#4thYearsWithEXO – Jatuh Cinta? Aku atau Kau!

jatuhcinta

Collaboration EVENT with MixMax Kpop Fanfiction

[#4thwithEXO] Judul Fanfiction : Jatuh Cinta ? Aku atau kau !
Author : Yukight | Rating : T
| Genre : Hurt, little romance

Summary : ‘Aku tahu mata tidak dapat berbohong tetapi aku takut, aku tidak berani untuk membalas tatapan mata mu karena aku tidak ingin tersadar untuk mengetahui alasan yang sebenarnya ’

***

Aku tidak tahu, bahkan aku tidak menyadari siapakah yang jatuh cinta disini ? aku atau kau. Setiap pagi kau sering bersembunyi dibalik tirai untuk memerhatikan ku, setiap siang kau selalu berdiri tak jauh dari ku bersama dengan yang lain, dan bahkan setiap malam kau tak luput untuk menjahili ku melalui orang lain. Setiap orang mengatakan bahwa kau menyukai ku tetapi kau sendiri tidak mengatakan pada ku kalau kau menyukai ku. Aku tidak pantas bertanya pada mu karena aku akan tampak bodoh yang terlalu percaya diri untuk disukai oleh mu. Hingga waktu terus berlalu saat-saat dimana kau selalu menampakkan diri dihadapan ku dan membuatkan kenangan bersama hingga semuanya lenyap. Kau pergi dan juga bersama yang lain. Disaat itu aku menyadari aku merasa kehilangan akan diri mu. Aku ingat masa-masa dimana kau tampak konyol dihadapan ku, dulu. Pertama, saat pagi hari aku keluar dari rumah ku dan begitupun diri mu, kau keluar dengan cara melompat dari rumah saudara ku yaitu Kyungsoo dengan sendal yang kau gunakan ditelapak tangan sambil meneriakan nama Jongin yang notabane ialah saudara ku yang lain bahkan kau tidak menyadari jika Jongin tidak ada disana, didepan setapak jalan. Wajah polos mu yang terlihat dungu akan kekonyolan mu membuat aku tertawa. Kedua, saat aku benci dikurung berdua oleh mu. Kau tertawa saja melihat ku yang terus berontak, tidakkah kau berfikir untuk membantu ku. Ketiga, saat adik ku harus pulang ia malah bersembunyi dibalik tubuh mu. Aku menghampirinya dan kau malah menghalangi aku dengan kedua tangan mu yang besar. Mata mu tak henti menatap bola mata ku tetapi aku tidak membalasnya karena aku sudah malas dengan tingkah mu. Keempat, saat kau mencoba membuat ku cemburu. Tidak, mungkin ini hanya perasaan ku karena kau seakan ingin membuat ku cemburu, dan huft percuma saja mengelak. Iya aku sebenarnya cemburu karena kau berlalu dihadapan ku dengan membawa satu perempuan dikendaraan yang sama. Kelima, saat ada pertandingan bola kau yang baru saja pulang dari berpergian tidak memerdulikan kelelahan mu untuk menonton bersama dengan kami. Keenam, saat kau memertunjukkan permainan bola mu disaat malam hari sendirian. Mungkin ini hanya perasaan ku saja, tapi sikap mu seperti itu seperti tengah menemani aku yang sedang bosan di kejauhan. Ketujuh, saat dimana rambut mu dirombak oleh saudara ku dan menurut mereka tampan namun kau tidak menyukai itu entah alasan apa. Tetapi, kau sebelumnya sempat melihat ekspresi wajah ku yang sedikit kecewa. Kedelapan saat kematian nenek ku kau menemani ku naik mobil. Kau disana dimobil yang berbeda, tengah menghadap kearah ku dan tersenyum kearah aku yang sedang bernyanyi-nyanyi untuk menghibur diri. Kesembilan, kau mempunyai waktu untuk ku namun tidak dengan wanita lain, sebagai contoh saat teman ku ingin menemui mu kau tidak memliki waktu sedangkan aku kau selalu berkata “ aku akan selalu ada 24 jam untuk mu ”. Kesepuluh saat dihari yang sama kematian nenek ku kau selalu berlalu-lalang dihadapan ku dan menurut penuturan saudara ku itu karena kau khawatir pada ku, kau tidak ingin melihat aku menangis. Kesebelas, saat dimana kau tersenyum pada ku tanpa berhenti saat kita berada didalam mobil yang sama. Kedua belas, saat kau melewati aku bersama dengan teman mu kau malah bersikap salah tingkah. Kekonyolan mu itu membuat aku tertawa. Ketiga belas, disaat kau ingin bermain kerumah ku tapi kau malu hingga meminta saudara ku menemani mu. Keempat belas, saat kau mulai berani bermain sendiri kerumah ku dan disaat itu kita bermain bersama. Kelima belas, saat saudara-saudara ku jahil dengan menaruh sandal mu dibelakang ku entah alasan apa dan kau sama sekali tidak berani mengambilnya. Keenam belas, saat kau dijahili oleh mereka lagi dengan mengangkat tubuh mu untuk mendekati ku dan aku dipegang erat oleh teman ku. Ketujuh belas, saat aku dan kau tidak sengaja memakai baju warna yang senada dan entah alasan apa itu sering terjadi. Kedelapan belas saat kita secara tidak sengaja melihat butiran warna di atas langit hitam bersama.

Terlalu banyak hal yang kita lakukan bersama sejak kita kecil yang tidak dapat aku jabarkan melalui tulisan ini. Namun saat kau menghilang aku menyadari bahwa kita tidak pernah sekalipun saling bercakap. Hanya kau yang mencoba berbicara melewati pancaran mata mu. Aku tahu mata tidak dapat berbohong tetapi aku takut, aku tidak berani untuk membalas tatapan mata mu karena aku sekarang sadar akulah yang menyukai mu bahkan sangat menyukai mu hingga aku dibuat malu dan tidak sanggup membalas tatapan mu hingga terakhir kali kita bertemu kau masih sama mencoba menatap ku. Tapi masih sama, aku tidak berani untuk membalasnya. Sekarang aku tahu akulah yang menyayangi mu selama ini mungkin hanya perasaan ku saja jikalau kau menyukai ku karena selama ini aku tidak pernah tahu akan perasaan mu yang sebenarnya. Biarkan terus seperti ini bahwa aku begitu menyayangi mu Byun Baekhyun.

The end

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s