[EXOFFI FREELANCE] Forbidden Love (Chapter 3)

forbidden love4

Tittle

FORBIDDEN LOVE (Chapter 3)

Genre

Dark-romence, psychology, angst, sad.

Cast

Oh sehun ( of EXO-K )

Oh jin hye ( OC )

Other.

Length

Chaptered

Rating

PG-17 ( Fanfic ini memuat unsur mature didalamnya )

Author

JiYeol Park

Disclaimer

Fanfic murni dari imajinasi author. Bila ada kesamaan alur itu hanya salah satu dari kekurangan author sebagai manusia, dan mohon untuk tidak menjiplak hasil imajinasi author. Jadilah kreatif!

.

.

 

“....Disaat semua orang telah pergi, hanya akan ada aku disana....”

^^

 

Hujan turun dengan lebat mengiringi acara pemakaman tuan Oh. Semua orang telah pulang tapi sehun sama sekali tidak berniat untuk beranjak dari tempat itu, ia membenci pria itu tapi ia tidak mau kebenciannya berakhir semudah ini. Setahun yang lalu tuan oh harus kehilangan sang istri karna sebuah kecelakaan mobil, dan beberapa bulan yang lalu ia juga harus menerima kenyataan bahwa putri kesayangannya menghilang secara tiba – tiba. Tuan oh meninggal karna serangan jantung yang membuatnya meninggal ditempat saat itu juga. Apakah penderitaan yang diterima tuan oh belum cukup bagi sehun. Tentu saja itu belum cukup, sama sekali belum cukup untuk menggantikan nyawa sang ibu dan penderitaannya selama ini. Bahkan walaupun jin hye yang mati sekalipun itu sama sekali belum cukup bagi sehun, gadis itu tidak akan berguna jika ia mati. Sehun tidak akan pernah memaafkan keluarga Oh selama yang ia bisa, terutama Oh jin hye yang telah merebut segalanya dari sehun.

“Oh sehun, kurasa kita harus segera pergi dari sini.” Ucap jongin yang menghampiri sehun sembari membawa payung untuk laki – laki itu.

“jangan panggil aku dengan marga itu.” Desis sehun ditengah guyuran hujan namun masih bisa didengar oleh jongin.

“maaf, tapi kita harus tetap pergi dari sini sesegera mungkin.” Balas jongin, sehun berbalik memandang jongin dengan tatapan tak terbaca.

“memangnya ada apa?” tanya sehun kemudian.

“paman jin hye dari kanada ada disini, dan dia mengetahui siapa kau sebenarnya.” Jelas jongin sambil melihat sekitar.

“baiklah.” Sahut sehun.

 

~~~

 

Tidak ada yang bisa dilakukan oleh jin hye dirumah sehun selain menonton televisi dan bermain bersama Chomi, anjing berjenis labrador retriever berwarna putih kesayangan sehun. Ini sangat mengejutkan mengingat laki – laki seperti sehun bisa menyayangi bintang seperti anjing, sehun terlihat seperti lelaki normal pada umumnya jika hanya dilihat secara sekilas. Dan sepertinya sehun telah berhasil mengecoh semua orang dengan tampang ‘normal’ nya itu, sama seperti jin hye yang sempat tertipu dengan tampang malaikat sehun. Dulu.

Siang itu adalah siang yang cukup terik dipertengahan musim panas. Jin hye yang saat itu tidak memiliki kegiatan lain karna ia memilih cuti beberapa bulan dari pekerjaannya sebagai pengacara, jin hye ingin menghabiskan waktunya menulis buku cerita fiksi ilmiah diperpustakaan yang berada di seocho-gu,seoul. Seperti biasa ia akan mengambil beberapa buku cerita sebagai bahan pembelajarannya, namun beberapa dari buku – buku cerita itu berada dirak yang cukup tinggi dan butuh usaha lebih agar jin hye bisa mendapatkannya. Ia ingin meminta tolong pada seseorang yang mungkin ada atau sekedar lewat dilorong itu, namun hasilnya nihil. Hanya ada dia ditempat itu. Tidak kehabisan akal jin hye memanjat beberapa rak agar bisa menggapai buku yang ia inginkan, dan tolong jangan tiru tindakan jin hye yang satu ini karna bisa saja itu merusak beberapa buku yang ada disana.

BRUKK!

“Auwhhh!” jin hye melirik takut kearah bawah dan menemukan seorang laki – laki tengah memegangi kepalanya yang mungkin saja terkena buku tebal yang tidak sengaja tersenggol oleh jin hye lalu jatuh tepat mengenai kepala laki – laki itu, tapi jin hye berani bersumpah tadi tidak ada orang sama sekali disana. Atau mungkin jin hye lah yang tidak menyadari kehadiran laki – laki itu, entahlah, tapi yang pasti sekarang jin hye harus meminta maaf pada laki – laki itu. Jin hye segera menyudahi tindakan anehnya lalu menghampiri si laki – laki yang kini masih memegangi kepalanya, pasti yang tadi itu sangat menyakitkan.

“kau tidak apa – apa kan?” pertanyaan bodoh. Jelas laki – laki itu sedang kesakitan, disaat seperti ini jin hye malah mengeluarkan sisi bodohnya. Laki – laki itu mendongak menatap jin hye yang saat ini juga tengah menatapnya, sekali lagi jin hye terdiam mematung dengan jantung yang terpacu dengan cepat. Tolong ingatkan jin hye untuk bernafas.

“apa aku terlihat baik – baik saja?” tanya laki – laki itu balik. Jin hye menggeleng.

“maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat pelipismu terluka seperti itu. Yang tadi murni kecelakaan.” Jelas jin hye gugup.

“maaf tidak ada gunannya bagiku, nona. Kau harus bertanggung jawab atas lukaku ini.” Lelaki itu menatap jin hye penuh arti, jin hye yang gelabakan akhirnya memutuskan untuk mengambil plester luka yang untungnya tidak pernah lupa ia bawa didalam tasnya.

“aku hanya punya plester luka didalam tasku, tidak apa – apa kan?” jin hye menempelkan plester luka itu dipelipis kiri si laki – laki yang sedikit memar karna ulah konyolnya.

“hmm…kalau boleh aku tahu, siapa namamu?” tanya jin hye beberapa saat kemudian, jin hye sungguh tidak tahan dengan keheningan yang menyelimuti ia dan laki – laki itu.

“Sehun. Kau sendiri, siapa namamu?” tanya lelaki bernama sehun itu sambil terus menatap kearah jin hye.

“namaku Oh jin hye.” Jawab jin hye sembari tersenyum. Dan semua penderitaan jin hye saat ini bermula dari pertemuan tak terduganya dengan sehun siang itu, awalnya sehun adalah seorang malaikat dimata jin hye lalu lama kelamaan sehun akhirnya menampakkan sosok aslinya didepan jin hye. Puncaknya adalah malam dimana jin hye pulang agak terlambat dari rumah temannya, sehun tiba – tiba muncul didepan jin hye. Semua akhirnya gelap dan jin hye tidak mengingat apapun lagi setelah malam itu.

Sehun membuka pintu kamarnya, menemukan jin hye yang saat ini tengah menonton televisi ditengah ruangan. Sebenarnya jin hye tidak sepenuhnya fokus menonton televisi, tatapannya kosong bagai orang yang tidak memiliki nyawa, tanpa ekspresi, begitu menyedihkan dimata sehun. Namun itu memang niat awalnya, menghancurkan jin hye. Gadis itu tidak menyadari kehadiran sehun, ia begitu terhanyut dalam kekosongan pikirannya sendiri. Mereka sama – sama tersakiti dalam hal ini, sehun sudah merasakan rasa sakit itu sejak ia kecil dan membuatnya hampir menjadi seorang manusia yang tidak memiliki perasaan lagi. Kini jin hye juga merasakan rasa sakit itu, dia begitu kosong bahkan hanya untuk sekedar merasakan rasa sakit dari setiap siksaan sehun pada tubuhnya. Hati keduanya sudah hancur, baik sehun maupun jin hye mereka sudah begitu kosong walau hanya sekedar untuk merasakan sebuah perasaan bernama cinta.

Entah karna dorongan apa sehun berjalan semakin mendekat ketempat jin hye yang duduk terdiam dipinggiran ranjang. Dan lebih mengejutkan lagi sehun malah merengkuh tubuh gadis itu kedalam pelukan hangatnya. Jin hye yang awalnya ingin memberontak akhirnya pasrah karna ia sungguh tidak ingin berdebat dengan sehun hari ini, lagipula sehun hanya memeluknya tanpa melakukan sesuatu yang lebih.

“Kumohon biarkan seperti ini sebentar saja…” bisik sehun lembut ditelinga kiri jin hye. Merasa ada sesuatu yang ganjil terjadi pada sehun, dengan ragu jin hye mencoba bertanya.

“Apa yang terjadi?” tanya jin hye masih belum berniat membalas pelukan sehun. Sehun menggeleng pelan, tangan sehun menarik kedua lengan jin hye agar membalas pelukannya. Mereka terdiam beberapa saat lamanya dalam posisi itu.

“Kadang aku merasa menjadi manusia yang tidak berguna…” sehun memulai percakapan itu dengan sebuah kalimat yang terdengar sangat lirih bagi jin hye, biasanya sehun selalu berbicara kasar padanya namun kali ini berbeda dan itu membuat jin hye entah kenapa merasa bersalah.

“aku tidak bisa mengenali diriku lagi, aku membenci diriku sendiri.” Sehun mengakhiri ucapannya sembari mempererat pelukannya pada jin hye. Apa sehun sedang mencurahkan isi hatinya pada jin hye? Jin hye diwaktu bersamaan merasa bersalah pada sehun, ya, jin hye merasa bersalah pada sehun. Rasa bersalah yang menurutnya tidak wajar. Sehun melepaskan pelukan mereka, membuang mukanya kearah lain tidak mau melihat wajah jin hye yang kini tengah menatapnya dalam diam. Sebenarnya jin hye memiliki banyak pertanyaan dibenaknya yang ingin ia ajukan pada sehun namun saat melihat sehun yang kembali menjadi sehun yang menakutkan, jin hye mengurungkan niatnya itu.

Sehun menyambar sebuah tas belanja yang tadi ia taruh dinakas samping ranjang lalu memberikannya pada jin hye. Ia tidak terlalu pandai memilihkan gaun untuk perempuan jadi ia hanya membeli sebuah mini dress berwarna hitam dengan corak mawar merah disekeliling gaun yang terlihat sangat manis dietalase toko saat ia pergi ke mall untuk mencari gaun yang cocok untuk dipakai jin hye diacara pertunangan jongin malam nanti, tapi sepertinya gaun itu memang cocok untuk tubuh jin hye.

“kau membelikan ini untukku? Untuk apa?” tanya jin hye sembari memandangi gaun cantik digenggamannya. Kalau dilihat – lihat gaun itu pasti mahal.

“kau terlalu banyak tanya. Cepatlah bersiap, aku menunggumu dibawah. Kalau dalam waktu satu jam kau belum selesai juga aku akan menyeretmu keluar dari kamar.” Ucap sehun sembari merajut langkah untuk keluar dari kamarnya.

 

~~~

 

Mata sehun sejak tadi tidak pernah lepas memandangi jin hye yang kini berdiri dihadapannya. Dress yang dibeli oleh sehun ternyata tidak sia – sia karna jin hye terlihat berkali lipat lebih cantik dari biasanya dimata sehun, rambut hitam panjang gadis itu dibiarkan tergerai bebas, dan riasan nude yang membuat gadis itu semakin terlihat cantik. Mereka saling beradu pandang dan tidak ada yang berniat untuk mengakhirinya. Sehun menangkup wajah jin hye dengan kedua telapak tangannya, laki – laki berkulit putih pucat itu menempelkan bibir tipisnya kebibir plum milik jin hye. Mendapat perlakuan tak terduga itu jin hye hanya diam tak bisa berkutik, menurutnya ini terlalu mengejutkan dan terlalu tiba – tiba. Tapi jin hye menyadari ciuman sehun kali ini berbeda dari ciuman sehun yang selalu terasa menuntut setiap kali laki – laki itu melakukannya, tangan sehun menghapus jarak antara tubuhnya dengan tubuh jin hye dan membuat ciuman mereka semakin dalam namun tidak ada nafsu sama sekali disana. Dan jin hye langsung menyadari sesuatu saat itu, bahwa sehun masih memiliki sisi baik seorang manusia. Jin hye bersumpah ia tidak akan pernah melupakan momen ini selamanya, momen dimana ia dan sehun bersikap seolah mereka adalah pasangan yang baik – baik saja. Dan jin hye tahu setelah ini ia akan kembali tersakiti oleh sikap sehun yang sulit dimengerti itu, dia tidak peduli, jin hye hanya ingin menikmati momen indah ini walau hanya sesaat.

 

~~~

 

Entah sudah berapa cangkir wine yang diminum oleh sehun. Ia tidak peduli walaupun ia akan mabuk berat nantinya. Mata elang sehun terus menatap tajam kearah jin hye yang saat ini tengah berbincang dengan seorang laki – laki didekat tangga, kedua orang itu terlalu terhanyut dalam percakapan mereka hingga tidak menyadari pandangan marah sehun yang kini hanya tertuju pada mereka. Gadis sialan itu hanya milik sehun dan tidak ada yang boleh mendekatinya tanpa seizin sehun apalagi sampai berbicara seakrab itu dengan jin hye, andai jongin tidak menahan sehun mungkin kini ia sudah membawa jin hye pergi dari tempat itu lalu memberi jin hye  sedikit pelajaran agar jin hye tahu bahwa tidak ada yang boleh mendekati gadis itu selain dirinya.

“kau sedang cemburu. Aku tahu itu.” Ucap jongin yang sedari tadi terus mengawasi arah pandang sehun, laki – laki berkulit tan itu hanya tersenyum kecut melihat keadaan sahabatnya.

“aku tidak cemburu, gadis sialan itu tidak pantas mendapatkannya.” Desis sehun setengah mabuk. Mata sehun mendelik saat laki – laki yang sedang berbincang dengan jin hye memeluk tubuh gadis itu dengan erat, dan sialnya jin hye malah membalas pelukannya. Bahkan jin hye tidak pernah membalas pelukan sehun setiap sehun memeluknya, tapi sekarang apa? Dengan entengnya jin hye membalas pelukan lelaki itu. Dengan kemarahan yang sudah diubun – ubun sehun berjalan menghampiri kedua orang itu.

 

-TBC-

 

APA INI?!!!! INI APA?!!!! Duuuhhh, sumpah pikiran JiYeol kosong pas nulis chapter ini. Chapter belum banyak tapi ceritanya udah mulai gak nyambung kaya gini, JiYeol minta maaf kalo chapter ini sungguh tidak memuaskan. Tapi beruntung loh si sehun gak nyakitin si jin hye dichapter ini kkkkk, sengaja bikin kaya gini supaya readers tidak terlalu memandang sehun sebagai psikopat(?). ya udah deh, see you next time~~~ semoga gak bosen untuk terus mengikuti fanfic abal JiYeol ini. Oh ya! Maaf untuk typo yang bergentayangan dichapter ini, semua diluar kemauan JiYeol. See you~:*

 

 

 

 

18 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Forbidden Love (Chapter 3)”

  1. Kaget sih sebenarnya dengan erasaan sehun yang keras dingin dan tanpa ampun malah melakukan hal yang lembut ke ji hye malah memepuk jihye dengan hangat . Tapi di lihat yang terakhir sepertinya singa akan terbangun.. Hmmm di tunggu ya next kedepannya thank you!!

  2. uwaaaa …..kurang panjang,hehehe….
    aq penasaran siapa laki” yg brpelukan ma jinhye itu????
    aduuuuh….sehun cmburu???
    lha jinhye jg kyk nya mulai agk luluh ma sikap sehun yg tiba” lembut.
    eh tp mereka saudara ya???
    pliiiizzz jgn buat mreka jd saudara donk,, aq setujunya mreka jadi pasangan soalnya 🙂

  3. Waduh waduh si sehun mau ngapain tuh o.0
    emergency nih buat jin hye sama siapa lah itu >.< *kabuuurrr
    *thehun mau ngamuuukkk

  4. kau cemburu sehun,knpa kau tdk menyadari itu juga!hah gregeeeett knpa selalu seperti ini,aku greget krna kurang pnjang hehee.

    Chingu minta fb nya donk

  5. aawwwww wae wae waaeeee???
    ini trlalu cepat Jiyeol ah, tp gpp mkin ksni mkin dipanjangin yaa ceritanya, ato klo ga diupdate tiap hari 😀 #plak
    uh Sehun uda mulai mengklaim klo Jinhye ‘miliknya’ yaa, aduh Hun” cpetan sadar donk 😂
    eh tapitapitapi ini incest looo, aduuuhh gmna donk, aq dkung mreka brpasangan tp jgn incest dnk plis, kli aj emaknya Jinhye selingkuh trus menghasilkan Jinhye #plak ato Jinhye wktu baby dituker d rs gtu, duh jd ngelantur 😂
    okee dtnggu next nyaa Jiyeol ah fighting!!! :*

  6. jiyeooolll…wawww,,sehun,,, cemburu,, emh jin hye dng siapa!?
    ** masi penasaran apa sebenarnya antara sehun dan jin hye ada kesalah pahaman/ mereka sebenernya ga bersaudara kan?

  7. ya ampun author kenapa dikit amat lanjutannya ini ~_~ padahal pengen panjangan loh bacanya xD hihi /_/ ahh okee dah ditungguin chapter selanjutnya,dan panjangin lagi yak

  8. Kasih mini library dong biar kalo ada reader baru enak kalo mau baca part sebelumnya, kasih flashback juga biar bacanya nggak bingung!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s