[Chaptered] Heart Attack (8th Chap) | by L.Kyo

3. heart-attack.jpg

Title: Heart Attack | Author: L.Kyo♪ [ @ireneagatha ] | Artwoker: Keyunge Art | Cast: Jung Hyerim (APink), Byun Baekhyun (EXO), Do Kyungsoo (EXO) | Genre: Drama, Romance, Comedy | Rating: PG-17 | Lenght: Chaptered | Disclamer: This story is mine. Don’t plagiarize or copy without my permission.

 

[ http://agathairene.wordpress.com/ ]

Prev:: [1st Chap] [2nd Chap] [3rd Chap]  [4th Chap] [5th Chap] [6th Chap] [7th Chap]

.

—oOo—

 

H A P P Y R E A D I N G

 

“Selesai!” Hyerim mengangkat tangannya tinggi-tinggi, meregangkan otot-ototnya yang sudah kaku. Akhirnya perkuliahan sore selesai dengan rasa kantuk yang luar biasa. Gadis itu segera merapikan buku tebal dan laptopnya, memasukkan semuanya seakan ia ingin segera pulang dan beranjak tidur. Hyerim beranjak, bersiap membawa tasnya dan melemparkan dirinya dalam kasur.

 

Namun sebelum ia berbalik, seseorang menarik tasnya dan sudah dipastikan bahwa Hyerim hampir saja terhuyung kebelakang. “Lepaskan tasku!” Siapa lagi jika Baekhyun sudah berada dibelakangnya, menatap bola matanya dengan pandangan murka. “Kau bodoh atau sengaja tak menghargai lainnya yang akan mengadakan pertunjukan?” Baekhyun mengutarakan keinti, berusaha mengingatkan Hyerim yang menatapnya dengan pandangan kosong.

 

Setelah beberapa detik, gadis itu tersadar. “Ahh, aku baru ingat. Maaf. Dan bisakah kau lepaskan tasku!” Bukannya Baekhyun melepaskan genggamannya justru lelaki itu menarik paksa, membuat Hyerim hampir saja terhuyung hingga tasnya sudah sepenuhnya dibawa oleh Baekhyun. “Ya! Kau tidak bisa berlaku sopan sedikitpun? Tak butuh waktu lama untuk aku lepaskan. Aku tahu dan aku tak akan melarikan diri”.

 

Namun Baekhyun seakan tak merespon, justru ia meletakkan tas Hyerim dibangku depan. “Aku tidak mau didepan. Berikan tasku!” Namun percuma, Baekhyun justru menahannya. “Aku tahu dirimu dan kau akan melarikan diri jika duduk dibelakang. Aku akan mengawasimu Jung!” Dua jari telunjuknya mengarah tepat didepan Hyerim. Bahkan Hyerim tak mengerti, ini bukan hal wajib dan memaksa mahasiswa lain untuk menonton.

 

Lagipula ada sedikit tak berniat dan memilih untuk pulang. “Kau sedang berbohong padaku? Tak ada pengumuman pertujukan disini! Lihatlah! Banyak yang bersiap-siap untuk pulang”. Hyerim menebarkan pandangan kesegala arah, bahkan semuanya acuh walaupun didepan sudah sedikit ada kerusuhan mengatur alat musik mereka. Dan Baekhyun tersadar, bahwa ia belum memberikan sebuah pengumuman.

 

“Semuanya! Dengarkan! Jangan keluar ruangan! Apa kalian lupa? Setiap setahun sekali pada bulan ini akan diadakan pertunjukan kecil? Jadi letakkan tas kalian dan kalian boleh memberikan pertunjukan disini”. Namun pengumuman Baekhyun sama sekali tak dihiraukan. Tahu jika ini sudah menjelang sore, Baekhyun harus memutar otak untuk memperlancar pertunjukkannya.

 

“Aku akan mentraktir kalian hamburger setelah pertunjukan ini. Kita akan bersenang-senang”. Berhasil. Sogokan yang memang telah membuat Baekhyun lumayan bangkrut. Bukan lumayan, sudah dipastikan itu tak terlalu membebani Baekhyun, karena lelaki itu lahir dari keluarga kaya. Jika karena masalah ini, semua bisa diatur dengan mudah, semudah membalikkan telapak tangan.

 

Dan yang lainnya mulai berhenti, seakan tertarik dengan makanan menggiurkan. Bahkan mereka berbondong-bondong meletakkan tasnya dan berkumpul dengan kelompoknya, seakan membahas apa yang akan mereka pertunjukkan disini. Bahkan dosen mereka akan datang. Mungkin saja itu akan memberikan penilaian plus pada mereka. “Aku tidak berniat melakukan pertunjukkan ataupun bergabung dengan mereka membahas sebuah lagu yang kunyanyikan”.

 

Dan pernyataan sinis Hyerim membuat Baekhyun kembali menfokuskan pandangan pada gadis didepannya. “Setidaknya kau menampakkan wajah badak jelekmu disini Hyerim-ssi! Aku sudah berbaik hati memberikan duduk terdepan”. Baekhyun menggeser kursi dengan kakinya. “Jujur, aku sedang tidak bertenaga untuk membalas semua percakapan gilamu. Jadi menjauhlah dariku. Aku akan duduk disini. Puas?” Hyerim mendorong Baekhyun menjauh dan melemparkan tubuhnya pada kursi yang sudah disiapkan.

 

Hyerim menelusuri semua sudut ruangan itu. Bahkan ia tak melihat Kyungsoo disana. Sebelum Baekhyun memberikan pengumuman, ia bisa melihat Kyungsoo duduk dibelakang sana. Ia yakin Kyungsoo tak keluar, tapi seberusaha mata Hyerim mencari kesana kemari, pria itu tak tampak batang hidungnya. Namun setengah putaran memutar kepalanya kembali menghadap kedepan. Gadis itu mendongak dan siapa lagi sumber biangnya?

 

Ya! Berhenti mengawasiku!” Hyerim melempar tangan Baekhyun dari kepalanya. Dan bukan Baekhyun jika ia hanya diam saja. “Jangan terlalu percaya diri. Aku tak ada waktu untuk mengawasimu! Dan pentasnya didepan, bukan dibelakang. Kemana bola matamu itu?” Telunjuk Baekhyun mengarah sempurna didepan Hyerim dan lagi satu pukulan keras Hyerim untuk menjauhkan tangan Baekhyun didepan matanya.

 

“Ada apa kau ini? Membuatku tak nafsu melihatmu! Pergi kau! Jangan mengomeliku!” Dan satu tendangan Hyerim membuat Baekhyun segera memundurkan langkahnya, sebelum Baekhyun menahan kesakitan untuk kesekian kalinya. “Mengomelimu? Apa untungnya aku mengomelimu? Dasar gadis bodoh!” Baekhyun berlalu, meninggalkan pernyataan bodoh pada Hyerim.

 

Satu tendangan semu membuat Hyerim geram. Ia beberapa kali menganyunkan kakinya seakan menendang saat lelaki itu sudah berlalu. “Orang itu. Kenapa tak ada seharipun bersikap normal. Rasanya kakiku gatal ingin menendangnya”. Teriakan erangan seolah membua Hyerim tak peduli ketika orang-orang memandangnya penuh tanya. Biar, setidaknya emosi yang ia luapkan sedikit berkurang.

 

Sudah 2 jam berlalu dan Hyerim sudah berulang kali menguap. Tak ada tanda-tanda acara ini berhenti. Gadis itu berulang kali menutup matanya sejenak, lalu terbangun saat suara drum mulai berdentum. Baginya, ia sedang tak tertarik untuk bernyanyi. Yang ia inginkan adalah tidur dan Kyungsoo. Jika Kyungsoo berada disini, ia akan memasang muka tercerah yang ia miliki. Tapi apa gunanya, acara ini membuatnya bosan setengah mati.

 

Hyerim berulang kali mengecek dan benar saja, Kyungsoo benar-benar tak berada disini. Dan pandangannya berhenti pada sudut pojok disana. Tawa sinis Hyerim tampak diwajahnya. Pasalnya, seseorang yang memaksanya menonton pun saat ini tak ada niatan untuk mendengarkan pertunjukkan didepan. Bahkan para lelaki bodoh itu antara lain Baekhyun, Chanyeol dan Jongdae seperti kumpulan orang bodoh yang sibuk memainkan kartu.

 

Setelah bergelut dengan kebosanan yang luar biasa, ponselnya bergetar. Hyerim mengambil ponselnya sedikit malas. Namun ia sumringah, nama Kyungsoo tertera jelas dilayarnya. Ia segera menekan pesannya dan membacanya seksama.

 

‘Hyerim-ah, bisakah kau keluar sebentar?Ditempat biasa Jung! Aku tunggu’.

 

Bahkan Hyerim tak perlu untuk sebentar. Berjam-jam pun ia akan melakukannya. Matanya menatap Baekhyun yang tak akan mungkin mengawasinya, karena ia tak akan tahu Hyerim keluar dari pertunjukkan yang membosankan ini. “Tck, buat apa aku bertahan ditempat ini? Lebih baik jika aku bertemu dengan Kyungsoo. Bye pecundang!” Lambaian Hyerim bahkan tak membuat Baekhyun sadar. Itu bagus pikir Hyerim.

 

***

 

Hyerim membuka pintu belakang dengan mengendap-ngendap. Berharap tak ada orang yang terlalu memperhatikannya. Kata yes lolos dari mulutnya saat ia berhasil menutup pintu dari luar. Bahkan Hyerim sedikit bergoyang kecil atas kebebasannya. Ia tak bisa bertahan lama, sangat disayangkan bokongnya bahkan sudah minim daging rawan kempes jika ia terus menerus duduk didalam. “Leganya …”. Hyerim yang awalnya mengangkat tangannya bebas kini segera ia turunkan.

 

Bahkan ia segera memasang wajah seceria mungkin saat Kyungsoo sudah berdiri menunggunya diluar. Heol, bukannya pria itu berkata jika mereka harus bertemu ditempat biasa, diatas balkon kampus? “Hei!” Satu lambaian Kyungsoo membuat Hyerim harus mengerjapkan matanya. Suara didalam sana terdengar sunyi, bahkan terdengar seperti akan pergantian penampilan. Itu bisa didengar saat seseorang sedang mengecek dan sinar gitar, bass, drum maupun keyboard.

 

“Ehh, Kyungsoo tidak masuk kedalam?” Hyerim mencoba berbasi-basi, memastikan bahwa pria itu memang sedari tadi tak masuk didalam. “Tidak. Ada urusan penting yang harus aku selesaikan. Dan … “ Ucap Kyungsoo berhenti saat terdengar suara Baekhyun sedang mengecek mic nya. “Dan?” Bulatan mata Hyerim membuat Kyungsoo tersadar. “Dan … dan aku bisa mendengarnya dari luar. Aku tak nyaman duduk didalam terus menerus. Aku butuh udara sore ini. Kau tidak keberatan kan aku memintamu untuk menemaniku?”.

 

Tentu saja tidak akan pernah menjadi beban bagi Jung Hyerim. Sudah ia katakan bahwa apapun itu yang menyangkut Kyungsoo sedikit pun, itu merupakan suatu reward. Hyerim mengangguk bangga. Berselang detik kemudian, suara Baekhyun terdengar. Yang pasti ia sejenak memfokuskan suara didalam karena Kyungsoo sedari tadi sibuk mencari sesuatu didalam ranselnya. “Wah, sepertinya ini giliran Byun Baekhyun”. Hyerim bergumam, namun sasaran yang menjadi pendengarnya masih tetap sibuk mencari sesuatu.

 

“Terimakasih kalian sudah meluangkan waktu untuk hadir. Memeriahkan acara kecil sebagai kebanggaan dijurusan kita. Bagaimana? Apakah kalian masih semangat?’ Suara parau dan teriakan Baekhyun membuat seisi didalamnya semakin meriah. Bahkan Hyerim yang baru saja keluar pun ingin rasanya melihat sekilas saja, apa yang Baekhyun akan lakukan terbilang semuanya sangat bersemangat saat Baekhyun tampil. Seumur ia kuliah dikampus, jujur ia tak pernah mendengar Baekhyun bernyanyi.

 

“Dan sebagai rasa terimakasihku dan dukungan kalian semua. Aku sedikit mempunyai keberanian untuk melakukan suatu yang tak pernah aku lakukan sebelumnya. Ini kekanakan memang. Sangat. Tapi aku hanya tidak tahu harus mengatakannya bagaimana. Jadi aku ingin mengungkap semua keluh kesahku dalam lagu ini. Dan aku harap, seseorang yang berada didalam sini mendengarkanku. Mendengarkan semua isi hatiku. Kau … Jung ….”

 

Pendengaran Hyerim seakan berubah total menjadi suatu alunan beat. Bahkan ia menyadari suatu benda menempel dikedua telinganya tanpa ia menyadari jika Kyungsoo sudah mengenakan headphone nya di kedua telinganya. “Eh? Kyungsoo-ya? Ini?” Hyerim sedikit membuka headphone nya namun justru Kyungsoo merapatkan headphone nya. Bahkan mereka saling berhadapan, sangat dekat. Ia bisa merasakan hembusan nafas Kyungsoo menimbulkan desiran angin diponinya.

 

Kyungsoo meletakkan jari telunjuknya dibibirnya, kemudian menyentuh headphone nya ditelinga Hyerim. Lalu kembali ia mengisyaratkan ibu jarinya. Dan Hyerim paham, jika ini sebuah lagu rekomendasi Kyungsoo. Lagu Bilionaire dari Travie Mccoy membuat Hyerim sedikit mengikuti irama beat nya. “Aku juga menyukai lagu ini Kyungsoo-ya!” Hyerim tersenyum. Gadis itu memperhatikan mulut Kyungsoo dibalik suara beat Bilionaire dan Hyerim tahu jika Kyungsoo mengatakan ‘syukurlah jika kau menyukainya juga’.

 

***

 

“Brengsek!” Baekhyun menendang kursi Hyerim bahkan ransel milik Hyerim terlempar jauh. Ruangan sudah sepi, bahkan suara Baekhyun menggema. Hanya ada 3 orang pria yang masih bertahan didalam. “Tenanglah, Baek! Kau melempar tasnya.” Chanyeol menepuk bahu Baekhyun lalu berlari mengambil ransel Hyerim yang sudah berserakan buku dimana-mana.

 

“Mungkin Jung Hyerim ada dikamar mandi”. Jongdae yang sedari tadi diam kini angkat bicara. Bahkan ia sudah muak dengan amarah Baekhyun yang makin tersulut. Mereka sudah menunggu setengah jam bahkan gadis itu sama sekali tak kembali. “Kamar mandi katamu? Berjam-jam? Aku tidak bodoh Jongdae-ya!” Nada Baekhyun meninggi. Jika sudah begini, Jongdae memilih untuk diam saja. Baekhyun memutari kursi Hyerim yang sudah terjatuh dengan kebingungan yang sangat.

 

“Kau tahu? Betapa malunya aku dihadapan semua orang? Aku sudah membuat penampilan sesempurna mungkin, berlatih keras dalam seminggu dan membuang semua gengsi untuknya. Tapi apa yang kudapatkan? Aku harus menyembunyikan wajahku dimana!? Bagaimana aku keluar dari kampus ini? Atau kalian bunuh saja aku sekarang?” Baekhyun benar-benar serius tapi bagi Chanyeol dan Jongdae, itu seperti parodi humor. Untuk pertama kalinya Baekhyun segelisah ini.

 

“Sudahlah. Tasnya masih disini Baek. Kau bisa bicara berdua saat ia kembali.” Jongdae mencoba menenangkan Baekhyun, tapi nafas lelaki itu memburu. Memandang ransel Hyerim penuh pandangan murka. Tapi ide Jongdae sedikit membuatnya membuka pencerahan. Ya, ia harus mengatakan sekarang. Baekhyun menatap Chanyeol dan lelaki itu mengangguk, ikut setuju dengan pendapat Jongdae.

 

“Baiklah. Kalian ikutin rencana ku saat ia kemari!” Baekhyun menarik lengan kedua temannya dan mendiskusikan sesuatu. Sesuatu untuk Jung Hyerim. Suatu pembelajaran karena sudah mengabaikan perasaan Baekhyun yang berhasil membuatnya malu setengah mati. Ya, ia harus mengatakannya sebelum penyesalan akan datang. Ia yakin, semua akan baik-baik saja. Lelaki itu berharap, ia akan menahan egonya, mencoba untuk mengatakan sepelan mungkin. Jika ia bisa.

 

***

 

Jam 7 malam, ia harus datang menemui Kyungsoo di suatu restoran ramen. Entahlah, malam ini ia belum cukup puas menemui Kyungsoo yang hanya 1 jam saja. Bahkan ia lupa jika ia meninggalkan tas didalam ruangan. Dan Hyerim yakin jika pertunjukan membosankan itu sudah berakhir. Hyerim mengendap-endap berjalan dikoridor. Tentu saja harapan tak ada siapapun didalam ruangan adalah tujuannya.

 

“Bagus. Tidak ada!” Hyerim membuka pintu ragu-ragu. Gelap bahkan kursi dan bungkusan makanan ringan masih banyak berserakan. Dan hari ini, ia harus cepat pulang. Mempersiapkan diri berdandan secantik mungkin. Ini adalah kencan keduanya dan ia tak ingin gagal untuk malam ini. Ia harus sesempurna mungkin untuk menarik perhatian Kyungsoo. Bahkan ia harus berlatih memakan ramen seanggun mungkin. Yah, ia harus sedikit belajar.

 

Masih tenang. Hyerim mengambil tasnya dengan penuh kesuksesan. Dan langkah lebar meninggalkan ruangan yang super menggema dan makin gelap, tak menyurutkan Hyerim untuk melangkah ke arah pintu. Saat ia meraih kenop pintu, ia seolah membeku. Hyerim terus menarik dan mendorong, tak ada sedikit pun geseran untuk terbuka. “Ter … terkunci?” Hyerim nyaris berteriak, tapi baginya itu cukup menyeramkan jika ia mendengarkan suara gemaannya sendiri.

 

Tidak. Tak ada alasan ia mengunci dirinya sendiri. Dan ia yakin pintu itu tak rusak dan masih sangat bagus. Hyerim mencoba menggendor pintu berulang kali, berharap jika pintu itu hanya terkunci sesaat. “Brengsek! Ya! Siapapun yang diluar, bantu aku!” Hyerim mengetuk jendela disampingnya, tapi yang benar saja tak ada seseorang pun yang mendengarkan suara kecilnya. Hyerim menjentikkan jarinya. Gadis itu mengambil ponselnya dan bersiap menghubungi siapapun didalam kontaknya.

 

“Benar. Aku akan menelepon Kyungsoo. Aku yakin ia tidak jauh dari sini”. Hyerim menekan nomer dial 1. Dan satu alasan jelas kenapa Kyungsoo ia jadikan nomer 1. Orang itu spesial, spesial yang sudah membuatnya tergila-gila. Hyerim meletakkan ponselnya disisi telinga, suara sambungan disana masih terdengar. Dan ia berharap jika Kyungsoo masih belum naik angkutan umum, jika tidak maka ia akan bersalah membuat Kyungsoo kembali jauh hanya karena membukakan pintu sialan dihadapannya.

 

Ponsel Hyerim tertarik kebelakang, membuat Hyerim setengah mati menahan teriakannya. Bahkan jantunganya diatas normal. Ini sudah kelewat sore menjelang malam. Langit gelap keemasan dan lampu dalam ruangan ini gelap. Wajar jika ia menganggap adalah makhluk astral bermain-main dengannya. “Ya! Byun Baekhyun!” Hyerim melempar tasnya keras dihadapan Baekhyun. Bahkan lelaki itu memandangnya datar lalu menatap ponselnya tanpa ekspresi.

 

Lelaki itu mematikan sambungan disana dan berjalan mendekat. Yang benar saja, sosok yang banyak bicara ini menatapnya seolah ia akan dimangsa sekarang. “A … ada apa? Se … sejak kapan kau bersembunyi disini? Dan sejak kapan kau menguncinya? Kau lagi-lagi akan mengerjaiku?” Seribu pertanyaan Hyerim terbungkam saat Baekhyun memasukkan ponsel disaku kemejanya.

 

“Seharusnya aku yang bertanya padamu? Kau mempermainkanku sekarang?” Bahkan semurka wajah Baekhyun sekarang tak membuat Hyerim membuka matanya. “Kenapa? Aku hanya pergi beberapa menit. Kenapa kau marah? Dan bisakah kau membuka pintunya? Aku ada janji malam ini”. Hyerim menengadahkan tangannya, meminta kunci yang ia yakini dibawa Baekhyun.

 

“Aku tidak membawanya”. Hanya nada datar yang Hyerim dapatkan. “Kau bercanda? Jangan katakan jika pintu ini terkunci sendiri!” Satu tendangan kasar dipintu Hyerim membuat Baekhyun menghirup udara dalam-dalam. Hyerim tak banyak waktu untuk menerima semua basa-basi. “Jadi, berikan kuncinya padaku, Baek. Aku tidak bercanda kali ini”. Hyerim kembali menengadahkan tangannya namun yang ia dapatkan hanyalah cengkeraman menyakitkan dari Baekhyun.

 

“Kau bilang kau sedang tidak bercanda? Kau pura-pura bodoh badak sialan? Kemana saja kau pergi? Menemui pria sialan itu?” Dan Hyerim terdiam, mencoba mendengarkan semua kata Baekhyun yang terdengar kasar. Hyerim memukul tubuh Baekhyun dengan tas nya dan pada akhirnya genggaman Baekhyun terlepas dilengannya. “Apa katamu? Pria sialan katamu? Berhentilah untuk ikut campur semua urusanku. Baiklah, mungkin kau sudah kalah karena kakakku telah memilih lelaki lain, bukan dirimu. Perjanjian kita berakhir. Dan hentikan aksi konyolmu untuk menghancurkan impianku bersamanya”.

 

Baekhyun tersenyum dan menatap jendela dengan tatapan menerawang. “Apa yang diberikan Kyungsoo hingga kau tak punya akal pikiran seperti ini? Dan aku memintamu sederhana Hyerim-ya. Aku ingin kau duduk disini. Tidak bisakah kau menghargai itu!?” Baekhyun menunjukkan kursi Hyerim yang sudah tergeletak jauh dari tempatnya. “Kenapa kau suka sekali ikut campur semua hidupku Baek. Sebenarnya kau siapa hingga aku harus menuruti semua perintahmu? Jawab aku!”

 

Hyerim menatap Baekhyun intens, mencoba menatap bola mata lelaki itu yang terlihat kosong. “Tentu saja aku ikut campur. Karena … karena …” Baekhyun menundukkan kepalanya bahkan tak ada niatan untuk mengungkapkannya lagi. “Lupakan!” Baekhyun memundurkan langkahnya dan menuju jendela. Ia mengambil ponsel dalam sakunya dan menekan nomer dalam kontaknya. Sambungan disana akhirnya mengangkat.

 

“Chanyeol-ah, kau bisa membuka pintunya!” Dan satu perintah singkat Baekhyun membuat Hyerim mengerutkan dahinya. “Chanyeol? Kalian mencoba mempermainkanku?” Hyerim mendekat pada Baekhyun namun lelaki itu menghindar seolah tak mau Hyerim mendekatinya. Bersamaan saat Baekhyun sudah didepan pintu, pintu terbuka dan tampaklah kepala Chanyeol dan Jongdae menatap Hyerim dengan penuh penasaran. “Cepat pulang dan silahkan pergi bersamanya. Maaf!” Satu ungkapan yang terdengar tulus bagi Hyerim.

 

Lelaki itu pergi. Tak ada lagi tatapan kesal dan murka untuknya. Yang ia dapatkan hanyalah sebuah keacuhan yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Chanyeol dan Jongdae mendekati Hyerim yang hanya berdiri mematung. “Ya! Apa yang sedang kau katakan pada Baekhyun? Ke … kenapa dia menjadi seperti itu?” Jongdae menepuk bahu Hyerim berkali-kali, namun gadis itu hanya mengedikkan bahunya tak mengerti. “Maaf Hyerim-ah. Kami tak bermaksud melakukan ini. Hanya saja …”

 

Chanyeol terdiam, menatap tangan Hyerim yang mengatakannya untuk berhenti bicara. “Aku sedang tidak mood untuk membalas semua pertanyaan kalian. Bolehkan aku pergi?” Tanpa menunggu persetujuan mereka, Hyerim berlalu. Meninggalkan dua lelaki yang menatap punggung kecilnya. “Kau tidak ingin kami antar?” Bahkan penawaran dari Chanyeol tak membuat Hyerim menghentikan langkahnya. Bagi Hyerim, ia sudah merasakan hal aneh bagi Baekhyun.

 

Ia bodoh memang. Apa ia tidak tahu apa yang membuat Baekhyun melakukan itu padanya? Ia tidak tahu memang. Yang ada diotaknya adalah apa dan kenapa Baekhyun selalu memandang rendah Kyungsoo? Ia tahu bahwa Kyungsoo adalah lelaki yang sangat baik. Hyerim meyakini bahwa jika dilihat dari sifat Baekhyun, lelaki itu tak menerima hasil akhir yang menjadi perjanjian yang dibuatnya sendiri. Tapi semua prediksi dan pikiran Hyerim untuk Baekhyun seolah menjadi semu. Tak benar 100% dalam prediksinya. Entahlah, ia tidak yakin untuk menyebut prediksi cadangannya.

 

***

 

“Berkencan lagi?” Yura memakan cemilannya sembari menatap takjub adiknya yang sudah berdandan pakaian kasual namun jarang jika ia mulai menggerai rambut panjangnya. “Sejak kapan kau suka menggerai rambutmu?” Yura mengacak rambut Hyerim yang sudah tertata setengah mati. “Unnie, kau membuat rambutku rusak!” Yura melemparkan tubuhnya, masih menatap Hyerim yang sudah memutari tubuh tinggi semampainya didepan cermin. “Tck, apa-apaan ini? Kau sudah berani melawan kakakmu? Dan sejak kapan kau tak lagi jujur padaku? Katakan siapa pria itu!” Hyerim berhenti memoles liptiknya.

 

“Lelaki itu? Tck, apa perlu aku mengatakan sekarang? A … aku terlalu malu. Lagipula Unnie juga merahasiakan kekasihmu padaku, kan? Bahkan aku seperti orang bodoh”. Benar, orang bodoh. Menerima perjanjian Baekhyun yang sama sekali tak ada gunanya. Ahh bukan, ia sadar jika ada efek positive saat ia menerima perjanjian kekanakan itu. Ia bisa mendekati Kyungsoo daripada sebelumnya. “Aku menyesal. Sepertinya aku seharusnya tak mengenalkanmu dengan kekasihku. Kau curang Jung Hyerim!”

 

“Aku belum sampai didalam tahap sedekat itu kakakmu yang tercantik!” Hyerim menyubit kedua pipi kakaknya gemas. Bahkan Yura segera menepis tangan Hyerim seolah ngeri. “Apa yang kau lakukan? Menjijikkan! Apa itu adalah teman dekatmu yang pernah sarapan disini?” Oh ayolah, yang dimaksud kakaknya adalah Baekhyun. Bahkan lelaki itu ada manis-manisnya padanya. Dan sejak kapan Baekhyun mau bersanding dengannya? Tak ada secuil tanda bahwa Baekhyun menyukainya. Tak ada.

 

“Heish, bahkan aku tak ada pikiran Baekhyun menyukaiku. Bahkan aku bukan tipe idealnya. La … lagipula wanita siapa yang mau bersama Baekhyun. Orang angkuh dan banyak bicara itu tak akan pernah mendapatkan kekasih jika ia tidak merubah sifat monyetnya itu sedikitpun. Tak akan pernah ada harapan untuknya!” Penjelasan panjang lebar Hyerim membuat Yura tertawa lepas. “Apa kau tak tahu? Kau terdengar tahu semua kekurangan dan kelebihan Baekhyun. Dan setelah aku mengenal Baekhyun, kalian mempunyai banyak kesamaan”.

 

Yura mengangguk, bahwa semua teori dalam otaknya tak pernah salah. “Kesamaan? Bagaimana kakakku sendiri mengatakan bahwa Jung Hyerim mempunyai kesamaan pada lelaki psikopat itu? Ayolah, jangan menghinaku Yura unnie”. Hyerim menunjuk Yura terang-terang bahwa ia sama sekali tak terima jika ia punya kesamaan persis pada Baekhyun. “Kenapa kau murka seperti itu? Lagipula itu pendapatku. Ahh sudahlah, aku ingin menonton TV. Bye”. Sebelum Yura keluar, ia kembali mengacak rambut Hyerim tanpa rasa salah sedikitpun. “Yaaa!!!”

 

TO BE CONTINUE

 

Sebelumnya L.Kyo minta maaf kalo FF HA molor 2 minggu. Ga maksud, minggu pertama aku lagi bentrok ama jadwal. Belum sempet ama namanya mainan PC. Minggu kedua sebenernya pada waktu luang dan jumat sebenrnya da niatan share kurang 1000word doang selesai, tapi aku lagi kesengsem gegara OTP Fav L.Kyo jadi nyata. Eh maaf kaloo mungkin dinatara kalian gasuka.. Hehehe. Jadi L.Kyo sampe lupa post FF gegara kegirangan ama OTP >< Jadinya aku nunggu hari sabtu, hari staff EFFI post. Hikkseu. Maaf >< Aku usahain seminggu sekali. Aku usahain antara jumat dan minggu ya guys. Makasih sebelumnya kalo kalian masih ngikutin HA. Makasih banget ><

42 tanggapan untuk “[Chaptered] Heart Attack (8th Chap) | by L.Kyo”

  1. Ya jung hyerim, kalo kamu gatel pengen nendang baekhyun. Dari chapter pertama sampe chapter ini, aku pengen nendang kalian berdua.
    Hehe maaf ya kak kyo. Jadi emosi lagi.
    Baekhyun emang harus jadi lelaki pribadi lembut kali ya biar hyerim tertarik. Gak juga ding. Haha.
    Saat ini hyerim mungkin kesel sama baekhyun, makanya, haluan hatinya pada baekhyun sedikit terbaikan dan terlupakan dan mulai fokus pada kyungsoo.
    Kak kyo, aku gak akan bosen bilang ‘Jjang’!! Ff ini emang seru.

  2. Kasian sih sebenernya baekhyun..sampai frustasi gitu sama eunji..ya ampun baek sini aja asa aku kok /ngarep/
    tapi si eunji punya pengandaian yang lain..berarti dia sedikit sadar kalo baek suka sama dia??
    Dan demi apa pasti eunji cantik banget itu kalo mau ketemu si kyungsoo..soalnya kenyataanya si eunji di Apink kayaknya juga jarang gerai rambut kalo di acara non formal gitu kkk

  3. Ceritannya nambahh seruu aja nihhh , ditunggu chapter selanjutnyaa penasaran sama hubungan nya baekhyun – hyerim – kyungsoo

  4. Ih yaampun jadi greget bgt sm kyungsoo-hyerim. Jadi kasian sndri liat baekhyun, udh lthn seminggu eh ternyata zonk!! -_- ditunggu kelnjutannya deh thor, smoga ada flshbck di bagian baekhyun nympein prsaannya buat hyerim 😉

  5. itu bekyun bikin pengumuman apa sih? nggak paham aku 😁
    kyungsoo uhhh dia nggak ada niat buat mempermainkan Hyerim kan? sebenernya dia tau kan bekyun suka Hyerim?
    terus belyun kenapa cepet nyerah amat sih 😣
    kaaaa merindukan mereka banget 😘
    aku kemarin sampe bolak-balik page ini tapi belum dilanjut juga 😭
    anyway, semangat lanjuutttt pokoknya aku sih pengennya nggak ngaret yak 😁

    1. pengumuman klo baek pacaran ma L.Kyo kok. Ungcoo org nya setia. setia ama L.Kyo jugak. huuh, ungcoo tau klo baek suka ma hyerim. hehehee , maaf. namanya lagi banyak schedulle comeback di mubank /??? oke L.Kyo edisi melantur

  6. Hyerim! Kenapa gak peka sih! Gregetan sama hyerim sumpah. Uh itu baekhyun hancur banget hatinya. Pasti besoknya hyerim dicuekin lah sama baekhyun itu. Aaaa baekhyun buat aku aja deh ya kak :3

  7. huuu… baekhyuniee,, sabar yahh..
    jadi si kyungsoo itu lagi deketin si hyerim yakk,, kencan,, wuhuu… tambah seruu

    next next
    fighting thor

  8. Yaampun kasian amat si Baek udh latihan seminggu jadi gagal 😂😂
    Ecie mau ngedate lagi.. Mau ngapain tuh
    Telat update gpp yg penting jangan sampe cerita ini gk lanjut
    Di tunggu nextnya gk usa buru” 😄😄

    1. bakal aku lanjutin. aku sengaja mau yakinin sendiri buat setidaknya seminggu 1 chapter. masa ya ini FF 2 tahun lalu, kalo ak ga motivasi diri aku sendiri ga bakal aku lajut ni epep ><

  9. setelah nunggu 2 minggu akhrirnya muncul juga……………
    kurang panjang atuh kak…
    baekhyun jangan putus asaa lah masih ada aku kok yang selalu ada untuk mu eaaaaa haaahahahaahahah

    1. Kurang panjang gimana sih mop? Tiap chap selalu 3000+ work ih . Ekakakka. Mungkin km baca nya sambil naik kereta.. wakakak. Ih ih, kau terlalu percaya diri nak. Baekhyun is mine

  10. Woaaaaaaaah, penantian 2 minggu terbayar sudah kkk~ *alay ya qiqiqi
    Ahhh, sebenernya baek sweet ya thorrrrr:3 tp hyerimnya malah pergi duhhh-_- pas kyungsoo makein headset perasaan sengaja bgt yaaa hahahaaha:D
    Thor, tapian kyungsoo suka hyerimkan??
    Cepetan next ya thor wkwkwk tp ntar bisa bacanya abis UN:’) sedih wkwkwk
    Makin bikin penasaran thor! Keep writing! Fighting!^^ maapin ya thor semper ribut ditwitter hehehe

Tinggalkan Balasan ke reisya soo Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s