#4thYearsWithEXO – Silent Girl

silent girl

Collaboration EVENT with MixMax Kpop Fanfiction

judul : [#4thYearsWithEXO] – SILENT GIRL
pen name : serakim
genre : comedy, romance
lenght : oneshoot
desclaimer : ‘Setidaknya aku telah membuatmu bicara hari ini.’
author note : FF ini sudah pernah aku publish di blog aku http://www.seraira.wordpress.com

SILENT GIRL

“Apa yang kau suka di dunia ini ?” tanya Sehun pada Emily saat mereka sedang makan siang bersama. Sepanjang hari ini gadis yang biasanya cerewet itu hanya diam dengan wajah yang masam. Membuat Sehun bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada Emily. Dan akhirnya ia yang memulai pembicaraan ini.

Tak ada kalimat lain yang melintas dalam otaknya selain pertanyaan tadi. Ya mungkin selain kata, “Ada apa denganmu hari ini ?”

Ah kalimat itu sangat to the point sekali menurut Sehun. Bisa-bisa gadis cerewet itu besar kepala karena ia pikir Sehun memperhatikan dan mengkhawatirkan keadaannya.

“Ada apa bertanya seperti itu ?” nadanya terdengar ketus.

“Hanya bertanya saja.” balas Sehun santai lalu memasukkan makanannya kedalam mulut.

Emily memandang Sehun sesaat lalu kembali makan dalam diam. Tanpa sedikitpun berniat menjawab pertanyaan pria dihadapannya itu. Beberapa menit kemudian, Emily kembali melihat ke arah Sehun yang ternyata sedang asyik bermain dengan ponselnya. Hah pria itu sangat gemar sekali bermain game. Arti pandangan Emily saat ini seperti adanya kilatan-kilatan kekesalan terdalam pada Sehun. Dan Sehun sama sekali tak menyadari hal itu.

Emily memain-mainkan makanannya dalam piring secara asal. Selera makannya hilang seketika. Maksud lain dari aksinya itu adalah mengalihkan perhatian Sehun padanya. Percuma saja. Sehun sama sekali tak menoleh ke arahnya sedikitpun.

“Hujan…” ucap Emily seketika dengan nada sedikit tinggi, membuat Sehun mendongakkan wajahnya. Menatap ke arah luar yang terlihat sangat cerah dan panas dengan terik matahari yang menyengat. Pria bersurai hitam legam itu mengernyitkan dahinya dan menatap Emily. “Hal di dunia ini yang aku suka. Aku menyukai hujan.”

Sehun membulatkan bibirnya membentuk huruf ‘O’ dan meletakkan ponselnya di atas meja. Sehun diam nampak berpikir kalimat apa lagi yang harus ia lontarkan. Setidaknya ia agak senang lantaran gadis itu berbicara padanya. Meskipun awalnya agak mengejutkan.

Dua menit berlalu dan Sehun sama sekali tak bisa memikirkan sebuah kata ataupun kalimat yang akan menghidupkan suasana. Ini sama sekali bukan keahliannya. Mana mungkin seorang pria dengan sifat dingin dan cuek mampu membangun suasana sunyi seperti ini. Biasanya Sehun yang lebih banyak diam dan mendengarkan celotehan panjang lebar dari Emily. Gadis itu punya banyak sekali cerita dalam otaknya. Dari mulai fashion terkini, berita luar, gossip dalam kampus, seputar olahraga, acara televise yang sedang booming, boyband yang sedang hits, dan masih banyak lagi. Sehun sempat berpikir apa isi di dalam kepala gadis itu. Sempat pula melintas dalam otaknya untuk memplester mulut mungil Emily supaya gadis itu diam dan tak terlalu banyak berbicara. Terkadang kepala Sehun rasanya akan meledak jika terlalu banyak asupan celotehan Emily.

Nampaknya setelah kejadian ini, Sehun tidak akan lagi berpikir membuat Emily diam seribu bahasa. Dan pada intinya, Sehun lebih menyukai Emily yang seperti biasanya. Bukan yang diam seperti ini.

“Lalu, bagaimana denganmu ? Aku tidak pernah tahu apa yang kau sukai. Bahkan kita sudah berteman sejak lama.” Ada sedikit nada yang terdengar berbeda pada kata ‘berteman’ yang diucapkan Emily. Terdengar lebih lirih dari kata yang lainnya.

“Apa kau benar-benar ingin tahu apa yang aku sukai ?” Sehun mencoba mengulur waktu untuk percakapan ini. Masih berusaha membuat gadis mungil itu berbicara.

“Kau pasti tidak akan memberitahuku. Benarkan ? Sudah aku duga. Kau kan selalu seperti itu.” Emily melipat kedua tangannya di depan dada lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. Bibirnya mengerucut.

“Ehey… Aku kan bertanya. Apa kau benar-benar ingin tahu. Aku akan memberitahumu.” balas Sehun dengan tersenyum. Emily memusatkan pandangannya pada Sehun. Menatap tepat pada manik kecokelatan pria itu. Sekedar mencari kebohongan disana. Biasanya pria itu akan mempermainkannya dengan jalan menipu. “Aku akan memberitahumu sebuah rahasia besar tentangku.”

Emily nampak tertarik akan ucapan Sehun barusan. Emily suka sekali jika seseorang bercerita tentang sebuah rahasia. Apalagi rahasia tentang Sehun. Emily sangat penasaran. Ia sedikit mencondongkan tubuhnya mendekati Sehun. Irisnya terlihat berbinar memancarkan rasa ketertarikan yang kuat.

“Mendekatlah!” perintah Sehun seraya menggerakkan tangannya meminta Emily untuk lebih mendekat padanya. “Dengar baik-baik! Aku tidak akan mengulanginya.” sambung Sehun. Emily hanya mengangguk patuh dan memfokuskan alat pendengarannya.

“Hari ini aku tidak mandi.”

Dengan wajah datar, Emily menarik tubuhnya untuk duduk kembali bersandar. Sedangkan Sehun tertawa di tempatnya. Ini sama sekali tidak lucu untuk Emily. Kekesalan kembali memuncak.

“Yak! Ini tidak lucu. Kau menipuku. Aku sama sekali tidak ingin tahu, mandi atau tidaknya dirimu. Kau pikir aku perduli ?”

“Tapi wajahmu sangat tertarik dengan ucapanku tadi. Ah lucu sekali.” Sehun mencubit kedua pipi Emily dengan gemas. Yang dicubit berusaha keras untuk melepaskan. Pria itu tertawa kencang. Wajah Emily saat berminat pada ceritanya sangat lucu bagi Sehun.

“Kau menyebalkan.”

“Setidaknya aku telah membuatmu berbicara hari ini.”

Emily meremas kedua tangannya di udara tepat dihadapan Sehun. Berniat untuk mencabik-cabik wajah tampan nan dingin itu. Sehun hanya tertawa renyah melihat apa yang dilakukan gadis itu.

“Ayo kita bermain!” ajak Sehun. Titik fokus pusatnya berada pada Emily. Tangannya ia silang dan ditumpu pada meja.

“Tidak mau. Aku tidak akan tertipu lagi.”

“Kali ini aku serius. Sungguh. Aku tidak bercanda.” Kali ini Sehun terlihat lebih serius dari sebelumnya. Dan Emily sedikit menaruh minat pada ajakkan Sehun. Meniknya menatap intens pria dihadapannya seakan bertanya, “Bermain apa ?”

“Aku akan mengucapkan sebuah kata dan kau membalas dengan kata yang berhubungan. Kau mengerti ?” jelas Sehun. Emily mengangguk singkat. Sejenak ia menarik bangkunya untuk lebih mendekat ke arah meja. Diseberang sana Sehun pun menarik kursinya pula. “Baiklah aku yang akan memulainya. Ingat, kau harus menjawabnya dengan cepat!”

“Hujan…”

“Pelangi.”

“Bunga…”

“Mawar.”

“Cinta…”

“Oh Sehun.”

.
.
.

Keadaan hening seketika. Emily menutup mulutnya dengan kedua tangan. Dan matanya sukses membola. Tanpa ia sadari apa yang baru saja dikatakannya. Adalah Sehun yang tersenyum. Lebih tepatnya menyeringai. Bodohnya Emily. Kenapa kata itu yang keluar ?

“Well, nampaknya aku sudah paham kenapa seharian ini kau diam.”

“Tidak kau salah. Pemikiranmu tidak benar. Aku tidak cemburu melihatmu dengan Oliv. Aku hanya sedang sakit gigi.” Emily mengibaskan kedua tangannya didepan wajah Sehun dengan wajah yang panik dan pipi yang merona merah.

“Jadi itu alasannya.”

Emily kembali merutuki dirinya sendiri. Memukul kepalanya merasa bodoh dengan ucapannya. Kenapa mengatakannya ? Aku bodoh sekali.

Sehun sudah siap dengan tasnya dipundak. Ponselnya sudah ia masukkan ke dalam saku. Makanan pun sudah ia bayar tadi. Sehun segera berjalan mendahului Emily yang masih sibuk menyanggah ucapannya barusan. Sedangkan Sehun masih dengan senyuman menyeringainya itu. Terlihat seperti senyuman senang dan penuh kemenangan.

Ya kemenangan karena akhirnya ia bisa membuat Emily kembali berceloteh ria. Dan senang karena ternyata tidak hanya dirinya yang merasakan perasaan itu. Emily juga merasakannya.

3 tanggapan untuk “#4thYearsWithEXO – Silent Girl”

  1. aaaaahh….lucu 🙂
    tp masih gntung kak, itu si emily blum tau klau sbnernya sehun jg suka sma dia????
    boleh dong kak dbikin sequel…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s