[EXOFFI FREELANCE] You Are (Chapter 3)

PhotoGrid_1458317414897

Title/Judul Fanfic : You Are || Author : Park Hee Young || Length : Chaptered ||

Genre : Drama, Romantic || Rating : Teen || Main Cast: Park Chanyeol/Song In Na (OC) || Support Cast : Bisa cek di story ya

Disclaimer : Cerita ini hanya cerita fiksi dan keluar dari kepala dengan sendirinya untuk kepuasan pembaca dalam berkhayal bersama bias-nya. Dan jika ada kesamaan nama, tempat atau cerita itu hanya kebetulan. Jadi, mohon maaf ya….

Lirik lagu pada chapter ini diambil dari www.azlyrics.com dan www.wowkeren.com

Auhor’s note : Do not copy this story without my permission. Please enjoy the story and let your imagination begin…

Chapter 3

Harinya pun tiba untuk perayaan ulang tahun universitas kami. Semua panitia dan pengisi acara sudah bekerja keras demi terlaksananya acara ini. Dan Baekhyun juga Chanyeol tidak muncul dalam artikelku sama sekali. Mereka memang sedang sibuk tur dalam konser boyband mereka. Tapi menurut penuturan dari klub musik, mereka akan tetap datang saat acara berlangsung. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda kedatangan mereka. Cuaca siang ini cukup cerah dan acara sudah berlangsung. Kami sudah berpisah dengan tugas kami masing-masing. Aku masih menunggu hingga mereka datang. Tetapi karena tidak ada tanda kehadiran mereka, lebih baik aku mengambil beberapa gambar dari balik panggung dalam persiapan mereka yang akan tampil di acara ini. Dengan begini, artikel masih tetap bisa dibuat.

Aku mulai mengambil gambar mereka yang tengah berlatih sebagai pemanasan, merias wajah dan panitia yang tengah sibuk berjalan ke sana ke mari.

“In Na.” Seperti ada seseorang yang sedang menyebut namaku dan menepuk bahuku dari belakang. Aku pun segera menoleh dan aku melihat dua orang pria tengah berdiri di hadapanku dengan menggunakan masker untuk menutupi wajah mereka.

“Kau merindukan kami?” tanya seorang yang tubuhnya lebih pendek di banding yang satunya. Iya, dia Baekhyun dan aku hanya terdiam sambil perlahan tersenyum ke arah mereka.

“Ayo ambil foto kami sebelum terjadi keributan,” ajak Chanyeol. Dan aku mengikuti arah mereka.

Mereka berkumpul dengan beberapa orang dari klub musik lainnya dan aku mengikuti mereka dari belakang. Aku mulai mengambil gambar mereka saat mereka mulai melakukan pemanasan dan latihan sebelum tampil. Akhirnya, aku memiliki bahan untuk kumasukkan dalam artikelku di majalah.

Tidak berapa lama lagi mereka akan tampil. Aku segera pergi dari balik panggung ke depan panggung untuk mengambil gambar mereka sambil memegang kameraku.

“Bagaimana, apa mereka jadi tampil?” tanya Eun Soo.

“Iya, tentu saja. Tidak lama lagi akan tiba giliran mereka,” jawabku sambil bersiap mengambil gambar.

Klub musik sendiri akan menampilkan lima lagu. Dan tiga di antaranya Chanyeol dan Baekhyun akan menyanyikan lagu mereka. Tidak mungkin tiba-tiba datang semua member exo juga kan. Hingga akhirnya tiba giliran klub musik untuk tampil. Untuk dua lagu awal mereka akan tampil tanpa Chanyeol dan Baekhyun tapi para mahasiswa dan penonton lainnya di sini semua sangat bersemangat. Bahkan ikut menyanyi juga dengan mereka.

Lagu kedua sudah hampir selesai dinyanyikan. Kemudian terdengar dentingan suara piano memainkan nada lagu All of Me dari John Legend.

What would I do without your smart mouth?

Drawing me in, and you kicking me out

You’ve got my head spinning, no kidding, I can’t pin you down

 

Tiba-tiba Baekhyun keluar dari samping panggung dan menyanyikan bait pertama dari lagu tersebut. Riuh suara orang yang hadir di sini pun terdengar dan memanggil-manggil nama mereka. Mereka berteriak sangat keras seperti tengah ada di konser. Chanyeol pun keluar dari samping panggung dan menyanyikan bait kedua dari lagu ini, suara teriakan itu semakin kencang.

What’s going on in that beautiful mind

I’m your magical mystery ride

And I’m so dizzy, don’t know what hit me, but I’ll be alright

 

Tanpa disengaja, sepertinya para penonton ini langsung terhipnotis oleh mereka. Dan melambaikan tangan mereka perlahan. Ke kanan dan ke kiri sambil menyanyikan lagu ini. Aku mengambil gambar dari semua moment itu. Mereka berdua tampil seperti ini adalah panggung mereka. Mereka berhasil menghipnotis semua yang ada di tempat ini.

“Halo semuanya,” sapa Baekhyun dari panggung sambil tersenyum lebar. “Sekarang aku akan menyanyikan sebuah lagu yang pernah menjadi soundtrack dari sebuah mini drama yang dibintangi oleh aku dan Chanyeol dan juga beberapa member lainnya. Apakah kalian sudah siap?” tanya Baekhyun sambil mengarahkan mic ke arah penonton dengan tangan kanannya.

“Siaaaaaaaaaappppp!!!!!!!!!!!!!!!!!!” seru mereka satu suara.

“Baiklah, kita mulai.” Baekhyun memberi isyarat untuk mulai memainkan musik untuk lagu ini ke arah teman-teman klub-nya. Dan Chanyeol masih tetap berdiri di samping Baekhyun sambil tersenyum dan ikut mengajak semuanya bernyanyi. Denting piano pun terdengar.

Annyeong naege dagawa
Sujubeun hyanggireul angyeo judeon neo
Huimihan kkumsogeseo
Nuni busidorok banjjagyeosseo

Seolleime nado moreuge
Hanbaldubal nege dagaga
Neoui gyeote nama

Neoui misoe nae maeumi noganaeryeo
Nuni majuchyeosseulttaen
Dugeungeoryeo

Oh~ neoui gaseume nae misoreul gieokhaejwo
Haruedo myeoccbeonssik
Saenggakhaejwo

Oh~ neoege hago sipeun geu mal
You’re beautiful

“Mereka idola ternama di Korea tapi sangat low profile,” ucap Eun Soo padaku.

“Kau terhipnotis juga Eun Soo? Kau tidak mengambil gambar ke stand?” tanyaku dan dia hanya menggelengkan kepalanya. Baiklah, semua orang sudah terpesona dengan kehadiran mereka di atas panggung. Eun Soo pun malah ikut melambaikan tangannya perlahan dan bernyanyi sambil menikmati penampilan mereka.

“Eun Soo, judul lagu ini apa?” tanyaku.

“Kau sama sekali tidak tahu?” tanya balik Eun Soo dan aku pun hanya menggeleng. “Kau parah sekali. Ini kan soundtrack mini drama mereka Exo Next Door. Judulnya Beautiful. Kau ini benar-benar payah.”

Lirik akhir lagu pun selesai. Dan semuanya masih terpana melihat pesona mereka. Kecuali aku, karena aku sama sekali tidak tahu.

“Kali ini giliranku untuk menyanyikan sebuah lagu yang kunyanyikan sendiri. Mungkin banyak di antara kalian yang tahu jika aku ingin menjadi seorang komposer. Dan mungkin kalian semua sudah mengetahui lagu ini. Judul lagu yang akan kunyanyikan ini adalah You Are,” giliran Chanyeol tampil solo di atas panggung. Semua penonton berekspresi seperti mereka tahu lagu ini. Hanya aku saja yang tidak. Lagi-lagi aku.

Girl ama neonsumgigoisseulkkeoya
nijagauneokkaedwi nalgae tto sumanheun
nae gamoreuneun maeryeogdeul

 

Girl I Don’t know eonjebuteonga tto
nan nadomoreuge useumman neureoga
nae meolien ontong ne saenggagdeulman deureo

 

Aku hanya berdiri mematung sambil mengambil gambar. Lagu ini terdengar sangat romantis. Dan begitulah semua orang di tempat ini terhipnotis dan jangan sampai aku juga.

 

***
Acara yang cukup besar pun berakhir. Kami semua mulai kembali ke aktivitas kami masing-masing. Kami dari klub fotografi mencetak foto yang telah kami ambil. Ada beberapa foto yang akan kami pajang di majalah dinding kampus, dan ada yang akan kami masukkan ke dalam artikel. Semua orang di klub mulai sibuk, karena deadline yang sangat ketat. Jika semua ini kami lakukan berjarak satu minggu setelah acara, rasanya orang-orang tidak akan terlalu tertarik untuk membacanya. Maklum saja, biaya klub kami diambil dari hasil penjualan majalah kampus. Dan pasti aka nada banyak sekali mahasiswa yang membeli majalah kampus kami, karena ada dua orang idol yang menjadi trending topic kali ini.

“Ji Sub, menurutmu apa artikel yang akan kita cetak begini saja?” tanya Jong Hyun sambil melihat ke laptopnya.

“Iya, menurutku begitu saja,” jawab Ji Sub sambil sibuk melihat-lihat foto yang akan dia masukkan dalam majalah di laptopnya.

“Semuanya sudah selesai?” tanya Eun Soo dan semua serentak mengiyakan.

“Nanti sore setelah semua mahasiswa pulang, kita akan membagikan tugas. In Na, Ji Sub dan Jong Hyun bertugas untuk ke percetakan. Kemudian yang lainnya segera tempelkan foto-foto liputan kita ini ke majalah dinding,” jelas Eun Soo dan semua mengangguk.

“Maaf, Eun Soo. Aku mengambil sedikit foto dari kita semua satu per satu. Menurutku ada baiknya jika kita tampilkan foto kita di majalah dinding. Setidaknya mereka semua bisa tahu siapa saja yang meliput acara kemarin, bagaimana?” tanya Song Joon.

“Menurutku cukup bagus,” jawab Soo Ra.

“Baiklah, Song Joon, kau bisa menyertakan foto-foto itu. Dan pastikan, klub kita harus tampil keren dalam foto tersebut,” jelas Eun Soo.

“Tentu saja. Tenang saja, aku kan orang yang sangat ahli dalam hal itu.”

“Terserah kau saja Song Joon,” ejek Dong Ki.

“Ayo semua mulai bersiap dengan tugasnya masing-masing. Hari sudah semakin sore.”

Dan begitulah kami mulai mengerjakan tugas kami masing-masing. Membawa hal-hal yang perlu kami bawa setelah pembagian tugas.

 

***

 

Sudah pagi. Hari ini majalah kami akan dibaca oleh orang banyak. Semoga mereka semua senang dengan hasil kerja keras kami.

‘Annyeong, maaf sekali mengganggu. Apakah ini benar Song In Na?’

Pesan yang kuterima dari nomor yang aku tidak kenali sama sekali. Mengapa dia tidak menyebutkan namanya saja langsung. Lagipula dari mana orang ini mengetahui nomorku. Sepengetahuanku tidak banyak orang yang kuberi nomorku selain anggota klub. Lebih baik aku segera bergegas menuju kampus.

***

Kerumunan orang-orang sangat banyak. Mereka semua berdiri di depan setiap majalah dinding di sepanjang lorong. Mereka juga ada yang duduk di depan kelas dan taman sambil membaca majalah yang kami buat. Penghasilan klub kami cukup drastis selama dua bulan ini. Untungnya pengeluaran kami tidak terlalu banyak. Peralatan yang kami miliki semua memang milik kami. Uangnya biasa kami pakai untuk kegiatan di luar kampus. Tapi tentu saja kami gunakan seperlunya. Aku pun terus berjalan menuju ke ruang klub. Saat aku menengadah ke depan, aku lihat Chanyeol berdiri tidak jauh dari hadapanku. Dengan mengenakan jaket berwarna hitam dan t-shirt berwarna putih serta celana jins, sepatu kets putih dan tas punggung dia berjalan menghampiriku. Dia tersenyum padaku dan aku pun berjalan perlahan menghampirinya.

“Gomawo,” ucapnya singkat sambil tersenyum. Jujur saja aku sangat bingung.

“Untuk?” tanyaku.

Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Dan dia menunjukkan majalah yang kami buat.

“Aku senang dengan hasil foto dan juga artikel yang kau buat. Sangat bagus dan aku secara pribadi sangat menyukainya,” jelasnya.

“Oh, itu.”

“Aku tahu kita sudah sangat sering bertemu. Tetapi, kita baru dekat dalam beberapa waktu yang lalu. Dan aku sangat senang bisa dekat denganmu. Aku harap, kita bisa menjadi lebih dekat,” ungkapnya malu-malu.

“Oh, iya. Gomawo karena sudah bersedia untuk kuwawancarai,” jawabku sambil tersenyum simpul.

“Kau mau ke klub ya,” tanya Chanyeol dan aku pun mengangguk. ”Kalau begitu sampai bertemu nanti.”

“Iya, sampai bertemu nanti.”

“Chanyeoolll!!!” terdengar suara Baekhyun memanggil dari arah belakangku. Kami menoleh dan Baekhyun melambaikan tangannya sambil tersenyum.

“Aku pergi dulu,”pamit Chanyeol lalu segera berlari kecil menghampiri Baekhyun dan terdengar mereka seperti berbisik.

“Foto apa yang kau sisipkan di majalah itu,” tanya Baekhyun dan Chanyeol segera memberi isyarat pada Baekhyun untuk berhenti bicara.

Aku pun melanjutkan berjalan menuju ke klub. Kudengar seperti ada derap suara langkah kaki yang berlari dari belakangku. Ditariknya tangan kananku dan aku segera menoleh ke arah orang tersebut.

“In Na!” serunya.

Kami berdua saling menatap tanpa mempedulikan orang lain. Otakku seakan mencerna untuk mengingat siapa orang yang ada di hadapanku. Mata kami saling bertemu dan tanganku masih digenggamnya.

“Bongyoung?” tanyaku. Mataku seketika melebar saat aku merasa sepertinya aku mengenali sosok lelaki di depanku dan dia pun tersenyum padaku.

“Kau masih mengingatku?” tanyanya dengan nafas yang cukup memburu. Aku masih menatap ke arahnya tidak percaya. Lelaki ini, Bongyoung. Dan dia tersenyum padaku. Bagaimana dia bisa ada di sini. Dia mulai melepaskan genggamannya.

“Mengapa kau bisa ada di sini?” tanyaku.

“Aku mencarimu,” jawabnya sambil tersenyum.

“Mencariku?” tanyaku pada diriku sendiri sambil menunjuk ke arah wajahku.

 

 

Hmm…Bongyoung?? Siapa ya dia…penasaran? Tetap baca story nya dan tunggu kelanjutannya di next chapter ya…

 

13 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] You Are (Chapter 3)”

  1. Uwaaaaaa pas baca langsung sambil denger lagu baek-beautifull sama pcy-you are. Aku sukaaaaaaaaaa!!!
    Tuh cowo siapa deeh? Mantannya in na kah? Ah molla hehe
    Ditunggu next chapnyahh!!!

    XOXO~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s