[EXOFFI FREELANCE] The Answer is You (Chapter 3)

cute-girl-korean-fashion-sweet-ulzzang-favim-com-910371

 

The Answer is You ( Chapter 3)

 

[Poster]

 

 

Story be :  ELbyunPelvis

Cast                 : Kim Hyemi (oc) , Byun baekhyun, Oh Sehun.

Other cast       : Kim Minji (oc)  , Park Chaerin (oc)  , Park Chanyeol , Lee Yeonju and member EXO lainya.

Genre : Sad , Romance , Friendship.

Rating : +13

Leght  :  Chapter

Chapter 3

Hyemi membuka matanya karena sinar matahari masuk lewat jendela yang baru saja dibuka tirainya oleh pelayannya. Ia menguap kecil dan mengusap matanya.

“nona maaf sepertinya anda telat. Saya kira nona sudah berangkat sangat pagi seperti biasanya”

“nde?”

Kemudian Hyemi beralih mengecek jam diatas nakas dekat ranjang. Betapa terkejutnya karena jarum jam sudah menunjukan puku 07.45 SKT.

“astaga aku telat”

Hyemi dengan cepat turun dari ranjangnya dan memasuki kamar mandi. Ia bangun kesiangan karena semalam ia tidak bisa tidur seteah Appa-nya keluar dari kamarnya . ia memejamkan matanya baru pukul 3 pagi.

Setelah selesai Hyemi menggunakan sepatunya, Jung Ajhuma membantu mengambil tasnya. Wanita paruh baya itu tak lupa untuk memasukan kotak bekal berisi roti untuk sarapan nona’nya itu.

“gomawo Jung ajhuma, aku berangkat dulu”

“nde , hati hati nona”

Hyemi mengangguk dan berlalu. Ia berlari menuju halte bus , tapi di persimpangan jalan ia menabrak bahu orang yang akan masuk kedalam mobil. Hyemi membungkuk meminta maaf tanpa melihat wajah orang yang ditabraknya.  Hyemi kembali melanjutkan langkah lebarnya., ia merutuki dirinya sendiri karena selalu saja tidak melihat jalan dengan benar.

“aiss dia lagi?  dasar tidak sopan. Sudah menabraku tidak meminta maaf dengan benar” ucap pria sembari mengambil kunci mobilnya yang jatuh.

**

Hyemi sampai kesekolahnya sangat telat. Tapi begitu beruntungnya ia karena gurunya memperbolehkannya tetap mengikuti pelajaran. Saat ini pelajaran olahraga sedang berlangsung, dan parahnya hari ini adalah pengambilan nilai lari. Hyemi tidak menyukainya ,

“Kim Hyemi ,  Jung Soojung , Oh sehun . sekarang giliran kalian”

Gadis itu berdiri dengan tidak semangat saat guru olahraga mereka memanggil. Hyemi bersiap di garis start dan berlari saat Jeon seonsaengnim meniup pluit. Lari Hyemi cukup cepat dan mampu menyusul Oh Sehun. Tapi dipertengahan jalan tubuhnya kehilangan keseimbangan dan jatuh menghantam lantai beraspal itu, ia sudah kehilangan energinya dikarenakan terus berlari saat berangkat sekolah tadi.  Soojung masih meneruskan larinya, tapi tidak dengan Sehun yang justru berhenti menghampiri Hyemi yang sedang memegang kakinya kesakitan.

“yaa!! Gwemchana?” tanya Sehun dengan nada yang bisa dibilang khawatir. Sehun semakin terkejut karena melihat lutut Hyemi yang memar dan berdarah. Gadis itu ingin berdiri tapi kesusahan,

“kyaa Hyemi-ya!!” teriak Chaerin ikut menghampiri sahabatnya itu. Jeon Seonsaengnim menyuruh seseorang untuk membantu mengantar Hyemi ke ruang kesehatan, sedangkan teman teman yang lain justru hanya menonton. Mereka terlalu malas untuk berurusan dengan Hyemi.

“yaakk! Kim Kai ayo bantu ” ucap Chaerin meminta namjachingunya itu untuk membantu membawa Hyemi keruang kesehatan.

“Haerin-ah tapi giliranku sebentar lagi” keluh Kai pada yeojachingunya. Haerin melotot karena Kai menolak perintahnya.

“ya kau-“

“Chaerin sudah,  biar aku saja yang membawanya” potong Sehun. Hyemi tidak menolak atau protes karena buat apalagi, dirinya sedang dalam keadaan kesakitan

Seonsaengnim dan Sehun membantu Hyemi jalan sampai ruang kesehatan, mendudukan gadis itu diranjang yang tidak terlalu besar.

“Sehun-ssi . aku harus memimpin yang lain , kau tunngui Hyemi-ssi disini”  ucap seonsaengnim yang dibalas anggukan oleh Sehun. Hyemi memandang namja dihadapanya itu dengan tatapan jengah. Kenapa lagi lagi harus Oh Sehun?

“sudah sana kau keluar!” ucap Hyemi seperti mengusir .

“yakk. Kau tidak tau terima kasih. Bahkan aku rela mengorbankan kemenanganku tadi untuk menolongmu, tapi kau palah mengusirku” balas Sehun dengan nada sedikit kesal.

“jadi kau tidak iklas?”

“t-tentu saja aku iklas. Setidaknya kau menghargai jasaku” ucapan Sehun membuat hyemi memutar malas kedua bola matanya. Ia menghela nafasnya menghadapi pria macam Sehun.

“tskk kau mengharap?”- “baiklah terimakasih”

balas Hyemi tanpa ekspresi, membuat Sehun melongo.

“kau terlihat sangat terpaksa mengucapkan itu nona. Hah baiklah , untuk apa juga aku memaksamu”

Hyemi diam tidak menyahut, matanya melirik  Sehun yang berjalan menuju tempat kotak obat yang berada dilemari kecil pojok ruangan. Kemudian namja itu kembali dengan membawa kapas,alkohol dan juga plaster luka.

Diangkatnya kaki kiri Hyemi yang berdarah itu, sebelum sang pemilik kaki protes Sehun sudah menyuruh Hyemi diam. Entah kenapa gadis itu menurut. Namja itu menuangkan alkohol pada kapas dan menempelkannya pada luka memar dilutut Hyemi.

“auuww sakit . pabbo-ya! Kemarikan aku akan mengobatinya sendiri”

Hyemi mencoba merebut kapas ditangan Sehun tapi namja kurus itu menjauhkannya.

“kau gadis keras kepala ternyata. Diamlah!”

“ishh kau membuat lukaku tambah parah.”

Sehun menyelesaikan tindakan pertolongannya pada Hyemi, ia memasangkan plaster luka bermotif hati pada lutut Hyemi, hal itu membuat gadis dihadapannya mengangkat sebelah alisnya.

“hanya itu yang kutemukan, hah seharusnya aku mencari plaster bermotif singa untukmu”

“mworago?”

“ah sudah ya! Aku mau kembali kelapangan. Kau gadis keras kepala, tetaplah disini!”

“ck ck siapa kau berani memerintahku?”

Sehun mengendikan bahunya cuek, membuat Hyemi ingin melemparinya dengan vas bunga yang ada disampingnya.  Gadis itu memandang Sehun yang semakin hilang dibalik pintu ,  Ia berhutang budi pada namja yang menurutnya sangat menyebalkan itu.

**

Pelajaran selesai , semua siswa mengemasi bukunya dan beranjak meninggalkan kelas. Chaerin menghampiri Hyemi yang belum selesai memasukan bukunya kedalam tasnya.

“Hyemi eothae? Jadi mampir kerumahku kan? Oppa-ku menunggumu”

“jeongmal?”

“hemm. Hei bagaimana saat Oh Sehun menolongmu tadi?”

Haerin mengatakannya dengan berbisik. Hyemi menunggu sampai Sehun keluar kelas, tapi nyatanya namja kurus itu belum bangkit dari duduknya. Malah mengobrol dengan Kai.

“biasa saja. yah aku berhutang budi padanya”

“ wah dia cool sekali tadi” ucap Hyerin sembari menepik nepuk tangannya.

“hentikan Park Chaerin, kalau Kai mendengar itu pasti ia akan protes” ucap Hyemi mengingatkan sahabatnya itu. Chaerin hanya meringis sembari memandang hati hati namjachingunya, takut kalau Kai mendengar kata katanya barusan.

“baiklah kajja. Kita akan pulang dengan mobil Kai.”

“heemm nde”

“eoh apa kau bisa berjalan?”  tanya Chaerin yang terdengar sangat berlebihan ditelinga Hyemi.

“aku baik baik saja”

“ok , call”

Setelah menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai dirumah Chaerin . Oppa-nya sengaja menyiapkan makanan spesial untuk Hyemi, kadang Chaerin sedikit kesal dengan Chanyeol karena lebih perhatian dengan Hyemi. Tapi ia selalu tau tujuan Oppa-nya melakukan itu, karena Hyemi adalah gadis yang kurang kasih sayang selama ini. Chanyeol mencoba untuk menjadi sosok Oppa yang sayang dengan hyemi. Hyemi sudah dianggap seperti dongsaengnya sediri.

“cha masuklah”  ajak Chaerin pada Kai dan Hyemi.

Ketiganya berjalan menuju ruang tengah dan menemukan Chanyeol yang masih lengkap dengan kostum kokinya didapur . Chaerin menghampiri dan memeluk sayang oppa satu satunya itu. Chanyeol yang sedang memanggang daging sedikit kaget saat merasakan tubuhnya dipeluk dari belakang oleh dongsaeng kesayangannya

“yakk dongsaeng oppa sangat maja eoh”

“wuahh kau masak sangat banyak Oppa” ucap Chaerin memandang kagum pada makanan yang sudah tersaji rapi di meja.

“Oppa tidak memasaknya sendiri. Bibi Shin membantu ”

“arraseo. Ah aku membawa adik lainmu Oppa dan juga kekasih tercintaku”

Chanyeol tersenyum lebar sembari mengacak pelan rambut adiknya. Ia mematikan kompor dan menyuruh kedua orang yang masih duduk diruang tengah untuk keruang makan.

“anyeong  Hyung” ucap kai yang memang sudah akrab dengan Chenyeol , namja itu merangkul leher namja yang lebih tua dua tahun darinya itu  dan membuatnya mendapat protes.

“yakk Kim Jong In lepaskan”

Kai mengerucutkan bibirnya mendapat respon tidak memuaskan dari orang yang sudah dianggap sebagai calon Hyung iparnya itu.

“anyeonghaseyo Chanyeol Oppa”  sapa Hyemi meberi salam sopan .

“nde Hyemi-ya , Oppa senang kau jadi datang.”

“nde Oppa!”

“Ah kalian cuci tangan lalu kita makan bersama aratchi?” perintah Chanyeol yang sudah mirip seperti seorang ibu untuk menyuruh anak anaknya.

“”nde/nde””  jawab ketiganya bersamaan.

Beberapa menit berlalu, saat ini keempat orang itu sedang menikmati makan bersama. Biarlah mereka masih menggunakan seragam sekolah karena malas untuk menggantinya  terlebih dahulu. Candaan dilontarkan oleh Chanyeol juga dengan Kai, membuat makan malam itu menjadi hangat .

“Oppa, kau tau? disekolahku ada murid baru yang tampan dan sangat cool” ucap Chaerin membuka pembicaraan setelah beberapa waktu lalu hening.

“jinjja?”

“ne, dan  sepertinya menyukai Hyemi , Oppa”

Ucapan Chaerin seketika membuat Hyemi yang sedang meminum air putih menjadi tersedak.

“yakk terus saja memuji Oh Sehun. Lihat, kau membuat Hyemi tersedak” ucap kai yang sebenarnya kesal karena Chaerin mengatakan jika Sehun tampan dan cool. Chaerin hanya memeletkan lidahnya pada namjachingunya yang cemburuan itu.

“Hyemi gwemchana?”

Tanya Chanyeol sembari memberi Hyemi tisu. Hyemi mengangguk dan mengambil tisu yang disodorkan Chanyeol padanya kemudian memandang Chaerin dengan tatapan galak. Sedangkan gadis yang ditatapnya hanya tersenyum tanpa dosa sembari mengangkat tangannya membentuk huruf V (peace).

“jangan sembarangan bicara Park Chaerin” ucap Hyemi pada akhirnya.

“mian Hyemi-ya. Hah lagian sikap Sehun memang aneh, ya walau kalian baru kenal 3 hari”

Hyemi menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Chaerin .

“tapi apa kalian percaya cinta pada pandangan pertama?” tanya Chanyeol.

“nde/tidak”

Kai dan Hyemi menjawab bersamaan. Membuat Chanyeol menatapnya dengan alis terangkat.

“aku percaya, karena itu terjadi padaku saat pertama kali bertemu Chaerin-ku, iya kan Chagiya?” tanya Kai yang membuat Chaerin menganguk meng-iyakan pertanyaan namjachingunya.

“aku tidak” Hyemi ikut bicara.

“wae? kau pasti punya cinta pertama kan Hyemi-ya?” tanya Chanyeol pada Hyemi .

“nan mollaseo Oppa, bahkan aku lupa bagaimana rasanya itu”

“ah kau payah sekali hyemi-ya”

ucapan Kai membuat Chaerin memumukul kening namjachingunya dengan sumpit, Kai mengaduh sambil mengelus kening yang dianggapnya sexy itu. Chanyeol tertawa melihat kedua pasang kekasih yang selalu saja bertengkar kecil, begitu juaga dengan  Hyemi .

**

Hyemi dan Kai memutuskan untuk pulang setalah acara mengobrol mereka selesai.

“aku pamit Chanyeol Oppa, jeongmal gomawo untuk makan malamnya. Aku sangat menikmatinya” ucap Hyemi sembari teseyum. Chanyeol membalasnya,

“cheonma, apa kau yakin tidak perlu diantar eoh?”

“nde. Aku bisa menumpang Kai sampai halte”

“baiklah, hati hatilah”

Chanyeol melambaikan tangannya pada Hyemi . Sementara Hyemi berjalan menuju mobil Kai, tapi tiba tiba saja ia menghentikan langkah kakinya saat melihat seseorang berdiri didepannya, membuatt jalannya terhalangi. Hyemi menatap kaki yang menggunakan sepatu nike itu dan mendongak untuk melihat wajah yang sepertinya namja .

Betapa terkejutnya karena ini ketiga kalinya ia menjumpai wajah itu. Di toko, di sungai Han dan sekarang didepan rumah Chanyeol.

Sedangkan namja yang ditatapnya memandang gadis didepannya dengan tatapan kurang suka,  hapir saja tubuhnya tertubruk Hyemi yang berjalan sambil menunduk.

Tanpa berkata apapun Hyemi berlalu dan segera menghampiri mobil Kai.

Namja itu masih menatap mobil Kai yang perlahan menjauh sampai sebuah suara menegurnya.

“Baekhyun-ah? Kau sudah datang?”

“nde? Eohh maaf Chanyeol-ah aku telat “

“tak apa . jja masuklah!” ajak Chanyeol menyuruh Baekhyun kedalam rumahnya.

“yeoja barusan siapa?”

“yeoja?  Ahh dia teman yeodongsaengku” jawab Chanyeol sembari mendudukan tubuhnya disofa ruang tengah.

“ah geure.”

“nde.ada apa?” tanya Chanyeol karena melihat baekhyun seperti memikirkan sesuatu.

“anhiyeo. Aku pernah melihatnya beberapa kali. Oh bahkan pagi ini yeoja itu menabrakku.”

“jinjja? “

“ne dan dia tidak minta maaf dengan benar. Hah kalau dia di luar negri pasti mendapat masalah” ucap baekhyun membuat Chanyeol tertawa.

“dia memang seperti itu, tapi sebenarnya dia yeoja yang manis. Ah sudahlah, kita mulai mengerjakan tugas. Aku akan mengambil file’ku dulu”

Baekhyun mengangguk , namja itu sebenarnya masih memikirkan yeoja tadi. tatapannya  sangat tidak asing untuknya. Tapi ia tidak mau pusing untuk memikirkannya.

**

Hyemi duduk dimeja belajarnya saat ia barusaja  selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidur.

Hari ini rumahnya cukup sepi karena Appa dan Eomma-tirinya sedang pergi keluar negri untuk urusan bisnis. Dirumah hanya ada dirinya dan Minji, tapi yeoja yang berstatus saudaranya itu sedang keluar entah kemana dan ia tidak mau tau.

“cinta pertama?”

Ucapnya pada diri sendiri, ia tertawa miris mengingat orang yang pernah disukainya pergi meninggalkannya. Dan belum kembali  menemuinya sampai saat ini. ia takut mungkin saja  namja yang disukainya sejak kecil itu sudah tidak ingat lagi padanya. Atau parahnya namja yang dirindukannya sudah memiliki kekasih yang berkali kali lebih cantik darinya.

“aku lelah menunggumu, – Baekhyun oppa!. kau mengingkari janjiimu untuk kembali lebih cepat . kau mengingkari janjimu untuk selalu menemaniku saat aku kesepian, oppa aku…..”

Hyemi meremas kertas yang didalamnya berisi tulisan lagu yang pernah dibuat namja yang dirindukannya saat ia masih kecil dulu.

“aku merindukanmu Baekhyun Oppa”

Hyemi menutup buku yang sebenarnya ingin ia baca tapi tidak jadi karena rasa malas menguasai dirinya . gadis itu bangkit dan terduduk lagi karena merasakan rasa perih dilututnya, ia lupa belum mengganti plaster luka yang diberikan sehun tadi. Mengapa tiba tiba saja ia mengingat namja menyebalkan yang sudah menolongnya hari ini.

“ Oh Sehun, pria macam apa kau?”

**

Sehun side

Sehun baru saja mengunjungi rumah mewah orang tuanya di daerah Gangnam. Namja itu pulang ke apartementnya yang tidak terlalu mewah itu . Ia sengaja memilihnya karena selain irit ia juga kurang rutin mengurus apartement yang besar.

Sehun memasukan kode pintu apartementnya , setelah terbuka namja itu masuk. Betapa terkejutnya ia menemukan yeoja yang sedang tertidur pulas disofa .

“kau mabuk lagi noona” ucapnya lalu pergi kekamar untuk mengambil selimut. Beberapa hari ini ia menemukan yeoja yang tertidur disofanya itu  di depan pintu apartementnya dengan keadaan mabuk. Sungguh ironis, tapi sekarang lebih parah karena  berada didalam apartementnya.

Sehun kembali dan menyelimuti yeoja yang pernah dicintainya itu.

“ harus berapa kali lagi aku mengatakannya? Aku membencimu noona”

 

**

Pagi cepat sekali datang untuk mengusir gelapnya malam. Sehun sedang menghabiskan sarapannya, ia tidak masak karena  cukup sarapan dengan roti panggang dan segelas susu hangat. Tidak lupa ia membuatkan teh hijau hangat untuk yeoja yang masih tertidur disofa itu.

Namja itu meletakan cangkir diatas meja dan bersiap untuk berangkat sekolah, tapi sebelum ia membuak pintu sebuah tangan memeluknya dari belakang.

“Sehunnie, bogoshipeoyo”

Sehun menghembuskan nafasnya kasar dan melepaskan tangan yang melingkar diperutnya. Namja itu berbalik dan menatap dingin yeoja dihadapannya.

“cukup noona. Harus berapa kali aku mengatakannya padamu? Ini sudah 1 tahun tapi kau selalu saja mengharapkanku”

“Sehunnie . apa kau tidak merindukanku huh?”

“cepat habiskan teh-mu lalu pergi dari apartementku. Dan jangan pernah kembali!”

Sehun hendak berbalik tapi tangannya ditahan

“Yeonju noona aku mohon. Jangan mengganggu hidupku lagi!”

Sehun menghempaskan tangan yeoja itu dan membuka pintu apartement. Namja itu berjalan cepat agar Yeonju tidak mengejarnya lagi.

Ia benci mengingat dan bertemu lagi dengan Yeonju karena yeoja itu sudah membuatnya merasakan perasaan sakit dan kecewa yang teramat dalam.

Dan bodohnya ia lupa menggunakan sandi lain untuk mengkode pindu apartementnya, Sehun menggunakan tanggal dan tahun lahirnya , pantas jika Yeonju dapat membukanya dengan mudah.

Sudah 1 tahun lamanya ia mampu dengan cepat melupakan perasaannya pada Yeonju tapi saat ia kembali ke Korea, gadis yang lebih tua  1 tahun dengannya itu selalu menemuinya. Meminta maaf dan meminta hubungannya kembali baik seperti dulu. Yeonju memohon seribu kali pun ia tidak akan pernah mau menerima gadis itu lagi, karena Sehun sudah sangat kecewa.

Flashback

Sehun melangkahkan kakinya dengan semangat untuk menemui gadis yang selama ini sangat disayanginya , ia berencana akan menyatakan cintanya hari ini . Satu buket bunga mawar kesukaan gadisnya ia beli.

Sehun sudah menunggu berjam jam ditaman yang sudah ia janjikan  tapi gadis yang ditunggunya tidak kunjung datang,

didalam hatinya terbesit rasa khawatir.  Ia memutuskan untuk pergi langsung ke rumah Yeonju.

Tidak cukup jauh  menempuh jalan, namja itu sudah sampai dirumah yang sangat sederhana milik Yeonju. Diketuknya pintu kayu itu berkali kali tapi tidak ada sahutan dari dalam. Ia yakin jika Yeonju pasti  ada dirumah  mengingat rumahnya yang sangat terang. Yeonju tinggal sendiri karena kedua orang tuanya sudah lama meninggal, hanya sehun satu satunya orang yang menjadi tumpuan untuk Yeonju.

Yeonju bekerja sebagai bartender di pup kawasan gangnam , ia terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya karena faktor keuangan yang sangat kurang, sehingga sehun selalu saja membantunya.

Sehun yang tidak sabar karena Yeonju lama tak menyahutinya pada akhirnya namja itu menarik knop pintu yang kebetulan tidak dikunci, ia masuk dan melihat sepasang sepatu pria yang tergeletak dirak. Sehun semakin penasaran dan memasuki ruang tamu kecil tapi tidak menemukan Yeonju. Ia menuju dapurpun tidak menemukannya. Sampai pendengarannya menangkap suara aneh, suara desahan dan tawa.

Sehun berjalan perlahan menuju kamar Yeonju, dan betapa kagetnya saat ia menemukan pemandangan paling mengejutkan saat ini. Orang yang dicintainya sedang bercinta dengan seorang pria yang cukup jauh umur dengannya.

“NOONA!!!”

Sehun yang tidak bisa menahan emosinya berteriak memanggil Yeonju. Nafasnya naik turun dan matanya memerah karena sangat marah.  Sehun dapat menangkap ekspresi Yeonju yang sangat kaget , yeoja itu mendorong pria yang berada diatasnya .

“S-sehun-ah”

Sehun membanting pintu dan pergi .  Saat sehun memakai sepatunya dan hendak keluar Yeonju memegang tangan Sehun.

“Se-Sehunnie. A a-ku …”

“ah jadi ini dirimu yang sesungguhnya? Aku sungguh tidak menyangka Noona!” ucap sehun lalu melangkahkan kakinya, dan melempar bunga yang dibelinya lagi kelantai , tapi Yeonju tidak tinggal diam dan menahan Sehun lagi.

“Sehun aku mohon. Aku bisa menjelaskannya-“

“sudahlah. labih baik kau lanjutkan acara bercintamu dengan ajhussi itu!”

“ Sehunnie aku melakukan ini karena terpakasa . aku mohon percaya padaku, aku hanya mencintaimu. Maafkan aku”

“omong kosong. Kau seperti seorang pelacur Noona. ”

“kumohon Sehun, ini kulakukan karena aku dipaksa olehnya. Dia,…..  dia akan melunasi semua hutang Appa jika aku-“

“hutang? Kau melakukan itu karena sebuah hutang ? lalu kau anggap apa aku selama ini hah?. aku bisa membantumu noona . Berapapun yang kau minta. Tapi kau- …. kau lebih memilih bercinta dengan ajhussi itu hanya untuk sebuah hutang?. menjijikan! Kau sudah membuatku membencimu mulai detik ini. jangan pernah menemuiku lagi!”

Sehun pergi tanpa memperdulikan teriakan Yeonju. Hatinya benar benar hancur melihat orang yang dicintainya bercinta dengan namja lain.

**

Sehun memasuki rumahnya dengan perasaan yang masih emosi. Ia menemui appanya yang berada diruang kerja. Nafasnya masih tersenggal dan fikirannya masih syok dengan apa yang dilihatnya tadi. Ia menyesal karena telah tidak percaya pada Appanya tentang keburukan seorang Yeonju.

“appa kau benar, dia memang gadis murahan seperti apa katamu. Appa aku menerima tawaranmu untuk pindah ke China”

Sehun bisa melihat senyum lega dari bibir Appa-nya. Ia sudah bertekad akan meninggalkan Korea besok pagi. Secepatnya…

FLASHBACK END

Sehun tertawa miris mengingat itu semua. Ia terlalu polos dan bodoh untuk memilih gadis yang dicintainya dulu.

Seharusnya ia mendengarkan apa kata appa-nya sejak awal. Seorang Jaeri , gadis miskin yang tidak sengaja dicintainya bukanlah seorang yeoja yang baik .

Sehun mengendarai motornya dengan kecepatan penuh , ia tidak bisa mengontrol emosinya.

**

Sehun memakirkan motornya dan segera berjalan menuju kelasnya. Tapi dikoridor langkahnya sempat terhenti karena melihat Hyemi berjalan sendirian. Entah mengapa hatinya mendadak berubah menjadi tenang saat melihat gadis yang belum lama ini dikenalnya.

Sehun mengecek penampilannya dan berlari kecil untuk menyamakan jalan Hyemi.

“ekhmm, anyeong!”

Mendengar ada yang menyapa Hyemi menolehkan kepalanya menatap Sehun. Gadis itu tidak menjawab dan terus berjalan. Sehun sedikit kesal karena sapaannya tidak dibalas.

“Anyeong Hyemi-ssi. bagaimana pagimu? ”

Sapa Sehun lagi, kali ini ia berjalan mundur didepan Hyemi. Hyemi menghela nafasnya dan berhenti berjalan, membuat Sehun juga berhenti.

“Minggirlah ! kau bisa terjatuh jika jalan mundur seperti itu pabboya”

“ wuaahh apa kau baru saja menghawatirkanku? Omona omona”

ucap Sehun dengan sangat percaya diri membuat hyemi ingin berteriak didepan wajah namja itu. tapi ia menjaga imagenya sebagai yeoja dingin.

“jangan bermimpi. Aku hanya tidak mau dikira mendorongmu jatuh.”

Kali ini Hyemi menggeser tubuh Sehun dan mempercepat jalan nya , ia bersyukur karena pintu kelas sudah berada didepan matanya.

Melihat itu Sehun tersenyum , dan ikut berjalan dibelakang Hyemi. Ia sedang menghapalkan cara Hyemi berjalan. Konyol memang.

Skip

After school….

Chaerin mengucapkan kata kata menyesal karena tidak bisa pulang bersama Hyemi , hari ini Kai menagih jatah kencannya. Padahal Chaerin sudah merayu Kai untuk Double date dihari minggu tapi namjachingunya itu sudah ngebet sekali ingin kencan. Hyemi heran dengan sifat Kai yang menurutnya terbalik dengan sifat Caerin ‘benar benar pasangan yang aneh’ ucap Hyemi dalam hatinya.

Gadis itu berjalan menuju halte dekat sekolahnya. Sesampainya gadis itu mendudukan dirinya dibangku.

“Hyemi?”

Hyemi menoleh kesamping, saat itu juga moodnya menjadi buruk. Minj-saudara tirinya juga sedang menunggu bus saat ini .

“apa mengasyikan naik bus?’’ tanya Minji.

“kau pikir saja sendiri!” jawab Hyemi tanpa memandang Minji.

Minji menghela nafasnya , ia mencoba basa basi dengan saudara yang tidak menganggapnya ini, tapi bagaimanapun ia mencoba tetap sulit.

Hyemi berdiri dan berniat pergi tapi Minji menahannya.

“eodiga? Kita tunggulah bersama!”

“na? Tiba tiba aku malas pulang” ucap Hyemi lalu membalikan tubuhnya. Minji lagi lagi menghalangi Hyemi untuk berlalu.

“Hyemi setidaknya kita pulang bersama. Aku ingin Appa senang melihat kita bersama”

“mwo? Dengar ya Kim Minji! Aku tidak suka bersandiwara. Biar saja kita tetap seperti ini. saling membenci”

“tapi aku tidak membencimu Hyemi”

“geurae? Baiklah kalau begitu biar aku yang membencimu”

Minji menahan tangisnya saat mendengar kata kata Hyemi, yeoja itu sangat berharap menjalin persaudaraan seperti yang lain. Statusnya tetap dibenci oleh Hyemi walau sampai kapanpun. Ia menyadarinya, Kim Minji adalah seorang yang ikut masuk dalam keluarga bahagia Hyemi dan merusaknya.

Hyemi tersenyum lemah dan membalika badannya.

“Hye-!”

“LEPASKAN!!”

Hyemi menepis tangan Minji dan sedikit menorong.

“YA!! Kau tidak perlu kasar padanya seperti itu”

Ucap seseorang yang tiba tiba menghampiri mereka. Keduanya tidak sadar jika sedari tadi ada yang memperhatikannya dari dalam mobil. Hyemi menatap heran namja didepannya . Kenapa ia sangat sering bertemu dengan namja ini.

Sedangkan Minji membulatkan matanya melihat siapa yang datang.

‘Baekhyun-ssi?’

…………………………

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

22 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The Answer is You (Chapter 3)”

  1. baekhyu pasti akan salah paham dengan hyemi daa menganggap hyemi bukan gadis baik
    hati hyemi udah penuh dengan luka sekarang ditambah kedekatan baekhyu dan minji

  2. Haa…. jangan sampai baekhyun berpikiran jelek tentang sikap hyemi. Semoga hyemi berakir sama Baekhyun. Penasaran nih…. lanjut ya thor…Fighting !!!!! Ditunggu kelanjutannya

  3. Ketemu baekhyun malah d saat yg tdk tepat. Aku pikir memang lbh baik sama sehun aja. Tp mslh nasib mreka kan tergantung author nya. Haha….. semangat

  4. Jesh.. ternyata Minji yang luan tau kalau itu Baekhyun dan Hyemi apa reaksinya sekarang ya kalau sudah tiga kali ia menabrak Hyemi tapi keduanya tak menyadari sama sekali. Baekhyun menyukai Hyemi kan begjtupun Hyemi. Aku takut Minji sengaja dekati Baekhyun karena ia menyukai Baekhyun dan membuat orang yang dekat dengannya menjauhinya juga seperti appanya. Next chapternya. Duh Baekhyun kok kasar ngomongnya sih.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s