[EXOFFI FREELANCE] 30 Day’s [Part 1]

index

30 Day’s

Cast :
• Ahn Saekyung
• Park Chanyeol
• Oh Sehun
• Jang Gyura
• Kim Hyena
• Do Kyungsoo
Genre : Romance, Friendship
Author : May
Length : Chapter
Rating : T
Disclaimer : It’s Mine. Semua karakter dan alur FF ini hanya fiksi belaka. Don’t plagiary..

***
PART 1

Saekyung duduk sambil merebahkan kakinya di tepi pantai yang memungkinkannya memandangi teman-temannya yang sedang bermain voli pantai dengan jelas. Angin berhembus mendorong permukaan air ke tepian, sampai polanya terlihat seperti sisik. Rasa lelah tiba-tiba menerpa Saekyung. Ia memang masih muda, masih berusia 23 tahun, tapi bekerja berlebihan di galeri selama tiga hari tetap saja terasa berat baginya.
Sama dengan permukaan air laut yang berkilauan akibat terkena sinar matahari yang terlihat memiliki pola, hati manusia juga pasti memiliki pola. Seperti ombak yang terus menabrak ke tepian, ombak dalam hati juga pasti bergerak menyentuh tepian. Rasa lama yang telah terukir dalam hati mungkin saja dapat tergeser jatuh ke jurang tepian.
Saekyung mengedipkan matanya berulang-ulang, namun itu tak berlangsung lama. Sentuhan hangat yang dirasakan dari lengannya membuat nyawa Saekyung tiba-tiba terkumpul sepenuhnya. Sedetik kemudian, sentuhan itu berubah menjadi genggaman yang nyaman. Terlihat seuntai senyuman dari Saekyung yang seakan menerima genggaman itu dengan tangan terbuka. Ia juga menambah kenyamanan itu dengan menjatuhkan kepalanya di pundak orang yang menyentuhnya.
“Kupikir seharusnya kita tidak ikut ajakan mereka,” suara itu terdengar lembut di telinga Saekyung. Itu suara Park Chanyeol, pria yang hampir empat tahun menemani hari-hari Saekyung menjadi lebih berwarna. “Kau sepertinya butuh istirahat.”
Saekyung menggelengkan kepalanya pelan mendengar ucapan Chanyeol. “Aku memang sangat lelah. Bekerja lembur mempersiapkan pameran untuk seniman Lee Taesuk benar-benar melelahkan. Tapi, pantai merupakan tempat yang cocok untuk melepaskan kepenatanku ini. Aah, aku seperti tidak memiliki beban pekerjaan apapun di sini. Perasaanku sangat tenang,” ucap Saekyung sambil mempererat genggaman tangannya. “Lagipula, pantai merupakan tempat favoritku. Semenjak kau menyatakan cinta empat tahun yang lalu, aku jadi menyukai tempat ini.”
Pipi Chanyeol tanpa sadar memerah, ia seperti mengingat kejadian memalukan yang ia alami beberapa tahun silam. “Kenapa kau mengingatkan hal itu padaku huh?” ucap Chanyeol sambil menoleh memperhatikan lawan bicaranya itu. “Itu pengalaman yang memalukan. Seharusnya aku tidak menyatakan cinta dengan cara seperti itu, benar-benar tidak keren.”
Saekyung tertawa kecil sambil membenarkan posisi duduknya. Ia membalas tatapan Chanyeol dengan pandangan menerawang. “Seharusnya saat itu kau membawa speaker jika ingin bernyanyi di tepi pantai dengan ombak yang sebesar itu, bahkan bunga-bunga yang kau siapkan juga tertelan olehnya,” Saekyung lagi-lagi tertawa kecil begitu terlintas bayangan-bayangan memorinya tentang kejadian empat tahun yang lalu itu. “Aku bahkan tidak bisa mendengar suaramu dengan jelas dan kau saat itu malah menghilangkan sepatu dan tasmu. Kita bahkan harus mencari tasmu itu terlebih dahulu selama beberapa jam dan setelah menemukan tasmu itu kau baru meyatakannya. Aah, itu konyol sekali. Kupikir awalnya kau lebih mementingkan tasmu itu daripada keberadaanku, tapi ternyata kau menyimpan cincin ini dalam tasmu.”
Saekyung menjulurkan tangannya yang bebas ke atas. Ada sebuah cincin berlian putih yang berkilau karena pantulan sinar matahari dari jari manisnya. Saekyung tersenyum kecil begitu melihat cincinnya berkilau. Melihat senyuman Saekyung, dengan perlahan Chanyeol menggapai tangan Saekyung dan menciumnya pelan. Sedetik kemudian, pipi Saekyung tanpa sadar memerah akibat perbuatan tiba-tiba dari kekasihnya itu.
“Aku senang kau sekarang telah menjadi milikku sepenuhnya,” ucap Chanyeol yang setelah itu menunjukkan cengiran khasnya. Kali ini, giliran Chanyeol yang bersender di pundak Saekyung. “Aku ingin cepat-cepat menyelesaikan kuliah magisterku dan setelah itu melamarmu.”
Lagi-lagi pipi Saekyung memerah. “Apa kau ingin melamarku di pantai?” ucap Saekyung sambil terkekeh pelan. “Jika kau ingin melakukannya, kau harus membuat suasana yang sangat romantis.”
Chanyeol berdeham pelan. “Aku sudah membuat rencana untuk melamarmu nanti. Kau pasti akan terkejut karenanya. Itu akan jauh lebih keren daripada lamaran-lamaran yang lain,” ucap Chanyeol sambil membayangkan kejadian-kejadian yang mungkin akan dialaminya di masa depan. “Aku akan menikahimu. Jadi tunggu aku sampai saat itu tiba. Oke?”
Saekyung menepuk pundak Chanyeol pelan dan membuat Chanyeol bangun dari posisinya sebelumnya. Saekyung memperlihatkan sebuah senyuman tipis yang terlukis diwajahnya. “Mwoya!” ucap Saekyung yang masih memukul pundak Chanyeol pelan. “Belajar dari mana kau kata-kata seperti itu. Jika kau ingin melamarku, kau harus,”
Ucapan Saekyung terhenti begitu Chanyeol menahan pukulan Saekyung dengan satu gerakan yang kemudian menghadiahi sebuah kecupan manis di keningnya. Senyuman kebanggaan tergores dari bibir Chanyeol begitu ia selesai melakukan aksinya itu. “Cukup tunggu aku, Ahn Saekyung,” ucap Chanyeol penuh penekanan begitu ia mengatur jarak yang tepat dengan Saekyung. Wajah mereka saling bertatapan.
“Bisakah kalian hentikan itu,” suara itu membuat Chanyeol dan Saekyung tanpa sadar langsung menoleh ke sumber suara dan kemudian mengatur jarak kembali dengan berat hati. Jarak mereka kali ini cukup jauh. “Ahh, terlalu bahaya meninggalkan kalian hanya berdua. Selalu saja seperti ini. Apakah kalian tidak bosan? Sudah empat tahun aku melihat kalian seperti itu.”
Chanyeol berdiri dari posisinya dan kemudian memukul ujung kepala orang yang ada dihadapannya saat ini dengan satu tangan. “Hyena, kau benar-benar mengganggu,” ucap Chanyeol dengan nada serius yang kemudian berubah menjadi cengiran begitu ia mendengar rintihan dari mulut Hyena. “Bukankah kau sudah memiliki Kyungsoo, seharusnya kau urus saja pacarmu itu.”
Hyena membalas pukulan Chanyeol dengan cubitan dilengan. “Kyungsoo tidak akan membuat rayuan murahan seperti yang kau lakukan,” ucap Hyena sambil menatap Saekyung dengan pandangan menerawang yang sedetik kemudian ia menggelengkan kepalanya pelan dan kembali menatap lawan bicaranya. “Sebaiknya kalian ikuti aku. Sehun menemukan tempat yang bagus untuk memancing di ujung pantai ini. Tempatnya cukup indah, dan menurutku, itu tempat yang cocok untuk melihat matahari yang sebentar lagi akan tenggelam. Jadi, berhentilah menghabiskan waktu kalian dengan cara seperti sebelumnya dan sebaiknya kalian berkumpul bersama semuanya. Ini bukan kencan untuk kalian berdua tapi liburan persahabatan. Ingat itu.”
***
Saekyung berjalan perlahan dari balik punggung Chanyeol. Ia memperhatikan teman-temannya dengan pandangan menerawang. Jika diingat kembali, Saekyung bahkan tidak pernah membayangkan, kalau dirinya akan berteman dan menjalin persahabatan dengan orang-orang yang ada di hadapannya saat ini.
Dimulai dengan Jang Gyura, wanita berusia 20 tahun yang tak sengaja dikenal Saekyung karena hobinya yang senang membaca buku. Lima tahun lalu, saat hari kelulusannya, lebih tepatnya lagi ketika ia sedang berkunjung ke perpustakaan untuk mengembalikan beberapa buku antropologi yang ia pinjam, disaat itu pula pertemuannya dengan Gyura. Ia melihat Gyura sebagai gadis yang manis, dengan rambut panjang sebahu yang dikuncir satu kebelakang, dan terlihat serius ketika membaca buku. Namun, ada bekas luka lebam di kedua pipinya yang sangat terlihat menghiasi wajahnya saat itu. Bukan Saekyung namanya, kalau ia hanya diam dengan rasa penasaran yang ada pada dirinya tentang Gyura. Lebih tepatnya dengan luka lebam yang ada diwajahnya.
Jadi dengan sedikit keberanian, Saekyung berusaha mendekati Gyura saat itu. Rencananya berjalan dengan sukses, bahkan terlampau sukses dari bayangannya. Selain mengetahui penyabab luka lebam Gyura―Luka akibat kecerobohan saat bermain basket―, ia juga mendapat kesempatan menjadi teman baiknya. Kesamaan hobi membuat mereka menjadi lebih akrab. Bahkan untuk sekarang, Saekyung merasa sangat senang dan bangga, karena berhasil membuat jalinan pertemanan dengan seorang penulis novel terkenal―Jang Gyura― melebihi apa yang ada dipikirannya hanya karena rasa penasarannya saat itu.
Berbicara tentang Gyura, hal itu tak terlepas dengan bagaimana Saekyung bisa mengenal Oh Sehun. Saekyung mengenal Sehun kira-kira setengah tahun yang lalu ketika ia mendapat proyek bersama dengan perusahan arsitektur milik keluarga Sehun untuk mengadakan pameran. Saat itu, ia tidak terlalu dekat dengan Sehun, mereka terlihat hanya sebatas rekan kerja yang bahkan menggunakan bahasa formal untuk berkomunikasi bersama.
Baru setelah Saekyung mengetahui kalau Sehun merupakan senior Gyura saat di Universitas dan ketika mereka mengadakan makan malam bersama―Chanyeol juga ada―, hubungan Saekyung dan Sehun terasa lebih akrab. Terlebih lagi ketika Sehun dan Gyura menjalin hubungan yang lebih serius satu bulan yang lalu, tak jarang Saekyung menjadi sasaran empuk untuk dimanfaatkan Gyura sebagai teman kencan lain selain Sehun, tapi yang jelas, Gyura tidak menganggap Sehun teman, tapi lebih dari itu.―Double date―
Kalau dengan Hyena, itu sudah sangat lama sekali. Hyena merupakan teman masa SMA Saekyung dan Chanyeol. Bisa dikatakan, mereka semua berasal dari satu sekolah yang sama bahkan untuk kelas yang sama. Jadi tak perlu dijelaskan lagi bagaimana mereka bahkan terlihat sangat akrab untuk sekarang dan sebelumnya.
Lain halnya dengan Do Kyungsoo, pacar Hyena yang baru Saekyung ketahui beberapa minggu yang lalu. Ya, Saekyung memang mengenal Kyungsoo dari empat tahun yang lalu, mereka ada di Universitas yang sama. Tapi Saekyung tak pernah menyangka kalau Hyena benar-benar berpacaran dengan Kyungsoo yang bahkan sama sekali tidak pernah Saekyung lihat kalau mereka saling mengenal. Itu benar-benar diluar dugaannya.
Saekyung menggelengkan kepalanya pelan untuk mengakhiri lamunannya. Ia kemudian berjalan cepat ke arah Gyura ketika ia melihat temannya itu sedikit kesulitan membawa nampan berisi minuman kaleng dengan kedua tangan mungilnya. Saekyung buru-buru menahan tangan Gyura begitu terlihat tidak stabil. “Hey, harusnya kau lebih berhati-hati,” ucap Saekyung sambil terkekeh pelan. “Tangan kecilmu itu tidak akan mampu membawa beban seberat ini sendirian.”
Gyura ikut terkekeh pelan sambil membenarkan posisi nampan dengan bantuan Saekyung. “Gomawo eonni,” ucap Gyura sambil memperlihatkan senyuman manisnya. “Jangan salah menilai tanganku. Meskipun kecil, ini sangat kuat.”
Gyura lagi-lagi membenarkan posisi nampannya, kali ini dengan usahanya sendiri. Ia mengedipkan sebelah matanya untuk Saekyung dan berjalan perlahan yang setelah itu duduk di atas pasir pantai yang membuat sebuah lingkaran dengan yang lainnya, lalu menaruh nampannya itu ditengah lingkaran. Saekyung mengikuti jejak Gyura, dan duduk disebelahnya.
“Apakah kalian pernah berpikir untuk kembali ke masa lalu,” suara nyaring keluar dari mulut Hyena begitu ia mengambil minuman soda kaleng dan meminumnya sebagian. Seketika Hyena menjadi sorot pandangan dari orang-orang yang mendengar suaranya barusan. “Aku ingin sekali melakukan hal-hal gila seperti dulu. Aku terkadang benar-benar muak dengan pekerjaan kantor yang membuat umurku terasa semakin tua beberapa tahun seperti sekarang ini. Bahkan untuk liburan kali ini, kita harus mempersiapkannya selama setengah tahun dan baru bisa melakukannya sekarang. Huh.”
“Jadwal kita memang tak pernah cocok jika ingin berkumpul bersama,” ucap Chanyeol sambil menganggukkan kepalanya pelan. “Aku bahkan harus benar-benar bekerja keras untuk menyelesaikan tugas akhir beberapa mata kuliah untuk bisa datang kemari saat ini. Benar-benar penuh perjuangan.”
Hyena mendecakkan lidah. “Oleh sebab itu seharusnya kau dan Saekyung tidak terlalu banyak menghabiskan waktu berdua saja,” ucapnya dengan nada yang tidak ramah. “Kita harus memanfaatkan momen ini bersama selama tiga hari. Jangan menyia-nyiakannya. Benarkan? Lagipula ini hari terakhir kita ditempat ini.”
Saekyung menarik ujung bibirnya tipis sambil mengangguk pelan merespon ucapan Hyena dan Chanyeol hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar ucapan Hyena.
Gyura berdeham pelan. “Kalau begitu bukankah lebih bagus kalau kita melakukan permainan kecil,” ucap Gyura sambil memainkan pasir pantai yang menjadi perhatiannya saat ini. “Ya, berhubung masih ada waktu satu jam lagi sebelum matahari tenggelam, bukankah lebih menyenangkan kalau kita bermain suatu permainan. Aku sedikit bosan.”
Hyena menjentikkan jarinya begitu muncul sebuah ide brilian dari otaknya. “Kita bermain truth or dare saja. Kupikir itu akan menyenangkan,” ucap Hyena antusias. “Tapi kita naikkan levelnya menjadi tingkat yang lebih ekstrim, bagaimana?”
***
Semua orang saling berpandangan begitu Sehun menyelesaikan kalimatnya. Saekyung terlihat menelen saliva-nya perlahan. Permainan yang saat ini mereka lakukan memang sedikit berbeda dari yang kebanyakan orang lain memainkannya. Putaran satu kaleng bukan hanya menentukan nasib satu orang yang ditujunya, tapi nasib semua orang.
Gyura menepuk kepala Sehun pelan. “Ya, pabo-ya,” ucap Gyura yang setelah itu terkekeh pelan. “Idemu itu gila Sehun.”
Sehun merapikan tataan rambutnya yang dirasa berantakan karena ulah pukulan kekasihnya itu. “Bukankah putaran itu berakhir tepat ke arah diriku. Jadi aku bebas menentukan nasib kalian semua dengan pilihan yang kalian inginkan. Karena kalian menginginkan dare, jadi kita akan melakukan ini. Bukankah kita sudah mengganti tingkatan permainan ini menjadi lebih ekstrim? Bahkan sebelumnya Kyungsoo telah menanyakan satu persatu dari kita tentang kenangan paling memalukan yang pernah kita alami, jadi ini sekarang giliranku.”
“Tetap saja, itu gila Oh Sehun,” ucap Gyura. “Jika seandainya aku yang mendapatkan kartu itu dengan orang lain bagaimana? Memangnya tidak apa-apa jika aku dicium oleh lelaki lain selain dirimu?”
Sehun terdiam sejenak. Sedetik kemudian ia memandang teman-temannya secara bergantian dan setelah itu memperlihatkan cengirannya. “Kita akan mendapatkan kartu yang sama, Gyura. Aku akan pastikan itu,” ucap Sehun sambil memperlihatkan ibu jarinya ke atas. “Bagaimana dengan yang lain, mau tidak mau kalian harus melakukannya ya. Lagipula bukan dibibir, hanya dipipi. Kalian tau kan, bahkan di barat ciuman seperti itu dianggap sebagai sapaan saja.”
Lagi-lagi semua orang saling berpandangan. Seakan sedang mendiskusikan sesuatu hanya dengan tatapan mata.
“Kau menang,” ucap Kyungsoo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Aku akan mengikuti permainanmu dan mengambil kartu-kartu yang ada ditanganmu itu. Tidak apakan Hyena?”
Hyena menunjukan senyuman canggung. “Aah, ya, aku akan melakukannya. Pastikan kau mengambil kartu yang sama denganku, Kyungsoo,” ucap Hyena sambil terkekeh pelan.
Kyungsoo tersenyum kecil mendengar ucapan Hyena. “Lalu bagaimana dengan kalian berdua?” ucap Kyungsoo sambil memandang ke arah Chanyeol dan Saekyung bergantian.
Saekyung tertawa kecil. “Jika dengan kalian ku pikir tidak apa,” ucap Saekhyung yang kemudian mendekat ke tengah untuk mengambil bagian kartunya.
Gerakan Saekyung kemudian diikuti Chanyeol dari belakang. Semua orang sudah mengambil bagian kartunya dan dengan perlahan mereka melihat warna kartu mereka secara bersama.
“Aah, merah. Apa yang kau dapat Gyura?” ucap Sehun sambil mendekat ke arah Gyura untuk melihat warna kartunya. “Biru. Ya, siapa yang mendapatkan kartu biru disini?”
“Aku,” ucap saekyung sambil menunjukkan kartunya dengan satu tangan.
Gyura melemparkan senyuman pada Saekyung dan begitupun sebaliknya.
“Lalu bagaimana dengan merah?” ucap Sehun sambil menatap empat temannya yang lain yang belum ia ketahui warna dari kartu mereka secara bergantian. “Siapa yang mendapatkan merah?”
Terlihat Kyungsoo menghembuskan nafas panjang. Ia kemudian melemparkan kartunya ke arah Sehun. “Itu kartu merah yang kau cari,” ucap Kyungsoo yang kemudian mengacak rambutnya frustasi.
Mata Sehun membulat begitu melihat warna kartu yang baru saja dilempar oleh salah temannya itu barusan. “Apakah aku akan mendapatkan kecupan dari Kyungsoo-hyeong?” ucap Sehun yang terlihat serius memandang kartunya dengan kartu Kyungsoo secara bergantian. “Oh my god!”
Semua orang tertawa begitu melihat ekspresi kecewa Kyungsoo dan Sehun.
“Apa ini permainan yang kau inginkan Oh Sehun?” ucap Saekyung menggoda.
Sehun mendesah kesal. “Diamlah, nuna,” ucap Sehun.
Saekyung mengeraskan suara tawanya begitu melihat ekspresi lucu yang Sehun perlihatkan. “Kau lucu sekali, Sehun,” ucap Saekyung disela tawanya.
Gyura berdeham pelan. “Tapi tunggu sebentar,” ucap Gyura yang membuat tawa Saekyung berhenti. “Jika Kyungsoo dan Sehun mendapat kartu yang sama, itu berarti,”
Gyura melemparkan pandangan ke arah Hyena dan Chanyeol secara bergantian. Saekyung, Kyungsoo dan Sehun juga mengikuti apa yang baru saja Gyura lakukan.
“Jadi hanya kalian pasangan normal disini,” ucap Sehun sambil terkekeh pelan. “Hebat sekali!”
Lagi-lagi semua orang tertawa. Beberapa detik kemudian mereka semua melakukan permain dari Oh Sehun. Semua mencium pipi dari pasangan mereka masing-masing―pasangan game―.
Terlihat perubahan ekspresi Saekyung sedetik kemudian begitu melihat kekasihnya itu mencium wanita lain ―meskipun itu sahabatnya sendiri―, namun ia masih bisa menahannya dan ikut tertawa bersama.
Botol kembali diputar. Secara perlahan botol berhenti tepat ke arah Hyena. Tatapan semua orang tertuju pada Hyena, seakan menunggu hal gila apa lagi yang akan terjadi pada mereka. Semua orang tau, kalau Hyena adalah yang paling gila dari semua orang disini, mungkin idenya bisa jauh lebih gila dari apa yang Sehun telah usulkan.
Gyura menghembuskan nafas panjang. “Karena giliran Hyena-¬eonni, aku akan memilih dare,” ucap Gyura yang setelah itu melipat kedua tangannya didada. “Aku tebak eonni akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan konyol jika kita memilih truth. Aku sudah pernah mengalaminya, dan itu bukanlah hal yang baik.”
Kyungsoo menganggukan kepalanya menyetujui ucapan Gyura.
“Aku tau kalau Hyena-nuna pasti akan mengajukan pertanyaan konyol nantinya. Tapi bukankah itu sama saja, dia pasti juga akan mengajukan tantangan konyol pada akhirnya,” ucap Sehun sambil mengerutkan keningnya. “Mungkin lebih konyol dari permainanku.”
“Tapi tetap saja aku lebih menyukai dare,” ucap Gyura sambil menatap lawan bicaranya itu.
Chanyeol memandang Gyura dengan tatapan menerawang. “Apa Hyena mengetahui sedikit tentang rahasiamu?” ucap Chanyeol. “Itu terlihat seperti itu. Kau tampak takut jika Hyena mulai menggerogoti itu, ya dilihat dari sifat Hyena, itu bukanlah hal yang tidak mungkin.”
Gyura tidak menjawab pertanyaan Chanyeol.
“Ehm, ayolah, aku sudah memikirkan hal hebat apa yang harus dilakukan dengan truth or dare yang akan kalian pilih,” ucap Hyena sambil memperlihatkan cengirannya. “Semua akan terlihat sama saja. Ini akan sama-sama menyenangkan.”
“Menyenangkan untukmu belum tentu menyenangkan untukku,” ucap Sehun.
“Iissh, dasar anak ini,” ucap Hyena sambil mengangkat kepalan tangannya ke arah Sehun. “Cepatlah kalian pilih, matahari akan tenggelam beberapa menit lagi. Ayolah.”
Sekali lagi mereka semua saling berpandangan. Pandangan ke arah Gyura jauh lebih dalam daripada yang lain.
Saekyung menghembuskan nafas panjang. “Baiklah, kami akan memilih dare,” ucap Saekyung sambil menarik ujung bibirnya ke atas.
Terlihat senyuman lebar menghiasi wajah Hyena. Ia seperti telah menunggu saat-saat seperti itu. “Baiklah, itu pilihan yang tepat. Sangat tepat malah,” ucap Hyena sambil merapikan rambutnya yang tertiup angin. “Ku harap kalian tidak akan melarikan diri dari permain ini.”
“Memangnya apa yang kau rencanakan?” tanya Kyungsoo.
Lagi-lagi Hyena tersenyum. “Aku ingin kalian semua bertukar pasangan untuk tiga puluh hari ke depan. Semua dari kita, dengan kartu sebelumnya, akan menentukkan ulang pasangan kita. Jika pasangan sebenarnya mendapatkan kartu yang sama ataupun sesama jenis mendapatkan kartu yang sama, kita akan mengambil ulang pengambilan kartu sampai mendapatkan hasil yang seharusnya,” ucap Hyena yang terlihat antusias. “Bagaimana? Bukankah ini hal yang hebat. Ini pasti akan menarik.”

-To be continue-

May in Here…
Salam kenal untuk semuanya, semoga kalian suka dengan FF ku kali ini. Thank for your attention to my fanfiction. Please give me good idea to it. Haahahaa..
Oke, oke, sampai berjumpa lagi di bagian selanjutnya..

5 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] 30 Day’s [Part 1]”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s