[ONESHOT] REBOOT — IRISH`s Story

irish-reboot-fiks

Reboot

With EXO`s Kim Minseok, Kim Jongdae (Chen), and Kim Junmyeon

Supported by OC’s Reen & Shi

A dystopia, life, romance, science fiction story rated by T in oneshot length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2016 IRISH Art&Story All Rights Reserved

Change in the past, or survive in the future.

 

— this story dedicated for anneandreas

 

Related to: Where Love Stops?Best LuckConnection Failed

WARNING: membaca fiksi ini memerlukan do’a, kesadaran penuh, konsentrasi, fokus, dan tenaga untuk berpikir. Cerita ini seberat hatiku buat Byun Baekhyun. Jika terjadi tanda overdosis: kepala pening, ketidak pahaman, mual, harap segera hentikan membaca dan close tab sebelum Anda epilepsi—Irish.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

PROLOGUE

“Kita seharusnya tidak datang terburu-buru hyung, bagaimana kalau—”

“Tidak, Chen. Kita harus menemukannya, hanya dengan bicara padanya kita bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa depan.”

Minseok dan Chen sekarang melangkah beriringan, bergaya seolah mereka salah seorang peneliti di laboratorium nasional sementara keduanya masih juga berseteru.

“Tidak ada gunanya, hyung. Traveller itu juga akan dipindahkan ke sel isolasi negara.” tutur Chen membuat Minseok terhenti.

Ditatapnya Chen dalam diam, seolah keraguan Chen sekarang membuatnya begitu kesal dan tak percaya. Memangnya apa yang salah dengan Minseok yang berusaha bicara pada traveller dari masa depan?

“Kau tidak percaya pada rencanaku ini bukan?” tanya Minseok.

Hyung,” Chen menatap sekeliling sejenak, sebelum kembali menatap Minseok, “kita bisa pikirkan rencana yang lebih baik, dan tidak tergesa-gesa seperti ini. Aku akan pulang sekarang, jika kau berkeras dengan rencanamu, lanjutkan saja, aku tak ingin ikut campur.” tutur Chen, melangkah meninggalkan Minseok sendirian sementara Minseok masih berdiri termangu.

Ucapan Chen sebenarnya terdengar masuk akal. Daripada tergesa-gesa dengan rencana dadakan seperti ini, bukankah lebih baik merencanakan semuanya dengan lebih tertata?

Minseok akhirnya menghembuskan nafas panjang, melangkah mengejar Chen, sejenak terhenti pada tali sepatu ketsnya yang terlepas. Sempat muncul keinginan di benak Minseok untuk membenahi tali sepatunya, tapi segera ditepisnya keinginan itu karena melihat Chen sudah meninggalkannya cukup jauh.

Hey, Chen, tunggu aku!”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Earth, 2021.

In Author’s Eyes…

Minseok menatap tubuh seorang robot tiruan yang ada di dalam tabung penelitian milik sahabatnya, Chen. Sesekali pemuda itu menarik dan menghembuskan nafas panjang, tampak berpikir keras, sebelum akhirnya Minseok menyandarkan tubuhnya di kursi.

Hyung!” sebuah panggilan keras menyadarkan pemuda itu, membuatnya segera menatap ke arah pintu.

“Ada apa Chen?” tanya Minseok tak mengerti.

“Gawat hyung, polisi sepertinya ingin membongkar semua laboratorium yang ada di kota.” tutur Chen, ia jadi orang paling sibuk sekarang.

Semua kertas-kertas penelitian digulungnya, dimasukkan ke dalam tabung-tabung kecil untuk kemudian dijadikannya satu bersama tabung-tabung lain di dalam koper.

“A-Apa? Memangnya apa yang terjadi?” Minseok ikut panik.

Kini, ia mengikuti kesibukan Chen, memilih membereskan ruangan yang selama ini sudah jadi rumah kedua bagi Chen.

Traveller. Mereka menemukan seorang time traveller.”

Traveller?” langkah Minseok terhenti, tatapannya tiba-tiba saja berubah kosong.

Time traveller. Bisa Minseok pastikan seseorang itu sudah berkeliaran ke masa depan. Benar! Masa depan!

“Siapa? Siapa orang itu? Apa dia dari tahun kita?” tanya Minseok.

Aktivitas Chen ikut terhenti, ia menatap Minseok dengan mata menyipit.

“Kenapa? Kau pasti sangat bersemangat kalau aku bilang dia dari masa depan bukan?”

“Dia benar-benar dari masa depan?” Minseok mengulang dengan nada terkejut.

Chen mengangguk, menyunggingkan sebuah senyum yang dipaksakan—karena nyatanya ia memang sudah kalah telak dengan semua teori yang Minseok kemukakan—untuk kemudian berucap.

“Tapi kau tahu kita tak bisa berbuat apapun kan, hyung?”

Minseok menghembuskan nafas panjang.

“Dimana traveller itu? Apa kau tahu?” tanyanya membuat Chen terbelalak.

Hyung! Kau tidak berencana untuk—”

Tak menunggu Chen menyelesaikan kalimatnya, Minseok meraih jaket tebal gelapnya, dengan cepat memasangnya sementara tatapannya kini bersarang pada tubuh robot wanita yang sedari seolah menjadi saksi bisu perdebatan mereka.

“Laboratorium nasional, dia di sana?” tanya Minseok akhirnya dijawab Chen dengan helaan nafas.

“Ya, dia di sana.”

Minseok mengangguk-angguk pelan, sebelum ia melangkah ke arah pintu, melempar pandang sekilas ke arah Chen yang masih berdiri terperangah.

“Kau tidak ikut?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Bukan Minseok namanya jika ia kalah debat. Dan bukan Chen namanya jika ia tidak terus-terusan mengkhawatirkan semua keputusan Minseok yang terkesan tergesa-gesa.

Meskipun selalu berdebat, keduanya pada akhirnya selalu melakukan hal yang sama. Herannya, kedua sahabat ini tak jua merasa jenuh karena perdebatan yang selalu terjadi.

“Jadi apa rencanamu, hyung?” tanya Chen.

“Menemukan traveller itu. Dan bicara padanya.” ujar Minseok dengan nada yakin.

Sejenak Chen menyetujui argumen Minseok. “Bagaimana jika dia tidak seperti yang kita duga? Kau tahu hyung, aku bahkan tidak tahu dia berasal dari mana.” tutur Chen menjelaskan.

“Apa?” langkah Minseok kini terhenti, ditatapnya Chen dengan tatapan tak percaya sekaligus kesal, sementara Chen membalas dengan sebuah senyum kecil. “Aku tidak pernah bilang apapun. Lagipula, saat aku menjelaskan tadi, kau sudah terburu-buru kemari.” jelasnya membela diri.

Minseok terpejam sejenak. Memang, Chen belum sempat menyelesaikan ceritanya karena Minseok terlajut memutuskan untuk menemui traveller tersebut. Dan sekarang? Sudah begitu terlambat bagi Minseok dan Chen untuk kembali pulang, mereka bahkan sudah sampai di tempat tujuan.

“Baiklah, masa bodoh dengan rencana.”

Chen terdiam sejenak, berusaha memahami apa yang sekarang mengusik pemikiran Minseok.

“Kita seharusnya tidak datang terburu-buru hyung, bagaimana kalau—”

“Tidak, Chen. Kita harus menemukannya, hanya dengan bicara padanya kita bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa depan.”

Dua orang yang sibuk berdebat itu sekarang melangkah beriringan, bergaya seolah mereka salah seorang peneliti di laboratorium nasional sementara keduanya masih juga berseteru.

“Tidak ada gunanya, hyung. Traveller itu juga akan dipindahkan ke sel isolasi negara.” tutur Chen membuat Minseok terhenti.

Ditatapnya Chen dalam diam, seolah keraguan Chen sekarang membuatnya begitu kesal dan tak percaya. Memangnya apa yang salah dengan Minseok yang berusaha bicara pada traveller dari masa depan?

“Kau tidak percaya pada rencanaku ini bukan?” tanya Minseok.

Hyung,” Chen menatap sekeliling sejenak, sebelum kembali menatap Minseok, “kita bisa pikirkan rencana yang lebih baik, dan tidak tergesa-gesa seperti ini. Aku akan pulang sekarang, jika kau berkeras dengan rencanamu, lanjutkan saja, aku tak ingin ikut campur.” tutur Chen, melangkah meninggalkan Minseok sendirian sementara Minseok masih berdiri termangu.

Ucapan Chen sebenarnya terdengar masuk akal. Daripada tergesa-gesa dengan rencana dadakan seperti ini, bukankah lebih baik merencanakan semuanya dengan lebih tertata?

Minseok akhirnya menghembuskan nafas panjang, melangkah mengejar Chen, sejenak terhenti pada tali sepatu ketsnya yang terlepas. Sempat muncul keinginan di benak Minseok untuk membenahi tali sepatunya, tapi segera ditepisnya keinginan itu karena melihat Chen sudah meninggalkannya cukup jauh.

Hey, Chen—” Minseok terhenti, di tatapnya tali sepatu putih yang menjuntai ke lantai, dengan kesal ia akhirnya berjongkok, memilih membenahi tali sepatunya daripada tergesa-gesa mengejar Chen yang sudah menjauh.

Selesai membenahi kedua tali pengikat sepatunya, Minseok lekas menegakkan tubuh, sadar Chen pasti sudah sampai di pelataran parkir tempat mereka menaruh mobil.

BRUGK!

Tsk!” cukup keras Minseok berdecak kala seseorang menabraknya, ditatapnya kesal sang oknum penabrak.

Alis Minseok bertemu saat sadar seorang pria yang tampak seusiaan dengannya tampak tak ambil pusing dengan insiden tabrakan barusan, dan malah tergesa-gesa menyingkir dari keramaian.

Insting segera memperingati Minseok bahwa ada yang aneh tentang pria itu. Jadi, dengan cepat Minseok melangkah mengikuti sang pria, meski menjaga jarak supaya tak terlihat kentara, atensi Minseok tak beralih dari pria itu.

Tak lama, suara sirine berbunyi dengan nyaring, membuat Minseok berjengit terkejut dan sejenak kehilangan fokusnya pada pria yang sedari tadi ia ikuti. Saat Minseok sadar, pria itu sudah berlari ke luar gedung.

“Sialan. Dia pasti traveller itu.” desis Minseok, dipacunya langkah menyusul pria yang diyakininya sebagai seorang traveller, meski terengah-engah, Minseok tak peduli.

Hey! Kau!” Minseok berteriak cukup keras membuat sang pria menoleh, menatapnya dengan mata menyipit dan kemudian berlari lebih kencang saat sadar Minseok mengenakan jas yang serupa dengan milik petugas lain di laboratorium nasional tadi.

“Tunggu! Hey!” Minseok memacu langkah lebih cepat, beruntungnya ia berhasil menyusul pria itu.

Segera, Minseok menarik pria itu menjauh dari keramaian.

“Kau traveller itu?” tanya Minseok tanpa basa-basi, sementara sang pria menatapnya tak mengerti.

“Siapa kau?” ia balik bertanya.

Minseok melirik sekilas. “Aku ingin bertemu denganmu, karena kau—oh, abaikan saja jas ini, aku tadinya berencana menyamar sebagai salah satu dari mereka.” ujar Minseok menyadari tatapan tak mengerti yang terarah padanya.

“Jadi… kau tidak akan menangkapku?”

“Tidak, sudah kubilang aku hanya ingin bicara padamu.” tutur Minseok, dikeluarkannya ponsel dari dalam saku, dengan cepat mengetik pesan singkat untuk Chen agar menyusul mereka di tempat persembunyian sekarang.

“Apa yang ingin kau bicarakan?”

Minseok menatap pria itu sejenak. “Dari tahun mana kau berasal?” tanyanya.

“2017.”

“Ah, rupanya kau dari masa lalu.” gumam Minseok, sedikit kecewa karena tadinya ia berpikir traveller itu berasal dari masa depan.

“Ya.” sang pria bergumam.

“Siapa namamu?” tanya Minseok kemudian, matanya menyipit menyadari mobil gelap milik Chen sudah mendekat.

“Kau tidak tahu aku?” pria itu balik bertanya, membuat Minseok menatap dengan tak mengerti.

“Apa aku harus tahu?”

Kali ini pria itu yang terdiam. “Tahun berapa ini?” tanyanya pada Minseok.

“2021.” jawabnya membuat desahan pelan meluncur keluar dari bibir sang pria.

“Ayo, naiklah, kita pergi dari tempat ini.” ucap Minseok kala mobil Chen berhenti di depan tempat persembunyiannya sedari tadi.

“Baiklah.” sang pria menurut, sekon selanjutnya, ia kembali membuka mulut. “Ngomong-ngomong, namaku Junmyeon, Kim Junmyeon.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Tidak mungkin, ucapanmu sangat tidak masuk akal.”

“Chen, hentikan.”

Jangan ditanya apa yang sedang terjadi. Tentu saja, seorang Chen memilih untuk berdebat demi membela argumennya—yang menurutnya, semua orang seharusnya mempercayai hal yang logis—sementara sekarang di hadapannya dan Minseok, seorang bernama Junmyeon—yang berasal dari empat tahun yang lalu—tengah menjelaskan.

“Tidak, aku tidak berbohong. Kalian bisa cari tentangku di situs online.” tutur Junmyeon.

Chen memutar bola mata sebal. Pasalnya, Junmyeon ini mengaku bahwa ia adalah Kim Junmyeon, putra tunggal perdana menteri negara mereka yang pada kenyataannya, baik Chen maupun Minseok tahu, putra tunggal perdana menteri itu sudah meninggal satu tahun silam.

“Apa aku perlu menyebutkan semua password untuk akun bank internasional yang tersimpan di dalam brankas ibuku?” tanya Junmyeon membuat Chen kembali menatap.

“Baiklah, katakan saja kau benar Kim Junmyeon yang itu. Lalu apa tujuanmu menjadi traveller? Maksudku, ada banyak cara bagi seorang konglomerat seperti keluargamu untuk sukses, tak harus menjadi buro—”

“Tunggu dulu.” tiba-tiba saja Minseok memotong pembicaraan Chen.

“Ada apa lagi?” dengan kesal Chen berucap.

“Chen, kurasa ia tidak berbohong.” ujar Minseok, tatapan pemuda itu benar-benar tak bisa diartikan, sementara ponsel di tangannya masih menyala.

“Memangnya kenapa?”

Minseok mendongak dari layar ponselnya, di tatapnya Chen dengan tatapan yang sama.

“Kita sama-sama tahu Kim Junmyeon putra tunggal perdana menteri itu sudah mati setahun yang lalu bukan? Tapi kau tahu apa yang ada di berita online?” tanya Minseok berhasil merebut perhatian Chen.

“Apa?” tanyanya sarat akan nada penasaran meskipun berusaha ia sembunyikan.

“Di sini dikatakan, Kim Junmyeon menghilang di tahun 2017.”

“A-Apa?”

“Aku menyelamatkan diri.” Junmyeon akhirnya angkat bicara, sekarang, dua sosok itu menatapnya.

“Apa maksudmu?”

Junmyeon tersenyum samar.

“Beberapa tahun yang lalu, ibu datang dengan membawa seorang robot wanita ke apertemenku. Kau tahu, kedengarannya mungkin tak masuk akal, tapi aku jatuh cinta pada seorang robot. Karena ibu tahu tentang hal itu, ia membawa robot wanita itu ke gudang pembuangan, mereset ingatannya dan… aku tak pernah lagi menemukan robot wanita itu.”

“Karena penasaran, aku menyelidiki darimana asalnya robot itu. Kutemukan bahwa robot itu diciptakan seorang peneliti yang diasingkan. Jadi aku datang ke rumah peneliti itu—rumah yang sudah ditinggalkan—dan aku menemukan time traveller yang berusaha ia tinggalkan.”

“Mungkin, peneliti itu berpikir mesinnya tak bekerja, tapi kalian tahu apa? Aku sudah melakukan perjalanan waktu dengan mesin ciptaannya, aku berpindah ke tahun 2030, penasaran dengan seperti apa sosokku di masa depan. Tapi aku menemukan fakta pahit bahwa aku mati terbunuh di tahun 2020.”

“Itulah mengapa, aku kembali ke waktuku, menyelesaikan semua urusanku yang tersisa di sana untuk kemudian melarikan diri ke waktu yang mungkin bisa menerimaku. Sialnya, mereka menangkapku saat aku—”

“Tunggu sebentar.” kali ini Chen memotong, ditatapnya Junmyeon dengan sepasang mata yang sarat akan tanda tanya, sementara Minseok sendiri tak mengerti, bagaimana bisa Chen mendengar semua penjelasan Junmyeon sedari tadi tanpa protes sedikit pun?

“Kenapa?” tanya Junmyeon.

“Peneliti itu, apa kau tahu tentangnya?” tanya Chen.

Junmyeon mengangguk-angguk pelan. “Tentu saja aku ingat. Namanya adalah Chen. Dia juga yang sudah menciptakan robot wanita yang kusebutkan tadi.”

Chen tertawa mendengus.

“Robot itu, namanya Shi bukan?”

Tatapan Junmyeon sekarang melebar.

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Aku adalah Chen, Junmyeon-ssi.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Tiga orang kini duduk melingkari sebuah meja. Di atasnya, sebuah kertas karton terpampang, berisikan tulisan tangan yang sedari tadi berusaha mereka pahami. Bukan sebuah rencana untuk melarikan diri, atau rencana penelitian, tapi sebuah tulisan tentang perjalanan waktu dan perubahan yang terjadi.

Nyatanya, kedatangan Junmyeon telah merubah banyak hal, meski tidak begitu kentara, tapi tetap saja, ada yang berubah karena masa lalu yang berubah.

“Jadi, kau adalah orang yang terakhir kali melihat Shi?” Chen akhirnya buka suara.

“Dan kau adalah orang yang menciptakannya.” Junmyeon menambahkan.

Minseok sendiri masih terdiam, memikirkan kalimat yang siap meluncur dari bibirnya. “Junmyeon seharusnya sudah mati, tapi karena ia berpindah ke tahun ini, ia terselamatkan. Tidakkah ini berarti sesuatu untukmu, Chen?”

Chen mengangguk-angguk pelan. “Ya, tentu saja ini ada artinya. Termasuk tentangnya.” Chen melirik ke arah tubuh robot wanita yang ada di dalam tabung.

“Bagaimana kalau Reen yang kau katakan dari masa depan itu, sebenarnya adalah robot ini?” pertanyaan Chen kini membuat Minseok kehabisan kata-kata.

Reen yang dikenalnya adalah seorang robot?

“Tapi Chen, Reen bukan seorang robot.”

“Kau bahkan tidak tahu itu, hyung. Bagaimana jika robot ini lah Reen yang kau kenal?” tanya Chen.

“Jika ia adalah Reen yang sama dengan robot ini, kenapa ia tidak mengenalku di masa depan?” tanya Minseok membuat Chen terdiam beberapa saat.

“Takdirnya berubah.” Junmyeon berucap, menatap dua pemuda di hadapannya sebelum ia kembali membuka mulut, “seperti aku yang mengubah takdir kehidupanku, mungkin… takdir juga sudah berubah.”

“Bagaimana jika tadi aku tidak bertemu dengan Minseok? Apa aku akan tahu jika Chen adalah seorang yang menciptakan Shi dan yang juga sudah menyelamatkan nyawaku karena time traveller ciptaannya?”

“Karena kita sekarang sudah saling mengenal, tentu takdir yang akan terjadi di masa depan juga akan berubah.”

Chen terdiam cukup lama, ia kemudian menghembuskan nafas panjang.

Reboot.” ujarnya membuat alis Minseok bertaut bingung.

“Apa, Chen?”

Reboot. Pengulangan. Pada dasarnya yang kita lakukan adalah pengulangan waktu. Termasuk tentang masa depan. Kita tak tahu… di masa apa tepatnya Reen muncul dan jadi bagian dari kenangan Minseok hyung di masa lalu.”

“Kita juga tidak tahu, jika benar Reen yang ada di masa depan adalah robot yang kuciptakan, mengapa ia tidak mengingat Minseok hyung, atau tidak mengingatku. Hanya ada dua kemungkinannya.” Chen menghentikan penjelasannya, menatap dua pendengar setianya dengan tatapan serius.

“Masa lalu yang berubah, atau masa depan yang sudah ikut campur.”

Seolah ucapan Chen adalah lampu terang benderang, kali ini baik Junmyeon maupun Minseok sama-sama menegakkan tubuh.

“Jadi maksudmu, ada kemungkinannya aku tadi tidak bertemu dengan Junmyeon, tapi kami malah bertemu? Dan ada kemungkinannya Reen tidak mengenalku atau mengenalmu karena sesuatu di masa lalu yang tidak membuatnya mengenal kita?” Minseok berucap.

Chen mengangguk pasti.

“Tentang Shi, aku tak yakin apa dia juga ada di masa yang ditinggali Reen. Tapi untuk sekarang, hanya ada dua pilihan.” ujar Chen.

Junmyeon tersenyum simpul.

“Nyalakan robot itu dan ciptakan kenangan bersamanya, lalu biarkan waktu yang menjawab semuanya. Atau membiarkannya terus tertidur sampai di masa yang akan datang ia akan terbangun dan tidak mengenali siapapun?”

Chen mengangguk.

“Ya, dan dari dua pilihan itu, kita sama-sama tahu apa yang harus berubah bukan?”

Minseok menghembuskan nafas panjang, ada kelegaan yang melingkupi batinnya, ada juga rasa takut yang menyelimuti.

“Tidak ada pilihan, Chen. Ubah masa lalu, atau bertahan di masa depan. Semuanya bergantung pada apa yang kita lakukan sekarang. Baik Reen, ataupun Shi, ada kemungkinan kita bisa menemukan keduanya, atau kehilangan keduanya.”

Chen dan Junmyeon saling melempar pandang, sebelum akhirnya mereka sama-sama melempar pandang setuju.

“Ubah masa lalu.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Earth, 3022.

“Aku sudah bilang, kita tidak akan dimusnahkan begitu saja oleh pemerintah, Shi. Kau tidak percaya ucapanku?” seorang gadis bersurai cokelat sebatas punggung berucap.

Sementara di depannya, gadis dengan rambut sebatas bahu tampak menatap kesal. “Reen, kau dan aku sama. Kita robot yang berada di tengah-tengah kehidupan manusia. Pemerintah pasti sangat ingin memusnahkan kita.”

Reen memutar bola mata. “Apa bedanya kita dengan mereka? Kita juga seperti manusia.” bantahnya.

Ugh, aku heran siapa yang dulu menciptakanmu, mengapa kau begitu keras kepala?” tanya Shi menyindir. Sementara Reen tertawa kecil. “Aku juga heran, siapa yang menciptakanmu. Kau selalu menganggapku adik kecil yang harus kau jaga.”

Dua gadis itu saling memandang, sebelum akhirnya sama-sama tergelak.

“Jangan bercanda, Reen. Kita diciptakan oleh orang yang sama.” ujar Reen membuat Shi terdiam.

Masih lekat dalam ingatannya, kala pertama ia bertemu Reen, gadis itu langsung mengucapkan kalimat tidak masuk akal yang entah mengapa dipercayainya.

Bahwa mereka diciptakan oleh seseorang yang sama dari masa lalu.

“Ya, ya, setidaknya kau pernah bertemu dengannya.” ujar Shi pelan, sejujurnya, ia tak mengingat apapun tentang masa lalunya, karena ia terbangun dengan memori yang kosong dan keadaan yang tak dimengertinya.

Reen tersenyum simpul.

“Dia adalah seorang yang hebat, Shi.”

“Apa lebih hebat dari cinta pertamamu itu?” goda Shi membuat Reen membuang muka.

Ya, memang Shi sering menggoda Reen tentang ‘cinta pertama’ yang sebenarnya tak punya arti ril—mengingat mereka berdua adalah robot—tapi begitu dipercaya oleh Reen.

Bagaimana ia menghabiskan bertahun-tahun dengan pemuda itu dan dua sahabatnya, menceritakan semua hal pada Reen termasuk tentang kemungkinan bahwa ia nanti akan bertemu dengan Shi suatu hari.

Itu juga yang membuat Reen sekarang berteman dekat dengan Shi, karena kenangan yang sudah ditinggalkan pemuda itu padanya.

“Ah, siapa namanya… Minseok, iya kan?”

“Shi! Sudah!” Reen memukul pelan lengan Shi yang terkikik geli.

“Sudahlah, sudah. Jangan lupa bereskan barang-barangmu sebelum hari itu, kita harus pindah secepatnya.”

“Memangnya kau sudah membereskan barangmu?” tanya Reen, melangkah ke dalam kamarnya dan menggeleng pelan saat sadar Shi sudah membereskan semua barangnya.

“Tentu saja sudah. Aku seorang yang perfectionist.”

“Kalau begitu…” Reen menatap dengan mata menyipit, siap menggoda Shi lagi. “bagaimana kalau kau bantu aku beres-beres?” tanyanya membuat Shi membelalak.

“Jangan bercanda!”

PIP! PIP! PIP!

Perhatian kedua gadis itu beralih saat suara nyaring dari monitor perangkat komputer milik Reen berbunyi. Dengan cepat, Reen melangkah ke depan monitor, menyernyit saat melihat nomor tidak dikenalnya ada di sana.

“Shi? Apa kau kenal nomor ini?” tanya Reen membuat Shi ikut duduk di sebelah gadis itu, menatap curiga.

“Tidak, sudah, jangan kau ang—aish.” Shi menggerutu saat nyatanya Reen tanpa curiga menggerakkan jemarinya menyentuh monitor, menerima panggilan.

Gadis itu terpaku sesaat saat melihat sosok seorang pemuda di seberang sana—pemuda yang begitu lekat dalam ingatannya selama berpuluh tahun ini.

“Hai.”

Terkejut, Reen tanpa sadar mengubah ekspresi terkejutnya, menyadari sosok yang jadi lawan bicaranya cukup ramah, gadis itu lantas tersenyum.

“Hai juga.”

Sekon selanjutnya, Reen melempar pandang pada Shi yang duduk tak jauh di sebelahnya.

“S-Shi…” cicitnya.

“Apa?” tanya Shi khawatir.

Reen melempar pandang sejenak ke monitor, tersenyum pada sosok di sana sebelum ia mencondongkan badan ke arah Shi.

“Dia Minseok. Kim Minseok, teman dari seorang yang menciptakan kita berdua.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

EPILOGUE

Earth, 2021.

Tiga orang kini duduk melingkari sebuah meja. Di atasnya, sebuah kertas karton terpampang, berisikan tulisan tangan yang sedari tadi berusaha mereka pahami. Bukan sebuah rencana untuk melarikan diri, atau rencana penelitian, tapi sebuah tulisan tentang perjalanan waktu dan perubahan yang terjadi.

Nyatanya, kedatangan Junmyeon telah merubah banyak hal, meski tidak begitu kentara, tapi tetap saja, ada yang berubah karena masa lalu yang berubah.

“Jadi, kau adalah orang yang terakhir kali melihat Shi?” Chen akhirnya buka suara.

“Dan kau adalah orang yang menciptakannya.” Junmyeon menambahkan.

Minseok sendiri masih terdiam, memikirkan kalimat yang siap meluncur dari bibirnya. “Junmyeon seharusnya sudah mati, tapi karena ia berpindah ke tahun ini, ia terselamatkan. Tidakkah ini berarti sesuatu untukmu, Chen?”

Chen mengangguk-angguk pelan. “Ya, tentu saja ini ada artinya. Termasuk tentangnya.” Chen melirik ke arah tubuh robot wanita yang ada di dalam tabung.

“Bagaimana kalau Reen yang kau katakan dari masa depan itu, sebenarnya adalah robot ini?” pertanyaan Chen kini membuat Minseok kehabisan kata-kata.

Reen yang dikenalnya adalah seorang robot?

“Tapi Chen, Reen bukan seorang robot.”

“Aku seorang robot, Minseok-ah.”

Baik Chen, Junmyeon, maupun Minseok sama-sama menoleh terkejut, lantaran mendengar suara seorang wanita yang dalam pendengaran mereka begitu asing, tiba-tiba saja menyahuti ucapan mereka dengan kata ‘aku’ yang cukup mencolok.

Chen adalah orang yang paling terkejut sekarang. Di ujung pintu rahasia laboratorium mereka, berdiri dua orang gadis dengan masing-masing membawa koper besar, salah seorang diantara mereka punya keadaan fisik sama persis dengan robot wanita yang ada di dalam tabung.

“S-Shi?” tanpa sadar bibir Junmyeon berucap, terkejut bukan kepalang saat sosok wanita yang sudah dicarinya bertahun-tahun tiba-tiba saja muncul di ruangan tempat mereka berada.

Dengan langkah ringan, seorang yang Chen kenali sebagai sosok robot yang baru beberapa hari lalu selesai dibuatnya tiba-tiba saja melangkah santai melintasi ruangan.

“Ah, untunglah pintu rahasia laboratorium ini masih sama.” ujarnya, tersenyum pada tiga pemuda yang kebingungan di sana, dan ia juga tersenyum pada Shi.

“Ah, Shi, ini adalah Minseok, yang selalu kau sebut sebagai cinta pertamaku itu. Dan ini… adalah Chen. Dia yang menciptakanmu, dan aku. Lalu… ini Junmyeon, menurut Chen dan Minseok, Junmyeon adalah seorang yang sudah mengubah takdir mereka.”

“Chen?” Shi menatap tak mengerti.

“Yuanshi… lama tidak bertemu denganmu,” tutur Chen, tersenyum miris, sekarang mereka sudah di hadapkan pada imajinasi yang tampak nyata.

Ia kemudian menatap Minseok dan Junmyeon bergiliran, sebelum ia akhirnya menatap ke arah dua gadis yang ada di sana.

“Apa kalian sekarang ada di sini, karena keputusan yang beberapa detik lalu akan kami ambil?” tanyanya masih dengan ketidak percayaan.

“Ya.” Reen mengangguk, “Minseok pernah menceritakannya semuanya padaku. Jadi, aku masih ingat kalau tahun 2021 adalah tahun penentu.” Reen kemudian mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di pelipis. “Aku ini robot hebat, karena Chen yang menciptakanku, jadi aku mengingat semuanya dengan detil dan tak terlupa sedikit pun.”

Reen kemudian duduk di antara Minseok dan Chen. Sedikit mencuri pandang pada Minseok yang tampak duduk tak percaya.

“Ah, apa tidak ada perayaan? Takdir sudah berubah lagi karena kami sekarang ada di sini bukan?” Reen kemudian menarik Shi untuk duduk di sebelah Junmyeon.

“Mungkin Shi, Junmyeon dan Chen belum tahu ini. Tapi, satu tahun empat bulan dan enam belas hari dari sekarang, Chen adalah seorang yang menceritakan padaku bahwa Shi adalah robot yang ia ciptakan untuk menggantikan saudarinya, dan Junmyeon…” Reen melirik ke arah Shi dengan tatapan geli.

“Shi adalah cinta pertamamu, bukankah begitu, Junmyeon?”

Chen mengerjap cepat. Bagaimana pun ia menganggap semua ini tak masuk akal, bagaimana pun ia ingin menampar diri untuk terbangun dari imajinasi, semuanya terdengar masuk akal. Semuanya.

“Dan… kenapa kau datang ke sini?” Chen akhirnya menemukan suaranya.

Reen terdiam sejenak, pandangannya menerawang.

“Saat pertama kali bertemu dengan Minseok, ia bilang aku menghilang tiba-tiba. Dan saat aku baru diciptakan, Minseok juga menceritakannya padaku. Kalian tahu apa yang sebenarnya terjadi? Di masa depan, mereka berusaha melenyapkan robot-robot seperti kami.”

“Itulah mengapa, sebelum hari itu terjadi—hari di saat Minseok dan aku kehilangan kontak—aku membawa Shi ke sini, ke waktu ini, untuk bertemu kalian. Bukan untuk bertemu saat robot itu…” Reen melirik ke arah robot—yang tak lain adalah dirinya di masa lalu, “…di aktifkan, tapi saat kalian belum mengambil keputusannya.”

“Aku hebat bukan?”

Minseok kini tampak kesulitan mencerna semua penjelasan panjang dari Reen, meskipun baginya terdengar tak masuk akal, tapi penjelasan Reen sekarang terdengar masuk akal.

Gila memang, ya, teknologi itu memang gila. Kejeniusan itu memang gila. Terdengar tak masuk akal tapi semuanya bisa terjadi.

“Jadi… kau dan Shi… akan tinggal di masa ini?”

Reen tersenyum simpul.

“Bukankah itu yang kalian bertiga inginkan? Aku, dan Shi, ada bersama kalian. Masa depan mungkin akan berubah lagi, tapi… bukankah kita bisa menghadapinya bersama-sama sekarang?”

Chen tak lagi berucap apapun. Otak jeniusnya lebih berusaha keras untuk memahami semua perputaran yang terjadi sementara jemarinya sekarang bergerak meraih kertas karton lainnya.

“Aku harus menulis semuanya dari awal, karena kalian berdua datang tiba-tiba.” gerutunya, menyingkirkan kertas karton yang tadi jadi bahan diskusi utamanya bersama Minseok dan Junmyeon.

“Aku juga, sepertinya aku harus berpikir ulang tentang time traveller. Aku mungkin harusnya langsung berpindah ke tahun lain saja.”

Shi tampak berusaha memahami keadaan disekitarnya. Meski Shi tidak mengerti, pemahamannya sebagai seorang robot tentu lebih baik daripada manusia.

Menyadari seseorang menatapnya tanpa berkedip, Reen akhirnya mengalihkan pandangan, membiarkan pandangannya beradu dengan tatapan Minseok sementara ia tersenyum simpul.

“Kenapa menatapku seperti itu? Kau pasti tidak tahu kan? Dua tahun dari sekarang, kau adalah seorang yang melamarku tengah malam di tengah kolam ikan, Kim Minseok.”

Well, mungkin Junmyeon memang harus berpikir ulang tentang menggunakan time traveller dengan sembarangan, dan mungkin, Chen tak perlu menulis ulang semua perputaran waktu yang sudah terjadi. Tapi Minseok lah yang harus berpikir ulang tentang rencana melamar Reen untuk kedua kalinya.

FIN.

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

BANZAI! BANZAI!

Agaknya, otak aku lagi korslet, sampe-sampe aku bisa keinget sama fanfiksi lama ini. Awalnya sih karena kak ne (kak anneandreas) bilang dia baca ulang fanfiksi Connection Failed dan Best Luck yang kubuat di bulan Desember, dan dipublish di hari ulang tahunnya kak ne WKWKWKWK.

Kemudian aku baca ulang itu fanfiksi dan sedih sendiri sama endingnya Connection Failed yang menggantung (KATA AKU doang sih menggantung, padahal aslinya udah END) dan karena otak aku bener-bener korslet, jadilah…

REBOOT.

BUAHAHAHAHA. Antara pengen ketawa, mengumpat, nari tor-tor sama nyemplung ke rawa-rawa saat aku baca ulang Reboot ini. Kuharap otak yang ngebaca ini fanfiksi gak ikut tercecer-cecer.

Aku rasa, bener-bener butuh pemahaman mendalam kalo kalian baca ini, SERIUS. Kalau ada istilah hargailah waktu meski satu detik’ itu serius ada, itu kebukti di atas, SEDETIK ITU BEREFEK SAMPE RATUSAN TAHUN, KAWAN.

Buat kak ne, maaf karena ini tiba-tiba aja ngepost kayak gini ya aku ya, abisnya mau gimana lagi, baru semalem loh aku kepikiran buat bikin another story tentang series Reen-Shi ini. Dan baru jam empat tadi aku sempet ngetik, jam setengah enam udah selesai. Alhamdulillah.

Barokahnya orang abnormal ya gini, ngetik satu setengah jam selesai. Tapi ngepostnya baru jam segini karena perut meronta minta asupan nutrisi.

AWALNYA, aku gak menduga ini cerita bakal MUTER-MUTER begini, taunya aja… tetiba udah keputer… macem otak abnormal aku. Dan saat aku baca ulang aku mengumpat beneran kayak gini “ANJRIT, INI GIMANA BISA CERITANYA JADI GINI? KOK BISA UJUNG-UJUNGNYA REEN KE MASA LALU? KAMPRET.” Ya begitulah, aku yang abnormal ini seringkali mengumpat diri sendiri akibat tangan yang selalu ngetik gak sesuai sama bayangan aku.

Mungkin tangan aku punya otak sendiri kali ya, jadi dia suka gerak semaunya. Atau otak aku yang emang eror? Kenapa aku baru sadar udah ngetik panjang ketika udah nulis ‘FIN’ dan saat baca ulang… ini fanfiksi kampret, muter-muter banget ceritanya.

Well, sekian dariku. Aku mungkin gak akan bikin another story lagi tentang Reen-Shi dua robot bersahabat yang sudah dibawa muter-muter sama waktu dan sama otak abnormalku (gatau lagi kalau ada ide abnormal nyantol ya).

BTW, itu di atas ada kalimat yang ngulang-ngulang itu, bukan typo ya, kalau dibaca dengan seksama, khidmat, dan serius, itu bukan typo tapi bagian dari cerita ini.

BTW (2), itu Where Love Stops nya karya kak Anne ya :”) aku cuma bikin Best Luck dan Connection failed sebagai sekuelnya. BTW (3) Best Luck nya gak aku post di sini. LOLOL. Baru inget pas aku mau post ini fanfiksi, kalo Best Luck gak ada di sini.

Kak ne, semoga kak ne suka sama END yang ini :’) aku tau kak ne dendam kesumat sama aku gegara di Connection Failed udah muter macem itu, taunya di sini MUTER LAGI, LOLOL.

Lopyutudemun kak ne, lopyutudemun readers, lopyutudemun otakku {}

.

Show! Show! Show! Let’s come to my SHOW!

[ https://beepbeepbaby.wordpress.com/ ]

Sincerely, IRISH.

45 tanggapan untuk “[ONESHOT] REBOOT — IRISH`s Story”

  1. Tetiba langsung bc Reboot tp blm bc Where Love Stops? – Best Luck – Connection Failed cz One Shoot kirain bner2 crita tunggal, trnyt msh pny kaitan dg 3 ff sblm’ny itu. Wlw setting’ny time leap/alur’ny dr present->future->balik lg ke present time, saya ckp bs memahami & mudeng ko sm crita di ff ini & bag2 yg Irish sertakan itu bukan typo. Cm msh krng ngerti pas di future yg Reen lg buka psan di kompi’ny itu kan ada Umin muncul di ujung sana/dlm monitor, ko scene slnjt’ny di present time 2 robot yoja itu langsung muncul di dpn pintu ruangan lab’ny Umin & Chen? Apa lanjutan dr potongan scene yg video call/skype-an itu ada di slh 1 dr 3 crita sblm’ny y? Wlw penjabaran dr Len udah sngt mendetail tp te2p menduga ‘lanjutan dr potongan scene yg video call/skype-an itu ada di slh 1 dr 3 crita sblm’ny’ aja.

    1. XD buakakakakak iya bagian ini sebenernya terinspirasi dari ceritanya kak anne XD dan jadi secontinued itu XD wkwkwkwkwkw
      kan muter-muter terus ini cerita XD wkwkwkwk

  2. Akhirnya~ kisah reen sama umin gak cuma lewat videocall aja *emang bener videocall apa bukan sih? apa skype? XD dan meskipun akhir bahagia-umin ngelamar reen di tengah kolam- itu hal yg sudah terjadi tapi belum terjadi tergantung umin mau ngubah apa enggak *muter aja yoon terus puterin kata2 gak selese2 komennya* tapii yoon senengg akhirnya mereka bisa bersamaaa *yeay*
    yaa emang awalnya yoon kira kak irish gasengaja ngulang itu eh ternyata emang ada maksudnya, bener2 daah kak irish kalo buat *emot jempol*

    1. XD kisah mereka gak skype-an lagi doong XD wkwkwkwkkw
      diputer aja kek es puter XD gatega mau bikin sekuel lagi, udah mantep ini sama end begini HAHAHAHAHAHHAHA XD thanks yaaa

  3. Sumpah ni ff keren banget! Alhamdulillah sihh enjoy” aja baca nih fanfic krna kadang” baca fanfic fantasy kek gini 😀 duhh pokoknya baguss bangett lahh empat jempol buat nih ff 😀 hebat juga lohh kak ngetik sejam setengah dan menghasilkan karya yg udah keren gini^^

    1. XD ini abnormal sekalihh XD wkwkwkwkwk thanks yaaa, iya itu ngetiknya keburu-buru huhu~ maafkan kalo ada typo di atas sanaa XD

  4. “Hargailah waktu walau satu detik”-nya ngena bener ka Rish 😉
    wkwkwkwkwk

    Belum pernah baca best luck sama connection failed sih, tapi where love stop, pernah kemaren2 jadi alhamdulillah ngerti2 aja ka 😀 nanti aku ubrek2 lagi nyari yg dua tuh~

    Itu yang ngelamar di tengah kolam, ngelamar apa ngajak tenggelem bareng ke dalam kolam? wkwkwk eh,eh, ada bau2 triangle love ini~ChenShiJunMyeon. wkwk. eh, Chen mah Yuanshi atuh :V

    Huaahhh~~~ yg genrenya beginian.. distopia.. aku cibta.. aku cibta *ala2 Xiumin oppa :v bhaks~~ aku cinta deng 😀

    Huhuhu~~ kalo Kak Rish ke ka Ne, lopyutudemun, aku buat ka Rish, lopyutudeexoplanet lopyutudecabekhyunheart 😉
    wkwkwkwkwk~~ ka Irish ke aku gimana nih?? /kemudian disambit/ LOLOL

    1. BUAKAKAKAKAK XD itu beneran loh emang, hargai waktu XD wkwkwkwkwkk
      aduh gapapa gak baca yang onoh juga gak masalah XD yang ini aja muter-muter gak jelas XD wkwkwkwkwkwk
      ini beneran aku ‘cibta’ ya? XD wkwkwkwkwk lopyutudemun inihh XD wkwkwkwkwkwkwk masya allah aku ngakak terus malem ini XD

  5. Ngga. Aku ngerti banget kok /masa wkwk
    Karena ini maksudnya setiap ada perubahan di masa lalu, di masa depan jadi berubah, gitu kan ya?? /celingak celinguk/
    Makanya ini jadi banyak kejadian yang diulang-ulang (dan awalnya aku ampe ngerutin dahi), tapi selanjutnya paham dan ngangguk-ngangguk

    Aku suka sama series ini. Dimulai dari kakak yang satu lagi kan ya? Hehe
    Kalian hebat~
    lapyu lah

    1. XD ALHAMDULILLAH ada yang ngerti lgi XD wkwkwkkw iyap bener itu tiap tahun ada yang berubah karena masa lalu dan masa depan dirubah XD thanks yaaaa

  6. hahahahhaa

    sumpahh beneran mikiir baca ni ff…
    sempet mau lngsung tutup aja tp kok penasaran…
    kmudian.baru.nyantol ketika minseok.ketemu si junmyoen….
    bahagia akhirnya cinta robot shy ama si junmyoen gk ngegantung gentayangan kyk di oneshotnya..
    udahh ah…
    thanks buat aithornimnya ~^^
    dtguu buat ff2 selanjutnya terutama kajima ama si seriesnya baek_elly…
    annyeong……

    1. Alhamdulillah ada yang ngerti XD wkwkwkwk aku udah khawatir pada gapaham masa XD
      entahlah ini berkat tanganku XD wkwkwkwkwk thanks yaa

  7. pusing bukan kepalang irishh sumpah ini fanfiction bikin pusing 7 keliling aku ga tau irish dapet inpirasi kaya gimana bisa bikin fanfiction kaya gini yah pokoknya keren deh, emang ga ada yang bisa nandingin imajinasinya irishh keren

  8. Kak irih aku hampir mimisan wkwkwk
    untung bisa ditahan dan sadar duluan ama alur ffnya wkwkwk kaol kagak udah beleber kemana2 mimisannya
    Banzai tanganyabakak kyk tangannya aku berati ya pjnya otak sendiri, bedanya tangannya kakak bisa bikin ff bannzai kyk begini kalokntanganku hobbynya typonwkwkw
    Sekian mangattsss untuknff yang lain yaaaa

    1. XD mimisan kenapa? Aku gak berniat buat bikin mimisan loh padahal hahahahaha XD ini banzai banget emang tangannya kan ajaib ya XD

    2. Mimisan gara2 mikiriñ alurnya ini cerita wkwkwk
      jaga ya kak tangan ajaibnya jangan ampek jatoh kayak dulu lagi yeeeee ♥♥♥

  9. Woaaaah aku selalu suka genre dystopia. Keren rasanya. Dan aku suka banget gimana di sini disajiin beberapa keadaan yang alurnya beda karena ada campur tangan masa lalu-atau masa depan. Intinya ini keren banget loooh… Semangat buat kakrion

  10. ini mahh emg bikin kepala pusing rish,,bis nya aku musti kerja keras,,nyari file dlm memory otakku,,tentang kisah sebelumnya,,untungnya ketemu,,jadi bisa NGEH,,ma kisah ,xiu-chen,reen-shi-joonmyeon,,dan segala pemikiran abnormal mereka/ nunjuk Irish,,sbg sumber abnormal/.
    -aky inget banget kisah Shi-joonmyeon,, romance nya dapet bnget,,,dng kepolosan Shi yg bekerja tuk Joonmyeon,,dan kenyamanan Joonmyeon atas segala perhatian Shi,,huhuuu pantes aj,,dia jatuh hati ma Shi/ ye wlopun shi Robot/.jd inget sedihnya joon,saat khilangan Shi,,,tp berkat time traveller,,mereka bisa ketemu lagi,,senangnya!!
    -skip!

    1. Aku mah gitu orangnya XD suka bikin pusing tanpa ngasih jaminan apapun XD wkwkwkwkkwk untungnya masih inget kan? Coba kalo lupa gimana coba XD wkwkwkwkw aduh aku akuin aku emang abnormal sekaleeeehh XD hahahahahahaha XD syukurnya ada chen dan time traveller nya XD

  11. Ini intinya ending connect failed yg dulu itu gapernah kejadian yg minesok akhirnya punya pelipur lara pas dia lost contact ama reen yg dari masa depan
    Jadinya malah reen dihidupin dan dan juga dikasih misi diceritain tntang apa yang terjadi disaat joonmyeon datang tapi ttp juga sih jd cemcemannya xiumin

    Harusnya dulu shi juga dikasih memori gini supaya keinget terus ama chen tapi sayang idenya kepikiran pas mereka baru ketemu joonmyeon

    Trus itu gimana chen kan suka ama shi joonmyeon jg,shi kan jd bingung milih yg mana,hahahahha

    Tapi aku saranin “shi, km ama joonmyeon aja biar nanti chen ama aq” wkwkwkwk *plak

    Si reen datang sebelum dia yg dimasa lalu di aktifin jadinya yg belum aktif itu diapain?hmmmm

    1. IYA BENER, begitu intinya. Itu connection failed, kelanjut kesini, keulang lagi, muter lagi, minta digampar emang yang nulis cerita ini XD wkwkwkwkwkwkwk
      Iyep, jadi di masa lalu seharusnya Reen itu gak dihidupin, tapi di sini dia dihidupin dan akhirnya masa depan juga berubah XD simsalabim XD wkwkwkwkwk
      Harusnya begitu, tapi tau sendiri gimana nasib Shi dan petualangannya XD wkwkwkwkwk
      Chen demen sama Shi sebatas kakak doang ituuuhhh XD wkwkkwwkw thanks yaaaa XD yang belum aktif dibiarin ajaa XD

    2. Tp kemaren aq pikir chen itu kaya insect gt, suka sodara sendiri,hahahahaha

      Iya ceritanya lebih gampang klo diingetnya pake cerita sebelumnya gaperlu ngingetnya pake tahun2nya yg tertera
      Nanti pada mabok beneran itu.hahahahha

  12. Whuaaaa.. Whuuaaaa…
    Whuuaaaaaaaakkkhhhhhhh..

    Aku ampe pengen ambil kertas terus bikin coretan, jadi apa yg terjadi duluan, mana yg belakangan, alur majunya gimana alur mundurnya gimanaa..
    Waaaakkkk..

    Shi artinya tua banget lah ya dibanding Reen? Wkwkwk..
    Secara Shi dibuat sama Chenchen gantiin Yuanshi trs otaknya di reset emaknya junmen terus dia kenal sama Junmen ampe akhirnya di reset lagi, ampe 3 taun kemudian di junmen kudunya mati tapi gakjadi karena dia lompat setahun dan di tahun itu si reen masih ada di dalem tabung.
    Dan dengan kurang ajarnya reen manggil shi nama, harusnya kamu manggil shi eonnie *jewer reen*

    Masa lalu bisa merubah masa sekarang, masa sekarang bisa merubah masa depan, masa depan bisa merubah masa lalu. Mpret bangeeettt!!!

    Time traveler yg ditinggal itu punya umin apa punya chenchen?

    Bikin sekuelnya dong, kan si chenchen sama junmen samasama tjintah sama shi. Chenchen sama Yuanshi sih, tapi ya sama ajalah *maksa* Bikin cinta segitiga dong~
    Bikin bikin bikin bikin!!

    YA NGAPAIN JUGA UMIN NGELAMAR ANAK GADIS DI TENGAH KOLAM IKAN? NANTI KALO REEN KORSLET GIMANA? REEN KAN ROBOOOTTT *emot kotak kotak*
    Dah ngelamarnya di Namsan Tower aja, pake boneka beruang yg bisa rekam suara *itu Reen nya beda /ohiya* *emot kotak kotak lagi*

    Nanti mau baca ulang lagi.. Semuaaahhh!!
    Dari Best Luck – Where Love Stops – Connection Failed – Reboot.
    Nanti kutulis di kertas biar jelas bhaaaaakkkkk..

    1. INI DIA, KOMENTAR DARI KAK ANNE YANG FF NYA JADI AWAL KEMUNCULAN SEMUA FF ABNORMAL INI XD WKWKWKWKWK
      Jangan ambil kertas ka ne, pas ngetik ini aku gapake kertas apapun loh serius XD wkwkwkwkwkwk dilogika aja ka ne XD
      BUAHAHAHAHAHAHAHA XD IYA, TUAAN SHI BERAPA TAUN YA, KASIAN SHI UDAH NUNA NUNA XD GA CUCOK SAMA CHEN! XD wkwkwkwkwk ka ne ngitungin taunnya? XD ka ne mah always~~
      INTINYA REBOOT ITU, selama semuanya bisa diulang kembali, semuanya bisa berubah XD andai aja di dunia ada reboot-system, kan keren, gak akan ada orang yang menyakiti orang lain XD aduh pandangan aku begitu abnormal ya ka ne huhu XD aku terharu banget aku bisa bikin ff ini ka ne! mana aku ga bilang-bilang, baru pas mau post aku pamer ke kak ne XD wkwkwk
      KAN ITU UMIN-REEN NORAK, LAMARAN DI TENGAH KOLAM, EHEM, NTAR YAH, TUNGGU BULAN GENAP DI AKHIR TAHUN YA KA NE, EHEM XD wkwkwkwkwk
      Ngelamar di Namsan Tower itu udah Hami-Jongin ka ne…..kan mainstream…….atau Reen mau dilamar Umin diantara tubuh-tubuh tak bernyawa cast Dumb Dumb? XD wkwkwkwkwk
      Baca ulang ka ne, temukan kejanggalannya XD

    2. waaaakkk aku gak nyangka kalo ff absurd gak jelas begitu bisa bersekuel sekuel prekuel kuel kuel ginilah pokoknyaaaa..
      jadi kereeeennn..

      iyah itu kebiasaan yang tidak bisa saya hilangkan *mulai ngitungin tahun lagi /gak*

      kalo di dunia beneran ada sistem reboot, repot juga kayaknya aku ngebayanginnya buahahahah..

      wuaaah aku mulai menunggu bulan genap di akhir tahun itu jadinya padahal masihh lama wkwkwkw..

      diantara kepalakepala di ruangan kyungsuh? atau di atas genangan darah organorgan kyungsuh? kok horrooorrr wkwkwkw..

  13. Eonni, aku gak bingung. Otak aku bisa nyerna semuanya tapi…. AKU GAK TAU HARUS NGOMONG APA?!
    Otaknya eonni itu isinya tntang bagaimana msa depan. robot yg hidup ma manusia. mahkluk2 astral yg bakal hidup brdampingn ma manusia. Pembunuhan sadis. Cerita rumit tapi sialnya menarik dan selalu bikin penasaran.
    Eonni kurasa penulis cerita fiksi terbaik yg bkin para readersnya berpkir 2 kali lipat untk nebak cerita selanjutnya yg sejujurnya gk bisa ketebak.
    Ok sekarang aku makin ngelantur. Bagaimanapun semanhat terus ya eonni….

    1. Gapapa, tarik nafas, hembuskan, itu cara mengatasi kebingungan karena ff gajelas ini XD wkwkwkwkwkwk pada dasarnya otak aku emang disetting buat memikirkan masa-masa depan XD maklum, anak abnormal jadi otaknya pun abnormal begini XD wkwkwkwkwkwkwk aduh terbaik apaan XD cerita aku masih abnormal semua begini dibilang baik, aku merasa tertampar XD wkkwwkwk thanks yaa

  14. Antara ada rasa kegajean nya , ketypoan nya , kepusingan nya pas aku baca ff ini , bahasa nya itu loh kaya bahasa apa ya ? Kosa kata nya itu kaya orang ahli sastra , kalimat demi kalimat nya bkin sulit dicerna .. Otak muntel kaya benang layangan putus , agak sulit mencerna tapi gimana ya ? Feel nya bagus aned !! .. Walau segaje apapun cerita nya tapi tetep bkin aku greget .. Apalagi ending yng minseok melamar reen dikolam ikan , ugh untung aja kgk dilamar dipinggir empang .. Owhh so sweet … Irish is the best lah .

    1. Ganjelnya dimana? Di pintu? Ada typo? Jelas ada XD aku aja sadar ada typo di atas sana XD wkwkwkwkwkwk MASYA ALLAH, ITU BAHASA ABNORMAL YANG GABISA DIMENGERTI EMANG, KALANGAN BEROTAK ABNORMAL AJA YANG BISA PAHAM XD wkwkwkwkwk itu Umin lagi lola kali XD jadi ngelamar orang di tengah kolam ikan XD minta digampar XD wkwkwkk thanks yaaa

  15. Kak Irish ni kebiasaan kalo bikin fik, pasti (atau sering) berhubungan sama fanfiksi lain. Dan shiyalnya, kalo dibaca terpisah itu pasti adaaaa aja yang miss.
    Kamu kenapa sih Kak, suka banget ngikat orang pake iketan dobel-dobel gini? Kalo kamu takut aku pergi, nggak akan. Aku bakal setia di sampingmu /eaaa/ asekkkk/ lalu disambit/ XD
    .
    Jadi inti yang bisa aku tangkap di fiksi ini adalah Chen ama Minseok kepo sama apa yang bakal kejadian di masa depan, menyangkut Reen dan Shi. Terus mereka berhipotesa kalo seorang traveller-lah yang bisa ngasih tahu mereka bocoran mengenai apa yang bakal terjadi di masa depan. (Awal-awal traveller muncul aku kira bakal sama kayak film Jumper, ternyata bukan XD )
    Tapi sayangnya, traveller itu alias Junmyeon dari masa lalu dan masih ada hubungannya sama Shi yang bisa dibilang sodaranya Reen. Di sini Junmyeon berusaha mengubah takdirnya dengan melompati waktu dan justru itu ngasih pencerahan ke Chen-Minseok.
    Pilihan yang sulit karena pertaruhannya bener-bener 0:100 dan mereka nggak tahu mana yang bisa nol mana yang bisa seratus.
    Tapi keputusan tetap harus diambil kan? Jadi mereka melompati waktu ke sama depan, jelasin semuanya ke Reen-Shi dengan begitu mereka bisa mengubah masa lalu (karena kejadian di masa depan udah bocor). Terus Reen-Shi gantian yang ngelakuin time-leap dan…. akhirnya mereka ketemu. /ambil nafas/
    .
    Dah, segitu aja. Kalo ada yang masih miss, harap maklum :3

    1. LEENN XD kita bertemu lagih, aduh komen kamu di sebelah kelelep dan aku bingung nyari komen kelelep itu lewat mana :”” jadi kutemuin di sini deh :”
      ADUH, aku kan miss-sinambung (apaan rish) jadi suka ngehubung-hubungin semua hal XD wkwkwkwkwkwk baca yang sebelum-sebelumnya fardhu kifayah kok Len hukumnya XD wkwkwkwkwkwkwkwk
      ADUH DUH malem-malem ujan batu begini emang mantep ngomongin iketan tali rafia pohon toge di kebun kita ya Len :”” (apaan lagi rish)
      Pada dasarnya penjelasan panjang kamu udah 90% bener XD itu artinya kamu hebat sekali Len bisa menerka semuanya tanpa harus baca kisah2 sebelumnya itu XD wkwkwkwkwkwk /tarik nafas, hembuskan/ petualangan makhluk astral buatan Chen emang gajelas…..pas aku baca ulang ff ini aku bingung masa T-T maunya otak aku apa sih sampe aku bikin cerita yang pada akhirnya aku ikutan bingung? Kusedih, kuingin marah, melampiaskan, tapi kuhanyalah sendiri disini~~ /kemudian konser/
      Thanks banget Len udah nyempetin waktu emasmu buat ngebaca ff gajelas ini XD

    2. Nah kan, nggak peduli kelelep atau apa tapi Kakak selalu bisa nemuin aku kan? Cieeee XD /disambit pake sendal swall*w/
      Eh, Miss Sinambung kedengeran kece lho Kak XD Dan… fardhu khifayah itu yang kayak gimana ya? LOL
      Wkwkwkwkwkw
      Terima kasih Tuhan… udah bener! XD Iya dong, hebat dong, muehehehehe XD /lalu digetok Kak Irish/ Di sini Kakak bisa bikin petualangan soal time-leap dengan lebih simple /simple darimananya?/ jadi suka deh /kemudian lirik anime soal time-leap yang ampe sekarang belum ketonton/ ni otak masih belum kuat/ XD
      Lah, authornya sendiri malah bingung… Tanyakan ke rumput yang bergoyang Kak, atau pada langit biru, atau bertanya pada manusia yang tak ada jawabnya~~
      Sama-sama Kak 😉

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s