[EXOFFI FREELANCE] – Really? Should I Marry You (Chapter 3)

POster.jpg

Title                       : Really? Should I Marry You? (Chapter 3)

Author                  : @XOXO_fanK/  @HunWoo27

Main Cast            : Oh Sehun

Park Geun Jung (OC)

Kris

Kwon In Young (OC)

Support Cast      : EXO-K as EXO-K

Length                  : Chaptered

Rating                   : PG 17

Genre                   : Comedy, Romance

Disclaimer           : Cerita ini diadaptasi dari novel/komik “So, I Married an Anti-Fan”. Kris dan Oh Sehun adalah milik agency-nya. Tidak semua bagian dalam novel/komik ada dalam FF ini, ini hanya adaptasi artinya tidak akan sama dengan novel/komik. Bahasa, penulisan, dan plot adalah murni hasil saya.  Thanks to Tanomioo from indofanfictionart atas posternya J

Author’s note    : I’ll be waiting for your comment readers because I’m a newbie. Don’t be a plagiator guys.

Happy reading!

 

Geun Jung melepas kemeja berbahan sifonnya dan menaruhnya begitu saja di lantai, ia mengaduk-aduk isi kopernya untuk mencari baju tidur yang hendak digunakannya. Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, sontak ia berteriak ketika melihat seorang lelaki muncul dari balik pintu tersebut. Geun Jung buru-buru berjalan mengambil handuknya yang ia letakkan diatas tempat tidur setelah mencuci muka beberapa saat yang lalu, bukannya meraih anduk Geun Jung malah terduduk di lantai karena terpeleset akibat menginjak baju sifonnya.

Kaki Geun Jung terkilir, akhirnya ia meneteskan air matanya karena begitu banyak hal sial yang menimpanya hari ini ditambah lagi pantat dan kakinya sakit karena terpeleset. “Jangan-jangan menoleh” Geun Jung melarang lelaki itu untuk menoleh “Aaa, aaaa” Geun Jung meringis kesakitan ketika ia mencoba meluruskan kakinya.

Lelaki itu segera keluar dari kamar itu dan menutup pintunya kembali.

***

Sehun segera mengeluarkan ponselnya dan menelefon Luhan, sepertinya hanya dialah satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas kejadian ini.

“Halo, hyung?” Sehun segera berbicara setelah terdengar suara Luhan di seberang sana.

“Ia Sehun, kau sedang berada dimana? Aku baru saja tiba di dorm dan kau tidak ada disini, Min Seok bilang kau keluar tanpa mengatakan akan pergi kemana”

Sehun mengendus sebal, kenapa malah manajernya yang banyak bicara, seharusnya dialah yang banyak mengajukan banyak pertanyaan pada manajernya itu “Hyung, kenapa kau memasukkan sembarang orang ke dalam apartemenku?”

Sehun tidak mendengar jawaban Luhan, sepertinya orang yang di seberang sana sedang mencerna pertanyaannya atau mencari jawaban dari pertanyaannya. “Kau di apartemenmu, Sehun?” Akhirnya Luhan berbicara setelah satu menit terdiam.

“Ya, hyung” Sehun menjawab dingin “Dan aku menemukan antifan-ku berada di apartemenku”

“Sehun, begini” terdengar Luhan yang menghembuskan nafasnya kasar “Ia mengalami suatu masalah dan ku pikir kau akan tinggal di dorm selama masa comeback jadi aku membawanya ke apartemenmu”

“Tapi kenapa kau tidak memberitahuku dulu, hyung?”

“Karena besok aku akan meminta perusahaan untuk mencarikan tempat tinggal, kalau aku memberitahumu pasti kau tidak akan mengijinkannya tinggal di apartemenmu”

“Kau sudah tahu, tapi kau tetap melakukannya hyung” Sehun menoleh ketika Geun Jung keluar dari kamarnya dengan piama berwarna biru langit “Kau tahu, aku tidak suka kalau orang lain mengganggu privasiku hyung”

Mianhae Sehun, aku janji besok aku akan meminta perusahaan untuk mencarikan tempat tinggal untuknya, kau jangan berbuat apapun padanya” Luhan berbicara dengan nada memohon.

Sehun melirik Geun Jung yang terduduk gugup di sofa “Untuk apa kau melakukan ini hyung?”

“Sehun dengarkan aku, kau tidak bisa berbuat apapun padanya, aku sudah bersusah payah agar dia menerima kontrak reality show sialan itu” Sehun hendak memotong tetapi Luhan masih terus berbicara “Dia telah menolak kontrak itu dan langit memang berpihak pada kita, hari ini ia kehilangan segalanya, jalan satu-satunya adalah menandatangi kontrak itu, ingat ini untuk kariermu Sehun, untuk EXO-K, untuk impianmu, jangan usir dia, aku mohon”

Sehun mengerlingkan matanya “Aku bahkan tidak mengatakan aku akan mengusirnya, kenapa kau berfikiran seperti itu” Sehun bingung apa yang harus ia perbuat pada gadis yang ada di apartemennya dan ia tidak mungkin mengusir gadis itu, hari sudah malam dan jika ia mengusir gadis ini, bisa-bisa gadis tanpa tata krama ini kembali menulis artikel aneh tentang Sehun. Sehun menyerah, semalam saja tidak apa jika ia membiarkan gadis ini tinggal di apartemennya “Kalau begitu aku tutup telfonnya, ingat besok kau harus membereskan kekacauan ini hyung” Sehun menutup telefonnya dan segera memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku celananya.

Sehun beranjak hendak keluar dari apartemennya, ia berhenti sejenak tepat di hadapan Geun Jung “Jangan menyentuh kamar itu” Sehun menunjuk sebuah ruangan di sebelah kanan “Jangan juga menyentuh barang-barang itu” Sehun kini menunjuk miniatur robot-robotnya “Kau bisa pergunakan kamar tamu, kamar mandi, ruang tamu dan dapur sesukamu tapi jangan biarkan apartemenku berantakan” Sehun kembali berjalan dan menghilang di balik pintu.

Geun Jung melemaskan tubuhnya yang sejak tadi menegang, ia tidak menyangka Luhan membawanya ke apartemen Sehun, ia hampir mati ketakutan karena ia pikir Sehun akan mengusirnya dari apartemen ini dan ia akan tidur di jalanan, ia tidak menyangka respon Sehun akan seperti itu. “Bukankah Sehun pria berdarah dingin? Kenapa ia tidak mengusirku?” Geun Jung bergumam pada dirinya sendiri.

***

“Lagu-lagu ini benar-benar terdengar menjadi lebih menarik” Lee Min Hyuk, leader Crazy Huge tersenyum pada lelaki di hadapannya “Bakatmu benar-benar luar biasa, tidak salah kami berkolaborasi denganmu”

“Tentu saja, aku tidak akan membiarkan Crazy Huge comeback dengan karya biasa saja setelah dua tahun vakum, aku mempertaruhkan seluruh hidupku untuk mengoreksi komposisi dan instrumen lagu yang kalian buat, kalian adalah king of KPop tentu saja kalian harus memberikan lagu yang luar biasa pada publik”

“Bukankah kau dulu menolak untuk bekerjasama dengan kami, kenapa dua bulan lalu kau menyetujui penawaran kami secara tiba-tiba, apa yang mengubah keputusanmu?” Jang Seung Gi, member Crazy Huge yang memiliki 6juta followers dalam instagramnya menatap pria itu dengan tatapan tajam penuh dengan pertanyaan.

“Aku tidak ingin melihat seorang bocah tersenyum dan mendapatkan banyak pujian di atas panggung, padahal dia sama sekali tidak layak” Lelaki itu menjawab dengan dingin.

“Siapa yang kau maksud dengan bocah?” Member Crazy Huge yang lain kini mulai penasaran.

“Kau akan mengetahuinya ketika aku menyingkirkannya dari dunia yang seharusnya ia tidak pernah pijak, tentu saja aku akan menghancurkan sekaligus pesaing kalian” Kini ia tersenyum sinis.

Min Hyuk menepuk pundak lelaki itu “Kau tampak mengerikan bung! Omong-omong lagu mana yang akan kita jadikan title track? Kau akan jadi main rapper di lagu itu kan, Kris?”

***

Geun Jung menatap Luhan yang menarik rambutnya, perusahaannya tidak ingin mencarikan tepat tinggal untuk Geun Jung dengan alasan itu bukan tanggung jawab mereka. Satu  juta won per bulan  adalah jumlah yang sangat besar dan lagi biaya hidup Geun Jung selama reality show ini berlangsung akan ditanggung oleh perusahaan, pakaian, sepatu dan tas untuk syuting tentu saja Geun Jung tidak perlu memikirkan hal itu. Perusahaan berfikir gaji Geun Jung dalam satu bulan bahkan bisa menyewa 3 bulan apartemen mewah dan uang itu lebih dari cukup untuk reality show yang hanya ditayangkan seminggu sekali. Geun Jung kini merasa dirinya menjadi wanita yang materialis tetapi keadaan mendesaknya, ia perlu uang-uang itu, setelah reality show ini berakhir tentu ia akan kembali menjadi pengangguran, uang berhenti mengalir tetapi hidupnya masih harus tetap berjalan dan ia memiliki tekat untuk tidak kembali kepada orangtuanya dan menambah beban orangtuanya yang harus mengurus enam anak di tengah desa dengan mata pencaharian hanya sebagai nelayan.

“Kau bisa tetap tinggal di apartemen Sehun, ini kesepakatan kita kemarin, aku akan memberikan tempat tinggal untukmu” Luhan akhirnya berbicara setelah sekian lama berfikir “Kita tidak bisa memperbaharui kontrak, kau bisa tinggal di apartemen Sehun tanpa kontrak, aku yang menjamin itu”

“Ta- ta- tapi, benarkah tidak apa-apa kalau aku tinggal disana?” Geun Jung menelan air liurnya “Kalau memang Sehun tidak mengijinkanku tinggal disana, aku akan memakai uang kontrak itu untuk menyewa apartemen”

“Aku sudah berjanji padamu, seorang lekaki tidak akan mengingkari janjinya” Luhan tersenyum “Aku akan mengurus semuanya, aku akan berbicara pada Sehun, lagi pula jika ia tidak ingin tinggal di dorm, ia bisa pergi ke rumah orang tuanya, ah tidak! Tidak mungkin seorang Sehun pergi ke rumah orang tuanya, ia memiliki rumah pribadi di daerah Gangnam-gu, dia bisa tinggal di sana”

Geun Jung membungkuk pada Luhan “Gamsahamnida Manager Lu, eh, Luhan-ssi”

“Panggil aku Luhan saja, sebenarnya aku ingin membawamu ke apartemenku tetapi Min Seok juga tinggal bersamaku, aku tidak mungkin membawanya untuk tinggal di dorm selama tiga bulan bersama enam pria yang sebenarnya sangat sulit diatur”

Ne, mianhae, aku benar-benar merepotkanmu” Geun Jung merasa bersalah pada Luhan. Luhan hanya tersenyum tulus dan memberikan kontrak serta pulpen kepada Geun Jung. Geun Jung segera menandatangani kontrak itu, ia berdoa dalam hati supaya keputusannya ini adalah keputusan yang tepat.

Luhan seketika sumringa ketika Geun Jung akhirnya menandatangi kontrak tersebut, Geun Jung merasa lebih baik karena melihat raut muka Luhan sudah kembali hangat.

“Oia ini dari perusahaan” Luhan memberikan sebuah ponsel kepada Geun Jung “Setidaknya mereka memberikanmu ponsel agar mudah dihubungi, bukan model terbaru tapi itu sudah sangat canggih menurutku, panggilan cepat nomor 1 adalah nomor ponselku, nomor 2 adalah Minseok, dan nomor 3 Sehun, usahakan untuk tidak menghubunginya, ia tidak suka privasinya diusik” Luhan kembali tersenyum pada Geun Jung “Kau jangan lupa memberitahu orangtuamu, mungkin mereka sudah ribuan kali menelponmu tapi ponselmu tidak aktif”

***

Kai membaringkan tubuhnya tepat di samping Sehun, mereka baru saja berlatih menari bersama “Pagi tadi saat aku sedang workout, aku bertemu dengan In Young dan Kris di gym”. Sehun hanya ikut membaringkan tubuhnya tanpa memerdulikan perkataan Kai.

“Saat Kris pergi untuk mengangkat barbell, In Young dan aku treadmill berdampingan, ia menanyakan bagaimana kabarmu” Kai melirik Sehun sekilas “Aku mencoba meyakinkannya bahwa kau lebih baik daripada apa yang ia pikirkan setelah ia mengkhianatimu”

Sehun memejamkan matanya “Aku tidak peduli lagi padanya”

“Tapi kulihat kau masih sangat mencintainya Sehun, kau bahkan sangat frustasi setelah kejadian di malam dia datang secara tiba-tiba di Music Bank” Kai bangun dan menopang tubuhnya dengan kedua tangannya kebelakang, ia melihat cermin dihadapannya “Kau belum menceritakan untuk apa malam itu In Young datang padamu, apa ia ingin kembali padamu? Bukankah beberapa waktu yang lalu ia juga mencoba menghubungimu?”

“Aku tidak ingin membahas apapun tentangnya, kisah kami sudah berakhir sejak ia mengkhianatiku” Sehun hendak bangkit tetapi tiba-tiba Luhan masuk ke dalam ruang latihan sehingga mengejutkan mereka berdua.

“Sehun, ada yang ingin aku bicarakan” Luhan menatap Sehun lamat-lamat.

“Ada apa hyung? Kau terlihat panik”

Mianhae, bisakah kau berikan apartemenmu untuk digunakan Geun Jung? Hanya tiga bulan saja, selama reality show-mu berjalan”

“Geun Jung?” Sehun mengerutkan keningnya. Kai juga menatap Luhan bingung.

Antifan-mu – Geun Jung, tolong berikan apartemenmu padanya hanya untuk tiga bulan, perusahaan tidak ingin mencarikan tempat tinggal karena itu bukan tanggung jawab mereka” Luhan ikut duduk bersama Kai dan Sehun “Mereka berpendapat bahwa uang kontrak Geun Jung sudah sangat cukup, tapi kemarin aku sudah berjanji untuk mencarikannya tempat tinggal”

“Perusahaan benar, itu bukan urusan mereka, begitupun juga denganmu hyung, kenapa kau repot-repot mengurusi gadis itu?” Sehun menjawab dengan santai.

“Berapa yang diberikan CEO untuk kontrak itu?” Kai menyelidik, Kim Young Min – CEO mereka bukanlah orang yang mudah dihadapi jika soal uang.

“Satu juta won per bulan, biaya hidupnya ditanggung seluruhnya selama reality show” Luhan menghembuskan nafasnya.

Tsk! Gadis itu mata duitan sepertinya” Sehun mengendus sebal “Kau tahu hyung, apartemen itu adalah tempat dimana aku berlari ketika aku jenuh dengan dunia penuh drama ini hyung”

“Tapi, kau masih bisa menggunakan rumah pribadimu di Gangnam-gu, Sehun” Luhan menjawab dengan cepat.

“Terserah kau saja hyung, yang jelas aku tidak ingin gadis itu ada di apartemenku” Sehun kini benar-benar beranjak meninggalkan Kai dan Luhan.

Kai menepuk pundak Luhan “Kau tahu, rumah pribadi itu memberikan kenangan-kenangan tentang In Young, tentu saja tidak mudah baginya untuk tinggal di sana” Kai ikut beranjak “Hyung, bagaimanapun kau sangat mengenalnya sebaiknya kau tidak mengganggu apartemennya”

Luhan kini sendirian di ruang latihan, ia mengeluarkan ponselnya, ia harus membujuk Sehun untuk mau mengorbankan apartemennya. Luhan mengirimkan pesan pada Sehun.

To : Sehunie

Sehun, tidak bisakah kau membantuku sekali saja? Aku sudah berjanji padanya untuk memberikan tempat tinggal. Kalau kau tidak bisa membantuku, baiklah aku akan menggunakan gajiku untuk menyewakan apartemen untuknya. Aku sudah berjanji dan aku tidak suka mengingkari janji.

Sending…………………

***

Sehun termenung di balkon dormnya memandang hamparan bintang di langit kota Seoul, hanya sedikit bintang yang terlihat, bahkan sehun bisa menghitung jumlah bintang yang terjangkau oleh matanya. Sehun mengeluarkan ponselnya lalu menarik nafas panjang lalu membuangnya, mencoba membuat tubuhnya rileks.

To : Luhan

Gunakan saja apartemenku, aku akan tinggal di dorm sampai tiga bulan ke depan. Tolong pastikan apartemenku tetap terjaga.

Sending………………..

Sehun akhirnya membiarkan apartemennya digunakan oleh antifan-nya. Tidak mungkin Sehun membiarkan Luhan mengeluarkan uang dengan sia-sia, dia tahu betul kesulitan yang dialami Luhan. Luhan adalah warga Negara China, ia memiliki ibu yang sedang sakit kanker rahim di China, ayahnya sudah lama meninggal dan ia hanya memiliki adik perempuan yang sedang duduk di bangku kuliah. Sehun tidak mungkin membiarkan Luhan mengeluarkan uang hanya untuk memberi tempat tinggal kepada seorang gadis yang tidak dikenalnya, ibu Luhan tentu lebih membutuhkan uang itu untuk pengobatan. Seluruh kehidupan Luhan di Seoul adalah untuk memenuhi kehidupan keluarganya  di China, Luhan tidak pernah menyia-nyiakan hidupnya, ia selalu bekerja keras, oleh karena itu Sehun menyukai dan sangat menghormati Luhan.

Sehun kembali menarik nafas panjang dan membuangnya “Gadis itu benar-benar merepotkan”

***

Sehun berjalan santai menuju ruangan technical meeting reality show-nya. Ketika Sehun masuk, ia sudah melihat sutradara, produser, Luhan, Min Seok, CEO – Kim Young Min, dua orang dari project manager dan antifan-nya.

“Ku kira member yang lain akan diundang untuk technical meeting ini” Sehun duduk di bangku kosong di ruangan itu tepat diseberang antifan-nya dengan angkuhnya.

“Ini acaramu Sehun, member yang lain hanya perlu menjalani semua hal seperti biasa” Luhan mencoba menjelaskan kepada Sehun.

Sehun menganggukkan kepalanya “Ah, benar ini reality show tentu mereka harus bertingkah seperti kehidupan yang sebenarnya” Sehun mengeluarkan senyum menyebalkannya “Kalau begitu aku juga akan bertingkah seperti aku yang biasanya, technical meeting ini sepertinya tidak di perlukan”

Kim Young Min melipat tangannya di dada, ia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah idol termuda di grup yang ia debutkan pada tahun 2012 silam, benar-benar kekanak-kanakan – pikir Kim Young Min.

“Sebaiknya kau dengarkan dulu Sehun, nona Geun Jung-ssi pasti belum terlalu mengerti” Min Seok berbicara dengan bijak.

Sehun hanya mengangkat bahu dan mempersilahkan mereka untuk memulai technical meeting tersebut. Sehun tidak banyak menyimak apa yang dikatakan oleh PD-nim, yang ia tangkap hanya judul dari reality show tersebut, mendengarnya saja membuat Sehun ingin muntah, benar-benar menjijikkan dan ia yakin bahwa CEO-nya yang memilih judul tersebut, judul yang benar-benar kontoversi – So, I Married My Anti Fan. Menikah? Bahkan dalam cerita reality show ini gadis itu hanya menjadi manajer, kenapa judulnya harus seperti itu? Sehun enggan untuk protes, sia-sia jika ia protes, mereka tidak akan mau mengalah dan lagi pula Sehun tidak memiliki alternatif judul lain, Sehun tidak ingin membuang tenaganya untuk protes.

Geun Jung mendengarkan dengan seksama, ia harus bekerja sebaik mungkin karena bayaran tinggi yang ia terima, Geun Jung menatap berkas yang di tangannya, berkas jadwal EXO dan Sehun minggu depan, Geun Jung tidak percaya jadwal manusia yang tidak berperasaan itu sangat padat. Geun Jung seketika lemas, apa bisa ia menjalani kehidupannya sebagai manajer? Menjadi wartawan saja, ia selalu mendapat hinaan dari ketua tim dan membuat repot teman wartawan yang lain.

Sehun menatap gadis di hadapannya yang tampak serius dan polos menyimak penuturan setiap orang, sesekali gadis itu mencatat di buku kecilnya. Sehun melihat penampilan gadis itu, sederhana dengan blouse berwana coklat dan celana jeans yang ia lipat di pergelangan kakinya, gadis itu sama sekali tidak memakai perhiasan, dan juga tidak memakai make up, mungkin ia hanya memakai bedak seadanya dan lipstick pink tipis – benar-benar tidak memiliki keistimewaan, bahkan ia tidak memiliki lekuk tubuh – pikir sehun, ketika ia mengingat kejadian beberapa hari yang lalu di apartemennya, Sehun segera menggelengkan kepalanya karena mengingat bagaimana lekuk tubuh antifan-nya. Sehun mengerlingkan matanya malas karena ekspresi polos yang ditunjukkan oleh gadis itu ketika PD-nim bertanya padanya, tampangnya mungkin polos tetapi ia tidak lebih sama dengan wanita kebanyakan diluar sana, pikirannya hanya tentang uang Sehun kini memateraikan kalimat itu dalam pikirannya.

***

Geun Jung berjalan menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal karena kejadian yang baru saja terjadi, ia bertemu dengan Sehun dan berbicara dengan pria itu. Geun Jung benar-benar membenci pria itu, pria yang mengganggu hidupnya. Ingin sekali rasanya Geun Jung memelintir bibir pria itu hingga terlepas dari wajah tampannya.

“Kau harus menjaga apartemenku dengan baik, jangan sampai kau merusak barang-barangku, jangan pernah masuk ke kamarku sembarangan” Sehun berbicara dengan dinginnya setelah ia memanggil Geun Jung dengan sebutan gadis tanpa tata krama yang membuat Geun Jung naik pitam.

“Terimakasih kau telah mengijinkanku menghuni istanamu, tenang saja aku tidak akan merusak apartemenmu, karena yang layak ku rusak adalah wajahmu! Bukan apartemenmu!” Geun Jung menjawab dengan kesal “Jangan pernah lupakan bahwa aku adalah antifanmu”

Sehun mendekatkan wajahnya ke Geun Jung, Geun Jung sontak mundur beberapa langkah hingga tubuhnya tersudut ke dinding “Jaga lidah dan perilakumu, kau akan bekerja denganku dan aku tidak menyukai perilaku dan kata-katamu yang tidak memiliki tata krama”

Nafas Geun Jung memburu karena melihat wajah Sehun begitu dekat, ingin rasanya ia memukul lelaki itu tetapi tubuhnya malah tidak bereaksi apapun, ia hanya terdiam menatap wajah sehun dari bibir, hidung, mata, pipi, dagu dan dahi yang terpahat sempurna.

“Aku juga benci dengan seorang yang bodoh, jangan pernah memasang tampang bodoh ini di hadapanku” Sehun mendorong kening Geun Jung dengan jari telunjuknya lalu pergi meninggalkan Geun Jung dengan wajah yang merah merona.

Geun Jung tidak habis pikir bagaimana pria itu bisa mengatakan kata-kata kasar dengan tatapan dinginnya di hadapan Geun Jung tetapi bermanis-manis dan bertingkah konyol di layar kaca. Geun Jung benar-benar membenci pria itu.

“Geun Jung” Geun Jung segera menoleh ketika mendengar namanya disebut oleh seseorang, ia melihat Luhan berada dalam mobil tersenyum kepadanya “Kau akan pulang? Ayo aku antar”

Emm, tidak apa-apa aku naik bus saja, aku tidak enak banyak merepotkanmu”

“Aku menuju arah yang sama dengan apartemen Sehun, kau bisa mengirit uang dan waktumu” Luhan kembali tersenyum membuat Geun Jung tidak bisa menolaknya.

Geun Jung segera masuk ke dalam mobil Luhan, ia sedikit gugup karena hanya berdua dengan Luhan, ia bingung apa yang harus ia lakukan selama perjalanan menuju apartemen.

“Kau akan pergi kemana? Kenapa tidak bersama yang lain?” Geun Jung mencoba basa-basi.

“Yang lain? Maksudmu Min Seok dan member EXO-K?” Luhan focus dengan jalanan di hadapannya “Aku harus pergi memberikan kontrak yang baru saja Sehun tanda tangani, ia akan diwawancara oleh salah satu majalah, ia baru menyutujui kontraknya dan aku harus memberikannya kepada mereka, mungkin kau nanti akan menemaninya saat wawancara, kau akan menggantikanku menjadi manajer Sehun”

“Kalau aku masih menjadi wartawan pasti aku merasa iri pada perusahaan majalah itu karena berhasil mewawancarai artis yang paling ditunggu scandal-nya”

Luhan tertawa sejenak “Aku hampir lupa kalau kau adalah mantan wartawan, aku membaca artikelmu tentang Sehun dan kau mengaku bahwa kau adalah seorang wartawan” Luhan menoleh menatap Geun Jung “Kenapa kau berhenti menjadi wartawan?”

Geun Jung menatap Luhan bingung, bagaimana caranya Luhan tidak tahu kalau ia dipecat karena permintaan artisnya? Luhan memang tidak mengetahui hal tersebut atau pura-pura tidak tahu? Bukankah manajer akan selalu mengetahui apa yang dilakukan oleh artisnya?

TBC

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] – Really? Should I Marry You (Chapter 3)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s