[EXOFFI FREELANCE] The One Person Is You (Chapter 9)

cover.jpg

The One Person Is You

 

Tittle                           : The One Person Is You (Chapter 9)

 

Author                       : Dancinglee_710117

 

Main Cast                 :

  • Park Chanyeol (EXO)
  • Lee Hyojin (OC)
  • Kang Rae Mi (OC)

 

Other Cast                :

  • Jung Yong Hwa (C.N.BLUE)
  • Bang Yongguk (B.A.P)
  • Choi Jun Hong / Zelo (B.A.P)
  • Kim Himchan (B.A.P)
  • Oh Sehun (EXO)
  • Kim Jong In / Kai (EXO)
  • And other you can find in the story

 

Genre                        : Romance, Friendship, Comedy (a little bit), and other

 

Rating                        : T

 

Length                       : Chapter

 

 

~Happy Reading~

 

 

“Rae Mi-ya!”

 

Hyojin yang melihat kedatangan Rae Mi di kampus langsung berlari menghampiri. Ia merangkul bahu Rae Mi dengan sebelah tangan lalu tersenyum. Entah karena apa, tapi Hyojin begitu senang berteman dengan Rae Mi, gadis polos namun pemberani yang menjadi teman wanita pertamanya. Biasanya ia hanya berteman dengan laki-laki, kemana-mana hanya bersama Jong In atau Sehun yang menjadi perisainya, tapi sekarang ada Rae Mi yang ingin sekali dia lindungi.

 

Rae Mi balas tersenyum, “Bagaimana tidurmu? Nyenyak?. Tadi malam aku susah tidur karena hujan deras disertai petir.” Ia bertanya sekaligus mengutarakan keluhannya.

 

“Wah!, kalau aku malah…”

 

Hyojin berhenti, dia kembali teringat kejadian tadi malam. Akan sangat tidak mungkin kalau dia menceritakannya pada Rae Mi yang punya hubungan dekat dengan Chanyeol. Dia tidak ingin teman perempuan pertamanya menjadi benci padanya.

 

“Ada apa?”

 

Pertanyaan Rae Mi membuat Hyojin sadar, ia tersenyum dan menggeleng cepat.

 

“Bukan apa-apa, tadi malam aku tidur nyenyak sekali sampai tidak mendengar apapun, hehehe…”

 

“Uwaah, menyenangkan sekali, aku jadi iri!”

 

“Iya hehehe…”

 

Senyuman palsu, Hyojin sudah membohongi Rae Mi untuk yang kedua kalinya. Sebenarnya dia tidak ingin melakukan hal itu tapi mau bagaimana lagi, ini cara satu-satunya agar Rae Mi tidak curiga. Lagipula, kebohongan adalah salah satu ciri khasnya, suatu sifat yang dia gunakan untuk bertahan hidup seorang diri selama ini.

 

“Ayo masuk ke kelas!” ajakan Rae Mi disambut baik oleh Hyojin.

 

***

 

Mata kuliah pertama sudah selesai, Rae Mi hendak menemui Hyojin yang berjanji akan bertemu di kantin kampus. Setelah mengemasi barang-barangnya, ia berjalan keluar kelas.

 

“Rae Mi-ya!”

 

Gadis itu agak terkejut mendapati Sehun menunggunya di depan kelas. Beberapa gadis mengerumuninya dan hal itu menunjukkan bahwa sudah lama Sehun menunggu Rae Mi. Para gadis yang mengerumuni Sehun menatap Rae Mi tidak suka, karena itu Rae Mi agak ragu untuk meghampiri Sehun. Jadilah pria itu yang datang pada Rae Mi.

 

“Ada apa?” tanya Rae Mi tak mengacuhkan tatapan menusuk di belakang Sehun.
“Eung… ini soal Hyojin.”

 

Para gadis di belakang Sehun mulai berbisik mengenai nama yang Sehun sebut. Beberapa dari mereka bertanya-tanya siapa orang yang dimaksud sementara yang sudah tahu mulai membicarakan Hyojin. Sehun tak nyaman jika sahabatnya menjadi bahan pergunjingan, ia menarik Rae Mi agar bicara di tempat lain. Mereka sampai di halaman belakang kampus di salah satu fakultas.

 

“Memang kenapa dengan Hyojin?”

 

“Kami ada masalah karena itu aku tidak bisa bertemu dengannya. Oleh sebab itu, bisakah kau membantuku?”

 

“Membantu dalam hal apa?”

 

Sehun menarik nafas, sebenarnya dia sendiri tak yakin akan meminta bantuan Rae Mi yang polos dan tidak mengetahui masalah tentang Hyojin yang sebenarnya. Tapi mau bagaimana lagi, Hyojin tidak punya teman dekat selain dirinya dan Jong In, namun saat ini mereka ada masalah hingga sulit menemui Hyojin. Meminta bantuan pada Yonghwa, Sehun juga tidak sudi, satu-satunya orang yang dapat diandalkan hanya Rae Mi.

 

“Jagalah Hyojin untuk sementara waktu, ya?”

 

“A-apa?”

 

Sehun meraih tangan Rae Mi, gadis itu bingung dengan kelakuan Sehun. Namun tatapan mata Sehun yang tulus membuatnya tidak berkutik.

 

“Saat ini Hyojin sedang banyak masalah untuk mencapai tujuan hidupnya, tapi karena kami sedang bertengkar jadi aku tak bisa menjaganya seperti biasa. Karena itu, aku mohon agar kau mau menjaga dia ya? Ya?”

 

“Aku… sulit mengerti kata-katamu. Jadi intinya, kau minta aku menjaga Hyojin?” tanya Rae Mi dengan polosnya.

 

Sehun agak jengkel karena Rae Mi berpikir terlalu lama. Untuk kali ini dia mengangguk sebagai jawaban, sementara tangannya masih bertautan dengan tangan Rae Mi. Baru setelah Rae Mi menyanggupi permintaan Sehun, pria itu melepas tautan tangan mereka.

 

“Terima kasih banyak, Rae Mi-ya!” karena terlalu senang, Sehun sampai memeluk Rae Mi. Gadis itu terkejut sampai tidak bisa berbuat apa-apa. Pelukan itu lepas saat Chanyeol datang dengan wajah penuh amarah lalu mendorong Sehun hingga jatuh. Hampir saja Rae Mi ikut terjatuh jika tangan Chanyeol tidak menahannya.

 

“Apa yang kau lakukan pada Rae Mi?” tanya pria itu dengan nada dingin, tidak seperti Chanyeol yang ceria biasanya.

 

Sehun bangun dan tetap tenang, “Hanya pelukan persahabatan, tidak usah cemburu begitu.” Katanya seraya membersihkan bagian belakang tubuhnya.

 

“Apa kalian berpacaran?” tanya Sehun pada keduanya. Rae Mi mengangguk lemah, masih kaget karena perubahan sikap Chanyeol.

 

“Memang kenapa?” Chanyeol kelihatan sangat marah. Sehun tersenyum, ia berjalan mendekati Chanyeol dan berbisik padanya.

 

“Kalau begitu, putuskan perjodohanmu dengan Hyojin. Aku tidak ingin orang yang kusayangi menderita karena dirimu yang tidak tegas dengan perasaan.”

 

Setelah itu Sehun pergi, tak lupa tersenyum tulus pada Rae Mi atas bentuk terima kasihnya karena Rae Mi sudah mau menjaga Hyojin. Chanyeol memandang arah kepergian Sehun masih dengan tatapan tajam, Rae Mi merinding melihat amarah Chanyeol.

 

“Jangan marah.” Ujarnya lirih tapi masih bisa di dengar oleh Chanyeol, “Sehun tidak bermaksud jahat.”

 

“Darimana kau tahu?”

 

Walau bicara dengan nada dingin, Rae Mi tahu kalau Chanyeol sangat mengkhawatirkannya. Jika tidak, mana mungkin pria itu bersikap demikian sampai mendorong Sehun?. Rae Mi tersenyum melihat Chanyeol, rasa takutnya menguap begitu saja.

 

“Kenapa kau malah tersenyum?, senang sekali ya dipeluk pria tampan?” Chanyeol jadi sebal, tapi cara bicaranya sudah kembali seperti Chanyeol biasanya. Hal itu membuat Rae Mi lega sekaligus ingin tertawa melihat kelakuan kekasihnya itu.

 

“Tenang saja, Chanyeol-ku lebih tampan kok!”

 

“Tentu saja!, mana ada yang menandingi ketampananku!” Chanyeol tersenyum bangga sambil membusungkan dada.

 

“Iya, iya, tuan Park yang tampan.”

 

Keduanya tertawa, Chanyeol meraih tangan kanan Rae Mi lalu menggandengnya, membawa Rae Mi ke kantin untuk makan bersama. Rae Mi senang dengan perlakuan Chanyeol yang sangat baik dan lembut padanya, hari ini dia melihat sisi lain dari Park Chanyeol, membuatnya semakin menyukai pria itu.

 

“Tuan Park ingin mengajak nyonya Park ke kantin sekarang, ayo!”

 

Rae Mi terkekeh, “Sejak kapan margaku jadi Park?” ia bertanya.

 

Chanyeol berbalik dan tersenyum manis sekali di mata Rae Mi, dapat ia rasakan detak jantungnya berpacu lebih cepat.

 

“Di masa depan nanti, kau tunggu saja ya!”

 

“… Chanyeol itu anak baik-baik dan berasal dari keluarga kaya. Beruntung sekali kau mendapatkannya!”

 

Perkataan Jong Up waktu itu membuat Rae Mi ragu dengan hubungannya bersama Chanyeol. Tapi dia tidak bisa melepaskan Chanyeol begitu saja, ia merasa sangat nyaman bersama pria itu, dia ingin mengetahui lebih dalam tentang Chanyeol, dia tidak bisa kehilangan Chanyeol.

 

***

 

Hyojin memungut buku-bukunya yang jatuh karena tidak sengaja menabrak seorang gadis yang tidak ia kenal. Karena gadis itu pergi begitu saja dan Hyojin tidak mau repot-repot protes, ia putuskan untuk membereskannya sendiri. Sepasang kaki berhenti di depannya, Hyojin mendongak mencari tahu si pemilik kaki. Ia tersenyum sekilas lalu kembali membereskan buku. Dalam hati dia merutuk karena harus bertemu dengan orang itu.

 

“Biar kubantu.” Katanya lalu membantu Hyojin, tidak peduli akan jawaban dari gadis itu.

 

Setelah semua buku terkumpul, orang itu menyerahkannya pada Hyojin selaku pemiliknya. Hyojin berterima kasih dan hendak pergi tapi orang itu menahan lengannya.

 

“Ada apa, sunbae?” tanya Hyojin dengan ekspresi ‘pura-pura’ polos. Orang itu hanya tersenyum membuat Hyojin mau tidak mau memanggil namanya. “Yonghwa sunbae?”

 

“Sekarang, Sehun juga sudah ada di pihak Rae Mi. Kau bisa sendirian loh.”

 

“Maksud sunbae apa?, ah maaf, aku buru-buru. Permisi.”

 

Hyojin mengepalkan tangannya kuat-kuat, ia lelah harus berpura-pura menjadi gadis bodoh di depan Yonghwa. Tapi dia tak punya pilihan lain, ia tidak ingin Yonghwa mencari tahu soal dirinya meskipun dia sudah curiga kalau pria itu tahu beberapa hal. Hyojin tidak ingin terlihat mencolok karena hal itu akan membuat hidupnya tidak setenang dulu. Sekarang saja dia sudah punya banyak masalah, jika semua rahasia yang dia simpan terkuak, hidupnya tidak akan tenang lagi.

 

***

 

Sehun menghela nafas seraya menatap Hyojin yang tengah menyandarkan kepalanya diatas meja. Ketika sahabatnya itu mendongak, Sehun buru-buru menunduk agar Hyojin tidak tahu kalau dirinya sedang mengawasi gadis itu dari jauh. Sehun kembali melirik sahabatnya, Hyojin kembali merebahkan kepala di meja. Bisa Sehun lihat kalau Hyojin mengalami banyak masalah dan itu membuat Sehun kesal sendiri karena tak bisa menghiburnya.

 

Sementara Hyojin seperti itu karena masalah semalam, kejadian mengerikan -menurutnya- telah terjadi dalam hidupnya, membuat ia tidak bisa tidur semalam suntuk sehingga sekarang rasa kantuk menyerangnya. Tapi begitu teringat soal kemarin, rasa kantuknya menguap jadi rasa kesal bercampur aneh yang tidak bisa ia deskripsikan.

 

(Flashback on)

 

“Bagaimana kalau kita menginap disini?”

 

Usulan Baekhyun membuat Hyojin merasa serangan jantung ringan. Matanya menatap Baekhyun tajam tapi langsung berbalik ketika pria itu balas menatapnya. Anggota band yang lain saling melihat dan memikirkan saran sang pianis. Mereka mengangguk setuju, Chanyeol juga.

 

“Kalau Hyojin?”

 

Hyojin mendongak begitu namanya dipanggil, gadis itu bingung harus menjawab apa. Meminta bantuan Chanyeol, pria itu malah mengalihkan muka. Terlihat sekali kalau Chanyeol ingin Hyojin pergi dan tidak jadi menginap di apartemennya.

 

“Aku…”

 

“Kalau mau pulang, cepat pulang sekarang saja, kami mau begadang!”

 

Perkataan Yejin yang penuh makna untuk mengusirnya membuat Hyojin tersenyum kaku. Ia berdiri dan yang lain menatapnya penuh tanya.

 

“Aku pulang saja.” Katanya dengan senyum yang dipaksakan, ia beralih pada Chanyeol. “Aku titip koper ya?, nanti aku ambil lagi.”

 

Setelah itu Hyojin pamit dan keluar dari apartemen. Dengan lesu dia berjalan tanpa tahu arah tujuan. Kemudian dia mempunyai ide untuk menunggu di pos keamanan sampai teman-teman Chanyeol pulang. Walau tampak melelahkan dan ragu apakah mereka akan pulang hari ini atau tidak, tapi tidak ada cara lain karena tak mungkin dia luntang-lantung di jalan lagi atau kembali ke rumah Jong In. Kembali ke kediaman keluarga Park juga dia tidak tahu jalannya.

 

Beruntung pihak kemanan mengijinkan karena Hyojin memasang ekspresi seorang gelandangan yang butuh tempat berteduh sementara. Lama Hyojin menunggu, hingga tanpa sadar ia tertidur. Begitu bangun, ternyata hujan deras sudah mengguyur kota Seoul beserta petir yang menggelegar. Teman-teman Chanyeol belum keluar dan sialnya lagi petugas keamanan memintanya untuk pergi karena pengelola gedung apartemen hendak datang untuk memeriksa.

 

Jadilah Hyojin keluar dan berteduh di samping kiri bangunan, untung tempat itu tidak terlalu basah dan strategis untuk melihat kepergian teman-teman Chanyeol.

 

“Aaaah, kenapa lama sekali?!” keluh Hyojin setelah satu jam menunggu. Gadis itu paling benci menunggu dan kelakuan Chanyeol yang menolak untuk membantu justru lebih dia benci.

 

“Akan aku remukkan jantungnya nanti!, lalu meremas ususnya sampai hancur tak bersisa, dasar manusia tiang!”

 

Karena bosan, ia mengambil ponsel. Tidak ada notifikasi atau pesan apapun. Ada niatan jahat dari lubuk hatinya untuk menghubungi Yura dan melaporkan apa yang Chanyeol lakukan padanya hari ini, tapi dia baru ingat kalau dia tidak memiliki nomor ponsel kakak dari pria bertelinga lebar itu.

 

“Jika bukan karena Park Chanyeol aku tidak akan seperti ini… hatshi!… salah!, maksudku jika bukan karena tempat tinggal… hatshi!, aku tidak akan menunggu seperti ini… hatshi!” begitu sadar kalau dia terlalu banyak bersin dan merasa suhu bandannya mulai naik, Hyojin jadi cemas sendiri. “Jika aku pingsan disini, bisa jadi masalah!”

 

“Uhuk!, aaaah sekarang aku juga batuk. Ada apa dengan tubuh ini?! -hmpfft!”

 

Hyojin menutup mulutnya buru-buru ketika ia melihat teman-teman Chanyeol sudah keluar dari gedung sambil berlari kecil menghindari hujan. Meski samar karena tidak memakai kacamata tapi Hyojin dapat mengenali sweater yang dipakai Lay sebelumnya. Mereka menuju salah satu mobil yang terparkir di halaman depan, ada Chanyeol juga yang mengantar dan demi apapun mata Hyojin menangkap sosok Yejin yang mencium pipi Chanyeol sebelum akhirnya diseret masuk mobil oleh yang lain.

 

“Gila… gadis itu sudah gila…” gumam Hyojin sambil memalingkan muka.

 

Ia mengatur nafas yang entah kenapa jadi sesak melihat kejadian itu. Air matanya menetes tapi Hyojin yakin itu karena efek flu. Setelah meredakan batuknya, gadis itu berbalik untuk melihat apakah mobil dari teman-teman Chanyeol sudah pergi atau belum. Namun pemandangan lain mengejutkannya.

 

“OMO!” teriaknya histeris saat melihat sepasang kaki yang panjang berdiri di depannya. Gadis itu sampai terjungkal kebelakang dan akhirnya basah karena air hujan.

 

Chanyeol -si pemilik kaki- heran dengan kelakuan Hyojin. Tangannya memegang payung dan satunya dimasukkan kedalam saku. Tetesan air hujan yang sedikit mengenai rambutnya membuat pria itu terlihat sangat mempesona. Perlahan ia menaikkan kerah jaketnya agar bisa menutupi sebagian wajah.

 

“Apa yang kau lakukan disini?”

 

Hyojin mengusap bagian belakang tubuhnya yang sakit lantas berdiri dan menghadap Chanyeol seolah menantang. Tapi begitu melihat bagaimana rupa pria itu sekarang, nyalinya mulai menciut.

 

“Bukankah kau bilang akan pulang?”

 

Hyojin tidak menjawab, malah kembali jatuh ke tanah dengan posisi duduk dan masih dengan menatap Chanyeol yang lagi-lagi heran dengan tingkahnya.

 

“Yak!, jawab aku!. Dasar menyebal-”

 

“Hatshi!”

 

“Kau… sakit?”

 

Hyojin menggeleng cepat, dia mencoba untuk bangun tapi tubuhnya sudah sangat lemas. Ia merasa suhu badannya semakin naik dan kepalanya mulai pusing. Apalagi dengan pakaian yang hampir basah seluruhnya membuat ia tak nyaman.

 

“Jangan sok kuat!, kau sakit kan?”

 

Chanyeol membungkuk untuk memeriksa keadaan Hyojin, tangannya meraba leher dan dahi gadis itu.

 

“Kau benar-benar sakit!, kenapa malah diam saja? Ayo ke rumah sakit!”

 

Hyojin menggeleng, namun lebih lemah dari sebelumnya. “Aku tidak suka rumah sakit. Antar aku ke rumah Jong In saja…”

 

“Jong In? siapa dia? kekasihmu?” kemudian Chanyeol ingat perkataan Yura yang baru pulang dari Lotte World tempo lalu. “Yak! sedang sakit begini ya ke rumah sakit, ini malah ke rumah pacar!” entah kenapa nada bicara Chanyeol jadi kesal.

 

“Dia bukan pacarku, dia kekasih Hyoyeon eonni teman dari kakakmu.”

 

“Jadi kau selingkuhannya kekasih Hyoyeon noona? Gila!”

 

“Bukan begitu bodoh, arrgh! Lama-lama aku stress bicara denganmu!”

 

Hyojin terbatuk, ia hendak berdiri lagi tapi tangan Chanyeol yang mengangkat tubuhnya membuat dia terkejut. Calon tunangannya itu menggendongnya ala bridal style. Hyojin tidak protes, ia diam dan mengatur detak jantungnya yang makin tak karuan karena melihat wajah Chanyeol dari dekat. Ekspresi cemasnya membuat Hyojin salah tingkah.

 

‘Tunggu dulu!, kenapa dia cemas? Apa karena keadaanku?. Jadi dia khawatir padaku?’

 

(Flashback off)

 

“Kenapa masih ingat juga?!”

 

Hyojin membenturkan kepalanya di meja dengan brutal hingga pengunjung kantin lain menatap dia takut. Termasuk Sehun, dia hampir berdiri ketika Hyojin memukulkan kepalanya. Tapi urung dilakukan karena ada pesan masuk di ponselnya.

 

‘Jika Hyojin memukulkan kepala di meja atau benda keras lainnya, sebaiknya kau biarkan saja. Dia bisa menggila apalagi kita sedang bertengkar dengannya’

 

Rupanya pesan dari Jong In yang berisi peringatan untuk Sehun. Setelah membaca pesan tersebut, Sehun memandang Hyojin yang masih membenturkan kepala. “Benar juga…” lirihnya, “Kenapa Jong In seolah lebih banyak tahu tentang Hyojin?, seperti aku bukan sahabatnya saja.”

 

“Hyojin?”

 

Mendengar suara itu Hyojin segera mendongak, berharap wajah polos Rae Mi dapat menghiburnya. Tapi keberadaan orang lain disamping kiri dan kanan gadis itu membuat Hyojin makin frustasi.

 

“Kenapa kau membenturkan kepalamu?” tanya Yonghwa seraya menatapnya aneh.

 

“Kau masih demam?”

 

Pertanyaan dari Chanyeol membuat siapa saja yang mendengar langsung mengarahkan tatapan penasaran padanya.

 

“Chanyeol-ssi, apa maksudmu dengan ‘masih demam’?”

 

Yonghwa membuat Chanyeol tak bisa menjawab, ia merutuki diri sendiri yang sudah asal bicara. Ia menatap Hyojin untuk meminta bantuan, sama persis seperti yang Hyojin lakukan kemarin malam. Gadis itu hendak membalas Chanyeol dengan memalingkan wajah lalu pura-pura tidak tahu. Tapi tidak bisa, ia malah mencari alasan agar dapat diterima Yonghwa dan Rae Mi.

 

“Kemarin aku demam dan tidak sengaja bertemu Chanyeol, dia membantuku membeli obat di apotik.”

 

Rae Mi mengangguk paham tapi Yonghwa tak sepenuhnya percaya.

 

“Benarkah itu?”

 

“Ya, memang begitu adanya. Ada yang salah?” kini Chanyeol yang menjawab sekaligus bertanya. Ia lakukan agar Yonghwa percaya dan tidak banyak bertanya lagi.

 

“Tapi… tadi pagi kau bilang tidur nyenyak kan?” pertanyaan Rae Mi membuat Hyojin melotot. Chanyeol batuk beberapa kali untuk mengalihkan tatapan Rae Mi pada Hyojin.

 

“Lihat kan!, kau menulariku!” Ucap Chanyeol, “Obat kemarin pasti manjur sekali sampai kau tertidur nyenyak.” Setelah berkata demikian ia mengedipkan mata pada Hyojin sebagai kode.

 

“Ah iya!” Hyojin menepuk tangan sekali, “Duduklah!, kalian ke kantin untuk makan bukan cerita kan?”

 

Mereka langsung duduk walau Yonghwa masih tidak begitu percaya, beruntung Rae Mi polos dan mudah dibohongi. Mereka memesan lalu makan tanpa banyak mengobrol, sekalipun ada percakapan, paling-paling hanya dilakukan oleh Yonghwa dan Rae Mi, serta perlakuan manis Chanyeol kepada Rae Mi yang terang-terangan ditunjukkan, membuat Hyojin harus bolak-balik memalingkan muka karena merasa adegan itu terlalu menjijikan baginya.

 

“Woah!, sedang berkumpul rupanya!”

 

Ke empat orang itu langsung menunjukkan ekspresi tak suka ketika suara Yongguk terdengar dari belakang. Jun Hong serta Himchan masih setia mengekor pada ketuanya, mereka melempar senyum sinis pada setiap mahasiswa terutama pada Hyojin. Hyojin sendiri hanya menggerutu sambil melanjutkan makan. Yongguk yang merasa diabaikan mulai berulah. Ia menarik salah satu mahasiswa yang sedang makan dengan kasar kemudian mengganggunya.

 

“Yongguk-ah!” Himchan hendak mencegah untuk pertama kalinya, tapi Yongguk hanya membalas dengan senyum miring ciri khasnya. “Kita lihat, bagaimana reaksi mereka. Akankah Lee Hyojin, atau Kang Rae Mi yang memulai.”

 

Jun Hong yang mengerti ikut serta. Ia mengambil nampan berisi makanan mahasiswa tersebut lantas menuangkan kuah kari diatas kepalanya. Seisi kantin menjadi tegang, setelah tidak ada kejadian seperti ini selama seminggu, trio trouble maker kembali merusuh. Mereka menyiapkan diri masing-masing agar tidak menjadi mangsa selanjutnya.

 

Rae Mi menahan keinginannya untuk menolong. Ia berusaha sekuat mungkin untuk tidak peduli, dan pegangan tangan Chanyeol lumayan untuk menguatkannya. Hyojin sudah tidak peduli lagi, meski dia sebenarnya masih ada keinginan untuk membantu. Tapi berurusan dengan Yongguk sudah cukup membahayakannya. Apalagi Hyojin merasa pria itu masih kesal akibat penolakannya untuk menjalin kerja sama.

 

“Kalian semua dengar!” seru Yongguk lantang, ia kembali menarik rambut mahasiswa tersebut untuk kesekian kalinya. “Dia butuh gaya rambut baru!”

 

Jun Hong segera berlari mengambil gunting dari counter makanan. Ia kembali dan menyerahkan gunting tersebut kepada Yongguk. Himchan tidak bisa berbuat apapun, ia hanya melihat dan menikmati pemandangan yang sudah biasa untuknya. Yongguk menggunting asal rambut mahasiswa tak bersalah tersebut. Ia dan Jun Hong tertawa, tapi masih belum puas. Dia hendak melakukannya sekali lagi sekaligus membotakinya. Begitu ujung gunting hendak kembali mengenai rambutnya, sebuah tangan lebih cepat untuk merebut gunting tersebut.

 

“Eoh, Lee Hyojin rupanya!” Yongguk tersenyum jahat, tapi ada sesuatu yang mengecewakannya. Ia menoleh, mendapati Rae Mi sudah berdiri tapi tangan Chanyeol menahannya pergi.

 

“Bang Yongguk, apa kau kesal karena kita gagal bekerja sama?”

 

Jun Hong dan Himchan sangat terkejut, tapi Yongguk menutupinya, berusaha terlihat biasa diluar.

 

“Itulah yang ingin aku tanyakan padamu. Kenapa?, tawaranku kurang menarik? Perlu aku tambahkan keuntungannya?. Atau malah… kerugiannya?”

 

“Bang Yongguk-ssi, perlu kau tahu aku bukan orang yang mudah takut dengan ancamanmu. Meskipun aku tidak memiliki kedudukan apapun.”

 

Yongguk tertawa, “Kita bicara di tempat lain.” Kemudian beranjak pergi. Namun Hyojin segera menolak.

 

“Aku, masih belum resmi sebagai cucu pengusaha kaya, bahkan aku tidak tahu dia menganggapku manusia atau bukan. Jadi sekarang, aku hanya orang biasa tanpa kedudukan apapun. Jika kau memang bernyali tinggi, lawan aku dengan tangan kosong. Tanpa bantuan institusi manapun, bagaimana?”

 

“Yongguk, jangan terpancing!” Himchan mencegah temannya berbuat diluar kendali. Karena dia tahu, jika tanpa kedudukan sekalipun, posisi Hyojin masih lebih tinggi dibanding Yongguk. Tapi Yongguk sudah terpancing oleh umpan Hyojin.

 

“Baik, dimana kau mau bertarung?”

 

“Jadi, kau mau berkelahi dengan wanita?. Sungguh diluar dugaan!”

 

Yongguk mengepalkan tangan. Dia sangat membenci Hyojin karena dia selalu punya cara untuk mematikannya tanpa mengeluarkan banyak energi atau kekuasaan keluarganya.

 

“Lalu, bagaimana aku melawanmu?”

 

“Mudah saja.” Kata Hyojin dan berjalan memutar. Sebenarnya itu alibi, dia tidak memikirkan pertarungan macam apa yang akan mereka lakukan. Tidak mungkin jika berkelahi karena itu adalah cara bodoh -karena jelas dia akan kalah- lalu dengan apa dia harus melawan Yongguk?.

 

“Kita…” Hyojin tersenyum konyol, “… pikirkan nanti saja!, aku mau buang air kecil.” Lalu berlari pergi dari kantin dengan buru-buru.

 

Sehun yang sudah tegang daritadi hanya bisa melongo. Gadis yang sudah lama menjadi sahabatnya itu masih belum berubah. “Si konyol Hyojin, manusia setengah otak masih hidup rupanya.” Katanya senang. Ia mengambil tas dan kembali membuntuti Hyojin.

 

Rae Mi terduduk lemas di kursinya. Dapat dia dengar seluruh kantin menertawai kokonyolan Hyojin. Rae Mi lega, ia tersenyum penuh rasa kelegaan karena Hyojin bisa mengatasinya. Chanyeol juga sama, dia sampai mengelus dada meningat kelakuan bodoh gadis yang akan menjadi tunangannya itu.

 

“Aku tidak mengerti dengan Hyojin.” Ujar Yonghwa.

 

Chanyeol menyandar pada kursinya, “Aku juga.” Ia menghela nafas.

 

“Tapi…” dua pria itu menoleh pada Rae Mi yang tersenyum sambil melihat arah kepergian Hyojin tadi, “… dia teman terbaik yang pernah kumiliki.”

 

Hening.

 

“Hah?” respon Yonghwa menahan tawa.

 

“Pfft… HAHAHAHAHA…”

 

Chanyeol langsung terbahak mendengarnya, dan Rae Mi lantas memukul lengan kekasihnya itu.

 

“Tidak lucu!” kesalnya dan merajuk pada Chanyeol. “Aku serius kalau dia teman terbaik!”

 

“Iya iya aku tahu, tapi kalau Hyojin… pfftt hahahaha! -maaf tapi orang seperti dia… hahahaha!”

 

Rae Mi berdiri, ia pamit pada Yonghwa lalu beranjak. Chanyeol mengejarnya.

 

“Rae Mi-ah… jangan marah, ya?” Chanyeol membujuk kekasihnya. Ini kali pertama dia melihat gadis itu marah dan merajuk. Terlihat sangat imut dan menggemaskan. “Iya, Hyojin itu teman terbaik. Oke? Jangan marah lagi ya?”

 

Rae Mi berhenti, tanpa berbalik ia berkata. “Chanyeol-ah, aku ingin sendiri dulu.” Katanya dengan nada dingin. Tidak seperti Rae Mi biasanya, Chanyeol khawatir kalau Rae Mi benar-benar marah.

 

“Kenapa?, aku minta maaf. Jangan marah, oke?”

 

“Aku tidak marah. Hanya saja, ada hal yang harus kupastikan.”

 

Dan Rae Mi meninggalkan Chanyeol dengan segala rasa penasarannya. Pria itu merasa, ada suatu hal yang disembunyikan oleh Rae Mi, entah tentang apa tapi dia ingin mengetahuinya.

 

 

~TBC~

 

Yohooooooo!~~~

Here I am with the next chapter hehe…

Setelah saya baca komentar para pembaca di chapter sebelumnya, ternyata banyak yang gak suka Chan-Rae couple ya? Kekekeke~~ gapapalah ya, ceritanya saya buat begitu biar ga monoton dan gampang ketebak kekeke~

Pokoknya saya akan berusaha keras membuat plot cerita yang menarik agar bisa menghibur para pembaca sekalian hehehe… dan Alhamdulillah juga segala ujian lancar semua, jadi saya ada waktu senggang buat bikin ff lagi sambil menunggu ujian nasional yang sebentar lagu huhu~

Terima kasih juga buat pembaca yang ngasih saran yang membangun, juga buat admin yang udah berkenan mempublish ff saya…

Okedeh, RCL Juseyoooooooo~~~~

28 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The One Person Is You (Chapter 9)”

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      wah ternyata ada yang seumuran kekeke, salam kenal juga. UNBK maupun UN biasa sama-sama membuat hati dugeun-dugeun yeth… oke tunggu next chapter yaaa…

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      kekekekeke~ mungkin karena mereka cocok? *Hyojin asah golok* ehe, iya kerjasamanya ditolak kayak perasaan Hyojin *Hyojin bawa pisau daging* oke tunggu next chapter yaaaa…

  1. Wah2 sumpah udah tegang aja waktu si hyo nantang yongguk…eh ternyata…gk jadi tegang malah ngakak……next selalu di tunggu ya thor…smangat….

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      jangan kaget ya, si Hyojin emang kayak gitu, “OC setengah otak” wkwkwkwk, oke tapi maaf karena jadwal update ff yang ngaret karena author sibuk persiapan UNBK. tunggu next chapter yaaaa…

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      di seru-seru-in aja dulu, siapa tau ntar Chanyeol-Hyojin couple mucul di dispatch kekekekeke, maaf ya kalau jadwal update ff ini ngaret dikarenakan author sibuk persiapan UNBK, tunggu next chapter yaaaa…

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      karena kadang keributan mereka bisa menimbulkan benih-benih cinta kekekeke… oke tapi maaf karena jadwal update ff ini yg ngaret karena author sibuk persiapan UNBK, tunggu chapter selanjutnya yaaaa…

  2. suka kesel klw bca bagian chan-raemi sefertinya raemi udh gak polos lagi ..deh haha

    cewe super anehh konyol lee hyojin suka banget sma karakternya ,
    banyakin moment chanjin nya kan seru karna mreka tak pernah akur

    next , next

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      oke next bakal dibuat lebih banyak Chanyeol-Hyojinnya tapi maaf ya kalau jadwal update ff ini ngaret dikarenakan author persiapan UNBK, tunggu next chapternya yaaaa…….

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      terus penasaran ya biar baca ff ini terus sampe akhir kekekeke~
      pasti di next ga bakal digantung kayak perasaan kok *malah curcol* wkwkwk oke tunggu chapter selanjutnya yaaaa

  3. hahahah… ngakak banget sumpah 😀
    aku juga udah tegang eh nggak jadi 😀 hyojin beneran konyol banget bikin gemes XD pasti yongguk makin kesel tuh ama hyojin :v
    chanyeol lama2 jadi menyebalkan ya :3

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      jujur, author juga ngakak pas bagiannya Hyojin nantang tapi blo’on sendiri, Yongguknya udah kesurupan duluan kali kalau seharian penuh sama Hyojin. Chanyeol mah menyebalkan karena terlalu tampan wkwkwkwkwk, tunggu next chapter yaaaaa

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      menantang? *lirik Hyojin yang udah menyisingkan lengan baju sambil bawa kapak* Hyojin : thor, lain kali buat adegan bunuh-bunuhan* O.O
      kekekeke, oke nanti bakal lebih seru 😀 tunggu next chapter yaaaaa

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      wehehehehe ada yang kasihan sama Hyojin nih kekekeke. iya diusahakan cepet kalau ga ada halangan soalnya ngirimnya seminggu sekali setelah chapter sebelumnya di update, tunggu chapter selanjutnya yaaaaa

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      hehehehe, ntar bakal dibikin ChanJin alias ChanHyo lebih banyak lagi deh… tunggu next chapter yaaaaa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s