[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] INTRO

Intro

I N T R O

.

.

an absurd school life – romance story in T rating and ficlet length.

staring by EXO Xiumin a.k.a Kim Minseok and Reen as OC

supported by Infinite – Jang Dongwoo

.

.

I own the plot

DO NOT PLAGIAT and REPOST without PERMISSION

thanks for this cute poster -> Kimiham <-

.

.

©anneandreas2016

.

 H A P P Y   R E A D I N G

-I-N-T-R-O-

 

“Hoy, Minseok!” suara bariton milik Dongwoo menggema di seluruh koridor.

Minseok, si empunya nama yang baru saja keluar dari ruang guru seraya menenteng tas laptop itu hanya mengalihkan atensinya singkat ke arah sumber suara. “Wae?” sahutnya santai tanpa menghentikan langkahnya.

 

“Kau sudah dengar? Ternyata gosip itu bukan hoax, mereka benar-benar datang!” ucap Dongwoo antusias.

“Siapa?” tanya Minseok datar, ia sudah sangat terbiasa dengan sikap antusiasme karibnya itu. Bahkan terkadang ia ingin menyarankan Dongwoo untuk menjadi seorang presenter acara gosip selepas kelulusan mereka dari sekolah nanti.

 

“Anak-anak pertukaran pelajar dari Asia!” jawab Dongwoo yang membuat Minseok menoleh dan mengangkat sebelah alisnya, tanda ia benar-benar tak mengerti dengan arah pembicaraan Dongwoo sejak tadi.

 

Dongwoo menghela napas kesal. Berbeda dengan dirinya yang sangat up to date tentang gosip, sahabatnya yang menyanggah gelar ketua kelas dingin di tahun kedua pendidikan mereka ini benar-benar tidak peduli dengan gosip. Tidak, tidak hanya gosip, Minseok juga tidak peduli dengan murid-murid perempuan manis di kelas mereka, juga adik-adik kelas imut, dan kini Dongwoo berspekulasi bahwa karibnya ini juga tidak akan peduli dengan murid-murid pertukaran pelajar yang berasal dari seluruh Asia. Dan semua hal itu membuat Dongwoo berpikir lebih baik Minseok menjadi seorang tentara atau mata-mata rahasia saja selepas kelulusan mereka nanti.

 

Heol. Kau memang benar-benar seorang freeze man. Aku semakin yakin untuk menyarankanmu menjadi seorang tentara.” ucap Dongwoo dengan nada yang dibuat-buat agar terdengar serius.

“Aku akan menjadi seorang penyanyi. Lihat saja nanti.” jawab Minseok seraya tertawa.

“Ya ya ya. Kau akan menjadi seorang penyanyi, khusus di camp untuk menghibur laki-laki yang sedang menjalani wajib militer.” ketus Dongwoo yang membuat tawanya semakin terdengar renyah.

 

“Nikmatilah masa pubertasmu, man! Kita masih di tahun kedua, hidup akan lebih indah jika kau mau mencoba untuk dekat dengan seorang gadis.”  bujuk Dongwoo, entah sudah kali keberapa ia membicarakan hal ini pada karib dinginnya itu.

Minseok hanya tersenyum sambil mengangkat sebelah tangannya ringan, ia sendiri sudah merasa bosan dengan kalimat persuasi yang kerap kali dibicarakan Dongwoo. Dan ia yakin setelah ini Dongwoo akan mulai berpidato panjang lebar tentang pentingnya dekat dengan seorang gadis. Bahkan memikirkannya saja sudah membuat Minseok bergidik ngeri. Namun beruntunglah dirinya, tikungan menuju kelas mereka sudah ada di depan mata, setidaknya ia bisa menahan karibnya itu untuk berpidato setidaknya sampai kelas bubar nanti sore.

 

“Aah.. Jinjja! Nuguseiyo?” ucap Minseok spontan kala tubuhnya terhuyung beberapa langkah ke belakang akibat benturan keras yang belum ia ketahui-

Seorang gadis yang sedang jatuh terduduk di hadapannya.

-penyebabnya.

 

Butuh beberapa sekon bagi Minseok untuk mencerna kejadian ini. Namun belum sempat dirinya bereaksi,  gadis di hadapannya itu -yang baru saja jatuh terduduk- segera bangkit dan menunduk singkat di hadapannya sembari mengucap “I’m sorry.” lalu melangkah meninggalkan mereka, Minseok dan Dongwoo, yang masih mematung di tempatnya berdiri.

 

“Aku tidak pernah melihat wajah murid perempuan itu. Apakah mungkin ia salah satu dari murid pertukaran pelajar itu?” sebuah kalimat terujar dari bibir Dongwoo, entah merupakan pertanyaan untuk Minseok atau untuk dirinya sendiri. Tapi yang jelas, sebuah senyum tiba-tiba merekah di bibirnya.

 

“Kalau memang ia merupakan murid pertukaran pelajar, kau harus mengajaknya berteman, setidaknya kalian sudah memulainya dengan bertabrakan. Ehee~ Mungkinkah ini takdir Tuhan..” ucap Dongwoo dengan nada menggoda, membuat Minseok hanya menggumam “terserah” lalu melanjutkan langkahnya di balik tikungan.

 

-I-N-T-R-O-

 

Minseok mengambil ranselnya yang tergeletak di pinggir lapangan futsal dan menenggak air dari dalam botol yang ada di sana. Bermain sedikit setelah jam sekolah usai -meskipun dengan masih berseragam lengkap- merupakan hal yang sudah biasa dilakukannya, terlebih jika Dongwoo sedang berlatih dance bersama klub ekstra kulikulernya, seperti hari ini.

Sudut mata Minseok menangkap bayangan seorang gadis berseragam sama dengan dirinya sedang duduk di kursi bawah pohon. Biasanya ia tidak pernah tertarik dengan siapapun yang ada di sekitar lingkungannya, termasuk adik-adik kelas imut yang suka secara diam-diam atau bahkan terang-terangan menonton mereka bermain futsal.

Dan akhirnya Minseok menghabiskan beberapa sekon berikutnya masih dengan memandangi murid perempuan itu hingga akhirnya ia menyadari bahwa gadis itu adalah seseorang yang ia kenali. Entah makhluk apa yang merasukinya, secara otomatis ia melemparkan botol minumnya kembali ke dalam ransel, memberi kode “Aku pergi sebentar.” pada teman-temannya di lapangan futsal lalu berjalan mantap ke arah gadis itu dan berdiri di hadapannya.

 

“Hey, kau murid perempuan yang tadi pagi bertabrakan denganku di tikungan depan kelas, ‘kan? Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Minseok santai sedangkan gadis yang sedang duduk di hadapannya memandang Minseok sambil mengernyitkan dahinya. Terkutuklah Dongwoo yang selalu menyarankannya untuk bersikap ramah pada gadis-gadis. Ini kali pertama ia mencoba ramah pada seorang gadis namun gadis itu malah tidak memberi-

 

“Excuse me, i don’t understand what do you talking about.”

-tanggapan.

 

Kini ganti Minseok yang mengernyit, setelah tadi pagi ia mengucap “I’m sorry.” kini ia mengucapkan serentet kalimat berbahasa Inggris yang cukup lancar untuk ukuran siswa Korea. Mungkinkah gadis ini benar-benar murid pertukaran pelajar?

 

Are you student exchange?” tanya Minseok dengan menggunakan bahasa Inggris seadanya, yang ia harap tidak terdengar memalukan.

Murid perempuan itu tersenyum samar, yang bagi Minseok tampak manis, dan mengangguk, “Yes.”

 

Hening sempat menyelimuti mereka berdua sebelum akhirnya gadis itu mengucap lagi, kali ini dalam bahasa Korea yang terdengar sedikit kaku, “Aku sudah belajar bahasa Korea, namun mendengarmu berbicara begitu fasih membuatku kesulitan menangkap maksud kalimatmu.”

Minseok tersenyum cerah, “Kau bisa mencariku jika kau ingin kursus gratis bahasa Korea, aku ada di kelas 2-4. Apakah kau juga siswi tahun ke dua?”

“Aku siswi tahun pertama.” jawabnya.

“Ah, kalau begitu kau adalah adik kelasku. Baiklah adik kelas pertukaran pelajar, jangan segan-segan mencariku, ya!” kata Minseok lagi, belum kehilangan senyum cerahnya.

Gadis itu mengangguk.

 

“Kim Minseok.” katanya lagi sambil mengulurkan tangan.

Minseok melihat gadis itu tersenyum hangat lalu mengulurkan tangannya, menyambut uluran tangan Minseok, dan menjawab ramah, “Reen. Reen Kukyia.”

 

“Hoy, Minseok!” suara bariton Dongwoo lagi-lagi menggema, kali ini dari depan gedung tidak jauh dari mereka. Minseok menoleh lalu melambaikan tangan ke arah karibnya itu, “Tunggu sebentar!” jawabnya.

 

“Aku pergi dulu, Reen-ssi. Sampai bertemu lagi.”

Reen tersenyum cerah lalu melambaikan tangannya ringan, membuat Minseok otomatis ikut tersenyum dan melambaikan tangannya sebelum berbalik arah dan berjalan menghampiri Dongwoo.

 

“Uwoow. Kau berbicara dengan seorang gadis? Siapa dia? Sepertinya wajahnya asing tetapi tidak asing.” teror Dongwoo tepat setelah karibnya itu ada di hadapannya.

“Murid pertukaran pelajar yang tadi pagi bertabrakan denganku.” jawab Minseok santai, lalu melanjutkan langkah meninggalkan Dongwoo yang masih berdiri di belakangnya.

Jinja?!” sahut Dongwoo tak tampak menutupi keterkejutannya.

“Kau bilang aku harus mulai berteman dengan seorang gadis.”

 

Sebelah alis Dongwoo terangkat heran, kemudian sebuah lengkung sempurna tercipta di bibirnya. Dongwoo mengejar Minseok lalu menepuk punggung karibnya itu dengan semangat.

Hee~ Sepertinya freeze man kita sudah mulai mencair.”

Minseok tertawa, “Doakan saja. mungkin ini benar-benar takdir.”

 

 

fin-

.

Another Story:

“Maafkan aku, oppa. Aku telat merayakan ulang tahunmu.” kata Anne dengan wajah yang memerah, tampak menyesal.

“Tidak apa-apa, Ann. Aku tahu kesibukanmu. Aku bahkan tidak butuh ucapanmu, aku hanya butuh kamu tetap di sisiku. Aku sayang kamu.” jawab Xiumin sambil merengkuh Anne, menyelimuti gadis itu dengan pelukannya.

*mimisan sendiri sambil guling-guling

.

SELAMAT ULANG TAHUN

WAHAI KAMU LAKI-LAKI YANG KUDAMBAKAN

NAMUN TAK AKAN PERNAH

MENDAMBAKANKU~

*lalu merangkak ke pojok ruangan, nangis sesengukan

.

Author’s Note:

Nomu nomu makasih kepada semua reader-nim yang mau baca karya absurd iniiii~

Makasih juga yang like dan komen..

Satu komenmu berharga untukku, hazeeeekkk..

Sampai jumpa di karya absurdku yang lain..

Kamsahamnida~

*bow*

Iklan

15 pemikiran pada “[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] INTRO

  1. Hai, Kak Anneandreas. Kamu berhasil buat karakter Minseok panas-dingin kayak dispenser! Haha kadang hot … kadang cool … aaahhh asdfghjkl dah. Haha :v

    Oiya, aku ada beberapa saran nih Kak. Jangan anggap komenku ini kritikan, tapi sekadar sharing. Kita ini senasib, ada di kapal yang sama. Jadi, belajar bareng yaaaa … ^^

    “Heol. Kau memang benar-benar seorang freeze man. Aku semakin yakin untuk menyarankanmu menjadi seorang tentara(.)” ucap Dongwoo dengan nada yang dibuat-buat agar terdengar serius.
    “Aku akan menjadi seorang penyanyi. Lihat saja nanti(.)” jawab Minseok seraya tertawa.
    “Ya ya ya. Kau akan menjadi seorang penyanyi, khusus di camp untuk menghibur laki-laki yang sedang menjalani wajib militer(.)” ketus Dongwoo yang membuat tawanya semakin terdengar renyah.

    Di atas ada 3 contoh dari fiksinya Kaka yang menurutku kurang pas yang aku kurungin. Coba diganti dengan tanda koma (,). Soalnya kalimat penjelasnya menjelaskan dialog (penjelas dialog seperti; ketus, ucap, jawab, respon, tutur, titah, dst). :3

    Namun belum sempat dirinya bereaksi, gadis di hadapannya itu -yang baru saja jatuh terduduk- segera bangkit dan menunduk singkat di hadapannya sembari mengucap (“I’m sorry.”) lalu melangkah meninggalkan mereka, Minseok dan Dongwoo, yang masih mematung di tempatnya berdiri.
    Entah makhluk apa yang merasukinya, secara otomatis ia melemparkan botol minumnya kembali ke dalam ransel, memberi kode (“Aku pergi sebentar.”) pada teman-temannya di lapangan futsal lalu berjalan mantap ke arah gadis itu dan berdiri di hadapannya.

    Dan dua paragraf di atas … yang aku kasih dalam kurung, kayaknya ngga perlu pakai tanda baca, Kak. Agak gimana gitu kalau masih tetep memakai tanda baca. Soalnya juga bukan kalimat dialog. :3

    Bisa juga seperti ini:
    Namun belum sempat dirinya bereaksi, gadis di hadapannya itu -yang baru saja jatuh terduduk- segera bangkit dan menunduk singkat di hadapannya sembari meminta maaf lalu melangkah meninggalkan mereka, Minseok dan Dongwoo, yang masih mematung di tempatnya berdiri.
    Entah makhluk apa yang merasukinya, secara otomatis ia melemparkan botol minumnya kembali ke dalam ransel, memberi kode bahwa ia ingin pergi sebentar pada teman-temannya di lapangan futsal lalu berjalan mantap ke arah gadis itu dan berdiri di hadapannya.

    Hampir lupa (mungkin termasuk Author yang sebelumnya juga), aku lupa ingetin, isi cerita akan lebih rapi kalau rata kanan-kiri. :3

    Itu saran aja sih Kak. Tapi tulisannya Kak Anneandreas tuh unik lho. XD

    Salam kasih,
    WhitePingu95

  2. Ping balik: INTRO -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: INTRO | Di Balik Sampul

  4. Ping balik: I N T R O – Xiumin FanFiction Indonesia

  5. KAK ANNEEE AKU MENCARIMU
    sebab blog kita sepi justru ketika minseok ultah. aku merasa bersalah ngirim ff event ke sini tapi ga dipasang di blog T.T
    anyway. manis ffnya, tapi fluffnya masih kurang dari daily doseku huhu dan konfliknya kurang berasa… gapapa sih, seperti yg kak umin katakan *aku paham kesibukanmu* dgn muka keoppaannya :p
    kalo ada sekuelnya kutunggu dah. XD
    keep writing kakak ^^ ttp semangat!

    • Iyaaahhh..
      Akuhnyah sibuk bangeett sampe sampe mo napas aja gak sempet /gak.
      Padahal aku mo ngepostin FF dari EXOFFI ke tempat kita, akunya uda ijin soalnya sama staf sinii..

      Inimah cuma curahan sengkleknya aku doang, untuk meramaikan si empunya hati yang tak bisa balik mendamba /apasih wkwk.

      Justru ini prequel, ff lanjutannya udah tamat punya.. Ff umin pertama aku, masih abal-abal sekali, penulisan sama eyd nya juga masi acak acakan banget, mo benerin tapi rasanya males banget bhakakka..

      Makasih yaaaahhh~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s