Forced Married (Chapter 10) by Nisa Amini

CNn6OARUkAAQ6Ph

Title : Forced Married | Author : Nisa Amini | Main Cast : Oh Sehun – Kim Hyejin | Genre : Romance, Comedy (little) Angst | Rating : PG-17 | Length : Chaptered

Summary :
Pernikahan paksa yang dijalankan oleh Hyejin dan Sehun menyebabkan mereka berdua menemukan sebuah takdir yang sudah di garisi oleh Tuhan.

Previous :

(Chapter 1) | (Chapter 2) | (Chapter 3) | (Chapter 4) |  (Chapter 5) | (Chapter 6) | (Chapter 7) | (Chapter 8) | (Chapter 9)  | …

.

.

.

.

.

Sejak sepuluh menit yang lalu Sehun hanya bisa termenung diam sambil menatap kosong kearah minuman yang baru dipesannya. Saat ini ia sedang berada di café, dimana kemarin ia meminta agar Kyuhyun menemuinya disini. Jangan tanyakan bagaimana perasaan Sehun sekarang, sungguh dirinya bingung dan juga sulit percaya dengan apa yang terjadi. Melihat bahwa Ayah Tiri Hyejin – Hyungseok lah yang melakukan perbuatan keji seperti itu.

Dalam pikirannya Sehun selalu menebak-nebak dengan apa yang sebenarnya terjadi di kasus itu. Sebenarnya apa motif dari perbuatan Hyunseok itu? Sehun sangat yakin jika Hyunseok masih mempunyai alasan tertentu. Dan juga yang tidak dapat dipercayai adalah kenapa hal ini semua harus terjadi pada Hyejin? Kenapa disini gadis itulah yang terlihat mendapatkan semua getah dari perbuatan Hyunseok? Sehun bahkan sudah sulit mengontrol emosinya sampai-sampai tangan kanannya sudah mengepal dengan keras.

“Hei Sehun-ah!”

Sehun pun tersadar ketika ada seseorang yang sedari ia tunggu kini sudah datang dan berjalan mendekati mejanya. Ya Kyuhyun langsung saja duduk di kursi tepat di hadapan Sehun.

Kyuhyun kembali melanjutkan, “Sepertinya kasus ini berjalan dengan lancar. Setidaknya kita sudah satu langkah memulai kasus ini.” Sehun masih terus mendengarkan. “Video cctv itu bukankah sangat membantu? Aku mendapatkannya dari gedung hotel tempatmu dulu merayakan ulang tahun. Asal kau tahu, aku mendapatkan itu semua bahkan langsung dari direktur hotel tersebut…. Hm namanya kalau tidak salah… ah ya! Byun Baekhyun!”

Sehun mengerutkan dahinya, kemudian ia baru ingat kalau memang benar hotel itu milik keluarga Byun, dan sangat pasti jika sekarang Baekhyun lah yang menjadi Direkturnya. “Aku mengenalnya.” Membuat Kyuhyun sedikit terkejut. “Baekhyun itu teman lamaku sekaligus mantan kekasih dari istriku.”

“Apa?!” mendengar hal tersebut mmebuat Kyuhyun benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya sama sekali. “Lalu?” kembali Kyuhyun meminta Sehun untuk kembali menjelaskan, karena entah bagaimana Kyuhyun sedikit penasaran.

“Dunia ini benar-benar terasa sempit, kan?” Tanya Sehun sambil tersenyum miris. “Banyak hal yang sebenarnya ingin aku ceritakan padamu Hyung. Kau mungkin tidak akan mempercayainya… bahkan aku pun belum bisa mempercayainya sampai saat ini.”
Melihat betapa lesunya Sehun pun membuat Kyuhyun merasa tidak tega. “Ceritlah jika kau ingin bercerita. Aku akan terus mendengarkanmu.” Kata Kyuhyun dengan tulus.

“Bagaimana aku bisa memulainya?” Sehun menghela nafas sejenak, kemudian ia kembali melanjutkan. “Hyung… Kau tahu kan kalau pada kasus itu terdapat dua orang tewas dan anak perempuan mereka sampai saat ini masih hilang?” Tanya Sehun yang langsung mendapat anggukan dari Kyuhyun. “Dan perempuan yang hilang itu ternyata adalah… istriku sendiri.”

“APA?! Kau bercanda?! Itu tidak mungkin!” Kyuhyun berkata dengan sedikit keras membuat beberapa pengunjung lainnya sempat menatap dengan bingung. “Bagaimana bisa?!”

“Beberapa hari yang lalu ia baru menemukan ingatannya yang telah lama hilang. Entah bagaimana caranya, tapi ia benar-benar Jihyun yang selama ini aku cari Hyung.” Kata Sehun dengan suara beratnya. “Tiba-tiba saja ia masuk kedalam kamar Jihyun yang sudah tidak ditempati lagi disana ia melihat sebuah foto anak kecil yang merupakan dirinya sendiri, dan dari situlah ia mulai menyadari semuanya.”

“Wah… hebat! Tidakkah ini seperti di drama kebanyakkan?” Kyuhyun mulai bergurai pada dirinya sendiri. Tapi itu tidak cukup untuk mengembalikan wajah Sehun yang masih suram. “Hei! Bukankah seharusnya kau senang bisa menemukannya kembali?”

“Aku benar-benar senang bisa melihatnya kembali, sampai aku tidak tahu harus bersikap bagaimana.” Sehun tersenyum setelah itu. “Tapi Hyung… ada satu hal yang membuatku selalu di kelilingi rasa khawatir sampai saat ini dan juga rasa tidak percaya dengan apa yang aku lihat sekarang.” Lanjut Sehun yang berhasil membuat Kyuhyun kembali menyimak.
“Sekarang apa lagi yang membuatmu tidak percaya?”

“Orang yang berada didalam cctv itu sebenarnya… Ayah tiri dari Istriku.”

“APA?!”

“Hyung duduklah! Banyak yang melihat kita.” Tegur Sehun pada Kyuhyun yang memang sudah berdiri dari kursinya lalu ia tersadar dan kemudian duduk kembali pada tempatnya.

“Oh? Maaf.” Lirih Kyuhyun pelan, sungguh Kyuhyun tidak bisa menahan suaranya karena terlalu terkejut, semua yang terdengar dari mulut Sehun terlihat mustahil baginya. Tapi ini benar-benar sungguhan? “Tapi itu benar-benar sungguhan? Apa alasan ia melakukan itu? Jika ia memiliki dendam dengan keluarga asli Istrimu, untuk apa ia repot-repot mengangkat Istrimu sebagai anak angkatnya?”

Sehun bersandar pada kursinya, “Itulah yang saat ini sedang aku pikirkan Hyung.” Sehun kembali melanjutkan, “Ayah tiri Hyejin itu bernama Hyunseok, ia pernah menjadi supir pribadiku ketika aku masih kecil. Tapi itu tidak berlangsung lama karena setelah itu ia mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas.”

Kyuhyun tampak befikir keras, mencoba memikirkan segala sesuatu yang mungkin saja ada hubungannya dengan kasus ini. “Aku tidak menyangka kasus ini akan sampai serumit ini. Aku juga menyayangkan kenapa kasus ini tidak terlalu di selidiki lebih lama oleh pihak kepolisian.”

“Tapi Hyung. Apa mungkin alasannya berbuat kejahatan seperti ini karena ada hubungannya dengan keluarga Hyejin?” Sehun kembali memikirkan sesuatu, “Tidak mungkin…”

“Apa?” Tanya Kyuhyun yang melihat gelagat Sehun yang seperti baru mengingat sesuatu.

“Mungkinkah Hyunseok balas dendam karena Istrinya? Saat aku ke Daegu beberapa waktu yang lalu bersama Hyejin, aku pernah melihat Ibu tiri Hyejin yang pingsan karena penyakit gagal ginjal kronis yang menyebabkan jantungnya juga ikut melemah.” Terlihat Kyuhyun masih menyimak setiap pembicaraan Sehun. “Dan… Ibu kandung Hyejin (Jihyun) juga memiliki penyakit gagal ginjal kronis tetapi setahuku ia sudah pernah mendapatkan donor ginjal dari sebuah rumah sakit, jadi mereka berdua…”

“Jadi ini bisa saja ginjal yang didonorkan pada Ibu kandung Hyejin (Jihyun) itu seharunya menjadi milik Istri Hyunseok! Bisa saja itu menjadi alasannya untuk balas dendam pada keluarga Kim!” potong Kyuhyun yang langsung menebak arah pikiran Sehun, sedangkan Sehun hanya bisa menatap kosong pada Kyuhyun.

Aku berjanji akan mengungkap kebenaran yang ada demi kau Hyejin, kata Sehun dalam hatinya yang terus berdetak dengan cepat ketika memikirkan gadis itu.

.

.

.

.

.

Setelah dua hari dirinya harus dirawat di rumah sakit, kini Hyejin sudah bisa beristirahat di apartement Sehun. Setidaknya ia bisa pulang lebih cepat dari perkirannya, karena sesungguhnya ia sudah bosan berada di tempat itu. Bau obat-obatan yang ada membuatnya menjadi tidak terlalu betah. Apalagi disana ia selalu tidak bisa bergerak dengan bebas karena ada dua orang pria yang terus menganggunya, siapa lagi kalau bukan Sehun dan Joonmyun.

Ah ngomong-ngomong soal Sehun, Hyejin baru ingat sejak kepergian Sehun sejam yang lalu membuat dirinya kini hanya bisa diam terduduk sambil menatap televisi dengan tatapan kosong. Sudah berapa kali ia mengganti channel pada televisi ini? Ia kira orang menyebalkan itu akan terus berada dirumah untuk menjaganya. Dan lagi-lagi itu tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan, menyebalkan.

Hyejin pun memikirkan berbagai hal yang bisa menghilangkan rasa bosannya. Ia pun mulai beranjak dari sofa dan berjalan menuju dapur, inilah kebiasannya yang tidak pernah hilang. Hyejin akan selalu memasak apapun untuk menghilangkan rasa bosannya, kemudian juga hitung-hitung ia akan memasakan masakan untuk Sehun sebagai ucapan terima kasih atas selama ini. Tanpa sadar hal itu membuat Hyejin tersenyum.

“Apa ini? Sayuran hampir habis? Daging pun juga hampir habis?” Hyejin terlihat terkejut ketika melihat seluruh bahan makanan yang tidak terlalu banyak. Bisa di ketahui kalau Sehun sama sekali tidak pergi berbelanja membeli makanan. Jadi beberapa hari ini mungkin saja Sehun terus saja makan di luar? “Makanan cepat saji tidak terlalu sehat untuk tubuhmu, bodoh.” Lanjut Hyejin yang seolah sedang berbicara dengan Sehun.

Kemudian Hyejin mengerluarkan seluruh bahan yang ia butuhkan. Membersihkan sayuran yang ada, setelah itu ia memotongnya dengan cepat dan rapi. Segala sesuatu yang dikerjakan Hyejin saat ini terlihat benar-benar seperti seseorang yang pintar memasak. Kemampuannya dalam memasak pun dan juga rasa dari masakan yang ia buat pun tidak perlu diragukan lagi. Terlebih masakan yang ia buat ini adalah untuk Sehun, jadi saat ini ia sedikit lebih semangat dari biasanya.

.

.

.

.

.

“Sebaiknya untuk sekarang kau tidak perlu menceritakannya kepada Hyejin.” Terlihat Joonmyun yang menunduk sambil memijat dahinya pelan, setelah mendengar seluruh penjelasan Sehun padanya tentang kasus itu membuat dirinya menjadi sedikit pusing. “Bagaimanapun ia baru saja keluar dari rumah sakit, kau pasti tidak mau membuatnya sakit lagi, kan?”

Sehun yang kini duduk dihadapan Joonmyun hanya bisa mengangguk pelan, “Jika aku memberitahu yang sebenarnya… aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya. Hanya melihatnya seperti kemarin pun sudah cukup membuat seluruh tubuhku lemas, Hyung.”

“Aku tahu ini sangat berat bagi kalian berdua, tapi kalian harus bisa membongkar kebenaran yang ada.” Joonmyun kembali melanjutkan, “Tenang saja aku akan terus berada disampingmu, Sehun-ah. Terimakasih telah membantu tentang kasus ini, aku merasa seperti pencundang yang tidak berani mengungkap kasus ini lebih dulu jadi aku benar-benar berjanji akan terus membantumu mulai saat ini.”

“Terimakasih kembali, Hyung.” Ucap Sehun sambil mengukir senyum tipis, “Ah ya aku hampir melupakannya. Ada beberapa yang harus aku tanyakan padamu Hyung.”

“Apa itu?”

“Mengenai Ibumu Hyung, apa benar dulu Ibumu mempunyai penyakit gagal ginjal kronis?” Sehun bertanya dengan suara yang terdengar hati-hati, sedangkan Joonmyun terlihat bingung karena Sehun tiba-tiba saja menanyakan hal ini.

Joonmyun mencoba mengingkat dengan cara memejamkan matanya sesaat, “Ya Ibuku pernah mempunyai penyaki gagal ginjal kronis, tetapi ia sudah pernah mendapatkan donor ginjal setelah itu kondisinya kembali pulih. Memangnya ada apa kau menanyakan hal ini?” mendengar penjelasan Joonmyun itu membuat dugaan Sehun tidak salah lagi. Ya kalau inilah alasan Hyunseok berbuat hal kejahatan seperti itu.

“Ibu tiri Hyejin pun mempunyai penyakit yang sama, Hyung. Kemungkinan besar ini adalah alasan Hyunseok berbuat kejahatan.”
“Mana mungkin? Ginjal itu benar-benar sudah resmi menjadi milik Ibuku!” suara Joonmyun berubah menjadi terlihat menahan kesal. Sehun pun memaklumi hal itu, bagaimana pun pasti Joonmyun akan bersikap seperti itu.

“Yang terpenting sekarang aku akan menyelidikinya kembali.” Sehun terlihat menarik nafasnya sebentar, “Dan juga aku akan mencoba bertemu dengan Hyunseok.” Inilah yang Sehun inginkan saat ini, ya Sehun akan bertemu dengan Hyunseok untuk berbicara langsung dengan caranya sendiri.

.

.

.

.

.

Hyejin menatap jam dinding yang terus berputar setiap detik. Sudah hampir sore Sehun pun belum pulang, membuatnya sedikit khawatir. Karena sebelum Sehun pergi, pria itu pamit untuk menemui temannya sebentar dan tidak akan lama. Tapi? Sampai masakan yang ia buat sudah jadi pun pria itu belum memunculkan batang hidungnya. Mungkin saja sup yang ia buat sudah mulai mendingin.

Ia pun menghembuskan nafasnya kemudian bersandar pada kepala sofa. Rasanya Hyejin ingin meledak karena menahan kesal. Entahlah, saat ini Hyejin sedikit sensitif dan sifat egoisnya mulai muncul kepermukaan. Sampai ia sempat melupakan kemungkinan yang ada, ya mungkin saja Sehun sedang sibuk dengan pekerjaannya. Ya Hyejin harus sabar, ini bukanlah hal yang harus dipermasalahkan.

Tanpa sengaja Hyejin melirik sebuah laci yang tepat berada di sebelah sofanya. Rasa penasarannya kini muncul, tanpa menunggu lama ia pun membuka laci itu. Tidak ada apa-apa didalamnya selain sebuah secarik kertas yang membuatnya merasa tidak asing ketika melihatnya. Hyejin pun langsung membuka secarik kertas tersebut dan membacanya.

Senyuman tiba-tiba saja terukir indah dari bibirnya. Begitu pula kini suara tawa pelan Hyejin saat melihat isi kertas itu. Ya isi kertas itu adalah sebuah beberapa peraturan yang ia buat sendiri bersama Sehun, jika dilihat-lihat peraturan yang mereka buat terlihat konyol juga. Hyejin merasa kejadian ini sudah berjalan lama, padahal ia baru bertemu Sehun beberapa bulan yang lalu.

“Peraturan. Ya kita disini akan membuat sebuah peraturan selama kita tinggal disini.”

“Peraturan? Peraturan seperti apa?”

Sehun langsung mengambil selembar kertas dan juga bulpoin yang tak jauh dari jangkauannya. “Perhatikan dengan baik, aku akan menuliskannya.”

1. Dilarang menceritakan tentang pernikahan palsu ini kepada siapapun.
2. Kau harus menyiapkan segala sesuatu yang aku minta.
3. Selama pernikahan terus berlangsung, ranjang itu tetap menjadi milikku! Dan kau – Hyejin – bisa menggunakan sofaku untuk tidur, terkecuali kamar mandi (karena memang ada satu jadi kita harus berbagi)
4. Ketika didepan semua orang/ditempat umum kita harus bersikap selayaknya suami istri pada umumnya.
5. Dan terakhir jangan mencampuri urusan pribadiku!

“Ok ini sudah jadi, kau bisa membacanya.” Ucap Sehun ketika sudah selesai menulis peraturannya lalu memberikan kertas itu ke Hyejin.

“…”

“Apa kau sedang menguji kesabaranku? Peraturan ini benar-benar tidak adil! Kenapa semua keuntungan hanya memihak kepadamu?!” Hyejin langsung melempar kertas itu asal karena ia terlalu kesal ketika membaca peraturan konyol itu. “Ah untuk peraturan 1, 2, 4, dan 5 itu masih bisa kupenuhi tapi tidak dengan peraturan nomor 3! Karena itu benar-benar tidak adil! Jika kamar mandi yang ada satu saja kita bisa berbagi tetapi kenapa dengan ranjang itu tidka bisa?!”

“Jadi kau ingin hal ‘berbahaya’ itu terjadi, huh?”

“Oh astaga, kenapa pikiranmu itu sempit sekali? Bagaimanapun disini aku tidak mau rugi, biar sedikit pun aku harus mendapat keuntungan!”

“Tap –“

“Kita akan menggunakan sebuah guling sebagai pembatasnya?”

Sehun tampak menimang-nimang pendapat Hyejin itu, tidak terlalu buruk juga. “Tapi aku tidak mau menanggung akibat apapun jika terjadi sesuatu.”

“Tenang saja, aku yakin kau tidak akan melakukan apapun.”

“Ck, kau tampak yakin sekali.”

Hyejin terlihat memutar kedua bola matanya ia sudah terlihat jengah dengan kelakuan Sehun ini. “Oh ayolah cepat ralat peraturan itu yang benar!”

Sehun pun menurut lalu ia mengambil selembar kertas baru lalu menulis peraturan yang baru juga dan sudah diralat dengan kesepakatan yang baru.

“Bagaimana? Deal?”

“Ok Deal!”

.

.

.

.

.

Hampi seharian ini Sehun banyak keluar untuk menemui beberapa orang. Sampai ia tidak sadar kalau hari ini matahari sudah tidak menunjukan sinarnya lagi, berganti dengan dinginnya malam. Kini ia sedang berjalan menuju apartemennya, sungguh sebenarnya ia sudah sangat merindukan Hyejin. Kalian boleh menganggap Sehun berlebihan tetapi inilah yang sebenarnya, bahwa seharian ini wajah Hyejin tak bisa lepas dalam benaknya. Ya seluruh pikiran dan hatinya hanya terisi oleh gadis itu.

Ia buka pintu apartement miliknya, lalu ia mengganti sepatu kerjanya dengan sandal rumah. “Aku pulang.” Serunya dengan suara yang terdengar sedikit lelah. Tetapi dahi Sehun menggerut karena tidak ada yang menanggapi seruannya.

Apa Hyejin sudah tidur?

Untuk menjawab rasa penasarnnya, ia pun berjalan menuju kamar. Tapi langkahnya harus terhenti di ruang tengah. Kala kedua matanya tak sengaja tertuju pada seseorang yang tengah tertidur meringkuk di atas sofa. Hal itu pun membuat Sehun terdiam beberapa detik.

“Ah benar-benar, kenapa ia suka sekali tidur disini?” Sehun sedikit menggerutu pelan, sedikit demi sedikit ia mulai mendekati Hyejin kemudian duduk di sebelah tubuh Hyejin yang terbaring. Tangannya yang bebas sedikit menyingkirkan beberapa rambut yang menutupi dahi Hyejin. Kemudian matanya teralihkan oleh secarik kertas yang digenggam Hyejin, ia pun langsung menggambilnya. “Oh astaga apa benar kita pernah menulis ini? Ini konyol sekali.” Sehun seperti sedang berbicara pada Hyejin.

Setelahnya ia menganggkat tubuh Hyejin, “Tubuhmu tidak terlihat kurus tetapi kenapa kau ringan sekali?” Tanya Sehun pada Hyejin yang masih belum terbangun dan merasa terusik sedikit pun.

Sesampainya Sehun membaringkan tubuh Hyejin di atas ranjang. Kemudian Sehun menarik selimut yang ada di bawah kaki Hyejin untuk menutupi tubuhnya. Kini Sehun tengah membuka jas kantornya dan juga dasi yang masih terikat sempurna di kerah kemeja hitamnya. Lalu ia mengganti kemeja tersebut dengan sebuah baju santai berwana putih polos.

Sehun terlihat memjiat tengkuknya pelan sembari berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air. Tapi ia sedikit terkejut ketika melihat banyak sekali hidangan masakan yang ada di atas meja. Ia membuka sebuah tutup mangkuk, dan didalamnya ada sebuah sup kesukaan Sehun. Dlihat dari sup ini yang tidak terlihat hangat lagi, membuktikan bahwa hari ini Hyejin sudah memasakan makanan sejak siang hari.

Tiba-tiba saa sedikit rasa tidak tega hinggap dihati Sehun. Pasti Hyejin sudah menunggu lama kepulangannya. Apalagi tadi siang Sehun berjanji pada Hyejin kalau ia akan pulang dengan cepat. Ah Sehun tahu pasti Hyejin sangat kecewa padanya saat ini. Tanpa menunggu lama Sehun segera duduk di kursi dan memakan masakan Hyejin tersebut.

*

*

Kini Sehun tengah sibuk memandang wajah damai Hyejin yang berada di sebelahnya. Melihat wajah Hyejin yang seperti itu membuat Sehun kembali merasakan emosi yang meluap. Ya sepintar apapun kau menyembunyikan sebuah bangkai, pasti pada saatnya bau dari bangkai itu akan tercium juga. Sama halnya dengan cara Sehun menyembunyikan dalang dari kasus itu dari Hyejin.

Sehun belum berani menceritakan semuanya pada gadis yang tepat berada disebelahnya. Ia tidak mau membuat Hyejin merasa terluka kembali, apalagi harus merasakan kesedihan yang ia alami saat ini. Kenapa hal seperti ini harus terjadi pada Hyejin? Kenapa tidak adil sekali?

Dengan lembut Sehun meraih sebelah tangan Hyejin dan menggegamnya erat. “Aku berjanji akan mengungkap semuanya. Dan juga aku berjanji akan selalu berada dibarisan paling depan untuk terus menjagamu.” Suara yang terdengar seperti bisikan itu keluar begitu saja dari bibir Sehun. Seiring dengan berjalannya waktu mata Sehun mulai terpejam, tanpa melepaskan genggaman itu.

Hampir saja Sehun akan terlelap dialam bawah sadarnya ketika ia merasakan sebuah sentuhan hangat pada wajahnya.

“Sehun-ah…”

Panggilan itu membuat Sehun harus membuka matanya kembali. Yang ia dapatkan saat ini adalah Hyejin yang menyambutnya dengan senyuman yang menurut Sehun sangatlah manis. “ Kau terbangun?”

Hyejin menganggukan kepalanya, “Eum. Kau terus saja berbicara, bagaimana aku bisa tidur dengan tenang?” Ah jadi Hyejin mendengar seluruh perkataan yang Sehun lontarkan?

“Kau mendengarnya?”

“Bagaimana bisa aku tidak mendengarnya kalau kau terus saja berbisik di telingaku, bodoh.” Sehun tidak bisa menyembunyikan senyumannya ketika mendengar penuturan Hyejin. “Maafkan aku. Karena kasus itu kau jadi seperti ini. Kau tidak perlu sampai seperti ini Sehun-ah. Aku baik-baik saja.” Kini nada suara Hyejin terdengar serius.

Sehun menggelengkan kepalanya kemudian ia mencoba menggapai pipi Hyejin, mengusapnya lembut. “Untuk apa kau meminta maaf? Aku melakukan semua ini karena dirimu dan juga atas dasar kemauanku. Jadi kau tidak perlu khawatir.” Kemudian Sehun mengingat kesalahannya. “Sepertinya disini akulah yang harus meminta maaf padamu. Maaf aku pulang terlalu larut dan membuatmu menunggu lama.”

Kekesalan Hyejin kembali meluap, “Kenapa ponselmu tidak aktif, huh? Kau tau aku sudah menunggumu dari siang hari! Bodohnya kenapa aku membuat makan – “

“Makanan yang kau buat enak. Aku suka, istrku memang pintar memasak.” Potong Sehun cepat seraya memuji masakan Hyejin. Hyejin kini sedang berfikir, jadi Sehun sudah memakan masakannya?

“Kau sudah memakannya?” Tanya Hyejin sedikit terkejut.

Sehun masih terus memandang wajah Hyejin, ya kedua matanya tidak bisa lepas dari gadis ini sama sekali. “Eum. Tapi bisakah kau tambahkan sedikit garam pada sup nya? Aku lebih suka makanan yang sedikit asin.”

“Baiklah cerewet.”

“Apa kau bilang?”

“Tidak, aku tidak bilang apa-apa.” Setelah itu Hyejin langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya, dalam hati sebenarnya ia sedang tertawa. Ya Hyejin benar-benar merindukan hal-hal seperti ini bersama Sehun.

Sehun pun yang tak terima mencoba membuka selimut yang masih di pertahankan oleh Hyejin. Hal hasil mereka berdua jadi saling tarik-menarik, “Yak! Kau jangan bersembunyi!” Kini Sehun mencoba mencari cara mencari titik lemah Hyejin, ya dengan mengelitikinya di bagian pinggang.

Hal itu kontan membuat Hyejin berteriak tertahan, “Kya! Ya Sehun-ah lepaskan!” bukannya Sehun melepaskan tetapi Sehun malah semakin menjadi, apalagi sekarang ia mencoba menarik tubuh Hyejin untuk lebih mendekat. Membuat jarak diantara mereka berdua semakin hilang.

“Kena kau.” Hyejin seketika terdiam ketika Sehun berkata seperti itu.

“Ya apa yang kau laku –mph!“

Ucapan Hyejin harus terpotong kembali karena dengan gerkan cepatnya Sehun langsung menyentuh sesuatu yang terasa lembut itu pada bibirnya. Kedua tangan Sehun bahkan sudah sangat indah mengunci setiap inci pinggang Hyejin. Suara decakan mulai sedikit terdengar kala Sehun muai berani menyusup lebih dalam bibir Hyejin. Bahkan kini tanpa meraka berdua ketahui, posisi Hyejin sudah berada diatas Sehun.

Hyejin pun begitu, saat ini ia sangat merindukan sentuhan-sentuhan yang memabukkan seperti ini. Bagaimana bisa ia menolak? Bahkan tubuh dan hasratnya sudah tidak tahan lagi. Hyejin mulai membalas kelembutan yang Sehun berikan, sebelah tangan Hyejin yang bebas sudah berada di atas rambut Sehun, ya tangan itu mulai sedikit meremas pelan kala tubuhnya sedang menguasai seluruh raganya.

Sehun sudah tidak tahan lagi, ia pun mengubah posisi. Sekarang Sehun berada di atas pertahanan Hyejin, gadis itu sedikit terkejut tapi tidak berselang lama karena bibir Sehun sudah tidak berada di atas bibirnya. Kedua mata Sehun yang terlihat sendu membuat Hyejin terdiam.

“Ada apa?” pertanyaan yang terlontar begitu saja dari bibir Hyejin.

Sehun tersenyum lembut, kemudian ia mengelus puncak kepala Hyejin. “Tidak apa-apa.” Jawabnya membuat Hyejin langsung mengerutkan dahi, “Sepertinya aku tidak akan membiarkanmu tidur hingga pagi hari, bagaimana ini?” lanjut Sehun dengan nada menggoda, sontak hal itu membuat kedua pipi Hyejin terasa panas memerah.

Hyejin mencoba menyembunyikan rasa malunya dengan cara mencubit pinggang Sehun cepat dan hal itu membuat Sehun sedikit meringis menahan sakit. “Akh! Sakit…” pekik Sehun, Hyejin hanya bisa tertawa kecil melihatnya.

“Jadi itu yang mau kau lakukan padaku?” Tanya Hyejin yang mulai menantang Sehun, dimulai dengan kedua tangannya yang bebas kini sudah berani melingkar di leher Sehun. Membuat jarak mereka berdua semakin dekat, bahkan mereka bisa merasakan deru nafas masing-masing yang mulai memburu.

Bagi mereka berdua saat-saat seperti inilah yang mereka rindukan. Kelembutan akan sentuhan yang mereka lakukan membuat mereka semakin tenggelam dalam candu yang dinamakan cinta. Jika seseorang sudah dibutakan oleh cinta, mereka pun tidak akan perduli dengan apapun karena waktu seakan termakan oleh canduan itu sendiri dan tentunya mereka hanya ingin menghabiskan waktu berdua.

You came to me….

Giving me your shy scent…

My heart melts at your smile…

When our eyes meet…

My heart pounds…

I’m so lucky to have met you, beautiful…
.

.

.

.

.

Pandangan Hyunseok terlihat kosong saat kedua matanya menatap nanar makam dari sang istri nya, Sura. Ketika Hyunseok mengetahui Sura sudah tidak bernyawa, ia hanya bisa terdiam. Bahkan ia tidak mengeluarkan air mata setetes pun. Meski terlihat seperti itu, tetapi dalam hatinya ia menyimpan ribuan rasa kesedihan yang ada. Ya sampai detik ini ia hanya bisa menahan emosinya.

Hyunseok sangat tahu sekali jika pada akhirnya akan seperti ini. Sura akan pergi meninggalkannya di dunia ini. Penyakit gagal ginjal kronis yang diderita istrinya itulah yang menyebabkan Sura meninggal dunia. Sungguh Hyunseok sangat menyesal, jika saja ia lebih cepat untuk mencari uang agar istrinya bisa mendapatkan donor ginjal kembali. Pasti kejadiannya tidak akan sampai seperti ini.

Tanpa sadar sebelah tangannya mengepal keras. Memikirkan Sura yang sudah meninggal, membuat ia kembali memikirkan balas dendamnya pada keluar Kim. Ya menurutnya ini smua dimulai oleh ulah keluar Kim. Jika saja keluarga Kim tidak mencuri donor ginjal istrinya dulu, mungkin hal ini tidak akan terjadi. Hyunseok tidak perlu repot-repot melakukan semua ini. Ia akan mengajarkan seluruh keluarga itu bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang dicintainya.

“Aku akan mengajarkan bagaimana rasanya kehilangan. Ya aku akan mengajarkannya dengan jelas pada kalian semua.”

.

.

.

.

.

Matanya yang sejak tadi terpejam kini mulai mengerjap perlahan. Sinar matahari yang masuk dari arah jendela membuat Hyejin kembali memejamkan matanya sebentar. Melihat sinar matahari yang sudah seterang itu membuatnya berfikir. Sudah jam berapa ini?

Tunggu…

Ada yang aneh… dengan sedikit rasa ragu Hyejin menundukan kepalanya dan melihat keadaanya dibawah yang kini hanya mengenakan selimut tebal. Ia pun sedikit menyingkap selimutnya. Mata Hyejin sedikit terbelalak, ia terkejut karena keadaannya saat ini yang tidak mengenakan pakaian apapun. Ah ia baru ingat ini semua karena semalam. Mengingat hal itu tiba-tiba saja membuat Hyejin tidak tahan untuk tersenyum.

Ia pun menengok ke arah sebelahnya yang ternyata sudah kosong. Hyejin pun sedikit bingung kenapa Sehun tidak ada? kemana perginya pria itu? Sudah membuatnya seperti ini, dengan seenaknya saja ia meninggalkan dirinya dalam keadaan seperti ini. Benar-benar merepotkan. Hyejin pun bangun dari ranjangnya dengan melilit selimut yang ia pakai untuk menutupi tubuhnya itu. Berjalan pelan menuju toilet, ketika semakin dekat ia mendengar suara seseorang dari arah dapur. Rasa penasaran Hyejin pun mulai menuntunnya untuk pergi ke dapur

Tubuh Hyejin seketika mematung melihat bagaimana keadaan dapur kali ini. Tepat disana ada Sehun yang sedang sibuk memotong sayuran. Tapi bukan itu masalahnya… melainkan banyak bekas kulit telur yang berserakan dan juga beberapa peralatan memasak lainnya. Hyejin berfikir sesaat, apa mungkin Sehun sedang melakukan perang dunia di dapurnya?

“Apa kau sedang berperang di dapur? Kenapa sekarang dapur ini terlihat seperti bekas daerah peperangan?” kata Hyejin yang mulai mendekat kearah Sehun. Membuat Sehun sedikit terperanjat lalu berbalik menghadap Hyejin yang masih mengenakan selimut untuk menutupi tubuhnya.

“Eum, apa benar dapur ini sudah terlihat seperti daerah peperangan?” Sehun pun mengusap tengkuknya kaku sambil melihat sekitar yang memang sudah berantakan karena ulahnya. Rencananya Sehun ingin membuat sarapan untuk Hyejin, ya hitung-hitung sebagai balasannya karena Hyejin sudah memasak untuknya semalam. Tapi sepertinya acara memasaknya tidak berjalan dengan lancar. “Ah… aku tidak tahu kalau sudah sampai seperti ini.”

“Lagi pula kenapa kau seperti ini? Kau memasak untuk apa?” sampai Hyejin bertanya seperti itu pun Sehun tidak langsung menjawabnya, pria itu lebih memilih menarik tubuh Hyejin kedalam pelukannya. “Ya Ya! Apa yang kau lakukan?”

“Aku melakukan semua ini hanya untukmu, bodoh.” Ucap Sehun pelan, , setelahnya ia sedikit melonggarkan pelukkannya pada Hyejin. Kedua matanya kini terfokus pada penampilan Hyejin. Melihat istrinya yang hanya mengenakan selimut seperti ini membuat Sehun langsung tersenyum menggoda. “Ngomong-ngomong aku suka gaya busanamu sekarang… seksi.”

Hyejin mendorong dada Sehun. “Kau kira ini semua ulah siapa huh?” balas Hyejin tidak mau kalah.

Sehun kembali menarik pinggang Hyejin lalu mengelus puncak kepala Hyejin lembut. “Tentu saja itu ulahku, kau kira siapa lagi? Hanya aku yang bisa melakukannya karena kau adalah milikku.” Kata-kata yang terdengar menggelikan bagi Hyejin pun keluar begitu saja dari bibir Sehun. Membuat perutnya sedikit tergelitik geli menahannya. Setelahnya Sehun kembali melanjutkan, “Aku bahkan tidak perduli kau itu JIhyun atau Hyejin. Yang aku rasakan sekarang adalah aku mencintaimu… sangat mencintaimu.”

Hyejin pun tersenyum senang mendengarnya. Bagaimana pengakuan seperti itu seperti sudah terbiasa baginya dan ia sangat menyukainya. Ia sangat bersyukur bisa melihat orang yang dicintainya lagi, bagaikan sebuah permata yang hilang dan berharga. “Aku juga mencintaimu… sangat mencintaimu.”

.

.

Setelah beberapa menit mereka hanya menghambiskan waktu untuk saling berpelukan dan menyalurkan perasaan yang ada, kini Sehun sedang membersihkan kekecauan yang ia perbuat di dapur. Sedangkan Hyejin sedang mengganti selimutnya dengan sebuah pakaian rumah biasa. Sehun berfikir untuk mengajak Hyejin ke suatu tempat yang menyenangkan, hitung-hitung membuat wanita itu merasa senang. Lagipula selama Hyejin resmi keluar dari rumah sakit, Sehun sama sekali tidak mengajak Hyejin untuk pergi liburan ke tempat yang menyenangkan.

Tepat saat ia memikirkan hal itu semua, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Menandakan ada sebuah panggilan yang masuk, ia lihat sebuah nomor asing yang tidak dikenalnnya. Tapi Sehun langsung saja mengangkat panggilan itu.

 

“Yeoboseyo?”

 

“Sehun-ah… aku tau kau sudah mengetahuinya. Ya kau sudah mengetahui siapa aku sebenarnya. Jika saja kau tidak ikut campur dalam masalah ini, mungkin tidak akan serumit ini. Kau benar-benar penganggu bocah tengik.”

 

“Kau… berhentilah berbicara omong kosong seperti itu…”

 

“Cih! Kau kira aku akan berhenti sampai disini? Aku berjanji akan memusnakan keluarga Kim dan orang-orang yang menggangu rencanaku… termasuk kau Oh Sehun.”

 

“Berhen – “

 

Tutt…

 

Baru saja Sehun kembali ingin menjawab tetapi orang itu sudah memutuskan panggilannya begitu saja membuat Sehun tiba-tiba merasa geram. Dengan hanya mendengar suara orang itu saja sudah membuat Sehun tahu siapa ia sebenarnya. Dan ketika ia mendengar seluruh kata-kata orang itu membuatnya kini sedikit merasa khawatir dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tentu Sehun tidak mau hal-hal yang buruk terjadi pada orang-orang yang di sayanginya, termasuk Hyejin. Hal itu berhasil membuat Sehun kini hanya bisa tertunduk dalam.

 

“Berhentilah… ku mohon hentikan semua balas dendam ini Hyunseok aboeji…”

 

 

.

.

.

.

.

TBC

p.s : Gimana? Kalian udah ngerti kan seluruh konfik atau masalah disini?
Kalau masih ada yang nanya “Jadi Hyunseok pelakunya?” Ya itu benar, Hyunseok atau Ayah tiri Hyejin lah yang melakukan ini semua demi istrinya yang menderita penyakit ginjal kronis. Nah di chap ini juga Sura (Ibu tiri Hyejin) pun sudah meninggal dunia karena penyakitnya itu yang membuat Hyunseok semakin murka. Kemudian juga masih banyak yang nanya “Kenapa Hyunseok melakukan itu semua? Apa alasannya?” untuk alasan eum… mungkin kalian udah bisa menebak ya di chap ini? Coba deh baca pelan-pelan hahaha

Semakin dekat nih untuk ending Forced Married hahaha aku jadi sedikit ngebut biar cepat selesai xD dan jujur aku belum nentuin endingnya bagaimana. Tapi yang jelas aku akan berusaha ngasih yang terbaik :”)
Aku tunggu terus ya comment dari kalian semuaaaa^^

57 tanggapan untuk “Forced Married (Chapter 10) by Nisa Amini”

  1. Waahhb seru bngt thor daebakk… 👍👍👏👏
    Dimohon thor ff ini happy ending ya.. Ya.. 🙏🙏🙏
    Ditunggu nextnya semangat buat author
    Hwaiting… 💪💪💪😀😀😀

  2. Authorr… Endingnya jangan sampai mengecewakan reader mu yg satu ini ya… 😁😁😁 Klo ga nti di datengin sama ayah tirinya Ji Hyun lho… Hahaha… 😄😄😄 Just kidding… Semangat ya thor lanjutin ff nya… Fighting!!! 😊😊😊

  3. Gimana perasaan jihyun aka hyejin nnti…di satu sisi mrk keluarga aslinya…tpi biar gmanapun hyejin di besarkan sama hyunseok….

  4. Daebak daebak daebak
    thor lanjutnya jangan lama2 dong😞
    Eh maap baru ninggalin jejak soalnya sekalian aja di tempat terakhir
    Author semangat ya😀😀😀

  5. wahhh seru banget, sampe2 baru bisa ngomen di chapter 10, maaf ya thor bukan siders , next y athor penasaran nih, apa tujuan ayahnya adopsi hyejin .. masih banyak lagi penasaran yang lai. couple nya lucu. so sweet juga . aakkhhh sehunah

  6. ahh sebenernya aku udah agak lupa sih yah author sama jalan ceritanya ini, karena author post-annya lama sih hihihi 😀 aahh iya aku pengen cepet cepet baca lanjutannya ini ngk sabar lihat hyejin,gimana lanjutannya yang akan dielcelakai sama appa-tirinya itu sehun jagalah istrimu itu si-hyejin okay!!!

  7. waahh.. ksian hyejin hidup.nya terancam tpi aq jga ksian sma hyunseok sih.. 😥 jdi bingung sndiri mesti dukung yg mana ?! >_< next ya thor !!^_^

  8. Kenapa gua jadi inget drama ‘i can hear your voice’?. Karen thor suka dek. Happy ending please!. Eh ngomong2 buat konflik nya kurang ngeh nih thor, kalau emang masalahnya karena gagal ginjal kronis si Sura kan masih bisa bertahan dengan satu ginjal. Dan kalau emang udah parah kenapa si Sura masih dibuat idup nyampek 15 th?, kenapa gk dibuat mati aka sekalian dari awal biar motif dendam si Hyusik lebih ngeh. Nah, mungkin ini aja cuap2 n’ kritik gua thor. Tapi gua suka kok romance nya dapet. Next chapter!
    파이팅!!

  9. Wahhhhhhh… Cie sehun dan hyejin malam pertama. Hahaha aku jd malu😊😊😊😊😊
    Sk chap ni. Chap selanjutx hyejin dibuat hamil dongg😂😂😂
    Oh ia klo untuk ayh tiri hyejin dilaporin ja kpolisi dh.

  10. bales dendam…….
    klo gua di pososi hyunseok mungkin akan ngelakuin hal yg sama…. kasian….
    ya semoga dia juga bisa tobat

    gua komen gak jelas >_<

  11. Duhh hyejin kpn hamilnya gk sabar ceritanya mkin seruu thorr aku suka sehun-ah fighting

    Author FIGHTING ^^

  12. Tenang thor. Aku udh ngerti kok bahkan dari awal. Oya maaf baru bsa komen disini setelah berchapter chapter menjadi silent reader hehe.. ff nya keren. Joahae!! Chapter selanjutnya jgn kelamaan ya Thor. Soalnya aku liat dari chapter 1 ternyata udh lma jg hhehe

  13. Memang sih ditinggalkan oleh orang terkasih itu sangat berat apalagi melihat ia yang sangat tersiksa atas kematian istrinya. Kasihan Hyejinnya dia juga harus menderita. Sehun benar-benar mencintai Hyejin. So sweet banget semoga terselesaikan dan dapat membuat Hyunseok tidak membalaskan dendamnya.

  14. Bagus kakak.. Keren sungguh..
    Bang oh.. Buat aku kepelek kepelek.. Aaaah bang oh tah jahat, buat aku senyum” sendiri kek orang gila.
    Lanjut kakak. Eh bang oh jangan cepet” punya anak ya, jadi di banyakin sweet momentnya biar jones pada baper.

  15. Waaaaaaaaa akhirnya di post jugaaaaaa. Ditunggu banget niih soalnyaa hehehe.
    Eemmm sehun-hyejin emang udah nikah? Bukannya masih calon suami-istri kan mereka? Belom sempet nikah? Terus kenapa hyejin gatau kalo ibunya udah meninggal? Waaaaaaa fix bikin penasaran ._. Berharap happy ending. Ga ada yg saling kehilangan. Gatega kalo ada yg sedih begituuhhh :”

    Ditunggu kelanjutannya yaahhhhh ^^

  16. waach di update jga akhirnya…kompliknya udh g penasaran lgi…tpi msih penasaran sma endingnya…thor endingnya buat bahagia yh sehun-hyejin…d tunggu chapnya !!!!

  17. Cieeeee,yg baru ngelakuin ‘malper’… Hahahahaha… Semoga endingnya gak ada yg mati… Aminn…. Hahahaha… Walau bagaimanapun aku simpati pada hyunseok abeoji T-T istrinya gak dapat buah ginjal hanya kerana mereka gak punya uang T-T

  18. Wuah…. akhirnya update jg nih ff… semoga akhirnya happy ending aja deh… suka liat romance nya Sehun sama Hyejin… dilanjut lg ya kak… makasih dah bolehin baca nih ff…

  19. Gk tau mau ngomong apa lagi karena ff ini makin kesing makin kerenn,nanti endingnya harus happy ending ya thor~ *hehehe mian aku maksa/lupakan/* pokoknya fighting untuk chaper selanjutnya ya thor! ^^

  20. Knapa yaa aq bayangin jdi senyum2 sendiriiii…hanyut dlm ceritanyaa…. TOP BGT… Next thor
    Tpi saat ibu tiri hyejin uda meninggal kok hyejin gak dpt kabar sama sekali yaa?? Apa segaja ditutupi sma ayah tirinya??
    Bayangkan gimana nanti hyenjin tau kalo ibu tirinya uda meninggal… Huftt
    Gak sabar nunggu part selanjutnya….

  21. Pas di chapter 9 sih udh bisa nebak~ wah seharusnya Hyunseok itu pasrah aja. . . Lagipula memangnya keluarga Kim tau apa kalo sebelum itu ginjal buat istrinya–” dan maaf ya ahjussi Sehun bukan bocah tengik–” :v
    Btw Sehun Hyejin kapan punya anak ya ??? Kkkkkkkkkk :v :v
    Next thor^^

  22. Konfliknya udah ketauan hyunseok pelakunya aku senyum senyum sendiri ngeliat hyejin berantem sama sehun pas lahi tidur udah lama gak ngeliat mereka berantem . Kalo hyejin tau pelakunya hyunseok pasti shock bgt Next thor

  23. Sebenernya hyunseok itu kasian loh. Siapa yg gak kecewa coba kalo hak nya malah diambil orang lain. Tp bener gak sih kalo ginjal itu sebenernya punya sura ? Takut nya dari awal ginjal itu emang bukan punya dia. Trus jd salah paham gini.
    Dokter nya tuh cari biar ngejawab.

    Sehun-hyejin/jihyun makin so sweet ajah :v
    lanjuuutt
    semangat author ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s