[Xiumin Birthday Project] Sebuah Lamaran

tumblr_inline_o4a8evxKas1tooavx_500

[Xiumin Birthday Project] Sebuah Lamaran

A vignette by nokaav3896 ׀ Starring [EXO’s] Xiumin as Kim Minseok and [OC’s] Natasha Hwang with EXO’s Kim Line and additional cast [OC’s] Kim June ׀ It’s a romance, slice of life and family and labeled as G ׀ OCs and plot are mine!

 picture taken from tumblr

©nokaav3896 – 2016

Hyung,” Jongin menyenggol lengan Minseok pelan sembari memasang wajah sok manis pertanda siap merajuk putra tertua keluarga Kim untuk meminta sesuatu, “aku ada acara malam ini dengan Yoona Noona. Sebenarnya, hari ini jatahku menemani Kim June belajar tapi…”

Jongin sengaja menggantung kalimatnya, berharap Minseok peka dan mengambil alih tugas menemani si bungsu belajar. Namun dirinya tengah berulang tahun sekarang. janji untuk makan malam dengan Natasha Hwang –kekasihnya– sudah terlanjur tersusun dengan rapi.

Hyung?”

“Sebenarnya,” Minseok benar-benar mengalihkan perhatiannya pada Jongin dan menghela napas panjang, “aku juga ada janji makan malam dengan Natasha untuk merayakan ulang tahunku, Jongin.”

“Perayaan ulang tahun yang tadi belum cukup, Hyung? Aku, Junmyeon Hyung, Jongdae, dan June ‘kan sudah merayakan ulang tahunmu seharian. Masih mau makan malam dengan Noona?”

“Memangnya Jongdae dan Junmyeon kemana? Kau bisa minta tolong mereka. Lagipula ini ‘kan hari Sabtu, besok June libur.”

“Tapi dia bersikeras minta ditemani belajar, Hyung. Katanya dia sudah hampir mati karena menghapal rumus sin, cos, tan dan teman-temannya itu. Lagipula dia ‘kan jomblo, jadi malam minggunya memang selalu seperti ini,” jawab Jongin terlalu meyakinkan, “Junmyeon Hyung sudah tidur, Jongdae sudah keluar untuk karaoke dengan Byun Baekhyun dan Jung Soojung.”

“Aku–“

Oppadeul!”

Kim June terlihat melompati dua anak tangga sekaligus demi menghampiri dua kakak laki-lakinya yang terlihat tengah mengobrol berdua di meja makan. Rambutnya yang diikat dua bergoyang kesana kemari mengikuti gerakan tubuhnya. Senyum manis yang diwarisi dari ibunya terpatri di wajah cantiknya.

“June, perhatikan langkahmu. Rasanya sakit kalau sampai menggelinding dari tangga,” ujar Minseok sembari bangkit dari kursi, mengabaikan Jongin. “Satu anak tangga sekali melangkah, bisa?”

Ups, maaf.” June memperbaiki langkahnya, namun kembali berlari begitu sudah menjejak lantai satu. “Jadi, siapa yang menemaniku mengerjakan pekerjaan rumah hari ini? Jongin Oppa bilang ada janji dengan Yoona Eonni.

“Minseok Hyung,” Jongin menjawab cepat membuat putra tertua keluarga Kim yang berada satu langkah di depannya langsung berbalik dan menatapnya tajam.

“Jongin, aku sudah bilang ada–“

Belum sampai Minseok menyelesaikan kalimatnya, smartphone 5 inch yang dia letakkan di meja berbunyi, menampilkan foto dan nama Natasha Hwang di layarnya.

“Lihat ‘kan, Natasha sudah menunggu, Jongin.”

Minseok mengulurkan tangannya untuk mengambil smartphone sementara Jongin dan June saling melempar kode tanpa pemuda pipi bakpao itu sadari. Senyum manis merekah di bibirnya kala mengucap ‘halo’ namun lengkungannya berbalik arah lima detik kemudian–dan bertahan sampai smartphone-nya diletakkan kembali di meja makan.

Okay,” Minseok mengangguk pasrah, “aku yang akan menemani June belajar.”

“Makan malam dengan Noona batal?”

“Ayahnya pulang,” Minseok menarik dasi berwarna biru muda yang sebelumnya sudah melingkar rapi di lehernya, “dan mengajak seluruh keluarganya makan malam.”

.

.

Sejujurnya, Minseok kesal setengah mati lantaran janji makan malam dengan kekasihnya batal dan harus menemani si bungsu belajar matematika. Minseok bukannya benci matematika–apalagi Kim June; namun mood-nya sudah terlanjur meluncur bebas.

“Aku benar-benar tak punya bayangan bagaimana harus mengerjakan soal yang satu ini,” June meletakkan pensilnya dan berpaling menghadap Minseok yang sebelumnya tengah melamun di sisinya, “bagaimana ini?”

“Aku bukan ahli matematika,” ujar Minseok pelan, “sebenarnya ini cukup mudah tapi pikiranku sedang penuh. Aku buntu. Kerjakan besok saja ya? Dengan Kyuhyun Hyung.

Oppa pasti tengah kesal karena gagal makan malam dengan Eonni,” June menepuk-nepuk pipi Minseok gemas membuat kakak laki-lakinya mengulas senyum tipis, “aku selesai belajarnya. Oppa boleh tidur, biar aku telepon Kyuhyun Oppa saja besok pagi.”

“Hmm,” Minseok mengangguk dan bangkit menyambar dasinya, “selamat malam, June. Maafkan aku ya?”

“Tentu saja,” June mendaratkan sebuah kecupan singkat di pipi Minseok, “sekali lagi selamat ulang tahun.”

“Terima kasih, June.”

.

.

Malam ini Kim Minseok merasa kamarnya terlalu membosankan. Berbagai macam literatur yang tersusun rapi di rak buku di sudut kamarnya sama sekali tak menarik perhatian. Lelaki itu hanya melirik layar smartphone 5 inch miliknya–berharap ada kabar dari perempuan blasteran yang kini menyandang status sebagai calon istrinya; nihil. Natasha sama sekali tak mengirim pesan.

Okay,” Minseok menghela napas panjang, “aku tidur. Selamat ulang tahun, Kim Minseok.”

.

.

“Selamat ulang tahun.”

Sebuah suara lembut yang sudah familiar menyapa pendengaran Minseok hanya beberapa menit setelah lelaki itu memutuskan untuk menutup mata menuju dunia mimpi. Ia benar-benar tak menyangka perempuan itu hadir di mimpinya; Minseok merasa benar-benar merindukan perempuan itu karena suaranya begitu nyata dan–

“Padahal belum ada lima belas menit sejak Oppa meninggalkan kamarku,” Minseok bisa mendengar suara mencibir lucu ala Kim June, “dia sudah benar-benar tidur?”

Hyung?”

Oppa?

Suara Natasha lagi.

Minseok membuka matanya perlahan dan nyaris melompat kala mendapati paras cantik Natasha Hwang berada sepuluh sentimeter di hadapannya. Lelaki itu mengerjap beberapa kali sampai benar-benar yakin bahwa perempuan itu memang kekasihnya yang beberapa jam lalu berpamitan absen untuk makan malam berdua demi quality time dengan keluarganya.

“Natasha?”

“Hai,” perempuan itu tersenyum sembari melambaikan tangannya di hadapan Minseok, “kelelahan?”

“Kaubilang ada acara dengan keluargamu?”

“Kerjasama dengan adik-adikmu untuk menyiapkan kejutan sih, sebenarnya,” Natasha tertawa diikuti beberapa tawa lain milik June dan Jongin, “aku kurang yakin sebenarnya ini berhasil atau gagal.”

“Memangnya apa yang kalian rencanakan?”

“Membuat mood-mu meluncur drastis.”

“Berhasil kalau begitu,” jawab Minseok pelan, masih enggan menggerakkan tubuhnya untuk sekedar duduk agar kekasihnya lebih nyaman mengobrol, “mood-ku sudah jatuh ke lembah pembuangan paling dalam dan masih bertahan sampai sekarang.”

“Terlihat kok dari posisimu yang kurang sopan ini,” Natasha tertawa pelan, “tapi aku sudah datang. Mood-mu masih buruk?”

“Hmm.”

“Aku sudah bawa roti ulang tahun kesukaanmu, Oppa.” Natasha memamerkan aegyo-nya sebelum berbalik dan mengulurkan tangan untuk mengambil black forest di tangan June. “Tiup dulu lilinnya.”

“Aku malas.”

Yah.

Noona,” Jongin menepuk pundak Natasha dengan lembut membuat perempuan itu menoleh kebelakang, “aku dan June keluar dulu ya. Kurasa Noona harus melakukan ‘sesuatu’ supaya mood-nya Hyung kembali. Noona tahu ‘kan apa yang kumak–“

“Kim Jongin.”

“–sudkan? Semoga sukses, Noona. Bye! Ayo, June.”

Jongin menjulurkan lidahnya kepada Minseok tepat sebelum menarik June keluar sembari tertawa geli. Natasha Hwang kembali mengalihkan perhatiannya pada Minseok begitu sepasang kakak beradik itu menutup pintu kamar Minseok.

Quality time dengan keluarga–“

“Sudah kubilang hanya trik untuk membuatmu kesal,” Natasha meletakkan black forest dengan lilin yang masih menyala di nakas samping tempat tidur Minseok dan mengulurkan kotak kado berwarna biru muda kepada kekasihnya, “ini. Selamat ulang tahun, Oppa.

Kim Minseok masih memilih bungkam dan hanya menatap Natasha lekat-lekat. Sebenarnya, sejak keberadaan perempuan itu tertangkap netranya beberapa menit lalu, mood-nya sudah kembali membaik bahkan telah menembus level tertinggi.

“Oppa.

“Hmm.”

Minseok benar-benar tak memperhitungkan yang satu ini–saat Natasha menunduk dan mencium bibirnya dengan lembut.

.

.

“Jadi, bagaimana ulang tahunmu, Oppa?”

“Bagus,” Minseok menjawab singkat lantaran mulutnya tengah menikmati potongan chicken steak yang dibuat Natasha untuk sarapan Kim bersaudara pagi ini. Perempuan itu menginap di rumah semalaman dan sudah berkutat di dapur sejak pukul enam pagi membuat meja makan keluarga Kim penuh dengan berbagai masakan, “ulang tahun terbaik mungkin.”

“Semalam apa yang kaulakukan dengan–“

“Jongdae,” Jongin menginterupsi sembari memukul puncak kepala saudara kembarnya dengan sendok sayur, “ada bocah lima belas tahun di meja makan.”

Ups, aku hampir lupa.”

“Aku tidak melakukan apa-apa,” Minseok menanggapi dengan santai, “santai saja. Aku masih Hyung dan Oppa yang bisa dicontoh dan menjadi teladan untuk kalian semua, dan asal kalian tahu saja ya, Natasha tidur dengan Kim June semalam.”

“Hmm,” June mengangguk, “Eonni tidur di kamarku semalam. Memangnya kenapa?”

“Bukan apa-apa,” Jongin mengibaskan tangannya cepat-cepat, “lanjutkan makanmu, Kim June. Kaubilang mau jogging denganku di taman kompleks.”

“Hmm…okay.

Dan meja makan kembali hening, hanya terdengar suara peraduan garpu, sendok, dan pisau yang digunakan lima bersaudara itu untuk sarapan. Sesekali terdengar suara Natasha Hwang dari dapur sekedar menanyakan letak beberapa barang dan bumbu dapur–selebihnya, normal saja.

.

.

Normal saja sampai Kim Minseok tersedak lantaran nyaris menelan sebuah cincin dari puding strawberry yang merupakan makanan penutupnya.

“Ini…apa?”

Oppa, ayo menikah denganku.”

Sebuah lamaran meluncur dari bibir Natasha Hwang yang sontak membuat meja makan di rumah keluarga Kim ramai dengan teriakan dan sorakan. Teriakan dan sorakan dari adik-adik Kim Minseok yang mendukung kakaknya agar menerima lamaran perempuan blasteran itu. Bagi mereka, Natasha Hwang merupakan sosok perempuan yang cocok mendampingi sang kakak tertua–sosok perempuan yang mampu menggantikan peran Ibu bagi empat Kim yang lainnya lantaran Ibu mereka memang sudah tiada sejak melahirkan si bungsu.

.

.

“Ya,” Minseok tersenyum, “ayo kita menikah, darl.

.

.

End.

Well, Happy Birthday Kim Minseok a.k.a Xiumin of EXO!

Semoga bahagia sama mbak Natasha dan tetap jadi mas yang bijaksana buat adek-adeknya yang sengklek yaa!

#HappyXiuminDay

Ngggg, additional note: Buat yang menunggu Dating After Marriage-nya Hunrene, sudah siap posting kok :p Ditunggu ya 😀

5 tanggapan untuk “[Xiumin Birthday Project] Sebuah Lamaran”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s