[EXOFFI FREELANCE] Dream (Chapter 6)

DREAM  –  CHAPTER 6

[LOCKVOGEL – PEMIKAT]

DREAM - CHAPTER 6.jpg

Author: Azalea
Cast : Bae Suzy (Miss A), Byun Baekhyun (EXO), Kim Myungsoo (Infinite)
Genre : Romance, Sadness.
Rating : +17
Length : Chapter
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita DREAM. Jangan plagiat, ataupun me re-upload ff ini tanpa sepengetahuanku.

Cerita Sebelumnya : CHAPTER 1 ( DREAM )  ->  CHAPTER 2 (REAL?)  ->  CHAPTER 3 (DEJA VOO)  ->  CHAPTER 4 (FATE) -> CHAPTER 5 (설레다 [ SEOLLEDA – BERDEBAR ])

 

Pandangannya tidak pernah lepas dari sosok Baekhyun yang memperlihatkan punggung tegaknya, sampai Baekhyun yang Suzy pandangi punggungnya itu berhenti di sebuah meja makan tepat dua meja di belakang meja Suzy dan Myungsoo berada. Baekhyun langsung mengambil tempat duduk tepat menghadap ke arah Suzy dan membuat pandangan mereka kembali bertemu.

Dan saat itu juga Baekhyun tersenyum ke arah Suzy yang mana malah membuat jantung Suzy semakin berdetak dengan hebatnya, tapi untung saja Myungsoo belum menyadari perubahan perasaan yang di alami oleh Suzy sekarang ini.

Suzy buru-buru mengalihkan tatapannya kembali pada makanan yang ada di hadapannya. Berusaha mengendalikan kegugupan yang tiba-tiba datang. Di sisi lain, Baekhyun tersenyum puas saat melihat gelagat aneh Suzy lagi.

Sungguh Baekhyun tidak mengetahui jika Suzy makan malam di restoran itu. Baekhyun sangat senang harus bertemu kembali dengan wanita yang sudah mencuri hatinya saat di pulau Jeju itu. Walaupun sekarang ini sedikit terbesit rasa cemburu karena Suzy tidak sedang makan malam sendiri, tapi Baekhyun tetap senang akan perubahan Suzy saat dirinya ada di situ.

“Berhentilah menggoda kekasih orang lain.” Ucap seseorang yang ada di depan Baekhyun, Kai, yang tak lain adalah sahabat sekaligus asisten dan tangan kanan Baekhyun.

“Dia sungguh lucu.” Jawab Baekhyun masih menatap Suzy sambil tersenyum.

“Dia sudah memiliki kekasih. Jadi berhentilah mengharapkannya untuk jadi wanita mu.” Ucap Kai menasehati Baekhyun sambil menyesap wine pesanan mereka.

“Tapi dia memang sudah menjadi wanitaku.” Jawab Baekhyun asal yang membuat Kai begitu terkejut sampai menyemprotkan wine yang sedang dia minum ke arah Baekhyun. Secara otomatis Baekhyun menutup matanya saat wine itu mendarat di wajahnya.

Aaiisshh.” Umpat Baekhyun saat mengelap tetesan wine dengan tisu yang mengotori wajahnya karena ulah Kai.

Mwo? Apa maksudmu?” tanya Kai terkejut bukan main gara-gara ucapan Baekhyun.

“Kau menghancurkan penampilanku.” Gerutu Baekhyun sambil membersihkan wajah dan jasnya yang terkotori wine.

“Aku tidak salah dengarkan?” tanya Kai lagi sambil membulatkan matanya mengabaikan gerutuan Baekhyun.

“Ya! Kau tidak salah dengar, karena dia memang sudah menjadi wanitaku.” Ucap Baekhyun sedikit kesal.

“Tapi bagaimana bisa? Bukankah kalian baru bertemu tadi siang pada saat meeting?” tanya Kai lagi penuh dengan penasaran.

“Siapa bilang itu pertemuan pertama kami?” jawab Baekhyun sambil menampilkan smirknya pada Kai.

“Lantas kapan?” tanya Kai lagi.

“Saat di pulau Jeju akhir minggu kemarin. Walaupun saat itu aku sedang patah hati, tapi berkat dia, aku kembali jatuh cinta.” Jawab Baekhyun sambil kembali memandang Suzy.

Senyuman tidak pernah berhenti dia lontarkan pada wanita yang sedang duduk tidak jauh dari tempatnya duduk itu. Kadang Suzy akan mencuri-curi pandang untuk menatapnya, membuat Baekhyun semakin gemas pada wanita itu.

“Kau seperti seorang lelaki penggoda saja.” Ucap Kai sarkatis pada Baekhyun saat pandangan Baekhyun tidak pernah mau melepaskan tatapannya pada wanita itu.

“Aku memang seorang lelaki penggoda Kai.” Jawab Baekhyun santai.

“Bagaimana kalau mereka sudah menikah?” tanya Kai mencoba untuk membuat Baekhyun menyerah.

“Aku tidak peduli. Aku akan tetap memilikinya walaupun harus menjadi simpanannya, aku akan rela.” Jawab Baekhyun acuh sambil menyesap winenya.

Sie verrückt (Kau sudah gila).” Ucap Kai jengah sambil memutarkan matanya pada Baekhyun karena tidak berhasil membuat Baekhyun untuk menyerah saja.

“Kau benar. Aku pasti sudah gila.” Ucap Baekhyun sambil tersenyum masam karena memikirkan hal gila itu. Menjadi simpanan bukanlah hal yang mudah, bukan? Tapi demi wanita itu, dia akan melakukan apa saja.

Selama beberapa saat Baekhyun dan Kai tidak berbicara lagi. Tapi terkadang Kai akan berbicara mengenai masalah bisnis ataupun tentang meeting yang baru saja mereka hadiri dan yang akan besok mereka hadiri.

Makan malam itu penuh dengan diskusi tentang bisnis, dan sekali-kali Baekhyun juga akan mencuri-curi pandang ke arah Suzy jika Kai tidak sedang mengajaknya bicara.

“Aku ke toilet sebentar.” Ucap Baekhyun tiba-tiba berdiri yang mana membuat Kai semakin bingung dengan tingkah sahabatnya itu.

Padahal Baekhyun punya maksud lain dari pada hanya sekedar pergi ke toilet saja. Saat Baekhyun sedang makan dengan Kai, tiba-tiba dia melihat Suzy berdiri dan berjalan ke arah toilet berada. Entah inisiatif dari mana, Baekhyun pun segera mengikutinya menuju ke toilet tersebut.

Saat Baekhyun sudah berada di area toilet, dia mengedarkan pandangannya untuk melihat situasi di sekitar toilet tersebut. Baekhyun menyandarkan punggungnya di dinding dekat pintu masuk toilet perempuan berada.

Begitu orang yang ditunggunya sudah keluar dari toilet, Baekhyun langsung mencegatnya, membuat mereka berdiri saling berhadapan. Di sisi lain, Suzy yang baru saja keluar dari toilet kemudian tiba-tiba ada orang lain yang mencegatnya, membuatnya terkejut bukan main.

Tapi saat pandangan mata mereka bertemu, perasaan lega langsung Suzy rasakan karena mengetahui siapa orang yang sudah mencegatnya itu. Selama beberapa saat mereka hanya berdiri saling memandang tanpa berbicara sepatah katapun, hingga Baekhyun mengakhiri keheningan itu.

“Aku harap aku tidak datang terlambat.” Ucapnya ambigu membuat Suzy hanya bisa memandang Baekhyun bingung.

Setelah mengatakan itu, tanpa pemberitahuan apapun pada Suzy, Baekhyun langsung saja mengecup bibir Suzy cepat, membuat Suzy tidak bisa menghindar sama sekali. Kemudian Baekhyun mendekatkan mulutnya pada telinga Suzy.

Ich vermisse dich (Aku merindukanmu).” Ucap Baekhyun dalam bahasa Jerman sambil berbisik.

Suzy masih memandang Baekhyun bingung. Dia tidak bisa menghindar ataupun merespon semuanya, kejadian itu terjadi begitu cepat. Kemudian Baekhyun menjauhkan wajahnya dari Suzy sambil tersenyum penuh kemenangan.

Sebelum mendapatkan respon apapun dari Suzy, Baekhyun pun segera meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Suzy dalam kebingungannya. Mungkin saat ini Baekhyun bisa disebut sebagai seorang laki-laki yang kurang ajar, karena dia berani-beraninya mencium kekasih orang lain di belakangnya.

Biarlah seperti itu, Baekhyun tidak peduli karena sudah seharian ini dia menahan agar tidak mencium bibir wanita yang sudah membuatnya gila itu. Dan ketika ada kesempatan untuk melakukan itu, maka Baekhyun tidak akan menyia-nyiakannya sama sekali.

Sepeninggal Baekhyun, selama beberapa saat Suzy hanya terdiam mematung. Secara perlahan dia meraba bibirnya yang sudah dikecup oleh Baekhyun. Mengingat kejadian itu, membuat jantung Suzy berdetak semakin kencangnya.

Padahal tujuannya ke toilet itu untuk menenangkan detak jantungnya yang terus menggila,tapi yang terjadi malah sebaliknya. Kejadian yang tidak terduga terjadi di depan toilet ini. Suzy merasakan pipinya yang memanas, dan dia yakin sekarang ini pipinya pasti sedang merona.

Suzy berusaha menenangkan perasaannya kembali dengan mengambil nafas dalam-dalam beberapa kali. Setelah dirasa cukup tenang, Suzy pun melangkahkan kakinya menuju ke tempat duduknya kembali.

Saat dirinya sudah mendekati tempat duduknya, dia bisa melihat Baekhyun yang sudah selesai dengan makan malamnya dan sedang melakukan pembayaran pada seorang pelayan wanita yang tidak henti-hentinya tersenyum ke arah Baekhyun.

Melihat seseorang yang sedang menggoda Baekhyun, entah kenapa Suzy merasa tidak nyaman. Namun sebisa mungkin dia mengendalikan perasaannya, karena di tempat ini ada Myungsoo juga. Suzy kemudian melanjutkan langkah kakinya ke arah Myungsoo.

Dilihatnya Myungsoo sedang asyik dengan handphonenya, entah itu sedang berkirim pesan dengan orang lain, atau hanya sekedar bermain game untuk mengusir rasa bosannya saat menunggu Suzy. Suzy pun langsung mendudukkan tubuhnya di kursinya semula, membuat Myungsoo mengalihkan tatapannya dari handphonenya itu, kemudian tersenyum manis ke arah Suzy.

“Kenapa lama sekali?” tanya Myungsoo pada Suzy.

“Tadi toiletnya sedikit mengantri.” Jawab Suzy bohong. Kemudian Suzy menyesap winenya yang tinggal setengahnya itu untuk mengalihkan perasaan bersalahnya karena telah berbohong pada Myungsoo.

“Setelah ini kau ingin kemana?” tanya Myungsoo lagi.

“Aku ingin pulang saja. Hari ini sungguh melelahkan, aku ingin istirahat.” Jawab Suzy penuh penyesalan.

“Baiklah, aku akan mengantarmu pulang. Mungkin memang sebaiknya kau harus banyak beristirahat.” Ucap Myungsoo sedikit kecewa.

Sebenarnya dia ingin mengajak Suzy untuk pergi kencan, tapi mengingat jawaban Suzy yang ingin pulang, mau tidak mau Myungsoo pun menyetujuinya. Tidak lama kemudian, Myungsoo pun memanggil seorang pelayan untuk meminta tagihan makan malamnya itu.

Sebelum pelayan datang, Suzy kembali menyesap winenya sambil sedikit melirik Baekhyun. Saat pandangan mata mereka kembali bertemu, Baekhyun sudah berdiri, bersiap untuk pergi dari restoran itu.

Baekhyun mengkancingkan kembali satu kancing jasnya sambil menatap Suzy dalam sebelum dia melangkahkan kakinya untuk pergi. Pandangan mereka tidak pernah terlepas, sampai Baekhyun berjalan melewati meja Suzy dan Myungsoo.

Bertepatan dengan itu, seorang pelayan datang menghampiri meja Suzy dan Myungsoo untuk menyerahkan tagihan makan. Pelayan itu sedikit menutupi jalan Baekhyun, dan tanpa sepengetahuan Myungsoo, Baekhyun memberikan secarik kertas kecil ke tangan Suzy.

Dan kejadian itu hanya berlangsung selama beberapa detik saja, sehingga tidak ada yang menyadari kejadian itu, kecuali Baekhyun dan Suzy itu sendiri. Dengan segera Suzy meremas kertas itu agar tidak ketahuan oleh siapapun.

Jantungnya semakin berdetak dengan kencangnya, memikirkan apa yang sebenarnya tertulis di kertas tersebut. Dengan terburu-buru Suzy memasukan kertas tersebut ke saku blazernya takut Myungsoo melihatnya.

Setelah pelayan pergi, sebisa mungkin Suzy tersenyum normal ke arah Myungsoo yang sedang menatapnya dalam.

Kajja, kita pulang. Aku takut ayahmu akan marah kalau kita tidak pulang sekarang.” Ucap Myungsoo pada Suzy.

“Hm..” jawab Suzy sambil menganggukkan kepalanya pada Myungsoo sebagai jawaban atas pertanyaan Myungsoo padanya.

Kemudian Myungsoo berdiri dan diikuti Suzy. Myungsoo mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Suzy. Suzy pun menerima uluran tangan tersebut. Mereka akhirnya berjalan menuju pintu keluar dari restoran itu dengan berpegangan tangan.

Saat mereka sudah di luar restoran, tiba-tiba tubuh Suzy menjadi tegang lagi saat melihat Baekhyun sedang berdiri bersama asistennya menunggu mobil mereka yang sedang diambil oleh petugas valet.

Myungsoo yang melihat ada orang lain sedang menunggu mobil juga, hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ramah saat pandangan mata mereka bertemu. Myungsoo masih saja belum menyadari perubahan sikap Suzy ini yang tiba-tiba menjadi tegang.

Suzy sedikit menggigit bibir bawahnya saat menyadari tatapan tidak suka sedang dia dapatkan dari orang yang berjarak beberapa meter di samping kirinya itu. Ya, Baekhyun memang sedang memandang Suzy tidak suka, karena dia melihat Myungsoo sedang menggenggam tangan Suzy mesra. Hatinya serasa mendidih, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Tidak lama kemudian, sebuah mobil bmw m6 limited edition warna hitam tepat berhenti di depan Baekhyun. Kai yang merupakan asisten Baekhyun langsung membukakan pintu untuknya, dan Baekhyun pun masuk ke dalam mobil itu dengan perasaan cemburunya.

Setelah Baekhyun masuk, Kai pun memutari mobil tersebut untuk duduk di kursi pengemudi. Setalah Kai masuk, mobil mereka pun melaju untuk meninggalkan kawasan restoran. Suzy yang melihat kepergian Baekhyun, hanya bisa memandangnya sedih.

Entah kenapa dia merasa sedih saat Baekhyun menatapnya tajam tadi, berbeda dengan tatapan yang dia berikan saat di dalam restoran tadi. Tidak berapa lama setelah kepergian Baekhyun, mobil aston martin vaquish Myungsoo pun berhenti di hadapan keduanya.

Tanpa banyak bicara, Myungsoo mempersilahkan Suzy untuk masuk ke dalamnya, lalu Myungsoo pun masuk ke kursi pengemudi setelahnya. Sebenarnya Myungsoo merasa ada yang berubah dari sikap Suzy kali ini, tapi sebisa mungkin berbagai pikiran negatif itu dia hilangkan dari otaknya.

Tidak terasa perjalanan pulang mereka tempuh dengan waktu 45 menit dari restoran itu. Myungsoo memberhentikan mobilnya tepat di depan gerbang masuk ke rumah Suzy.

“Kau tidak ingin mampir dulu?” tanya Suzy saat dia melepaskan sabuk pengamannya sambil menatap Myungsoo hanya sekedar untuk berbasa-basi.

“Lain kali saja. Aku tahu hari ini kau sangat lelah.” Jawab Myungsoo sambil tersenyum ke arah Suzy.

“Baiklah. Hati-hati di jalan.” Ucap Suzy sambil membuka pintu mobilnya.

Namun belum juga melangkah keluar, Myungsoo memanggil Suzy dan membuatnya mengurungkan niat untuk keluar dari mobil itu. Saat Suzy menolehkan wajahnya untuk menghadap Myungsoo kembali, tanpa di duga Myungsoo mengecup cepat bibir Suzy.

Mendapat perlakuan spontan itu membuat Suzy membulatkan matanya karena terkejut. Entah kenapa ada perasaan tidak rela saat dia dicium tiba-tiba oleh Myungsoo.

“Aku belum mendapatkannya untuk hari ini.” Ucap Myungsoo sambil tersenyum tanpa dosa dan tidak memperhatikan perubahan wajah Suzy yang tidak suka dengan perilakunya itu.

Tapi sedetik kemudian, Suzy tersenyum dipaksakan ke arah Myungsoo. Mencoba meredam perasaan tidak sukanya itu.

“Selamat malam.” Ucap Suzy sambil melangkah keluar dari mobil Myungsoo itu. Suzy kemudian berjalan menuju ke arah pintu gerbang rumahnya. Kemudian menolehkan wajahnya lagi untuk menghadap Myungsoo yang dirasanya sedang memperhatikan semua pergerakan Suzy.

Sebuah senyuman dan lambaian kembali dia berikan sebelum memasuki rumahnya. Tanpa menunggu Myungsoo meninggalkan kawasan rumahnya, Suzy pun masuk ke dalam rumahnya dengan perasaan gundahnya.

Entah kenapa hatinya sangat sakit saat ini. Dengan lemas Suzy berjalan memasuki rumahnya, tapi belum juga membuka pintu masuk rumah, Suzy seperti teringat akan sesuatu. Kemudian dia merogoh saku blazernya untuk mengambil benda yang sudah sangat mengusik pikirannya itu.

Secarik kertas yang diberikan Baekhyun padanya itu sudah tidak berbentuk lagi karena Suzy meremasnya terlalu kuat. Dengan perlahan Suzy pun membuka lipatan-lipatan kertas itu dan menemukan sebuat tulisan tangan rapih di dalamnya yang bertuliskan sebuah alamat.

Galleria Foret, Seongsu-dong, Seoul.

Lantai 45.

Kode sandi lantai : 0406

Dengan perasaan berdebar Suzy membaca baik-baik pesan itu. Suzy terus membaca pesan itu secara berulang-ulang hingga membuat perasaannya menjadi tidak menentu. Setelah memikirkannya dengan baik-baik Suzy pun berbalik arah, tidak berjalan masuk ke rumahnya. Dia hanya mengikuti kata hatinya yang membawa langkah kakinya menuju alamat yang ada di kertas itu.

Suzy pun berjalan menuju jalan raya untuk mencegat sebuah taxi. Dan tidak lama kemudian sebuah taxi pun berhenti tepat di depannya. Suzy langsung memasuki taxi tersebut dan mengatakan alamat tujuannya saat ini.

Setelah 30 menit perjalanan menuju alamat yang dituju, Suzy segera keluar dari taxi tersebut, dan memandang gugup pada sebuah bangunan tinggi di depannya itu. Menguatkan dirinya untuk masuk atau tidak ke dalam sana.

Selama perjalanan ini Suzy hanya mengukuti kata hatinya, Suzy hanya ingin memastikan perasaan yang terus mengganggunya itu. Pada akhirnya Suzy pun melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam gedung itu.

Berbagai prosedur keamaan dia jalani untuk memastikan Suzy tidak berbahaya, karena dia sekarang sedang memasuki kawasan elit dengan keamanan yang super ketat. Tidak sembarang orang bisa keluar masuk ke dalam gedung ini.

Setelah melewati prosedur keamanan yang rumit, akhirnya Suzy diperbolehkan masuk ke dalam gedung apartemen mewah itu. Suzy langsung melangkahkan kakinya untuk menuju lift. Begitu Suzy di dalam lift tersebut, segera saja dia menekan tombol angka 45, tapi lift itu tidak bergerak sama sekali.

Suzy baru ingat jika lantai yang dia tuju memiliki kode sandinya tersendiri. Untuk yang kedua kalinya Suzy menekan tombol angka untuk memasukan passwordnya, kemudian lift pun berjalan menuju ke lantai yang Suzy tuju secara otomatis.

Masih dengan perasaan berdebar, Suzy terus saja memperhatikan angka yang terus naik yang menunjukkan lantai yang sedang dia lewati.

Ping.

Suara pintu lift terbuka yang menandakan Suzy sudah sampai di lantai yang dia tuju. Sebuah pintu besar dari kayu berdaun dua langsung menyambutnya begitu ia keluar dari dalam lift itu.

Ternyata Suzy menuju ke sebuah penthouse khusus yang berada di lantai 45 dari gedung ini. Dengan perlahan Suzy melangkahkan kakinya menuju pintu tersebut. Sebelum pintu itu diketuk oleh Suzy, pintu kayu itu terbuka dengan sendirinya dan menampilkan sosok pemilik penthouse itu.

Suzy begitu terkejut saat melihat seseorang yang ternyata sudah menunggu kedatangannya. Selama beberapa saat mereka hanya saling pandang, berbicara lewat tatapan mata. Tanpa menunggu lebih lama lagi, pemilik penthouse itu langsung menarik Suzy untuk mendekat ke arahnya.

Begitu jarak sudah tidak tercipta di antara keduanya, si pemilik penthouse itu langsung mencium Suzy dengan penuh gairah. Mendapat perlakuan seperti itu, membuat Suzy juga merasakan gairahnya yang tiba-tiba muncul hanya karena dicium seseorang.

Suzy pun terbuai akan ciumannya yang begitu manis, menuntut dan seakan memujanya. Entah kenapa dia tidak merasa marah saat diperlakukan seperti ini oleh seseorang yang tidak memiliki hubungan apapun dengannya.

Anggap saja mereka sekarang sudah gila, karena memang sebenarnya mereka sudah gila dengan melakukan perbuatan terlarang ini. Tapi mereka tidak bisa menghentikan daya tarikan yang begitu kuat di saat mereka berada di tempat yang sama.

Mereka merasa seperti diciptakan sebagai sepasang puzzle yang saling melengkapi kekosongan di antara mereka hingga membuat mereka lupa pada daratan. Tidak bisa mengontrol diri masing-masing, hingga akhirnya membuat mereka tersesat untuk yang kedua kalinya pada kenikmatan yang mereka ciptakan sendiri.

 

~ tbc ~

51 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Dream (Chapter 6)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s