[EXOFFI FREELANCE] CHOOSE ONE (Chapter 1)

Untitled-1 (2)

[EXOFFI FREELANCE] CHOSE ONE

Title : Chose One

Author : RF.Aeri

Length : Chapter

Genre : Romance, , AU

Rating : PG-15

Cast : – Bae Irene RV

– Ooh Sehun EXO

– Kang Seulgi RV

Main Cast : – Wendy Rv

                -Byun Baekhyun

Disclaimer : Fanfiction pertama yang dibuat Author real 100% buatan author, tapi beberapa bagian diambil dari kisah nyata autor*abaikan*. dan beberapa bagian terinspirasi dari drama korea dan cerita-cerita romance lain. Dan ingat! Typo bertebaran dimana-mana, maklum pemula. Okey cukup basa basinya, selamat membaca~ ^_^

CHAPTER 1

“Selamat pagi” Seorang yeoja cantik menyapa sahabatnya yang sedang menggerutu tidak jelas sambil manatap ponsel miliknya. Sahabatnya itu terus menggeser-geserkan layar ponselnya, ia tidak membalas sapaan yeoja cantik itu.

Ya! Kau sedang apa hah? Kau tidak membalas sapaanku?” Irene meneriaki tepat di telinga sahabatnya, sontak sahabatnya itu kaget dan segera mengalihkan pandangannya ke arah Irene dengan tatapan kesal, tangan kanannya mengusap-usap telinga yang tadi di teriaki Irene. Sahabatnya itu bernama Wendy.

“Irene-ah, tidak usah sambil berteriak tepat di teligaku juga, bisakan?” Wendy terlihat sangat kesal, di pagi yang cerah ini, Irene sudah membuat sahabatnya kesal, Irene menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan kepada Wendy.

“Wendy-ya miahae” Irene meminta maaf dengan wajah dan nada yang memelas. Irene mempoutkan bibir tipisnya. “Ya! Jangan memelas seperti itu, itu membuatku ingin muntah” Wendy berbicara nada sedikit bercanda dan mendorong pelan pipi Irene ke pinggir.

“Wendy-ya” Irene memanggil Wendy dengan nada yang memelas lagi. Irene berkali-kali memanggil Wendy dengan nada yang memelas, alhasil Wendy memaafkan Irene.

♡♡♡

Suasana kelas sangat ramai, waktu menunjukkan pukul 09.00, seharusnya dosen sudah datang ke kelas tetapi hingga waktu menunjukkan pukul 09.05, beliau tak kunjung datang. Beberapa mahasiswa bersorak riang, karena mereka akan bebas dari ulangan harian hari ini. Mereka bersiap untuk pulang, tetapi, tiba-tiba pintu kelas terbuka. Terlihat, seorang laki-laki berumur 40 tahun itu masuk kedalam kelas sambil membawa setumpuk kertas-kertas, lalu laki-laki itu berdiri di depan layar untuk presentase

Dukk…Dukk…Dukk…

Laki-laki itu memukul meja yang berada di depannya, mengisyaratkan para mahasiswa untuk memperhatikannya.

“Okey, semuanya. Maaf hari ini saya terlambat karena ada beberapa urusan penting. Jadi waktu untuk kalian belajar semakin lama kan tadi? Jadi saya yakin pasti kalian sudah siap untuk ulangan hari ini” Prof.Kim tersenyum kearah para mahasiswa, sedangkan para mahasiswa mendengus kesal. Pasrah.

Prof.Kim membagikan lembar jawaban dan lembar soal kepada setiap mahasiswa. Setiap satu soal, jawabannya pasti akan satu halaman atau lebih, itu yang membuat para mahasiswa malas untuk mengerjakan ulangan harian.

♡♡♡

Bae Irene, mahasiswa Universitas Seoul yang sedang menjalankan kuliah di semester 3. Ia gadis yang tidak terlalu pintar, dan juga tidak terlalu bodoh, ia baik, cantik, tetapi sikapnya sedikit kasar, apalagi terhadap laki-laki.

Irene sangat sensitif kepada laki-laki, ia pernah berpikir bahwa laki-laki tidak ada gunanya. Irene sangat sensitif kepada laki-laki karena ia pernah melihat ayahnya memukuli ibunya hingga banyak luka di badan dan wajah ibunya, saat itu, Irene baru berumur 7 tahun.

Setiap ada laki-laki yang mendekati Irene, ia langsung menghindar. Jika laki-laki itu terus mendekati Irene, dengan terpaksa ia harus melukai laki-laki itu. Irene benar benar merasa takut jika sudah berada di sebelah atau dekat dengan laki-laki. Bayang-bayang ayahnya yang melukai ibunya terus terngiang-ngiang dalam pikiran Irene.

♡♡♡

Satu jam berlalu, para mahasiswa masih menggerak-gerakkan pulpen mereka, menggores-goreskan tinta pulpen ke lembar jawaban, mereka menjawab soal dengan sungguh-sungguh.

“Oke, waktu sudah habis, silahkan kumpulkan lembar jawaban kalian!” Prof.Kim berkata dengan tegas, lalu para mahasiswa mengumpulkannya satu persatu. Setelah terkumpul semua, Prof.Kim menutup pelajaran dan keluar dari kelas, para mahasiswa membungkuk sopan ketika Pro.Kim keluar. Seling beberapa detik setelah Prof.Kim keluar, suasana kelas mulai terdengar ribut, semuanya bersiap untuk keluar dari ‘neraka’ yang terus menyiksa mereka dengan soal soal yang membuat kepala pusing. Irene dan Wendy keluar dari kelas, mereka menuju luar gedung Universitas. Wendy mengajak Irene untuk pergi ke coffee shop yang berada tak jauh dari Universitas.

Irene dan Wendy duduk di kursi yang kosong tepat di sebelah jendela yang menghadap jalanan yang dipenuhi mobil berlalu lalang, dan juga trotoar yang di lewati para pejalan kaki.

“Wendy­-ya, kau mau pesan apa? Biarku pesankan” Irene bertanya kepada Wendy yang sedang memperhatikan para pejalan kaki. “Samakan saja dengan yang ingin kau pesan” Wendy membalasnya dengan nada yang malas.

Irene berdiri dari duduknya dan segera pergi menuju tempat pemesanan, Irene memesan dua Americano, satu untuknya dan satu lagi untuk Wendy. Setelah memesan, Irene membalikkan badan untuk kembali ke tempat tetapi, serang laki-laki dengan perawakan yang cukup besar dan tinggi di banding Irene sedang berdiri di hadapannya sekarang. Irene tidak tau harus bebuat apa karena ia sangat takut, ia diam seribu bahasa, wajah Irene berubah menjadi pucat, dan tiba-tiba Irene terjatuh kelantai.

Wendy yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Irene yang sedang terunduk lemas dilantai. Lalu Wendy membantu Irene berdiri, laki-laki yang ada di depan Irene pun ikut membantu Irene berdiri. Laki-laki itu bingung, kenapa Irene tiba-tiba terjatuh.

Pesanan yang dipesan Irene sudah jadi, Wendy membawanya dan tak lupa membayarnya. Wendy menuju tempat duduknya, Irene duduk dengan kepala yang tertunduk, di depannya ada seorang laki-laki yang tadi membantu Irene berdiri.

“Ekhm, omong-omong, siapa namamu? Kuliah dimana? Semester berapa? Jurusan apa?” Wendy melontarkan pertanyaan yang bertubi-tubi kepada laki-laki itu. Wendy seperti sedang mengintrogasi seorang maling dan Wendy sebagai Polisinya.

“Perkenalkan, namaku Ooh Sehun, aku berkuliah di Universitas Seoul dekat sini, sekarang aku semester 4, aku berada di jurusan management” laki-laki yang sudah diketahui namanya itu membungkukkan badanya. Lalu kembali ke posisi semula.

“Universitas Seoul? Kau berkuliah di Universitas yang sama denganku dan sahabatku ini, tapi aku tidak pernah melihatmu walau kita berada di jurusan yang sama, apa kau bisa menghilang?” Wendy melontarkan pertanyaan yang benar-benar aneh, Irene yang sedari tadi menunduk menatap Wendy aneh.

“Haha, pertanyaanmu aneh sekali” Orang yang bernama Ooh Sehun itu tertawa kecil. “Aku memang berada di jurusan management, tetapi ketika semester baru dimulai, aku mengiuti pertekuran pelajar ke Amerika, seisi kampus tidak percaya bahwa akau akan mengikuti pertukaran pelajar. Apa kalian mahasiswa baru?” lanjut Sehun.

Ne?! “ Wendy berteriak tidak percaya, Sehun yang mendengar jawaban Wendy kaget, “Ahhh, mian, berarti kau sunbaenim kami? Ahh jusungeyo” Wendy membungkukkan badannya meminta maaf.

“Tidak apa-apa, santai saja” Sehun tersenyum manis sekali, Irene yang sudah memperhatikan percakapan Sehun dan Wendy satu menit yang lalu tiba-tiba hatinya merasa hangat, ntah kenapa, tiba-tiba suasananya menjadi sangat panas, wajah Irene berubah menjadi merah merona.

Ya! Kau kenapa?” Wendy mengibas-ngibaskan tangannya tepat di depan wajah Irene. Irene langsung tersadar, “N…Ne?!” Irene menjawab dengan wajah yang masih memerah.

Gwenchana? Apa kamu sakit? Kenapa wajahmu merah begitu? Mau ku antarkan ke rumah sakit?” Wendy yang melihat wajah Irene yang merah membuat Wendy khawatir.

“Tidak, aku tidak apa-apa. Hanya saja, disini sangat panas, apa pegawainya tidak menyalakan AC-nya?” Irene mengibas-ngibaskan tangannya ke wajahnya. “Apa kamu gila? Ini sama sekali tidak panas dan-“ Wendy tidak melanjutkan bicaranya dan tiba-tiba Wendy tersenyum menggoda kearah Irene.

“Kenapa kau tersenyum seperti itu?” Irene yang terlihat malu mendorong pelan pipi Wendy ke pinggir lalu Irene menutupi wajahnya yang merah.

“Apa kau tidak apa-apa?” Sekarang Sehun yang berbicara, Sehun melihat Irene dengan wajah yang khawatir. Irene menggelengkan kepalanya pertanda bahwa ia tidak apa-apa.

“Wendy-ya, aku pulang duluan ya! Ada urusan mendadak” Irene berdiri dari duduknya dan segera berjalan menuju luar coffee shop. Wendy hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Oh, jadi namamu Wendy? Dan perempuan tadi Irene?” Sehun memperhatikan Irene yang sedang berjalan di luar coffee shop.

“Iya, maafkan sikap Irene tadi ya” Wendy memelankan nada bicaranya.

“Yang tadi? Yang mana?” Sehun bingung.

“Sewaktu Irene berbalik ke arahmu dan langsung terjatuh” Wendy masih memelankan nada bicaranya.

“Ohh itu, itu hanya kecelakaan, mungkin dia sedang sakit atau banyak pikiran”

“Tidak Sunbae, dia tidak sedang sakit” Wendy bingung, Wend akan menceritakan tentang Irene kepada Sehun, tetapi Wendy masih belum yakin, tetapi disisi lain, Wendy mengaggap Sehun adalah laki-laki yang baik.

“Lalu?” Sehun menatap Wendy penasaran. “Irene mempunyai trauma. Ketika ia berhadapan dengan laki-laki, ia takut dan mulai menghindar. Tetapi tadi Irene tidak bisa menghindar karena badanmu mengalangi Irene untuk menghidar, jadi dia jatuh ke lantai, aku dapat melihat dengan jelas wajahya yang pucat” Wendy meminum Americano miliknya.

Geurae…” Sehun mengangguk. “Wendy-ya, tolong berikan nomor ponselku kepada Irene” Sehun menyodorkan ponselnya yang dilayarnya sudah ada nomor ponsel Sehun. Wendy hanya bisa mengangguk dan menuruti apa kata Sehun setelah selesai, Sehun berpamitan dan segera keluar dari coffe shop itu.

PREVIEW CHAPTER 2

“Sehun Sunbae! Tolong aku! Jebal”

*

“Aku sudah merasa lebih baik”

*

“Berkat Sunbae, aku dapat menghilangkan rasa traumaku ini, Kamsahamnida”

-TBC

 

Akhirnya~ beres juga Chapt. 1. Gimana seru ga? Ga seru?:’ mian masih pemula. Ini fanfict pertama yang author buat. Kalo ada kesalahan, tolong dimaafkan ya~ dan jangan lupa commentnya~ Gomawo!^^

 

 

 

11 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] CHOOSE ONE (Chapter 1)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s