[EXOFFI FREELANCE] Who Are You? (Chapter 2)

Who Are You

Tittle : Who Are You?
Author : BabyJae96
Genre : Romance, Time-Machine, Fantasy
Lenght : Chapter
PG-15
Cast :
Xiumin a.k.a Kim Minseok
Jin (Lovelyz) a.k.a Park MyungEun
Dll

Disclaimer :
FF ini terinspirasi dari film ‘Secret’ sama MV Jin ‘Gone’ tapi alur ceritanya beda jauh sama filmnya dan itu murni hasil khayalanku!

Sudah beberapa hari ini, Minseok tidak melihat gadis itu. Entah di gedung sekolah ataupun gudang. Sebenarnya dia masih penasaran mengenai gadis itu tapi ia mencoba menyangkalnya lagi dan lagi, lagipula siapa gadis itu sampai-sampai bisa terus berada di pikirannya?
“Apa yang kau pikirkan?” Byun Baekhyun, teman sekelas Minseok itu segera menyadarkannya dari lamunan panjangnya “Mengapa kau menatap kosong ke luar jendela?”
“Tidak, Bukan apa-apa” Minseok menutup buku-buku yang yang berada di atas meja dan merapihkan peralatan menulisnya. Sudah hampir lebih dari seminggu ini, Minseok berada di kelas dan perlahan ia mulai berbincang kecil dengan murid lainnya, ia sendiri menyadari bahwa dirinya harus berubah tapi itu sangat sulit karna dia sudah terbiasa sendiri.
“ Ah.. Benar, kau tau gudang belakang sekolah,kan?”
Tadinya Minseok akan pergi dari sana karna Baekhyun, Baekhyun sendiri sangat cerewet dan slalu bercerita panjang lebar tentang segala hal dan Minseok sedikit tak menyukai itu tapi ketika mendengar gudang belakang dari Baekhyun ia mengurungkan niatnya. Ya, gudang belakang itu adalah tempat dimana dia bertemu dengan gadis itu.
“Memangnya ada apa?”
“Aku dengar gudang itu akan dihancurkan”
“Begitukah?” Minseok sedikit menghela nafasnya, ia kira Baekhyun akan berbicara mengenai gadis yang bermain piano itu “Apa.. kau pernah melihat seseorang disana?” Tanyanya.
“Seseorang? Apa maksudmu hantu?”
“Tidak, dia siswi disini dan dia suka bermain piano disana”
Baekhyun langsung diam berpikir, setaunya tak ada yang berani masuk kedalam gudang itu apalagi seorang wanita dan juga disekolahnya ini tak ada seorang siswi yang hebat bermain piano walaupun ada dia pasti tak akan bermain di gudang belakang. Minseok kembali menghela nafasnya, ia tau itu, tak akan ada murid yang berani kesana.

Hari sudah semakin petang dan sebentar lagi matahari akan benar-benar tenggelam ditambah Hujan turun hari ini dan untungnya Minseok membawa payung.. Jika bukan karna Ayahnya yang memasukan payung itu kedalam tas, ia enggan membawanya. Jarak pemberhentian bus dan rumahnya pun cukup jauh jadi dia harus berjalan melewati beberapa komplek perumahan dan pertokoan tua yang sudah ada sejak ia kecil dulu, itu menurut Ayah nya yang kini masih bertugas dan belum pulang selama 3 hari ini, mungkin Ayahnya itu masih menangkap penjahat lagi.
Langkah kakinya terhenti ketika melihat seseorang yang tak asing baginya tengah berjongkok di depan sebuah toko yang sudah tutup, dia tengah memeluk lututnya yang terkena cipratan air. Dia adalah gadis yang ia cari selama ini, Sang gadis piano.
Jika bukan karna penasaran dan mengenalnya, Minseok mungkin sudah melewati gadis itu begitu saja. Dia bersembunyi disalah balik pohon disana, menutup payung merahnya itu dan menyimpannya begitu saja dibawah sana. Minseok berlari menuju toko tersebut dengan tas yang angkat sebagai penutup kepala agar tak terlalu kebasahan terkena air hujan.
“Oh.. Kau?” Park Myung Eun menaikan kepalanya dan tersenyum melihat Minseok, ia tak menyangka akan bertemu Minseok disini disaat ia memang sedang mencarinya. Myung Eun bangkit berdiri “Aku tak menyangka akan bertemu mu lagi” Ucapnya.
“Aku juga” Jawabnya singkat tapi itu membuat Myung Eun kembali tersenyum, entah apapun yang Minseok katakan pasti Myung Eun akan tersenyum.
“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Minseok sembari mengacak-ngacak rambutnya yang terkena air hujan. Myung Eun segera menjawab jika ia sedang mencari rumah seseorang tapi ia tak menemukannya karna jalan disini sudah banyak berubah .
“Siapa yang kau cari? Aku tinggal disekitar sini jadi…”
“Jadi kau benar-benar tinggal disini?”
Minseok mengangguk yakin “Ya, Rumahku tak jauh dari sini” Myung Eun tersenyum lebar sembari menatap dirinya, membuat Minseok sedikit tak nyaman “Ada apa?”
“Tidak, Aku hanya merasa senang” Myung Eun mengembalikan pandangannya lurus menatap jalanan perumahan didepannya dan masih tersenyum. Minseok pun ikut tersenyum.
Keduanya berteduh didepan toko tua itu dan perlahan mereka mulai berbincang-bincang kecil, Myung Eun mulai bercerita jika yang ia ingat dijalanan ini hanya toko ini, toko yang menjual berbagai macam album classic bahkan Minseok sendiri tak ingat ada toko seperti itu di sekitar rumahnya, jika ia tau mungkin ia akan sering mengunjungi toko itu untuk membeli atau menyewa album disini.
“Apa kau ada waktu besok?”
“Besok? Mengapa?”
“Karna besok hari libur jadi apa kau mau menemaniku ke toko ini?” Minseok hanya diam, mendengar ajakan Myung Eun, lebih tepatnya ia terkejut dengan ajakan Myungeun yang begitu tiba-tiba.“Ah.. Kau pasti sibuk kan? Mian” Myung Eun menundukan kepalanya melihat sepasang sepatunya yang basah terkena cipratan air hujan, ia juga sedikit kecewa karna Minseok tak menjawabnya.
“Tidak, aku akan menemanimu”
“Benarkah? Kalau begitu, aku akan menemui-mu disini jam 9 pagi” Balas Myungeun terdengar semangat.

Keesokan harinya..
Minseok masuk kedalam toko itu, dimana disana sudah ada Myung Eun yang tengah duduk di salah satu bangku didepan rak album-album itu dan tengah melihat salah satu album yang ukurannya sedikit besar daripada album yang dirilis jaman sekarang.
Myung Eun sendiri mengenakan baju terusan berwarna putih selutut dan tas yang ia selendangkan dibahunya dengan rambut yang ia uraikan, sederhana tapi ia terlihat cantik .bagi Minseok ketika melihat gadis itu. Ini juga pertama kalinya Minseok memuji seorang wanita seperti ini, aneh memang karna dia bersikap tak seperti biasanya tapi itulah yang ada di dalam hati dan pikirannya.
“Apa kau sudah menunggu lama?” Tanya Minseok membuat gadis itu menoleh padanya. Myung Eun mengerutkan dagunya dan memasang wajah kesal “Ya, aku sudah menunggumu sangat lama”
“Maaf, tadi Ayahku baru saja pulang jadi aku..”
“Aku hanya bercanda” Myung Eun kembali mengeluarkan senyumannya yang kali ini membuat Minseok terdiam beku disana, jantungnya terasa terhenti kali ini.
Astaga apa yang terjadi padaku?
Mengapa aku seperti ini?

“Harabeoji pemilik toko ini sangat baik, beliau membiarkan aku memutar lagu yang aku inginkan disini” Myung Eun mengeluarkan kaset berukuran besar itu dari covernya dan menaruhnya di alat pemutar musik jaman dahulu itu. Minseok segera menyadarkan dirinya dan mencoba bersikap seperti biasa.
“Bukankah ini Chopin?” Tanya Minseok.
“Ya, Benar ini adalah Chopin”
“Kau menyukainya?” Minseok duduk disalah satu kursi di samping Myung Eun yang menghadap ke depan pemutar musik itu. Myung Eun mengangguk, ia menyukai ini dan ia juga menyukai para pianist dunia lainnya “Kau tau mengapa Chopin membuat ini?”
Minseok menggeleng, slama ia tak pernah pernah mengetahui sejarah di balik nada buatan Chopin ia hanya pernah mendengar saja “Memangnya apa?”
Myung Eun malah tersenyum “Itu rahasia” Ucapnya “Kau akan mengetahuinya nanti, lagipula tak penting aku menceritakannya sekarang” Minseok tertawa kecil mendengarnya, lalu mulai menikmati nada tersebut.. nada yang tak bisa ia predeksi apakah nada ini adalah nada kebahagiaan atau kesedihan.

Setelah menghabiskan waktu di sana, keduanya berjalan keluar dari dalam toko berdampingan. Myung Eun terus mengalihkan pandangannya ke sekitar sedangkan Minseok yang masih merasa aneh dalam dirinya masih mencoba mengendalikan dirinya.
“Oh, Siapa yang menyimpan payung disini?” Myung Eun terhenti ketika melihat sebuah payung berwarna merah itu tergeletak di bawah pohon dekatnya. Minseok sadar, itu adalah payungnya kemarin yang sengaja ia tinggalkan dan lupa mengambilnya.
“Apa itu sampah?” Myung Eun akan mengambilnya tapi Minseok yang panik segera menahannya dengan memegang lengan Myung Eun “Mungkin pemiliknya akan mencarinya nanti jadi biarkan saja”
“Begitukah?” Minseok mengangguk, tentu saja itu karna dia adalah pemilik payung tersebut. Myung Eun menyadari sesuatu… Ya, tangan Minseok tengah memegang pergelangan tangan kananya ini. Menyadari itu, Minseok segera melepaskan genggamannya dan menggaruk-garuk lehernya yang tak gatal.

Myung Eun duduk di sebuah ayunan yang berada di taman, taman itu sepi karna letaknya yang cukup jauh dari perumahan terlebih daerah sini memang sepi karna dihuni oleh orang-orang kalangan atas yang pasti tak akan keluar untuk bermain di taman seperti ini.
“Kau suka ice cream strawberry,kan?” Minseok mengulurkan ice cream pada Myung Eun disana dan dia ikut duduk di salah satu ayunan yang berada di samping Myung Eun sambil memakan ice cream rasa coklatnya itu. Myung Eun tersenyum saat melihat Minseok, lagi..lagi.. ia tak bisa berhenti tersenyum ketika melihat Minseok, ia bahagia karna anak itu sudah tumbuh menjadi remaja yang baik.
“Kapan kau mulai bermain piano?” Tanya Minseok memecah keheningan diantara keduanya. “Sejak sekolah menengah, awalnya aku tidak tertarik tapi karna aku kesepian saat itu jadi aku mulai belajar piano sendiri disekolah”
“Lalu kau..”
“Aku tidak tau, aku hanya ingat saat kecil aku sering memainkannya bersama Ibuku jadi mungkin itulah awal aku bermain piano”
“Begitukah? Ibumu bisa bermain piano?” Myungeun melirik Minseok seakan menyelidiki lebih dalam mengenai Minseok. “Tentu saja, dia seorang pianist yang hebat bagiku, dia bahkan membuat nada yang sama seperti yang kau mainkan” Jawabnya bangga.
“Ah.. jadi itu seperti itu” Myung Eun diam, ia sedikit menundukan kepalanya jadi karna itulah Minseok bertanya mengenai nada yang ia mainkan saat itu apakah buatannya atau tidak. Dalam dirinya, ia memikirkan beberapa pertanyaan dibenaknya, ia bingung dan merasa aneh apa Minseok benar-benar tak mengigat dirinya?
“Ah, benar. Aku bahkan belum mengetahui namamu. Jadi siapa namamu?” Tanya Minseok membuat Myung Eun menoleh padanya. Itu benar, Minseok belum mengetahui nama gadis itu ia slalu lupa saat bertanya itu karna mereka slalu membicarakan hal lain dan menurutnya nama juga tak terlalu pennting.
“Aku.. Aku Park Myung Eun” Ucap Myung Eun meyebutkan namanya. Ia berharap Minseok akan mengingatnya.
“Myung Eun?” Ulang Minseok terlihat heran. Myungeun semakin berharap bahwa Minseok mengingatnya, dia pasti akan mengingatnya.
“Mengapa? ”
“Tidak, itu nama yang bagus Ibuku juga memiliki nama yang sama bahkan nama marga kalian sama” Myung Eun terdiam, ia memikirkan sesuatu.
“Kau juga belum mengetahui namaku kan, Aku…”
“Minseok, Kim Minseok” Potong Myung Eun memandang kearah Minseok. Arti pandangannya sangat sulit diartikan bahkan Minseok sendiri bingung mengapa dia memandangnya seperti itu. Perlahan Myung Eun menaikan lengannya dan tangannya menyentuh wajah Minseok.
Degg…
Degggg
Deggggg…
Minseok kembali terdiam beku terlebih saat lengan gadis itu menyentuh pipinya, ia bahkan tak bisa merasakan sekitarnya dan rasanya..
“Kau memiliki luka?” Myung Eun menyentuh luka bekas jaitan yang berada di sekitar dahi bagian kanannya sampai pipinya. Dengan terbata-bata, Minseok menjelaskan jika luka itu ia dapat karna ia pernah mengalami kecelakaan yang juga membuatnya kehilangan sebagian ingatannya. Myungeun menurunkan tangannya, ia hanya mengganguk kecil saja dan Minseok sama sekali tak mengingatnya.

Malam harinya. Minseok disibukan dengan kedatangan barang-barang mereka yang baru tiba dari Busan karna Sang Ayah masih tak ada dirumah jadi Minseok sibuk menempatkan dus-dus itu tapi Minseok melakukan itu dengan senang hati, kejadian tadi siang benar-benar membuat moodnya hari ini menjadi cerah. Myung Eun adalah orang pertama yang membuatnya seperti ini..Ini juga pertama kalinya ia merasa bahagia seperti ini dan merasa bahwa itu bukan dirinya yang biasanya dingin.
Minseok meletakan foto-foto yang sudah berada di dalam figura itu ke sebuah rak yang berada di ruang tengah, itu adalah foto-foto Ayahnya saat mendapat penghargaan dari kepolisian dan juga foto dirinya saat kelulusan SMP.
Prak…
Tanpa sengaja, Minseok membuat jatuh salah satu foto. Foto itu adalah foto dirinya ketika berumur 10 tahun dengan sang Ayah disampingnya saat mereka berfoto ditaman. Foto itu pun terlepas dari figura dan kacanya pecah. Minseok berdecak kesal, ia belum selesai merapihkan barang-barang dan sekarang tugasnya bertambah dengan pecahnya figura ini.. Dia berjongkok mengambil foto itu tapi.. dibalik foto itu ada lembaran foto lain.
Kedua mata Minseok terbuka lebar melihat foto yang sudah termakan usia itu, itu adalah foto dirinya ketika kecil, sang Ayah dan juga… seorang wanita. Minseok sendiri tak tahu bagaimana wajah Ibunya karna menurut Ayahnya saat usianya masih kecil, rumah mereka dulu pernah terbakar dan semua barang mereka habis terbakar termasuk foto Sang Ibu jadi Minseok tak tahu jelas bagaimana wajah sang Ibu bahkan ingatannya pun tak bisa mengingat sama sekali kenangan dari Ibu kandungnya sedikit pun. Wajah ketiganya difoto itu tidak terlalu jelas karna foto itu lembab, tapi Minseok sepertinya mengenal wanita di foto itu.. wanita itu mirip dengan Myungeun, gadis yang baru saja tadi siang ia temui.
Minseok mendudukan dirinya diatas lantai bahkan ia tak sadar jika jarinya terluka karna terkena pecahan kaca tadi saat mengambil foto itu, Minseok tak bisa merasakan apa-apa tiba-tiba saja pikirannya kacau saat ini dan rasanya hening. Bagaimana bisa gadis itu bisa berada di dalam foto itu terlebih ia dan Sang Ayah berada disana..Dalam foto itu ketiganya tersenyum lebar, ia dan wanita itu duduk berdampingan dimana wanita itu merangkulnya dan Sang Ayah yang berada di belakang mereka sedikit membungkukan dan wanita itu.. Ayolah, ada apa ini? Bagimana bisa wanita di foto itu mirip dengan Myung Eun, keduanya terlihat mirip bahkan senyuman mereka pun sama.Apa ini hanya kebetulan semata?
Minseok teringat dengan nama Myung Eun yang mirip dengan nama Ibunya dan nada yang dimainkan Myung Eun juga sama dengan nada buatan Ibunya.. Jadi.. Apa maksud semua ini? Apa ini masuk akal? Siapa wanita di foto itu? Apa wanita itu adalah Ibunya?

Tbc….

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Who Are You? (Chapter 2)”

  1. “Myung Eun tersenyum saat melihat Minseok, lagi..lagi.. ia tak bisa berhenti tersenyum ketika melihat Minseok, ia bahagia karna anak itu sudah tumbuh menjadi remaja yang baik”
    Aduhhh sbenernya myung eun itu siapa???

    Izin bca kakk 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s