[EXOFFI FREELANCE] Dandelion

PhotoGrid_1459571932754

Tittle : Dandelion

Author :BabySeo

Genre : Angst, romance, drama

Rating : G

Cast :Luhan – OC

Length : Drabble

Disclaimer : FF ini murni hasil buah fikirku. Nama cast hanya meminjam dan tidak bermaksud untuk mengubah karakter aslinya. Don’t plagiarism and sorry for typo. Happy Reading^^

“bukankah saat kita bias meniup serbuk dandelion dalam satu tiupan maka permintaan kita akan terwujud? Maka tadi aku meniup serbuk dandelion itu dalam satu tiupan lalu mengucapkan sebuah permintaan.”

-Luhan-

Apa yang kaupikirkan tentang penyakit AIDS? Pastinya penyakit mematikan yang menular karena hubunganseks. Dan naasnya aku mengidap penyakit mematikan ataau bahkan sebagaian orang menyebutnya penyakit menjijikan.

Bukan karena hubungan seks, aku mendapatkan penyakit ini karena ibuku. Ibuku yang 3 tahun lalu meninggal karena penyakit yang sama ini. Selama enambelas tahun ini aku hidup dengan penyakitku, dan selalu enambelas tahun ini juga aku hidup dengan membenci orang tuaku.

Kenapa takdir itu begitu kejam? Dia membuatku hidup dengan bergantung obat-obatan, dia membuatku tidak pernah merasakan arti bahagia yang sebenarnya.

Harapan? Aku tidak pernah untuk berharap lagi, karena sudah berkali kali Harapan itu mengecewakanku. Cinta? Apa itu cinta? Aku tidak pernah merasakan cinta. Lagipula tidak akan ada pria yang menyukai gadis berpenyakitan sepertiku bukan?

Kini aku sedang berdiri di atap rumah sakit. Mengakhiri hidup bukanlah ide yang buruk bagiku. Aku telah menyerah dengan penyakit ini. Aku memejamkan mataku, bersiap untuk terjun dari atap rumah sakit ini.

“Apa yang kaulakukan”

Seseorang menarik tanganku hingga membuatku berada di pelukannya. Dari aroma tubuhnya, aku sangat mengenali orang ini. Satu-satunya orang yang tidak pergi saat mengetahui penyakitku.

“Lu, kenapa kau ke sini? Kenapa kau menggagalkan rencanaku? Kenapaa Lu?”

Kini aku sudah menangis dipelukan Luhan. Luhan dengan lembut membelai(?) rambutku. Luhan selalu punya cara untuk menenangkanku.

Aku mengenal Luhan seminggu yang lalu di rumah sakit ini.Luhan adalah korban tabrak lari yang sempat koma dan hamper meninggal namun dengan ajaibnya tiba-tiba Luhan sadar dan kondisinya baik-baik saja. Aku sempat percaya dengan keajaiban karena Luhan, tapi lagi-lagi Keajaibaan itu tak sudi bersinggah kepadaku.

Saat isak tangis kuperlahan reda, Luhan melepas pelukannya. Luhan mengambil sesuatu dari sakunya lalu memberikannya padaku.

“Dandelion?”

Keningku sedikit berkerut saat Luhan meletakkan dandelion yang serbuknya sudah hilang di tanganku.

“bukankah saat kita bisa meniup serbuk dandelion dalam satu tiupan maka permintaan kita akan terwujud? Maka tadi aku meniup serbuk dandelion itu dalam satu tiupan lalu mengucapkan sebuah permintaan.”

“Kaupercaya dengan mitos kuno seperti itu?”

“Apa kau tidak penasaran dengan permintaanku?”

“ memangnya apa permintaanmu?”

“Agar kau bahagia selalu”

Luhan tersenyum manis kepadaku, lagi-lagi senyuman manis itu membuatku merasa lebih tenang.

“Lu, gomawo”

“Jaga dandelion itu baik-baik, Aku yakin permintaanku akan terkabul”

Aku menganggukan kepalaku. Lu, aku akan selalu bahagia jika kau selalu di sisiku.

 

END~

 

Hayhay :Dbabyseobawafflagi 😀 ffiniterinspirasidarisebuah novel berjudul –babyseo-lupa-judulnya- -_-

Tinggalkanjejakyareaders  ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s