[EXOFFI FREELANCE] Dream (Chapter 5)

DREAM - CHAPTER 5 (1).jpg

DREAM  –  CHAPTER 5

설레다

[ SEOLLEDA – BERDEBAR ]

Author: Azalea
Cast : Bae Suzy (Miss A), Byun Baekhyun (EXO), Kim Myungsoo (Infinite)
Genre : Romance, Sadness.
Rating : +17
Length : Chapter
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita DREAM. Jangan plagiat, ataupun me re-upload ff ini tanpa sepengetahuanku.

Cerita Sebelumnya : CHAPTER 1 ( DREAM )  ->  CHAPTER 2 (REAL?)  ->  CHAPTER 3 (DEJA VOO)  ->  CHAPTER 4 (FATE)

 

Mata hitam tegas itu tidak pernah berhenti menatap seseorang yang sedang duduk di depannya. Terkadang tatapan mata mereka bertemu pandang walaupun hanya sekian detik, karena seseorang yang sedang di pandangnya itu segera saja menundukkan kepalanya atau berpaling ke arah lain untuk menghindar.

Pemilik mata hitam itu Baekhyun. Ya, sejak dirinya menginjakkan kaki di ruangan meeting tersebut, tidak sedetikpun pandangannya teralihkan dari sosok di depannya, Bae Suzy. Walaupun Suzy sudah bergerak-gerak gelisah karena tidak nyaman sedang diperhatikan, tapi Baekhyun tidak peduli.

Semakin Suzy bergerak gelisah, semakin lebar juga senyuman yang tercetak jelas di wajah tampannya itu. Dirinya tidak fokus sama sekali terhadap materi meeting kali ini, dan ini bukan suatu kebiasaannya yang seperti ini.

Tidak pernah terpikirkan olehnya, dia akan bertemu kembali dengan wanita yang telah mencuri hatinya saat di pulau Jeju itu. Sekelebat kenangan manis yang sudah dilewatinya bersama wanita di depannya ini membuatnya semakin memperlebar senyumannya.

Baekhyun masih mengabaikan presentasi desain rancangan bangunan dari hotel yang akan dibangunnya yang sedang dilakukan Kyungsoo, rekan kerja Suzy , karena menurutnya wanita yang ada di hadapannya ini jauh lebih menarik. Baekhyun baru mengetahui nama Suzy itu saat mereka melakukan perkenalan anggota tim desain dari perusahaan tempat Suzy bekerja.

Di sisi lain, Suzy yang menyadari ada seseorang yang sedang memperhatikannya secara terang-terangan, membuatnya merasa tidak nyaman. Jantungnya berdetak sangat cepat dikarenakan gugup yang tidak beralasan.

Sama seperti Baekhyun, Suzy juga baru mengetahui siapa sebenarnya seseorang yang telah menghabiskan malam bersamanya di pulau Jeju akhir minggu lalu. Dia tidak menyangka ternyata orang tersebut adalah seorang CEO muda dari sebuah perusahaan besar yang tidak sengaja menjadi klien penting di perusahaan ayahnya.

Byun Baekhyun. Ucap Suzy dalam pikirannya. Benar-benar dia memiliki nama yang sama dengan suami di mimpinya. Bahkan wajah mereka juga sama. Tubuh mereka sama. Namun satu hal yang membuatnya tidak sama. Suzy belum mengetahui isi hati Baekhyun, apakah sama atau tidak. Jika sama, maka Suzy merasa hal ini sungguh konyol.

Takdir seperti sedang mempermainkannya. Dipertemukan di mimpi, kemudian berpisah, dan sekarang dipertemukan lagi dalam keadaan yang berbeda. Namun, satu hal yang tidak Suzy ketahui, apakah kisahnya kali ini akan berakhir bahagia atau berakhir dengan kesedihan lagi. Jawabanya hanya Tuhan yang tahu.

Selama 3 jam terakhir itu Suzy terus bergerak tidak nyaman. Kadang menggigit kukunya, kadang menggigit bolpoinnya, kadang mengetuk-ngetukkan jari di meja, pokoknya semua gerakan refleks tanda gugup itu Suzy lakukan saat ini. Semua hal itu membuatnya tidak terlalu memperhatikan apa yang sedang Kyungsoo presentasikan di depan sana.

Setelah terjadi diskusi yang cukup alot antara pihak perusahaan Baekhyun dengan tim Suzy mengenai konsep apa yang akan mereka pakai, meeting pun di akhiri oleh perkataan Baekhyun sebagai seseorang yang memegang kuasa dalam proyek ini.

“Oke, kita cukupkan untuk meeting hari ini. Saya harap dua minggu lagi rancangan bangunannya sudah selesai. Dan sebelum kalian tim desain menyelesaikan rancangan bangunan ini, saya harap kalian mengadakan survey terlebih dahulu, baik itu lokasi maupun hotel dan resort yang berada di sekitar kawasan itu, karena mereka akan menjadi saingan kita nantinya. Dan satu hal lagi yang perlu saya tekankan pada kalian, saya paling tidak suka salah satu karya saya itu sama dengan orang lain, bahkan mirip pun tidak boleh, untuk itu dalam pembangunan resort kali ini, jangan sampai fasilitas yang akan dibangun ini sama dengan fasilitas yang ditawarkan oleh hotel ataupun resort lain. Kalian mengerti?” jelas Baekhyun pada semua orang tapi matanya masih tidak lepas dari sosok Suzy.

“Iye, sajangnim.” Jawab semua orang sambil menundukkan kepala termasuk Suzy.

“Bagus. Saya tunggu perbaikan rancangan dari kalian.” Ucap Baekhyun begitu semua orang kembali mengangkat kepala. Pandangan Suzy dan Baekhyun bertemu lagi untuk yang kesekian kalinya dalam tiga jam ini.

Tatapan Baekhyun tidak pernah terputus walaupun asistennya sedang berbicara pada Baekhyun untuk memberitahukan jadwal selanjutnya pada Baekhyun. Baekhyun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti, dan Suzy masih terus memperhatikannya sampai Kyungsoo menyenggol tangannya untuk mendapat perhatian dari Suzy.

Dengan terpaksa Suzy pun menolehkan wajahnya untuk menghadap Kyungsoo yang ada di samping kirinya.

“Bagaimana presentasiku tadi?” tanyanya penasaran pada Suzy.

“Bagus. Kalau kau tidak melakukannya dengan baik, dari dulu kita tidak akan mendapatkan tender besar ini.” Jawab Suzy sambil tersenyum menenangkan.

“Ah, syukurlah.” Balas Kyungsoo penuh kelegaan. Setelah itu Suzy menolehkan wajahnya kembali ke depan untuk memandang pemandangan yang lebih menarik dari Kyungsoo. Pikir Suzy.

Namun saat Suzy mengalihkan pandangannya, dilihatnya Baekhyun sudah berdiri dari kursinya, siap untuk meninggalkan ruangan meeting ini.

“Karena meeting kali ini sudah selesai, saya pamit undur diri terlebih dulu karena masih ada jadwal meeting lain yang harus saya hadiri.” Ucap Baekhyun tiba-tiba saat dirinya sudah berdiri.

Saat Baekhyun berdiri, refleks semua orang di ruangan itu juga berdiri, Suzy pun ikut berdiri dengan wajah bingungnya karena terlambat menyadari keadaan yang sedang terjadi ini. Ayah Suzy pun menghampiri Baekhyun untuk menjabat tangannya, dan jabatan tangan itu di terima dengan senang hati oleh Baekhyun.

“Terima kasih telah memberikan kesempatan langka ini kepada kami.” ucap ayah Suzy pada Baekhyun.

“Aku percaya kalian memiliki tim yang berkompeten dalam bidang ini. Jangan sia-siakan kepercayaan kami kepada kalian.” Balas Baekhyun sambil tersenyum ramah tapi perkataannya mengandung ancaman yang tidak tersirat.

“Saya mengerti.” Ucap ayah Suzy penuh kerendahan hati sambil sedikit menundukan kepalanya membuat senyuman di bibir Baekhyun semakin lebar.

“Kalau begitu saya pergi dulu, mungkin lain waktu kita bisa makan malam bersama sebagai sebuah tim.” Balas Baekhyun sambil melepaskan jabatan tangannya.

“Iye sajangnim.” Ucap ayah Suzy.

Sebelum Baekhyun benar-benar meninggalkan ruangan itu, dia sedikit melirik ke arah Suzy yang berada tidak jauh di depannya tapi agak tertutupi oleh sosok ayah Suzy. Lirikan matanya pada SUzy tidak berlangsung lama karena dia harus segera pergi.

Dengan berat hati Baekhyun pun melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan itu di ikuti oleh orang-orangnya, dengan seorang laki-laki lebih tinggi darinya berjalan di depan Baekhyun.

Jantung Suzy tidak pernah berhenti untuk terus berdetak dengan kencangnya, bahkan setelah Baekhyun pergi meninggalkan ruangan itu. Perasaannya masih sama. Bahkan semakin menggila saat dia mengingat tatapan Baekhyun yang terakhir sebelum meninggalkan ruangan itu.

Suzy merasa dari tatapan Baekhyun itu penuh dengan kerinduan, harapan, dan janji. Apakah dia terlalu besar kepala karena bisa mengartikan itu atau hanya sebuah kebetulan saja? Entahlah, yang tahu arti pasti tatapan Baekhyun pada Suzy hanya Baekhyun dan Tuhan yang tahu. Pikir Suzy. Meyakinkan dirinya agar tidak terlalu besar kepala.

Setelah meeting dengan perusahaan Baekhyun selesai, tim Suzy pun kembali ke kantor untuk mendiskusikan kembali rancangan mereka. Tidak terasa diskusi itu sudah berlangsung 2 jam, dan waktu pun sudah menunjukan saatnya jam pulang kantor.

Karena materi diskusi belum sepenuhnya selesai, akhirnya diskusi pun ditunda sampai besok pagi. Semua orang kembali ke meja masing-masing untuk membereskan peralatan kantor mereka dan bersiap untuk pulang. Begitu juga dengan Suzy.

Setelah selesai membereskannya, Suzy pun berjalan keluar dari kantornya untuk pulang. Namun, langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang sudah tidak asing lagi sedang menunggunya di lobby perusahaannya.

Begitu pandangan mata mereka bertemu, sebuah senyuman manis tercetak jelas di wajahnya yang tampan, menampilkan lesung pipinya yang begitu manis. Melihat hal itu Suzy pun ikut tersenyum padanya, tunangannya, Lee Myungsoo.

Myungsoo sedikit melambaikan tangannya saat melihat Suzy berada dalam jangkauan penglihatannya. Dengan perlahan Suzy pun melangkahkan kakinya menuju Myungsoo. Entah kenapa perasaan berdebar tidak ia rasakan saat berjalan ke arah Myungsoo.

Berbeda dengan saat Suzy hanya bertemu pandangan dengan Baekhyun, tapi sebisa mungkin Suzy tetap tersenyum ke arah Myungsoo, berusaha menyembunyikan perasaannya yang tanpa dia sadari sudah berubah untuk orang lain.

“Hai..” sapa Myungsoo saat Suzy sudah berada di depannya, dan langsung membawa Suzy ke dalam pelukannya, tapi Suzy tidak membalas pelukan itu, karena dia merasa ada yang aneh terjadi padanya.

“Hai juga…” balas Suzy semanis mungkin agar terlihat normal.

“Bogoshipeoyo…” ucap Myungsoo manja membuat Suzy terkekeh geli.

“Nado.” Jawab Suzy tidak ingin mengecewakan Myungsoo.

Selama beberapa saat mereka menjadi tontonan beberapa staf yang melewati lobby karena terus berdiri sambil berpelukan di tempat umum seperti itu. Sampai sebuah suara menyadarkan mereka, dan membuat mereka melepaskan pelukan itu untuk memandang orang yang sudah menginterupsi kegiatan mereka itu.

“Sebaiknya kalian segera menikah saja, dari pada menjadi bahan gosip orang-orang.” Ucapnya menyindir hingga membuat Myungsoo salah tingkah dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.

“Appa…” protes Suzy sambil menatap sinis ke arah sang ayah.

“Kami pasti akan menikah dalam waktu dekat ini, abeoji.” Jawab Myungsoo sambil tersenyum malu ke arah ayah Suzy karena secara tidak langsung saat itu dia sudah melamar Suzy.

Mendengar ucapan Myungsoo itu membuat Suzy refleks menolehkan wajahnya untuk menghadap Myungsoo. Entah kenapa ada perasaan tidak rela saat mendengar itu semua. Tapi benar kata Myungsoo, cepat atau lambat mereka akan segera menikah juga, ditambah lagi usia mereka yang sudah terbilang matang untuk menikah.

Tetapi tetap saja, Suzy merasa begitu terkejut saat mendengarnya langsung dari mulut Myungsoo jika mereka akan menikah. Sebenarnya yang Suzy harapkan bukan ini, lalu apa yang Suzy harapkan? Baekhyun? tanyanya dalam hati.

Saat mengingat nama itu perasaan Suzy begitu sesak hanya karena mengingat sebuah nama. Seseorang yang begitu mustahil untuk digenggamnya di saat dia sudah memiliki Myungsoo. Perasaan sedih tiba-tiba melingkupi hatinya.

“Hahahha….aku akan menunggu kedatangan kau dan kedua orang tuamu di rumah.” Ucap ayah Suzy yang berhasil menyadarkan Suzy dari lamunanya. Sebisa mungkin Suzy merubah ekspresi terkejut dan sedihnya dengan sebuah senyuman walaupun itu dalam keadaan terpaksa.

“Nde Abeoji. Aku akan memberitahukan hal ini pada kedua orang tuaku secepatnya.” Jawab Myungsoo mantap, membuat Suzy semakin merasa tidak nyaman dengan pembicaraan ini.

“Baiklah. Apa kalian akan malam berdua?” tanya ayah Suzy pada Suzy dan Myungsoo.

“Nde. Rencananya seperti itu abeoji. Sudah lama aku tidak makan malam dengannya.” Jawab Myungsoo sambil merangkul pundak Suzy mesra, dan Suzy menolehkan wajahnya untuk menatap Myungsoo kembali, kemudian tersenyum ke arahnya sebagai jawaban atas perkataan Myungsoo tadi.

“Baiklah, aku ijinkan kalian pergi berdua. Tapi kau harus membawanya pulang dalam keadaan selamat sampai rumah, arrachi?” ucap ayah Suzy pada Myungsoo sedikit mengancamnya walaupun bukan ancaman yang serius.

“Nde abeoji. Akan aku pastikan dia pulang dengan selamat.” Balas Myungsoo lagi sambil meyakinkan ayah Suzy.

“Bagus. Jaga dia. Ayah pulang duluan.” Balasnya lagi sambil sedikit menepuk pundak Myungsoo saat ayah Suzy berjalan melewati Myungsoo dan Suzy.

“Hati-hati di jalan abeoji!!” teriak Myungsoo pada ayah Suzy dan dijawab dengan sebuah lambaian tangan dari ayah Suzy tanpa melihat orang yang sedang mengajaknya berbicara itu.

Selama kejadian itu, Suzy tidak berbicara sama sekali. Dia lebih banyak diam memperhatikan pembicaraan antara Myungsoo dan ayahnya. Perasaannya begitu kacau saat tahu dia akan segera menikah dengan Myungsoo, bukan dengan orang lain. Dan membuatnya kembali melamun.

“Kau ingin makan malam di mana?” tanya Myungsoo membuyarkan lamunan Suzy.

“Terserah kau saja.” Jawab Suzy kikuk sambil tersenyum ke arah Myungsoo karena takut ketahuan sedang memikirkan orang lain.

“Kalau begitu kita makan malam di The King’s saja. Bagaimana?” tanya Myungsoo penuh antusias.

“Call.” Jawab Suzy menyetujui rencana Myungsoo itu.

“Kajja.” Ajak Myungsoo pada Suzy.

Kemudian mereka berdua berjalan menuju pintu keluar dari gedung perusahaan ayah Suzy sambil berpegangan tangan. Sebuah mobil aston martin vaquish merah terparkir manis di depan pintu masuk. Myungsoo pun membuka kuncinya, dan membukakan pintu penumpang, mempersilahkan Suzy masuk duluan ke mobilnya.

Setelah memastikan Suzy masuk, Myungsoo berjalan memutari mobilnya untuk menuju ke kursi pengemudi. Tidak lama kemudian mobil Myungsoo sudah berada di jalanan. Keadaan jalanan sangat padat karena bertepatan dengan jam pulang kerja.

Membutuhkan waktu satu jam bagi Suzy dan Myungsoo untuk bisa sampai di restoran yang ditujunya. Seorang petugas valet datang menghampiri mobil mereka saat Myungsoo memberhentikan mobilnya tepat di depan pintu masuk restoran.

Setelah menyerahkan kunci pada petugas valet, Myungsoo dan Suzy masuk ke restoran tersebut dengan tangan Myungsoo yang merangkul pinggang Suzy. Begitu masuk, seorang pelayan menyambut kedatangan mereka berdua. Lalu mengantarkan Myungsoo dan Suzy ke meja yang masih kosong.

“Kau mau makan apa?” tanya Myungsoo pada Suzy saat mereka sedang mengamati menu makanan yang ada di tangan keduanya.

“Hmm…” jawab Suzy menimang-nimang dia mau makan malam apa hari ini saat melihat-lihat daftar menu yang ditawarkan. “Steak?” lanjut Suzy sambil sedikit bertanya pada Myungsoo.

“Steak?” ulang Myungsoo pada Suzy dan Suzy menjawabnya dengan sebuah anggukan kepala. “Ide bagus.” Jawab Myungsoo. “Kau ingin wine?” tanya Myungsoo lagi saat melihat daftar wine yang tersedia di restoran itu.

Suzy kemudian mengalihkan tatapannya pada daftar wine yang ada. Sedikit berpikir untuk memilih wine mana yang enak dan kadar alkoholnya yang tidak terlalu tinggi, karena sebenarnya dia belum diperbolehkan meminum minuman sejenis alkohol.

“Aku ingin 2010 Estate Argyros Atlantis White.” Jawab Suzy setelah memantapkan pilihannya.

“Hm…jadi kita pesan 2 steak wagyu dan 2010 Estate Argyros Atlantis White.” Ucap Myungsoo pada seorang pelayan wanita yang sudah menunggunya memilih makanan untuk di tulis di kertas pesanan.

“Mohon tunggu sebentar.” Balasnya saat sudah menyelesaikan tulisannya.

Suzy pun mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian restoran ini untuk mengamati suasana di restoran tersebut. Restorannya cukup ramai, mengingat jam sudah menunjukkan saatnya makan malam. Suasana di restoran ini juga begitu nyaman.

Di dominasi oleh warna hitam, coklat, putih dan kream. Setiap meja memiliki empat kursi yang berwarna putih dan meja kayu warna coklat. Dinding restoran ini terbuat dari kayu yang di cat hitam, dengan lantainya yang berwarna kream.

Selama 15 menit Suzy dan Myungsoo menunggu pesanan datang, Myungsoo bercerita panjang lebar tentang hari-harinya yang terkadang membuat Suzy tertawa. Suzy tidak banyak menanggapi semua perkataan Myungsoo, karena Suzy memang bukan tipe orang yang banyak berbicara.

Makan malam pun Suzy dan Myungsoo jalani dengan suasana yang hangat. Namun semua itu berubah saat tiba-tiba Suzy mencium sebuah wangi woods yang maskulin dari parfum yang begitu dikenalnya.

Perasaan gugup tiba-tiba Suzy rasakan, apalagi saat wangi itu tercium semakin kuat saja. Entah kenapa tubuh Suzy tiba-tiba tegang saat seseorang berjalan melewati meja tempat Suzy dan Myungsoo makan.

Dengan perlahan, Suzy mengalihkan tatapannya dari makanan untuk melihat siapa yang sudah berjalan melewatinya itu. Tubuh Suzy menjadi semakin kaku, dan detak jantungnya semakin berdetak dengan sangat kencangnya saat melihat siluet tubuh itu. Siluet tubuh yang begitu dikenalnya, dari seseorang yang sudah menganggu pikirannya selama beberapa jam terakhir ini. Byun Baekhyun.

 

 

~ TBC ~

 

48 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Dream (Chapter 5)”

  1. suzy pasti bingung sama perasaan nya kalau ninggalin myungsoo kan kasihan dia udah jadi tunangannya sejak lama tapi kalau sudah tidak ada cinta mau diapain lagi?semoga tidak ada yang tersakiti ya di akhir nanti.

  2. Seketika akupun ikut tegang hahaha
    Pingginnya sih sama baek ajaaa. Tapi takut juga kalo sama baek bakal berakhir sedih seperti mimpi2nya hiks bingung dah

  3. Aku harap baekhyun termasuk orang yg ambisius dalam hubungan, jadi dia gak bakalan menyerah begitu sama untuk suzy.
    Seru, apalagi sama ketegangannya

  4. Aduh suzy. Gmn ini klo baekhyun tau suzy da punya tunangan. Apa dia tetep bakalan ngejar suzy ato justru menyerah? Apalagi baekhyin masih misterius bgt dan hub myungso dan suzy masih kurang d ceritaiin.

    D tunggu upnya

    D

  5. Uwaaaaaaa jadinya sejak di pulau jeju itu cerita sebenernya baru dimulai yaaahhhhh. Jadi ikutan degdegan pas suzy ketemu baek atau pas suzy nginget baek. Kasian myungsoo gatau apa apa tapi disakitin hahah. Tapi aku emang lebih senenh suzy sama baek ajaahhhh hehehe
    Ditunggu kelanjutannyaaaahhhhh

  6. Aduh gimana ini
    Tapi isi hatinya baekhyun jg msh misterius banget sih
    Ksian juga liat suzy galau gt

    Ditunggu next chapnya

  7. Sepertinya aku mengalami dilema
    Disatu sisi aku pengen myungzy bersatu tpi disisi lain aku pengen baekzy bersatuuu
    Biasa nggk thor suzy memiliki keduannya ajaa wkwkwk
    Okeee terserah author deh mau masangin siapa kekeke
    Semangat terus nulis ffnya thorrrrrr 😀

  8. Suka banget sama dream. Tapi di chap ini gaya bahasanya aku kurang sreg gimana gitu di chap kemarin kemarin gaya bahasanya bagus tp yg di chap ini kurang sreg hehe but ceritanya makin menarik kok semoga baekhyun ngga ilang lagi ya
    Nextnya jan lama lama yaa fighting

  9. ea ea si baekhyunnnnn tatap suzy nya sampai segitu nya haahaha
    semoga ntr baekhyun gk pergi lagi lah msak iya datang pergi datang pergi syarini keles hahaahaah

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s