[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] ONE OF THESE NIGHTS VER. 2 — IRISH`s Story

irish-one-of-these-nights

EXO Birhtday Project

Xiumin’s Story

One of These Nights Ver. 2

With EXO’s Kim Minseok and Red Velvet’s Kang Seulgi

Supported by EXO’s Do Kyungsoo

A psychology, mystery, slight!friendship story rated by T in ficlet length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2016 IRISH Art&Story All Rights Reserved


Let’s meet again, one of these nights.”


██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Previous Birthday Series

Lay’s Project – Dumb Dumb Ver.1 // Ver. 2 // Ver. 3 // Ver. 4 || Wu Yifan’s Project – Like A Fool Ver. 1 // Ver. 2 // Ver. 3 || Chanyeol’s Project – Dream Candy Ver. 1 // Ver. 2 // Ver. 3 || D.O.’s Project – Sing For You Ver. 1 // Ver. 2 // Ver. 3 || Kai’s Project – For You Ver. 1 // Ver. 2 // Ver. 3 || Xiumin’s Project – One of These Nights Ver. 1

.

.

.

KIM MINSEOK VER.

“Minseok-ah!”

Seulgi berlari kecil ke arahku, rambut cokelatnya ikut acak-acakan karena angin yang bertiup. Dinginnya suhu di kota Seoul pada akhir musim seperti ini memang tidak main-main. Meskipun banyak orang berjalan-jalan, sekedar menghabiskan akhir pekan, tetap saja, dingin masih begitu terasa menusuk.

Ugh! Aku sudah menunggumu setengah jam dan hampir membeku!” dengan kesal Seulgi menepuk lenganku, meski pada akhirnya ia melingkarkan lengannya erat, sekedar mencari kehangatan, mungkin.

“Maaf, maaf…” aku menepuk puncak kepala Seulgi lembut, sementara ia mendongak, menatapku dengan senyuman yang sama di wajahnya.

“Apa ada kasus lain?” tanyanya menyelidik.

Dengan gemas aku mencubit ujung hidung Seulgi, dan tersenyum mengiyakan pertanyaannya barusan.

“Yap. Seperti dugaanku, kepolisian tidak menutup kasus kematian Jongin begitu saja. Dan… korban terakhir Jongin, Kim Jiyeon, rupanya pernah beberapa kali berkonsultasi di rumah sakit. Kau pasti bisa menebak kemana arah pembicaraan ini kan?” tuturku.

Seulgi menyernyit sejenak, sebelum ia kembali memandangku.

“Mungkinkah… Do Kyungsoo?”

Aku mengangguk pelan. Menghembuskan nafas panjang karena ingatan tentang Kyungsoo kembali membangkitkan ingatanku tentang kematian Kyungmi.

“Aku tak tahu bagaimana Kyungsoo bisa jadi seperti ini. Bagaimana juga Jongin bisa jadi seperti ini. Mereka semua baik-baik saja sebelum Kyungmi—” aku terhenti, tak sanggup melanjutkan kalimatku kala kusadari suaraku bergetar.

Aku tak ingin terlihat lemah, terutama di depan Seulgi. Jika aku terlihat begitu lemah di hadapannya, bagaimana Seulgi bisa percaya padaku bahwa sahabatnya ini bisa melindunginya?

“Terkadang, aku begitu membenci diriku, Seulgi-ah. Jika saja aku bisa menemukan pembunuh yang bertanggung jawab atas kematian Kyungmi, aku rasa aku bisa saja melepaskan bagde polisiku untuk membalasnya.”

“M-Minseok-ah…” suara Seulgi terdengar ragu, ada nada sedih dalam suaranya.

“Aku sangat membencinya Seulgi-ah. Pembunuh biadab itu yang sudah menghancurkan kehidupan kita.”

Seulgi tertunduk, jemarinya meremas lenganku lembut sebelum ia kembali memandangku, dengan senyum khas yang dimilikinya.

“Kau tahu aku berpikiran sama denganmu, Minseok-ah. Kau juga tahu bagaimana aku sangat berhutang budi padamu.”

“Tidak.” dengan cepat aku menggeleng, “kau tidak berhutang apapun padaku, Seulgi-ah. Kita keluarga, kau tidak ingat? Tidak ada hutang budi diantara anggota keluarga.”

Seulgi tersenyum, dan mengangguk pelan.

“Aku tahu, tapi bukankah sesama anggota keluarga juga harus saling membantu? Itu artinya, kau juga pasti tahu bagaimana aku akan bersikap jika aku tahu siapa yang membunuh Kyungmi. Jika kau mengacungkan pistol padanya, aku juga akan melakukan hal yang sama.”

“Jika kau ingin ia terbunuh seperti Kyungmi, aku juga akan menginginkan hal yang sama.”

Aku terdiam mendengar penuturan Seulgi.

“Kenapa?” tanyaku akhirnya.

“Karena kita keluarga, Minseok-ah.”

Aku menatap Seulgi sejenak, sebelum akhirnya menggeleng.

“Tidak, Seulgi-ah. Kau tidak boleh seperti itu.”

“Mengapa?” Seulgi kini menuntut. Membuatku mengacak rambutnya lembut, gemas pada tingkah lakunya.

“Tentu saja karena tanganmu tak boleh ternodai lagi. Pembunuh Kyungmi memang pantas untuk mati, tapi biarlah aku saja yang berpikiran seperti itu.”

“Lalu… kau ingin aku diam saja? Aku juga ingin membantumu, Minseok-ah. Aku juga ingin kau melupakan masa lalu yang mengerikan itu.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

KANG SEULGI VER.

“Senyummu ini… apa akan tetap ada meski kau tahu semua sahabatmu berubah menjadi monster, Seulgi-ah?”

Ucapan Minseok terngiang dalam pendengaranku. Menari-nari bagai sebuah nada yang terus ingin kuingat padahal tidak.

Memang, aku tak ingin mengingat ucapannya karena aku tahu aku sudah ikut mengukir luka bagi Minseok. Bagaimana tidak, aku bahkan sudah berbohong pada Minseok tentang kematian Jongin.

Aku tahu… Do Kyungsoo melakukannya.

Aku juga tahu semua yang dilakukan Jongin saat ia masih hidup.

Aku hanya tak menyangka, Kyungsoo lah yang akan mengakhiri hidup Jongin, padahal aku sudah lebih dulu berniat melakukannya.

Ya, memang Kyungsoo seringkali mendahuluiku. Termasuk tentang Kim Kyungmi. Ia sekarat saat aku berniat untuk meringankan beban hidupnya, dengan membunuh Kyungmi.

Tapi rupanya Kyungsoo sudah mendahuluiku.

Meski aku tidak tahu dimana Kyungsoo menyimpan mayat Kyungmi, aku tahu, Kyungsoo melakukannya.

Memangnya karena siapa ia berubah jadi seperti itu?

Jika saja aku tidak sering mengajaknya membunuh hewan-hewan di sekitar panti asuhan, mana mungkin Kyungsoo yang berhati lembut bisa membunuh orang lain?

Dan Jongin… jika saja aku tidak terus memintanya untuk melukai siapapun yang sudah menyakitinya, apa ia akan berubah menjadi pembunuh?

Tentu saja tidak.

Kim Minseok. Dia adalah satu-satunya orang yang tak bisa kupengaruhi. Meski aku tahu ia terus menganggapku seorang monster, yang ditahunya sekarang, adalah Kang Seulgi yang tak tahu apa-apa.

“Kau sudah menungguku sejak tadi?”

Aku mendongak saat sebuah suara menginterupsi pemikiranku. Tatapanku segera bertemu dengan sepasang mata bulat seorang dokter yang sangat kukenal. Segera kulemparkan sebuah senyum padanya, sembari menggeleng pelan.

“Tidak juga, aku tahu kau dokter yang sangat sibuk.”

Ia membalas senyumanku dan tertawa pelan.

“Masuklah, kita bicara diruanganku.”

Tanpa bicara apapun aku meraih tas mungil yang kubawa, tersenyum pada perawat baru yang berdiri di depan pintu ruangan.

“Sudah lama kau tidak berkonsultasi, apa ada sesuatu yang buruk lagi?” ia memulai konversasi, kutemukan ia sudah duduk di kursi kerjanya, menumpukan siku di meja sementara tatapannya menelitiku.

“Tidak perlu menyelidiku seperti itu, aku kesini hanya ingin memastikan kau baik-baik saja.” ujarku tersenyum, duduk di sofa putih yang ada di dekat meja kerjanya.

“Memastikan aku baik-baik saja?” ulangnya dengan nada penasaran.

Aku mengangguk, menatapnya sejenak sebelum akhirnya aku kembali membuka mulut.

“Kurasa, Minseok tahu kau sudah membunuh Jongin, Kyungsoo-ya.”

“Ah, Minseok benar-benar polisi yang baik. Kepolisian pasti akan curiga kalau anggotanya mati juga kan? Haruskah aku rencanakan sebuah kecelakaan saja? Bagaimana menurutmu, Seulgi-ah?”

Aku terdiam sejenak.

“Apa kau butuh bantuanku? Kau tahu… beberapa kali kau hampir ketahuan jika saja aku tidak membantumu. Termasuk soal Lee Mijoo, memangnya kau pikir dia mau begitu saja bergantung padamu jika aku tidak membantumu memperburuk kehidupannya?”

Kyungsoo tergelak, ia tertunduk sejenak sebelum kembali menatapku.

“Iya, aku tahu kau sudah banyak membantuku. Kau juga selalu membantuku membersihkan tempat kejadian. Lalu kenapa mengungkitnya sekarang, hmm? Apa kau butuh sesuatu dariku?” tanyanya menebak maksud ucapanku.

Ya, memang, ada yang kuinginkan dari Kyungsoo.

“Apa mungkin… kau tahu dimana Kyungmi? Maksudku, kau sudah bertemu dengan Jongin, dan bahkan..” aku terhenti sejenak, tak sanggup mengucapkan bagaimana Kyungsoo telah membunuh Jongin, sahabatnya sendiri, dengan alasan yang masih tak bisa kumengerti.

“Membunuhnya?” ucap Kyungsoo melengkapi.

“Ya, itu maksudku.”

Kyungsoo menghela nafas panjang, sedetik kemudian ia kembali berucap.

“Kau ingin bertemu Kyungmi?”

FIN.

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

Kang Seulgi ente maunya apa? Kenapa ente ikutan bikin kepala ane muter-muter mikirin peran dan nasib ente di sini? Kenapa saat ane baca ulang ini cerita demi 6 Mei kepala ane jadi migrain?

Itu Kak Minseok juga kenapa harus kubuat berkalimat ambigu?

Kyungsoo masih hidup, praise the Lord. Tapi dia juga pasti akan terbunuh, bukan dengan direbus atau dikuliti, tunggu aja nanti di series birthday. Berhubung aku tjinta Kyungsoo dan segala karakter kurang ajarnya di series ini, aku sayang mau ngebunuh Kyungsoo dengan cara gak elit.

BTW, Seulgi itu selalu tersenyum. Kalian nggak ngerasa aneh? Aku aja bilang dia aneh, padahal aku yang nulis itu cerita.

Sekian cuap-cuap dariku, peringatan kalau mood thriller-ku sudah kembali dan jangan protes dengan adegan R yang akan ada di versi selanjutnya. Selamat bertemu Kyungsoo dan Mijoo lagi di versi selanjutnya. Selamat menikmati kekejian yang akan terjadi. Selamat mengumpat penulisnya. Ppyong~

49 tanggapan untuk “[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] ONE OF THESE NIGHTS VER. 2 — IRISH`s Story”

  1. waah~ yoon kira mijoo yg bagian bersih2 eh ternyata seulgi. waah (2) yoon kira seulgi yg bunuh kyungmi soalnya cemburu umin sama kyungmi soswit bgt jd adek-kakak /apaan sih yoon -_-/ terus lagi umin mau “ngawetin” senyumnya seulgi kkk~ *korban sleep tight*

    1. ini ketularan ada chapter 2 nya sampe dikurung gitu XD wwkwwkwkwkkwwk ADUH ITU ENGGA BANGET, NOT SEULGI STYLE DONG XD WKWKWKWKWK masya allah XD sleep tight menjamur XD

  2. Aduh telat baca. Ini crita makin rumit aja. Tp tetep keren kok. Main nya kok bunuh bunuhan ya. Hahahahaha…… umin oppa kau harus bisa menemukan kebenaran nya. Author jjang keren dah

  3. Jadi intinya mah umin gak psiko lah ya?
    *nari tortor sambil jalan ke pelaminan sama umin* bhaaaakkk

    Ohiya betewe soal yg nujum nujuman itumah aku gakusah berkomentar lah ya, aku udah mengetahui semua nujum nujum itu bhakakakakka..

  4. Kenapa aku ngerasa cuap – cuap kaka bikin merinding yaa? kayak lagi mau ngumumin kematian orang? ‘abaikan

    BTW Kenapa SEULGI IKUT BUNUH BUNUHAN YA?? Aduuuh Kak Umin gak ikutan juga? Biar saling bunuh – bunuhan?*gak nyambung Alona…

    Itu Kai ikutan juga? DO juga? Beeh mereka mah gk bs dipisahkannn….

    Sini Kupeluk kak…. Kereeen lhooo iniiii

    1. XD semacem ini ngumumin kematian kyungsoo ya? XD WKWKWKWKWKWK
      KAN GREGET ITU, SEULGI ANAK BAIK KAN XD
      XIUMINNYA SEHAT WAL AFIAT ALHAMDULILLAH XD

  5. Ehem2, xuapnya2 nyeremin ya wkwkwkwk
    Semiga saja kyongsoo matinya memang penuh dengan kelitan ya jehehe
    Atau jangah2 kak orish bakal lebihbsadihbbahkan sadih baget ama kyungsooo
    Kan rating Rnya nyerekin kan, gak diisi aja udah bikin merinding apalagi besok isi laber rating Rnyabwkwkw
    Mgatssss
    ♥♥♥a

    1. Kalok aku baca lagi aku juga jd ngakak ama typoku kak wkwk
      Xuap2nya kakak selalu kenyeramkan wkwkw
      Karena bisa bikin kita hampir mimisan weheheh

  6. EHEM…..ini mksdny apalg kak rish? Kak rish why??? aku udh duga dr awal kl seulgi emg suka bacokin org eh beneran diungkapin d sini, ealaupun bkn dalang dr kematian jongin tp ttp aja kan ada niat tp selalu keduluan kyungsoo /bhaks/ kyungsoony malah ucul bunuh2 org gt gemes akuny pengen bw pulang jdny :v semangat kak rish, ditunggu kelanjutannyaa ^^ mati ketiban emasny junmyeon kak kl mo elit mah -.-

  7. Ternyata emang ini seulgi ga berubah masih ada apa2nya
    Tapi niatnya keduluan mulu ama kyungsoo

    Tp itu kepolisian belum ya keterlibatannya kyungsoo
    Haruanya xiumin bilangin t, eh tp ga ada buktinya sih ya

    Dan ini ternyata si kyungminya ngilang gitu ya, mati tp mayatnya ga pernah nemu

    Dan btw, aq setuju klo kyungsoo nanti mati, bikin matinya denga elir
    Kasian itu si kyungsoo dapet peran digebukin macem gembel aja *plak
    Mana biasa digebukin ga pake alas kaki juga, suka banget deh bikin dio ngenes

  8. uing…uing,,,uing,,,,uing,,,/ bunyi sirene/ mobil polisi/ serbu,,,,,,,!!!
    -anda d tangkap karna tlah menyebarkan firus abnormal pd para penghuni disini,,dan itu menyebabkan kecanduan,yg mengakibatkan,,mata berkunang kunang karna melototin tulisan ,hati dan perasaan berdenyut denyut karna merasa jengkel dng semua cast yg isinya org sinting,, wlopun begitu,,hati ini tak bisa berpaling mengagumi segala kemampuan dan manipulasi otak yg luar biasa hebat,,hingga tak sanggup tuk menghindar dr segala tipu daya dan pesonanya! cut!
    – apa ini rishh,,wawww aj deh!

    1. XD BUAKAKAKAKAKAK apalah daya idup aku ini udah abnormal jadi ceritanya wajib abnormal, sinting semua, XD wkwkwkwkwkwkw thanks yaaaaa

  9. Intinya, buat dua versi Xiumin’s birthday project ini ane udah (cukup) paham. Tapi masih ada yang miss nih. Apa semua fiksi birthday project di atas saling berkaitan? Kalo iya, haturnuhun Kak… di saat satuan kuota sudah berubah dari GB menjadi MB malah dapet utang baca fic begini XD

    1. XD sebenernya gak saling berhubungan juga, cuma yang ulang tahunnya mepet-mepet jadi berhubungan /ini akal2an emak-emak penulis/ dan kuotaku udah KB malahan :” tapi ini masih tanggal berapa…

    2. Well, jadi mau nggak mau /mau ding, kan kepo/ Len harus baca semua series-nya. Nitip utang dulu Kak, plis jangan ditagih. Aku nggak mau Kakak jadi lintah darat, Kakak boleh jadi lintah asal ngisep cintaku aja /WOOOOOOIII/
      Awal bulan masih lama :”)

    3. XD buakakakakkakaka iya aku gak nagihin kok, kan aku setia jadi setia menunggu aja asal gak ditinggal selingkuh /LOH/ XD
      iya, awal bulan belum gajian :”) kan sedih hati ini~

    4. Tapi kalo menunggu tanpa kepastian itu juga lelah Kak :”) /udah bapernya!/
      Wks, sama kak. Gajian itu nggak “begitu tanggal satu gaji turun”. Nggak. Nunggu dulu berapa hari :”)

    5. Len udah Len ini ga malem minggu jangan baper, baper itu menular :”)
      YA ALLAH, LEN PEKA BANGET. IYA BENER XD tanggal 11 biasanya baru turun kalo nasib diri ini mah :” lamaaaa~

    6. Nggak apa-apa lah Kak, biar baper kita nggak mainstream. Btw, baper itu bukannya kalo kita mau nonton video di youtube ya?
      .
      Wkwkwkwkwk, cuma beda satu digit doang Kak /satu digit pala lu!/ XD

    7. Itu butter kalo yutub itu Len :”) bukan baper………
      beda satu digit tapi efeknya bisa ke warung sebelah loh :” dia jd laris krn selama 10 hari di awal bulan, mie instannya laku :”

    8. Butter itu mentega Kak, yang bener buffer XD Eh tapi bukannya buffer itu nama makanan ya? Yang ada krimnya…
      .
      Kalo gitu jangan beli mi instan-nya. Beli aja akuanya! Relousi dikit sambil menyehatkan tubuh; kalo laper ganjel pake akua XD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s