[EXOFFI FREELANCE] Gravity (Chapter 6)

GRAVITY

Chapter 6

 ()

PicsArt_1458910385974.jpg

Author            : Cantikagretha

Length            : Chaptered

Genre             : Romance, sad

Rating             : Teen

Cast                :

  • Oh Sehun
  • Kang Sehyun
  • Kim Jong In
  • Lee Yumi

Disclaimer      : FF ini murni buatanku, seiring bertambahnya chapter akan ada tokoh-tokoh baru yang terselip di dalamnya. Hati-hati! Typo bertebaran!

“Set me free, leave me be

I don’t want to fall another moment into your gravity”

 

Previous..

“Hmm.. kau ini, masih saja baik pada Yumi”, Jongin menjitak pelan kepala Sehyun, membuat gadis itu sedikit meringis. Tapi kemudian Sehyun menepuk-nepuk bantal di sebelahnya, “Naiklah, Jong.”

Seakan mengerti maksud Sehyun, Jongin naik ke ranjang Sehyun dan memeluk gadis itu. Memberikan kehangatan yang tidak bisa diberikan oleh Sehun.

“Kau tenang saja, Sehyun-ahh.. aku akan memberi pelajaran pada si brengsek Oh Sehun itu”, gumam Jongin pelan, tepat setelah Sehyun tertidur dalam pelukannya.

 

 

GRAVITY – Chapter 6

-Author’s POV-

“Sehun-ahh, kau mau makan apa ?”, tanya Yumi tanpa mengalihkan pandangannya dari menu makanan.

“Aku tidak lapar”

“Tenang saja, aku yang traktir”, candaan Yumi dihadiahi tatapan datar dari Sehun.

“Kau ini sebenarnya kenapa, eoh ? Kenapa diam saja ?”, Yumi menggerakkan tangannya hendak menggenggam tangan Sehun, namun Sehun menepisnya.

“Yumi-yaa, aku ingin bertanya sesuatu”, Sehun menatap Yumi. Sehun sudah memikirkan baik-baik pertanyaan ini sebelumnya, dan ia memutuskan untuk menanyakan ini kepada kedua gadisnya, Sehyun dan Yumi.

“Mengapa kau disini ?”, Yumi mengerutkan alisnya, ia bingung.

“Aku sudah bertunangan Yumi, dan nantinya aku akan menikah dengan tumanganku itu”, ucap Sehun tegas.

“Kenapa kau masih bertahan denganku ? Kau pasti akan terluka setelah ini”, lanjut Sehun.

“Kau tidak akan menikah dengannya, Sehun”, Yumi menatap Sehun geram, “Apapun yang terjadi, kau tidak akan menikah dengannya.”

Sehun terdiam. Ia tidak menyangka Yumi akan berkata seperti itu.

“Aku tidak akan membiarkanmu bersamanya, karena kau hanya milikku. Bukankah kita berjanji akan menikah dan hidup bahagia, Hun ?”, jawaban Yumi barusan kembali membuat Sehun terdiam.

“Ahh.. itu–aku ada urusan penting sekarang. Aku pergi dulu, anyyeong”, Sehun langsung melesat pergi tanpa menghiraukan teriakan Yumi.

.

.

.

.

Sehun mengendarai motornya menuju ke rumah Sehyun. Setelah apa yang terjadi tadi, Sehun merasa ia harus meminta maaf pada Sehyun.

Ting tong…

Pintu rumah Sehyun terbuka, menampakkan Ahn Ahjuma, kepala pembantu dirumah ini.

“Ahjuma, apa Sehyun ada di dalam ?”, tanya Sehun ramah.

“Ne, tuan. Nona ada di kamarnya bersama tuan Jongin”, jawaban Ahn Ahjuma membuat Sehun mengerutkan alisnya. Untuk apa Jongin disini ?

Sehun berusaha untuk tak berpikir macam-macam. Ia menatap buku yg sedang ia pegang. Buku tersebut sudah diberi pita dan ada kartu permintaan maaf di dalamnya.

Sehun berjalan menaiki tangga menuju ke kamar Sehyun. Sehun tak henti-hentinya tersenyum, dia yakin Sehyun akan senang dengan hadiah yang dibawanya.

Cklekk..

“Se-“, ucapan Sehun mengambang diudara ketika mata elangnya menangkap seseorang laki-laki, tengah memeluk mesra Sehyun di atas tempat tidur. TEMPAT TIDUR.

Tak sadar, Sehun menjatuhkan buku yang dipegangnya tadi. Rahangnya mengeras dan tangannya terkepal erat. Ia benar-benar tersulut emosi sekarang.

Sehun menarik tubuh Jongin dan menghempaskannya ke lantai.

“Sialan kau, Kim Jongin!!”

Bugh.. bugh

Sehun menghujamkan pukulan demi pukulan ke wajah Jongin, tetapi anehnya laki-laki itu tak melawan.

Suara teriakan Sehun membuat Sehyun terbangun. Ia langsung berteriak histeris saat melihat Sehun memukuli Jongin.

“Sehun, hentikan!!”, Sehyun berteriak sambil menarik tubuh Sehun dari Jongin.

Sehun tak bergeming, ia tetap memukuli Jongin hingga wajahnya kini babak belur.

“OH SEHUN, BERHENTI!!”, Sehyun menarik lengan Sehun.

“Diam kau, Sehyun”, Sehun mendorong Sehyun kebelakang hingga menabrak tembok.

“Akhh..”, mendengar rintihan Sehyun membuat Jongin murka. Jongin mendorong tubuh Sehun keras sampai menabrak tembok dan memukulinya habis-habisan.

“Kau sudah kehilangan akal, huh ?”, Jongin memukul rahang Sehun, menimbulkan keluarnya darah segar dari sudut bibir Sehun.

“Laki-laki macam apa kau ? Lihat, kini kau menyakitinya”, Jongin memutar kepala Sehun hingga Sehun dapat melihat dengan jelas Sehyun yang tersender lemah di tembok.

“Sehyun-aahh”, gumam Sehun pelan.

Bugh..

Jongin kembali menghujami Sehun dengan pukulan, ia tidak membiarkan laki-laki itu bernapas dengan normal.

“Hentikan, Jongin”, pergerakan tangan Jongin terhenti ketika sebuah tangan dengan lembut menyentuh lengannya.

“Jangan pukul dia lagi”, ucap Sehyun dengan nada memohon.

“Tapi hyun–”

Please, stop”, isak Sehyun.

Okay, now what ?“, Sehyun memeluk Jongin. Sangat erat. Ia kemudian melepaskan pelukannya dan merapikan pakaian serta rambut Jongin.

“Pulanglah, Jong. Sudah sore”, ucap Sehyun sambil tersenyum.

“Tapi hyun–“, Sehyun menatap Jongin dengan puppy eyes nya, hingga akhirnya Jongin menyerah.

“Baiklah, aku pulang. Jaga dirimu”, ucap Jongin sambil mengelus pipi Sehyun.

Jongin pun keluar dari kamar Sehyun, setelah sebelumnya ia memberi tatapan mematikan pada Sehun.

Setelah Jongin pergi, Sehyun melangkahkan kakinya mendekati Sehun yang terduduk lesu.

“Ayo berdiri”, ucap Sehyun datar.

Sehun tidak merespon. Terpaksa Sehyun harus menariknya berdiri dan mendudukkannya di tepi ranjang.

Sehyun menuju laci meja riasnya, mengambil kotak P3K dan kembali duduk di samping Sehun.

Sehyun mengambil kapas, membasahinya dengan alkohol lalu membersihkan darah di sudut bibir Sehun dengan kasar, membuat laki-laki itu meringis kesakitan.

“Diamlah”, ucap Sehyun kesal karena Sehun tidak mau diam.

Sehyun mengambil es batu -yang tadi diambilkan Ahn Ahjuma- membungkusnya pada sebuah kain dan menekan-nekannya pada rahang Sehun yang lebam.

“Bisakah berhenti menatapku ? Kau membuatku tak nyaman”, ucapan Sehyun membuat Sehun menundukkan kepalanya.

“Sehyun-ahh”

“Hmm”

“Kenapa kau masih mengobatiku ?”

“Pertanyaan macam apa itu ? Kau terluka di rumahku, maka kau wajib kuobati”

“Lalu Jongin ?”

“Jongin memang begitu, ia tidak suka diobati”

“Sehyun-ahh”

“Apa lagi ?”

“Maafkan aku”, Sehun menundukkan kepalanya.

“Maaf untuk apa ?”

Sehun menatap Sehyun, tangannya terulur untuk menyentuh pipi Sehyun.

“Maafkan aku karena sudah menyakitimu. Aku sudah membuatmu kecewa, kan ? Terutama tentang Yumi”

Gwenchana, aku mengerti”, ucap Sehyun sambil tersenyum.

“Kau tidak takut aku akan meninggalkanmu ?”, tanya Sehun hati-hati.

“Kau ingat ? Kau pernah bilang kalau kau mencintaiku dan tak akan meninggalkanku. Dan aku percaya itu”, jawab Sehyun mantap.

Sehun termangu. Ucapan Sehyun barusan benar-benar membuatnya malu. Sebagai seorang laki-laki, Sehun sudah melakukan hal yang memalukan, yaitu menyakiti perasaan tunangannya sendiri.

Dan dengan jawaban Sehyun tadi membuatnya semakin yakin, kalau ia akan mempertahankan Sehyun.

.

.

.

.

.

Keesokan harinya

Sehun dan Sehyun berjalan beriringan di koridor kampus. Bukan hanya beriringan, mereka bahkan saling menggenggam tangan layaknya pasangan kekasih. Banyak orang yang menatap mereka heran, pasalnya yang mereka tahu Sehun adalah pacar Yumi.

“Kenapa menundukkan kepala ? Kau malu punya pacar seperti ku ?”, tanya Sehun gemas melihat ekspresi Sehyun.

“Ishh.. kau ini”, gumam Sehyun pelan.

Mereka terus berjalan dan berjalan hingga tiba-tiba Sehun menangkap keberadaan seseorang.

Lee Yumi.

Gadis itu menatap Sehun dan Sehyun yang tengah bergenggaman tangan.

“Sehun-ahh”, Yumi menatap tangan Sehun dan Sehyun yang bertautan, “Ada apa ini sebenarnya ?”

“Yumi, aku ingin mengakhiri hubungan kita”, ucap Sehun mantap.

“Apa ? Tapi kenapa ?”, tanya Yumi.

“Sebelumnya aku ingin mengenalkan seseorang padamu”, kata Sehun.

Sehun menghela napas berat dan kemudian merangkul pundak Sehyun, membuat Yumi melongo tak percaya.

“Perkenalkan, Kang Sehyun, dia adalah tunangan, dan calon istriku”

“Apa ?”

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Gravity (Chapter 6)”

  1. Apa? Ige mwoya?? Ya ya ya itlah knyataan yg hrs kw terima yumi mngkin it mnyakitkan tp sehun mngkin bkn laki laki yg cocok skligus baik untkmu untuk it carilah laki laki yg baik dan mngerti kamu. Sekian dan terima kasih

  2. Wahhhh aku auka keputusan sehun yang ini , tapi ini ceritanya terlalu pendek ya kalau bisa lebih panjang lagi thank you

  3. akhirnya sehun bertindak jg,, nah gt dong hun…bilang yg sejujurnya ma yumi.
    apapun yg terjadi setelahnya nanti, stidaknya kamu udh mncoba untuk jujur.
    dan juga jgn lupa jaga yumi baik” sbab sesuatu yg buruk mgkin saja terjadi setelah ini…

  4. woahh.. tbc lg..tbc lg
    sebell aq sma tbc

    okee..sehyun vs yumi akan dimulai..dan kayanya yumi tuh beringas bngt yaa orngny..wahh jd was” sma nasib sehyun..
    next..next..

  5. TBC nya cepat bangetㅠㅠㅠㅠㅠㅠ astaga perang antara Yumi & Sehyun akan segera dimulai. . .
    Astaga ini jantung kenapa jd berdetak kencang coba :v
    Nexttt~

    1. TBC bagaikan sebuah kata dari neraka yaa wkwkkw siap2 ada perang dunia ke 3 yaa..
      Jantungnya kenapa hayoh ? Deg2an sama aku kali wkwkkwwk
      Makasih ya udh baca dan komen😊

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s