. Aku melihat ke seluruh kelas, beberapa siswa ada yang mengucapkan selamat padaku, Wendy pun bertepuk tangan pelan seakan dia takjub jika aku mendapat nilai tinggi, dan tatapan ku berhenti saat menatap namja yang duduk disebelahku. Kai, dia menatapku dengan serius. Sungguh, tatapannya sangat tidak biasa kuartikan, antara marah, kesal, tidak percaya. Ya seperti itulah.

 

Aku berbalik menatap Sehun dan Baekhyun, mereka juga sepertinya tidak percaya jika Kai akan mendapat nilai lebih kecil daripada mereka. Dan aku kembali menatap Kai, namja itu masih di posisi yang sama dari tadi, dengan tatapan yang tidak bisa di alihkan, terus menatapku dengan tatapan yang sama. Aku hanya tersenyum membalasnya, tapi ia hanya melihatku saja kemudian meluruskan pandangannya ke depan, dan aku mendesah. Sepertinya, ini akan berbeda mulai dari sekarang.

 

In Author side

 

Setelah Eun Bin seongsangnim meninggalkan kelas, Kai kembali menatap Seulgi dengan tatapan anehnya. Seulgi pun tidak nyaman jika Kai terus-terusan menatapnya seperti itu, ia merasa jika dia bergerak sedikit maka tatapan Kai itu akan semakin tajam, seperti borgol 8 kunci yang ada di Kungfu Panda.

 

“Bagaimana bisa kau melakukannya?” Tanya Kai setelah sekian lama terdiam membuat Seulgi menghembuskan nafasnya.

 

“Aku hanya melakukan apa yang kulakukan, aku hanya menjawab soal yang aku tahu. Ditambah, pelajaran disini itu lebih cepat bukan? Aku juga tertinggal beberapa materi, aku juga tidak menyangka mendapat nilai lebih tinggi darimu yang notabennya sebagai Master kimia di sekolah ini.” Keluh Seulgi yang tidak nyaman jika ditatapi Kai terus menerus.

 

Kai hanya mendesah pelan ketika mendapat penjelasan dari Seulgi. Dia kaget bahwa Seulgi akan jadi pesaingnya dalam pelajaran Kimia.

 

Seulgi mendengus sebal ketika Kai langsung mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Dia sudah memberanikan diri untuk mengatakannya, tapi namja itu mengacuhkannya.

 

In Kai Side

 

Kesal adalah jika kau sudah mengamankan dan menjaga gelar juara lalu ada seseorang yang mengambilnya. Aku tidak terlalu peduli dengan pelajaran kimia, bukan karena aku merasa hebat dalam pelajaran kimia. Tapi memang karena aku sudah hafal semua bab di pelajaran kimia, dan aku selalu menjadi orang yang mendapat nilai sempurna dalam pelajaran ini. Dan sepertinya apa yang aku amankan akan segera terenggut dariku.

 

“Kai~ssi, apakah benar jika FeCl3 itu kandungan besi? Aku pernah membaca di suatu buku jika zat itu adalah Klorida.” Dia menanyakan hal yang sama sekali tidak ada gunanya. Maksudku, ayolah dia sudah mengalahkanku. Tidak mungkin jika dia tidak bisa menjawab soal sepele seperti ini.

 

“Kau bisu atau tuli? Kenapa kau diam saja saat aku bertanya?” Tanyanya polos.

 

Aku menghela nafasku berat, jika dia bukan seorang yeoja aku mungkin sudah memukulnya. Aku menoleh padanya dan menatapnya dengan serius, kemudian ia menatapku balik.

 

“Dengar, aku akan menjawab pertanyaanmu itu. Jadi dengarkan lah baik-baik karena aku hanya akan mengatakannya sekali saja.” Ucapku dengan muka yang serius.

 

“Baiklah, aku akan mendengarkan.” Jawabnya dengan mantap.

 

“Kau adalah rivalku sekarang dalam pelajaran kimia, jadi cari tahu saja sendiri. Karena aku tidak akan membantu rivalku.” Kataku dari dalam hati, dan dia memberikan ekspresi masam.

 

“Kau sangat menyebalkan.” Ucapnya yang kembali berkutat dengan buku kimia di hadapannya. Masa bodo lah, yang penting dia tidak berbicara denganku.

 

■♤♡♢♧■♤♡♢♧■♤♡♢♧■

 

In Author side

 

Sehun, Baekhyun, dan Kai sedang berada di kantin sekolah sekarang, duduk untuk menghabiskan waktu sambil membahas beberapa soal dan mengisi perut mereka setelah menyelesaikan jadwal sekolah hari ini. Karena sepertinya mereka kelelahan setelah belajar seharian, Sehun dan Baekhyun sedang mengobrol dan memperhatikan beberapa anak baru yang ada di kantin, dan Kai masih larut dalam fikirannya sambil meminum coklat panas.

 

“Woah, banyak sekali murid baru yang cantik. Sehun~ah, bagaimana menurutmu?” Tanya Baekhyun kepada Sehun.

 

“Aku tidak terlalu tertarik dengan itu semua, aku berbeda denganmu. Tanyakan lah pada Kai, dia yang paling populer disini.” Balas Sehun. Yang di sebut oleh Sehun masih saju menyeruput coklat panasnya dan sesekali melihat soal kimia.

 

Kai terlihat sangat serius membaca soal-soal dan materi kimia yang ada di buku itu, seolah tidak akan melepas sedikitpun materi yang ada di buku itu. Sehun dan Baekhyun yang merasa diabaikan pun berencana untuk menggoda Kai dengan sesuatu yang baru didapatnya hari ini.

 

“Sehun~ah, sepertinya ada yang mengacuhkan kita karena dia baru saja dikalahkan dalam pelajaran yang dikuasainya.” Ucap Baekhyun yang memulai rencana mereka.

 

“Ah, jeongmal?” Tanya Sehun berpura-pura. Kai berhenti meminum coklatnya dan mengalihkan pandangannya ke arah dua sahabatnya. Merasa tersindir, Kai pun menutup buku kimia dan mulai mendengarkan mereka berdua.

 

“Yap, dan lebih parahnya lagi dia di kalahkan oleh seorang yeoja, anak baru pula.” Ejek Baekhyun.

 

“Yak, aku hanya membiarkannya untuk kali ini saja.” Ucap Kai yang merasa tersindir dan membuat Sehun & Baekhyun tertawa.

 

Baekhyun membetulkan posisi duduknya dan menghadap Kai dan Sehun.

 

“Lalu, bagaimana bisa kau mendapat nilai 90?” Tanya Baekhyun kepada Kai.

 

“Aku mengerjakan soal itu dengan mata tertutup.” Ucap Kai malas yang kembali meminum coklatnya.

 

“Kau itu bodoh atau apa? Kau kan selalu tidur saat pelajaran kimia.” Tanya Sehun.

 

“Aku kelelahan waktu itu, jadi aku tertidur. Dan aku sedikit mengantuk, jadi saat mengerjakan ulangan itu aku sedikit tidak sadar.” Jawab Kai.

 

“Huh, alasan…” Balas Baekhyun yang kembali melihat siswi baru yang berlalu lalang di sekitar kantin. Kemudian dia membulatkan matanya, seolah akan mengatakan sesuatu.

 

“Ah, aku tidak akan menduga akan bertemu dengan teman masa kecilku disini.” Ucap Baekhyum sambil tersenyum.

 

“Siapa?” Tanya Kai yang masih meminum coklatnya.

 

“Orang yang duduk di sebelahmu, Kang Seulgi.” Jawab Baekhyun dengan lantang.

 

UHUK! UHUK!

 

“Kaiya, kau tidak apa-apa?” Tanya Baekhyun

 

“Aku baik-baik saja, tenang.” Ucap Kai sambil mengelap bibirnya dan meminum kembali minumannya.

 

“Ah, kau berteman dengan Seulgi?” Tanya Kai.

 

“Yap, saat kami masih kecil. Aku sering bermain ke rumah Sehun karena dulu Sehun adalah tetanggaku sebelum aku pindah. Dan Seulgi selalu ada di rumah Sehun.” Terang Baekhyun.

 

“Di rumah Sehun? Memang ada hubungan antara Sehun dan Seulgi?” Tanya Kai kembali.

 

“Kau tidak tahu? Seulgi adalah sepupu Sehun.” Jawab Baekhyun polos.

 

UHUK! UHUK!

 

“YAK! Apa kau terkena penyakit TBC? Umurmu masih muda, Kai. Sayang sekali kau sudah terkena penyakit parah.” Ucap Sehun kesal karena Kai selalu batuk saat meminum minumannya daritadi, yang kemudian muncrat ke seragam Sehun.

 

“Aish…diam kau!” Balas Kai yang membuat kedua sahabatnya tertawa.

 

“Hahaha, baiklah aku harus pulang duluan. Ibuku menyuruhku membelikan beberapa novel untuknya. Dan jangan lupa untuk janjimu Kai, besok jam 10 pagi di tempat biasa.” Ucap Sehun sambil meninggalkan kedua sahabatnya itu.

 

“Aku tahu. Berhati-hatilah” Ucap Kai yang kemudian berhigh-five dengan Sehun. Dan kini tinggal Baekhyun dan Kai di meja itu.

 

“Kaiya.” Panggil Baekhyun. Dan Kai hanya berdeham sebagai jawabannya.

 

“Bagaimana rasanya duduk di sebelah Seulgi?” Tanya Baekhyun tiba-tiba.

 

“Hei, berhentilah berbicara tentang gadis itu. Aku tidak pernah memandangnya lebih dari seorang pelajar, tapi ternyata dia bisa mengalahkanku dalam pelajaran kimia jadi kuanggap dia sebagai rivalku sekarang.” Ucap Kai jujur.

 

“Hahaha, kau ini… jadi kau benar-benar tidak merasakan apa-apa? Kau tidak merasakan yang lain begitu?”

 

“Kau ini kenapa bertanya seperti itu? Aneh sekali.” Jawab Kai berusaha mengelak.

 

“Jawab saja, kau ini menyebalkan.” Ucap Baekhyun sebal sambil memakan dumpling nya.

 

“Dengar, Bacon. Aku tidak akan pernah suka dengan perempuan misterius yang bernama Kang Seulgi itu, dia sudah mengalahkanku dan mulai bersaing di club dance denganku. Aku camkan mulai sekarang dia adalah rivalku.” Jawab Kai dengan jelas yang kemudian melihat ke arah lapangan basket di sebelahnya. Baekhyun yang mendengarnya hanya terkekeh dan menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya.

 

Kai memang terkenal sebagai namja yang hampir tidak bereaksi jika dekat dengan yeoja, bisa dibilang jika Kai itu orang yang kaku jika berhubungan dengan seorang gadis, bahkan mading sekolah menyebut Kai dengan julukan ‘Prince Of Ice’. Itulah kenapa Baekhyun menanyakan pertanyaan itu, siapa tahu dia bisa melihat sisi lain dari Kai. Sisi tersembunyi yang ada dalam dirinya.

 

To Be Continued…

 

13 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Promise From You (Chapter 1)”

  1. “YAK! Apa kau terkena penyakit TBC? Umurmu masih muda, Kai. Sayang sekali kau sudah terkena penyakit parah.”

    Ngakak banget baca kata-kata sehun :v wkwkwk

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s