[EXOFFI Facebook] Real Life of Idol (Part 6)

66666666666

 

Title : Real Life of Idol (Part 6)

Author : Sellafeb (@sellafeb)

Cast : Jung Jijae (OC) | Oh Sehun (EXO) | Kim Kai (EXO) | Kang Seulgi (Red Velvet)

Support Cast : SMFAMILY | Jijae’s fams

Genre : Romance, Angst, Idol-life, Hurt, Little bit comedy.

Rating : PG-13

Lenght : Chaptered

Chapter sebelumnya:

Chapter 1A : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-1a-sellafeb/918240178293367

Chapter 1B : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-1b-sellafeb/918240944959957

Chapter 2 : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-2-sellafeb/920269404757111

Chapter 3 : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-3-sellafeb/926252544158797

Chapter 4 : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-idol-chapter-4-sellafeb/928604840590234?__mref=message_bubble

Chapter 5 : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-5-sellafeb/940267909423927?__mref=message_bubble

Happy Reading^^

Real Life Of Idol – It’s Over

Jijae-ya, gwenchana? –Batin Kai.

Kai menyeka air matanya, kemudian melirik ke arah ruang latihannya. Dan bergegas pergi kesana dengan penuh emosi. Kai membuka pintu ruang latihannya kasar.

“Kau sudah kembali?” Tanya Kyungsoo.

Kai tidak memperdulikan Kyungsoo yang tengah bicara dengannya. Dia menatap tajam Sehun sambil terus berjalan cepat mendekatinya. Kai melayangkan satu pukulan dipipi Sehun.

“Yak!” Kaget member EXO yang lain.

Sehun jatuh tersungkur dilantai. Kai menghampirinya dan meremas kerah kemeja Sehun.

“Kenapa kau memukulku?” Sengit Sehun.

“Kenapa kau harus melakukan ini? Ini semua hanya sandiwara, tapi ini terlalu menyakitkan untuk Jijae. Kenapa harus Jijae yang menjadi pasangan skandal palsumu? Kenapa kau harus menyeret Jijae pada lubang yang akan membuatnya tersungkur jatuh dan menderita? Huh? Kenapa kau melakukan ini?” Geram Kai seraya akan melayangkan satu pukulan lagi di pipi putih Sehun.

Lalu, sebagian member EXO menahan tubuh Kai dan menjauhkan tubuh Kai dari Sehun. Dan sebagian lagi menghampiri Sehun.

Dari mana dia tahu? –Batin Sehun.

“Sebentar! Skandal palsu?” Kaget Suho.

“Tanyakan saja pada namja yang baru saja aku pukul tadi, Hyung! Dia sudah begitu keterlaluan. Dia tidak memperdulikan kehidupan seseorang yang hancur karenanya. Dia memang bertubuh manusia, tapi hatinya… Bukan manusia.” Ujar Kai seraya menatap Sehun sengit.

“Eoh, ini hanya skandal palsu. Lalu apa pedulimu? Haruskah kau bertindak kekanakan seperti ini agar semua member mengetahuinya?” Balas Sehun sengit.

“Yak! Kau bilang aku kekanakan? Kalau begitu kau lebih dari kekanakan. Seharusnya kau peduli dan tahu bagaimana menderitanya Jijae karenamu.”

“Kau peduli padanya karena dari awal kau menyukainya ‘kan? Ah… Cintamu tidak terbalas, ya? Kasihan sekali.” Ledek Sehun.

“Mwoya? Eoh… Aku akui, aku memang menyukai yeojachingu palsu-mu itu. Dan aku yang lebih bisa melindunginya daripada kau yang notabane-nya adalah namjachingu-nya sendiri. Kau hanya bisa menonton saat dia dalam kesulitan. Kau benar-benar pengecut. Bahkan seekor hewan jantan akan menyelamatkan betina-nya saat dalam kesulitan. Dan kau? Kau lebih pengecut dari seekor hewan?” Balas Kai sengit.

“Diamlah! Dan jangan urusi masalahku! Urusi saja cintamu yang tidak terbalas itu!” Timpal Sehun.

“Kau yang diam! Kau tahu apa dampak yang kau berikan pada Jijae karena skandal ini sekarang? Kau tahu tidak, kalau terjadi sesuatu pada Eomma dan yeodongsaeng Jijae? Kau tidak tahu ‘kan?” Ujar Kai.

Sehun membelalakan matanya dan menatap intens Kai.

“Jijae akan pergi ke Busan untuk melihat keadaan mereka. Kau tahu betapa banyak air mata yang Jijae keluarkan karena ini? Bahkan kau tidak akan bisa menghitung berapa tetes air mata yang keluar dari matanya! Kau tidak tahu apa-apa. Jadi…” Sehun meninggalkan ruangan latihan tiba-tiba.

Semuanya kaget akan kepergian Sehun yang begitu tiba-tiba.

“Yak! Aku belum selesai bicara.” Teriak Kai.

“Sehun-ah!” Teriak Chanyeol yang keluar dari ruang latihan dan berhenti didepan pintu saat melihat punggung bidang Sehun yang mulai menjauh sambil menghela napansya kasar.

Kenapa jadi seperti ini? –Batin Chanyeol.

Sehun membuka sebuah pintu.

“Annyeonghasseyo. Dimana Jijae?” Sehun tergesa-gesa.

Semua orang yang ada didalam ruangan itu memasang wajah bingung.

“Eoh? Dia baru saja pergi, mungkin 5 menit yang lalu. Kenapa kau…” Belum sempat Yoonji menyelesaikan ucapannya, Sehun langsung pergi dengan cepatnya.

“Ada apa dengannya?” Heran Minji.

“Bukankah dari dulu dia mencampakkan maknae? Untuk apa dia seperti ini sekarang? Sudah terlambat, sangat terlambat.” Balas Seojin.

Sehun terus berlari, dia sampai didepan lift, tapi lift itu tidak kunjung terbuka. Dia geram dan langsung melewati tangga darurat. Dia dengan cepat menuruni tangga darurat itu.

Sementara itu, Jijae tengah berdiri didepan gedung SM untuk menunggu van-nya datang. Dan Sehun masih berusaha keras menuruni tangga. Sedangkan van Jijae sudah datang.

Sehun sudah hampir sampai, tinggal satu tangga lagi. Jijae memasukan kopernya ke dalam van dan kemudian naik ke sana. Sehun telah sampai di lobi gedung dan melihat Jijae menutup pintu van-nya.

Van Jijae melesat jauh saat Sehun sampai ditempat van itu terparkir. Namja itu mendecak kesal dan tak berhenti kelelahan karena aksinya ditangga tadi.

Kemudian Sehun berjalan lunglai memasuki lift. Namja itu menundukkan kepalanya dan tanpa ia sadari ada seorang yeoja yang juga memasuki lift. Lift tertutup. Hanya ada Sehun dan yeoja itu didalamnya.

“Sehun-ah!” Sapa yeoja itu.

Sehun menengok ke arah sumber suara, “Eoh? Seulgi-ya.” Balas Sehun singkat.

Seulgi langsung memeluk Sehun tanpa permisi. Yeoja itu melingkarkan tangannya dipinggang Sehun.

“Sehun-ah, bogoshipeo.” Tutur Seulgi.

Sehun menghela napasnya dan menggerakkan tangannya untuk merespon Seulgi. Tapi, tiba-tiba saja dia mengepal tangannya yang gemetar. Dia tidak mengerti apa yang terjadi padanya saat ini.

Kenapa dia tidak bisa membalas pelukan yeojachingu-nya yang asli? Entahlah. Dia juga tidak mengerti apa sebabnya.

Kenapa aku jadi seperti ini? Ada apa denganku? –Batin Sehun.

Real Life Of Idol – It’s Over

“Gwenchana?” Tanya yeoja disamping Jijae.

Jijae mengangguk sambil tersenyum kecil.

Yeoja itu menghela napasnya saat melihat wajah Jijae yang begitu murung.

“Tenanglah! Jangan pikirkan hal yang aneh-aneh! Aku akan membantu menjelaskan pada Eomma-mu.”

“Eonni, aku juga harus bilang kalau skandal ini palsu?” Tanya Jijae.

Asisten Eonni menatap Jijae, “Memangnya kau mau menutupinya dari Eomma-mu?” Tanyanya.

“Entahlah. Hanya kau yang tahu, bahkan member Section dan Manager Oppa tidak tahu hal ini. Aku merasa bersalah pada mereka, karena tidak memberitahu kebenaran ini.” Jijae menghela napasnya kemudian menundukkan kepalanya.

Asisten Eonni memeluk Jijae dan menepuk-nepuk bahu Jijae pelan, “Kuatlah, Jijae-ya! Aku yakin semua akan baik-baik saja. Percayalah padaku!”

Sementara itu, Sehun keluar dari lift seorang diri. Seulgi telah lebih dulu keluar dari lift. Sehun berjalan santai dan terus menghela napasnya sepanjang jalan.

Saat dia melewati ruang latihan Section, Manager Oppa keluar dari balik pintu ruangan tersebut. Mereka saling bertatap dan saling membungkuk setelahnya. Kemudian Manager Oppa melewati Sehun.

“Maaf, kemana… Jijae pergi?” Tanya Sehun.

“Eoh? Dia pergi ke Busan untuk mengunjungi Eomma dan yeodongsaeng-nya.” Balas Manager Oppa.

“Apa aku… Adalah penyebabnya?” Tanya Sehun.

“Ne?” Tanya Manager Oppa sambil membulatkan matanya.

“Ah, aniya. Permisi.” Pamit Sehun.

Manager Oppa menatap punggung Sehun yang mulai menjauh dari pandangannya. Apa sekarang kau mulai menyukai Jijae? –Batin Manager Oppa.

Seperti yang kita ketahui bahwa Manager Oppa mengetahui bahwa Jijae sudah begitu lama memendam perasaannya pada Sehun. Tapi, Sehun tidak pernah menghiraukan Jijae. Dan Manager Oppa tahu bahwa Sehun dan Seulgi berkencan.

Flashback On.

“Sehun-ah, sudah lama kita tidak bisa jalan berdua seperti ini. Aku sangat senang.” Ujar Seulgi sambil melingkarkan kedua tangannya dilengan Sehun manja.

“Nado.” Balas Sehun singkat.

Ya, memang aneh. Mereka berkencan, tapi Sehun tidak menunjukan perasaan lebih pada Seulgi. Sehun adalah tipe namja yang tidak bisa mengungkapkan semua perasaannya pada orang yang ia sukai. Ya, seperti sekarang ini.

Kemudian Seulgi menjatuhkan kepalanya dibahu kiri Sehun sambil tersenyum.

“Terima kasih untuk hari ini. Gomawo, Sehun-ah.”

Flashback Off.

Hari itu tepat satu hari sebelum skandal Sehun dan Seulgi. Saat mereka tertangkap basah berkencan pukul 5 sore KST. Disana Manager Oppa juga melihatnya. Dan tanpa diberitahu pun Manager Oppa sudah tahu bahwa Jijae dan Sehun tidak benar-benar berkencan.

Ini akan semakin sulit. –Batin Manager Oppa.

Real Life Of Idol – It’s Over

Jina berjalan santai di koridor sekolahnya. Banyak pasang mata yang menatapnya dengan sinis. Dia menghiraukan itu semua saat mengingat pesan Eonni-nya.

Jalani hidup dengan tenang. Ne, aku akan melakukan itu. Itu pesan dari Eonni. –Batin Jina.

Jina terus berjalan menyusuri koridor dengan buku-buku ditangannya. Dia berjalan ke arah loker-nya. Dia membuka loker itu perlahan.

Dan…

Bugh!

Sampah berjatuhan dari dalam loker-nya. Dia membelalakan matanya saat melihat sampah-sampah itu berserakan dilantai dan mengenai sepatunya. Jina langsung menghela napasnya dan membersihkan sepatunya sambil menggigit bibir bawahnya.

Ini sepatu dari Eonni. Aku tidak boleh mengotorinya. –Batin Jina.

Semua yang ada disana malah memandanginya sambil tertawa mengejek. Jina yang sudah tidak tahan membendung air matanya, akhirnya air mata itu tumpah di pipinya. Jina berdiri dan berlari sekencang-kencangnya dari koridor itu.

Sementara itu, kini Jijae tengah berdiri didepan kedai Eomma-nya. Dia menggigit bibir bawahnya saat melihat sisa-sisa noda yang masih terlihat di dinding kedai. Asisten Eonni yang melihat keadaan kedai menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya sambil menghela napasnya pelan.

Asisten Eonni menepuk bahu Jijae, “Kajja!” Ujar Asisten Eonni.

Jijae mengangguk pelan dan berjalan menuju pintu kedai.

“Eomma. Ini aku, Jijae. Apa kau ada didalam?” Seru Jijae sambil membunyikan lonceng yang tergantung didepannya.

Eomma-nya menyadari bahwa ada yang datang dari suara lonceng. Wanita itu langsung berjalan dan bergegas membuka pintu kedainya.

Sret.

Pintu itu terbuka perlahan dan memperlihatkan tubuh seseorang yang sangat Jijae rindukan.

“Eomma!” Seru Jijae.

“Putri-ku!” Balas Eomma Jijae, kemudian memeluk tubuh mungil putri-nya itu erat.

“Eomma, bogoshipeo.” Lirih Jijae.

“Eoh. Nado bogoshipeo.” Balas Eomma Jijae sambil menepuk-nepuk bahu Jijae.

“Eomma, mianhae. Jeongmal mianhae-yo.” Lirih Jijae sambil meneteskan air matanya.

Asisten Eonni yang melihat itu langsung menundukan kepalanya, karena tidak tahan dengan yang sedang terjadi. Dia terharu.

“Aniya. Jangan minta maaf! Ini pasti berat bagimu. Kau sudah sangat kuat. Kau memang putri Eomma. Eomma bangga padamu, Jung Jijae.” Tutur Eomma Jijae seraya mengelus surai rambut hitam nan panjang milik putri-nya itu.

Eomma Jijae melepas pelukannya. Dan menatap Jijae dengan senyum manisnya. Wanita itu menyeka air mata di pipi Jijae.

“Gwenchana, semua akan baik-baik saja. Jangan khawatir!” Ucap Eomma Jijae lembut.

Real Life Of Idol – It’s Over

“Enak?”

“Ne. Kamsahamnida.”

“Eonni, ini adalah makanan terenak sepanjang masa ‘kan? Ini adalah menu spesial buatan Eomma-ku. Saat aku trainee, aku tidak bisa makan ini lagi. Aku rasa sudah 5 tahun lebih aku tidak makan ini.” Tutur Jijae sambil menyuapkan satu sendok penuh ke dalam mulutnya.

“Ne, ini enak sekali.” Balas Asisten Eonni.

“Makanlah yang banyak! Jangan sungkan-sungkan, Minah-ssi!” Tutur Eomma Jijae sambil menatap Asisten Eonni.

“Ne. Kamsahamnida, Eomoni.” Balas Asisten Eonni.

“Oh iya, Eomma! Kapan Jina pulang sekolah?”

“Mungkin 30 menit lagi. Wae?”

“Aku akan menjemputnya.” Ujar Jijae.

“Hajima! Bagaimana kalau orang-orang melihatmu?” Geram Asisten Eonni.

“Aniya. Nanti kau saja yang masuk ke sekolahnya. Aku akan menunggu di mobil.” Balas Jijae sambil tertawa kecil.

“Huh, baiklah.”

Real Life Of Idol – It’s Over

Seorang yeoja menengok ke jam yang bertengger manis di pergelangan tangannya. Sudah memasuki pukul 3 sore KST. Tapi, orang yang ia tunggu tidak kunjung datang.

“Apa dia belum keluar?” Gumam yeoja itu.

“Entahlah, kita tunggu saja.” Balas yeoja disampingnya.

“Eonni, apa menurutmu Eomma tahu apa yang terjadi?” Tanya yeoja itu.

“Yak! Itu sudah pasti. Eomma-mu tidaklah bodoh. Aku yakin, setelah dia melihat tulisan-tulisan di dinding kedai, dia langsung mencari informasi tentangmu. Aku yakin itu, Jijae-ya. Maka dari itu, dia berkata seperti itu tadi.” Tutur Asisten Eonni.

“Begitukah? Huh, akan semakin sulit atau tidak menurutmu?”

“Aku rasa akan semakin membaik. Lebih baik Eomma-mu mengetahui itu, setidaknya dia bisa lebih melindungimu.”

“Aniya, aku tidak mau Eomma-ku terlibat. Biarkan aku yang menanggung semuanya.” Ujar Jijae.

Sementara itu, seorang yeoja yang berusia sekitar 16 tahun tengah berjalan dengan wajah tidak baik. Yeoja itu berjalan sambil melihat ke tanah dan terlihat berulang kali menghela napasnya.

Yeoja dengan name tag ‘Jung Jina’ itu terus saja menekuk wajah cantiknya.

Kenapa jadi seperti ini? –Batin Jina.

Tiba-tiba ada yang menabraknya. Dia merasakan seragamnya basah. Ya, yang menabraknya menumpahkan bubble tea di seragamnya.

“Eoh? Mian.” Ucap yeoja yang menabraknya enteng.

Jina menghela napasnya kasar, “Kau sengaja?” Sengit Jina.

Yeoja itu tersenyum mengejek, “Kau pantas mendapatkannya.” Balas yeoja dengan name tag ‘Park Hana’ itu.

“Wae?” Tanya Jina.

“Karena kau adalah yeodongsaeng-nya Jung Jijae.” Balas Hana seraya melipat kedua tangannya didepan dada dengan angkuhnya.

“Memang apa masalahmu dengan Eonni-ku? Aku rasa dia tidak mengenalmu.” Timpal Jina sengit.

“Dia sudah membuat masalah karena berkencan dengan Sehun Oppa. Itu masalahnya denganku.” Tandas Hana.

“Siapa yang peduli dengan hal itu? Memang apa urusanmu jika mereka berkencan? Itu hak mereka. Kenapa kau begitu repot mengurusi urusan pribadi orang lain? Aku yang notabane-nya adalah yeodongsaeng-nya saja, tidak repot sepertimu. Kenapa kau repot-repot melakukan ini? Apa kau tidak punya kerjaan lain? Ah… Apa kau juga yang menaruh sampah-sampah itu di lokerku? Eoh?” Balas Jina tak kalah sengit.

“Eoh, aku yang melakukan itu.” Timpal Hana enteng.

Jina mendecak dan mendorong bagian bahu depan Hana ke belakang. Hana yang geram langsung menjambak rambut Jina. Mereka saling menjambak satu sama lain. Siswa-siswa yang melihat itu malah menyoraki.

“Teruskan! Hajar dia, Hana-ya!” Teriak salah satu dari mereka.

“Lanjutkan, Hana-ya!” Teriak yang lain.

“Jina-ya! Berhenti!” Teriak yeoja dengan rambut poni.

Yeoja berponi itu ingin menghentikannya, tapi di halangi oleh beberapa yeoja.

“Yak! Minggir!” Pinta yeoja berponi itu.

“Jangan ikut campur, Raena! Biarkan mereka menyelesaikannya.” Balas salah satu yeoja yang menghalanginya.

“Yak! Tapi…” Raena mendecak kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya di tanah.

Sementara itu, Jijae dan Asisten Eonni mendengar sorak-sorakan yeoja dari dalam van. Mereka melihat keluar dari dalam van, ada banyak yeoja mengerubungi sesuatu sambil terus bersorak-sorak.

“Wae-geurae?” Heran Jijae.

“Entahlah. Biarkan saja!” Balas Asisten Eonni.

“Yak, Park Hana! Hentikan! Jangan menjambak Jina! Jina, gwenchana?” Teriak Raena.

Jina? –Batin Jijae.

“Jung Jina, gwenchana?” Teriak Raena sambil melompat-lompat dari balik gerombolan yeoja yang menghalanginya.

Jung Jina? Jina? –Batin Jijae.

Jijae langsung keluar dari van. Asisten Eonni kaget dan langsung menyusul Jijae.

“Jijae-ya! Itu berbahaya.” Teriak Asisten Eonni.

Jijae masuk melewati gerombolan yeoja yang mengerubungi Jina dan Hana, “Permisi, permisi.” Seru Jijae.

Jijae sampai disana dan membelalakan matanya, “Jina!” Seru Jijae.

Yeoja-yeoja yang mengerubungi Jina dan Hana membelalakan mata mereka. Raena juga ikut melewati yeoja-yeoja itu dan membelalakan matanya saat melihat Jijae.

“Jijae Section?” Kaget Raena.

Jina dan Hana berhenti bergelut.

“Eonni?” Kaget Jina.

“Wae-geurae? Kenapa kau bertengkar?” Tanya Jijae.

“Eonni… Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Dia…”

“Ini salahmu.” Seru seorang yeoja dengan stelan dress berwarna merah muda selutut.

Jijae membelalakan matanya saat melihat yeoja datang entah dari mana itu.

“Park Hani?” Kaget Jijae.

“Eonni!” Seru Hana.

Eonni? –Batin Jijae dan Jina.

“Apa maksudmu?” Tanya Jijae tidak mengerti.

“Seharusnya kau sadar kenapa yeodongsaeng-mu menderita seperti sekarang. Itu semua kesalahanmu. Kau yang memulainya, tapi yeodongsaeng-mu yang mendapat imbasnya. Kau benar-benar seorang Eonni yang tidak berguna!” Tandas Hani.

Asisten Eonni maju, “Dan seharusnya kau juga sadar, kau tidak pantas mengatakan hal itu pada Jijae, bocah tengik!” Geram Asisten Eonni.

“Eonni, sudahlah!” Ujar Hana.

“Ini karena skandal itu lagi? Yak, kau! Kenapa kau melakukan itu pada yeodongsaeng-ku? Ah… Aniya. Aku akan bertanya padamu saja.” Jijae menatap Hani, “Apa kau menyuruh yeodongsaeng-mu untuk mengganggu yeodongsaeng-ku?” Sambung Jijae.

“Tidak bisa dipungkiri kalau kau di benci semua orang termasuk aku dan yeodongsaeng-ku. Jadi, tidak usah kaget seperti itu.” Balas Hani.

“Kalau ini karena masalah skandal itu, datanglah pada Sehun EXO dan katakan padanya untuk tidak berkencan denganku! Mudah ‘kan? Jadi, kau tidak usah repot-repot mengganggu kehidupan yeodongsaeng-ku.” Tandas Jijae.

“Dan, kau! Kau masih terlalu muda untuk berprilaku seperti ini. Seharusnya kau tidak mencontoh Eonni-mu!” Sambung Jijae sambil menatap Hana.

“Yak! Jaga mulutmu!” Geram Hani.

“Aku akan menjaga mulutku, jika kau juga menjaga mulutmu!” Balas Jijae.

“Kajja!” Ajak Jijae sambil menarik pergelangan tangan yeodongsaeng-nya.

Hani dan Hana mendecak kesal.

Awas saja kau, Jijae! –Batin Hani.

“Gwenchana?” Tanya Jijae.

Jina mengangguk.

Jijae menghela napasnya pelan, “Ini semua kesalahanku. Mianhae.” Ucap Jijae.

“Aniya, jangan menyalahkan dirimu! Mianhae, aku sudah tidak tahan tadi, jadi aku menjambaknya. Aku sudah terlalu kesal.” Balas Jina.

“Arraseo.” Timpal Jijae sambil mengangguk pelan.

Jijae menatap yeodongsaeng-nya yang berantakan. Rambutnya acak-acakan, seragamnya kotor, begitupun dengan sepatunya. Tapi, dia melihat sesuatu di saku rok Jina. Sebuah amplop putih yang menyita perhatiannya.

“Apa itu? Yang ada di sakumu.” Tanya Jijae.

“Eoh? Aniya, bukan apa-apa.” Jina memasukan amplop itu lebih dalam.

“Berikan padaku!” Pinta Jijae sambil menadahkan tangannya.

“Eonni…”

“Palli! Berikan padaku!” Perintah Jijae.

Jina menghela napasnya pelan dan langsung memberikan amplop putih itu pada Jijae.

Jijae membuka amplop itu. Itu seperti sebuah surat penting. Jijae membaca kata demi kata yang tertera di surat itu. Jijae membelalakan matanya.

“Mwoya? Surat pemanggilan wali? Kau membolos pelajaran? Wae?” Geram Jijae.

Jina hanya diam sambil menundukan kepalanya.

Jijae menghela napasnya, “Putar balik! Kita kembali ke sekolah.” Pinta Jijae pada supir.

“Eonni…”

“Aku yang akan datang, Eomma akan kaget jika tahu kau membolos.” Ujar Jijae.

Real Life Of Idol – It’s Over

“Kau pasti sibuk, Jijae-ssi. Maaf telah menyita waktumu.” Ujar seorang wanita.

“Gwenchana-yo, Kim Seonsaengnim. Maaf karena yeodongsaeng-ku menyusahkan Anda.” Balas Jijae.

“Aniyo, aku adalah wali kelasnya, jadi aku merasa tidak direpotkan. Hanya saja baru kali ini Jina membolos. Aku juga tidak mengerti. Saat aku tanya, dia tidak mau menjawab.” Tutur Seonsaengnim dengan name tag Kim Saeyoon.

Jijae langsung menengok ke arah Jina yang tak jauh darinya, dia duduk disamping Asisten Eonni.

“Ne, nanti akan aku tanyakan padanya. Dan aku akan menasehatinya.” Ucap Jijae.

“Baiklah. Aku yakin dia punya alasan, tanyalah baik-baik padanya. Dia adalah anak yang baik dan pintar, tidak biasanya dia seperti ini. Tolong beri dia pengertian!” Balas Kim Seonsaengnim.

“Ne, Kim Seonsaengnim. Aku akan menasehatinya nanti. Maaf karena ulah yeodongsaeng-ku yang membuat Anda khawatir.”

“Gwenchana-yo.”

“Ah… Kalau begitu aku permisi.” Pamit Jijae kemudian membungkukkan tubuhnya.

Real Life Of Idol – It’s Over

“Wae? Kenapa kau membolos?” Tanya Jijae.

Jina tidak menjawab.

“Wae? Jawab aku!” Ujar Jijae.

Jina tetap tidak menjawab.

“Jung Jina! Katakan padaku apa yang terjadi! Apapun yang kau katakan dan apapun alasanmu, aku tidak akan marah. Jadi, katakanlah!” Tutur Jijae lembut.

“Ada seseorang yang menaruh sampah didalam lokerku, aku juga lelah dengan tatapan mereka padaku. Jadi, aku pergi ke atap sekolah untuk menenangkan diri. Aku baru turun ke kelasku untuk mengambil tas saat bel pulang sudah berbunyi sekitar 15 menit, jadi aku pastikan tidak akan ada yang melihatku. Tapi, saat aku kembali untuk mengambil tas, Kim Seonsaengnim ada didalam kelasku dan memberikan surat itu. Begitulah.” Balas Jina.

Jijae langsung memeluk yeodongsaeng satu-satunya itu, “Mianhae. Ini semua karena aku. Mianhae, Jina-ya. Mianhae.” Lirih Jijae.

TBC

RCL juseyo~

 

10 tanggapan untuk “[EXOFFI Facebook] Real Life of Idol (Part 6)”

  1. Tunggu tunggu. Kata manager oppa sehun-seulgi mereka engga kencan? Terus apa dong? Terus juga sehun di chapt sebelumnya kaya nyimpen apa itu ‘jjj’ dan itu emang punya jijae. Apa sehun emang suka sama jijae dari dulu? Tapi terus sehun-seulgi itu ada hubungan apa? Terus sehun kemanaaaaaaa? Kok belum nongol lagi untuk nolongin jijae. Kan kasian sama jijae 😦

    Ditunggu kelanjutannyaaaaaaaa

    1. Sehun-Seulgi itu emg kencan say >> “Dan Manager Oppa tahu bahwa Sehun dan Seulgi berkencan.” Mungkin kamu salah baca atau mungkin akunya yg typo^^ Tapi makasih udah RCL 🙂

  2. Yaa ampun jina dan eommanya kasihan bgt, hrs menanggung akibat karna skandal jijae dan sehun😢😢
    Sehunnya juga gak peka peka ama jijae😣…. jijae-ya semangat mempertahankan cintanya sehun🙌🙌🙌
    Next thor…

  3. Astaga kasihan banget sih jina sama eommanya.. gara2 skandal itu jadi hancur hidupnya.. ceritanya seruu thor feelnya kerasa jadi ikutan sedih deh.. ditunggu banget next chapnya kekeke ^^

  4. Jahat banget Sehun kalau ia mencintai Jijaei seharusnya mempertahankan dan memperjuangkan . Kenapa harus seperti itu . Lihatlah begitu menderita Jijae eommanya juga adiknya Jina.. ia harus bertindak. Kai yang sangat mencintainya saja tak kuat melihat Jijae harus terluka.. gak peka banget ya. Malah masih mempertahankan hubungannya dengan Seulgi yang wow sifatnya gak patut di contoh. Angkuh dan ya berkuasa banget. Resikoa menjadi artia harus kuat menjalaninya

Tinggalkan Balasan ke Baby Tippa Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s