[EXOFFI FREELANCE] Me Tenir La Main – Yuki Hwang – (Vignette)

Me Tenir La Main hhh.jpg

Title : Me Tenir la Main

Author : Yuki Hwang

Cast :

EXO’s Baekhyun as Byun Baekhyun

OC’s Yeon Hee as Hwang Yeon Hee

Length : vignette

Genre : AU, romance, fantasy, fluffy

Rating : PG-13

Disclaimer : All those convertation are originally mine. All the storyline created by my wild imagination. But, the Cast just borrowed by me, they are belonging to their God, fans, agency, and family. Except to the Original Cast, i just created by myself.

Summary : “Hold my hand. Then I will ask you to fly with me.”

*

 

Warna jingga mendominasi langit Seoul. Bunga empat sore mulai bermekaran tanda hari telah sore. Gadis bersurai coklat bergelombang berjalan menuyusuri trotoar jalanan. Beberapa meter lagi ia akan tiba di gang tempat kontrakannya berada. Lampu yang menerangi di ujung jalan sudah menyala. Ia tak menyangka, hari berlalu begitu saja. Mungkin ia terlalu menikmatinya sehingga hari terasa cepat dilalui.

 

Gadis itu, namanya Hwang Yeon Hee. Orang-orang sering memanggilnya Yeon Hee. Bekerja sebagai guru taman kanak-kanak di sudut kota terkadang membuatnya kewalahan karena harus mengurus anak kecil. Jika ia tidak menyukai anak kecil, mungkin ia sudah bekerja di kantor polisi untuk menjaga tahanan yang garang.

 

Alasan yang simpel mengapa ia menyukai anak kecil. Ia menyukai imajinasi dan anak-anak suka berimajinasi. Mungkin bagi sebagian orang dewasa imajinasi hanya dimiliki anak kecil, tetapi tidak dengan dirinya. Ia suka berimajinasi seperti anak kecil. Ia juga suka melebur ke dalam cerita imajinasi yang dibuat anak didiknya.

 

Hari ini akan datang. Hari dimana pria virtual khayalan Yeon Hee akan datang. Setiap malam pria itu akan datang dan menunggu di balkon rumah kontrakannya. Pria itu bernama Byun Baekhyun. Ini bukan khayalan semata. Ini benar-benar nyata.

 

“Yeon Hee-yaa!” panggil Baekhyun ketika langit sudah berubah menjadi kelam. Sudah waktunya Baekhyun datang seperti biasa.

 

“Nde! Chankaman!” Baekhyun mendengar sahutan dari dalam. Dengan bersabar ia menunggu Yeon Hee di tengah angin malam menyapu kulitnya. Yeon Hee keluar menuju balkon kamarnya. Ia mendapati Baekhyun tersenyum seperti biasanya. Senyum hangat khasnya masih sama seperti saat mereka bertemu.

 

“Bagaimana harimu hari ini?”

“Semuanya berjalan dengan baik,” Yeon Hee mengulum senyum sambil kembali mengingat aktivitasnya hari ini.

 

Selama ini memang Yeon Hee selalu memiliki masalah hampir di setiap harinya. Hampir setiap pulang mengajar ada banyak kiriman bunga menyambangi taman kanak-kanak tempatnya bekerja. Hal ini jelas mengganggu Yeon Hee. Ia merasa tak nyaman pada guru lain dan bahkan orang tua murid. Apalagi yang sering menemani anak-anak didiknya adalah ibu-ibu. Tentu saja mereka sering membicarakannya di belakang.

 

Hal ini terjadi karena dia memiliki paras yang ayu, bahkan makhluk seperti Baekhyun pun bisa menyukai Yeon Hee. Kecantikan Yeon Hee memang di luar batas wanita normal. Berdampingan dengan Baekhyun pun terasa sangat pas karena Baekhyun juga memiliki wajah tampan seperti malaikat. Pada intinya mereka cocok untuk menjadi sepasang kekasih.

 

“Mungkin mereka bosan, hahaha,” Baekhyun menatap gadis dengan paras yang indah nan manis untuk dipandang. Yeon Hee tertawa lepas seolah baru saja bisa mengalahkan para pria misterius yang memberinya ‘siksaan’ itu.

 

“Kau tak salah? Bagaimana bisa mereka bosan dengan wajah cantikmu?” Deg! jantung Yeon Hee kembali berdetak tak berirama, tak karuan. Ia menggila. Ia tahu ini bukan pertama kalinya Baekhyun membuatnya seperti ini, tetapi merasakan seperti ini bukanlah hal yang menyenangkan.

 

“Aku kebal dengan gombalanmu yang payah itu,” cibir Yeon Hee sambil membuang mukanya melihat kerlipan bintang yang bertaburan menghiasi langit malam.

 

“Kau yakin? Aku bahkan bisa mendengar suara jantungmu yang berdentum begitu keras, hampir merusak gendang telingaku,” Pipi Yeon Hee perlahan memerah. Yeon Hee memukul lengan Baekhyun. Baekhyun pun membiarkannya. Tangannya bergerak mengusap ujung kepala gadis di sampingnya.

 

Keheningan memeluk keduanya. Tangan Baekhyun masih sibuk mengusap surai coklat milik Yeon Hee. Sedangkan si gadis hanya menikmatinya dan berharap saat-saat seperti ini bisa ia miliki setiap waktunya. Mungkin itu bisa terjadi dan mungkin saja itu bisa hanya menjadi isapan jempol belaka.

 

“Yeon Hee-yaa,” Yeon Hee berdehem lalu menengok ke sumber suara. Kilatan mata Baekhyun tengah menatapnya dengan tajam. Netra Yeon Hee otomatis langsung terkunci ketika Baekhyun menatapnya seperti sekarang ini.

 

“Kau mau ikut denganku?” rasanya seperti dihipnotis. Sarafnya memerintahkan Yeon Hee untuk menganggukan kepalanya. Baekhyun pun langsung menaarik lengan Yeon Hee tanpa perizinan dari sang pemilik. Baekhyun menyeret Yeon Hee menuju pagar pembatas yang berada di balkon rumah Yeon Hee.

 

“Ya! Yeon Hee-yaa, pegang tanganku,” Yeon Hee menatap untuk beberapa detik. Baekhyun kembali memegang tangan Yeon Hee. Ia bahkan tak segan memasukkan jari-jarinya di sela jari-jari Yeon Hee. Kemudian mereka sudah berdiri di atas tembok pagar pembatas. Angin menerpa keduanya. Jika tidak berhati-hati bisa saja mereka terjatuh.

 

“Kau siap?” Yeon Hee menautkan alisnya sehingga membuat kerut dahinya. Apa yang kini Baekhyun akan perbuat? Benar, Baekhyun memang selalu penuh kejutan. Namun, jangan katakan dia akan membawanya terbang. Terdengar tidak mungkin memang. Yeon Hee pernah berkhayal ingin terbang dan ia rasa itu hanya sebatas bayangan dan imajinasi yang konyol saja. Tapi tidak ada yang tidak mungkin jika Baekhyun mengabulkannya bukan?

 

“Tutup matamu!” Yeon Hee otomatis langsung memejamkan matanya. Angin kembali berhembus menerpa kelopak matanya. Ada sensasi yang aneh ketika angin menyentuh kulitnya, berbeda dengan sebelumnya, entah apa yang bisa membuatnya berbeda.

 

‘Baekhyun-ahh, aku takut,’ hati Yeon Hee berteriak. Seolah mengerti apa yang Yeon Hee pikirkan, Baekhyun mengeratkan genggaman tangannya. Ia mengulas senyum sejenak lalu kembali menatap lurus hamparan langit di depannya.

 

Sejurus kemudian, Yeon Hee merasa kakinya tak menapak pada tanah. Tubuhnya pun terasa sangat ringan. Rasanya sama seperti saat Baekhyun mengatakan pujian-pujian yang pernah dilontarkan padanya. Ya kurang lebih seperti itu, sama, atau bisa kurang, atau mungkin lebih. Yang pasti, Yeon Hee mulai menikmatinya. Ia memberanikan dirinya membuka matanya. Benar saja, ia mendapati dirinya tengah terbang di atas kota Seoul. Ia bisa melihat semua aktivitas malam kota metropolitan ini.

 

Yeon Hee menatap Baekhyun yang tengah fokus menentukan arah terbangnya. Yeon Hee benar-benar kagum dengan sosok Baekhyun. Pria ini memang benar-benar pria khayalannya yang nyata.

 

“Kau senang?” Yeon Hee terkesiap lalu membuang mukanya. Semburat merah mulai muncul untuk kesekian kalinya karena Baekhyun.

 

“Tentu saja,” Yeon Hee tampak sangat antusias dan kembali mengamati marks yang sangat rapi dari kota Seoul.

 

“Aku juga senang bisa bersamamu,” Aliran darah Yeon Hee berdesir sangat deras, ia bisa merasakannya betul. Ia tak mau tenggelam lebih dalam ke rayuan Baekhyun yang membuatnya candu.

“Kau harus mulai terbiasa terbang seperti ini karena aku akan lebih sering mengajakmu terbang menikmati hembusan angin malam.”

 

“Berarti selama ini aku belum benar-benar menikmati udara malam Seoul? Aku pikir dengan berdiri di balko sudah menikmatinya dengan maksimal.”

 

“Kau harus sering-sering keluar dari zona nyamanmu seperti sekarang ini,” Baekhyun benar. Ia harus bisa melihat dunia ini dari sisi lain, salah satunya keluar dari zona nyaman. Mungkin dengan melihat dunia dari daya imajinasi dan khayalnya salah satu contoh di luar zona nyaman orang normal.

 

Baekhyun mendaratkan dirinya di sebuah bukit. Di bukit inilah mereka bisa melihat hamparan kota Seoul dengan titik-titik kecil bercahaya yang tak lain adalah lampu rumah penduduk atau gedung perkantoran. Sama dengan pemandangan di atasnya, berupa langit bertebaran bintang.

 

“Bagaimana?” Baekhyun meminta pendapat.

 

“Woaah, daebak!” Yeon Hee mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kota. Suara daun-daun pepohonan yang bergesekkan meramaikan suasana. Ia benar-benar menikmatinya sekarang.

 

“Yeon Hee-yaa,” Yeon Hee menengok ke sumber suara. Wajah Baekhyun sudah berada tepat sepuluh senti di hadapannya. Sontak Yeon Hee menjauhkan wajahnya. Namun, Baekhyun justru semakin mendekat. Ia meraih tangan Yeon Hee dan tangan lainnya menarik tengkuk sang gadis.

 

“Tolong nikmati ini,” Baekhyun mendaratkan bibirnya ke bibir mungil milik Yeon Hee. Sebenarnya Yeon Hee ingin sekali menolak, tetapi hati kecil dan egonya lah yang menguasai dirinya sehingga ia hanya bisa memejamkan matanya.

 

‘Jika kau melakukan sampai sejauh ini, kau harus berada di sampingku selalu. Ya, selalu,’ batinnya menjerit.

 

*

 

Yeon Hee baru saja terbangun dari tidurnya. Ia menyandarkan tubuhnya di papan ranjangnya. Ia baru saja mengalami mimpi, entah buruk atau indah, ia tak bisa menentukannya sendiri. Bagaimana tidak? Ini sudah ke lima puluh tiga kalinya ia mengalami mimpi bertemu dengan seorang yang bahkan tak ia kenali.

 

Ya, Yeon Hee, mahasiswi jurusan sains komputer, seorang yang jauh sekali dari apa yang ia mimpikan selama ini. Jika di mimpinya ia menjadi gadis yang cantik dan anggun, bekerja sebagai guru TK, digandrungi banyak pria, dan kesempurnaan lainnya, tak sejalan dengan dunia nyatanya. Gadis pemalas yang selalu mengenakan pakaian tomboi dan sering terlambat. Sangat jauh bukan? Namun, ada satu hal yang sama dari dunia nyatanya dan alam mimpinya, mereka sama-sama suka berimajinasi. Imajinasi menjadi seorang kekasih malaikat tampan adalah khayalan terkonyolnya. Yeon Hee memutuskan untuk segera membersihkan dirinya dan pergi ke kampus. Ia tak mau terlalu memusingkan mimpinya yang terasa mengganggu hampir tiap malamnya.

 

*

 

Yeon Hee berjalan dengan santai menyusuri trotoar menuju ke minimarket langganannya sambil mengunyah permen karet. Mampir dan mengapeli petugas kasir adalah makanannya sehari-hari. Bahkan sang petugas kasir pun menjadi hafal betul semua yang akan dilakukan Yeon Hee.

 

Memasuki minimarket duapuluh empat jam itu, ia langsung berjalan menuju ke rak tempat bibimbab instan dan mi cup seduh berada. Ia bahkan bisa pergi dengan mata tertutup karena saking seringnya ia berkunjung. Entah mengapa ia tak bosan-bosan dan mengganti menu sarapan paginya. Memikirkan skripsi yang tinggal menghitung bulan saja sudah memusingkan sendiri, apalagi memikirkan sarapan? ia tak punya banyak waktu untuk itu.

 

“Semuanya dua puluh ribu won,” ujar sang kasir. Yeon Hee mengeluarkan uang dari sakunya. Tapi tunggu! Ia merasa ada yang aneh. Suara ini, suara yang asing di telinganya. Tak sepeeti suara kasir biasanya. Jika petugas kasir biasanya tak akan menyebutkan harganya karena Yeon Hee sudah hafal, tetapi tidak dengan ini. Yeon Hee mendongakkan wajahnya. Yeon Hee sukses dibuat mengangakan rahangnya oleh si petugas kasir. Untuk beberapa detik Yeon Hee masih tak percaya dan membuat si petugas kasir melambaikan tangannya di depan wajah Yeon Hee.

 

“Agasshi!” serunya masih mencoba menyadarkan Yeon Hee.

 

“Neo?” Yeon Hee mengarahkan jari telunjuknya ke arah petugas kasir baru. Si petugas kasir dibuat kebingungan.

 

“Nde?”

 

Yeon Hee membaca name tag yang tersemat di seragam petugas kasir tersebut. Byun Bekhyun. Tububnya terasa baru saja disengat listrik berdaya besar. Jantungnya berirama tak beraturan. Wajahnya memanas. Yeon Hee menepuk-nepuk pipinya mencoba menyadarkan dirinya agar segera bangun dari alam bawah sadar. Namun percuma saja karena dia benar-benar nyata. Ini terasa seperti mimpi, ah tidak, maksudnya terasa sangat nyata.

 

“Byun Baekhyun?”

 

“Nde, agasshi,”

 

“Kau malaikat tak bersayap?”

 

FIN

 

a/n : ah ff apa ini? gaje sekali. Maaf atas keanehan sepanjang kalian membacanya. Semua kesalahan murni dari author bukan dari readernim. Detik-detik UN makin bikin stresseu, jadi harap maklumlah~~ Terimakasih sudah mau meluangkan waktu membaca ff absurd iniใ… ใ… 

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Me Tenir La Main – Yuki Hwang – (Vignette)”

  1. wuuu….. seru bingit thorr…
    wahh,,,imajinasinya keren,, dan baekhyun beneran ada, wow…
    deket gak yah nantinya
    ahhh,,, penasaran
    next thor

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s