[EXOFFI FREELANCE] Sorry (Chapter 3)

PhotoGrid_1456905767305

Title

Sorry

Author

haneul88

Length

Chapter

Genre

Romance, school life

Rating

PG -15

Main Cast

Kim Jongin

Park Hye Bi [OC]

Additional Cast :

Oh Sehun

Shin Minri

Disclaimer :

The characters are belong to themselves. The OC and story are belong to me. Please don’t do copy and paste without my permission. Happy reading!

Author’s Note:

Sorry for typo’s x’D

Leave a comment juseyo ^^

Previous Chapter:

[1] [2]

 

Chapter 3

Cinta? Kau yakin sesederhana itu? Cinta terlalu rumit untuk di terjemahkan sayang. Cinta hanya kebohongan belaka yang berujung penghianatan. Memang tak semua, tapi sebagian besar. Hyebi, ia sudah muak dan tak peduli lagi dengan cinta. Omong kosong tentang cinta! Ia telah di khianati oleh cinta. Itu yang membuatnya tak percaya lagi dengan cinta. Alasan tersembunyi Ia menolak Jongin, dan mengikuti kemauan orang tuanya. Orang tuanya menjodohkannya? Masa bodoh. Ia hanya mengikuti permainan mereka. Toh apabila ia menolak orangtuanya akan tetap memaksanya bukan? Ikatan tanpa perasaan? must she care?

***

Hyebi meringkuk diatas kasur. Entah setan apa yang merasuki pikirannya tadi ia tak tahu. Hyebi menemukan pistol itu, bagaimana bisa? Ayolah, Hyebi hanyalah seorang gadis biasa yang ada kalanya merasa bosan. Ia bosan, sangat. Siapa yang tak bosan jika harus di kurung dalam sebuah kamar hingga berbulan – bulan? Melihat puluhan buku yang terjajar rapi di rak Jongin, ia cukup penasaran. Ia memilih salah satu buku yang menurutnya menarik hanya dengan membaca judul yang ada di sampul sebelah samping buku. Ketika membuka sampul buku yang tebilang cukup tebal itu, yang ia temukan bukanlah tulisan – tulisan berukuran kecil yang menyebalkan yang membuatnya ingin muntah. Melainkan lubang berdiameter 15 cm dengan pistol di dalamnya. Dewi Fortuna sepertinya ada dipihaknya kali ini. ia bisa saja menghabisi nyawa Jongin ketika ia pulang nanti dan akhirnya ia bisa bebas. Tapi pikirannya berbalik 180o dengan yang orang awam pikirkan. Ia justru ingin menghabisi nyawanya sendiri. Gila, ia memang menjadi gila setelah berbulan – bulan dikurung oleh orang gila. Ia menangis terisak meneruskan tangisannya yang tadi. Emosinya benar – benar labil kali ini. ia hanya memikirkan bagaimana semua ini berakhir. Ia merindukan seseorang yang lain. Ia lelah dengan semua ini. Ia ingin terlepas dari semua jeratan ini. Ia muak, murka dengan seorang Kim Jongin. “Aarrgghh…” terriak Hyebi dengan nada putus asa. Mengapa hidupnya yang selama ini damai mulai menjadi berantakan sesaat setelah ia menolak Kim Jongin mentah – mentah? Salahkah ia menolak seorang Kim Jongin dan pesonanya? Harusnya selama ini ia percaya dengan Minri. Harusnya ia berhati – hati, mendengarkan apa yang diucapkan Minri. Sayangnya ia terlalu polos untuk memahami situasi saat itu. Dan sekarang, yang bisa ia lakukan apa? Meratapi nasib saja? Sangat tak berguna. Haha.

***

Kim Jongin hanya merenung menatap jendela dikelasnya yang mengarah ke lapangan sepak bola. Pikirannya benar – benar berkecamuk. Harusnya ia senang tak akan ada lagi yang menghalanginya untuk mendapatkan Hyebinya. Tapi mengapa semuanya terasa sama saja? Ia bahkan merasa gelisah atas semua perbuatannya. Apakah ini firasat buruk? Jongin menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan semua pikiran negatifnya itu. Mungkin ia bisa menenangkan pikirannya di rooftop.

Ketika membuka pintu yang pertama ia pikirkan nantinya ia tak akan sendiri disini. Terbukti dengan suara isakan seorang gadis yang samar – samar ia dengar. Jongin menolehkan kepalanya melihat sekeliling. Ia mengamati tempat kesukaannya lamat-lamat. Dua orang yeoja tampak menempati tempatnya. Sempat menggerutu akan kekesalannya itu, akan tetapi terhenti ketika mengenali salah seorang diantara mereka. Park Hyebi, ia yang menangis. Tangisannya bertambah ketika Minri mencoba untuk menenangkannya. Tanpa ditanya semua orang pun akan tahu apa alasan ia menangis. Sakit. Entah mengapa hatinya begitu sakit melihat Hyebi mengeluarkan air matanya. Air matanya terlalu berharga untuk di keluarkan dengan percuma. Senyuman samar yang menyakitkan tampak di bibir Jongin. Ia tahu, ia yang mneyebabkan air mata Hyebi keluar secara tidak langsung. Yeah you’re a bastard Kim Jongin!

***

“kau benar – benar brengsek Jong!” desis Sehun diiringi tawa konyol setelahnya. Oh Sehun dengan segala poin pinaltinya bisa berteman dngan Jongin. Yeah, merekka berdua sama saja. Hanya nilai yang membedakan mereka. Oh sehun selalu mendapat peringkat bawah utuk semua nilai – nilai nya. Sebenarnya sehun bukanlah sembarang orang yang bisa di kalahkan di segala bidang. Jongin mengakuinya. Bahkan apabila ia ingin menyaingi nilai – nilai Jongin ia bisa melakukannya dengan samgat mudah. Cukup dengan mendengar penjelasan guru ia akan mengerti. Hanya saja karena alas an ‘tak ingin’ ia selalu mendapatkan nilai bawah. Ia benar – benar tak berminat mendapatkan nilai tinggi yang nantinya berujung ia di puji dan di puja banyak orang. Memagnya dia dewa apa? Selalu di puja sepanjang hari. Hah. “kau telah berteman denganku cukup lama Oh Sehun bodoh! Jadi kuyakin kau cukup tahu” ucap Jongin seenaknya dan merebut paksa minuman Sehun. Sempat kesal dengan perlakuan Jongin yang merebut minumannya, tetapi ia hanya menatap malas sahabatnya itu. Kim Jongin selalu payah berurusan dengan wanita. Yang pada akhirnya perlakuannya menyakiti wanita itu sendiri dan secara tidak langsung menyakitinya. Ini bukan kali pertama ia melakukan hal keji seperti itu, dan bukan pertama kalinya ia melakukan hal aneh untuk mendapatkan seorang gadis. Akan tetapi ini pertama kalinya ia tampak sangat kusut setelah ‘menghabisi nyawa oranglain’ meskipun secara ttidaak langsung. “kau mendatangiku tiba – tiba seperti ini tanpa alasana yang jelas. Biar kutebak! kau melihatnya menangis dan kau juga merasakan sakit yang ia rasakan secara tidak langsung” ucap Sehun tiba tiba. Sudah bisa ditebak jika Jongin mendatanginya tiba tiba seperti ini. pasti ada suatu hal yang mengusik pikirannya. Sanyangnya Kim Jongin terlau bodoh untuk memahami dirinya, memahami perasaannya lebih lanjut. Jongin ingin mengelak apa yang Sehun katakan. Tak mungkin ia merasa sedih hanya karena hal sepele seperti itu. Ia muak dengan Kim Joingin yang seperti itu. Sayangnya ia tak pernah bisa membencinya. Kim Jongin menghembuskan nafas pelan setelahnya, membenarkan perkataan Sehun. “lalu apa yang ingin kau lakukan setelahnya?” Sehun bertanya lagi. Jongin tak akan menjelaskan sebelum ditanya. Maka dari itu Sehun yang akan selalu bertanya menyelesaikan masalah. Benar-benar sosok yang menyebalkan. “entahlah aku juga bingung. Sepertinya aku akan meyerah” ucap Jongin pasrah. Look. Jongin terlalu pengecut dan tak bertanggungjawab menjadi dirinya. Sungguh! Sehun berani bersumpah ini bukan Jongin yang selama ini ia kenal. Hanya karena seorang gadis ia jadi seberubah ini? “cih! Sialan! Lalu kau hanya akan menyerah setelah kau memulai pertempuran? Kau benar-benar seperti air yang tak punya pendiran. Lihat saja saat kau teteskan pewarna pada air mereka akan berubah warna bukan? Apa kaau mau ku samakan dengan air?”ucap Sehun datar. Ia hanya tak ingin sahabatnya seperti ini. dimana sahabatnya yang sangat kejam dan sangar dulu? Mengapa ia justru berubah menjadi selemah ini. sehun sangat benci orang lemah dan menjadi lemah. Maka dari itu ia benci Jongin yang seperti ini. Jongin mengeluarkan smirknya. Bukan smirk mematikan seperti biasanya melainkan terlihat lemah. “bagaimana jika rencana lain seperti meneror mungkin?” Sifat asli Jongin keluar. Senyum mematikannya terbit berasamaan dengan ia mengucapkan kalimat itu. “itu  urusanmu. Selama ini aku hanya sebagai pendengar yang baik. Toh kalaupun aku melarang apa yang akan kau lakukan kau takkan mengindahkan apa perkataanku.” Ucap Sehun sambil memainkan ponselnya. Kedua sahabat itu tertawa lepas setelahnya. Selalu seperti itu. Kim Jongin adalah orang yang memiliki tekat dan keras kepala. Percuma memperingatinya.

***

Kim Jongin benar – benar melakukan apa yang ia ucapkan kepada Sehun. Ia tau itu hanyalah pemikiran yang amat sangat dangkal sebenarnya. Akan tetapi entah mengapa ia hanya ingin sedikit (?) membuat Hyebi terusik atau mungkin Hyebi akan panik. Entahlah. Terror yang dilakukan Jongin hanyalah sekadar memberi ‘surat kaleng’.

***

Hyebi menuju lokernya setelah bel pulang sekolah berdering. Ketika membuka lokernya tiba – tiba sebuah surat meluncur dari dalam lokernya. Dengan ragu – karena Hyebi dapat memastikan ia tak pernah menyimpan sepucuk surat pun di loker – ia mengambil surat itu. Hyebi membolak – balikkan kertas dengan kerutan di dahinya sampai ia menemukan namanya ada di bagian depan surat itu. For my Hyebi. Tulisan itu yang tertulis disana. Merasa yakin itu untuknya Hyebi membuka dan mengeluarkan isinya. Sebuah kertas berwarna merah maroon.

‘Annyeong Hyebi-a! apakah harimu menyenangkan? Kudengar kau mendapatkan pelajaran matematika hari ini. Aku tahu kau membenci pelajaran itu sekalipun kau selalu mendapat peringkat atas. Akan tetapi nilai itu yang selalu paling rendah. Kudengar kau mendapatkan hukuman juga karena tak mengerjakan tugas. Jika kau berpikir bagaimana aku bisa tahu semua itu, sebaiknya pendam pertanyaan itu untuk lain waktu. Oh ya, untuk clue yang pasti aku tidak berada dikelas yang sama denganmu. Well, kau bisa menceritakan perihal yang memberatkan hatimu hari ini. Bye!’

Pesan yang aneh. Amat sangat aneh  bagi Hyebi. Mungkin itu hanya pesan iseng penggemarnya yang menyebalkan seperti biasa. Selanjutnya Hyebi meremas dan membuang gumpalan kertas tersebut di tempat sampah terdekat. “hah… mungkin aku harus cepat – cepat sampai dirumah untuk berganti pakaian dan kemudian mencari kerja part-time yang dapat ia kerjakan. Ayolah, sekalipun ia mempunyai semua peninggalan kedua orng tuanya itu tapi ia jamin itu tak akan berlangsung lama. Semua akan habis pada akhirnya kelak. Karena kekayaan bukanlah sesuatu yang abadi bukan? Ia harus mandiri. Ia harus bangkit dari keterpurukan. Memang apa untungnya menangisi sesuatu yang telah terjadi. Menyalahkkan diri sendiri? Bahkan ia tak terlibat sedikitpun. Hidup selalu sayang jika dilewatkan dengan menyesali saja. Sangat tak berguna.

***

Setelah memasuki beberapa toko kecil yang kira – kira bisa memberikan pekerjaan untuk Hyebi, akhirnya ia mendapatkannya. Menjadi pelayan di toko bunga tak buruk juga menurutnya. Bahkan mungkin saja ia bisa selalu menjadi tenang dan riang di saat memasuki toko dan melihat berbagai bunga warna yang ada. Tak mudah membujuk wanita pemilik toko itu. Umurnya yang tak cukup membuatnya sulit mendapatkan pekerjaan. Yeah, the new story of your life is start Hyebin-a!.

Pekerjaan Hyebi di toko tak terlalu mengganggu pelajarannya. Dan dia akan tetap selalu menjadi nomor dua. Tak kan terkalahkan. Semua berjalan seperti biasa hanya saja ada beberapa kegiatan baru yang menjadi kesehariannya. Ia selalu mendapatkan surat yang berbeda warna setiap hari di lokernya. Berbeda warna akan tetapi dengan penggirim yang sama setiap harinya. Hyebi awalnya terganggu, akan tetapi pada akhirnya ia terbiasa. Ia tak pernah membalas surat itu. Apa yang surat itu katakan tak terlalu penting untuknya. Hingga suatu hari pesan itu mulai menggirimkan sesuatu yang tak masuk akal. Membuatnya naik pitam karena beberapa dari pesan itu menyangkut pautkan kematian orangtuanya, masa lalunya, dan beberapa hal yang membuatnya muak. Hyebi tak tahan dengan semua itu. Hingga akhirnya ia membalas semua itu. Dengan kata kasar, mengajak orang yang selalu menganggunya itu bertemu. Taman bunga dandelion pada pukul 4 sore. Meminta izin ahjumma penjaga toko untuk sehari mungkin tak apa. Akhir – akhir ini Shin ahjumma selalu berbaik hati padanya. Pukul 4 sore tepat Hyebi sampai pada taman bunga. Sepi, hanya beberapa orang yang ada disana. Mengamati sekitar, merasa tak ada orang yang sekiranay pengirim surat itu. Akhirnya ia menduduki tempat yang menjadi favoritnya. 3 jam Hyebi menunggu, sosok itu tak kunjung datang. Mungkin memang ia takkan pernah datang, sangat konyol kau Hyebin – a pikir Hyebi. Hyebi memutuskan pulang dengan tertunduk lesu. Harapannya untuk bertemu dan memaki orang misterius itu sirna. Terror itu takkan berakhir.

***

 

TBC

 

Gatau mau ngomong apa di chapter ini, :3

Yang jelas maafkan kalo kurang memuaskan, :’v

Penasaran gak lanjutannya? :’v

Oh ya, buat minggu depan ga bisa janji bakal update,

Banyak Try Out yang menunggu di sekolah, :3 *curhat ceritanya*

Jangan lupa tinggalkan jejak ^^

Kalo ada kritik dan saran saya meerima, buat perbaikan ff ini, 😀

Gomawo~

Makasih uda nyempatin baca, ^^

 

Regards,

Haneul Kim

8 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Sorry (Chapter 3)”

  1. Kelakuan kai bikin bingung.. dia cinta ga sih sma hyebi.? Klu cinta kok cara nya aneh banget.. malah nyeremin hihihi.. orang lain berusaha deket lah ini malah ngejahatin gtu.. bikin ati tambah ancur tau gak hoho

    1. hehe 😀
      maaf kalo semigal agak ga terima jongin tingkahnya kaya gitu. tapi percayalah kalo jongin kaya gini cuma dalam fanfic aja, kenyataannya engga, jjongin is a good boy , 😀

  2. rada bingung,,d part awal menceritakan hyebi yg masi d sekap d kamar jongin berbulan bulan,dan part berikuynya ,,hyebi yg berada d sekolah bahkan sampe mencari kerja,,/ apa itu flashback ya,,,/ sebaiknya d tulis flasback biar jelas perbedaan waktunya,,jd ga bingung!!

    1. haneul di sini minta maaf sebelumnya,
      sudah author bilang di tiap” comment yang bilang kaya gitu….
      dan uda berkali kali juga aku uda ngejawab,
      kalo habis “ambel-embel” yg ada di atas……. itu masa sekarang, an setelah bintang” itu masa lalu tapi alurnya aju.
      kalo masalah yg kamu protes minta kalo itu flashback di kasi tulisan flashback, sekali lagi aku minta maaf karena cara aku nyeritainnya emang kaya gitu. dan aku gaada inisiatif buat ngeubah rancangan tiap chapternya.
      kamu bisa mbuktiin kalo tiap chapter aku cara nyeritainnya kaya gitu.
      maaf kalo kata” ku kasar,
      MAAF KALO BANYAK KEKURANGAN.

Tinggalkan Balasan ke reisya soo Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s