[EXOFFI FREELANCE] Promise From You (Prolog)

Promise from you poster 1 fixed

Promise From You

A FanFiction made by Riku. And also, the length is Chaptered. EXO’s Kai as the lead male and Red Velvet’s Seulgi as the lead female, supported by EXO members, Red Velvet members, Twice members, and last, NCT U member as an additional cast. Romance, Life, School-Life as the genre, so i will take you to my imagination world. And because of that, this is rated PG-16.

DISCLAIMER!

Inspired by IRISH noona, i create this fanfiction, pure from my brain. With the BASIC from many stories, dramas, and fanfictions i made this fanfiction. If you find a similarity storyline, it was just a few, the storyline in my brain is same. But the whole story of my own. Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. I just BORROW the name.

EXO, Red Velvet, Twice and NCT U Members belong to their real-life.

■♤♡♢♧■♤♡♢♧■♤♡♢♧■

 

Sore ini salju pertama turun di Seoul, ibu kota Korea Selatan. Aku berjalan di pinggir sungai Han. Tempat dimana kita biasa menghabiskan waktu bersama, dan mengucap janji untuk tetap bersama. Andai saja aku bisa menelfonmu, mungkin aku akan bahagia.

 

Setahun sudah berlalu, tapi aku belum bisa melupakanmu. Wajahmu yang selalu tersenyum, meskipun mood mu yang kadang berubah tiba-tiba. Semua itu membuatku kembali memikirkanmu, aku selalu mengatakan pada diriku sendiri jika kau memang sudah tiada dan aku harus membiarkannya, dan berbohong pada hatiku ini. Tapi…, pada akhirnya hati ini berbicara, “Aku kesepian.”

 

Andai aku mundur satu tahun, akankah sekarang kita tetap bersama? Andai aku bisa melakukan sesuatu saat itu, andai jika aku bertindak lebih cepat. Akankah kita tetap bersama?

 

Hari sudah malam dan aku masih disini, berjalan sendiri dijalan yang gemerlap ini, melihat orang-orang yang bahagia akan turunnya salju yang menandai jika kita memasuki musim salju, semua terlihat bahagia. Aku menatap ke arah langit, yang gelap… dan mulai menutup mataku perlahan…

 

Mencoba memikirkan tentangmu, yang selalu ada seperti udara. Begitu bodohnya aku melepasmu begitu saja waktu itu…

 

Maafkan aku…

 

Pada awalnya aku tidak terlalu percaya dengan drama-drama yang selalu memulai plot dengan tokoh utama pria selalu menganggap si tokoh utama wanita itu tidak berharga. Kemudian dia merenung dan berkata, “Setelah waktu berlalu faktanya kau memang begitu berharga.”

 

Tapi, setelah aku merasakannya. Aku sadar bahwa adegan itu memang akan terjadi jika kita terlalu bodoh untuk mengetahui bahwa orang yang selalu bersama kita kini telah pergi. Semua selalu terlambat. Mengapa aku tidak menyadarinya dulu?

 

Inginku katakan padamu, semua telah berbeda sekarang. Aku sangat menyesal. Sungguh, bolehkah kau mengizinkanku? Boleh kah aku bertemu denganmu? Bolehkah? Jika aku bertemu denganmu lagi, akankah air mata ini menetes? Bodohnya aku, yang tidak bisa berkata sepatah katapun saat itu. Natal saat itu, ketika aku menyadari kau semakin jauh dariku.

 

DUG!

 

“Ahh, mianhae hyungnim. Kami tidak sengaja menendang bola itu ke arahmu, tolong maafkan kami.” Ucap seorang anak kecil yang menghampiriku, seraya menunduk karena telah menendang bola ini kepadaku.

 

“Tidak apa-apa. Lain kali, berhati-hatilah. Ini bolamu.”

 

Aku melemparkan bola ini kepada mereka lagi, dan mereka langsung bermain kembali. Aku tersenyum melihat mereka, penuh tawa saat bermain  bola tersebut, bahkan ada yang bilang akan bermain sampai besok karena mereka sangat senang salju sudah turun hari ini.

 

“Aku sangat senang ketika melihat anak kecil bermain dan tertawa seperti itu, Kai…”

 

“Kenapa? Mereka itu sangat berisik dan pengganggu. Bagaimana bisa kau menyukai mereka?”

 

“Karena dengan melihat mereka tertawa, itu membuatku merasa tenang, sama seperti ketika aku melihat salju pertama turun…”

 

Aku tersenyum ketika mengingat itu kembali, di tempat yang sama. Itulah terakhir kali aku melihat wajahnya dan mendengar suaranya.

 

“Sekarang aku merasakan apa yang kau rasakan, Ggom. Sekarang aku mengetahui apa yang membuatmu tenang… apakah kau melihatku sekarang? Haha….”

 

Tes

 

Tes

 

Ini sungguh aneh, hanya dengan memikirkanmu membuat air mataku jatuh. Air mata yang terus jatuh, jatuh, dan jatuh.

 

Aku ingin kembali padamu…

 

Akan kulakukan apapun…

 

Aku akan melakukannya. Meskipun dengan menghilangkan semua kehidupanku dahulu sampai saat ini, jika memang itu yang diperlukan, aku akan melakukannya untukmu. Kumohon, maafkan aku.

 

Jika aku bertemu denganmu lagi, akankah air mata ini menetes? Bodohnya aku, yang tidak bisa berkata sepatah katapun. Aku memang bukan yang terbaik, tapi sungguh. Sekarang, aku merasa kesepian. Aku berharap kau berada di depanku sekarang, kau tahu apa yang akan aku lakukan?

 

Tolong ucapkan padaku, “Merry Merry Christmas, Hi! Bagaimana kabarmu?”

 

Dan aku akan berlutut di hadapanmu, dan yang akan kulakukan selanjutnya adalah berkata padamu, “Maafkan aku, aku terlalu jahat padamu waktu itu.”

 

Ternyata yang orang katakan tentang penyesalan yang selalu terlambat. Itu benar adanya dan memang terjadi padaku sekarang, penyesalan yang selalu menghantuiku. Aku menghela nafasku.

 

“Kau sering mengatakan ini, ‘Saat salju mulai turun, semua orang akan sangat bahagia. Dan ada yang bilang jika itu membuat orang sakit bisa kembali pulih’. Dan pertanyanku adalah, mungkinkah hati yang terluka ini kembali pulih, Ggom?”

 

To Be Continued

 

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Promise From You (Prolog)”

  1. Kak? Kenapa cerita ini diawali dengan lirik lagu first snow dan miracle in december? Padahal judulnya kan promise for you? Tp gpp aku suka kok ma karya2 irish’s y meskipun aku jarang ninggalin jejak :D. Tp sebenernya aku tu menghargai karya2 eoni (dengan cara yang salah, seperti menjadi seorang siders). Sampai2 yg cerita tentang psikolog selalu terbayang2 sampai 1 minggu lebih. Hehh itu mengerikan. Maaf atas kelancangan dan tindakan bodohku selama ini. Aku tidak tau harus mengungkapkan tindakanku ini di mana jd mohon kemaklumannya. TERIMAKASIH 😀 ❤ SEMANGAT!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s